Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK: STATISTIKA PENDIDIKAN


MATEMATIKA

PRODI. MATEMATIKA PPS UNIMED

SKOR NILAI :

Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif


Matematis Siswa Menggunakan Model Discovery Learning

Nama Mahasiswa : Masitoh Hasibuan


NIM : 8196171011
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Edi Syahputra, M.Pd
Mata Kuliah : Statistika Pendidikan Matematika

PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA - UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
Bulan Oktober 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah Swt dimana kita masih diberi rahmat dan inayah-nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan critical journal review ini.
Terimakasih penulis ucapkan kepada Bapak Dosen Prof. Dr. Edy Syahputra, M.Pd
selaku pembimbing mata kuliah Statistika Pendidikan Matematika yang telah membimbing
dalam matakuliah ini. Terimakasih tak terhingga penulis sampaikan kepada pihak yang telah
membantu dan memberi dukungan hingga makalah ini terselesaikan.
Besar harapan penulis, critical journal review ini dapat memberi kontribusi untuk
semua pihak, terutama kepada para pembaca sehingga dapat memberikan manfaat dalam
aplikasi dilapangan. Critical journal review ini juga dapat digunakan sebagai bahan
pembanding buku untuk mendapatkan buku yang lebih bagus.
Penulis menyadari bahwa critical journal review yang disusun ini masih banyak
mempunyai kekurangan. Karena itu penulis mengharapkan saran dan kritikan yang
membangun dari semua pihak atau pembaca yang budiman untuk kesempurnaan critical book
riview yang akan datang.

Medan, 03 Oktober 2019

Masitoh Hasibuan

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
A. Rasionalisasi Pentingnya Critical Journal Review ............................................ 1
B. Tujuan Penulisan Critical Journal Review ........................................................ 1
C. Manfaat Critical Journal Riview ....................................................................... 1
D. Identitas Critical Journal Review ...................................................................... 2
BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL ........................................................................... 3
A. Pendahuluan ...................................................................................................... 3
B. Deskripsi Isi ....................................................................................................... 5
BAB III PEMBAHASAN ............................................................................................. 7
A. Pembahasan Isi Jurnal ....................................................................................... 7
B. Kelebihan dan Kekurangan ............................................................................... 9
1. Kelebihan ...................................................................................................... 9
2. Kekurangan ................................................................................................... 9
BAB IV PENUTUP ...................................................................................................... 10
A. Kesimpulan ....................................................................................................... 10
B. Rekomendasi ................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya Critical Journal Review


Critical Journal Review adalah tulisan tentang isi sebuah buku atau artikel, tetapi
lebih menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan, interpretasi dan analisis) mengenai
keunggulan dan kelemahan buku atau artikel tersebut, apa yang menarik dari artikel
tersebut, bagaimana isi artikel tersebut bisa mempengaruhi cara berpikir kita dan
menambah pemahaman kita terhadap suatu bidang kajian tertentu. Dengan kata lain,
melalui critical journal review kita menguji pikiran pengarang/penulis berdasarkan sudut
pandang kita berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Salah satu alasan
penulis juga melakukan critical journal review adalah mengembangkan budaya membaca,
berpikir sistematis dan kritis serta mengekspresikan pendapat.

B. Tujuan Penulisan Critical Journal Review


Tujuan penulisan critical journal review sebagai berikut:
1. Mengembangkan budaya membaca, berpikir sistematis dan kritis serta
mengekspresikan pendapat.
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam jurnal.
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh jurnal
terkait dari jurnal utama dan jurnal pembanding.
4. Membandingkan isi jurnal utama dan jurnal pembanding.

C. Manfaat Critical Journal Review


Manfaat dari critical journal review antara lain:
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistika Pendidikan Matemtika.
2. Mengembangkan pemikiran yang sistematis dan kritis.
3. Dapat mengekspresikan pendapat penulis.
4. Dapat menambah wawasan penulis

1
D. Identitas Jurnal yang di Review
Jurnal Utama
1. Judul : Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Menggunakan
Model Discovery Learning
2. Edisi Terbit : 2018
3. Pengarang : Welni Julitra Damanik dan Edi Syahputra
4. Penerbit : Jurnal Inspiratif
5. Volume : Volume 4, No. 1
6. Nomor ISSN : p-ISSN : 2442-8876, e-ISSN : 2528-0475
7. Alamat Situs : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpmi/article/view/9294

Jurnal Pembanding 1
1. Judul : Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Smart
Sticker untuk Meningkatkan Disposisi Matematik dan Kemampuan
Berpikir Kritis
2. Edisi Terbit : 2017
3. Pengarang : Ida Wahyu Kurniati, Emi Pujiastuti, dan Ary Woro Kurniasih
4. Penerbit : Kreano
5. Volume : Volume 8, No.2
6. Nomor ISSN : p-ISSN : 2086-2334, e-ISSN : 2442-4218
7. Alamat Situs :
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kreano/article/download/5060/7117

Jurnal Pembanding 2
1. Judul : Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Discovery
Learning Berbantuan Asesmen Hands on Activities
2. Edisi Terbit : 2018
3. Pengarang : Galih Kurniadi dan Jayanti Putri Purwaningrum
4. Penerbit : ANARGYA
5. Volume : Volume 1, No.1
6. Nomor ISSN : p-ISSN : 2615-4196, e-ISSN : 2615-4072
7. Alamat Situs : https://jurnal.umk.ac.id/index.php/anargya/article/view/2463/1376

2
BAB II
RINGKASAN ISI ARTIKEL

A. Pendahuluan
Proses pembelajaran dalam satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Untuk itu,
setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran struktur
penyampaian informasi perlu dipersiapkan secara matang. Agar proses pembelajaran di
kelas berlangsung optimal maka kegiatan belajar siswa perlu dirancang oleh guru, karena
hasil rancangan berpengaruh terhadap kemampuan siswa.
Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas terkait dengan profesi
guru sebagai tenaga pendidik, mengharuskan guru untuk mengembangkan kemampuan diri
baik dari segi ilmu maupun kemampuan pedagogiknya. Penggunaan perangkat
pembelajaran merupakana permasalahan yang ditemukan di SMP Negeri 6 Medan. Hasil
pengamatan yang dilakukan di SMP Negeri 6 Medan, ditemukan bahwa sebagian guru
masih membuat perangkat pembelajaran hanya untuk kelengkapan administrasi sekolah
saja, tidak untuk membantunya dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini didukung
dengan hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru matematika di SMP N 6 Medan
yaitu Bu Napitupulu, ibu Napitupulu mengatakan bahwa RPP miliknya diawal semester
telah diserahkan kepada kepala sekolah dan beliau tidak memiliki salinannya.
Berdasarkan hasil angket yang telah dibagikan kepada siswa SMP Negeri 6 Medan
kelas VII-E, mereka beranggapan bahwa pembelajaran yang berlangsung di kelas masih
sulit dipahami dan membosankan. Pembelajaran yang berlangsung masih pembelajaran
yang berpusat pada guru (teacher centered). Dalam mengajar guru cenderung test book
oriented, hanya memberikan pengetahuan, informasi yang diikuti dengan pemberian
contoh soal yang sama dengan yang di buku. Siswa hanya disuapi dengan konsep-konsep
dari guru yang membuat siswa tidak dapat mengekspresikan pemahamannya dan merasa
jenuh. Hal ini juga berpengaruh terhadap minat belajar siswa terhadap matematika,
berdasarkan angket yang dibagikan peneliti dari 33 siswa yang mengisi angket hanya

3
terdapat lima siswa yang menyukai pelajaran matematika dan selebihnya tidak menyukai
matematika. Mereka beranggapan bahwa pelajaran matematika sulit dan kurang menarik.
Hakekat tujuan pembelajaran matematika di sekolah adalah mempersiapkan siswa
agar mampu menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dunia yang selalu
berkembang. Siswa dituntut agar mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi
dengan terampil dan kreatif. Dalam mempelajari matematika siswa juga dituntut memiliki
keterampilan dan kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah.
Kemampuan berpikir kreatif sangat penting dalam memecahkan masalah-masalah
matematika. Tidak hanya memecahkan masalah, kemampuan berpikir kreatif juga sangat
penting digunakan dalam menemukan konsep-konsep matematika. Berpikir kreatif adalah
proses berpikir yang memiliki ciri-ciri kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility),
Keaslian (originality). Kemampuan berpikir kreatif sangat diperlukan dalam semua
pengembangan materi dari semua pembelajaran yang diajarkan di kelas, terutama dalam
pelajaran matematika. Karena kemampuan berpikir kreatif dapat digunakan untuk
memecahkan masalah matematika dengan berbagai cara penyelesaian. Rendahnya
kreativitas dalam pemecahan masalah di atas menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman
siswa terhadap materi ajar sehingga tidak bisa menghasilkan alternatif penyelesaian untuk
memecahkan masalah. Hal ini dapat disebabkan oleh desain perangkat pembelajaran yang
dirancang atau yang diterapkan guru belum relevan terhadap tujuan pembelajarannya.
Suatu pembelajaran dirancang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan
kualitas pembelajaran. Ini dilakukan dengan memilih, dan mengembangkan model
pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Model
pemebelajaran discovery learning dipilih peneliti yang dianggap mampu meningkatkan
kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Sesuai dengan implementasi kurikulum 2013 yang melibatkan siswa secara aktif
dalam pembelajaran, model Discovery learning dianggap mampu mengubah pembelajaran
yang teacher centered (pembelajaran berpusat pada guru) menjadi pembelajaran yang
student centered (pembelajaran berpusat pada siswa). Dalam mengaplikasikan model
pembelajaran discovery learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif dan mengarahkan kegiatan belajar
siswa sesuai dengan tujuan.
Dalam mengaplikasikan model pembelajaran discovery learning guru berperan
sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara

4
aktif dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Dengan demikian
kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student oriented) bukan lagi berpusat pada
guru (teacher oriented).
Dengan menggunakan model discovery learning dalam pembelajaran dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa karena serangkaian kegiatan
dalam proses discovery learning merupakan aktifitas yang dapat mencapai indikator-
indikator kemampuan berpikir kreatif matematis. Disamping itu model pembelajaran yang
sesuai tersebut hendaknya diimplementasikan dalam perangkat pembelajaran agar
mendapatkan sumber belajar yang baik, sehingga mampu mengusai masalah yang
disebutkan diatas. Dimana perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan
menggunakan model pembelajaran discovery learning adalah Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS).

B. Deskripsi Isi
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development/
R&D) yaitu penelitian yang menghasilkan produk tertentu serta menguji keefektifan
produk tersebut. Model pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model
Thiagarajan, dkk yaitu model 4-D (define, design, develop, disseminate). Dalam penelitian
ini akan dihasilkan produk pengembangan adalah perangkat pembelajaran matematika
dengan model discovery learning pada materi Segiempat berupa Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Sedangkan instrumen yang
digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep, lembar observasi keterlaksanaan
pembelajaran, dan angket respon siswa dan guru.
Subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 orang siswa kelas VII-I sebagai uji
coba I dan sebanyak 34 orang siswa kelas VII-E uji coba II, sedangkan objek dalam
penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model discovery learning materi
segiempat.
Hasil validasi perangkat pembelajaran yang berupa Rencana Pelaksanaan berpikir
kreatif Pemahaman Konsep yaitu prestes dan postes, Lembar Peniliaian Pengembangan
RPP dan LKS dan Angket Respon Siswa menunjukkan semua instrumen ini tergolong
valid. Validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan termasuk dalam kategori

5
valid dengan rata-rata total validitas RPP sebesar 4,02 dan rata-rata total validitas LAS
sebesar 4,2.
Hasil analisis uji coba I pada kemampuan berpikir kreatif matematis diperoleh 18
siswa yang tuntas atau sebesar 60% pada posttest uji coba I. hasil posttest uji coba I ini
belum memenuhi kriteria efektif yang ditetapkan, oleh sebab itu dilakukan uji coba II
sebagai proses perbaikan perangkat pemebelajaran. Hasil posttest uji coba II terdapat 26
siswa yang tuntas atau sebesar 87%. Hasil posttest uji coba II ini telah memenuhi kriteria
ketercapaian kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Berdasarkan hasil analisis data respon siswa pada uji coba I dan uji coba II diperoleh
kesimpulan bahwa siswa memiliki respon positif terhadap perangkat pembelajaran. Pada
uji coba I respon siswa terhadap LAS yang telah digunakan menunjukkan kategori baik
dengan skor rata-rata 3,95 dari skor maksimal 5,00. Pada uji coba II diperoleh respon siswa
terhadap LAS yang telah digunakan menunjukkan kategori baik dengan skor rata-rata 4,0
dari skor maksimal 5,00.
Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan menggunakan
perangkat pembelajaran berbasis Discovery Learning pada uji I dan II menunjukkan bahwa
rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada hasil posttest uji coba I adalah
sebesar 70% meningkat menjadi 81% pada uji coba II. Hal ini sesuai dengan analisis data
peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis dilihat dari rata-rata hasil posttest uji
coba I dan uji coba II, dengan demikian diketahui bahwa peningkatan nilai rata-rata
kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sebesar 11%.

6
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pembahasan Isi Jurnal
Menurut jurnal yang direview bahwa dalam discovery learning guru berperan
sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara
aktif dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Dengan demikian
kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student oriented) bukan lagi berpusat pada
guru (teacher oriented). Sedangkan dalam jurnal Ida Wahyu Kurniati, Emi Pujiastuti, dan
Ary Woro Kurniasih, model pembelajaran discovery learning pada prinsipnya tidak
memberi pengetahuan secara langsung kepada siswa, tetapi siswa harus menemukan
sendiri pengetahuan yang baru. Karena siswa harus menemukan sendiri pengetahuannya
maka siswa dituntut aktif dalam pembelajaran di kelas. Namun dalam jurnal Galih
Kurniadi dan Jayanti Putri Purwaningrum discovery learning Discovery learning
didefinisikan sebagai pembelajaran dalam kelompok kecil yang membimbing siswa untuk
menemukan suatu konsep matematika, melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) Stimulasi atau
pemberian rangsangan; (2) Identifikasi atau pernyataan masalah; (3) Pengumpulan data;
(4) Pengolahan data; (5) Pembuktian; dan (6) Generalisasi atau menarik.
Jenis penelitian yang digunakan dalam jurnal yang direview adalah penelitian
pengembangan (research and development / R&D) yaitu penelitian yang menghasilkan
produk tertentu serta menguji keefektifan produk tersebut. Model pengembangan
perangkat pembelajaran menggunakan model Thiagarajan, dkk yaitu model 4-D (define,
design, develop, disseminate). Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam jurnal Ida
Wahyu Kurniati, Emi Pujiastuti, dan Ary Woro Kurniasih adalah metode penelitian
kuantitatif. Peneliti menggunakan true eksperimental yakni pretest-posttest control design.
Namun dalam jurnal Galih Kurniadi dan Jayanti Putri Purwaningrum, jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Desain penelitian
yang digunakan adalah desain kelompok kontrol non ekivalen.
Sampel dalam penelitian jurnal yang direview adalah sebanyak 35 orang siswa kelas
VII-I sebagai uji coba I dan sebanyak 34 orang siswa kelas VII-E uji coba II, sedangkan
objek dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model discovery learning
materi segiempat. Sedangkan sampel penelitian dalam jurnal Ida Wahyu Kurniati, Emi
Pujiastuti, dan Ary Woro Kurniasih populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII

7
SMP Negeri 40 Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random
sampling, diperoleh kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas
kontrol. Namun dalam jurnal Galih Kurniadi dan Jayanti Putri Purwaningrum, penelitian
dilakukan di MTS NU Nahdlatul Athfal, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Populasi
penelitian adalah seluruh siswa di MTS NU Nahdlatul Athfal sedangkan sampel
penelitiannya adalah dua kelas yaitu kelas VIII A dan VIIIB.
Hasil penelitian dalam artikel yang di review adalah kualitas kevalidan perangkat
pembelajaran memenuhi kriteria valid berdasarkan skor rata-rata RPP yaitu 4,25 dari skor
maksimal 5,00 dengan kriteria Baik dan skor rata-rata LAS yaitu 4,18 dari skor maksimal 5,00
dengan kriteria baik; perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria
keefektifan dengan: a) ketuntasan belajar secara klasikal telah melebihi batas minimal yaitu pada
uji coba II sebesar 87%, b) ketercapaian indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran telah tercapai
untuk setiap indikator pada uji coba II, c) Kualitas kepraktisan perangkat pembelajaran memenuhi
kriteria praktis berdasarkan skor rata-rata angket respon siswa 3,95 dari maksimal 5,00 pada uji
coba I dan 4,0 dari 5,00 pada uji coba II. Keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu 88,7% pada
uji coba I dan 93% pada uji coba II. d) waktu pembelajaran tidak melebihi pembelajaran biasa yaitu
waktu sama dengan pembelajaran biasa pada uji coba I dan uji coba II; kemampuan berpikir kreatif
matematis siswa mengalami peningkatan yaitu nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep pada
uji coba I sebesar 70,1 meningkat sebesar 11,3 menjadi 81,4 pada uji coba II dan banyak siswa
yang tuntas pada uji coba I 70% meningkat sebesar 16,6% menjadi 86,7% pada uji coba II.
Sedangkan hasil penelitian dalam jurnal Ida Wahyu Kurniati, Emi Pujiastuti dan Ary
Woro Kurniasih, bahwa hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen
mencapai nilai lebih dari 65 dan lebih dari 70% siswa di kelas eksperimen mencapai nilai
lebih dari 65. Kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematik siswa kelas eksperimen
lebih baik dari kelas kontrol dan dinyatakan meningkat dibandingkan hasil pretest.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning
berbantuan Smart Sticker dapat meningkatkan disposisi matematik dan kemampuan
berpikir kritis. Namun dalam jurnal Galih Kurniadi dan Jayanti Putri Purwaningrum, hasil
penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kemampuan pemahaman matematis siswa yang
belajar melalui discovery learning berbantuan asesmen hands on activities lebih tinggi dari
siswa yang belajar melalui pembelajaran ekspositori. Dengan demikian, pembelajaran
melalui discovery learning berbantuan asesmen hands on activities dapat dijadikan sebagai
alternatif pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemahaman
matematis siswa.

8
B. Kelebihan dan Kekurangan jurnal
1. Kelebihan
a. Dari aspek ruang lingkup isi jurnal sudah baik karena menurut saya jurnal yang
ditulis oleh (Welni Julitra Damanik dan Edi Syahputra: 2018) telah memaparkan
poin-poin penting yang seharusnya ada dalam jurnal (yang penting) seperti telah
memaparkan mengenai tujuan dari penelitiannya, menjelaskan latar belakang dari
penelitiannya, yakni memaparkan apa yang menjadi masalah yang ingin diteliti
olehnya. Itu dapat dilihat dalam pemamaparannya didalam pendahuluan dalam
jurnal ini. Jika dilihat dari segi isinya sudah baik dimana penulis menyertakan
metode penelitian dengan jelas, serta teknik analisis serta pengumpulan data
dengan jelas.
b. Dilihat dari aspek tata bahasa jurnal tersebut menurut saya jurnal tersebut cukup
mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana.
2. Kekurangan
Dalam jurnal ini juga terdapat kekurangan seperti: jurnal ini tidak memaparkan
lebih dalam mengenai kajian pustaka terutama dalam pembahasan Discovery
Learning hingga pembaca kurang memahami apa itu Discovery Learning.

9
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jurnal Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan
Berpikir Kreatif Matematis Siswa Menggunakan Model Discovery Learning yang ditulis
oleh Welni Julitra Damanik dan Edi Syahputra telah mencakup secara umum informasi
yang diperlukan, yaitu seperti:
 Topik dalam jurnal tersebut menarik meskipun sudah sering diteliti.
 Judul jurnal sudah spesifik karena sudah menunjukkan maksud dan tujuan
penelitian yaitu untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika
siswa.
 Abstrak dalam jurnal tersebut singkat, padat dan jelas dan di dalam abstrak
tersebut terdapat tujuan, metode penelitian dan hasil penelitian.
 Bahasa yang digunakan mudah dipahami.
 Penyajian data hasil penelitian model pembelajaran Discovery Learning disajikan
dengan jelas dalam bentuk tabel sehingga memudahkan pembaca melihat hasil
dari penerapan model pembelajaran tersebut.

B. Saran
Adapun saran yang dapat saya sampaikan, untuk perbaikan jurnal ini adalah: ada
baiknya untuk pembahasan mengenai beberapa materi bisa disajikan dalam kajian pustaka
yang mnejelaskan mengenai misalnya indikator dari pemecahan masalah, sintaks
pembelajaran berbasis masalah dan lain-lain.

10
DAFTAR PUSTAKA

Damanik, Welni Julitra dan Edi Syahputra. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran
untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Menggunakan
Model Discovery Learning. Jurnal Inspiratif. Volume 4, No. 1, p-ISSN : 2442-8876,
e-ISSN : 2528-0475

Kurniati, Ida Wahyu; Emi Pujiastuti dan Ary Woro Kurniasih. 2017. Model Pembelajaran
Discovery Learning Berbantuan Smart Sticker untuk Meningkatkan Disposisi
Matematik dan Kemampuan Berpikir Kritis. Kreano. Volume 8 No. 2, p-ISSN :
2086-2334, e-ISSN : 2442-4218

Kurniadi, Galih dan Jayanti Putri Purwaningrum. 2018. Kemampuan Pemahaman


Matematis Siswa Melalui Discovery Learning Berbantuan Asesmen Hands on
Activities. ANARGYA. Volume 1, No.1, p-ISSN : 2615-4196, e-ISSN : 2615-4072

11