Anda di halaman 1dari 14

PERCOBAAN 6

KINETIKA REAKSI

I. TUJUAN
a. Menentukan orde reaksi dan tetapan kecepatan reaksi dari larutan
Na2s2o3 dan hcl dengan konsentrasi 0,1;0.01 dan 0,5 N
b. Menentukan factor yang mempengaruhi kecepatan reaksi dari
larutan na2s2o3 dan HCL dengan lonsentrasi 0,1 ; 0,01 dan 0,5 N

11. DASAR TEORI


Pada percobaan ini, kita akan melakukan percobaan yaitu menentukan
pengaruh faktor konsentrasi dan suhu terhadap kecepatan reaksi.informasi
kinetika di gunakan untuk meramalkan secara rinci mekanisme suatu reaksi
yaitu langkah-langkah yang di tempuh pereaksi untuk menentukan hasil reaksi
tertentu sesuai yang di inginkan. Di samping itu kinetika juga memberikan
informasi untuk mengendalikan laju reaksi. Informasi semacam itu sangat
berguna bagi para ahli sintetis senyawa kimia sehingga hasil sintetisnya
memuaskan.
Salah satu factor pada persamaan laju reaksi itu kecuali suhu,keadaan
zat,katalisator dan kepekatan pereaksi adalah tingkat reaksi.tingkat reaksi ini di
tentukan dari hasil percobaan yang menyatakan hubungan antara laju reaksi
dengan kepekatan pereaksi tersebut masing-masing.
Kinetika reaksi menggambarkan suatu pembelajaran secara kuantitatif
tentang perubahan-perubahan kadar terhadap waktu oleh reaksi kimia.
Kecepatan reaksi ditentukan oleh kecepatan terbentuknya zat hasil dan
kecepatan pengurangan rekatan.tetapan kecepatan (K) adalah factor
pembanding yang menunjukan hubungan antara kecepatan reaksi dengan
konsentrasi reaktan.
Missal pada suhu reaksi :
A+B C+D
Ma + Nb Xc + Yd
Maka kecepatan reaksi adalah
V = K [A]m[B]n
Dimana K adalaj konstan kecepatan reaksi, m dan n merupakan orde reaksi
(anonim,2011).
Kinetika kimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang
proses yang berhubungan dengan kecepatan atau laju suatu reaksi dan factor
factor yang mempengaruhi laju reaksi.dalam praktek suatu reaksi kimia dapat
berlangsung dengan laju atau kecepatan yang berbeda-beda. Namun dalam
kehidupan sehari hari sering jumpa reaksi yang berlangsung lambat.oleh karna
itu dengan mempelajari kinetika kimia maka seluruh faktor-faktor yang
mempengaruhi laju suatu reaksi dapat dikendalikan sehingga lebih hemat dan
efesien.
Pengertian tentang laju reaksi adalah perubahan jumlah pereaksi dan hasil
reaksi per satuan waktu.karena reaksi berlangsung kea rah pembentukan hasil,
maka laju reaksi tak lain dari pengurangan jumlah peraksi persatuan waktu,
atau pertambahan jumlah hasil reaksi per satuan waktu. Dimensi untuk waktu
umumnya di gunakan menit atau detik, sedangkan satuan untuk jumlah
pereaksi dan hasil reaksi adalah konsentrasi molar.
Laju didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi per satuan waktu. Satuan
-3-1
yang umum adalah mold m . umumya laju reaksi meningkat dengan
meningkatnya konsentrasi laju, dan dapat dinyatakan dengan :
Laju = k f (C1, C2….Ci )
Dimana k adalah konstanta laju, juga di sebut konstanta laju spesifik atau
konstantan kecepatan, C1,C2 … adalah konsentrasi dari reaktan-reaktan dan
produk-produk.
Factor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi ialah : macam zat
yang mengadakan reaksi, konsentrasi/tekanan,temperature,adanya katalisator
dan radiasi yaitu adanya sinar dengan panjang gelombang tertentu.beberapa
reaksi terjadi dengan sangat cepat misalnya penetralan larutan asam kuat
dengan basa kuat. Tetapi ada pula reaksi yang berjalan sangat lambat, misalnya
reaksi berjalan sangat lambat pada temperature kamar, tetapi kecepatan reaksi
ini akan bertambah dengan cepat pada kenaikan temperature.
Pengetahuan tentang factor yang mempengaruhi laju reaksi berguna dalam
mengontrol kecepatan reaksi berlangsung cepat,seperti pembuatan amoniak
dari nitrogen dan hydrogen, atau dalam pabrik menghasilkan zat tertentu. Akan
tetapi kadang kala kita ingin memperlambat laju reaksi, seperti mengatasi
berkaratnya besi, memperlambat pembusukan makanan oleh bakteri, dan
sebagainya.

III. ALAT DAN BAHAN


ALAT
1. Gelas ukur 50ml 6. Kompor gas
2. Erlen meyer 7. Vial
3. Thermometer 8. Botol semprot
4. Penanggas air 9. Gelas kimia
5. Alumunium foil

BAHAN
1. Aquadest
2. Larutan HCL (BM : 36,46)
3. Larutan Na2S2O3 ( 248,17)
IV. PROSEDUR KERJA
1. Membuat larutan Na2S2O3 0,1 ; 0,01 ; Dan 0,5 N sebanyal 100 ml
2. Menbuat larutan HCL 0,1;0,01 dan 0,5 N sebanyak 100 ml
3. Menentukan pengaruh konsentrasi natrium tiosilfat dan asam
klorida terhadap laju reaksi
a. Campurkan 5 ml larutan HCL 0,1 ; 0,01 ; dan 0,5 N dengan 5
ml larutan Na2S2O3 0,1 N. catatlah mulai waktu pencampuran
hingga terbentuk kelarutan.
b. Campurkan pula 5 ml larutan Na2S2O3 0,1 ; 0,01 ; dan 5 N
dengan 5 ml larutan HCL 0,1 N
4. Menentukan pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Campurkan 5 ml larutan Na2S2O3 0,1 N dengan 5 ml larutan HCL
0,1 N pada suhu kamar, 500C dan 1000C.

V. TABEL PENGAMATAN
a. Penentuan pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap laju reaksi.
Campuran Larutan Waktu

5 ml Na2S2O3 0,1 N+ 5 ml HCL 0,1 N 21 s. Larutan berwarna agak kuning


semu/keruh.

5 ml Na2S2O3 0,1 N+ 5 ml HCL 0,01 N 9 s. Larutan berwarna kuning pudar.

5 ml Na2S2O3 0,1 N+ 5 ml HCL 0,5 N 34 s. Larutan berwarna pink rose.

5 ml HCL 0,1 N + 5 ml Na2S2O3 0,1 N 50 s. Larutan sudah terlihat keruh.

5 ml HCL 0,1 N + 5 ml Na2S2O3 0,01 N 01.25 s. Larutan berwarna agak pink


rose

5 ml HCL 0,1 N + 5 ml Na2S2O3 0,5 N 28 s. Larutan berwarna putih keruh.

b. Penentuan Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi.


Campuran Larutan Suhu ( °C) Waktu reaksi

5 ml HCL 0,1 N + 5 ml kamar


Na2S2O3 0,1 N
50 °C 35 s

100 °C 02.41 s

VI. Pembahasan
a. Penentuan pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap laju
reaksi.
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk.Seiring
dengan bertambahnya waktu reaksi,maka jumlah zat pereaksi semakin
sedikit,sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi berhubungan dengan cepat
atau lambatnya reaksi berlangsung. Laju suatu reaksi kimia sebanding dengan
hasil kali dari konsentrasi molar reaktan yang masing-masing dipangkatkan
dengan angka yang menunjukan jumlah molekul dari zat-zat yang ikut serta dalam
reaksi.
Pada percobaan kali ini, akan ditentukan pengaruh konsentrasi terhadap
laju reaksi. Pertama-tama disiapkan alat dan bahan dimasukan 5 ml Na2S2O3
0,1 N dan 5ml HCL 0,1 N kedalam erlenmeyer, dihitung waktu mulai
pencampuran hingga terbentuk kekeruhan. Dan didapatkan waktu yaitu 21 detik.
Kemudian lakukan pencampuran larutan Na2S2O3 dan Hcl pada berbagai
konsentrasi.
Berdasrakan dat hasil pengamatan yang didapatkan,semakin besar
konsentrasi maka semakin cepat laju reaksinya. Hal ini sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi suatu zat maka semakin cepat laju
reaksinya.

b. Penentuan Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi.


Pada percobaan kedua yaitu menentukan pengaruh suhu terhadap laju
reaksi. Erlenmeyer yang telah diisi larutan Hcl 0,1 N dan Na2S2O3 0,1 N
dipanaskan hingga berubah menjadi keruh ,lalu dicatat waktunya dan didapatkan
waktu reaksinya yaitu 35 detik. Kemudian larutan yang sama dipanaskan kembali
sampai mencapai suhu 100 °C ditunggu sampai larutan berubah menjadi
keruh,dicatat waktunya yaitu 02 menit 41 detik.
Pada suhu 50°C Larutan Na2S2O3 0,1 N dan Hcl 0,1 N 5 ml yang semula
berwarna kunin pucat/keruh setelah didiamkan dan mendapat perlakuan
perubahan suhu larutan menjadi berwarna putih susu.
Disuhu 100°C dengan menggunakan sample larutan awal,larutan yang
dipanaskan terjadi penyusutan volume. Sample yang berawal berwarna putih susu
warna kembali memudar dengan warna kuning susu.
Aplikasi pada bidang farmasi adalah ketika apoteker mengambil keputusan
apakah obat tersebut masih layak untuk dikonsumsi atau tidak,maka terlebih
dahulu ia harus mengetahui stabilitas kimia darrri bahan obat tersebut.Selain itu,
jika seorang apoteker akan membuat suatu sediaan obat baru dari suatu obat,maka
ia harus mengetahui stabilitas obat yang dibuat menjadi sediaan baru tersebut dan
harus dapat menentukan waktu dan tempatpenyimpanan obat tersebut.
Alat yang digunakan untuk melakukan percobaan.

Natrium thiosulfat di timbang


Buat larutan natrium thiosulfat dengan melarutkan bahan dan aquadest.
Lakukan pengadukan menggunakan batang pengaduk sampai natrium
thiosulfat menjadi larut.
Siapkan larutan HCL pada berbagai konsentrasi.
Kemudian panaskan Na2S2O3 0,1 N dan Hcl 0,1 N 5 ml pada suhu 50 ° C dan
100° C
Hasil pencampuran larutan pada berbagai konsentrasi.