Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH MODUL SISTEM PENGANGGARAN

MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMERINTAH

Disusun Oleh:
KELOMPOK 4 KELAS 5-05
PROGRAM STUDI DIII AKUNTANSI
TAHUN AKADEMIK 2019/2020

NO. NAMA MAHASISWA NPM


1. MUHAMMAD RIZKI 1302170132
2. NANDA SINTA MALINDA 1302170110
3. NURMALISA ZEIN 1302170354
4. PRADIEN IRWIEN SATRIA 1302170799

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN


TANGERANG SELATAN
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kesempatan bagi penulis
sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Selain itu tanpa pertolongan
rekan-rekan kelompok tentunya penulis tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini
dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta Nabi
Muhammad SAW atas segala syafa’atnya.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan nikmat yang
diberikan-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas
dari mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis menerima kritik
serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini bisa menjadi lebih baik lagi
dikemudian hari. Selanjutnya kami minta maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini. Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca, Terimakasih.

Tangerang Selatan, 23 Oktober 2019

Kelompok 4

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... I


DAFTAR ISI............................................................................................................................. II
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................... III
BAB 1 ........................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
B. Ruang Lingkup ............................................................................................................ 1
C. Tujuan Penulisan ......................................................................................................... 2
BAB II........................................................................................................................................ 3
LANDASAN TEORI ................................................................................................................. 3
A. Dasar Hukum............................................................................................................... 3
B. Kerangka Teori ............................................................................................................ 3
C. Best Practice ................................................................................................................ 4
BAB III ...................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 5
A. Proses Bisnis Penganggaran ........................................................................................ 5
B. Data Input dan Output ............................................................................................... 10
C. Gambaran Sistem Aplikasi ........................................................................................ 14
D. Keterkaitan Dengan Modul Lain ............................................................................... 15
E. Kontrol Pengendalian ................................................................................................ 16
BAB IV .................................................................................................................................... 17
KESIMPULAN ........................................................................................................................ 17
Kesimpulan .......................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 18

II
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1Penganggaran SPAN & SAKTI ................................................................................. 5


Gambar 2 Mekanisme Penyelesaian Revisi Anggaran Pada Kanwil Ditjen.............................. 6
Gambar 3 Mekanisme Penyelesaian Revisi Anggaran Pada Kuasa Pengguna Anggaran ......... 7
Gambar 4 Mekanisme Penyelesaian Revisi Anggaran Pada Unit Eselon I .............................. 7
Gambar 5 Modul Penganggaran SAKTI ................................................................................... 9
Gambar 6 Tampilan RKAKL DIPA ........................................................................................ 11
Gambar 7 Format Pengunduhan .............................................................................................. 11
Gambar 8 Konversi Data ......................................................................................................... 12
Gambar 9 Mengisi Data DIPA ................................................................................................. 12
Gambar 10 Menu RUH Belanja ............................................................................................... 13
Gambar 11 Ilustrasi FA ............................................................................................................ 13
Gambar 12 Menu Utility .......................................................................................................... 14
Gambar 13 Ilustrasi Keterkaitan Dengan Sistem Lain ............................................................ 15

III
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diterbitkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 dan Undang-Undang No. 1


Tahun 2004 merupakan komitmen dalam memperbaiki sistem penganggaran negara,
untuk mewujudkan terbentuknya e-government di lingkup Kementerian Keuangan dan
memungkinkan tercapainya profesionalitas dan kualitas pengelolaan keuangan negara,
maka pemerintah melaksanakan sebuah proyek penyempurnaan manajemen keuangan
dan administrasi penerimaan pemerintah yang dikenal dengan nama Government
Financial Management and Revenue Administration Project (GFMRAP). Sebagai tindak
lanjut penerapan sistem manajemen penganggaran maka diluncurkan Sistem
Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) sebagai wadah dalam menerapkan sistem
manajemen penganggaran dan perbendaharaan negara.

Sejalan dengan visi Kemenkeu, digitalisasi dalam pengelolaan keuangan negara


secara berkesinambungan diimplementasikan dengan mempertimbangkan kemajuan
teknologi yang ada. IFMIS (Integrated Financial Management Information System)
sedang dikembangkan oleh kemenkeu dengan SPAN sebagai intinya. adalah komponen
terbesar GFMRAP dan selanjutnya akan menjadi pondasi untuk reformasi manajemen
keuangan negara. SPAN akan diimplementasikandengan menggunakan Treasury
Reference Model (TRM) atau Model Referensi Perbendaharaan sebagai dasar atau acuan,
dengan modifikasi sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Indonesia. TRM tersebut
menggaris bawahi pentingnya integrasi pengelolaan keuangan negara sebagai dasar bagi
tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara.

SPAN adalah proyek jangka panjang yang menempatkan Direktorat Jenderal


Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Anggaran sebagai leading institutions, meliputi
pembangunan sistem perbendaharaan dan anggaran negara yang sesuai dengan best
practices yang diharapkan, dengan didukung oleh sistem informasi yang modern, baik
yang terkait dengan software maupun hardware, melibatkan dan menghubungkan sistem
informasi perbendaharaan dan anggaran di beberapa Eselon I di Kementrian Keuangan,
lima kementrian/lembaga negara di pusat, DPR, seluruh KPPN dan institusi pemerintah
lainnya yang ditetapkan. Penggabungan aplikasi dan data base pada tingkat satuan kerja
akan diwujudkan dalam suatu sistem aplikasi di lingkup Satuan kerja yang dinamakan
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI).

B. Ruang Lingkup

Makalah ini akan membahas permasalahan yang berkaitan langsung dengan modul
penganggaran pada SPAN diantaranya: Proses bisnis, Gambaran sistem, Keterkaitan dengan
modul sistem lain, pengendalian sistem, dan lain-lain.

1
C. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan tuntutan masyarakat yaitu keterbukaan, efisiensi dan sebagai sarana
mencapai kesejahteraan memerlukan format yang modern namun tetap disesuaikan
dengan tingkat kesiapan para penyelenggara secara keseluruhan agar tujuan akhir untuk
peningkatan kesejahteraan dapat dicapai, di masa mendatang perlu disusun konsep
pelaksanaan anggaran yang komprehensif namun tetap disesuaikan dengan kondisi di
negara Indonesia.

Tulisan ini bertujuan untuk mendefinisikan visi dan tujuan yang akan dicapai dari
pelaksanaan Management of Spending Authority (MoSA) serta bagaimana kondisi
pelaksanaan anggaran saat ini untuk dilakukan penyesuaian dengan konsep yang ada
dalam SPAN-SAKTI, dan memberikan tambahan pengetahuan mengenai sistem
penganggaran pada SPAN-SAKTI bagi pembaca.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Dasar Hukum

Modul Penganggaran adalah Modul yang memuat proses Penyusunan Rencana


Kerja Anggaran sampai dengan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran termasuk
didalamnya proses perencanaan penyerapan anggaran dan penerimaan dalam periode
satu tahun anggaran.
Pada prinsipnya penyusunan dokumen perencanaan pembangunan mengacu pada
beberapa produk perundang-undangan sebagai berikut:
1) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara
2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara
3) Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan
Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
4) Undang-Undang No. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara
5) Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan Pembangunan
Nasional
6) Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2004 tentang penyusunan Rencana Kerja
Pemerintah
7) Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2004 tentang penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga
8) Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan Keuangan Daerah
9) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah jo. Permendagri 59/2007
10) Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005
perihal Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

B. Kerangka Teori

SAKTI meliputi seluruh proses pengelolaan keuangan negara pada Satker dimulai
dari proses penganggaran, pelaksanaan anggaran dan pelaporan keuangan. SAKTI akan
digunakan oleh satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia yang memiliki
karakteristik yang beragam, mulai dari yang memiliki fasilitas infrastruktur dan
teknologi informasi yang sangat lengkap sampai dengan fasilitas yang sangat minim.
SAKTI merupakan gabungang beberapa aplikasi yang keberadaan sebelumnya tersebar
pada beberapa kewenangan seperti bendahara, KPB, PPK, dan PPSPM. Dengan adanya
Sakti, maka Satker difasilitasi untuk menyusun laporan keuangan tingkat Satker.
Dalam penyusunan anggaran, fungsi yang akan digabung meliputi penyusunan
RKAKL,penyusunan DIPA dan revisi DIPA. Dalam pelaksanaan anggaran, akan dikenal
beberapaproses bisnis yang baru, yaitu manajemen data supplier, manajemen data
kontrak, ResumeTagihan dan Surat Perintah Membayar. Dalam penyusunan laporan
keuangan,penyempurnaan yang akan dilakukan meliputi aplikasi akuntansi keuangan,

3
akuntansi barang milik negara, rekonsiliasi SAI, penyusunan LPJ bendahara, dan
akuntansi persediaan, penyusutan dan pelaporan akuntansi berbasis akrual.
Selain aplikasi SAKTI,juga akan dikembangkan aplikasi pendukung yang meliputi
Portal SPAN dan SPAN SMS. Portal SPAN merupakan aplikasi berbasis web yang
memfasilitasi satker dalam mengirimdan menerima Arsip Data Komputer (ADK)
dari/atau ke SPAN, sehingga satker dapat menghemat waktunya untuk tidak perlu ke
KPPN. Sedangkan SPAN-SMS merupakan aplikasi yang dapat dipergunakan satker
dalam memonitor data keuangannya. Satker cukup mengirimkan SMS dengan format
tertentu ke SPAN-SMS Service, yang dalam waktu tidak terlalu lama mengatahui status
data keuangannya. Aplikasi Portal SPAN dan SPANSMS tersebut akan ditempatkan
pada Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan.
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) mencakup seluruh proses
pengelolaan keuangan negara pada Satker dimulai dari proses Penganggaran,
Pelaksanaan, sampai dengan Pelaporan. Masing-masing proses pengelolaan keuangan
diperankan oleh modul aplikasi sebagai berikut:
a. Proses penganggaran diperankan oleh modul Penganggaran.
b. Proses pelaksanaan diperankan oleh beberapa modul, yaitu modul Komitmen,
modul Bendahara, dan modul Pembayaran.
c. Proses akuntansi pelaporan diperankan oleh modul Aset Tetap, modul
Persediaan, modul GL dan Pelaporan.
d. Pengelolaan referensi yang diperankan oleh modul administrasi
C. Best Practice

Salah satu penerapan best practice dalam sistem penganggaran adalah pendekatan
penganggaran berbasis kinerja. Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based
Budgeting) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja, yang
terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang
ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran. Tujuan penganggaran berbasis kinerja adalah
untuk menunjukan keterkaitan antara pendanaan dan prestasi kinerja yang akan dicapai,
meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penganggaran, meningkatkan fleksibilitas
dan akuntabilitas unit dalam melaksanakan tugas dan pengelolaan.

Landasan Konseptual penganggaran berbasis kinerja adalah alokasi anggaran


berorientasi pada kinerja (output and outcome oriented), fleksibilitas pengelolaan
anggaran dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas, alokasi anggaran program/kegiatan
didasarkan pada tugas-fungsi Unit Kerja yang dilekatkan pada stuktur organisasi (Money
follow function).

Syarat penganggaran Berbasis Kinerja perlu Indikator Kinerja, Standar Biaya dan
Evaluasi Kinerja. Standar biaya berupa SBU dan SBK. SBU adalah satuan biaya berupa
harga satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menyusun biaya komponen
masukan kegiatan, yang ditetapkan sebagai biaya masukan. SBK adalah besaran biaya
yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah kegiatan yang merupakan akumulasi biaya
komponen masukan kegiatan, yang ditetapkan sebagai biaya keluaran.

4
BAB III

PEMBAHASAN

A. Proses Bisnis Penganggaran

Proses bisnis Modul Penganggaran terdiri dari 3 aktivitas utama, yaitu;

a. Penyusunan RKA-K/L
b. Pengesahan DIPA
c. Revisi DIPA
Dengan mendasarkan pada proses bisnis tersebut, maka pencatatan jurnal anggarandidasarkan
pada dokumen sumber berupa DIPA dan dokumen lain yang dipersamakandengan DIPA.
Pada SAKTI, jurnal anggaran dicatat pada modul anggaran denganmendasarkan pada data
DIPA yang ada pada masing-masing Satker yang dilakukan atas akun pendapatan, belanja,
transfer dan pembiayaan.Secara garis besar, berikut gambaran interaksi proses bisnis antara
SPAN dan SAKTI :

Gambar 1Penganggaran SPAN & SAKTI

5
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32 tahun 2013 mengenai tata cara
revisianggaran tahun anggaran 2013, revisi anggaran terdiri atas:

 Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan


paguanggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya.
 Perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap; dan/atau
 Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi.

Gambar 2 Mekanisme Penyelesaian Revisi Anggaran Pada Kanwil Ditjen

Keterangan:
1. KPA/Eselon I menyiapkan usulan revisi anggaran yang menjadi kewenangan Kanwil
Ditjen Perbendaharaan dengan dilengkapi dokumen pendukung.
2. Kanwil Ditjen Perbendaharaan meneliti usulan revisi anggaran dan kelengkapan
dokumen pendukung.
3. Dalam hal revisi anggaran ditolak, Kanwil Ditjen Perbendaharaan akan
menerbitkansurat penolakan revisi anggaran.
4. Dalam hal revisi anggaran diterima, Kanwil Ditjen Perbendaharaan akan melakukan
upload ADK RKA-K/L DIPA ke server.
5. Setelah ADK RKA-K/L DIPA divalidasi oleh sistem, secara otomatis akan diterbitkan
notifikasi dan kode digital stamp baru sebagai tanda pengesahan revisi anggaran.
6. Kanwil Ditjen Perbendaharaan menyampaikan surat persetujuan yang dilampiri
notifikasi pengesahan revisi anggaran.
7. KPA melaksanakan kegiatan berdasarkan pengesahan revisi anggaran dari Kanwil
Ditjen Perbendaharaan.

6
Gambar 3 Mekanisme Penyelesaian Revisi Anggaran Pada Kuasa Pengguna Anggaran

Keterangan:
1. KPA melakukan revisi anggaran sesuai dengan kewenangannya.
2. KPA meneliti apakah revisi anggaran yang dilakukan KPA mengubah DIPA Petikan
atau tidak.
3. Dalam hal DIPA Petikan tidak berubah, KPA meng-update ADK RKA-K/L DIPA
serta mencetak dan menetapkan POK. Dalam hal revisi anggaran mengakibatkan
perubahan DIPA Petikan, KPA menyiapkan usulan revisi anggaran beserta dokumen
pendukungnya.
4. Dalam hal satker yang direvisi merupakan satker BLU dan pagu satker tidak berubah,
Kanwil Ditjen Perbendaharaan akan langsung menyelesaikan revisi RKA-K/L DIPA.
5. Dalam hal yang direvisi bukan merupakan satker BLU dan pagu satker berubah, revisi
RKA-K/L DIPA diteruskan ke Eselon I untuk diproses lebih lanjut.

Gambar 4 Mekanisme Penyelesaian Revisi Anggaran Pada Unit Eselon I

7
Keterangan:
1. KPA menyiapkan usulan revisi anggaran yang menjadi kewenangan Eselon I beserta
data pendukung.
2. Eselon I menerima usulan revisi anggaran, meneliti surat usulan, mengecek
kewenangan revisi anggaran, serta memeriksa kelengkapan dokumen pendukung.
3. Eselon I menyiapkan surat usulan revisi anggaran yang dilengkapi dokumen
pendukung sebagai dasar bagi DJA untuk mengesahkan dan meng-update sistem
database.
4. Berdasarkan usulan revisi anggaran Eselon I, DJA melakukan update database RKA-
K/L DIPA dan mengesahkan revisi anggaran.

Modul Penganggaran pada SAKTI


Pada Satker, modul penganggaran merupakan semua proses penyusunan rencana
kerjadan anggaran termasuk perencanaan realisasi anggaran bulanan dalam jangka waktu
1(satu) tahun anggaran. Setiap user pada modul penganggaran memiliki Level user dan peran
User yang akan mempengaruhi lingkup kerja dan hak aksesnya terhadap fungsi- fungsi teknis
yang terdapat pada modul penganggaran. Level user yang terlibat dalam Modul
penganggaran adalah :
a. Level Satuan Kerja, sebagai pemberi usulan anggaran
b. Level Unit/ Eselon I, sebagai konsolidator
Dimana masing – masing Level user dapat menentukan peran user yang terdiri dari:
Operator Penganggaran : pelaksana teknis penganggaran yang melakukan fungsi teknis atas
data transaksi terkait penganggaran;
Checker/Validator Penganggaran: pelaksana/pejabat penganggaran yang
diberikankewenangan dan tanggung jawab untuk memvalidasi semua proses teknis
yangdilakukan oleh operator;dan
Approver Penganggaran: pejabat penganggaran yang diberikan kewenangan dantanggung
jawab untuk menyetujui semua data transaksi penganggaran yang sudahdivalidasi .
Dalam penerapannya, peran user sebagai operator nantinya dapat dirangkap olehvalidator,
sementara validator tidak dapat dirangkap oleh approver.

8
Gambar 5 Modul Penganggaran SAKTI

Fitur–fitur yang terkait dengan proses penganggaran adalah sebagai berikut


a. Penyusunan Anggaran
Menyediakan fitur – fitur Review Baseline Satker,RUH kertas kerja, RUH
Penerimaan/Pendapatan, Konsolidasi Kertas Kerja menjadi RKAKL, Pengiriman
ADKRKAKL, Penerimaan ADK DIPA, Penguncian Pagu Anggaran (Fund Blocking),
Penentuan Status History Anggaran (RKAKL, DIPA, Revisi, dll), Pencetakan report
terkait RKAKL, DIPA, dll
b. Penyusunan SBK
Menyediakan fitur RUH Usulan SBK (Standar Biaya Keluaran)
c. Perencanaan Realisasi Anggaran
Menyediakan fitur – fitur RUH POK, RUH Renkas (Perencanaan Kas), RUH
Rencana Penerimaan, Perhitungan otomatis halaman III DIPA, Perhitungan Otomatis
AFP (Annual Financial Plan) dan Pencetakan report terkait POK, Hal III DIPA dan
Realisasi Penyerapan Anggaran.

9
B. Data Input dan Output

1. Data Input
 ADK
1) GPP dariaplikasiGaji/GPP
2) Backup data RKAKL tahunlalu
3) ADK DIPA
4) Referensi KRISNA (DJA)
 Dokumen
1) DIPA Petikan
2) KAK dan dokumenlainnya
 Data (Internal SAKTI)
1) Kwitansi/ bon (Modul Bendahara)
2) Kontrak (Modul Komitmen)
3) SPP/ Resume Tagihan (Modul Komitmen)
4) Realisasi /SP2D (Modul Pembayaran)
5) Data Pegawai/suplier (Modul Komitmen)

2. Data Output
 ADK
1) Usulan DIPA Revisi
2) Usulan SBK (level Unit)
 Dokumen
1) Konsep RKA-K/L
2) KonsepPetikan DIPA
 Report
1) Lampiran RKA Satker
2) AFP
3) Monitoring DIPA
4) LaporanAlokasiAnggaran
5) LaporanPagu DIPA
 Data
1) Pagu DIPA (COA)

3. Proses Konversi Pagu DIPA ke Aplikasi SAKTI Modul Penganggaran


Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan data pagu DIPA yang diterima dari SPAN
(Custom Web) yang selanjutnya siap digunakan oleh Satuan kerja untuk proses kegiatan
pelaksanaan anggaran tahun berjalan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Masuk Aplikasi RKAKL DIPA Online

10
2. Unduh ADK DIPA dari Aplikasi RKAKL DIPA online dengan masuk menu:
Download => Download ADK dan PDF DIPA SPAN

Gambar 6 Tampilan RKAKL DIPA

3. Unduh ADK dan DIPA Petikan dengan menekan menu yang ada di pojok kanan
bawah:

Gambar 7 Format Pengunduhan

4. Proses Konversi Data DIPA pada SAKTI


a. MasukAplikasi SAKTI Modul Penganggaran sesuai dengan User dan Password
serta Tahun Anggaran saat ini.
b. Masuk Menu Utility =>Konversi Data.
11
Gambar 8 Konversi Data

c. Cari direktori folder dimana tempat penyimpanan ADK DIPA berada dengan klik
tombol Browse. Pilih ADK dengan mencentang kolom ceklist kemudian klik
tombol Terima DIPA. Kemudian isikan data DIPA seperti gambar berikut lalu
klik tombol OK.

Gambar 9 Mengisi Data DIPA

Catatan:
1) Nomor DIPA akan terbentuk secara otomatis by system.
2) Tanggal DIPA merupakan tanggal DIPA awal, cukup diinput sekali pada konversi
DIPA AWAL dan tidak perlu diubah pada konversi DIPA berikutnya/revisi.
3) Tanggal Revisi disesuaikan dengan tanggal yang ada pada petikan DIPA Revisi
5. Analisa Hasil Proses Konversi Data DIPA

12
a. Masuk Menu RUH Belanja kemudian klik tombol Satker. Pilih (centang) semua
Output yang ditampilkan kemudian klik OK

Gambar 10 Menu RUH Belanja

Hasil konversi data DIPA dapat dilihat pada form Belanja dan Form
Penerimaan/Pendapatan (jikaSatker yang bersangkutan mempunyai data Pendapatan).
Pastikan total dana yang terkonversi sesuai dengan cetakan DIPA Petikan Satker yang
bersangkutan.
b. Hasil konversi data DIPA tersebut juga dapat dilihat melalui Modul General
Ledger dan Pelaporan (GLP) pada Menu Laporan =>Laporan FA
=>pilihTahun=>Cetak Tampilan cetakan Laporan FA sebagai berikut:

Gambar 11 Ilustrasi FA

13
6. Proses Ubah Nomor dan/atau tanggal DIPA
Proses inidimaksudkan apabila Operator melakukan kesalahan penginputan nomor DIPA
atau tanggal revisi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:
a. Masuk menu Utility =>Konversi Data =>klik tombol Ubah No. DIPA.
b. Isikan Nomor DIPA dan/atau Tanggal DIPA yang benar kemudian klik tombol
Simpan

Gambar 12 Menu Utility

c. Untuk melihat bahwa proses ubah nomor DIPA telah berhasil dapat dilihat melalui
Modul General Ledger dan Pelaporan (GLP) pada Laporan FA.

C. Gambaran Sistem Aplikasi

Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) adalah aplikasi yang digunakan
sebagai sarana bagi satker dalam mendukung implementasi SPAN untuk melakukan
pengelolaan keuangan yang meliputi tahapan perencanaan hingga pertanggungjawaban
anggaran. SAKTI mengintegrasikan seluruh aplikasi satker yang ada. Mempunyai fungsi
utama dari mulai Perencanaan, Pelaksanaan hingga Pertanggungjawaban Anggaran.
Selain itu, SAKTI menerapkan konsep single database. Aplikasi SAKTI digunakan oleh
entitas akuntansi dan entitas pelaporan Kementerian Negara/Lembaga. Seluruh Transaksi
entitas akuntansi dan entitas pelaporan dilakukansecara system elektronik.
SAKTI terdiri atas SAKTI online dan SAKTI offline, yang menggunakan sistem
single entry point, single database, dan akuntansiberbasis akrual. Adapun periodisasi
transaksi dalam SAKTI meliputi Januari sampai dengan Desember, unaudited, dan audit.
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) mencakup seluruh proses
pengelolaan keuangan negara pada SATKER dimulai dari proses Penganggaran,

14
Pelaksanaan, sampai dengan Pelaporan. Masing-masing proses pengelolaan keuangan
diperankan oleh modul-modul aplikasi sebagai berikut :
1. Proses penganggaran diperankan oleh modul Penganggaran.
2. Proses pelaksanaan diperankan oleh beberapa modul, yaitu modul Komitmen
(meliputi sub-modul Manajemen Supplier dan sub-modul Manajemen Komitmen),
modul Bendahara, modul Aset Tetap, modul Persediaan, dan modul Pembayaran.
3. Proses pelaporan diperankan oleh modul GL dan Pelaporan.

D. Keterkaitan Dengan Modul Lain

Gambar 13 Ilustrasi Keterkaitan Dengan Sistem Lain

Modul penganggaran memiliki keterkaitan dengan modul-modul lain, seperti yang tertera
pada gambar di atas, akibat adanya proses bisnis. Terdapat tiga aktivitas utama proses bisnis
modul penganggaran yaitu penyusunan RKA-KL, penyusunan DIPA, dan revisi DIPA. Hal
ini menyebabkan modul penganggaran berkaitan dengan modul administrasi, modul GL dan
pelaporan, modul pembayaran, modul komitmen, dan aplikasi GPP.
Modul administrasi adalah modul yang diperuntukan bagi Administrator dalam
mengelola data referensi yang akan digunakan oleh modul-modul lain, data user, user
manual, dan database SAKTI. Dalam hal ini, modul administrasi memberikan referensi
kepada modul anggaran.
Modul GL dan pelaporan memuat keseluruhan proses yang terkait dengan akuntansi dan
pelaporan. Dalam hal ini, modul GL dan pelaporan akan memberikan informasi posting dan
closing atas transaksi yang terjadi dan modul GL dan pelaporan akan menerima jurnal
akuntansi dari modul anggaran.
Modul pembayaran merupakan modul yangmemproses Surat Permintaan Pembayaran
(SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) untuk diajukan ke KPPN serta penyelesaian

15
terhadap Surat Perintah Pencarian Dana dari KPPN. Dalam hal ini, modul pembayaran akan
memberikan informasi realisasi anggaran dan modul anggaran akan memberikan informasi
DIPA, RDIPA, AFP, dan POK yang menjadi acuan satker.
Modul komitmen memuat informasi mengenai kebutuhan dana dan alokasi dana yang ada
sebagai perencanaan kas. Modul ini digunakan untuk pencatatan kontrak dan supplier. Dalam
hal ini, modul komitmen memberikan informasi transaksi kontrak dan menerima informasi
DIPA, RDIPA, AFP, dan POK, sebagai acuan anggaran transaksi kontrak yang dilakukan,
dari modul anggaran.
Aplikasi GPP adalah aplikasi yang mengurus tentang gaji pemerintah pusat. Dalam hal
ini, aplikasi GPP menyerahkan data pegawai dan data gaji kepada modul penganggaran untuk
diolah menjadi rencana pengeluaran yang tertuang dalam DIPA.

E. Kontrol Pengendalian

Aktivitas pengendalian dapat berupa pemisahan tugas. Pada modul anggaran, user terdiri
dari dua level yaitu level satuan kerja (sebagai pemberi usulan anggaran) dan level satuan
unit/eselon I (sebagai konsolidator). Pembagian level user akan mengurangi timbulnya
rencana anggaran yang tidak sesuai kebutuhan karena satker lebih mengetahui kebutuhan
anggarannya.
Masing-masing level user dapat menentukan peran user yang terdiri dari :

 Operator penganggaran : pelaksana teknis penganggaran yang melakukan fungsi


teknis atas data transaksi terkait penganggaran
 Checker/validator penganggaran : pelaksana/pejabat penganggaran yang diberikan
kewenangan atau tanggungjawab untuk memvalidasi semua proses teknis yang
dilakukan oleh operator
 Aprover penganggaran : pejabat penganggaran yang diberikan kewenangan dan
tanggungjawab untuk menyetujui semua data transaksi penganggaran yang sudah
divalidasi.
Dalam penerapannya, peran user sebagai operator dapat dirangkap oleh validator.
Sedangkan validator tidak dapat dirangkap oleh approver. Di sini terdapat pembagian
tugas dan wewenang yang bertujuan untuk mengawasi perencanaan penganggaran agar
meminimalisir penyimpangan yang dilakukan oleh user.

16
BAB IV

KESIMPULAN

Kesimpulan

Modul Penganggaran adalah Modul yang memuat proses Penyusunan Rencana Kerja
Anggaran sampai dengan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran termasuk
didalamnya proses perencanaan penyerapan anggaran dan penerimaan dalam periode satu
tahun anggaran.
Terdapat tiga aktivitas utama dalam proses bisnis modul penganggaran, yaitu
penyusunan RKA-KL, penyusunan DIPA, dan revisi DIPA. Pada Satker, modul
penganggaran merupakan semua proses penyusunan rencana kerja dan anggaran termasuk
perencanaan realisasi anggaran bulanan dalam jangka waktu satu tahun anggaran. Fitur-
fitur yang terdapat pada modul anggaran adalah :

a. Penyusunan anggaran
b. Penyusunan SBK
c. Perencanaan realisasi anggaran
Modul penganggaran memiliki input dan ouput dalam pelaksaannya. Data input meliputi
ADK (arsip data komputer) seperti GPP dari aplikasi Gaji/GPP, dokumen-dokumen seperti
DIPA Petikan, KAK dan dokumen lainnya, juga data dari internal SAKTI seperti
kwitansi/bon, kontrak, SPP, SP2D, dan data pegawai atau suplier. Sedangkan data output
meliputi ADK seperti usulan DIPA Revisi dan usulan SBK (level Unit), dokumen-dokumen
seperti Konsep RKA-K/L dan Konsep Petikan DIPA, Report seperti Lampiran RKA Satker,
AFP, Monitoring DIPA, Laporan Alokasi Anggaran, dan Laporan Pagu DIPA, juga Data
seperti Pagu DIPA (COA).

Keterkaitan modul penganggaran dengan modul/sistem lainnya cukup beragam. Modul


pengganggaran berkaitan dengan modul administrasi, modul GL dan pelaporan, modul
pembayaran, modul komitmen, dan aplikasi GPP dimana mereka saling terintegrasi agar
menjadi sistem yang efektif dan efisien.

Modul/sistem yang saling terintegrasi ini perlu dilakukan adanya pengendalian/kontrol.


Contoh pengendalian/kontrol yang dapat dilakukan adalah adanya pemisahan tugas. Adanya
pembagian level user akan mengurangi timbulnya rencana anggaran yang tidak sesuai
kebutuhan, serta pembagian tugas dan wewenang bertujuan untuk mengawasi perencanaan
penganggaran agar meminimalisir penyimpangan yang dilakukan oleh user.

17
DAFTAR PUSTAKA

https://hai.kemenkeu.go.id/kb/articles/buku-pintar-aplikasi-sakti Diakses pada 23 Oktober


2019.
www.djpbn.kemenkeu.go.id/kppn/metro/id/sakti/mdl-dlm-sakti/modul-penganggaran.html
Diakses Pada 23 Oktober 2019.
Suliantro, Irwan dkk, 2010, Modul Penyusunan Anggaran, Direktorat Transformasi
Perbendaharaan.
Tim Penyusun Modul SPAN, 2012, Pengenalan Proses Bisnis SPAN, Direktorat
Transformasi Perbendaharaan

18