Anda di halaman 1dari 14

STRATEGI PEMBELAJARAN ARISAN

SEBUAH METODE YANG BERLANDASKAN PADA


TEORI PEMBELAJARAN HUMANISME
Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Strategi Pembelajaran yang diampu oleh
Yudhi Munadi, S.Ag, M.Ag

disusun Oleh:
Ridho Nursaputra 11170110000105

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF
HIDAYATULAH JAKARTA

2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Hidayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu pembelajaran dan penjelasan bagi pembaca
dalam mempelajari “Strategi Pembelajaran Humanistik”.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan bagi


para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
saya miliki sangat kurang. Oleh karena itu, saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Ciputat, 17 September 2019

Ridho Nursaputra

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................i
DAFTAR ISI ..................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 3


A. Latar Belakang Masalah ...................................................... 3
B. Rumusan Masalah ................................................................ 3
C. Tujuan .................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................ 4


A. Landasan Teori Pembelajaran Humanistik .......................... 4
B. Sintakmatik Strategi Pembelajaran Arisan...........................8

BAB III PENUTUP ............................................................................... 27


A. Kesimpulan ........................................................................ 27
B. Saran .................................................................................. 28
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................29

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam sebuah pendidikan, banyak hal-hal yang perlu dimiliki oleh setiap
pelaku pendidikan baik itu terkait dengan proses pembelajaran, media
pembelajaran, dan instrumen lainnya sangat diperlukan sebagai penunjang
tercapainya suatu pembelajaran yang baik. Di era modern ini dunia pendidikan
banyak sekali menujukkan perkembangan-perkembangan yang menjadi salah satu
bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan terus berkambang mengikuti zaman.
Proses belajar menjadi hal nyata yang memiliki keterkaitan erat dengan
berkembangnya pendidikan yang acap kali dibicarakan dengan berbagai problema
berbeda. Sepatutnya tiap-tiap pelaku pendidikan dapat mengurangi hal tersebut
dengan mengkaji segala sesuatu yang terdapat dalam proses belajar, sehingga
kemungkinan besar dapat berkurangnya kegagalan dalam proses belajar agar
kedepanya dapat tercapailah dasar tujuan pendidikan itu sendiri.
Banyak teori-teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli dengan berbagai
macam perspektif, biasanya teori-teori tersebut digunakan oleh pelaku pendidikan
sebagai acuan dalam proses pembelajaran. Dari teori inilah biasanya
dilahirkannya banyak sekali cara-cara dalam melaksanakan proses pembelajaran
(strategi) dalam menyampaikan suatu informasi yang biasanya dilakukan oleh
seorang pendidik (Guru), oleh karena itu peran seorang pendidik cukup besar
dalam hal menjalankan proses pembelajaran yang baik sehingga tersampaikannya
informasi atau ilmu tersebut dengan baik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Hakikat Belajar, Konsep Belajar dalam Islam,
Pengertian Strategi Pembelajaran, dan Teori Belajar Humanistik ?
2. Bagaimana Sintakmatik Strategi Pembelajaran Arisan?

C. Tujuan
1. Mengetahui Maksud dari Hakikat Belajar, Konsep Belajar dalam Islam,
Pengertian Strategi Pembelajaran, dan Teori Belajar Humanistik.
2. Mengetahui Sintakmatik Strategi Pembelajaran Arisan.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

1. Hakikat Belajar

Pembelajaran dalam pengertian sederhananya diartikan sebagai usaha yang


mempengaruhi emosi, intelektual, dan spritual dalam diri manusia agar memiliki
kehendak sendiri dalam belajar. Melalui pembelajaran itu sendiri terjadi proses
pengembangan baik itu moral keagamaan, aktivitas, dan kreativitas para peserta
didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Pembelajaran itu sendiri
juga berbeda dengan mengajar yang pada prinsipnya menggambarkan aktivitas
guru, sebaliknya pembelajaran justru menggambarkan aktivitas peserta didik.
Dalam kajian S. Nasution, bahwa sampai saat ini terdapat ada tiga model
pembelajaran yang sering kali dikacaukan dengan pengertian mengajar. Berikut
paparan tiga model tersebut, yaitu:
a. Pertama, mengajar adalah menanamkan pengetahuan kepada peserta didik,
dengan tujuan agar pengetahuan tersebut dikuasai sebaik-baiknya oleh
murid atau peserta didik. Mengajar pada model pertama ini dianggap
berhasil jika apa saja yang ditransferkan guru kepada murid dapat diterima
dengan baik, sehingga peserta didik itu pun dapat menguasai
pengetahuannya dengan baik.
b. Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan kepada peserta didik.
Maksudnya sama seperti model yang pertama lagi-lagi guru disini sebagai
pemeran aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
c. Mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan
sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan peserta didik sehingga
terjadilah proses belajar.1

2. Konsep Belajar Dalam Islam

Dalam dalil belajar Islam disebutkan “carilah ilmu dari buaian hingga liang
lahat”. Belajar sepanjang hayat adalah suatu konsep, suatu ide, gagasan pokok
Islam dalam konsep ini adalah bahwa belajar itu tidak harus berlangsung di
lembaga pendidikan formal saja, tetapi seseorang dapat memperoleh pengetahuan

1
Abudin Nata, Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana
Prenadamedia Group, 2014), hlm. 85

4
apabila ia mau, setelah ia selesai mengikuti pendidikan di suatu lembaga
pendidikan formal. Ditekankan juga bahwa belajar dalam arti sebenarnya ialah
sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Berdasarkan ide
tersebut konsep belajar sepanjang hayat sering pula dikatakan sebagai belajar
berkesinambungan (continuing learning). Dengan terus menerus belajar, sesorang
tidak akan ketinggalan zaman dan malah dapat memperbarui pengetahuannya,
terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan memberikan sumbangannya
bagi kehidupan di lingkungannya.2

3. Pengertian Strategi Pembelajaran

Bertolak dari hakikat pembelajaran, kita akan beralih kepada strategi


pembelajaran yang mana pada dasarnya berkenaan dengan hal pemilihan sistem
pembelajaran ataupun metode yang tentunya efektif dan efisien untuk pencapaian
tujuan pembelajaran.
Berangkat dari konsep strategi tersebut di atas, maka strategi pembelajaran
sesungguhnya dapat diartikan sebagai perencanaan dan penyelenggaraan
pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa strategi pembelajaran adalah salah
satu seni untuk merencanakan pembelajaran yang meliputi seluruh komponen
yang terkait dengan kegiatan pembelajaran.
Menurut Hilda Taba, proses pembelajaran merupakan aktivitas yang
kompleks. Yang mana dalam proses ini mencakup banyak sekali variabel, mulai
dari variabel tujuan, guru, siswa, proses belajar, dan susunan pembelajaran. Untuk
mengambangkan ini semua, variabel-variabel penting tersebut di atas perlu di
pertimbangkan. Oleh karena itu, strategi pembelajaran menurut Hilda Taba adalah
pola dan urutan tingkah laku guru untuk menampung semua variabel
pembelajaran secara sistematis.3
Pemakaian suatu strategi pembelajaran yang nantinya dipilih oleh guru dan
akan diterapkan di dalam kegiatan belajar mengajar nantinya, guru haruslah
memperhatikan berbagai pertimbangan antara lain, tujuan yang akan di capai,
bahan atau materi pembelajaran, peserta didik serta kesiapan guru. Dengan
mempertimbangkan hal-hal tersebut, diharapkan strategi yang digunakan akan di
pakai dan bisa mencapai target yang optimal.4

2
Rohmalina Wahab, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016) hlm. 60
3
Jamaludin dkk, Pembelajaran Perspektif Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2015), hlm. 104-105.
4
Ali Mudlofir, Desain Pembelajaran Inovatif: Dari Teori ke Praktik, (Jakarta:
PTRajaGrafindo Persada, 2016) hlm. 62

5
Adapun dalam buku lainnya dijelaskan bahwa, secaraumum strategi
mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam
usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan, dengan kata lain mencapai tujuan
yang ingin dicapai. Yang mana dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi
bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan peserta didik dalam
kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Dengan
demikian, strategi bukanlah sembarang langkah, melainkan langkah atau tindakan
yang telah dipikirkan dan dipertimbangkan baik buruknya, dampak positif
ataupun negatifnya dengan matang, cermat, dan mendalam.5

4. Teori Belajar Humanistik

Teori humanistik lebih mengedepankan sisi humanis manusia dan tidak


menuntut jangka waktu pembelajar mencapai waktu yang diinginkan. Jad pada
dasarnya, teori ini lebih menekankan pada isi atau materi yang harus dipelajari
oleh peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya. Karena pada dasarnya
setiap peserta didik memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda sehingga
menurut teori ini keberhasilan belajar akan tercapai jika peserta didik dapat
memahami diri dan lingkungannya.6
Maslow mempunyai pandangan yang positif tentang manusia, bahwa manusia
mempunyai potensi untuk maju dan berkembang. Karena pada dasarnya manusia
itu baik, setidaknya tidak jahat. Manusia akan mengalami pematangan melalui
lingkungan yang menunjang dan usaha aktif dan diri sendiri untuk merealisasikan
potensinya. Jadi kesimpulannya adalah manusia akan berusaha aktif dan menjadi
diri mereka sendiri jika mereka sudah melalui atau mengalami masa pematangan.7
Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan
diri mereka, yaitu dengan cara membantu masing-masing individu untuk
mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan juga guru harus
membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri peserta
didiknya.
Psikologi humanistik memiliki keyakinan bahwa anak termasuk makhluk
yang unik, beragam, berbeda antara satu dengan yang lainnya. Keberagaman yang
ada pada diri anak inilah yang hendak dikukuhkan oleh kita sebagai pendidik.
Dengan demikian kita sebagai calon pendidik atau guru bukanlah bertugas untuk
membentuk anak sesuai yang guru kehendaki, melainkan memantapkan visi yang

5
Ibid Abudin Nata hlm. 206
6
Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran: Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media, 2016) hlm. 31-32
7
Lilik Sriyanti, Psikologi Belajar, (Yogyakarta: Ombak, 2013), hlm. 93

6
ada pada anak itu sendiri dengan cara membantu anak memahami diri mereka
sendiri, dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa.8
Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil
belajarnya. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah:
a. Merumuskan tujuan belajar yang jelas
b. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat
jelas, jujur, dan positif
c. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupannya belajar atas
inisiatif sendiri
d. Mendorong siswa untuk peka berfikir kritis, memaknai proses
pembelajaran secara mandiri
e. Siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya
sendiri, melakukan apa yang diinginkannya dan menanggung resiko dari
perilaku yang ditunjukan
f. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran
siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk
bertanggung jawab atas segala ediko perbuatan atau proses belajarnya
g. Memberikan kesempatan siswa untuk maju dengan kecepatannya
h. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi
siswa.9
Dalam sebuah buku dijelaskan bahwa, “...that govern at least five basic areas
of social need: economic (ways of exchanging goods and services), politics (ways
of governing), religion (ways of worshiping one or more deities), the family (ways
of ensuring the survival of children), and education (ways of bringing up and
educating the younger generation so that the society will continue to exist)....In
our socitiy, and indeed in the most of the world, people are witnessing profound
changes in the nature of the basic institutions....Indeed, now believes that our
society is reaching a new phase in which the ideas of social responsibility,
enviromental values, and a spiritual dimension are beginning in interesting
ways.”10
Jadi pada dasarnya, peran guru atau orang tua yang ingin mengembangkan
suasana positif di sekolah atau dilingkungan keluarga harus memberikan
dorongan kepada anak-anak untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan mereka
sendiri, membuat keputusan sendiri, dan berpartisipasi dalam menentukan tujuan

8
Ibid Rohmalina Wahab, hlm. 54-55
9
Herpratiwi, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Media Akademi, 2016), hlm.
32-33
10
Kenneth Cushner, Human Diversity In Education: An Intergrative Approach, (United
State: Florida Edition, 2009) hlm. 6-7

7
belajar serta prosedur pencapaiannya. Guru-guru disini bisa mengatur suasana
kelas sedemikian rupa sehingga anak-anak mendiskusikan masalah masing-
masing secara bersama-sama. Bekerja dan berdiskusi bersama dapat memberikan
kesempatan untuk memahami satu sama lain dan memberikan kesempatan untuk
berinteraksi.11
Sebagaimana cacatan Bartolome (1994), pengajaran humanistik adalah
sensitifitas secara kultural. Hal ini merupakan usaha dan pengayaan untuk
meningkatkan sejarah, kultur, maupun perspektif-perspektif yang berbeda dari
para siswa secara individual. Dengan begitu, penyiapan para guru harus
memberikan banyak perhatian terhadap sikap dan kepercayaan guru seperti
sekarang ini diberikan mengenai pokok dan strategi pembelajaran.12

B. Sintakmatik Strategi Pembelajaran Arisan


Strategi pembelajaran Arisan merupakan metode strategi kreasi saya, yang
mana disini saya menggabungkan antara dua metode yakni metode Numbered
Head dan metode Teaching.
Ciri utama strategi pembelajaran ini adalah:
a. Strategi pembelajaran ini menekankan keaktifan peserta didik secara
maksimal untuk mencari dan menemukan serta dapat andil dalam diskusi.
b. Seluruh aktifitas yang dilakukan peserta didik di arahkan untuk diskusi
dengan teman yang ada dalam kelompoknya masing-masing, serta dapat
menganalisis dan memecahkan suatu permasalahan yang akan di
presentasikan nantinya.
c. Tujuan penggunaan strategi pembelajaran ini adalah mengembangkan
kemampuan dan keterampilan peserta didik secara sistematis, kritis, dan
logis.
Pemilihan strategi pembelajaran ini dilakukan atas beberapa pertimbangan
sebagai berikut:
a. Peserta didik memiliki kemandirian yang mencukupi
b. Sumber referensi, alat, dan media yang memadai
c. Materi pembelajaran yang tidak terlalu luas
d. Alokasi waktu yang cukup

11
Darmiyati Zuchdi, Humanisasi Pendidikan: Menemukan Kembali Pendidikan Yang
Manusiawi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009) hlm. 136
12
Fadhilah Suralaga, Psikologi Pendidikan, (Ciputat: Lembaga Penelitian UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta) hlm. 92

8
Agar penerapan strategi pembelajaran ini dapat berjalan dengan baik, maka
guru perlu memahami beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan, antara lain
sebagai berikut:
a. Peserta didik harus dihadapkan dengan permasalahan yang dirumuskan
dalam bentuk pertanyaan. Mengenai sumber referensi bisa dari peserta didik
itu sendiri maupun dari guru.
b. Peserta didik harus diberi arahan atau motivasi dari gurunya sebagai
fasilitator. Karena apabila peserta didik mungkin saja merasa kesulitan dan
putus asa saat mengalami hambatan.
c. Peserta didik harus diberikan kesempatan melakukannya sendiri dan
mengevaluasi hasil kegiatannya, sedangkan guru cukup mengawasi dan
menawarkan bantuan apabila dibutuhkan
d. Peserta didik diberi waktu yang cukup untuk melakukan diskusi
Adapun langkah-langkah strategi pembelajaran ini ialah sebagai berikut:
a. Guru mulai menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dan mulai
merumuskan masalah serta prosedur, lalu membimbing peserta didik untuk
dibagi menjadi beberapa kelompok
b. Setelah dibagi kedalam beberapa kelompok, masing-masing peserta didik
mendapatkan nomor
c. Guru mulai memberikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk di
diskusikan.
d. Setelah sesi diskusi selesai, guru mulai memanggil salah satu nomor peserta
didik dengan cara mengocok nomor peserta di dalam gelas undian untuk
melaporkan atau mempresentasikan hasil kerjasama kelompok mereka
masing-masing layaknya guru yang mengajar
e. Lalu kemudian peserta didik dari kelompok lain dipersilahkan untuk
menanggapi hasil laporan.
f. Kemudian pada sesi penutup, guru membimbing peserta didik untuk
membuat kesimpulan
g. Setelah semua sesi selesai, guru dan semua peserta didik memberikan
apresiasi sebagai bentuk penghargaan.
Berikut di bawah ini tabel sintaks pembelajaran Numbered Head and Teaching

Sesi Aktifitas Guru Aktifitas Peserta Didik


1. Pendahuluan
Guru menyampaikan Peserta didik menyimak
a. Persiapan
tujuan yang ingin dicapai dengan baik
b. Menyajikan Guru mulai merumuskan Mengidentifikasi

9
pertanyaan atau masalah dan mulai masalah dan mulai
masalah membagi peserta didik menemukan anggota
dalam beberapa kelompoknya serta
kelompok serta menerima nomor yang
membagikan nomor telah dibagikan
kepada masing-masing
peserta didik
2. Inti
Guru memberikan
kesempatan pada peserta
a. Merancang Berdiskusi dalam
didik untuk bertukar
hipotesis menemukan hipotesis
pendapat mengenai
permasalahan
Guru memberikan
kesempatan pada peserta
didik untuk menentukan
Berdiskusi dalam
b. Merancang langkah-langkah yang
menentukan langkah-
percobaan sesuai dengan hipotesis,
langkah dalam percobaan
serta guru membimbing
peserta didik apabila ada
sedikit hambatan
Guru membimbing Berdiskusi dalam
c. Melakukan
peserta didik menemukan informasi
percobaan untuk
mendapatkan informasi atau pengetahuan baru
memperoleh
melalui penelusuran melalui penelusuran
informasi
referensi ataupun sumber referensi ataupun sumber
Guru mulai memanggil
salah satu nomor peserta Peserta didik yang
didik dari gelas undian dipanggil nomornya akan
untuk menyampaikan mulai mempresentasikan
d. Mengumpulkan
hasil laporan, dan layaknya seorang guru
dan menganalisis
mempersilahkan kepada dan peserta didik dari
data
peserta didik dari kelompok lain untuk
kelompok lain untuk menanggapi hasil
menanggapi hasil laporan
laporan
3. Penutup

10
Guru membimbing
a. Membuat
peserta didik dalam Membuat kesimpulan
kesimpulan
membuat kesimpulan
Guru mencari cara untuk Peserta didik merayakan
b. Memberikan menghargai baik upaya bersama bentuk
penghargaan maupun hasil belajar penghargaan yang
kelompok diberikan guru

Adapun keunggulan strategi belajar Arisan ini adalah sebagai berikut:


a. Strategi pembelajaran arisan ini mampu mengembangkan bakat individu
peserta didik.
b. Mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik.
c. Dapat memberikan ruang bagi semua peserta didik untuk menunjukkan
potensinya masing-masing.
d. Peserta didik yang pandai dapat mengajari peserta didik yang kurang pandai.
e. Dapat memotivasi siswa untuk bisa aktif dalam sebuah kegiatan kelompok.

Adapun kekurangan strategi belajar Arisan ini adalah sebagai berikut:


a. Tidak semua peserta didik yang memiliki nomor dipanggil oleh guru.
b. Kemungkinan akan terjadi kesenjangan di antara peserta didik yang
berkemampuan di atas rata-rata dengan peserta didik yang berkemampuan
rata-rata.13

13
Ibid Ali Mudlofir, hlm. 70-72

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pembelajaran dalam pengertian sederhananya diartikan sebagai usaha yang
mempengaruhi emosi, intelektual, dan spritual dalam diri manusia agar
memiliki kehendak sendiri dalam belajar. Dalam dalil belajar Islam
disebutkan “carilah ilmu dari buaian hingga liang lahat”. Belajar sepanjang
hayat adalah suatu konsep, suatu ide, gagasan pokok Islam dalam konsep ini
adalah bahwa belajar itu tidak harus berlangsung di lembaga pendidikan
formal saja, tetapi seseorang dapat memperoleh pengetahuan apabila ia mau.
strategi pembelajaran adalah salah satu seni untuk merencanakan
pembelajaran yang meliputi seluruh komponen yang terkait dengan kegiatan
pembelajaran. Teori humanistik lebih mengedepankan sisi humanis manusia
dan tidak menuntut jangka waktu pembelajar mencapai waktu yang
diinginkan.
2. Adapun langkah-langkah strategi pembelajaran ini ialah sebagai berikut: a)
Guru mulai menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dan mulai merumuskan
masalah serta prosedur, lalu membimbing peserta didik untuk dibagi menjadi
beberapa kelompok, b) Setelah dibagi kedalam beberapa kelompok, masing-
masing peserta didik mendapatkan nomor, c) Guru mulai memberikan tugas
kepada masing-masing kelompok untuk di diskusikan, d) Setelah sesi diskusi
selesai, guru mulai memanggil salah satu nomor peserta didik dengan cara
mengocok nomor peserta di dalam gelas undian untuk melaporkan atau
mempresentasikan hasil kerjasama kelompok mereka masing-masing
layaknya guru yang mengajar, e) Lalu kemudian peserta didik dari kelompok
lain dipersilahkan untuk menanggapi hasil laporan, f) Kemudian pada sesi
penutup, guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan, g)
Setelah semua sesi selesai, guru dan semua peserta didik memberikan
apresiasi sebagai bentuk penghargaan.
B. Saran
Demikianlah pokok pembahasan makalah ini yang dapat saya paparkan.
Besar harapan saya, makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pembaca, baik itu
guru maupun peserta didik itu sendiri. Karena saya masih menyadari makalah ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun
sangat diharapkan agar makalah ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi
dikesempatan yang akan datang.

12
DAFTAR PUSTAKA

Abudin Nata, Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana


Prenadamedia Group, 2014)
Ali Mudlofir, Desain Pembelajaran Inovatif: Dari Teori ke Praktik, (Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada, 2016)
Darmiyati Zuchdi, Humanisasi Pendidikan: Menemukan Kembali Pendidikan
Yang Manusiawi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009)
Fadhilah Suralaga, Psikologi Pendidikan, (Ciputat: Lembaga Penelitian UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta)
Herpratiwi, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Media Akademi,
2016)
Jamaludin dkk, Pembelajaran Perspektif Islam, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2015)
Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran: Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media, 2016)
Kenneth Cushner, Human Diversity In Education: An Intergrative Approach,
(United State: Florida Edition, 2009)
Lilik Sriyanti, Psikologi Belajar, (Yogyakarta: Ombak, 2013)
Rohmalina Wahab, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016)

13