Anda di halaman 1dari 16

KARYA TULIS ILMIAH

PERBEDAAN NATA DE COCO YANG BAIK


DIKONSUMSI DENGAN YANG TIDAK BAIK
DIKONSUMSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia

Disusun Oleh:
Robi Maulana
XI MIPA 4

SMA NEGERI 1 KARAWANG


KECAMATAN KARAWANG BARAT
Jl. Ahmad Yani No. 22  (0267) 402335 Fax : (0267) 417539
KARAWANG 41312
e-mail : smansa_karawang@yahoo.com website : www.sman1-krw.sch
LEMBAR PENGESAHAN

Perbedaan Nata De Coco yang Baik

Dikonsumsi Dengan yang Tidak

Baik Dikonsumsi

Karawang, 28 Februari 2018

Disetujui Oleh, Diajukan Oleh,

Nur Suryanah, s.Pd Robi Maulana


NIP 19781020 200902 2 002 NIS 161710164

i
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Swt. yang maha pengasih lagi maha
penyayang, mari panjatkan puji dan syukur atas kehadiratnya, sehingga bisa
menyelesaikan karya tulis ilmiah dengan baik dan dengan penelitian sederhana
yang dijalankan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
Penelitian merupakan kegiatan yang memiliki makna dan manfaat yang
baik untuk mengetahui sesuatu hal agar bisa disampaikan kepada banyak orang
dan dijadikan bahan ilmu pengetahuan. Jika belum dilakukan penelitian, bisa saja
hal yang tidak diketahui oleh seseorang tidak bisa terjawab atau diketahui oleh
banyak orang.
Penelitian nata de coco yang baik dikonsumsi dengan nata de coco yang
tidak baik dikonsumsi dapat membantu masyarakat agar lebih selektif dalam
memilih nata de coco yang baik dikonsumsi dengan yang tidak. Dengan demikian,
masyarakat bisa lebih berhati-hati untuk memilih makanan yang sehat untuk
dikonsumsi.
Karya tulis ilmah ini telah disusun dengan terperinci dan data yang
spesifik dengan bantuan guru bahasa Indonesia sehingga bisa memperlancar
pembuatan Karya tulis ilmiah ini. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam proses pembuatan karya tulis ilmiah dengan penelitian
yang sederhana, namun data yang diperoleh dapat bermanfaat bagi banyak orang.
Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar penulis dapat memperbaiki karya tulis ilmiah ini.

Karawang, 28 Februari 2018

Penulis

ii
Daftar Isi

Halaman judul

Lembar Pengesahan .............................................................................................. i

Kata Pengantar ................................................................................................... ii

Daftar Isi............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1

B. Perumusan Masalah ..................................................................... 1

Tujuan Penelitian ..................................................................................... 2

C. Manfaat Penelitian ........................................................................ 2

D. Sistematika Penelitian ................................................................... 2

BAB II LANDASAN TEORI

A. Hakikat Nata De Coco yang Baik Dikonsumsi ............................. 4

B. Hakikat Nata De Coco yang Tidak Baik Dikonsumsi .................... 4

C. Definisi Operasional .................................................................... 5

BAB III METODELOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian ........................................................................ 6

B. Sampel dan Populasi Penelitian .................................................... 6

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB V PENUTUP

A. Simpulan ...................................................................................... 9

B. Saran ........................................................................................ 10

Daftar Pustaka ................................................................................................... 11

Lampiran ........................................................................................................... 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nata de coco merupakan salah satu jenis makanan yang banyak digemari
orang. Hampir semua kalangan menyukai nata de coco, mulai dari kalangan
anak-anak sampai kalangan orang dewasa. Nata de coco ini dibuat dari
fermentasi air kelapa. Bibit nata berasal dari bakteri Acetobacter xylinum.
Biasanya nata de coco banyak dicari saat bulan Ramadhan tiba. Nata de coco
biasanya dihidangkan sebagai menu berbuka puasa karena mengandung serat
dan bisa menyegarkan tubuh penikmat nata de coco tersebut. Selain rasanya
yang enak dan teksturnya yang kenyal, nata de coco juga menyimpan banyak
manfaat yang sangat baik bagi tubuh, karena berasal dari air kelapa. Namun
karena mahalnya harga kelapa, banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab
yang tidak ragu menggunakan bahan kimia sebagai campuran air kelapa agar
nata de coco yang dihasilkan lebih banyak dan lebih tahan lama.
Oleh karena itu, penulis ingin melakukan analisis tentang perbedaan nata
de coco yang baik dikonsumsi dengan nata de coco yang tidak baik dikonsumsi
untuk mencegah dampak dari bahaya mengonsumsi nata de coco yang
bercampur dengan bahan kimia berbahaya.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang akan dijadikan fokus
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah ciri nata de coco yang mengandung bahan kimia ?
2. Bagaimana dampak yang terjadi bila nata de coco yang bercampur bahan
kimia dikonsumsi oleh manusia ?
3. Bagaimana ciri nata de coco yang baik untuk dikonsumsi ?

1
2

C. Tujuan Penelitian
Untuk memperjelas arah penelitian ini, dirumuskan tujuan penelitian
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui ciri nata de coco yang mengandung bahan kimia.
2. Untuk mengetahui dampak yang terjadi bila nata de coco yang bercampur
bahan kimia dikonsumsi oleh manusia.
3. Untuk mengetahui ciri nata de coco yang baik untuk dikonsumsi tubuh
manusia.

D. Kontribusi Penilitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat yang ingin mengkonsumsi nata de coco, agar lebih cermat dalam
memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi dengan makanan yang tidak
baik untuk dikonsumsi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat mengurangi
angka keracunan makanan yang ada di Indonesia.

E. Sistematika Penelitian
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Sistematika Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
A. Hakikat Tahu kuning
3

B. Hakikat Pewarna Sintesis


BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
B. Sampel dan Populasi
BAB IV Hasil Penelitian
BAB V Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Lampiran
Daftar Pustaka
3

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Hakikat Nata De Coco yang Baik Dikonsumsi


Nata de coco merupakan makanan pencuci mulut. Nata de coco banyak
mengandung serat dan mengandung selulosa kadar tinggi yang bermanfaat bagi
kesehatan dalam membantu proses pencernaan.
Ciri nata de coco yang baik dikonsumsi diantaranya yaitu :
1. Nata de coco yang baik untuk dikonsumsi memiliki ciri fisik berwarna
kuning kecokelatan, karena efek dari fermentasi dari bakteri Acetobacter
xylinum.1
2. Nata de coco yang baik dikonsumsi memiliki tekstur yang kenyal, dan
apabila ditekan, teksturnya tidak akan kembali seperti semula.2

B. Hakikat Nata De Coco yang Tidak Baik Dikonsumsi


Boraks atau pijer digunakan sebagai pengawet nata de coco agar dapat
bertahan hingga 2-3 bulan. Pasalnya, sari kelapa tanpa bahan pengawet
menjadi basi dalam waktu seminggu saja. Tak cuma pengawet non pangan
yang digunakan dalam pembuatan sari kelapa, tanpa pewarna, sari kelapa
berwarna kuning kecokelatan. Agar terlihat menarik, produsen menggunakan
hidrogen peroksida (H2O2) sehingga warnanya putih seperti daging kelapa.

Hidrogen peroksida adalah cairan bening yang agak lebih kental daripada
air. Cairan ini digunakan sebagai pemutih, disinfektan, dan bahan bakar roket.
Penggunaannya dalam kosmetik dan makanan tidak dibenarkan karena
merupakan oksidator kuat serta bersifat korosif (mengikis). Zat ini dapat
menggerogoti sistem kerja pencernaan.
1
https://www.google.com/search?q=nata%20de%20coco%20yang%20baik&ie=utf-8&oe=utf-
8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&source=hp&channel=np

2
le.com/search?q=ciri+nata+yang+baik&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-
US:official&client=firefox-a

4
5

Gejala seperti pusing, muntah, dan diare dapat terlihat jika mengonsumsi
sari kelapa yang mengandung boraks dan hidrogen peroksida. Jika dikonsumsi
dalam jangka panjang, sari kelapa berbahaya ini dapat bersifat karsinogenik
(memicu kanker) dan mutagenik (merusak DNA).

Ciri nata de coco yang tidak baik dikonsumsi diantaranya yaitu :

1. Apabila berwarna putih cerah, bisa jadi itu sari kelapa berpemutih.
2. Apabila ditekan dan teksturnya melawan seperti sandal jepit, bisa jadi sari
kelapa tersebut mengandung bahan kimia berbahaya.3

C. Definisi Operasional
Nata de coco adalah salah satu jenis makanan yang cukup banyak disukai
orang. Biasanya nata de coco mulai banyak dicari saat akan tiba bulan suci
Ramadhan, karena biasa dihidangkan sebagai santapan berbuka puasa. Namun,
ada beberapa nata de coco yang tidak baik dikonsumsi, karena mengandung
campuran bahan kimia yang berbahaya. Dan dampak terburuk dari
mengonsumsi nata de coco yang bercampur bahan kimia berbahaya seperti
ammonium sulfat adalah dapat memicu kanker, merusak DNA, sampai
menyebabkan kematian.

3
https://www.google.com/search?q=nata+yang+buruk+dikonsumsi&ie=utf-8&oe=utf-
8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

6
5

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, hanya diperlukan ketajaman insting dalam
menentukan ciri-ciri nata de coco yang baik dikonsumsi dengan yang tidak
baik untuk dikonsumsi. Perbedaan nata de coco yang baik dikonsumsi
dengan yang tidak baik dikonsumsi dapat dibedakan melalui ciri fisiknya
saja. Namun, apabila ingin mendapat data lebih rinci mengenai kandungan
apa saja yang terdapat dalam nata de coco, bisa menggunakan alat-alat
laboratorium. Beberapa ciri fisik nata de coco yang baik dikonsumsi
dengan yang tidak baik dikonsumsi adalah sebagai berikut
1. Nata de coco yang baik untuk dikonsumsi memiliki ciri fisik
berwarna kuning kecokelatan, karena efek dari fermentasi dari
bakteri Acetobacter xylinum. Apabila berwarna putih cerah, bisa
jadi itu sari kelapa berpemutih.
2. Nata de coco yang baik dikonsumsi memiliki tekstur yang kenyal,
dan apabila ditekan, teksturnya tidak akan kembali seperti semula.
Apabila ditekan dan teksturnya melawan seperti sandal jepit, bisa
jadi sari kelapa tersebut mengandung bahan kimia berbahaya.

B. Sampel dan Populasi Penelitian


Adapun sampel pertama yang digunakan adalah nata de coco yang baik
untuk dikonsumsi dan populasi dari penelitian ini adalah makanan pencuci
mulut.
Adapun sampel kedua yang digunakan adalah nata de coco yang tidak
baik dikonsumsi dan populasi dari penelitian ini adalah makanan pencuci
mulut.

6
5

BAB IV
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, diperoleh data dan
tabel sebagai berikut :

A. Nata de coco yang baik dikonsumsi

No Waktu Jenis Nata De Coco yang Alasan


Pelaksanaan Baik Dikonsumsi

1 28 februari Saat ditekan, tekstur


2018 tidak kembali seperti
semula, warna nata de
coco tidak terlalu putih,
dan sudah mendapat
legalitas dari BPOM.

2 28 februari Harganya tidak


2018 menunjukkan kecurigaan
karena sedikit mahal.
Merk sudah terkenal, dan
saat dilakukan penelitian
teksturnya pun baik.

3 28 februari Merk sudah cukup


2018 terkenal, warna dari nata
de coco pun agak sedikit
kuning dan tidak
menimbulkan kecurigaan
berbahan pemutih.

7
8

B. Nata de coco yang tidak baik dikonsumsi

No Waktu Jenis nata de coco yang Alasan


Pelaksanaan tidak baik dikonsumsi

1 28 februari 2018 Warnanya sangat


mencolok dan dicurigai
mengandung bahan
pemutih. Pada saat
dimakan pun teksturnya
berbeda dari nata de coco
yang tidak mengandung
bahan kimia, karena sulit
lumat saat dikunyah dan
seperti meninggalkan sisa.

2 28 februari 2018 Tidak terdapat label halal,


di dapat dari warung di
pinggir jalan, dan saat
ditekan pun teksturnya
tidak kenyal dan mudah
hancur. Saat dicoba, rasa
manis pada airnya sangat
kuat sehingga dicurigai
mengandung pengawet
dan gula biang yang dapat
menyebabkan batuk.

3 28 februari 2018 Di dapat di salah satu


lapak nata de coco yang
ada di pasar tradisional
karawang. Saat dibakar
nata de coco tersebut
seperti meleleh dan
menimbulkan kecurigaaan
sehingga tidak
dikonsumsi.

7
8

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan

Mengkonsumsi nata de coco sebenarnya memberikan banyak manfaat


yang sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia karena dapat
memperlancar kerja organ pencernaan. Namun dianjurkan untuk selektif
dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi tubuh kita. Apakah
makanan tersebut baik untuk dikonsumsi atau malah sebaliknya. Niat hati
ingin membuat badan menjadi sehat, namun yang terjadi malah
sebaliknya.

Kandungan bahan kimia yang terdapat pada nata de coco dapat


memberikan efek yang sangat tidak baik bagi tubuh. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa apabila nata de coco memiliki warna yang mencolok
dan berwarna putih mengkilat maka patut dicurigai bahwa nata de coco
tersebut mengandung pemutih. Dampak terburuk dari mengkonsumsi nata
de coco yang mengandung pemutih adalah, dapat menyebabkan kanker,
karena pemutih bersifat karsinogen.

Tak hanya pemutih yang dipakai para oknum tidak bertanggung jawab
sebagai campuran nata de coco, biasanya mereka menggunakan boraks
untuk mengawetkan nata de coco. Karena boraks dapat menyebabkan nata
de coco bertahan hingga 2-3 bulan lamanya.

Hal tersebut sangat menguntungkan para oknum tak bertanggung


jawab untuk merauk keuntungan lebih dari hasil penjualannya. Oleh
karena itu berhati-hatilah saat sedang memilih nata de coco untuk
dikonsumsi.

9
10

B. Saran
Dalam karya tulis ilmiah ini seharusnya dilakukan penelitian lebih
rinci agar diperoleh hasil yang lebih akurat, sehingga kita bisa mengetahui
kandungan apa saja yang terkandung di dalam nata de coco. Namun
karena keterbatasannya pengetahuan dari penulis, maka penelitian hanya
mengandalkan alat-alat yang sangat sederhana. Beberapa kelemahan dari
karya tulis ilmiah ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Minimnya alat dan bahan yang digunakan untuk menunjang
penelitian.
2. Mahalnya jenis-jenis nata de coco yang ada di pasaran.
3. Minimnya pengetahuan untuk melakukan penelitian tentang
perbedaan nata de coco yang baik dikonsumsi dengan nata de coco
yang tidak baik dikonsumsi.

Oleh karena itu, para pembaca dimohon mengkaji serta membaca


bahasan lain mengenai penelitian ini.

9
10

DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/search?q=nata%20de%20coco%20yang%20baik&ie=ut
f-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-
a&source=hp&channel=np

le.com/search?q=ciri+nata+yang+baik&ie=utf-8&oe=utf-
8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

https://www.google.com/search?q=nata+yang+buruk+dikonsumsi&ie=utf-
8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

11
10

LAMPIRAN

Adapun alat dan bahan sebagai penunjang penelitian ini adalah


sebagai berikut:

1. Gelas plastik

2. Nata de coco

3. Sendok

12