Anda di halaman 1dari 5

Kelompok 2

NADIA ALIMA FADHILLA 18304241032

ANISAH NUR AFIFAH 18304241033

AZIZAH NUR ISNAINI 18304241034

GILANG SINATA ERA YUDHA 18304241037

ELISA FEBY IFANI 18304244019

Dasar Teori

Struktur dan Fungsi Jaringan

Jaringan adalah kumpulan sel-sel dengan struktur dan fungsi yang sama. Jenis jaringan
yang berbeda memiliki struktur berbeda yang sesuai dengan fungsinya. Suatu jaringan
disatukan oleh matriks ekstraseluler lengket yang melapisi sel – sel itu dan menenun secara
bersama. Pada umumnya, jaringan diartikan sebagai kumpulan sel - sel yang memiliki bentuk
dan fungsi yang sama. Terdapat jaringan yang sel-selnya memiliki bentuk berbeda, yaitu darah.

a. Jaringan pada Tumbuhan


Jaringan pada tumbuhan terdiri dari jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Jaringan meristem sendiri terbagi menjadi dua, yaitu menurut tempat dan menurut
asal.
o Jaringan meristem menurut tempatnya terdiri dari tiga, yaitu
 Meristem Apikal, yaitu meristem yang terdapat pada pucuk sumbu
batang dan akar pokok serta cabangnya. Dewasa ini lebih banyak
memakai istilah apeks pucuk yang menjelaskan daerah awal
pembentukkan organisasi primer dalam pucuk. Apeks pucuk yang
sebenarnya terdapat pada bagian tepat di atas primordium daun yang
paling muda.
 Meristem Interkalar, yaitu meristem yang terdapat di antara jaringan
dewasa seperti pada pangkal ruas rumput – rumputan. Meristem
interkalar merupakan turunan dari meristem apeks yang sewaktu
tumbuhan sedang tumbuh, dipisahkan dari apeks oleh daerah sel
yang lebih dewasa. Contoh tanaman yang memiliki meristem
interkalar adalah yang terdapat di batang rumput – rumputan.
 Meristem Lateral, yaitu meristem yang letaknya parallel dengan
lingkaran organ tempat meristem tersebut ditemukan. Pada bagian
dalam meristem lateral tercakup kambium pembuluh dan kambium
gabus yang masing – masing menghasilkan jaringan pembuluh
sekunder dan periderm.
o Jaringan meristem menurut asalnya terdiri dari dua, yaitu
 Meristem Primer, yaitu meristem yang berkembang langsung dari sel
embrionik. Misalnya terdapat pada kuncup ujung batang dan ujung
akar. Meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer pada
tumbuhan.
 Meristem Sekunder, yaitu meristem yang berkembang dari jaringan
yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi tetapi kembali
bersifat embrional. Contoh meristem sekunder adalah kambium
gabus yang terdapat pada batang dikotil dan gymnospermae, yang
dapat terbentuk dari sel – sel korteks di bawah epidermis

Jaringan dewasa terdiri dari lima bagian yaitu :


o Epidermis, merupakan jaringan terluar tumbuhan yang menutupi seluruh
tubuh tumbuhan mulai dari akar, batang, hingga daun. Epidermis umumnya
terdiri atas selapis sel tetapi ada juga yang teridiri atas lebih dari satu lapis
sel. Kata epidermis berasal dari bahasa Yunani epi yang berarti atas dan
derma yang berarti kulit. Epidermis berfungsi untuk menutup dan
melindungi jaringan lunak yang berada di bawahnya terhadap kerusakan.
o Gabus, atau periderma adalah jaringan peindung yang dibentuk untuk
menggantikan epidermis batang dan akar yang telah menebal akibat
petumbuhan sekunder. Jaringan gabus nampak jelas pada tumbuhan dikotil
dan gymnospermae. Struktur jaringan gabus terdiri dari felogen (kambium
gabus) yang akan membentuk felem (gabus) ke arah luar dan feloderma ke
arah dalam.
o Parenkim, merupakan jaringan yang terletak di bawah jaringan epidermis.
Jaringan ini terdapat pada bagian bawah jaringan epidermis hingga ke
empulur. Parenkim tersusun atas sel – sel bersegi banyak. Parenkim disebut
pula jaringan dasar karena menjadi tempat bagi jaringan – jaringan lain.
Selain sebagai jaringan dasar, jaringan parenkim berfungsi sebagai jaringan
penghasil dan penyimpan cadanagan makanan.
o Jaringan penguat, merupakan jaringan yang menunjang tubuh tumbuhan
agar kokoh. Ada dua macam jaringan penguat yang menyusun tubuh
tumbuhan, yaitu
 Koloenkim, merupakan sel hidup dan mempunyai sifat mirip
parenkim. Koloenkim umumnya terletak di dekat permukaan dan di
bawah epidermis pada batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu
tulang daun. Sel koloenkim biasanya memanjang sejajar dengan
pusat organ tempat kolenkim itu terdapat. Fungsi jaringan koloenkim
adalah sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang
tumbuh dan pada tumbuhan herba.
 Sklerenkim, merupakan jaringan yang terdiri dari sel – sel mati.
Dinding sel sklerenkim sangat tebal karena mempunyai penebalan
primer dan kemudian penebalan sekunder oleh zat lignin. Menurut
bentuknya, sklerenkim dibagi menjadi dua, yaitu serabut sklerenkim
yang berbentuk seperti benang panjang dan skelereid (sel batu).
Fungsi skelerenkim adalah menguatkan bagian tumbuhan yang
sudah dewasa.
o Jaringan pengangkut
 Xylem, berfungsi menyalurkan air dan mineral dari akar ke
daun. Elemen xylem terdiri dari unsur pembuluh, serabut
xylem, dan parenkim xylem. Unsur pembuluh ada dua, yaitu
pembuluh kayu (trakea) dan trakeid.
 Floem, berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis
dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pada umumnya, elemen
floem disusun dari unsur – unsur tapis dan parenkim floem.
Parenkim floem berfungsi menyimpan cadangan makanan.
Persebaran serabut floem berfungsi untuk memberi sokongan
pada tubuh tumbuhan. Pembuluh tapis adalah pembuluh angkut
yang utama pada jaringan floem.
b. Jaringan pada Hewan
Jaringan pada hewan dikelompokkan ke dalam empat kategori utama : Jaringan
epitelium, jaringan ikat , jaringan syaraf dan jaringan otot.
o Jaringan Epitelium, terdapat dalam wujud lapisan yang terkemas
dengan rapat. Jaringan ini melindungi bagian luar tubuh dan melapisi
organ dan rongga dalam tubuh. Sel – sel epitelium menyatu dengan erat
dengan sedikit bahan di natara sel – sel tersebut. Pada banyak epitelium,
sel – sel tersebut dipatri dalam junction (persambungan) ketat (tight
junction).
o Jaringan ikat, berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan lain.
Berlawanan dengan jaringan epitel yang sel – selnya terkemas rapat,
jaringan ikat memiliki kumpulan sel – sel yang jarang yang tersebar
dalam suatu matriks ekstraseluler. Matriks tersebut umumnya terdiri
atas suatu anyaman serat yang tertanam dalam suatu dasar yang
seragam dan dapat berupa cairan, agar, atau padatan. Serat jaringan ikat
terbuat dari protein berkolagen, serat elastis, dan serat retikuler.
o Jaringan adiposa, merupakan bentuk khusus dari jaringan ikat longgar
yang menyimpan lemak dalam sel – sel adiposa yang tersebar di seluruh
matriksnya. Jaringan adiposa melapisi dan menginsulasi tubuh, serta
menyimpan molekul – molekul bahan bakar.
o Jaringan saraf, merasakan adanya stimulus atau rangsangan dan
menghantarkan sinyal dari satu bagain tubuh ke bagian tubuh yang lain.
o Jaringan otot, terdiri dari sel – sel panjang yang disebut serabut otot
yang mampu berkonstraksi ketika dirangsang oleh impuls saraf.
Daftar Pustaka

Agustiana, I Gusti Ayu. 2014. Konsep Dasar IPA Aspek Biologi. Yogyakarta : Penerbit
Ombak.

Campbell, Neil A. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta : Erlangga

Wangko, Sunny dan Ronny Karundeng. 2014. “Komponen Sel Jaringan Ikat”. Jurnal
Biomedik, VI, III. hlm. S1-7

Wijayana, Nyoman. 2015. Biologi Dasar. Yogyakarta : Innosain