Anda di halaman 1dari 4

Pendekatan Siklus dalam Pengauditan

Tujuan audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat apakah
laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan secara wajar, sesuai dengan prinsip
akuntansi berlaku umum. Laporan keuangan merupakan kumpulan rekening-rekening
tertentu yang disajikan dengan cara tertentu pula. Untuk memberikan pendapat tentang
laporan keuangan secara keseluruhan, auditor harus memeriksa seluruh rekening yang
membentuk laporan keuangan yang bersangkutan.
Auditor bisa mengatur urutan pengauditan rekening yang dipandang paling efisien
dan efektif dalam rangka member pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan.
Sehingga, auditor bisa membagi atau memecah laporan keuangan dalam segmen-segmen
atau komponen-komponen yang lebih kecil. Pembagian atau pemecahan tersebut
dimaksudkan agar audit lebih mudah dilaksanakan dan pembagian tugas pada setiap staff
audit menjadi lebih mudah dilakukan. Setiap segmen diaudit secara terpisah, walaupun tidak
sepenuhnya independen karena audit atas suatu segmen seringkali berkaitan dengan segmen
lain. Setelah audit atas suatu segmen selesai dikerjakan, hasilnya digabung menjadi satu, dan
selanjutnya ditarik kesimpulan tentang laporan keuangan secara keseluruhan.
Pendekatan audit atas segmen-segmen bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah
satu pendekatan yang dilakukan oleh auditor pada masalalu adalah dengan memperlakukan
setiap pos (rekening) yang tercantum dalam laporan keuangan sebagai segmen yang terpisah.
Dalam pendekatan tersebut, rekening yang mempunyai hubungan yang sangat erat sekalipun,
akan diaudit secara terpisah. Pendekatan semacam ini tidak efektif dan tidak efisien. Oleh
karena itu, saat ini pendekatan itu sudah banyak ditinggalkan dan digantikan dengan
pendekatan yang lebih terpadu, yaitu pendekatan siklus.

A. Pembagian Audit Berdasarkan Pendekatan Siklus


Audit dibagi berdasarkan kesamaan atau keeratan hubungan jenis (atau kelompok)
transaksi dan saldo rekening. Hal ini berarti bahwa jenis atau kelompok transaksi dan saldo
rekening yang berkaitan erat akan ditempatkan pada segmen yang sama. Cara seperti ini
disebut pendekatan siklus. Misalnya transaksi penjualan, retur penjualan, penerimaan kas,
dan penghapusan piutang merupakan empat kelompok transaksi yang menyebabkan
bertambahnya piutang usaha, sehingga keempat kelompok transaksi tersebut ditempatkan
dalam satu siklus yang disebut siklus pendapatan. Pendekatan siklus-siklus transaksi bisa
dilakukan oleh auditor sesuai dengan perusahaan-perusahaan yang diaudit dan pertimbangan
auditor sendiri. Ada beberapa macam siklus, antara lain:
1. Siklus Penjualan dan Pengumpulan Piutang

Berisi aktivitas-aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pertukaran barang dan


jasa antara perusahaan dengan para pelanggan dan proses pengumpulan kas yang
dilakukan oleh perusahaan.Tujuan pengauditan atas siklus penjualan dan
pengumpulan adalah untuk mengevaluasi apakah saldo akun-akun yang terpengaruh
oleh siklus ini telah disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi.
Kelompok transaksi dalam siklus penjualan dan pengumpulan piutang yaitu
penjualan, penerimaan kas, retur dan potongan penjualan, penghapusan piutang tak
tertaggih, dan penaksiran kerugian piutang.

2. Siklus Pembelian dan Pembayaran


Berisi aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan berbagai keputusan dan proses untuk
memperoleh aktiva tetap, barang dan jasa yang diperlukan dalam proses operasional
perusahaan dan pembayaran yang dilakukan perusahaan atas aktiva tetap, barang dan
jasa yang diperoleh. Tujuan pengauditan atas siklus pembelian dan pembayaran
adalah untuk menilai apakah akun-akun yang dipengaruhi oleh pembelian barang dan
jasa serta pengeluaran kas untuk pembelian telah disajikan secara wajar sesuai dengan
standar akuntansi keuangan. Kelompok transaksi dalam siklus pembelian dan
pembayaran yaitu pembelian barang dan jasa, pengeluaran kas, dan retur pembelian
dan potongan pembelian.
3. Siklus Persediaan dan Penggudangan
Tujuan atas pengauditan siklus persediaan dan penggudangan adalah untuk
memberikan asuransi bahwa laporan keuangan menyajikan bahan baku, barang dalam
proses, dan persediaan barang jadi secara wajar. Audit atas siklus persediaan dan
penggudangan dapat dibagi menjadi beberapa aktivitas yaitu pembelian dan
pencatatan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead, tranfer asset dan biaya
internal, pengiriman barang dan pencatatan pendapatan dan biaya, observasi
penghitungan fisik persediaan, dan penetapan harga dan kompilasi persediaan.
4. Siklus Penggajian dan Personalia
Berisi berbagai transaksi yang terkait dengan aktivitas karyawan dan pembayarannya.
Tujuan atas pengauditan atas siklus penggajian dan personalia adalah untuk menilai
apakah saldo-saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus ini telah ditetapkan secara
wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
5. Siklus Perolehan Modal dan Pengembaliannya
2
Siklus ini menyangkut perolehan sumber-sumber modal melalui pinjaman berbunga
dan ekuitas pemegang saham serta pengambilan modal. Siklus ini juga mencakup
pembayaran bunga dan dividen. Siklus ini biasanya mencakup akun-akun utang
wesel, utang kontrak, utang hipotik, utang obligasi, beban bunga, utang bunga, laba
ditahan disisihkan, saham dibeli kembali, dividen diumumkan, kas di bank, modal
saham (biasa dan preferen), agio saham, modal sumbangan, laba ditahan, utang
dividen, modal pemilik (perseorangan), dan modal sekutu (persekutuan).
6. Siklus Kas
Siklus kas merupakan akumulasi dari siklus-siklus yang dibahas diatas. Seluruh
transaksi dalam kelima siklus diatas memiliki kaitan dengan kas, baik langsung
maupun tidak langsung.

B. Hubungan Antar Siklus


Aktivitas perusahaan di mulai dengan perolehan modal, biasanya dalam bentuk kas.
Dalam perusahaan manufaktur, kas digunakan untuk membeli bahan baku, aktiva tetap, dan
barang serta jasa lain guna manghasilkan persediaan barang jadi (siklus pengeluaran).
Produksi dan penggajian sebenarnya serupa sifatnya dengan siklus pengeluaran, tetapi
fungsinya cukup berbeda dan oleh karenanya diperlakukan sebagai suatu siklus tersendiri.
Selanjutnya persediaan barang jadi dijual, diikuti dengan penagihan dan pengumpulan kas
(siklus pendapatan). Kas yang diterima digunakan untuk membayar dividen dan bunga, serta
untuk memulai lagi siklus berikutnya. Dalam perusahaan jasa, terjadi hubungan antar siklus
yang hampir sama dengan perusahaan manufaktur, dengan catatan dalam perusahaan jasa
tidak dijumpai persediaan dan mungkin tidak ada penagihan piutang.
Siklus transaksi merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan suatu audit.
Dalam banyak hal, auditor memperlakukan setiap siklus secara terpisah salama audit
berlangsung. Meskipun auditor perlu secara cermat mengaitkan siklus-siklus berbeda dalam
waktu yang berbeda-beda, namun auditor harus memperlakukan siklus-siklus sedikit agak
independen untuk dapat melaksanakan audit yang kompleks secara efekktif.

3
Reva : Mengapa akun-akun kewajiban yang termasuk dalam pengauditan siklus perolehan modal
dan pengambilannya berbeda dari utang usaha?

 akun –akun dalam siklus perolehan modal dan pengembaliannya tergantung pada tipe opersai
bisnis perusahaan dan bagaimana operasi tersebut didanai.karaketristik yang unik dari siklus
perolehan modal dan pengembaliannya mempengaruhii bagaimana auditor memeriksa akun-
akun dalam siklus