Anda di halaman 1dari 26

UNIT KEGIATANBELAJAR MANDIRI

(UKB BIN – 3.9 / 4.9 / 3 / 1.2)

UNIT KEGIATANBELAJAR MANDIRI

CERPEN II
(Menulis Pendek, tetapi Bercerita)

BAHASA INDONESIA
Semester 3 Wajib
Sekolah Menengah Atas

Disusun oleh:
MGMPS Bahasa Indonesia
SMA Negeri 1 Jember
IDENTITAS
Judul UKBM : Teks Cerita Pendek II
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Jember
Nama Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Semester : 3 (Tiga)
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

KOMPETENSI DASAR

3.9 Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek

4.9 Mengonstruksi sebuah cerita pendek dengan memperhatikan unsur- unsur

pembangun cerpen

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatann pedagogik genre, saintifik,


dan CLIL (Content, Language, Integrited, Learning) dengan model saintifik peserta
didik dapat menentukan unsur-unsur pembangun cerita pendek, menelaah teks
cerita pendek berdasarkan struktur dan kaidah, menentukan topik tentang
kehidupan dalam cerita pendek, dan menulis cerita pendek dengan
memperhatikan unsur-unsur pembangun dengan rasa ingin tahu, kerja keras, jujur,
tanggung jawab, kreatif, dan bersikap bersahabat/komunikatif selama proses
pembelajaran.

MATERI PEMBELAJARAN

o Faktual : Teks Cerpen


o Konseptual : Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek

Pengertian Cerpen
Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk
prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada
tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti
novella dan novel.

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau
cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan
singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang
berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara
ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.

Cerita pendek biasanya mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata atau
kurang dari 10 halaman saja. Selain itu, cerpen atau cerita pendek hanya
memberikan sebuah kesan tunggal yang demikian serta memusatkan diri pada
salah satu tokoh dan hanya satu situasi saja.

Pengertian menurut beberapa ahli


1. Sumardjo dan Saini Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi,
tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya
relatif pendek dan singkat.
2. Menurut KBBI Cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung
arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek
berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang
memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu
tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.
3. Nugroho Notosusanto dalam Tarigan Cerpen atau cerita pendek yaitu
sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan
hanya 17 hlm kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.
4. Hendy Cerpen ialah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung
kisahan tungal.
5. Aoh. K.H Cerpen merupakan salah satu karangan fiksi yang biasa disebut juga
dengan kisahan prosa pendek.
6. J.S. Badudu Cerpen merupakan cerita yang hanya menjurus serta terfokus
pada satu peristiwa saja.
7. H. B. Jassin, cerpen ialah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki
bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian.

Read
more: http://gopengertian.blogspot.com/2015/09/pengertian-cerpen-ciri-ciri
-struktur-unsur-intrinsik-unsur-ekstrinsik.html#ixzz56WR7bLpw
Prosedural : Unsur-Unsur Pembangun Cerpen
Cerpen memiliki dua unsur pembangun, diantaranya adalah unsur intrinsik
dan ekstrinsik.

A. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam
cerpen itu sendiri. Jika diibaratkan sebuah bangunan, maka unsur intrinsik
adalah komponen-komponen bangunan tersebut.
Salah satu poin saja hilang, maka bangunan tersebut akan roboh. Begitupun
dengan unsur intrinsik, jika salah satu unsur ini hilang, maka karya tulis
tersebut tidak bisa disebut sebagai cerpen.
1. TEMA
Unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tema. Dalam sebuah cerpen
tema merupakan ruh atau nyawa dari setiap karya cerpen. Dengan kata lain
tema merupakan ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi
keseluruhan cerita yang ada dari cerpen.

Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan
sekitar, permasalahan yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang
sendiri, pendidikan, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan
lain-lain.

2. TOKOH DAN PENOKOHAN


Unsur intrinsik cerpen yang kedua adalah tokoh. Tokoh atau penokohan
adalah salah satu bagian yang wajib ada dalam sebuah cerpen. Namun, yang
perlu diketahui adalah tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang
berbeda dalam sebuah penulisan cerpen.
Tokoh merupakan pelaku atau orang yang terlibat di dalam cerita tersebut.
Sedangkan penokohan adalah penentuan watak atau sifat tokoh yang ada di
dalam cerita. Watak yang diberikan dapat digambarkan dalam sebuah
ucapan, pemikiran dan pandangan dalam melihat suatu masalah.
Ada 4 jenis tokoh yang digambarkan dalam cerpen, antara lain:

 Protagonis: Tokoh yang yang menjadi aktor atau pemeran utama dan


mempunyai sifat yang baik.
 Antagonis: Tokoh ini juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan
daripada tokoh
protagonis. Tokoh antagonis memiliki watak yang negatif seperti: iri,
dengki, sombong, angkuh, congkak dan lain-lain.
 Tritagonis: Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antara
antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat yang arif dan bijaksana.
 Figuran: Tokoh ini merupakan tokoh pendukung yang memberikan
tambahan warna dalam cerita.

Penokohan watak dari 4 tokoh diatas akan disampaikan dengan 2


metode, diantaranya:
Analitik, yaitu sebuah metode penyampaian oleh penulis mengenai sifat
atau watak tokoh dengan cara memaparkan secara langsung. Seperti : keras
kepala, penakut, pemberani, pemalu dan lain sebagainya.

Dramatik, yaitu sebuah metode penyampaian sifat tokoh secara tersirat.


Biasanya disampaikan melalui tingkah laku si tokoh dalam cerita.

3. ALUR (PLOT)
Unsur intrinsik yang ketiga adalah alur. Alur adalah urutan jalan cerita
dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis. Dalam menyampaikan cerita,
ada tahapan-tahapan alur yang disampaikan oleh sang penulis. Diantaranya:

 Tahap perkenalan
 Tahap penanjakan
 Tahap klimaks
 Anti klimaks
 Tahap penyelesaian

Tahap-tahap alur tersebut harus ada di dalam sebuah cerita. Hal ini
bertujuan agar cerita tidak membingungkan orang yang membacanya. Ada 2
macam alur yang kerapkali digunakan oleh para penulis, yakni:

 Alur maju. Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari awal
perkenalan tokoh, situasi lalu menimbulkan konflik hingga puncak konflik
dan terakhir penyelesaian konflik. Intinya adalah, pada alur maju ditemukan
jalan cerita yang runtut sesuai dengan tahapan-tahapannya.
 Alur mundur. Di alur ini, penulis menggambarkan jalan cerita secara tidak
urut. Bisa saja penulis menceritakan konflik terlebih dahulu, setelah itu
menengok kembali peristiwa yang menjadi sebab konflik itu terjadi.
4. SETTING (LATAR)
Setting atau latar mengacu pada waktu, suasana, dan tempat terjadinya
cerita tersebut. Latar akan memberikan persepsi konkret pada sebuah
cerita pendek. Ada 3 jenis latar dalam sebuah cerpen yakni latar tempat,
waktu dan suasana.
5. SUDUT PANDANG
Sudut pandang merupakan strategi yang digunakan oleh pengarang cerpen
untuk menyampaikan ceritanya. Baik itu sebagai orang pertama, kedua,
ketiga. Bahkan acapkali para penulis menggunakan sudut pandang orang
yang berada di luar cerita.
6. GAYABAHASA
Gaya bahasa merupakan ciri khas sang penulis dalam menyampaikan
tulisannya kepada publik. Baik itu penggunaan majasnya, diksi dan
pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya.
7. AMANAT
Amanat (Moral value) adalah pesan moral atau pelajaran yang dapat kita
petik dari cerita pendek tersebut. Di dalam suatu cerpen, moral biasanya
tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat dan akan bergantung
sesuai pemahaman pembaca akan cerita pendek tersebut.
B. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur cerpen yang berada diluar karya
sastra. Akan tetapi, secara tidak langsung unsur ini mempengaruhi proses
pembuatan suatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain:
1. LATARBELAKANG MASYARAKAT
Latar belakang masyarakat merupakan faktor lingkungan masyarakat
sekitar yang mempengaruhi penulis dalam membuat cerpen tersebut. Ada
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis, diantaranya sebagai
berikut:

 Ideologi Negara
 Kondisi Politik
 Kondisi Sosial
 Kondisi Ekonomi
2. LATARBELAKANG PENULIS
Latar belakang penulis adalah sebuah faktor dari dalam diri penulis yang
mendorong penulis dalam membuat cerpen. Latar belakang penulis terdiri
dari beberapa faktor,diantaranya adalah:

 Riwayat Hidup Penulis


 Kondisi Psikologis
 Aliran Sastra Penulis
3. NILAI YANG TERKANDUNG DI DALAM CERPEN
Ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen.
Dan nilai-nilai tersebut diantaranya adalah:

 Nilai Agama
 Nilai Sosial
 Nilai Moral
 Nilai Budaya

Meta Kognitif :Tujuan Cerpen

Tujuan cerpen adalah mengungkapkan perasaan sorang penulis dalam


memberikan penghayalan/ imaji pada sebuah cerita dan menghibur para
pembaca sehingga pembaca dapat memperoleh hiburan sekaligus
nasihat/teguran dari sebuah cerpen.
Menentukan unsur-unsur
pembangun cerita pendek
PETA KONSEP

Menganalisis
Menelaah teks cerita
pendek berdasarkan
struktur dan kaidah
Meneladani Kehidupan dari
Cerita Pendek unsur-unsur
Menentukan topik
tentang kehidupan dalam
cerita pendek
Mengonstruksi sebuah
Menulis cerita pendek
dengan memperhatikan
unsur-unsur pembangun
cerita pendek dengan cerita pendek
KEGIATAN PEMBELAJARAN

a. Petunjuk Umum
Untuk bisa memiliki kompetensi secara tuntas pada materi ini , perhatikanlah
dan ikutilah Petunjuk
 Baca dan pahami materi pada Buku Teks Pelajaran (BTP) Bahasa Indonesia
halaman 118 s.d. 140.
 Kerjakan UKB ini di buku kerja atau langsung mengisikan pada bagian yang
telah disediakan.
 Anda dapat belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan Ayo Berlatih,
apabila Anda yakin sudah paham dan mampu menyelesaikan
permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar teks CERPEN.
 Lakukan kegiatan evaluasi dan refleksi diri untuk menguji kepahaman
Anda tentang materi yang telah Anda pelajari
 Jika Anda telah menuntaskan materi yang ada, bersiap untuk mengikuti tes
formatif agar Anda dapat belajar ke UKB berikutnya.

b. Pendahuluan
Sebelum belajar pada materi ini silahkan Anda membaca teks di bawah ini!

Seperti halnya jenis teks lainnya, cerita pendek dibentuk oleh


sejumlah unsur. Adapun unsur yang berada langsung di dalam
isi teksnya, dinamakan dengan unsur intrinsik, yang meliputi
tema, amanat, alur, penokohan, dan latar.
Untuk membekali kemampuanmu, pada bab ini kamu akan
belajar:
1. menentukan unsur-unsur pembangun cerita pendek;
2. menelaah teks cerita pendek berdasarkan struktur dan
kaidahnya;
3. menentukan topik tentang kehidupan dalam cerita pendek;
4. meenyunting cerita pendek dengan memperhatikan unsur
pembangun dalam cerita pendek.
c. Kegiatan Inti

A.Menganalisis Unsur-unsur Pembangun Cerita Pendek

Menentukan Unsur-Unsur Pembangun Cerita Pendek

Seperti halnya jenis teks lainnya, cerita pendek dibentuk oleh sejumlah
unsur. Adapun unsur yang berada langsung di dalam isi teksnya,
dinamakan dengan unsur intrinsik, yang meliputi tema, amanat, alur,
penokohan, dan latar.

Selain membaca bagian awal UKBM ini, bacalah juga BTP (Buku Teks
Pelajaran) halaman 119 s.d. 121 agar pemahaman tentang
unsur-unsur pembangun cerita pendek bisa lebih jelas.

Tugas 1

1. Unsur apa saja yang dominan pada cuplikan-cuplikan cerita


berikut? Berkelompoklah untuk mendiskusikan unsur-unsur
cerpen.

Cuplikan Cerpen Unsur yang


Dominan
1. Kalau begitu mengapa Syarifudin meninggal
pada hari kedua, setelah dia disunat? Darah tak
banyak keluar dari lukanya. Syarifudin kan juga
penurut. Pendiam. Setengah bulan, hampir, dia
mengurung diri karena kau mengatakan kelakuan
abangnya sehari sebelum disunat itu. Aku tidak
percaya jika hanya oleh melompat-lompat dan
berkejaran setengah malam penuh. Aku tidak
percaya itu. Aku mulai percaya desas-desus itu
bahwa kau orang yang tamak. Orang yang kikir.
Penghisap. Lintah darat. Inilah ganjarannya! Aku
mulai percaya desas-desus itu, tentang
dukun-dukun yang mengilu luka sunatan
anak-anak kita. Aku mulai yakin, mereka menaruh
racun di pisau dukun-dukun itu.
Kalau benar begitu, apalagi yang sekarang mereka
sakitkan hati? Aku telah lama mengubah sikapku.
Tiap ada derma, aku sumbang. Tiap kesusahan, aku
tolong. Tidak seorang dari mereka yang tidak
kuundang dalam pesta tadi malam. Kaulihatkan,
tiga teratak itu penuh mereka banjiri. Aku yakin
mereka telah menerimaku.
2. “Terus solusinya bagimana?”
”Kita berempat sudah berunding. Karena Maya takut
gelap, dia harus selalu tidur lebih dulu dari kami
tidur minimal setengah jam sesudahnya supaya
ketika kami mematikan lampu, dia udah tidur. Kalau
dia terlambat berarti risiko dia. Tapi karena kami
baik, he ... he...” Siwi tertawa sejenak. ”Jika ternyata
kami sudah tidur dan dia belum dia boleh
menyalakan lampu minyak. Nah ... biar yang lain
tidak terganggu sinarnya lampu minyak itu, dia
pindah ke tempat tidur yang paling ujung.
Bergantian dengan Dinda. Begitu, Bu.”

2. Kerjakanlah latihan berikut sesuai dengan instruksinya!


a. Perhatikanlah kutipan-kutipan di bawah ini!
b. Bagaimana watak dari tokoh yang ada pada cuplikan-cuplikan tersebut?
c. Dalam diskusi kelompok, jelaskan cara pengarang di dalam
menggambarkan watak dari tokoh-tokoh tersebut!

Cuplikan Cerpen Nama Watak Cara


Tokoh Penggambaran
1. Aku tahu emak tentu tidak
akan datang. Tidak mau,
katanya tidak pantas. “Sekolah
itu kan tempat priayi lho, Gus.
Emakmu ini apakah, ndak ilok
kalau berada di tempat itu.”
“Oalah, Mak, Mak! Priayi itu
zaman dulu, sekarang ini orang
sama saja, yang membedakan
itu kan isinya,” aku menekankan
telunjuk ke keningku.
“Itulah Gus yang Emak
maksudkan priayi. Emak tidak
mau ke tempat yang angker itu.
Nanti Emakmu ini hanya akan
jadi tontonan saja, karena
plonga-plongo kayak kerbau.
Kasihan kamu, Gus.”
2. “Kau punya anak, punya istri.
Dari itu kau punya pegangan
hidup, punya tujuan minimal.
Tapi yang terpenting kau punya
tangan. Hingga kau dapat
mencapai apa saja yang kau
maui. Sebagai suami, sebagai
ayah, sebagai lelaki, sebagai
manusia juga, seperti yang kita
omongkan dulu, kau dapat
mencapai sesuatu yang
kauinginkan. Alangkah indahnya
hidup ini, kalau kita mampu
berbuat apa yang kita inginkan.
Tapi kini aku tentu saja tak
dapat berbuat apa yang
kuinginkan. Masa mudaku habis
sudah ditelan kebuntungan ini.”

d. Presentasikan pendapat kelompokmu itu di depan kelompok lain!


Mintalah mereka untuk menilai presentasi kelompokmu itu dengan
menggunakan rubrik berikut!

Aspek Bobot Skor


a. Kelengkapan isi presentasi 40
b. Ketepatan penjelasan 40
c. Kelancaran dalam penyampaian 20
Jumlah 100

3. a. Bagaimana keberadaan latar yang ada pada cuplikan-cuplikan


berikut? Diskusikanlah secara berkelompok!

Cuplikan Cerpen Jenis Latar


Waktu Tempat Suasana
1. Kalau Bapak mengizinkan, saya
ingin meminjam kendaraan untuk
membawanya ke rumah sakit. “Maaf,
Pak, pada malam hari kendaraan
umum sangat jarang ada”. “Boleh, Pak
Asmar. Bawalah anak itu cepat-cepat
ke dokter! Ini kunci mobil dan sedikit
uang untuk berobat!”
2. Terdengar bunyi langkah di beranda
muka, kemudian suara mengucapkan,
“Selamat Malam.” Kus terkejut, sebab
suara itu dikenalnya, dr. Hamzah,
selalu saja ia memburu aku. Apa pula
teorinya sekali ini. Didengarnya
dr.Hamzah dengan orang tuanya
bercakap-cakap dan sekali-sekali
kedengaran namanya disebut
meskipun kurang jelas benar
percakapan itu ke kamarnya. Akhirnya
Kus hendak serta duduk di sana.
Jangan-jangan yang tidak-tidak nanti
dibicarakannya tentang aku.

b. Presentasikan pendapat kelompokmu itu di depan kelompok lain!


c. Mintalah penilaian mereka atas presentasi kelompok kamu itu.
d. Gunakanlah rubrik penilaian seperti di bawah ini!
Aspek Bobot Skor
a. Kelengkapan isi presentasi 40
b. Ketepatan penjelasan 40
c. Kelancaran dalam penyampaian 20
Jumlah 100
4. a. Bagaimana keberadaan unsur-unsur intrinsik dari cerpen
”Sungai”?Paparkanlah dengan berdiskusi kelompok!
Unsur-Unsur Cerita Paparan

a. Tema

b. Amanat

c. Penokohan

d. Latar

e. Alur
f. Latar belakang
budaya, ekonomi,
religi, politik

b. Presentasikanlah pendapat kelompokmu di depan kelompok lainnya.


Mintalah penilaian mereka atas presentasi tersebut berdasarkan
kelengkapan dan ketepatan penjelasan kelompokmu itu!
Aspek Bobot Skor
a. Kelengkapan isi presentasi 40
b. Ketepatan penjelasan 40
c. Kelancaran dalam penyampaian 20
Jumlah 100

Kerjakan di buku kerja Anda!


Menelaah Teks Cerita Pendek Berdasarkan Struktur dan Kaidah

Stuktur cerpen merupakan rangkaian cerita yang membentuk cerpen


itu sendiri. Dengan demikian, struktur cerpen tidak lain berupa unsur
yang berupa alur, yakni berupa jalinan cerita yang terbentuk oleh
hubungan sebab akibat ataupun secara kronologis. Secara umum jalan
cerita terbagi ke dalam bagian-bagian berikut.
1. Pengenalan situasi cerita (exposition, orientation)
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh,
menata adegan dan hubungan antartokoh.

2. Pengungkapan peristiwa (complication)


Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan
berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran
bagi para tokohnya.

3. Menuju pada adanya konflik (rising action)


Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan,
ataupun keterlibatan berbagi situasi yang menyebabkan
bertambahnya kesukaran tokoh.

4. Puncak konflik (turning point)


Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita
yang paling besar dan mendebarkan. Pada bagian pula,
ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya,
apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya atau
gagal.

5. Penyelesaian (ending atau coda)


Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang
sikap ataupun nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah
mengalami peristiwa puncak itu. Namun ada pula, cerpen yang
penyelesaian akhir ceritanya itu diserahkan kepada imaji
pembaca. Jadi, akhir ceritanya itu dibiarkan menggantung, tanpa
ada penyelesaian.
Struktur teks cerpen dapat digambarkan sebagai berikut.

Bagan 4.1 Struktur teks cerpen

Cerpen tergolong ke dalam jenis teks fiksi naratif. Dengan


demikian, terdapat pihak yang berperan sebagai tukang cerita
(pengarang).
Terdapat beberapa kemungkinan posisi pengarang di dalam
menyampaikan ceritanya, yakni sebagai berikut.

1. Berperan langsung sebagai orang pertama, sebagai tokoh yang


terlibat dalam cerita yang bersangkutan. Dalam hal ini pengarang
menggunakan kata orang pertama dalam menyampaikan ceritanya,
misalnya aku, saya, kami.

2. Berperan sebagai orang ketiga, berperan sebagai pengamat. Ia tidak


terlibat di dalam cerita. Pengarang menggunakan kata dia untuk
tokoh- tokohnya.

Cerpen juga memiliki ciri-ciri kebahasaan seperti berikut.


1. Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau, yang ditandai oleh
fungsi-fungsi keterangan yang bermakna kelampauan, seperti ketika
itu, beberapa tahun yang lalu, telah terjadi.
2. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu
(konjungsi kronologis). Contoh: sejak saat itu, setelah itu,
mula-mula, kemudian.
3. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu
peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, membersihkan, menawari,
melompat, menghindar.
4. Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tak
langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh
pengarang. Contoh: mengatakan bahwa, menceritakan tentang,
mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan.
5. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang
dipikirkanataudirasakanolehtokoh. Contoh: merasakan,
menginginkan, mengarapkan, mendambakan, mengalami.
6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik
ganda (“….”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.
Contoh:
a. Alam berkata, “Jangan diam saja, segera temui orang itu!”
b. “Di mana keberadaan temanmu sekarang?” tanya Ani pada
temannya.
c. “Tidak. Sekali saya bilang, tidak!” teriak Lani.
7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk meng-
gambarkan tokoh, tempat, atau suasana.
Contoh:
Segala sesuatu tampak berada dalam kendali sekarang: Bahkan,
kamarnya sekarang sangat rapi dan bersih. Segalanya tampak tepat
berada di tempatnya sekarang, teratur rapi dan tertata dengan baik. Ia
adalah juru masak terbaik yang pernah dilihatnya, ahli dalam membuat
ragam makanan Timur dan Barat ‘yang sangat sedap’. Ayahnya telah
menjadi pencandu beratnya.

Tugas 2
1. Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Pertanyaan Uraian Jawaban


1. Yang dikenalkan pada
bagian awal cerpen
adalah?

2. Pengungkapan peristiwa
di dalam cerpen biasanya
berupa apa?
3. Puncak konflik dalam
suatu cerpen ditandai
oleh ... .
4. Apakah setiap cerpen
selalu mengandung koda?
5. Fungsi koda dalam cerpen
adalah ... .

2. Kerjakan latihan berikut sesuai dengan instruksinya!


Bacalah kembali cerpen “ Robohnya Surau Kami” di buku BTP (Buku
a.
Teks Pelajaran) halaman 103 s.d. 106

b. Bersama 4 – 6 teman, diskusikanlah struktur cerpen tersebut!


c. Tuangkan dalam format berikut ini!

Struktur Cerpen Kutipan Penjelasan


1. Pengenalan
cerita
2. Pengungkapan
peristiwa
3. Menuju konflik
4. Puncak konflik
5. Penyelesaian
Simpuan

d. Presentasikanlah laporan hasil diskusi kelompokmu itu dan mintalah


teman-teman dari kelompok lain untuk memberikan tanggapan-
tanggapan.

3. Kerjakanlah tugas berikut!


Bacalah kembali cerpen “ Matahari Tak Terbit Pagi Ini” di buku BTP
(Buku Teks Pelajaran) halaman 129 s.d. 133

a. Bersama 2 – 4 teman, diskusikanlah kaidah kebahasaan yang


menandai cerpen tersebut!

Format Analisis Kaidah Kebahasaan


Kaidah Kebahasaan Kutipan dalam Cerita
a. Kata ganti orang
pertama/ ketiga
b. Kalimat bermakna lampau
c. Konjungsi kronologis
d. Kata kerja yang
menggambarkan
peristiwa
e. Kata kerja yang
menunjukkan kalimat
tak langsung

f. Menggunakan kata
kerja yang menyatakan
pikiran/ perasaan
g. Menggunakan dialog
h. Ciri kebahasaan lainnya
Simpulan
1. Apakah semua kaidah tampak pada cerpen tersebut?
2. Adakah ciri kebahasaan yang lainyang dominan dalam cerpen
tersebut?
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………

b. Lakukan silang baca dengan kelompok lain untuk saling memberi


komentar berdasarkan kelengkapan bagian-bagian jawaban dan
ketepatan isinya.
Aspek Bobot Skor Koterangan
a. Kelengkapan
bagian-bagian jawaban 50
b. Ketepatan isi jawaban 50
Jumlah 100

Selamat Anda bisa melanjutkan ke materi berikutnya. Tetap


dalam semangat, ya ..
B. Mengonstruksi Sebuah Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur
Pembangun

Menentukan Topik tentang Kehidupan dalam Cerita Pendek

Topik cerpen dapat diambil dari kehidupan diri sendiri ataupun


pengalaman orang lain. Tugas seorang penulis cerpen adalah
memperlakukan pengalaman itu sesuai dengan emosi dan nuraninya
sendiri. Unsur emosi memang penting dalam menulis cerpen. Kata-kata
yang tidak mampu membangkitkan suasana ”emosi”, sering membuat
karangan itu terasa hambar dan tidak menarik. Namun demikian, kata-
kata tersebut tidak harus dibuat-buat. Kata-kata atau ungkapan yang
kita pilih adalah kata-kata yang mempribadi. Kata-kata itu dibiarkan
mengalir apa adanya. Dengan cara demikian, akan terciptalah sebuah
karya yang segar, menarik, dan alamiah.
Memilih kata-kata memerlukan kemampuan yang apik dan kreatif.
Pemilihan kata-kata yang biasa-biasa saja, tanpa ada sentuhan emosi,
tidak akan begitu menarik bagi pembaca. Jika penulis melukiskan
keadaan kota Jakarta, misalnya, tentang gedung-gedung yang tinggi,
kesemerawutan lalu lintas, dan keramaian kotanya, berarti dalam
karangan itu tidak ada yang baru. Akan tetapi, ketika seorang penulis
melukiskan keadaan kota Jakarta dengan mengaitkannya dengan
suasana hati tokoh ceritanya, maka penggambaran itu menjadi begitu
menarik.
Perhatikan contoh berikut!

Perhatikan pula cuplikan berikut!

Lelaki berkacamata itu membuka kancing baju kemejanya bagian atas. Ia


kelihatan gelisah, berkeringat, meski ia sedang berada di dalam ruangan yang
berpendingin. Akan tetapi, ketika seorang perempuan cantik muncul dari balik
koridor menuju tempat lelaki berkacamata itu menunggu, wajahnya berubah
menjadi berseri-seri. Seakan lelaki itu begitu pandai menyimpan
kegelisahannya.
“Sudah lama?” tanya perempuan cantik itu sambil melempar senyum. “Baru
Gerak-gerik tokoh, identitasnya (berkacamata), serta situasi kejiwaannya jelas
tergambar dalam cuplikan di atas. Karakter tokoh benar- benar hidup sesuai
dengan kondisi dan keadaan cerita yang dialaminya. Penulis mewakilkan
situasi kejiwaan tokoh yang gelisah melalui kata-kata membuka kancing baju
kemejanya, berkeringat, berubah menjadi berseri- seri.

Tugas

1. Buatlah sebuah cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup yang kamu


alami sendiri ataupun pengalaman orang lain.
2. Tentukanlah topiknya yang menarik dan dianggap khas atau langka.
3. Catatlah kata-kata kunci yang berkaitan dengan topik; lalu susunlah
menjadi kerangka cerpen secara kronologis.
4. Kembangkanlah kerangka itu menjadi cerpen yang utuh dengan
menggunakan kekuatan emosi.
5. Lakukanlah silang baca dengan teman sebangku untuk saling memberikan
koreksi berkaitan dengan pilihan kata, ejaan, dan tanda bacanya.

KERJAKAN DI BUKU TUGA

1. Topik Cerpen :
.........................................................................................................
2. Kerangka Cerpen : .............................
.............................
.............................
.............................
3. Pengembangan Kerangka Cerpen :
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
Menyunting Teks Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
..........................................................................................
Menulis karangan, baik itu berupa cerita ataupun jenis karangan
yang lain jarang yang bisa sekali jadi. Akan ada saja kesalahan atau
kekeliruan yang harus diperbaiki. Mungkin hal itu berkaitan dengan isi
tulisan, sistematikanya, keefektifan kalimat, kebakuan kata, ataupun
ejaan/tanda bacanya. Oleh karena itu, peninjauan ulang atau langkah
penyuntingan atas karangan yang telah kita buat, merupakan sesuatu
yang penting dilakukan.
Berikut beberapa persoalan yang perlu diperhatikan berkenaan dengan
penyempurnaan karangan.

1. Apakah ide yang dikemukakan dalam karangan itu sudah tepat atau
tidak, dan sudah padu atau belum?
2. Apakah sistematika penulisannya sudah benar atau perlu perbaikan?
Uraian yang bolak-balik dan banyaknya pengulangan tentu akan
menjadikan karangan itu tidak menarik.
3. Apakah karangan itu bertele-tele atau terlalu sederhana? Karangan yang
bertele-tele, haruslah disederhanakan. Namun, sebaliknya apabila
karangan itu terlalu sederhana, perlulah dikembangkan lagi.
4. Apakah penggunaan bahasanya cukup baik atau tidak? Perhatikan
keefektifan kalimat dan kejelasan makna kata-katanya!

Buku ejaan, tata bahasa, dan kamus, perlu dijadikan pendamping.


Buku- buku tersebut dapat dijadikan rujukan, terutama ketika ingin
memastikan kebenaran atau ketepatan penggunaan bahasa.

Tugas

Berlatih menyunting penggalan cerita pendek.

1. Dengan berdiskusi, perbaikilah beberapa kesalahan yang ada di


dalam cerpen tersebut

Yang harus diperbaiki Kata yang dimaksud Perbaikan


1. Kata yang harus
dicetak miring
2. Kesalahan
penggunaan tanda baca
3. Kalimat tidak efektif
karena tidak berobjek
4. Tanda koma yang
harus dibubuhkan
setelah tanda seru
5. Penulisan nama yang
salah ejaannya

2. Tulislah cerita pendek dengan mengembangkan tema yang menurut Anda


menarik! Pilihlah tema yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari!
a. Lakukan silang baca untuk saling mengoreksi pengembangan cerita yang
telah kamu buat pada bab sebelumnya.
b. Mintalah temanmu untuk memperbaiki karanganmu itu, berdasarkan
unsur-unsur pembangun.
c. Gunakanlah model rubrik berikut untuk kegiatan tersebut. Kamu dapat
mengerjakannya pada buku kerjamu.

Unsur-Unsur
Bentuk Kesalahan Saran Perbaikan
Pembangu
n

1. Apakah yang dimaksud dengan cerpen?


Jawaban:
……………………………………………………………………………………………………
2. Sebutkan unsur-unsur dalam cerpen!
Jawaban:
……………………………………………………………………………………………………

Bacalah kutipan teks berikut untuk menjawab  nomor 77-80!

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai
pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa
saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah
masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan”
“Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena
kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian
terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup,
sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.

1. Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …


a. sabar dan penyayang
b. angkuh dan disiplin
c. tegas dan pemberani
d. penuh perhatiaan dan tegas
e. angkuh dan pemberani

2. Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen tersebut memiliki sifat ….
a. pendendam
b. keras kepala dan mudah marah
c. tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi
d. ingin menang sendiri
e. pemurah

3. Gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen tersebut adalah …


a. kuat menerima cobaan
b. mudah putus asa
c. lemah dan penuh penderitaan
d. trauma dalam menjalani kehidupan
e. sedih dan terharu
4. Kedudukan tokoh pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di atas adalah ….
a. tokoh antagonis, tokoh penengah
b. tokoh protagonis, tokoh penengah
c. tokoh antagonis, tokoh protagonis
d. tokoh protagonis, tokoh protagonis
e. tokoh antagonis, tokoh antagonis

a. Penutup
a. Evaluasi
Kerjakanlah soal-soal berikut ini!

1. Nilai yang terkandung dalam cerpen yang berisi masalah adat istiadat, kebiasaan, dan
bahasa dalam kehidupan sosial disebut nilai ….
a. sosial
b. budaya
c. agama
d. pendidikan
e. moral

2. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!


Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku
ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang
konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus
Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang
bukan penghakiman.

Tema dalam cerpen tersebut adalah ….


a. kehidupan seorang guru BK di sekolah
b. kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
c. keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
d. seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
e. memerlukan penanganan khusus

3. Berdasarkan kutipan tersebut, tema cerpen termasuk masalah adalah ….


a. kemanusiaan
b. masalah pendidikan
c. kehidupan sosial
d. permasalahan ekonomi
e. kemiskinan

4. Cara pengarang penyampaian tema cerpen adalah ….


a. melalui kisah hidup tokoh
b. narasi langsung oleh pengarang
c. melalui dialog
d. pendapat tokoh dalam cerita
e. melalui prolog

5. Pada tahapan yang penulis mulai memperkenalkan masalah yang akan dihadapi oleh
tokoh utamanya disebut alur dalam tahapan ….
a. perkenalan
b. pemunculan masalah
c. menuju konflik
d. ketegangan
e. penyelesaian

a. Refleksi Diri
Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi
No Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah Anda telah memahami cara menganalisis
unsur-unsur pembangun cerita pendek?
2. Apakah Anda sudah mengetahui cara menelaah
teks cerita pendek berdasarkan struktur dan
kaidahnya?
3. Apakah Anda sudah memahami cara
menentukan topik tentang kehidupan dalam
cerita pendek?
4. Apakah Anda sudah memahami cara menulis
cerita pendek dengan memperhatikan
unsur-unsur pembangunnya?

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah
kembali materi tersebut dalam Buku Teks Pelajaran (BTP) dan pelajari ulang
kegiatan belajar teks CERPEN yang sekiranya perlu Anda ulang dengan
bimbingan Guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk mengulang lagi!
Dan apabila Anda menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka lanjutkan
dengan kegiatan berikutnya.

b. Penghargaan
Setelah kalian mempelajari rangkaian Kegiatan Belajar UKBM Teks Prosedur,
kalian sangat luar biasa dalam proses pembelajaran, dan memiliki kreativitas
yang tinggi dalam mengkonstruksi teks prosedur.

c. Check List
Apabila kalian sudah melakukan seluruh proses kegiatan pembelajaran, cek
kemampuan penguasaan materi dan proses pembelajaran kalian pada guru.
No Materi Ya Tidak
1. menganalisis unsur-unsur pembangun cerita
pendek?
2. menelaah teks cerita pendek berdasarkan
struktur dan kaidahnya?
3. menentukan topik tentang kehidupan dalam
cerita pendek?
4. menulis cerita pendek dengan memperhatikan
unsur-unsur pembangunnya?

Ini adalah bagian akhir dari rangkaian UKB materi TEKS CERPEN, mintalah tes formatif
kepada guru Anda sebelum belajar ke UKB berikutnya. Semoga sukses!!!

DAFTARPUSTAKA

Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi  Tahun 2017.


Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi  Tahun 2017. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indoneisa


SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya