Anda di halaman 1dari 13

Saudara Mahasiswa, silahkan diskusikan :

1. Jelaskan alasan melakukan presentasi?


2. Jelaskan teknik presentasi yang efektif?
Jawab
1. Jelaskan alasan melakukan presentasi? Jawaban atas pertanyaan ini tidak bisa
dilepaskan dari fungsi dan tujuan komunikasi. Fungsi komunikasi bisa disebutkan
secara sederhana yakni informative yaitu menyampaikan informasi,edukatif yaitu
menyampaikan pendidikan,dan hiburan yakni orang merasa terhibur dengan materi
komunikasi yang kita sampaikan. Sedangkan tujuannya tentu seperti tujuan komunikasi
pada umumnya yaitu mengubah atau meneguhkan pengetahuan,sikap,pendapat,dan
perilaku khalayak komunikasi.
Secara umum ada 3 tujuan presentasi,yakni untuk
a. Memotivasi atau menghibur. Bila anda berusaha memotivasi atau menghibur
khalayak,biasanya anda harus banyak bicara.
b. Menginformasikan atau menganialisis. Kalau anda bertujuan menginformasikan
atau menganalisis situasi,maka secara umum anda dan khalayak akan berinteraksi.
c. Mempersuasi atau kolaborasi. Kebanyakan interaksi ini terjadi bila anda bertujuan
untuk mempersuasi orang lain melakukan tindakan tertentu atau mengajak orang
lain untuk memecahkan masalah. Dalam hal ini anda umumnya harus terlebih
dahulu menyampaikan data dan fakta untuk meningkatkan pemahaman khalayak
atas permasalahan yang dibicarakan.
Sedangkan Anjali (2007:39) mengingatkan,bahwa tujuan dalam presentasi itu
mengandung dua makna. Pertama,tujuan dalam artian keberhasilan membawakan
presentasi,dan kedua keberhasilan dalam pengaruh presentasi terhadap khalayak.
Namun, Anjali (2007:43) pun menunjukkan tujuan presentasi itu paling tidak
mencakup :
a. Menjual;
b. Menghibur;
c. Memotivasi dan mengarahkan;
d. Menginformasikan;
e. Menerangkan atau memaparkan;
f. Mengusulkan ide atau gagasan.
Murai (2006) menunjukkan 3 fungsi presentasi yaitu :
1. Untuk menyajikan komunikasi yang lebih baik antara penyaji dan khalayaknya;
2. Untuk mencapai pemahaman dan kesepakatan dengan khalayak;
3. Untuk melahirkan dampak dan kesan pada khalayak dalam waitu singkat dengan
teknik-teknik multimedia.
2. Jelaskan teknik presentasi yang efektif?
Murai (2006) menunjukkan ada empat faktor yang harus kita perhatikan dalam
melakukan persentasi. Keempat faktor tersebut adalah (a) faktor psikologis yang
berupa keinginan dan percaya diri; (b) faktor fisik yakni penampilan (c) faktor logis
yakni scenario yang kira kembangkan dalam melakukan presentasi,dan (d) faktor
teknis yakni teknis presentasi seperti apa yang dipilih.
Saran presentasi yang disajikan dalam majalah Karir Up berikut ini :
a. Pikirkan konsep besar dari presentasi,buat daftar kaya pemicu yakni kata yang bia
diterangkan dengan durasi 30 detik sampai 5 menit.
b. Siapkan butir – butir penting yang hendak dibicarakan dalam secarik kertas untuk
sontekan saat melakukan persentasi agar apa yang dibicarakan tidak melompat-
lompat.
c. Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan cepat atau jogging ditempat sebelum
berbicara di depan umum akan mengurangi rasa grogi yang muncul jika hendak
tampil dimuka umum.
d. Lakukan latihan berbicara di depan cermin sebelum melakukan presentasi di
depan umum. Latihan membuat siap dan kesiapan akan mengurangi kadar grogi.
e. Kenali audiens anda. Ambil variasi dalam cara menyampaikan masalah sehingga
terjangkau oleh mereka yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda.
f. Persiapkan dengan baik peralatan persentasi. Pastikan dalam kondisi baik dan siap
pakai. Mintalah bantuan teknisi jika tidak dapat melakukan sendiri. Sedikit
gangguan pada alat bantu presentasi dapat membuat konsentrasi buyar.
g. Aturlah nafas saat berbicara. Intonasi yang tenang membuat apa yang anda
sampaikan lebih dimengerti khalayak.
h. Jangan terlalu banyak memberi gagasan pada saat presentasi. Cukup dua atau tiga
saja. Ini membantu fokus pada apa yang ingin disampaikan.
i. Perhatikan lamanya waktu yang tersedia dala menyampaikan presentasi. Jika
presentasi terasa berjalan lambat,perlu untuk meringkas materi yang disajikan.
j. Akhiri presentasi dengan mengulas kembali butir – butir penting yang
dipresentasikan. Ini membuat pesan melekat di benak khalayak.
Sedangkan Rhenald Kesali (2007;1-4) memberikan saran untuk melakukan presentasi
dengan baik seperti berikut ini :
1. Jangan membiasakan diri tergantung pada teks.
2. Pelajari dulu siapa khalayak anda,latar belakang,jalan pikiran,pendidikan dan jabatan
mereka.
3. Jangan biarkan dua hal ini : yang mereka ketahui atau yang tak ingin mereka dengar.
4. Jangan biarkan khalayak jenuh.
5. Humor tidak boleh berlebihan.
6. Periksa ruangan dan fasilitas presentasi termasuk mikrofon sebelum presentasi
dimulai.
7. Biasakan interaktif.
8. Be specific.
9. Jangan merendahkan mutu dengan mengatakan misalnya “ Maaf saya sebenarnya
tidak siap”
10. Latihan yang cukup.
11. Perhatikan bahasa tubuh
12. Berpakaianlah agak cerah agar anda menciptakan kesegaran di dalam ruangan.
13. Jangan berbicara seperti sedang mengobrol dengan seseorang.
Sumber : Buku Materi Pokok Komunikasi bisnis EKMA4159 modul 6 hal 6.4,6.8-6.16
Presentasi Adalah – Pengertian, Tujuan, Manfaat, Macam Dan Jenis
Presentasi merupakan kegiatan berbicara di depan orang banyak atau salah satu bentuk
komunikasi. presentasi adalah topik pengajuan kegiatan, pendapat atau informasi kepada
orang lain. Tidak seperti pidato lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik,
presentasi lebih sering dilakukan di bisnis pertunjukan.

Pengertian Presentasi
Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin. Berbeda dengan pidato
yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering
dibawakan dalam acara bisnis. Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk
membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh
seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin
membantah pendapat tertentu).
Agar bisa pandai berpresentasi, orang sering kali belajar pada para pakar presentasi. Juga, ada
banyak pembicara terkenal yang sering kali diamati oleh orang-orang yang ingin pandai
berbicara di hadapan umum. Para pembicara terkenal di Indonesia antara lain KH Abdullah
Gymnastiar, Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, dan masih banyak lagi.
Keahlian berbicara di hadapan hadirin merupakan hal yang sangat penting bagi siapa pun
yang ingin maju. Banyak presiden, manajer, wiraniaga, dan pengajar yang menjadi sukses
dan terkenal lewat keahlian berpresentasi.
Tujuan dari presentasi dari semua jenis, misalnya, untuk membujuk, untuk
menginformasikan, atau untuk meyakinkan. Untuk menjadi baik menyajikan, orang sering
belajar ahli presentasi. Juga, ada banyak pembicara terkenal yang sering diamati oleh orang-
orang yang ingin tahu bagaimana berbicara di depan umum.
Berbicara keterampilan di depan penonton sangat penting bagi siapa pun yang ingin maju.
Banyak presiden, manajer, tenaga penjualan, dan seorang guru yang menjadi terkenal melalui
keterampilan yang sukses dan presentasinya.

Menurut KBBI Presentasi di definisikan :


pre·sen·ta·si /préséntasi/ n 1 pemberian (tt hadiah); 2 pengucapan pidato (pd penerimaan
suatu jabatan); 3 perkenalan (tt seseorang kpd seseorang, biasanya kedudukannya lebih
tinggi); 4 penyajian atau pertunjukan (tt sandiwara, film, dsb) kpd orang-orang yg diundang;
mem·pre·sen·ta·si·kan v menyajikan; mengemukakan (dl diskusi dsb).
Jenis-Jenis Presentasi
a. Presentasi Dadakan (Impromptu)
Pembicaraan impromptu merupakan jenis presentasi yang dilakukan secara mendadak tanpa
persiapan apapun. Dalam hal ini pembicara ditunjuk langsung untuk menyampaikan
informasi kepada para pendengar, tanpa melakukan persiapan segala sesuatunya, baik itu
mengenai tema pembicaraan maupun alat bantu yang digunakan, sehingga perasaan
pembicara akan mengejutkan.
Ada beberapa kelebihan dan kelemahan apabila menggunakan jenis presentasi dadakan atau
impromptu.

Kelebihan:

 informasi yang disampaikan sesuai dengan perasaan pembicara yang sesungguhnya,


 kata atau suara yang keluar merupakan hasil spontanitas,
 membuat pembicara terus berpikir selama menyampaikan informasi.

Kelemahan:

 informasi yang disampaikan tersendat-sendat, karena membutuhkan waktu untuk


berpikir dan mengolah kata,
 tidak berurutan/sistematis dalam penyampaiannya, karena secara mendadak untuk
menyampaikan informasi,
 terjadi demam panggung, karena belum ada persiapan apapun mengenai apa yang
harus disampaikan.

b. Presentasi Naskah (Manuscript)


Presentasi naskah merupakan jenis presentasi dimana dalam menyampaikan informasinya,
seorang pembicara melakukannya dengan membaca naskah. Tidak sedikit orang dalam
menyampaikan informasi menggunakan naskah berupa teks. Setiap kata-kata yang keluar
merupakan hasil dari sebuah naskah, pembicara melupakan tugasnya yang utama yaitu
melakukan kontak mata dengan pendengar. Jadi dapat dikatakan pembicara bukan
menyampaikan pidato, tetapi membacakan naskah pidato.

Kelebihan:

 penyampaian dilakukan secara berurut/sistematis,


 kata yang keluar diungkapkan secara baik dan benar,
 tidak terjadi kesalahan dalam penyampaiannya.

Kelemahan:

 pendengar akan merasa bosan dalam mendengarkannya,


 bagi pendengar tidak termotivasi untuk mendengarkannya,
 tidak menarik dalam menyampaikan informasinya,
 terlalu sibuk akan membaca naskah sehingga tidak melakukan kontak mata dengan
pendengar seolah-olah acuh tak acuh terhadap pendengar.
c. Presentasi Hafalan (Memoriter)
Jenis presentasi yang dilakukan menghapal dari teks yang telah disediakan. Berbeda dengan
jenis manuscript, memoriter tidak menggunakan naskah dalam penyampaiannya, pembicara
hanya melakukan persiapannya dengan menghafal dari teks dimana isinya mengenai
informasi yang akan disampaikan. Kelebihan dan kelemahannya hampir sama dengan
manuscript. Jenis ini sangat buruk untuk dilakukan, karena apabila melupakan kata-kata dari
naskah maka presentasi yang dilakukan akan terjadi kegagalan.

d. Presentasi Ekstempore
Jenis Ekstempore merupakan jenis presentasi yang paling baik untuk dilakukan dibanding
jenis lainnya. Pembicara mempersiapkan materi dengan garis besarnya saja, kemudian pada
saat presentasi akan dijabarkan secara mendetail.

Kelebihan:

 pembicara dapat menyampaikan informasi secara jelas, karena ada persiapan


sebelumnya,
 dapat menyampaikan secara sistematis/berurutan,
 kemungkinan besar pembicara dalam menyampaikannya menarik perhatian
pendengar, karena tidak berpedoman kepada naskah ataupun hafalan, tetapi tidak
melenceng dari garis besar materi,
 lebih leluasa dalam penyampaiannya,
 pembicara dapat melakukan kontak mata dengan pendengar, sehingga akan terlihat
apakah pesan yang disampaikan menarik atau tidak.

Kelemahan:

 perlu memiliki wawasan yang cukup mengenai tema yang akan dibicarakan,
 membutuhkan waktu yang lama dalam persiapan presentasi,
 bagi pemula, sulit untuk dilakukannya karena membutuhkan keahlian dan pengalaman
yang cukup.

Tujuan Presentasi
a. Menyampaikan informasi
Banyak pada perusahaan-perusahaan melakukan presentasi hanya bertujuan menyampaikan
berupa informasi saja. Informasi/pesan yang disampaikan bisa bersifat biasa, penting atau
bahkan rahasia. Perusahaan mengundang seseorang yang dianggap pantas untuk
menyampaikan informasi sesuai tema yang telah ditentukan. Dalam hal ini pembicara
memiliki keahlian sesuai dengan bidang dan pengalamannya.

b. Meyakinkan pendengar
Presentasi yang dilakukan berisikan informasi-informasi, data-data dan bukti-bukti yang
disusun secara logis sehingga informasi yang disampaikan dapat membuat seseorang atau
kelompok orang merasa yakin. Semula yang asalnya memiliki unsur ketidakjelasan dan
ketidakpastian sehingga ketika diadakan presentasi oleh pembicara, seseorang/kelompok
orang tersebut menjadi yakin atas informasi yang diberikan.
c. Menghibur pendengar
Pada era globalisasi ini banyak acara-acara hiburan pada penayangan televisi. Acara hiburan
tersebut dipimpin oleh presenter yang handal, tujuannya untuk menghibur para penonton.
Prensenter dituntut untuk melakukan pembicaraan yang sifatnya menghibur tetapi relevan
dan profesional sehingga para penonton televisi dapat menikmati acara tersebut. Selain acara
televisi, acara hiburan yang lainnya dapat kita temukan pada pesta perayaan-perayaan.
Contoh: pesta perayaan pernikahan, ulang tahun dan lain-lain. Presenter ditugaskan untuk
berbicara dan menyelipkan kata-kata yang dapat menghibur para tamu yang hadir pada pesta
perayaan tersebut.

d. Memotivasi dan menginspirasi pendengar untuk melakukan suatu tindakan


Demi tercapainya suatu tujuan perusahaan, seorang pimpinan dituntut untuk mengarahkan
dan membimbing para karyawannya agar dapat bekerja secara maksimal dan tidak lupa untuk
memperhatikan kualitasnya. Selain diberi arahan dan bimbingan, pimpinan perusahaan juga
dapat melakukan motivasi agar para karyawannya dapat bekerja dengan semangat yang
tinggi. Kegiatan memotivasi tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan suatu forum.
Forum tersebut terdiri dari para karyawan dimana bertindak sebagai pendengar, sedangkan
yang bertindak sebagai pembicara yaitu pihak pimpinan perusahaan itu sendiri. Pimpinan
bertugas untuk menyampaikan informasi yang bersangkutan dengan tujuan perusahaan serta
memotivasinya, baik dengan cara mempromosikan karyawan maupun kenaikan gaji
karyawan.

e. Melakukan penjualan
Tujuan presentasi yang keempat yaitu melakukan penjualan. Hal ini bersangkutan dengan
perusahaan yang ingin mempromosikan suatu produk tertentu. Perusahaan menugaskan
kepada salah seorang atau kelompok karyawan untuk mempromosikan produknya kepada
calon pembeli. Karyawan tersebut dibekali pengetahuan mengenai produk dan dibantu
dengan alat bantu peraga untuk memudahkan penyampaian pesan.

f. Membuat suatu ide atau gagasan


Presentasi yang dilakukan hanya bertujuan untuk memunculkan suatu ide/gagasan dari para
peserta pendengar. Tipe tujuan ini biasanya diterapkan pada suatu perusahan/organisasi yang
mengalami suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan sehingga membutuhkan
pendapat/argumen orang lain untuk memecahkannya. Forum yang dilakukan sering dikenal
dengan istilah rapat. Perusahaan mengundang peserta rapat yang dianggap penting baginya
serta dapat memunculkan suatu ide/gagasan sehingga secara tidak langsung dapat membantu
suatu tujuan perusahaan.

g. Menyentuh emosi pendengar


Tujuan yang keenam yaitu untuk menyentuh emosi pendengar. Dalam hal ini pembicara
bertugas untuk melakukan pembicaraannya yang dapat menyentuh perasaaan/emosi
seseorang. Sebagai contoh pembicara melakukan presentasi kepada para pendengar mengenai
korban bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Presentasi yang dilakukan pembicara membuat
pendengar merasa tersentuh untuk membantu para korban bencana dengan cara
menyumbangkan sebagian hartanya.
h. Memperkenalkan diri
Presentasi demikian biasa digunakan ketika melakukan wawancara, seperti seseorang yang
melamar pekerjaannya kemudian ia memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan data
pribadi dan daftar riwayat hidupnya kepada pihak yang menanyakan.

Macam-Macam Presentasi
a. Microsoft Powerpoint
Microsoft Power Point merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh
perusahaan Microsoft, dan merupakan salah satu program berbasis multi media. Didalam
komputer, biasanya program ini sudah dikelompokkan dalam program Microsoft Office.

b. KPresenter
Program pembuat presentasi yang satu ini sepertinya memang mengerti kebutuhan Anda.
Dengan interface yang indah dan mudah, pembuatan presentasi menjadi kegiatan yang
menyenangkan.

c. OpenOffice Impress (Presentation)


Tidak jauh berbeda dengan Writer atau TextDocument yang mirip MS Word, dan
SpreadSheet (Calc) yang mirip dengan MS Excel, Presentation (Impress) ini juga sangat
mirip dengan MS PowerPoint.

d. Magic Point
MagicPoint adalah suatu alat bantu presentasi berbasis XWindow. Alat bantu ini didisain
untuk membuat presentasi yang sederhana dan mudah dan juga memungkinkan membuat
suatu presentasi yang komplek.

Manfaat Presentasi

 Sebagai bahan paparan suatu pokok bahasan inti.


 Media pembantu untuk penjabaran dari materi pelajaran sekolah atau suatu projek
kerja.
 Kesan lebih ekslusif karena melibatkan alat presentasi (Professional).
 Audience biasanya akan lebih jelas jika disertai dengan media gambar dari presentasi
itu sendiri.
 Memupuk mental yang ada dalam diri si pembawa materi presentasi.

Syarat Presentasi

 Menguasai materi dan bahasa dengan baik


 Mempunyai keberanian
 Memiliki ketenangan sikap
 Sanggup menampilkan gagasan secara lancar dan terature.
 Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat terhadap situasi apapun yang
mungkin timbul saat presentasif.
 Memperlihatkan sikap yang tidak kaku dan tidak canggung
Teknik Presentasi
a. Prinsip Motivasi
Ada beberapa cara agar seseorang termotivasi untuk mendengarkan sesuatu hal, diantaranya
dengan menggunakan prinsip 5W1H.
What, apa yang dibicarakan?
Who, siapa yang diajak berbicara?
When, kapan seorang pembicara itu melakukan pembicaraan?
Where, dimana seorang pembicara melakukan pembicaraan?
Why, mengapa ia melakukan pembicaraan?
How, bagaimana ia cara melakukan pembicaraan?

b. Prinsip Perhatian
Pendengar akan memperhatikan pembicara apabila yang dibicarakan itu bersifat menarik.
Dengan kata lain pendengar akan mempunyai minat mendengarkan apabila pembicara dalam
menyampaikan informasinya melakukan sesuatu hal yang menarik, baik itu bersifat aneh,
lucu, sesuai kebutuhan dan bersifat menegur.

c. Prinsip Kegunaan
Prinsip ini menghendaki pembicara untuk menentukan terlebih dahulu kegunaan dari uraian
ceramah yang akan disampaikan. Hal ini bertujuan agar pendengar tidak mempunyai rasa
penasaran, mengapa seorang pembicara menyampaikan informasi tersebut kepada pendengar.

d. Prinsip Keindraan
Prinsip ini menghendaki seorang pembicara untuk menggunakan alat yang berhubungan
dengan panca indera dalam melakukan pembicaraan atau presentasi. Alat peraga berfungsi
untuk memperkenalkan topik pembicaraan dengan dibantu oleh peragaan-peragaan visual
lainnya. Hal ini membantu pembicara dalam mengatakan suatu hal atau kata demi kata.
Contoh alat peraga yang sering digunakan pada waktu presentasi yaitu: OHP (Overhead
Projector), slide, video, tape, grafik, gambar, brosur dan lain-lain.

e. Prinsip Ulangan
Prinsip ini mengharuskan pembicara untuk mengulang kembali materi yang diutarakan, hal
ini supaya pendengar lebih mudah mengingat apa yang disampaikan. Prinsip ulangan ini
biasanya menekankan suatu topik/maksud yang penting dari isi presentasi. Oleh karena itu,
agar informasi yang penting dari suatu presentasi dapat ditangkap dan mudah dimengerti,
hendaknya seorang pembicara mengungkapkannya secara berulang-ulang.

f. Prinsip Pengertian
Ketika mempresentasikan suatu hal, seorang pembicara dalam menyampaikan informasi
perlu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh para pendengar. Hal ini bertujuan
untuk memudahkan dalam menangkap informasi yang diberikan kepada para pendengar.
Oleh karena itu, ketika ada pembicaraan yang kurang dimengerti oleh pendengar hendaknya
diperjelas atau diberi pengertian.
https://www.dosenpendidikan.co.id/presentasi-adalah/
Efektifnya sebuah presentasi sangat ditentukan oleh kemampuan si presenter untuk
menyampaikannya kepada para audiens. Tentu saja, setiap presenter memiliki gayanya
masing-masing, yang bisa mempengaruhi caranya menyampaikan presentasi.
Selain itu, tema presentasi juga bisa menjadi hal yang harus diperhatikan. Cara penyampaian
presentasi yang tidak sesuai dengan tema presentasi bisa mempengaruhi efektif atau tidaknya
presentasi tersebut.
Berikut ini ada 10 cara menyampaikan presentasi, agar presentasi menjadi efektif. Kesepuluh
cara ini tidak memandang bagaimana cara berbicara Anda di depan umum atau tema apa
yang dibawakan.
Lakukan cara-cara ini, maka presentasi Anda akan menjadi lebih efektif:

1. Tunjukkan passion Anda


Saat menyampaikan presentasi, tunjukkan passion Anda kepada para audiens. Tunjukkan
bahwa Anda bersemangat dan antusias membawakan tema presentasi tersebut.
Memang, Anda harus membuat materi presentasi yang menarik. Tapi, jika Anda ragu-ragu
ketika menyampaikannya, maka itu bisa membuat Anda kelihatan tidak kompeten.
Atau, Anda membuat materi yang bagus, tapi Anda terlihat ogah-ogahan saat
menyampaikannya. Maka audiens juga akan menjadi ogah-ogahan untuk mendengarkan
Anda.
Passion bisa ditunjukkan dengan rasa percaya diri. Saat Anda merasa percaya diri
menyampaikan presentasi, maka hal itu akan sangat berpengaruh kepada audiens. Rasa
percaya diri akan membuat Anda lebih bersemangat. Audiens juga akan bersemangat
mendengarkan Anda.

2. Mulailah Dengan Pembukaan Presentasi yang Memukau


Kesan pertama akan sangat menentukan. Itulah yang selama ini sering kita dengar. Saat
presentasi, kesan pertama itu akan ditunjukkan ketika Anda membuka presentasi tersebut.
Dua sampai tiga menit pertama presentasi akan sangat menentukan, apakah audiens akan
antusias mendengarkannya sampai selesai atau tidak. Kalau audiens mau mendengarkan
dengan semangat, ditambah melakukan tindakan yang diharapkan, maka berarti presentasi
tersebut efektif.
Banyak presentasi yang gagal menjadi sebuah presentasi yang efektif karena presenter tidak
bisa menyampaikan pembukaan presentasi yang menarik.

3. Sampaikan Dengan Singkat dan Lugas


Anda tentu malas jika harus mendengarkan orang yang berbicara dengan bertele-tele.
Demikian juga para audiens. Kalau presenternya bertele-tele saat menyampaikan presentasi,
maka mereka akan bosan. Presentasipun tidak akan efektif.
Maka, sampaikan saja poin-poin yang paling penting dari tema presentasi yang Anda
bawakan. Fokuslah pada pembukaan dan penutupan presentasi, karena bagian itulah yang
paling akan diingat oleh para audiens.
Singkat atau tidaknya presentasi bukan hanya dilihat dari lama atau tidaknya Anda berbicara,
tapi juga dari materi pendukung presentasi yang Anda sajikan. Usahakan agar Anda tidak
membuat slide yang isinya membosankan dan malah membuat audiens bingung dan salah
fokus.
Sama seperti penyampaian presentasi, slide presentasi juga harus dibuat sesimpel mungkin
agar menarik dan dapat dipahami oleh para audiens.

4. Bersikap Rileks
Saat menyampaikan presentasi, sebaiknya Anda tidak hanya berdiri diam di atas panggung
atau mimbar. Anda bisa sambil berjalan-jalan di atas panggung, bahkan sesekali mendekat
kepada audiens.
Dengan begitu, maka Anda tidak membuat batas antara Anda sebagai presenter dengan para
audiens. Para audiens akan merasa lebih dekat dengan Anda. Kalau audiens merasa dekat
dengan si presenter, maka mereka akan lebih mempercayainya.

5. Menggunakan Teknologi
Agar presentasi menjadi semakin menarik dan memukau, maka Anda bisa menggunakan
bantuan teknologi.
Misalnya, Anda bisa menggunakan handled remote. Dengan begitu, Anda bisa bebas
bergerak ke sana ke mari, sambil tetap bisa menunjukkan poin-poin penting yang ada di
dalam slide presentasi Anda.
Atau, Anda bisa memasukkan potongan animasi atau video yang berhubungan dengan tema
presentasi Anda ke dalam slide presentasi. Dengan cara itu, audiens akan semakin tertarik
dan tidak bosan dengan presentasi Anda.

6. Kuasai Peralatan Anda


Saat presentasi, Anda menggunakan alat bantu seperti proyektor, laptop, atau handled remote.
Walau Anda mungkin dibantu oleh seorang asisten untuk mengoperasikan peralatan tersebut,
tapi Anda juga harus menguasainya.
Hal itu diperlukan agar Anda tidak panik atau gugup ketika tiba-tiba terjadi masalah terhadap
peralatan-peralatan yang Anda gunakan. Saat ada kesalahan teknis, Anda bisa tetap tenang
karena tahu apa yang harus dilakukan.
Perasaan tenang ini akan membuat Anda semakin percaya diri saat membawakan presentasi.

7. Lakukan Kontak Mata


Kontak mata sangat penting untuk menjalin hubungan yang lebih intens dengan audiens. Saat
presentasi dilakukan di depan jumlah audiens yang sedikit, proses kontak mata ini akan lebih
mudah dilakukan.
Tapi, jangan khawatir jika Anda harus menyampaikan presentasi di depan puluhan, bahkan
ratusan audiens. Kontak mata tetap dapat dilakukan. Anda tinggal mengarahkan tatapan Anda
pada para audiens yang dianggap dapat mewakili sudut-sudut tempat mereka duduk.
Arahkan pandangan mata ke semua arah di mana para audiens duduk mendengarkan Anda
secara bergantian. Dengan demikian, para audiens akan merasa bahwa Anda memperhatikan
mereka. Merekapun akan memperhatikan Anda.
Jangan lupa juga untuk tersenyum ketika Anda melakukan kontak mata dengan para audiens.

8. Kenali Audiens
Ini sangat penting. Anda akan dapat membuat materi presentasi yang tepat jika Anda
mengenal siapa saja yang akan menjadi audiens Anda. Anda juga akan mengetahui
bagaimana cara yang pas untuk menyampaikannya.
Mengenal audiens ini bisa dilakukan dengan melihat latar belakang mereka, seperti umur,
jenis kelamin, tingkat pendidikan, atau pekerjaan mereka. Materi dan gaya penyampaian
presentasi Anda kepada para mahasiswa tentu akan berbeda presentasi di hadapan para
manajer.

9. Perhatikan Penampilan
Penampilan Anda sebagai presenter adalah wujud dari sikap penghargaan Anda kepada para
audiens. Jika Anda berpenampilan rapi, maka audiens akan merasa dihargai oleh Anda.
Dengan menghargai audiens, maka Anda berarti menghargai diri sendiri.
Selain itu, penampilan Anda yang sesuai dengan presentasi yang Anda bawakan juga akan
meningkatkan rasa percaya diri sebagai seorang presenter.

10. Bersikap Profesional


Sikap profesional ini bisa Anda tunjukkan dengan datang sebelum waktu yang telah
ditetapkan. Jadi Anda bisa mempersiapkan diri dulu sebelum tampil. Presentasipun dapat
dimulai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, sikap profesional juga dapat ditunjukkan ketika ada audiens yang mengajukan
pertanyaan. Jawablah pertanyaan tersebut dengan baik dan benar.
Kalau Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa memberikan jawaban yang
memuaskan, maka katakan kepada audiens yang bertanya itu bahwa Anda tidak bisa
menjawab pertanyaannya sekarang. Katakan bahwa Anda akan menjawab pertanyaannya via
email dan jangan menunggu terlalu lama untuk mengirimkan jawabannya.
Itulah 10 cara menyampaikan presentasi yang efektif.
Sumber
https://www.presentasi.net/10-cara-presentasi-efektif/
Teknik presentasi efektif boleh jadi selalu dicari-cari oleh presenter atau orang-orang yang
sering berbicara di depan orang lain. Karena presentasi bukan sekadar bicara, ada tujuan
tertentu yang harus dicapai. Oleh karena itu, diperlukan teknik atau cara tersendiri agar tujuan
kita melakukan presentasi bisa tercapai.
a. Kendalikan rasa takut
Rasa takut berbicara di depan orang banyak kerap menghantui bukan hanya pembicara baru,
bahkan yang sudah biasa pun kadang dilanda perasaan ini. Suatu hal yang wajar sebenarnya,
namun jangan sampai mengganggu sehingga perlu dikendalikan. Karena jika tidak, Anda
boleh melupakan segala macam tips dan teknik melakukan presentasi.
Bagaimana cara mengendalikannya?
Ada banyak cara yang bisa dilakukan baik itu ketika melakukan persiapan maupun sesaat
sebelum presentasi. Yang terpenting adalah mengenali penyebab munculnya rasa takut
tersebut.
Penyebabnya bisa macam-macam, misalnya pengalaman buruk melakukan presentasi di masa
lalu, kurang persiapan, presentasi di hadapan atasan atau orang asing, dll. Jika penyebabnya
hal-hal seperti ini, maka mengatasinya adalah dengan persiapan dan latihan yang matang.
Pastikan Anda menguasai dengan baik bahan presentasi, slide didesain dengan menarik, dan
latihan penyampaian.
Jika muncul rasa takut sesaat sebelum presentasi atau gugup, yakinkan diri Anda bahwa
semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Atur napas, ambil napas panjang kemudian
hembuskan, minumlah beberapa teguk air putih, tenangkan diri Anda.
Mengapa Anda Melakukannya?
Anda tentu tidak tampil begitu saja bukan? Ada alasan yang melatarbelakanginya. Ini penting
untuk diketahui guna membantu menyiapkan bahan dan bagaimana seharusnya Anda
membawakannya. Termasuk dalam hal ini adalah mengapa Anda bicara, dan apa tujuan
presentasi yang ingin dicapai.
Mengetahui tujuan presentasi penting untuk dirumuskan sedini mungkin saat melakukan
perencanaan. Agar tidak keliru dalam meyiapkan bahan dan teknik penyampaiannya kelak.

b. Kenali audiens
Menurut Nancy Duarte dalam bukunya Resonate, pahlawan dalam sebuah presentasi
bukanlah Anda sebagai presenter, melainkan audiens. Merekalah sasaran dari tujuan Anda
melakukan presentasi. Jadi, kenalilah audiens Anda dengan baik. Ini juga akan sangat
membantu dalam menyiapkan bahan presentasi serta bagaimana Anda seharusnya tampil.
Ada beberapa hal yang mesti Anda riset tentang calon audiens, seperti siapa saja mereka,
latar belakang pengetahuan tentang topik yang akan dibawakan, apa kira-kira ekspektasi
mereka mengikuti presentasi Anda.

c. Persiapkan bahan presentasi dengan matang


Persiapan bahan presentasi bisa dimulai dengan mengumpulkan materi-materi yang akan
dimasukkan, kemudian menyusun strukturnya. Struktur presentasi yang umum dipakai adalah
pembukaan, bagian isi, dan penutup.Bahan presentasi tersebut dapat menggunakan alat bantu
visual, misalnya PowerPoint, agar lebih menarik.
Dengan Anda mengetahui tujuan presentasi atau pesan yang ingin disampakaikan akan
memudahkan dalam menyiapkan bahan presentasi. Bahan ini bisa dari mana saja, misalnya
buku, tulisan di internet, dll.
Untuk memudahkan semuanya harus diorganisir dengan baik. Bagian buku yang akan dipakai
diberi tanda, sumber internet disimpan di bookmarks, gambar, grafik, tabel juga demikian.
Jangan lupa untuk mencantumkan sumber jika memasukkan pendapat, tulisan, gambar bukan
milik sendiri.
d. Jangan remehkan latihan
Banyak latihan bisa meningkatkan rasa percaya diri. Bisa dilakukan sendiri di depan kaca
atau meminta bantuan teman sebagai audiens untuk memberi masukan tentang penampilan
kita. Yang perlu dilatih, diantaranya adalah cara atau gaya berdiri, cara dan nada berbicara,
kecepatan bicara, efektivitas alat bantu visual, dll.
Dengan latihan pula kita dapat memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang nantinya dapat
muncul dan berapa kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menyampaikan keseluruhan isi
presentasi.

e. Sampaikan dengan antusias


Kata orang bijak, antusias itu menular, Anda harus antusias dahulu jika mengharapkan
audiens mendengarkan dengan antusias. Bukalah presentasi Anda dengan memukau untuk
memenangkan perhatian audiens. Sampaikan isinya dengan penuh percaya diri dan tutup
dengan mengesankan.
Bagaimana agar tampil antusias? Satu-satunya cara menurut saya adalah dengan menyukai
topik presentasi yang Anda bawakan. Jika tidak, berpura-puralah menyukainya. It’s all about
passion, istilah kerennya. Jika memiliki hasrat yang besar terhadap topik yang dibawakan,
secara otomatis Anda akan tampil penuh semangat alias antusias.

https://www.masterpresentasi.com/teknik-presentasi-efektif.html