Anda di halaman 1dari 11

Contoh Perhitungan Penyusutan Metode Garis Lurus

Seperti yang telah kita ketahui bersama, rumus perhitungan penyusutan metode garis lurus
adalah :

Perhitungan dengan menggunakan nilai residu :


= (Harga Perolehan – Nilai Sisa/Residu) : umur ekonomis (hitungan per bulan, karena beban
penyusutan dihitung per bulan)

Perhitungan dengan tidak menggunakan nilai residu :

= Harga Perolehan : umur ekonomis (hitungan per bulan, karena beban penyusutan dihitung per
bulan)

Karena beban penyusutan harus dicatat setiap bulannya, maka kita harus mencari nilai
penyusutan masing-masing aktiva dalam satu bulannya.

Berikut contoh perhitungan metode penyusutan garis lurus.

Kasus : Dibeli sebuah bangunan pada tanggal 6 Agustus 2000 dengan harga beli (nilai perolehan)
sebesar 1.2M dengan masa manfaat selama 20 tahun.

Soal : Hitunglah besar penyusutan per bulan dan akumulasi penyusutan sampai dengan bulan
Desember 2004

Jawaban :

Perhitungan dengan menggunakan metode perhitungan manual

Pertama, kita hitung dahulu penyusutan per bulannya brp dengan rumus
= Harga Perolehan : Umur Ekonomis (hitungan per bulan, karena beban penyusutan dihitung per
bulan)
= 1.200.000.000 : (20×12) (angka 20 = 20 tahun, 1 tahun ada 12 bulan. Jadi 20 x 12 = 240 bulan)
= 1.2000.000.000 : 240 bulan
= 5.000.000 <<== Ini adalah nilai penyusutan per bulannya

Kedua. kita hitung Akumulasi Penyusutannya dari Agustus 2000 sampai Desember 2004
= Nilai penyusutan per bulan x (jumlah bulan dari Agustus 2000 sampai Desember 2004)
= 5.000.000 x 53 bulan
= 265.000.000
Perhitungan dengan menggunakan alat bantu software

Kita cukup mengisi nama, kelompok, tanggal beli, harga beli (harga perolehan) kemudian klik
tombol hitung. Selesai (:
PENYUSUTAN AKTIVA TETAP
24 09 2008

Tahukah anda bahwa AT yang dimiliki suatu perusahaan akan mengalami penyusutan AT tsb kecuali
Tanah. Misalnya kendaraan yang dibeli utk digunakan mengangkut brg hasil produksi, tentu utk jk waktu
ttt kendaraan tsb akan memiliki nilai yg lebih rendah disbanding ketika dibeli.

Hal-hal yang menyebabkan penyusutan:

1. Faktor Teknis

a. rusak

b. aus

c. bencana alam dll

2. Faktor Ekonomis

a. Harga perolehan

b. nilai sisa

c. Umur ekonomis

d. Metode penyusutan yang digunakan

Metode Penyusutan

Utk menghitung jumlah penyusutan dpt dilakukan dengan berbagai metode antara lain:

1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Dalam metode ini penentuan besar penyusutan setiap tahun selama umur ekonomis sama
besar, shg jika dibuatkan grafiknya thd waktu, dan akumulasi biaya akan berupa garis lurus.

2. Metode Tarif Tetap atas Nilai Buku

Pada metode ini, penentuan besar penyusutan dilakukan dengan cara pengalokasian harga
perolehan AT dgn persentase ttt dr nilai buku utk setiap periode akuntansi. Ada dua cara yakni dgn
metode saldo menurun dan metode saldo menurun ganda.
Cara Menghitung:

1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Besar penyusutan tiap tahun dapat dihitung dgn rumus:

Besar Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Sisa

Umur Ekonomis

Contoh:

Tgl 1 Agustus 2000 PT ABC membeli sebuah mobil Toyota Kijang seharga Rp 170.000.000,-.
Untuk biaya balik nama, pengujian, dan keperluan lainnya dibayar Rp. 5.000.000,-. Mobil tsb ditaksir
memiliki umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa Rp 50.000.000,-

Diminta:

Hitunglah penyusutan pada tahun 2000

Buatlah tabel penyusutan selama 5 tahun

Penyelesaian:

Penyusutan th 2000 dihitung dari tgl 1 Agustus 2000 s/d 31 Des 2000 = 5 bulan:

Besar Penyusutan th 2000 = 5 x (175.000.000-50.000.000)

12 5

= 11.250.000

Tabel Penyusutan tahun 2000-2005

Tahun Harga Penyusutan Besar Penyusutan Akumulasi Nilai Buku


Penyusutan

2000 175.000.000 11.250.000 11.250.000 163.750.000

2001 175.000.000 38.250.000 38.250.000 136.750.000

2002 175.000.000 65.250.000 65.250.000 109.750.000

2003 175.000.000 92.250.000 92.250.000 82.750.000

2004 175.000.000 119.250.000 119.250.000 55.750.000

2005 175.000.000 135.000.000 135.000.000 40.000.000


2. Metode Tarif Tetap atas Nilai Buku

a. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)

Langkah2 perhitungan:

1. Tentukan tarif penyusutan


1/n
Tarif = 1- ns

hp

Tentukan besar penyusutan

Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku

Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan

Contoh:

Tgl 1 Feb 2001 PT ABC membeli sebuah mesin bubut Rp 350.000.000,-. Untuk biaya
pemasangan dan keperluan lainnya dibayar Rp 10.000.000. Mesin tsb ditaksir memiliki umur
ekonomis 8 tahun dgn nilai sisa Rp. 60.000.000,-.

Diminta :

a. Hitunglah penyusutan pada tahun 2001

b. Buatlah tabel penyusutan selama 8 tahun

Cara menghitung

Penyelesaian:

Tarif = 1 – (60.000.000/360.000.000) 1/8 = 0,20066 = 20,07 %

a. Penyusutan tahun 2001 dihitung dari tanggal 1 Feb 2001 s.d 31 Des 2001 = 11 bulan

Besar penyusutan tahun 2001 = 11/12 x 20,06 % x 360.000.000

= 66.198.000
Untuk tahun 2002 s.d 2008

Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku

Besar Penyusutan tahun 2009 = 1/12 x 20,06 % x 61.291.995

= 1.024.596

b. Tabel Penyusutan tahun 2001 – 2009

Tahun Harga Perolehan Besar Penyusutan Akumulasi Nilai Buku


Penyusutan

2001 360.000.000 66.198.000 66.198.000 293.802.000

2002 360.000.000 58.936.681 125.134.681. 234.865.319

2003 360.000.000 47.113.983 172.248.664 187.751.336

2004 360.000.000 37.662.918 209.911.582 150.088.418

2005 360.000.000 30.107.737 240.019.319 119.980.681

2006 360.000.000 24.068.125 264.087.443 95.912.557

2007 360.000.000 19.240.059 283.327.502 76.672.498

2008 360.000.000 16.380.603 298.708.005 61.291.996

2009 360.000.000 1.024.598 299.732.603 60.267.397


2. Metode Tarif Tetap atas Nilai Buku

b. Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Method)

Langkah2 Perhitungan:

1. Tentukan Tarif penyusutan

Tarif = 2 x (100%/UE)

2. Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku

Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan

Tarif = 2 x (100%/8)

= 25 %

a. Penyusutan th 2001 dihitung tgl 1 Feb 2001 s.d 31 Des 2001 = 11 bulan

Besar penyusutan th 2001 = 11/12 x 25 % x 360.000.000

= 82.500.000

Untuk th 2002 s.d 2008

Besar penyusutan ke n = tarif x nilai buku n-1

Besar penyusutan th 2009 = 1/12 x 25 % x 37.041.779

=771.704
b. Tabel Penyusutan th 2001-2009

Tahun Harga Perolehan Besar Penyusutan Akumulasi Nilai Buku


Penyusutan

2001 360.000.000 82.500.000 82.500.000 277.500.000

2002 360.000.000 69.375.000 151.875.000 208.125.000

2003 360.000.000 52.031.250 203.906.250 156.093.750

2004 360.000.000 39.023.438 242.929.688 117.070.313

2005 360.000.000 29.267.578 272.197.266 87.802.734

2006 360.000.000 21.960.684 294.147.949 65.852.061

2007 360.000.000 16.463.013 310.610.962 49.389.038

2008 360.000.000 12.347.260 322.958.221 37.041.779

2009 360.000.000 771.704 323.729.926 36.270.075

3. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the years Digits Method)

Langkah-langkah perhitungan:

1. Tentukan jumlah angka tahun (JAT)

JAT = nx ((n+1)/2)

2. Tentukan besar penyusutan

Besar Penyusutan = AT x (HP-NS)

JAT

Contoh: Tanggal 1 Mei 2000 CV ABC membeli sebuah mesin 9fotocopy seharga Rp. 50.000.000. mesin
fotocopy tsb ditaksir memiliki umur ekonomis 4 tahun dgn nilai sisa Rp. 5.000.000.-
Diminta:

a. Hitung Penyusutan tahun 2000-2005

b. Buatlah tabel penyusutan

Cara menghitung

Penyelesaian:

JAT = 4 x (4+1) = 10 atau JAT = 4+3+2+1 = 10

Angka Tahun 4 3 2 1
Terbalik dijabarkan

Angka Tahun ke I II III IV

a. Penyusutan tahun 2000 dihitung dr tgl 1 Mei 2000 s.d 31 des 2000 = 8 bulan

Penyusutan tahun 2000

Besar Penyusutan = 8/12 x 4/10 x (50.000.000 – 5.000.000)

= 12.000.000

Penusutan Tahun 2001

Besar Penyusutan=

4/12 x 4/10 x (50.000.000-5.000.000) = 6.000.000

8/12 x 3/10 x (50.000.000-5.000.000) = 9.000.000

15.000.000

Penyusutan tahun 2002

Besar Penyusutan = 4/12 x 3/10 x (50.000.000-5.000.000) = 4.500.000

8/12 x 2/10 x (50.000.000-5.000.000) = 6.000.000

10.500.000
Penyusutan tahun 2003

Besar Penyusutan = 4/12 x 2/10 x (50.000.000-5.000.000) = 3.000.000

8/12 x 1/10 x (50.000.000-5.000.000) = 3.000.000

6.000.000

Penyusutan tahun 2004

Besar penyusutan = 4/12 x 1/10 x (50.000.000-5.000.000) = 1.500.000

B. Tabel Penyusutan

Tahun Harga Perolehan Besar Penyusutan Akumulasi Nilai Buku


Penyusutan

2000 50.000.000 12.000.000 12.000.000 38.000.000

2001 50.000.000 15.000.000 27.000.000 23.000.000

2002 50.000.000 10.500.000 37.500.000 12.500.000

2003 50.000.000 6.000.000 43.500.000 6.500.000

2004 50.000.000 1.500.000 45.000.000 5.000.000

4. Metode Unit Produksi (Unit of Production Method)

Caranya:

Tentukan besar penyusutan = produksi nyata x (HP-NS) / kapasitas produksi

Contoh:

Sebuah mesin dibeli seharga Rp. 250.000.000,- ditaksir memiliki umur ekonomis selama 5 tahun atau
500.000 jam kerja dan diperkirakan memiliki nilai sisa sebesar Rp. 50.000.000,-. Hitunglah besar
penyusutan bila diketahui jam kerja setiap tahun sbb:

Tahun ke 1 = 100.000 jam

Tahun ke 2 = 120.000 jam

Tahun ke 3 = 130.000 jam

Tahun ke 4 = 80.000 jam

Tahun ke 5 = 70.000 jam


Penyelesaian:

Besar Penyusutan tahun 1 =

100.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 40.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 2 =

120.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 48.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 3 =

130.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 52.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 4 =

80.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 32.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 5 =

70.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 28.000.000

500.000