Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hipertensi menjadi momok bagi sebagian besar penduduk dunia

termasuk Indonesia.Hal ini karena secara statistik jumlah penderita yang terus

meningkat dari waktu ke waktu. Berbagai faktor yang berperan dalam hal ini

salah satunya adalah gaya hidup modern. Pemilihan makanan yang berlemak,

kebiasaan aktifitas yang tidak sehat, merokok, minum kopi serta gaya hidup

sedetarian adalah beberapa hal yang disinyalir sebagai faktor yang berperan

terhadap hipertensi ini. Penyakit ini dapat menjadi akibat dari gaya hidup

modern serta dapat juga sebagai penyebab berbagai penyakit non infeksi. Hal

ini berarti juga menjadi indikator bergesernya pola penyakit dari penyakit

infeksi menuju penyakit non infeksi, yang terlihat dari urutan penyebab

kematian di Indonesia. (Belo, 2014)

Hipertensi merupakan tekanan yang tinggi dalam arteri dengan tingkat

yang melebihi 140/90 mmHg yang dikonfirmasikan pada berbagai

kesempatan.(Gardner, 2007).

Menurut World Health Organization (WHO) tekanan darah yang masih

dianggap normal adalah 140/90 mmHg, tekanan darah ≥160/95 mmHg

dinyatakan sebagai hipertensi dan tekanan darah diantara normotensi dan

hipertensi disebut Garis Batas Hipertensi. (Udjianti, 2010)

Sementara menurut American Society of Hypertension (ASH)

menyatakan bahwa hipertensi adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala yang

11
berasal dari jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) yang progresif,

sebagai akibat dari kondisi lain yang kompleks dan saling berhubungan.

(Umar,2012)

World Health Organization (WHO) pada Tahun 2011 mencatat hingga 1

milliar orang di dunia mengalami hipertensi, dua pertiga diantaranya berada di

Negara berkembang yang berpenghasilan rendah sedang dan prevalensi

hipertensi diperkirakan akan meningkat pada tahun 2025 sebanyak 29% orang

dewasa diseluruh dunia.(Susilo,2013)

Hampir 1 miliar atau sekitar seperempat dari seluruh populasi orang

dewasa di dunia menyandang tekanan darah tinggi, dan jumlah ini cenderung

terus meningkat. Penyakit ini diperkirakan mengenai lebih dari 16 juta orang di

inggris, dengan 34% pria dan 30% wanita menyandang tekanan darah tinggi

diatas 140/90 mmHg. Pada populasi usia lanjut, angka penyandang tekanan

darah tinggi lebih banyak lagi, dialami oleh lebih dari separuh populasi orang

berusia diatas 60 tahun. Pada tahun 2025 diperkirakan penderita tekanan darah

tinggi mencapai hampir 1,6 miliar orang di dunia (Belo, 2014).

Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi usia 18

tahun ke atas. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi mengalami komplikasi

stroke.Sedangkan sisanya mengalami penyakit jantung, gagal ginjal, dan

kebutaan. Hipertensi sebagai penyebab kematian ke-3 setelah stroke dan

tuberkulosis, jumlahnya mencapai 6,8% dari proporsi penyebab kematian pada

semua umur di Indonesia (Riskesdas, 2010).

2
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun 2006

didapatkan bahwa hipertensi menempati urutan ke-6 yaitu 4,12% dari 10

penyakit terbanyak di kabupaten kampar, sedangkan pada tahun 2007

meningkat menjadi urutan ke-4 yaitu sebanyak 6,01%. Pada profil puskesmas

bangkinang tahun 2006 dan 2007 disebutkan hipertensi merupakan penyakit

terbanyak ketiga, yaitu sebanyak 919 penderita dari 49.241 jiwa pada tahun

2006, dan 808 penderita dari 30.929 jiwa. Pada evaluasi semester 1 puskesmas

bangkinang tahun 2008 hipertensi merupakan penyakit kedua terbanyak, yaitu

sebanyak 445 penderita (Anggraini dkk, 2008).

B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran pengetahuan lansia tentang penyakit

hipertensi di Posyandu Dharma Bakti Desa Pagaruyung Kecamatan

Tapung Kabupaten Kampar Tahun 2015.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pengertian

hipertensi dan proses terjadinya di Posyandu Dharma Bakti Desa

Pagaruyung Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Tahun 2015.

b. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyebab, gejala,

klasifikasi, komplikasi di Posyandu Dharma Bakti Desa Pagaruyung

Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Tahun 2015.

3
c. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan dan

pengobatan hipertensi di Posyandu Dharma Bakti Desa Pagaruyung

Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Tahun 2015.

C. Manfaat Penulisan

1. Bagi Lansia

Untuk meningkatkan pengetahuan Lansia tentang penyakit

hipertensi di Posyandu Dharma Bakti Desa Pagaruyung Kecamatan

Tapung Kabupaten Kampar Tahun 2015.

2. Bagi Kader Posyandu

Untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai cara

melakukan promosi kesehatan tentang hipertensi.

4
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana

terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu

lama).Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan

darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai

keadaan darah tinggi.Tekanan darah yang selalutinggi adalah salah satu

faktor risiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal jantung,

dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung

kronis.

Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140

mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan

tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering

ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir

setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan darah; tekanan

sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolic terus

meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan

atau bahkan menurun drastis. (Syafrudin dkk, 2011)

B. Proses Terjadinya Hipertensi

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui

beberapa cara yaitu jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan

5
lebih banyak cairan pada setiap detiknya arteri besar kehilangan

kelenturannya dan menjadi kaku sehingga mereka tidak dapat

mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut.

Darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang

sempit dari pada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang

terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku

karena arterioskaliorosis.

Dengan carayang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat

terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara

waktu mengkerut karena perangsang saraf atau hormon didalam darah.

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya

tekanan darah.Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga

tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh.Volume

darah dalam tubuh meningkat sehingga tekanan darah juga meningkat.

Sebalikanya, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri

mengalami pelebaran, banyak cairan keluar dari sirkulasi, maka tekanan

darah akan menurun. Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut

dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem- sistem

saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi

tubuh secara otomatis). Perubahan fungsi ginjal, ginjal mengendalikan

tekanan darah melalui beberapa cara : jika tekanan darah meningkat, ginjal

akan menambah pengeluaran garam dan air, yang akan menyebabkan

berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekanan arah ke normal.

6
Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan

garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah

kembali ke normal. Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan

menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan

hormon angiotensi, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormone

aldosteron. Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan

tekanan darah; karena itu berbagai penyakit dan kelainan pada ginjal dapat

menyebakan terjadinya tekanan darah tinggi.Misalnya penyempitan arteri

yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa

menyebabkan hipertensi. Peradangan dan cidera pada salah satu atau

kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.(Triyanto,

2014)

C. Faktor Penyebab Penyakit Hipertensi

Menurut Kholish (2011) penyebab hipertensi yang seringkali

menjadi penyebab di antaranya, aterosklerosis (penebalan dinding arteri

yang menyebabkan hilangnya elastisitas pembuluh darah), keturunan,

bertambahnya jumlah darah yang dipompa ke jantung, penyakit ginjal,

kelenjar adrenial, dan sistem saraf simpatis. Pada ibu hamil kelebihan

berat badan, tekanan psikologis, stress, dan ketegangan bisa menyebabkan

juga hipertensi.

Berdasarkan penyebabnya, penyakit hipertensi dibagi menjadi dua

jenis yaitu :

7
1. Hipertensi primer atau esensial.

Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang

tidak atau belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang

lebih 90% dari seluruh hipertensi).Hipertensi primer

kemungkinan memiliki banyak penyebab, beberapa perubahan

pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama

menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

2. Hipertensi sekunder

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan

oleh penyakit lain. Jika penyebabnya diketahui, maka disebut

hipertensi sekunder.Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi,

penyebabnya adalah penyakit ginjal.Pada sekitar 1-2%,

penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%,

penyebabnya adalah kelaianan hormonal atau pemakaian obat

tertentu (misalnya pil KB).

D. Gejala Hipertensi

Sebelum tekanan darah dalam tubuh kita meningkat, ada beberapa

gejala perlu anda ketahui.Di antaranya, sakit kepala, perdarahan dari

hidung, pusing, wajah kemerahan, dan kelelahan.Semua itu bisa terjadi

baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan

darah yang normal. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak

diobati, makan bisa timbul gejala sebagai berikut :

8
1. Sakit kepala

2. Kelelahan

3. Mual

4. Muntah

5. Sesak nafas

6. Gelisah

7. Gelisah

8. Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya

kerusakan pada otak, mata, jantung, dan ginjal.

Sedangkan pada anak, gejalanya anak mudah gelisah, cepat lelah,

sesak nafas, susah minum dan biru di tangan dan bibir.(Kholish, 2011)

E. Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa

Tabel 2.1

Klasifikasi Tekanan Darah pada Dewasa

Tekanan darah Tekanan darah


Kategori
sistolik diastolic
Normal Dibawah 130 mmhg Dibawah 85 mmhg
Normal tinggi 130-139 mmhg 85-89 mmhg
Stadium1 140-159 mmhg 90-99 mmhg
(Hipertensi Ringan)
Stadium 2 160-179 mmhg 100-109 mmhg
(Hipertensi Sedang)
Stadium 3 180-209 mmhg 110-119 mmhg
(Hipertensi Berat)
Stadium 4 210 mmhg atau lebih 120 mmhg atau
(Hipertensi Maligna) lebih
(Triyanto,2014)

9
F. Komplikasi Hipertensi

Stroke dapat timbul akibat perdarahan tkanan darah tinggi diotak,

atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh non otak yang terpajan

tekanan tinggi.Stroke dapat terjadi pada hipertensi kronik apabila arteri-

arteri yang memperdarahi otak mengalami hipertropi dan menebal,

sehingga aliran darah ke daerah-daerah yang diperdarahinya

berkurang.Arteri-arteri otak yang mengalami arteroslerosis dapat menjadi

lemah, sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya aneurisma.

Gejala terkena stroke adalah sakit kepala secara tiba-tiba, seperti orang

bingung, limbung atau bertingkah laku seperti orang mabuk, salah satu

bagian tubuh terasa lemah atau sulit digerakan (misalnya wajah, mulut,

atau lengan terasa kaku, tidak dapat berbicara secara jelas) serta tidak

sadarkan diri secar mendadak.

Infark miokard dapat terjadi apabila arteri koroner yang

arterosklerosis tidak dapat menyuplai cukup oksigen ke miokandrium atau

apabila terbentuk thrombus yang menghambat aliran darahmelalui

pembuluh darah tersebut.Hipertensi ktonik dan hipertensi ventrikel, maka

kebutuhan oksigen miokandrium mungkin tidak dapat terpenuhi dan dapat

terjadi iskema jantung yang menyebabkan infark.Demikian juga hipertropi

ventrikel dapat menimbulkan perubahan-perubahan waktu hantaran listrik

melintasi ventrikel sehingga terjadi distritmia, hipoksia jantung, dan

peningkatan resiko pembentukan bekuan.

10
Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat

tekanan tinggi pada kapiler-kapiler ginjal, glomerolus. Dengan rusaknya

glomerolus, darah akan mengalir keunit-unit fungsional ginjal, nefron akan

terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian. Dengan

rusaknya membrane glomerolus, protein akan keluar melalui urin sehingga

sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang, menyebabkan edema

yang sering dijumpai pada hipertensi kronik.

Ketidakmampuan jantung dalam memompa darah yang

kembalinya kejantung degan cepat mengakibatkan cairan terkumpul

diparu, kaki dan jaringan lain sering disebut edma. Cairan didalam paru-

paru menyebabkan sesak napas, timbunan cairan didalam paru-paru

menyebabkan sesak napas, timbunan cairan di tungkai menyebabkan kaki

bengkak atau sering sering dikatakan edema.Ensefalopati dapat terjadi

terutama pada hipertensi maligna (hipertensi yang cepat).Tekanan yang

tinggi pada kelainan ini menyebabkan peningkatan tekanan kapiler dan

mendorong cairan ke dalam ruang intertisium diseluruh sususan saraf

pusat.Neuron- neuron di sekitarnya kolap dan terjadi koma. (Triyanto,

2014)

G. Pencegahan Hipertensi

Upaya pencegahan primer yang bisa dilakukan untuk mencegah

terjadinya hipertensi adalah dengan cara merubah faktor risiko yang ada

pada kelompok berisiko. Upaya-upaya yang dilakukan dalam pencegahan

primer terhadap penyakit hipertensi antara lain :

11
1. Pola makan yang baik

Mengurangi asupan garam dan lemak tinggi.Di samping itu

perlunya meningkatkan makan buah dan sayur.Setiap orang

yang terbiasa dengan makanan yang berlemak, kemudian

diubah menjadi makanan yang termasuk vegertarian biasanya

membutuhkan waktu yang cukup lama.Hal ini dapat dilakukan

dengan pemberian dukungan keluarga.Pendidikan kesehatan

yang intens disertai langkah promosi kesehatan oleh tenaga

kesehatan dan pemerintah dapat memotivasi masyarakat untuk

merubah perilaku pola makan ini.

2. Perubahan gaya hidup

a. Olahraga sebaiknya dilakukan teratur dan bersifat aerobic,

karena kedua sifat inilah yang dapat menurunkan tekanan

darah. Olahraga aerobik dimaksudnya olahraga yang

dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen

masih dapat dipenuhi tubuh, misalnya jogging, senam,

renang, dan bersepeda.

b. Mengehentikan rokok

Tembakau mengandung nikotin yang memperkuat kerja

jantung dan menciutkan arteri kecil hingga sirkulasi darah

berkurang dan tekanan darah meningkat. Berhenti merokok

merupakan perubahan gaya hidup yang paling kuat untuk

mencegah penyakit kardiovaskular pada penderita

12
hipertensi. Dalam rangka menghentikan kebiasan merokok

memang tergolong langkah yang sulit pada kebanyakan

orang.Apalagi sekarang ini banyak sekali bermunculan

pabrik rokok yang menjamur di belahan nusantara.

c. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sebagai bagian dari

pola makan yang sehat dan bervariasi tidak merusak

kesehatan. Namun demikian, minum alcohol secara

berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan

darah. Pesta minuman keras (binge drinking)sangat

berbahaya bagi kesehatan karena alkohol berkaitan dengan

stroke. Wanita sebaiknya membatasi konsumsi alkohol

tidak lebih dari 14 unit per minggu dan laki-laki tidak

melebihi 21 unit per minggu. Menghindari konsumsi

alcohol bisa menurunkan 2-4 mmHg.

3. Mengurangi kelebihan berat badan

Semua faktor risiko dapat dikendalikan, berat badan adalah

salah satu yang paling erat kaitannya dengan hipertensi.

Dibandingkan dengan yang kurus, orang yang gemuk lebih

besar peluangnya mengalami hipertensi.Penurunan berat badan

pada penderita hipertensi dapat dilakukan melalui perubahan

pola makan dan olah raga secara teratur.Menurunkan berat

badan bisa menurunkan tekanan darah 5-20 mmHg per 10 kg

penurunan BB.( Triyanto, 2014)

13
H. Pengobatan Hipertensi

1. Pengobatan non obat (non farmakologis) :

a. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh.

b. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh

Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan

makan penderita. Pengurangan asupan garam secara drastis akan

sulit dilaksanakan. Cara pengobatan ini hendaknya tidak pakai

sebagai pengobatan tunggal, tetapi lebih baik digunakan sebagai

pelengkap pada pengobatan farmakologis.

c. Ciptakan keadaan rileks

Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat

mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan

darah

d. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama

30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu.

e. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alcohol

2. Pengobatan dengan obat-obatan (farmokologis)

Obat-obatan antihipertensi.Terdapat banyak jenis obat antihipertensi

yang beredar saat ini.Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkam

menguhubungi dokter.

a. Diuretik

b. Penghambar simpatetik

c. Betablocker

14
3. Tradisional

a. Buah Ketimun

b. Buah Belimbing

c. Daun Seledri

Cara Membuat obat tradisional dari buah ketimun dan belimbing:

1) ½ kg buah ketimun / belimbing cuci hingga bersih

2) Kupas kulitnya kemudian diparut

3) Saring airnya dengan menggunakan kain atau penyaring

4) Setelah disaring kemudian diminum

5) Lakukan setiap hari kurang lebih 1 kg untuk 2 kali minum.

I. Makanan yang Dianjurkan

1. Setidaknya lima porsi buah dan sayuran segar setiap hari.

2. Produk susu rendah lemak secara teratur.

3. Lebih banyak lemak tak jenuh (misalnya lemak tak jenuh tunggal dan

lemak tak jenuh ganda).

J. Makanan yang di Hindari

Dalam mengatur menu makanan sangat dianjurkan bagi penderita

hipertensi untuk menghindari dan membatasi makanan yang dapat

meningkatkan kadar kolesterol darah serta meningkatkan tekanan darah,

sehingga penderita tidak mengalami stroke atau serangan jantung.

Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah :

1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak

kelapa, daging, gajih dan lainnya).

15
2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biskuit,

cracker, keripik, dan makanan kering yang asin.

3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran,

buah-buahan dalam kaleng, soft drink, dan lainnya).

4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan

asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang dan lainnya).

5. Susu full cream, mentega, margarin, keju mayonnaise, serta sumber

protein hewani yang tinggi kolestorel seperti daging merah

(sapi/kambing), kuning telur, dan kulit ayam.

6. Bumbu-bumbu seperti kecap, manggi, terasi, saus tomat, saus sambal,

tauco serta bumbu penyebab lain yang pada umumnya menggandung

garam natrium.

7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, dan

tape. Zat gizi yang diperlukan pada penderita hipertensi adalah

karbohidrat, protein, dan lemak yang disebut sebagai zat gizi makro

serta vitamin dan mineral yang disebut dengan zat gizi mikro. Selain

itu, untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh diperlukan

air dan serat.(Kholish, 2011)

K. Konsep pengetahuan

1. PengertianPengetahuan

Pengetahuan adalah hasil dari.Disini terjadi setelah orang

melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.pengideraan

terjadi melalui pasca indera manusia, yakni indera penglihatan,

16
pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan

diperoleh melalui mata dan telinga.Pengetahuan atau kognitif

merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan

seseorang (overt behavior).(Notoatmodjo, 2010)

2. Tingkat pengetahuan

Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau

tingkat yang berbeda – beda. Secara garis besarnya dibagi dalam enam

tingkat pengetahuan (Notoatmodjo, 2010), yakni :

a. Tahu (know)

Tahu diartikan hanya sebagai recall (memanggil) memori

yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu. Misalnya :

tahu bahwa penyebab hipertensi akibat mengkonsumsi garam

berlebihan, tahu bahwa pusing merupakan salah satu dari gejala

hipertensi, tahu bahwa daun seledri bisa menjadi obat tradisional

untuk menurunkan tekanan darah.

b. Memahami (comprehension)

Memahami suatu objek bukan sekedar tahu terhadap objek

tersebut, tidak sekedar dapat menyebutkan, tetapi orang tersebut

harus dapat mengintrepretasikan secara benar tentang objek yang

diketahui tersebut. Misalnya orang yang memahami cara membuat

obat tradisional untuk menurunkan hipertensi.

17
c. Aplikasi (application)

Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami

objek yang dimaksud dapat menggunakan atau mengaplikasikan

prinsip yang diketahui tersebut pada situasi lain.

d. Analisis (analysis)

Analisis adalah kemampuan seseorang untuk menjabarkan

dan atau memisahkan, kemudian mencari hubungan antara

komponen – komponen yang terdapat dalam suatu maalah atau

objek yang diketahui.indikasi bahwa pengetahuan seseorang itu

sudah sampai pada tingkat analisis adalah apabila orang tersebut

telah dapat membedakan, atau memisahkan, mengelompokkan,

membuat diagram (flow chart) siklus hidup cacing kremi, dan

sebagainya.

e. Sintesis (synthesis)

Sintesis menunjuk suatu kemampuan seseorang untuk

merangkum atau meletakkan dalam satu hubungan yang logis dari

komponen- komponen pengetahuan yang dimiliki. Dengan kata

lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi

baru dari formulasi-formulasi yang telah ada. Misalnya dapat

membuat atau meringkas dengan kata-kata atau kalimat sendiri

tentang hal-hal yang telah dibaca atau didengar, dan dapat

membuat kesimpulan tentang artikel yang telah dibaca.

18
f. Evaluasi (evaluation)

Evaluasi berkaitan dengan kemampuan seseoranguntuk

melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu.

Penilaian ini dengan sendirinya didasarkan pada suatu kriteria

yang ditentukan sendiri atau norma-norma yang berlaku

dimasyarakat. Misalnya seorang ibu dapat menilai bahwa

memriksa tekanan darah secara rutin itu penting.

3. Sumber Pengetahuan

Sumber-sumber pengetahuan terbagi atas :

a. Media cetak

Media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesan-

pesan kesehatan yang sangat bervariasi antara lain berbentuk

leaflet, flyer, dan flipchart, poster.

b. Media elektronik

Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan

informasi kesehatan dengan jenis yang berbeda-beda antara lain :

televisi, radio, vidoe, dan slide.

c. Media papan

Media papan merupakan yang dipasang di tempat-tempat

umum, dapat dipakai dengan pesan/informasi kesehatan

(Notoatmodjo, 2007).

19
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan

Menurut mubarak, dkk (2007) faktor-faktor yang

mempengaruhi pengetahuan dibagi menjadi 7:

a. Tingkat Pendidikan

Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang

pada orang lain terhadap sesuatu hal agar mereka dapat memahami.

Tidak dapat dipungkiri bahwa makin tinggi pendidikan seseorang

semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada

akhirnya makin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya.

Sebaliknya jika seseorang tingkat pendidikannya rendah, akan

menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap penerimaan,

informasi dan nilai-nilai yang baru diperkenalkan.

b. Pengalaman

Pengalaman adalah suatu kejadian yang pernah dialami

seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Ada

kecendrungan pengalaman yang kurang baik seseorang akan

berusaha untuk melupakan, namun jika pengalaman terhadap

obyek tersebut menyenangkan maka secara psikologis akan timbul

kesan yang sangat mendalam dan membekas dalam emosi

kejiwaannya, dan akhirnya dapat pula membentuk sikap positif

dalam kehidupannya.

20
c. Pekerjaan

Lingkungan pekerjaan dapat menjadi seseorang

memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara lansung

maupun secara tidak langsung.

d. Umur

Dengan bertambahnya umur seseorang akan terjadi

perubahan pada aspek fisik dan psikologis (mental). Pertumbuhan

pada garis fisik secara garis besar ada empat kategori perubahan

pertama, perubahan ukuran, kedua, perubahan proporsi, ketiga,

hilangnya ciri-ciri lama, keempat, timbulnya ciri-ciri baru.Ini

terjadi akibat pematangan fungsi organ.Pada aspek psikologis atau

mental taraf berpiukir seseorang semakin matang dan

dewasa.Semakin bertambah umur, semakin bertambah pula

pengetahuan yang didapat.

e. Minat

Sebagai suatu kecendrungan atau keinginan yang tinggi

terhadap sesuatu.Minat menjadikan seseorang untuk mencoba dan

menekuni suatu hal dan pada akhirnya diperoleh pengetahuan yang

lebih mendalam.

f. Kebudayaan Lingkungan Sekitar

Kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan mempunyai

pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kit. Apabila dalam

suatu wilayah mempunyai budaya untuk menjaga kebersihan

21
lingkungan maka sangat mungkin masyarakat sekitrnya

mempunyai sikap untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan,

karena lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap

pribadi atau sikap seseorang.

g. Informasi

Kemudahan untuk memperoleh suatu informasi dapat

membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh

pengetahuan yang baru.

22
BAB III
RENCANA PELAKSANAAN

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Hari/Tanggal : Senin, 19 Januari 2015

Jam : Pukul 09.00 sampai selesai

Tempat : Posyandu Dharma Bakti Desa Pagaruyung

B. Susunan Acara Pelaksanaan Kegiatan


No. Kegiatan Waktu
1. Pembukaan oleh Presenter 09.00-09.05
2. Kata Sambuatan oleh Kepala Posyandu 09.05-09.15
3. Pelaksanaan Senam Lansia 09.15-10.00
4. Penyuluhan Hipertensi 10.00-10.30
5. Penutupan 10.30-10.40

C. Panitia Pelaksana
Pelindung : Desti Puswati, M.Kep

Penanggung Jawab : Yessi Azwar, SST, M.Kes

Ketua : Dwi Sapta Aryantiningsih, SKM, M.Kes

D. Peserta Pengabdian Masyarakat


Lansia di wilayah kerja Posyandu Dharma Bakti

23
E. Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan

NO URAIAN KUANTITAS SATUAN JUMLAH TOTAL


1 PRA OPERASIONAL
NAME TAG PANITIA 10 Rp5,000.00 Rp50,000.00
SPANDUK 2 Rp50,000.00 Rp100,000.00
CETAK UNDANGAN 50 Rp5,000.00 Rp250,000.00
Rp400,000.00
2 SARANA PRASARANA
FLIP CHART 2 Rp100,000.00 Rp200,000.00
BROSUR 100 Rp5,000.00 Rp500,000.00
PMT LANSIA 250 Rp20,000.00 Rp500,000.00
Rp1.200,000.00
HUMAS DAN
3 DOKUMENTASI
TRANSPORTASI 2 Rp100,000.00 Rp200,000.00
CD-RW 10 Rp5,000.00 Rp50,000.00
BATRAI MICROPON 5 Rp10,000.00 Rp50,000.00
PEMBUATAN
5 Rp40,000.00 Rp200,000.00
PROPOSAL
PEMBUATAN LAPORAN 4 Rp50,000.00 Rp200,000.00
Rp700,000.00
4 KONSUMSI
AIR MINERAL 5 Rp20,000.00 Rp100,000.00
SNACK 50 Rp15,000.00 Rp750,000.00
Rp850,000.00
5 BIAYA TAK TERDUGA Rp300,000.00
TOTAL Tiga Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah Rp 3.450,000

24
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah dilakukan penyuluhan tentang hipertensi, pengetahuan lansia

sudah mulai mengalami peningkatan antara sebelum melakukan intervensi

dengan sesudah melakukan intervensi.

B. Saran

Diharapkan kepada kader posyandu untuk terus melaksanakan

penyuluhan tentang hipertensi pada Lansia diwilayah kerjanya

25
DAFTAR PUSTAKA

Triyanto,Endang (2014). Pelayanan Keperawatan bagi penderita

hipertensi.Yogyakarta : Graha Ilmu

Hidayah, Ainum (2012). Kesalahan –kesalahan pola makan pemicu seabrek

penyakitmematikan . Yogyakarta: Buku biru

Kristanti (3013).Mencegah dan mengobati penyakit kronis. Yogyakart: cinta

pustaka

Palmer. dkk (2007). Simple guide tekanan darah tinggi. Jakarta: erlanga

Purnomo (2012).Pencegahan dan pengobatan penyakit yang paling

mematikan.Jakarta: buana pustaka

Buckman, dkk (2012) apa yang seharusnya anda ketahui tentang tekanandarah

tinggi. Jakarta: citra aji prama

Nurrahmani (2012).Stop Hipertensi. Yogyakarta: familia

Wolff (2006). Your Haelth Guide Hipertensi.jakarta :pt. Buana ilmu populer

kelompok gramedia

26