Anda di halaman 1dari 47

CRITICAL BOOK REPORT

JOSEP BINTANG KALANGI, 2015

Disusun Oleh :
NAMA MAHASISWA : SWANDI WIRANATA SINURAT
NIM : 8196171017
DOSEN PENGAMPU : Dr. Hamidah Nst, M.Si
MATA KULIAH : MATEMATIKA EKONOMI

PROGRAM STUDI PASCA SARJANA PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah critical book report ini dapat
diselesaikan dengan baik.
Makalah critical book report ini kami tulis guna memenuhi tugas kelompok
mata kuliah “MATEMATIKA EKONOMI”.
Didalam pembuatan makalah critical book report ini diambil dari berbagai
macam referensi yang merupakan salah satu sarana yang mana harapannya dapat
membantu peserta didik memahami dan mendeskripsikan serta untuk
mengembangkan secara maksimal potensi yang dimiliki peserta didik, adapun
pembahasan yang akan kita kritisi yaitu mengenai buku MATEMATIKA EKONOMI
DAN BISNIS. Semoga dengan terselesaikannya makalah critical book report ini dapat
menjadi manfaat bagi pembaca sekalian.
Penulis menyadari bahwa makalah critical book report ini belumlah sempurna.
Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat dibutuhkan
untuk menyempurnakan makalah critical book report ini. Karena hanya Tuhanlah
yang memiliki kesempurnaan di dunia ini. Lebih dan kurangnya saya mohon maaf.
Medan, 30 September 2019
Penulis,

Swandi Wiranata Sinurat

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDHULUAN
A. Rasionalisasi pentingnya CBR .................................................................... 1
B. Tujuan Penulisan CBR.................................................................................... 1
C. Manfaat CBR ...................................................................................................... 1
D. Identitas Buku ................................................................................................... 1

BAB II RINGKASAN BUKU


A. BAB I. Sifat-Sifat Matematika Ekonomi Dan Bisnis ............................ 3
B. BAB II. Model Ekonomi.................................................................................. 4
C. BAB III. Macam-Macam Fungsi Ekonomi Dan Bisnis ...................... 10
D. BAB IV. Fungsi Linier .................................................................................. 13
E. BAB V. Sistem Persamaan Linier ............................................................ 15
F. BAB VI. Penerapan Fungsi Linier ........................................................... 16
G. BAB VII. Fungsi Non Linier ....................................................................... 18
H. BAB VIII. Penerapan Fungsi Non Linier ............................................... 21
I. BAB IX. Fungsi Eksponen Dan Logaritma ........................................... 24
J. BAB X . Penerapan Fungsi Eksponen .................................................... 25
K. BAB XI. Barisan Dan Deret ........................................................................ 26
L. BAB XII. Penerapan Barisan Dan Deret ................................................ 27
M. BAB XIII. Kalkulus Diferensial ................................................................. 29
N. BAB XIV. Optimisasi ..................................................................................... 33
O. BAB XV. Penerapan Kalkulus Diferensial ............................................ 34

BAB III PEMBAHASAN


A. Pembahasan Isi Buku. ................................................................................. 37
B. Kelebihan Dan Kekurangan Buku. ......................................................... 40
BAB IV PENUTUP

ii
A. Kesimpulan...................................................................................................... 42
B. REKOMENDASI. ............................................................................................. 42

DAFTAR PUSTAKA. .................................................................................................. 43

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi pentingnya CBR


Critical Book merupakan suatu bentuk kritik sastra dimana kita menganalisis
buku dengan melihat dari sisi isi, gaya bahasa, dan kejelasan buku. Metode ini sangat
penting karna dengan cara ini kita berpikir lebih mendalam tentang sebuah buku
yang telah kita baca dan untuk menunjukkan pemahaman kita.

B. Tujuan Penulisan CBR


Tujuan critical book adalah untuk memperluas pemahaman kita tentang sebuah
buku. Memberikan informasi dasar tentang buku dan isi buku, seperti :
1. Memberikan pengenalan yang mengidentifikasi judul, penerbit, tahun, jumlah
halamandan penulis buku dan jelas menyatakan maksud tertentu dari penulis.
2. Memberikan ringkasan singkat dari buku, mungkin hanya sebuah paragraf
yang menguraikan isi buku. Jangan ragu untuk mengutip kata-kata penulis
sendiri, atau menggunakan beberapa kutipan ilustratif lain untuk
menyampaikan fokus utama dari kritikan.
3. Memberikan rekomendasi. Apakah buku layak dibaca? Apakah keuntungan
dan kerugian pembaca setelah membaca buku tersebut ?

C. Manfaat CBR
Manfaat dalam CBRi ni adalah :
1. Memudahkan pembaca dalam memilih suatu buku
2. Sebagai bahan pembanding kepada pengarang untuk merivisi buku menjadi
lebih baik lagi

D. Identitas buku yang direview


Judul : MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS
Edisi :3
Pengarang : Josep Bintang Kalangi
Penerbit : Salemba Empat

1
Kota terbit : Jakarta Selatan
Tahun terbit : 2015
ISBN : 978-979-061-541-0

Identitas Buku Pembanding


Judul : MATEMATIKA EKONOMI BISNIS
Edisi :2
Pengarang : Elisabet Siahaan
Penerbit : USU Press
Kota terbit : Medan
Tahun terbit : 2013
ISBN : 979-458-707-9

2
BAB II
RINGKASAN BUKU

A. BAB I. SIFAT-SIFAT MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS


1. Matematika Ekonomi dan Matematika Bisnis
Matematika murni dan matematika terapan dalam bidang ilmu ekonomi dan
bisnis. Sebenarnya antara matematika murni dan matematika terapan dalam bidang
ilmu ekonomi dan bisnis tidak terlalu banyak perbedaan, karena tanpa memahami
matematika murni tidaklah mungkin dapat mempelajari dan memahami matematika
ekonomi dan bisnis. Dalam pembelajari matematika terapn dan bisnis kita harus
memilih topik-topik matematika murni mana saja yang sering digunakan, misalnya
fungsi, kalkulus deret, dan matriks.
Penggunaan simbol-simbol variabel dalam matemarika ekonomi dan bisnis
biasanya digunakan oleh ahli ekonomi sesuai dengan nama variabel ekonominya,
misalnya harga = P (price), biaya = C (cost), jumlah yang diminta = Q (quantity), dan
lain sebagainya.
Dalam matematika ekonomi dan bisnis terutama mengenai penggambaran sumbu
harga (P) dalam bidang Cartesius yang digambarkan pada sumbu vartikal. Jika
mengikuti aturan dari matematika murni, sebenarnya penggambaran sumbu p harus
pada sumbu horizontal karena variabel P merupakan variabel bebas.
Nilai-nilai variabel dalam matematika ekonomi dan bisnis biasanya diasumsikan
harus bernilai non-negatif. Sedangkan nilai-nilai variabel dalam matematika murni
dapat berupa negatif dan positif. Dengan kata lain matematika ekonomi dan bisnis
tidak mengenal nilai variabel yang negatif. Jadi, secara geometri nilai-nilai variabel
ekonomi dan bisnis hanya berlaku pada kuadran pertama.
2. Teori Ekonomi, Matematika Ekonomi, Ekonometrika, dan Statistika
Ekonomi
Teori ekonomi ini dapat disederhanakan oleh ahli matematika ekonomi menjadi
bentuk matematis berupa fungsiu Q = f(P) dan kemudian diperjelas lagi menjadi
persamaan linier, yaitu Q = a – bP. Jadi, alhi matematika ekonomi menyederhanakan
teori teori ekonomi yang bersifat kualitatif menjadi bentuk kuantitatif. Jika di dalam

3
teori ekonomi menyatakan hubungan negatif antara kedua variabel tersebut,maka
dalam bentuk matematis dinyatakan oleh parameter b yang bernilai negatif.
Kemudian besaran nilai a dan b dari parameter a dan b yang disebut dalam
persamaan diatas, dapat ditaksir (estimated) oleh ahli ekonometrika. Tentu dalam
penaksirannya, ahli ekonometrika harus mengikuti teori ekonomi diatas. Tetapi
dalam proses pencarian nilai-nilai parameter a dan b, ia harus menggunakan operasi-
operasi dan aturan-aturan matematika ekonomi.
Di pihak lain, seorang alhi ekonometri tentu membutuhkan data dalam proses
penaksiran nilai-nilai parameter a dan b, baik dari variabel harga maupun variabel
jumlah produk yang diminta. Data kedua variabel ini harus dicari atau dilakukan oleh
seorang alhi statistika ekonomi karna pekerjaan utamanya berkenaan dengan
pengumpulan, pemrosesan, dan penyajian data ekonomi dalam bentuk tabel atau
grafik. Bagi seseorang ahli statistika ekonomi, dalam hal pemrosesan dan penyajian
data ekonomi dalam bentuk tabel dan grafik harus mempunyai pengetahuan
matematika ekonomi.

B. BAB II. MODEL EKONOMI


1. Pendahuluan
Model matematika pada umumnya dinyatakan dengan berbagai simbol dan
kombinasi antara variabel dan konstanta. Variabel merupakan unsur yang sifatnya
berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya, dan dalam suatu rumusan fungsi
dapat dibedakan menjadi variabel bebas dan tidak bebas. Variabel bebas yaitu
variabel yang dapat menerangkan variabel lainnya (mempengaruhi), Variabel tidak
bebas yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel bebas (dipengaruhi). Koefisien
ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat didepan suatu variabel, dan terkait
dengan variabel yang bersangkutan.
Model Ekonomi adalah Penyederhanaan hubunganantara variabel-variabel ekonomi. Model
Ekonomi dapat berbentuk modelmatematika dan non-matematika. Apabilaberbentuk model
matematika, maka akanterdiri atas satu atau sekumpulan persamaan. Persamaan terdiri atas
sejumlah variabel,konstanta, koefisien, dan parameter.

4
2. Variabel, Konstanta, Koefisien, dan Parameter
Variabel adalah sesuatu yang nilainya dapat berubah-ubah dalam suatu masalah
tertentu. Misalnya; Harga (Price) = P; Jumlah yg diminta/ditawarkan( Q uantity) = Q;
Biaya (Cost) = C; Penerimaan( R evenue) = R; Investasi (Investment) = I;
TingkatBunga (Interest Rate) = I dll. Variabel terdiri dari; Variabel Endogen = suatu
variabel yg nilaipenyelesaiannya diperoleh dari dalam model; Variabel Eksogen = suatu
variabel yang nilai-nilainyadiperoleh dari luar model, atau sudah
ditentukanberdasarkan data yang ada.
Konstanta adalah suatu bilangan nyata tunggalyang nilainya tidak berubah-ubah
dalam suatumasalah tertentu.
Koefisien adalah angka pengali konstan terhadapvarabelnya. (Misal 5R; 4P; atau
0.3C).
Parameter adalah suatu nilai tertentu dalam suatumasalah tertentu dan mungkin
akan menjadi nilaiyang lain pada suatu masalah yang lainnya. (Biasanya dilambangkan dg huruf
awal abjadyunani atau Arab, Misalnya α, β, dan Ҳ atau a,b dan c.
3. Persamaan dan Pertidaksamaan
Persamaan adalah pernyataan bahwa dua lambang adalah sama. disimbolkan dengan tanda =
(baca“ sama dengan”), sedangkan Pertidaksamaan adalah suatu pernyataan yang menyatakan
bahwa dua lambang adalah tidak sama. Disimbolkan dengan tanda < (baca “lebih kecil”)atau >
(baca:“lebih besar).
Persamaan dalam Matematika Ekonomi danBisnis terdiri dari Tiga Macam, yaitu:
1. Persamaan Definisi (Identity, =) adalah suatu bentuk kesamaan di antara dua pernyataan
yang mempunyai arti yang sama
TR = P.Q

2. Persamaan Perilaku (behaioral equation) adalah suatu persamaan yg menunjukkan


bahwa perubahan perilaku suatu variabel sebagai akibat dari perubahan variabel lain yang
ada hubungannya.
TC = 100 + 25Q

TC = 150 + Q

Dimna TC = Biaya total


Q= jumlah produksi (output)

5
3. Kondisi Keseimbangan adalah suatu persamaan yg menggambarkan persyaratan
untuk pencapaian keseimbangan (equilibrium).
Model kondisi keseimbangan pasar,
Qd =Qs (jumlah yang diminta = jumlah yang ditawarkan)
Model kondisi keseimbangan pendapatan nasional,
S = I (tabungan = investasi).
4. Sistem Bilangan Nyata
Bilangan
Nyata

Bilangan Bilangan
Rasional Irasional

Bilangan Bilangan
Bulat Pecah

Bilangan Nol Bilangan


Negatif Positif

Bilangan Rasional adalah bilangan yang angka desimalnya berakhir dengan nol atau
berulang. (misalnya; 5/1 = 5,00; 1/3 = 0,333)
Bilangan Irasional adalah bilangan yang angka desimalnya tidak berakhir dengan nol atau tidak
berulang. (misalnya; √2 = 1,41423…)
5. Konsep dan Teori Himpunan
Konsep Himpunan adalah suatu konsep ygpaling mendasar bagi ilmu matematika
modernpada umumnya dan dibidang ilmu ekonomidan bisnis pada khususnya. Karena
dalambidang ekonomi dan bisnis terutama dalam halpembentukan model kita harus
menggunakan sehimpunan/sekelompok data observasi dari lapangan.

6
Himpunan adalah kelompok dari objek-objek yang berbeda. Objek-objek dalam himpunan
disebut elemen himpunan.
Penulisan himpunan ada 2 cara, yaitu;
1. Dengan mendaftarkan satu per satu. Misal; Sadalah himpunan dari bilangan bulat
positif dari 1 sampai 5, dapat ditulis menjadi. S ={1,2,3,4,5}.
2. Dengan cara deskriptif. Misal; B adalah suatuhimpunan dari semua bilangan
bulaty positif,dapat ditulis menjadi; B = {x|x bilangan bulatpositif}
Operasi Himpunan
1. Gabungan (Union) notasi U
2. Irisan(Intersection) notasi ∩
3. Selisih notasi (-)
4. Himpunan Bagian (subset) notasiс
5. Pelengkap(complement) misal Him. Ac
6. Aturan Pemangkatan dan Pemfaktoran
Sering suatu variabel, konstanta, atau suku dapat dipangkatkan dengan
suatu bilangannyata. Misalnya, X3 atau 52 atau (X2 + Y2). Bilangan nyata yang pangkat
tersebut adalah bilangan nyata yang terdiri dari bilangan bulat positif atau negatif
bilangan pecahan positif atau negatif dan bilangan nol. Aturan dalam operasi
pemangkatan berbeda dengan aturan operasi d a l a m m a t e m a t i k a l a i n n y a
(misalnya, penjumlahan atau pengurangang perkalian atau
pembagian). Oleh karena itu, disini akan dibahas mengenai
d e f i n i s i d a n c a r a - c a r a perhitungnnya serta aturan pemangkatan.
pangkat dalam aljabar digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu variabel atau
konstanta dikalikan dengan variabel atau konstanta itu sendiri dan perkaliannya
tergantung pada bilanganyang menjadi pangkatnya. jika variabel X adalah
bilangan nyata yang akan dipangkatkan, dan n adala" bilangan bulat positif sebagai
pemangkat, Xn = X harus dikalikan dengan X itu sendiri secara berturut-turut sebanyak n kali.
Aturan-aturan pangkat
Aturan 1 Xm.xn = Xm+n

𝑋𝑚
Aturan 2 = 𝑋 𝑚−𝑛
𝑋𝑛

7
Aturan 3 (𝑋 𝑚 )𝑛 = 𝑋 𝑚.𝑛

Aturan 4 (𝑋. 𝑌)𝑛 = 𝑋 𝑛 𝑌 𝑛

𝑋 𝑛 𝑋𝑛
Aturan 5 ( ) = 𝑛
𝑌 𝑌

1⁄
Aturan 6
𝑛
𝑋 𝑛 = √𝑋

𝑚⁄ 𝑛
𝑋 𝑛 = √𝑋 𝑚
Aturan 7

1
Aturan 8 𝑋 −𝑛 =
𝑋𝑛

Pemfaktoran
Suatu faktor adalah satu diantara pengali-pengali yang terpisah dalam suatu hasil
kali. Misalnya, pernyataan matematika yang berbentuk ab + ac, maka dapat
difaktorkan menjadi a(b + c). Jadi, dengan kata lain pemfaktoran dapat ditulis sebagai
berikut.
ab + ac = a(b + c)
7. Pecahan, Desimal, dan Persentase
Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/b, dengan
a dan b adalah bilangan bulat dan b ≠ 0. Bilangan a disebut sebagai pembilang dan
bilangan b disebut sebagai penyebut.
Secara umum bilangan pecahan dapat digolongkan menjadi 4 (empat) macam, yaitu:
1. Bilangan pecahan biasa ini sebenarnya yang sering disebut sebagai bilangan
pecahan itu sendiri, yaitu bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/b,
dengan a dan b adalah bilangan bulat dan b ≠ 0. Bilangan a disebut sebagai
pembilang dan bilangan b disebut sebagai penyebut.
Contoh bilangan pecahan biasa; ½, ¾, ¼, dan seterusnya.
2. Bilangan pecahan campuran adalah bilangan yang terdiri dari bilangan bulat
dan bilangan pecahan biasa.

8
Contoh bilangan pecahan campuran; 3½, 5¼, -7¾, dan lain-lainnya.
3. Bilangan pecahan desimal adalah bilangan yang dihasilkan dari hasil bagi
suatu bilangan dengan bilangan 10 dan kelipatannya.
Contoh bilangan pecahan desimal;
- 0,8 adalah pecahan desimal yang dihasilkan dari 8 dibagi 10
- 0,15 adalah pecahan desimal yang dihasilkan dari 15 dibagi 100
- 0,123 adalah pecahan desimal yang dihasilkan dari 123 dibagi 1000
- 2,50 adalah pecahan desimal yang dihasilkan dari 250 dibagi 100
Bilangan Desimal
Bilangan desimal ahalah bilangan yang menggunakan dasar atau basis 10 dalam arti
memiliki 10 digit yang berbeda yaitu memiliki nilai 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,0. Dasar dari
notasi bilangan desimal itu sendiri adalah notasi bilangan arab. Setelah 9, sudah tidak
ada lagi digit yang tunggal yang dapat iituliskan dalam sistem bilangan berbasis 10.
jita dapat menghasilkan lagi bilangan lain dalam sitem ini, yang kita sebut sebagai
bilangan puluhan atau sering ditulis 10-an, dengan cara menambah satu digit di
sebelah kiri digit tunggal di atasdyang dimulai dari digit 1 yaitu 10,11,12...19 dan
begitu seterusnya. Sebagai contoh jika dimiliki bilangan 43 maka : 4 adalah sebagai
puluhan (4x10) dan 3 sebagai satuan.
Persentase
Dalam matematika, persentase atau perseratus adalah adalah sebuah angka atau
perbandingan (rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Persentase sering
ditunjukkan dengan simbol "%". Persentase juga digunakan meskipun bukan unsur
ratusan. Bilangan itu kemudian diskalakan agar dapat dibandingkan dengan seratus.
Sebagai contoh, 4 orang dosen sedang mengawas ujian di kampus, 3 dari mereka tak
berkacamata, dan 1 orang berkacamata. Persentase dosen tak berkacamata adalah 3
dari 4 = 3/4 = 75/100 = 75%, sementara dosen berkacamata adalah 1 dari 4 = 1/4 =
25/100.

9
C. BAB III. MACAM-MACAM FUNGSI DALAM EKONOMI DAN BISNIS
1. Pendahuluan
Penerapan fungsi dalam ekonomi dan bisnismerupakan salah satu bagian yang
sangatpenting untuk dipelajari, karena model-modelekonomi yang berbentuk matematika
biasanyadinyatakan dengan fungsi. Fungsi dalammatematika menyatakan suatu hubunganformal
di antara dua himpunan data. Jikahimpunan data tersebut adalah variabel, makafungsi dapat
dikatakan sebagai hubunganantara dua variabel.
Fungsi dalam matematika menyatakan suatu hubungan formal di antara dua
himpunan data. Misalnya, himpunan data konsumsi keluarga tahunan dengan
pendapatan keluarga tahunan. Jika kedua himpunan data kita misalkan masing-
masing sebagai variable, maka fungi dapat kita katakana sebagai hubungan diantara
dua variable. Fungsi seperti ini kita sebut sebagai fungsi dengan satu variable bebas.
Tetapi, konsep mengenai fungsi dapat diperluas lagi menjadi fungsi dengan dua atau
lebih variable bebas.

Jenis fungsi yang akan diterapkan dalam ekonomi dan bisnis antara lain:fungsi
linier, fungsi kuadrat, fungsi kubik, fungsi logaritma, dan fungsi eksponen. Masing-
masing jenis fungsi ini akan mempunyai gambar (kurva) yang berbeda-beda.
Disamping itu juga, cara penggambarannya mempunyai aturan-aturan yang agak
berbeda.

Dalam bagian ini akan dibicarakan mengenai pengertian fungsi dan hubungan,
variable bebas dan terikat, system koordinat, fungsi untuk satu dan beberapa variable
bebas, serta macam-macam fungsi yang dapat diterapkan dalam ekonomi dan bisnis
sebagaimana telah disebutkan diatas.

2. Fungsi dan Hubungan


Fungsi adalah suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan
ketergantungan (hubungan fungsional) antara satu variabel dengan variabel lain.
Sebuah fungsi dibentuk oleh beberapa unsur yaitu:variabel, koefisien, dan konstanta.
Variabel dankoefisien senantiasa terdapat dalam setiap fungsi.
Dalam mempelajari fungsi dan hubungan tentuterlebih dahulu kita harus
memahami atau mengeti tentang konsep himpunan khususnya himpunan pasangan
urut (ordered pairs)

10
Fungsi adalah suatu hubungan dimana setiap elemen dari wilayah (domain) saling
berhubungan dengan satu dan hanya satu elemen dari jangkauan (range).

Jadi, dari definisi fungsi ini dapat disimpulkan bahwa suatu fungsi adalah
suatu hubungan (relasi), tetapi suatu hubungan belum tentu fungsi.

3. Variabel Bebas Dan Terikat


Pada pernyataan fungsi Y = f(X), variable yang mewakili nilai-nilai domain
disebut sebagai variable bebas (independent variable) dan variable yang mewakili
nilai-nilai range disebut sebagai variable terikat (dependent variable). Nilai-nilai dari
variable bebas ini dapat ditentukan secara bebas oleh analis dalam suatu masalah,
sedangkan nilai-nilai dari variable terikat hanya tergantung dari variable bebas tadi.

Variabel adalah unsur pembentuk fungsi yang mencerminkan atau mewakili


faktor (data) tertentu, dilambangkan dengan huruf-huruf latin. Berdasarkan
kedudukan atau sifatnya, di dalam setiap fungsi terdapat dua macam variabel yaitu
variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable).
Variabel bebas adalah variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lain,
sedangkan variabel terikat adalah variabel yang nilainya tergantung pada variabel
lain.
4. Sistem Koordinat Cartesius
Dalam matematika, Sistem koordinat Kartesius digunakan untuk menentukan
tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut
koordinat x (absis) dan koordinat y (ordinat) dari titik tersebut.
Untuk mendefinisikan koordinat diperlukan dua garis berarah yang tegak lurus
satu sama lain (sumbu x dan sumbu y), dan panjang unit, yang dibuat tanda-tanda
pada kedua sumbu tersebut (lihat Gambar 1).

11
Sistem koordinat Kartesius dapat pula digunakan pada dimensi-dimensi yang
lebih tinggi, seperti 3 dimensi, dengan menggunakan tiga sumbu (sumbu x, y, dan z).
Dengan menggunakan sistem koordinat Kartesius, bentuk-bentuk geometri
seperti kurva dapat diekspresikan dengan persamaan aljabar. Sebagai contoh,
lingkaran yang berjari-jari 2 dapat diekspresikan dengan persamaan x² + y² = 4 (lihat
Gambar 2).
Istilah Kartesius digunakan untuk mengenang ahli matematika sekaligus filsuf
dari Perancis Descartes, yang perannya besar dalam menggabungkan aljabar dan
geometri (Cartesius adalah latinisasi untuk Descartes). Hasil kerjanya sangat
berpengaruh dalam perkembangan geometri analitik, kalkulus, dan kartografi.
Ide dasar sistem ini dikembangkan pada tahun 1637 dalam dua tulisan karya
Descartes. Pada bagian kedua dari tulisannya Discourse on the Method, ia
memperkenalkan ide baru untuk menggambarkan posisi titik atau objek pada sebuah
permukaan, dengan menggunakan dua sumbu yang bertegak lurus antar satu dengan
yang lain. Dalam tulisannya yang lain, La Géométrie, ia memperdalam konsep-konsep
yang telah dikembangkannya. Lihat koordinat untuk sistem-sistem koordinat lain
seperti sistem koordinat polar
5. Fungsi dengan Satu Variabel Bebas

Y = ao + a1 X + a2 X2 + ... + anXn

Di mana X = Variabel terikat (dependent)


Y = Variabel bebas (independen)

12
6. Fungsi dengan Dua atau Lebih Variabel
Fungsi dengan satu variable bebas yang dinyatakan dalam bentuk Y= f(x). tetapi
sebenarnya konsep fungsi dapat diperluas lagi menjadi fungsi dengan dua atau lebih
variable bebas. Dan ini dapat di nyatakan dalam bentuk umum adalah :

Y = f (X1, X2, ... , Xn)

Di mana: Y = Variabel terikat


Xn = Variabel bebas
n = Dua atau lebih
Jadi fungsi dengan dua atau lebih variable bebas adalah suatu funsi yang
menyatakan bahwa terdapat dua atau lebih variable bebas yang mempengaruhi pada
suatu variable terikatnya. Funsi semacam ini sering disebut Funsi multivariate.

Funsi Multivariate ini sering dijumpai dalam penerapan ekonomi dan bisnis,
dan biasanya dinyatakan dalam bentuk funsi aljabar atau funsi non-aljabar.

D. BAB IV. FUNGSI LINIER


1. Pendahuluan
Fungsi linier adalah fungsi yang paling sederhana karena hanya mempunyai satu variabel
bebas dan berpangkat satu pada variabel bebas tersebut, sehingga sering disebut sebagai fungsi
berderajad satu. Bentuk umum persamaan linier adalah: y = a + bx; dimana a adalah konstanta dan
b adalah koefisien (b≠0). Atau sering dinyatakan dalam bentuk implisit berikut: A x + By + C = 0.
2. Kemiringan dan Titik Potong Sumbu
Sesuai dengan namanya fungsi linier jika digambarkan padakoordinat
cartesius akan berbentuk garis lurus (linier).Kemiringan pada setiap titik yang
terletak pada garis lurustersebut adalah sama. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien
bpada persamaany = a + bx.Koefisien ini untuk mengukur perubahan nilai variabel
terikat y sebagai akibat dari perubahan variabel bebas x sebesar satu unit.
Sedangkan aadalah penggal garis pada sumbu vertikal (sumbu y). Penggal a
mencerminkan nilai y pada kedudukan x = 0.

13
Kemiringan (siope) dari fungsi linier adalah sama dengan perubahan variabel
terikat x dibagi dengan perubahandalam variabel bebas y. Kemiringan juga disebut
gradienyang dilambangkan dengan huruf m. Jadi:
Δ𝑦 𝑦2 −𝑦1
Kemiringan = m = Δ𝑥 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥2 −𝑥1

Sebagai contoh, y = 15 – 2x, kemiringannya adalah – 2. Ini berarti bahwa untuk setiap kenaikkan
satu unit variabel x akanmenurunkan 2 unit variabel y.

3. Bentuk Umum Fungsi Linier


Suatu fungsi linier yang mencakup satu variabel bebas dan satu variabel terikat
mempunyai bentuk umum,

Y = a0 + a1X

Dimana a1 tidak sma dengan nol.

4. Menentukan Persamaan Garis


Sebuah persamaan linier dapat dibentukmelalui beberapa macam cara, antara lain: (1)metode dua
titik dan (2) metode satu titik dansatu kemiringan.
1. Metode Dua Titik
Apabila diketahui dua titik A dan B dengan koordinat masing-masing ( x1, y1) dan
(x2, y2), maka rumus persamaan liniernya adalah:

14
𝑌 − 𝑌1 𝑋 − 𝑋1
=
𝑌2 − 𝑌1 𝑋2 − 𝑋1
2. Metode Satu Titik dan Satu Kemiringan
Dari sebuah titik A ( x1, y1) dan suatukemiringan (m)dapat dibentuk
sebuah persamaan linier dengan rumus sebagai berikut;
y –y 1= m (x –x 1 )
Misal diketahui titik A (2,3) dan kemiringan m=0,5 maka persamaan liniernya
adalah:
y –y 1= m (x –x 1 )
y –3 = 0,5(x –2)
Y –3 = 0,5x –1
Y = 0,5x + 2

E. BAB V. SISTEM PERSAMAAN LINIER


1. Pendahuluan
Sistem persamaan linear adalah persamaan-persamaan linear yang
dikorelasikan untuk membentuk suatu sistem. Sistem persamaannya bisa terdiri dari
satu variabel, dua variabel atau lebih. Dalam bahasan ini, kita hanya membahas
sistem persamaan linear dengan dua dan tiga variabel.
2. Penyelesaian Sistem Persamaan Linier: Dua Persamaan Dengan Dua
Variabel
Penyelesaian suatu sistem persamaan linier adalah suatu himpunan nilai yang
memenuhisecara serentak (simultan) semua persamaan- persamaan dari sistem
tersebut. Atau secara sederhana penyelesaian sistem persamaan linier adalah menentukan titik
potong dari dua persamaan linier.
Ada tiga cara yang dapat digunakan untuk penyelesaian suatu sistem persamaan linier, yaitu:
(1). Metode Substitusi,
(2). Metode Eliminasi, dan
(3). Metode Determinan.
3. Persamaan Ketergantungan Linier dan ketidakkonsistenan
Bila kedua persamaan mempunyai kemiringan (slope) yang sama, maka
gambarnya akan terdapat dua kemungkinan yaitu:

15
1. Kedua garis adalah sejajar dan tidak mempunyai titik potong, sehingga tidak
ada penyelesaian. Kedua persamaan ini disebut sebagai sistem persamaan
linier yang tidak konsisten
2. Kedua garis akan berhimpit, sehingga penyelesainnya dalam jumlah yang tidak
terbatas. Kedua persamaan ini disebut sebagai sistem persamaan linier yang
tergantung secara linier
F. BAB VI. PENERAPAN FUNGSI LINIER
1. Pendahuluan
Fungsi linier adalah suatu fungsi yang sangat seringdigunakan oleh para ahli
elonomi dan bisnis dalammenganalisa dan memecahkan masalah-masalah
ekonomi.Hal ini dikarenakan bahwa kebanyakan masalah ekonomidan bisnis dapat
disederhanakan atau diterjemahkan kedalam model yang berbentuk linier.Beberapa
penerapan fungsi linier dalam bidang ekonomidan bisnis adalah:
a. Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbanganpasar
b. Keseimbangan Pasar Dua Macam Produk
c. Pengaruh Pajak dan Subsidi Terhadap KeseimbanganPasar.
d. Fungsi biaya, fungsi pendapatan dan analisis PulangPokok (BEP=Break Even
Point)
e. Fungsi Konsumsi dan Tabungan
f. Model Penentuan Pendapatan Nasional
2. Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah produkyang diminta
oleh konsumen dengan harga produk. Di dalam teoriekonomi dijelaskan bahwa jika
harga naik maka jumlah barang yangdiminta turun, demikian juga sebaliknya bahwa
jika harga turunmaka jumlah barang yang diminta naik, sehingga grafik
fungsipermintaan mempunyai slope negatif (miring ke kiri)
Notasi fungsi permintaan akan barang x adalah:
Qx = f ( P x )
Qx = a –b Px
Atau
Px = a / b –1 / b Q x
dimana: Q x = Jumlah produk x yang diminta
P x = Harga produk x
a dan b = parameter

16
3. Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah produkyang
ditawarkan oleh produsen untuk dijual dengan harga produk.Di dalam teori ekonomi
dijelaskan bahwa jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan bertambah,
demikian jugasebaliknya bahwa jika harga turun maka jumlah barang
yangditawarkan turun, sehingga grafik fungsi permintaan mempunyai slope positif
(miring ke kanan)
Notasi fungsi penawaran akan barang x adalah:
Qx = f ( P x )
Qx = - a + b P x
Atau
Px = a / b + 1 / b Q x
dimana: Qx = Jumlah produk x yang ditawarkan
Px = Harga produk x
a dan b = parameter
Contoh: Fungsi pernawaran P = 3 + 0,5Q
4. Keseimbangan Pasar Satu Macam Produk
Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium)
apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebutsama dengan jumlah barang yang
ditawarkan. Secara matematik dan grafik ditunjukan olehkesamaan:
Qd = Qs
atau
Pd = Ps
yaitu perpotongan kurva permintaan dengan kurva penawaran.
5. Keseimbangan Pasar Dua Macam Produk
Notasi fungsi permintaan menjadi:
Qdx = ao – a1Px + a2Px
Qdx = bo + b1Px - b2Px
Sedangkan fungsi penawarannya:
Qsx = -mo + m1Px + m2Px
Qdx = -no + n1Px + n2Px

17
Dimana:
Qdx = Jumlah yang diminta
Qdy = Jumlah yang diminta dari produk Y
Qsx = Jumlah yang ditawarkan dari produk X
Qsy = Jumlah yang ditawarkan dari produk Y dari produk X
Px = Harga produk X
Py = Harga produk Y
a0, b0, m0, dan n0 adalah konstanta.
Syarat keseimbangan pasar dicapai jika:
Qsx = Qdx dan Qsy = Qdy
6. Surplus Konsumen, Produsen, dan Total
Surplus Konsumen
CS = OPAEQe – OPeEQe = PAPeE
Surplus Produsen
PS = OPeEQe – OPBEQe = PBPeE
Surplus total
TS = CS + PS
Dimana: TS = surplus total
CS =surplus konsumen
PS = surplus produsen

G. BAB VII. FUNGSI NONLINIER


1. Pendahuluan
Fungsi non linier merupakan model yang tidak kalah pentingnya
dibandingkan dengan fungsi linier dalam penerapan ekonomi, karena
sebagian dari model ekonomi linier yang ada,
s e s u n g g u h n y a merupakan linierisasi dari model non linier.
Ada 4 macam bentuk fungsi non linier yang paling sering dijumpai dalam analisis
ekonomi, yaitu : -Fungsi kuadrat
-Fungsi kubik
-Fungsi eksponensial
-Fungsi logaritma

18
2. Fungsi Kuadr
Fungsi kuadrat dengan satu variabel bebas adalah fungsi polinomial tingkat
dua,dimana fungsi ini mempunyai bentuk umum, Y = Fungsi (x) = ao+ a1x + a2x2 atau
bila koefisien-koefisien diubah, maka bentuknya adalah :
Y = f (x) = ax2+ bx + c
Dimana : Y = Variabel terikat
x = Variabel bebasa, b, dan c = konstanta dan a≠ 0
Bentuk ini bila digambarkan pada bidang koordinat akan mempunyai suatuparabola
vertikal. Hal ini ditunjukkan dalam gambar berikut:

(a) Terbuka ke atas (b)terbuka ke bawah


RUMUS KUADRAT
Jika Y = 0, maka bentuk umum dari fungsi kuadrat Y = ax2+ bx + c akanmenjadi
persamaan kuadrat ax2+ bx + c = 0. Nilai-nilai penyelesaian untuk X yang juga di
sebut akar-akar dari persamaan kuadrat dapat diperoleh dengan caramemfaktorkan
atau dengan menggunakan rumus kuadrat. Rumus kuadrat iniadalah:
−𝑏 ± √𝑏 2 − 4𝑎𝑐
𝑋1,2 =
2𝑎
2. Macam-macam Parabola
Tanpa melihat gambar parabola, titik maksimum dan titik minimum
dapatditentukan dengan melihat nilai parameter a dan nilai dari diskriminan, D.
Berikutini terdapat 6 kemungkinan bentuk parabola :
a. Jika a > o dan D > 0, maka parabola akan terbuka ke atas dan memotongsumbu X
di dua titik yang berlainan.
b. Jika a > 0 dan D = 0, maka parabola akan terbuka ke atas dan menyinggungsumbu
X di dua titik yang berhimpit

19
c. Jika a > 0 dan D < 0, maka parabola akan terbuka ke atas dan tidak
memotongmaupun menyinggung sumbu X.
d. Jika a < 0 dan D = 0, maka parabola akan terbuka ke bawah dan memotongsumbu
X di dua titik yang berlainan.
e. Jika a < 0 dan D = 0, maka parabola akan terbuka ke bawah dan
menyinggungsumbu X di dua titik yang berhimpit.
f. Jika a < 0 dan D < 0, maka parabola akan terbuka ke bawah dan tidak memotong
maupun menyinggung sumbu X.
3. Fungsi Pangkat Tiga
Polinomial tingkat 3 dengan satu variabel bebas disebut sebagai fungsi kubik
danmempunyai bentuk umum :
Y = a0+ a1X + a2X2+ a3X3
Dimana : a3 tidak sama dengan nol
4. Fungsi Rasional
Suatu fungsi rasional mempunyai bentuk umum :
𝑔(𝑋) 𝑎𝑛 𝑋 𝑛 + 𝑎𝑛−1 𝑋 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎1 𝑋 + 𝑎0
Y= =
h(X) 𝑏𝑚 𝑋 𝑜 + 𝑏𝑚−1 𝑋 𝑚−1 + ⋯ + 𝑏1 𝑋 + 𝑏0
Dimana:
G (X) = Fungsi polinomial tingkat ke-n
H (X) = Fungsi polinomial tingkat ke-m dan tidak sama dengan nol
Fungsi rasional yang istimewa dan sering ditetapkan dalam ilmu ekonomi adalah
a
berbentuk: Y= X 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑋𝑌 = 𝑎

5. Lingkaran
Secara geometri suatu lingkaran didefinisikan sebagai tempat kedudukantitik-
titik pada suatu bidang yang mempunyai jarak tertentu dari titik pusat. Jarak titik-
titik tersebut dari pusat disebut jari-jari lingkaran. Bentuk umum daripersamaan
lingkaran adalah :
AX2+ CY 2+ DX + EY + F = 0
Dimana : A = C dan tidak sama dengan nol
A dan C mempunyai tanda yang sama

20
Persamaan lingkaran ini dapat diubah ke dalam bentuk standar persamaanlingkaran
menjadi :
(X-h)2+ (Y-k)2= r2
Dimana : (h, k) = pusat lingkaran
r = jari-jari lingkaran
H. BAB VIII. PENERAPAN FUNGSI NONLINIER
1. Pendahuluan
Hubungan fungsional antara variabel-variabel ekonomi dan bisnis tidak selalu
berbentuk linier tetapi juga yang berbentuk non linier, artinya perubahan suatu
variabel terikat (dependent) yang diakibatkan oleh perubahan variabel
bebas(independent) tidak tetap (konstan).
2. Fungsi permintaan
Fungsi Kuadrat
Bentuk umum fungsi permintaan kuadrat P = f(Q) adalah :
P = C+bQ – aQ2
Dimana P = harga produk
Q = jumlah produk yang diminta
a,b,c adalah konstanta dan a < 0
karena parameter a < 0 pada kesempatan ini maka parabola akan terbuka kebawah.
Gambar parabola terbuka ke bawah ini menunjukkan kurva permintaan .Sebaliknya
bentuk umum fungsi permintaan kuadrat Q = f(P) adalah:

3. Fungsi Penawaran
Bentuk umum fungsi penawaran kuadrat P = f(Q) adalah:P = c + bQ + aQ2
Dimana P = harga produk
Q = jumlah produk yang diminta
a,b,c adalah konstanta dan a < 0
Karena parameter a > 0 pada persamaan, maka parabola akan terbuka ke
atas.Gambar dari parabola yang terbuka ke atas ini menunjukkan kurva penawaran
dangambarnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

21
4. Keseimbangan Pasar
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa jumlah dan
hargakeseimbangan pasar dapat diperoleh secara geometri dengan
menggambarkankurva permintaan dan kurva penawaran secara berama-sama dalam
satu diagram.Disamping itu juga keseimbangan pasar dapat diperoleh secara aljabar
denganmemecahkan fungsi permintaan dan fungsi penawaran melalui metode
eliminasiatau metode substitusi. Dalam sub bab ini kita akan mencari nilai
keseimbangan pasar, dimana fungsi permintaan atau fungsi penawaran berbentuk
non linier.Kombinasi perpotongan fungsi permintaan dan penawaran ini atau
nilaikeseimbangan pasar mempunyai delapan gambar keseimbangan pasar.
5. Fungsi Penerepan Total
Peneriman total dari suatu perusahaan (produsen) adalah hasil kali antara harga
per unit produk dengan jumlah produk yang dijual, atau rumusnya adalah sebagai
berikut :

TR = P.Q

Dimana: TR = Penerimaan total


Q = Jumlah produk yang dijual
P = Harga produk per unit
Jika fungsi permintaan linier dan menurun dari kiri atas ke kanan bawah berarti
harga p tidak tetap, maka penerimaan total (TR) akan berbentuk fungsi kuadrat. Jadi,
bila fungsi permintaan dinyatakan oleh P = b – aQ, maka akan diperoleh persamaan
penerimaan total.
TR = P.Q
TR = (b – aQ)Q
TR = bQ – aQ2
Fungsi penerimaan total ini bila digambarkan dalam bidang koordinat akan
berbentuk kurva parabola yang terbuka ke bawah dan memotong sumbu Q di dua
titik, yaitu: Q = 0 dan Q = 𝑏⁄𝑎. Karena kurva parabola terbuka ke bawah berarti fungsi
penerimaan total ini mempunyai titik puncak maksimum, yaitu:
−𝑏 −(𝑏)2
Titik puncak = { 2𝑎 , }
4𝑎

22
6. Fungsi produksi
7. Kurva Transformasi Produk
Suatu proses produksi dapat menghasilkan dua atau lebih produk yang berbeda,
baik dalam jenisnya atau mutunya. Dua atau lebih produk yang berbeda ini dihasilkan
dengan menggunakan inpit yang sama dan teknologi yang sama. Jika suatu
perusahaan yang menghasilkan dua jenis produk atau lebih dengan menggunakan
teknik yang berbeda tidak dapat dianalisis dengan kurva transformasi produksi.
Kurva transformasi produksi dapat diartikan sebagai suatu kedudukan
kombinasi antara jumlah dua jenis produk yang dapat dihasilkan dengan
menggunakan factor produksi (input) tertentu.
Secara ekonomi, kurva transformasi produksi dianggap cekung terhadap titik
asal (origin). Semakin jauh kurva transformasi produksi dari titik asal O, berarti
semakin banyak input yang dibutuhkan. Dan secara geometri, kurva transformasi
produksi dapat berupa sebagian dari kurva parabola, elips, hiperbola, atau lingkaran
yang terletak di kuadran I.
8. Kurva Indiferens
Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk
menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar
perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang pokok (profit nol, π = 0 )
terjadi apabila R = C ; perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula
menderita kerugian. Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva
R dan kurva C.

Tingkat produksi Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan pulang pokok, sebab


penerimaan total sama dengan pengeluaran (biaya) total, R = C. Area disebelah kiri Q1
dan sebelah kanan Q4 mencerminkan keadaan rugi, sebab penerimaan total lebih
kecil dari pengeluaran total, R < C. Sedangkan area diantara Q1 dan Q4 mencerminkan

23
keadaan untung, sebab penerimaan total lebih besar dari pengeluaran total, R > C.
Tingkat produksi Q3 mencerminkan tingkat produksi yang memberikan penerimaan
total maksimum. Besar kecilnya keuntungan dicerminkan oleh besar kecilnya selisih
positif antara R dan C. Keuntungan maksimum tidak selalu terjadi saat R maksimum
atau C minimum.
I. BAB IX Fungsi Eksponen dan Logaritma
1. Fungsi Eksponen
Fungsi eksponen berbeda dengan fungsi pangkat.Fungsi pangkat adalah suatu
fungsi dimana variabel bebasnya dipangkatkan dengan suatu konstanta. Sedangkan
fungsi eksponen adalah suatu fungsi dimana konstantanya dipangkatkan dengan
variabel bebasnya.Jadi fungsi yang variabel bebanya adalah eksponen sisebut sebagai
fungsi eksponen.
Fungsi eksponen mempunyai dua basis eksponen , yaitu :
1) Basis konstanta b
Basis kontanta b terdiri dari dua , yaitu :
a) Fungsi eksponen dengan basis b > 1
Fungsi eksponen dengan basis b > 1 bentuknya adalah : 𝑌 = 𝑓(𝑥) = 𝑏 𝑥 (b>1)
b) Fungsi eksponen dengan basis 0 < b < 1
Dalam kasus fungsi eksponen seperti ini sifat-sifatnya berlawanan dengan
fungsi eksponen dengan b > 1. Pertama nilai dari fungsi Y akan mendekati sumbu X
ketika X mendekati positif tak hingga atau +∞. Jadi sumbu X merupakan sumbu
asimtot bila X mendkati nilai positif tak hingga. Kedua , nilai Y akan menurun secara
kontinu bila nilai X menaik. Dengan kata lain fungsi ini akan menurun secara
monoton bila nilai X meningkat.
2) Basis bilangan e= 2,71828...
Fungsi eksponen yang menggunakan basis ini sering disebut sebagai fungsi
eksponen asli. Nilai e ini diperoleh dengan mengevaluasi peryataan fungsi ketika n
mendekati bilangan yang semakin besar atau tak hingga. Bila nilai n diberikan nmakin
lama makin besar, maka f(n) akan menjadi konvergen kebilangan 2,71828..= e. Jadi e
1 𝑛
dapat didefenisikan sebagai limit dari (1 + 𝑛) dimana n mendekati tak hingga ,atau
1 𝑛
𝑙 = lim 𝑓(𝑛) = lim (1 + 𝑛)
𝑛→= 𝑛→∞

24
2. Fungsi Logaritma
Logaritma dapat diartikan sebagai pangkat dari suatu bilangan pokok untuk
menghasilkan suatu bilangan tertentu. Jadi secara umum logaritma dapat kita
nyatakan sebagai berikut : Y = log b X

Aturan –aturan Logaritma


1.) Logritma hasil kali log 𝑏 (𝑋𝑌) = log 𝑏 𝑋 + log 𝑏 𝑌
𝑋
2.) Logaritma hasil bagi log 𝑏 (𝑌 ) = log 𝑏 𝑋 − log 𝑏 𝑌

3.) Logaritma Pangkat suatu variabel log 𝑏 𝑋 𝑛 = 𝑛 log 𝑋


4.) Perubahan bilangan pokok logaritma log 𝑏 𝑋 = (log 𝑏 𝑐) (log 𝑐 𝑋)
1
5.) Pembalikan bilangan pokok logaritma log 𝑏 𝑋 = log
𝑥𝑏

J. BAB X Penerapan Fungsi Eksponen


1. Bunga Majemuk
Suatu modal awal tertentu P yang dibunga – majemukkan secara tahunan
pada suku bunga i selama t tahun akan mempunyai nilai F pada akhir tahun adalah
: 𝐹 = 𝑃 (1 + 𝑖)𝑛 .
Tetapi bila bunga diamjemukkan m kali dlam setahun , maka nilai F pada akhir tahun
𝑖
menjadi , 𝐹 = 𝑃 (1 + 𝑚)𝑛.𝑚 . Selanjutnya apabila bunga dimajemukkan secara kontinu

selama satu tahun , maka nilai F pada akhir tahun menjadi ,


i m
F = P lim (1 + ) = p(2,71828 … ) = pe
m→∞ m
Untuk suku bunga i selain 100% dan periode waktu n selin satu tahun , 𝐹 = 𝑃𝑒 𝑙𝑛
2. Fungsi Pertumbuhan
Sifat utama dari fungsi pertumbuhan ini adalah meningkatkan secara
monoton. Fungsi ini memeliki berbagai bentuk dengan atau tanpa asimtot yang
merupakan batas atas. Terdapat dua jenis fungsi pertumbuhan yang akan dibahas ,
yaitu :
1.) Fungsi Gompertz yang menggambarkan pertumbuhan penduduk, biasanya
dinyatakan oleh persamaan :
𝑁 = 𝐶𝑎𝑅𝑡

25
2.) Fungsi pengajaran yang digunakan physikolog untuk menggambar kan
pertumbuhan pendidikan manusia (kurva belajar), bentuk kurva belajar ini
adalah :
𝑌 = 𝑐 − 𝑎𝑒 −𝑘𝑥

K. BAB XI Barisan dan Deret


1. Barisan dan Deret Aritmatika
Suatu barisan adalah suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut urutan
tertentu. Misalnya : 5, 8, 11, 14 ...
Masing - masing suku dalam barisan setelah suku pertama diperoleh dengan
cara menambahkan nilai 3 pada suku sebelumnya atau suku yang mendahuluinya.
Untuk suku pertama dan beberapa suku lainnya. Barisan deret di atas menyatakan
bahwa selisih atau perbedaan nilai diantara dua suku yang berurutan mempunyai
beda yang konstan. Barisan seperti ini disebut sebagai barisan aritmatika. Dengan
kata lain barisan aritmatika adalah suatu barisan dimana selisih diantara dua suku
yang berurutan mempunyai nilai yang konstan. Koefisien dari b dalam suku – suku
tertentu adalah lebih besar dari satu. Jadi suku ke-n dalam suatu barisan aritmatika
adalah : 𝑆𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏.
Deret Aritmatika adalah jumlah dari suku-suku dalam suatu barisan
aritmatika.
Dn = S1+S2+S3+...+Sn. Untuk memperoleh jumlah suku-suku ke-n dari suatu barisan
aritmatika dengan a sebagai suku pertama dan b sebagai beda yang sama, maka
𝑛
rumusnya adalah : 𝐷𝑛 = 2 [2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏].

2. Barisan dan deret Geometri


Barisan geometri adalah susunan bilangan yang dibentuk menurut urutan
tertentu , dimana susunan bilangan diantara dua suku yang berurutan mempunyai
rasio yang tetap. Rasio yang tetap ini biasanya dilambangkan dengan huruf r. Jadi jika
a adalah suku pertama dan r adalah rasio yang tetap maka suku ke-2 dan seterusnya :
S2 = a r = suku kedua
S3 = S2 r = a r2 = suku ketiga
S4 = S3 r = a r3 = suku keempat

26
Dengan demikian , bentuk umum dari barisan geometri untuk suku ke-n adalah
sebagai berikut : 𝑆𝑛 = 𝑎𝑟 (𝑛−1) .
Deret Geometri adalah jumlah dari suku-suku atau bilangan –bilangan dalam suatu
barisan geometri. Deret geometri ini bentukny adalah sebagai berikut :
𝑆𝑛 = 𝑎 + 𝑎𝑟 + 𝑎𝑟 2 + ⋯ + 𝑎𝑟 𝑛−2 + 𝑎𝑟 𝑛−1
Untuk memperoleh jumlah suku ke-n dai suatu barisan geometri atau nilai dari deret
geometri ke-n (Sn) dengan a sebagai seku pertama dan r adalah sebagai rasio yang
tetap, maka rumusnya adalah :
𝑎1 (1−𝑟 𝑛 ) 𝑎1 (𝑟 𝑛 −1)
𝑆𝑛 = (dimana r < 1 ) atau 𝑆𝑛 = ( dimana r > 1 )
(1−𝑟) (𝑟−1)

Jika r =1 maka rumusnya adalah :


Sn = a + a+ ... + a
𝑆𝑛 = 𝑛𝑎

L. BAB XII Penerapan Barisan Dan Deret


1. Bunga Sederhana dan Potongan Sederhana
Bunga dalam teori bisnis merupakan suatu balas jasa yang dibayarkan
bilamana kita menggunakan uang. Modal awal atau pinjaman pokok adalah jumlah
uang yang dipinjamkan atau diinvestasikan di bank. Pendapat uang menurut motode
ini disedut dengan bunga sederhana dan dapat dinyatakan dengan rumus berikut : I =
Pin
Kemudian untuk memperoleh nilai dari modal awal yang terakumulasi dimasa
datang atau pada akhir tahun ke-n (Fn) dapat dihitung dengan cara modal awal
ditambahkan dengan semua pendapatan bunga selama periode waktu (n).
Dinyatakan dengan rumus berikut :
Fn = P + Pin atau Fn = P(1 + in)
Potongan sederhana adalah proses yang digunakan untuk memperoleh perhitungan
𝐹
nilai sekarang dari suatu nilai masa datang tertentu. 𝑃 = (1+𝑖𝑛)
𝑛

2. Bunga Majemuk
Suatu investasi dari P rupiah berada pada tinggkat bunga i per tahun maka
pendapatan bunga pada tahun pertama adalah Pi, selanjutnya nilai investasi pada
akhir tahun pertama akan menjadi, P + Pi = P (1 + i) . Bunga majemuk adalah

27
pendapatan bunga yang diinvestasikan kembali pada modal awal untuk setiap
permulaan tahun atau periode. Dengan demikian , rumus umumnya adalah sebagai
berikut : Fn = P (1 + i )n.

3. Nilai Sekarang dengan Bunga Majemuk


Untuk mengetahui nilai sekarang dengan bunga majemuk dari suatu nilai masa
𝐹𝑛
datang dapat diperoleh dengan cara berkut : 𝑃 =
(1+𝑖)𝑛

4. Nilai Masa Datang dari Anuitas


Suatu rangkaian pembayaran yang dibuat secara periodik dan dalam jumlah
uang yang tetap atau sama selama waktu tertentu disebut dengan anuitas. Jika
deposito dengan P rupiah dibuat pada akhir dari setiap periode maka nilai total yang
(1+𝑖)𝑛 −1
terakomulasi dari anuitas setelah n periode pembayarannya adalah : 𝑆𝑛 = 𝑃 [ ]
𝑖

Dana Cadangan adalah uang kas yang akan digunakan untuk pembayaran utang-
utang tersebut dalam jumlah yang telah ditentukan dan disepakati bersama .
𝑆𝑛
𝑃= 𝑖+𝑖)𝑛 −1
[ ]
𝑖

5. Nilai Sekarang dari Anuitas


Nilai sekarang dari suatu anuitas adalah jumlah dari nilai –nilai sekarang dari
setiap periode pembayaran atau penerimaan uang tertentu. Nilai sekarang dari
anuitas ini biasanya dilambangkan dengan An. Jika P merupakan pembayaran per
periode yang dibuat dalam rupiah maka nilai sekarang dari anuitas An , selama n
1−(1+𝑖)−𝑛
periode pembayaran adalah sebagai berikut : 𝐴𝑛 = 𝑃 [ ]
𝑖

6. Cicilan Pinjaman
Cicilan pinjaman adalah proses pembayaran kembali suatau utang atau
pinjaman yang telah diterima saat ini dengan pembayaran pembayaran cicilian secara
periodik.
7. Perpetuitas
Perpetuitas disebut juga anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang
sama jumlahnya dan berlanjut terus untuk selamanya. Dengan rumus : PV = P/i

28
8. Tingkat Bunga Nominal dan Efektif
𝑖𝑛𝑜𝑚 𝑚
𝑖 = (1 + ) −1
𝑚

9. Angka Pengganda
Sutau pasar barang dikatakan terjadi kesemimbangan dalam sebuah
perekonomian apabila pendapatan aktual sama dengan pengeluaran yang
direncanakan atau dapat ditulis dalam bentuk matematis sebagai berikut: Y = AE

M. BAB XIII Kakulus Differensial : Fungsi dengan Satu Variabel Bebas


1. LIMIT
a. Definisi Limit
“Apbila X mendekati bilangan N dan limit Y =f(X) adalah bilangan L maka untuk
bilangan selkitar L yang dapat di pilih, walau bagaimanapun kecilnya dapat di cari
bilangan disekitar yang bersesuaian dengan N ( ecuali X – N) dalam domain fungsi
sedemiin rupa sehingga untuk X dala bilngan di sekitar N, hasilnya terdapat atau
terletak dalm bilangan disekitar L yang dipilih”.

b. Limit Dari Suatu Fungsi


Untuk mejelaskan konsep limit dari suatu fungsi ada empat elemen yang harus
diperhatikan, yaitu:
(1) Variabel bebas X
(2) Fungsi X, f(X) atau fariabel terikat Y = f(X)
(3) Konstanta L
(4) Konstanta N
Dari empat elemen ini kita ingin mencari beberapa nilai yang nendekati
varibel terikat Y=f(X) bila variabel bebas x mendekati nilai tertentu (konstanta N)
merupakan suatu limit, bila nilai ariabel berubah-ubah sedemikian rupa sehingga
selisih absolut X dan N atau |X- N| menjadi tetap lebih kecil daripada bilangan posiif
yang telah ditentukan terlebih dahulu. Pernyataan “ X mendeati N “ dilambangkan
dengan X →N

29
Jadi, jika f(X) mendekati nilai L ketika nilai X mendekati nilai N tetapi X tidak
sama dengan N, maka L adalah limit dari f(X) ketika X mendekati N. Hal ini dapat
ditulis:
lim 𝑓(𝑋) = 𝐿, atau f(x)→L ketika X→ 𝑁
𝑥→𝑁

c. Limit Sisi Kiri Dan Kanan


Apabila untuk x ⇒ 𝑁 dari nilai yang lebih kecil dari N ketika f(X) mendekati
suatu bilangan terbatas (finite) L, ketik L limit sisi kiri dari f(x). Sebaliknya jika X ® N
dari nilai yang lebih besar daripada N ketika f(X) mendekati suatu bilangan terbatas
L, kita sebut L limit sisi kanan deri f(X).
Limit sisi kiri dari f(X) dituis dengan simbol:
lim 𝑓(𝑋)
𝑥→𝑁 −

Tanda negatif menunjukan nilai yang lebih kecil dari pada N, sedangakan limit sisi
kanan dari f(X) ditulis dengan lambang:
lim 𝑓(𝑋)
𝑥→𝑁 +

Tanda positif menunjukan nilai yang lebih besar dari N.


Dalil Dalil Limit
Dalil atau sifat dari suatu limit dapat membantu kepada kita dalam pencarian
nilai limit dari suatu fungsi, jika ada. Berikut ini akan disajika dalil-dalil limit beserta
contoh-contohnya.
Dalil 1 : limit dari suatu konstanta K adalah K itu sendiri. Jika f(x) = K dimana K
adalah bilangan nyata, maka lim 𝐾 = 𝐾
𝑋→𝑁

Dalil 2 : suatu suku konstanta dapat dipindahkan kembali disebelah kiri tanda limit
lim 𝐾𝑓(𝑥) = 𝐾 lim 𝑓(𝑥)
𝑥→𝑁 𝑥→𝑁

Dalil 3 : limit suatu penjumlahan atau pengurangan adalah penjumlahan atau


pengurangan dari limit-limit tersebut
lim [𝑓(𝑋) ± 𝑔(𝑋)] = lim 𝑓(𝑋) ± lim 𝑔(𝑋)
𝑥→𝑁 𝑥→𝑁 𝑥→𝑁

Dail 4 : limit dari suatu hasil kali adalah perkalian dari limit-limit tersebut
lim [ 𝑓(𝑥). 𝑔(𝑥)] = lim 𝑓(𝑥). lim 𝑔(𝑥)
𝑥→𝑁 𝑥→𝑁 𝑥→𝑁

Dalil 5 : limit dari suatu hasil bagi adalah hasil bagi dari limit-limit tersebut
bila pembagiannya atau penyebutnya bukan nol.

30
[lim 𝑓(𝑥)
𝑓(𝑥)
[lim | = 𝑥→𝑁
𝑥→𝑁 𝑔(𝑥) [lim 𝑔(𝑥)
𝑥→𝑁

Dalil 6 : limit dari suatu pangkat dari f(X) dalah pangkat dari limit f(X) itu.
lim [𝑓(𝑋)]10 = lim [𝑓(𝑋)]10
𝑥→𝑁 𝑥→𝑁

2. KONTINUITAS
Pembahasan tentang konsep limit pada bagian terdahulu digunakan untuk
menentukan apakah suatu fungsi kontiniu atau diskontiniu. Hal ini dikarnakan bahwa
antara konsep limit dengan kontinuitas mepunyai hubungan yang sangat erat.
Dipandang dari segi grafik, bila suatu fungsi dapat digambarkan di atas kertas tanpa
mengngkat pena atau pensil dari kertas tersebut, maka fungsi itu dinamakan fungsi
kontiniu (berkesinambungan). Sedangka pengambarnnya terdapat garis putus-putus
atau garis patah, fungsi tersebut diktaan disontiniu. Untuk suatu fungsi f(x) menjadi
kontiniu pada titi X = N, ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu: (1) f(N) harus
terdefinisi
(2) lim 𝑓(𝑋)harus ada
𝑥→𝑁

(3) lim 𝑓(𝑋) = 𝑔(𝑁)


𝑥→𝑁

a. Definisi-Definisi Kontinutas
1. Suatu fungsi f(x) dikatakaan menjadi kontiniu dalam suatu interval terbuka jika
fungsi tersebut adalah kontinu pada setip titik dalam interval itu
2. Jikaf(X)= dimana K adalah suatu konstanta, maka f(X) adalah kontiniu pada
semua x.
3. Jika f(x) =Xn, dimana nadalah bilangan bulat positif , maka f(x) adalah kontinu
pada semua X
4. Jika f(x) adalah kontinu pada titik X0dalam domainnya dan K adalah konstanta
maka f(x) adalah juga kontinu pada X0.
5. Jika f(x) dan g(x) adalah kontinu pada titik X0, dimana X0 adalah dalam domain
dari kedua fungsi f dan g , maka fungsi F(x), G(x) , dan H(X) ditentukan oleh
F(X) = f(X)+g(X)
G(X)= f(X)-g(X)
H(X)=f(X).g(X) adalah joga kontinu pada 𝑋0

31
3. Tingkat Perubahan dan Derivatif
Tingkat perubahan rata-rata dari sutu fungsi Y = f(x) adalah perubahan pada
variabel terikat Y yang diakibatkan oleh perubahan suatu unit dalam variabel bebas
X. Derivatif atau turunan pertama dari suatu fungsi Y=f(x) dapat dinyatakan sebagai
dy ∆Y f(X+∆X)−f(X)
berikut : dx = lim = lim
∆X→0 ∆X ∆X→0 ∆X

4. Aturan – aturan Differensial


𝑑𝑌
Aturan 1 fungsi konstanta → 𝑑𝑋 = 𝑓 ′ (𝑋) = 0
𝑑𝑌
Aturan 2 fungsi pangkat →𝑑𝑋 = 𝑓 ′ (𝑋) = 𝑛𝑋 𝑛−1
𝑑𝑌
Aturan 3 Konstanta kali dengan fungsi pangkat →𝑑𝑋 = 𝑓 ′ (𝑋) = 𝑛𝐾𝑋 𝑛−1
𝑑𝑌
Aturan 4 Penjumlahan /pengurangan dari suatu fungsi →𝑑𝑋 = 𝑓 ′ (𝑋) + 𝑔′ (𝑋)
𝑑𝑌
Aturan 5 Hasil kali fungsi→𝑑𝑋 = 𝑈𝑉 ′ + 𝑉𝑈′
𝑑𝑌 𝑈 ′ 𝑉−𝑈𝑉′
Aturan 6 Hasil bagi →𝑑𝑋 = 𝑉2
𝑑𝑌
Aturan 7 Fungsi berantai →𝑑𝑋 = [𝑓 ′ (𝑈). 𝑔′ (𝑋)]
𝑑𝑌
Aturan 8 Fungsi yang dipangkatkan →𝑑𝑋 = 𝑛[𝑓(𝑋)]𝑛−1 𝑓 ′ (𝑋)
𝒅𝑿 𝟏 𝟏
Aturan 9 Fungsi invers →𝒅𝒀 = 𝒅𝒀/𝒅𝑿 = 𝒇(𝑿)
𝑑𝑌
Aturan 10 Fungsi eksponen dengan basis e → 𝑑𝑋 = 𝑓 ′ (𝑋) = 𝑒 𝑋
𝑑𝑌
Aturan 11 Fungsi eksponen dengan basis e → 𝑑𝑋 = [𝑒 𝑓(𝑥) ][𝑓 ′ (𝑋)]
𝑑𝑌
Aturan 12 Fungsi eksponen dengan kosntanta b → 𝑑𝑋 𝑏 𝑋 𝐼𝑛 𝑏
𝑑𝑌
Aturan 13 Fungsi eksponen dengan kosntanta b → 𝑑𝑋 = [𝑏 𝑓(𝑋) ]𝐼𝑛 𝑏. 𝑓 ′ (𝑥)
𝑑𝑌 1
Aturan 14 Fungsi logaritma dengan bilangan pokok e →𝑑𝑋 = 𝑋
𝑑𝑌 1 𝑓 ′ (𝑥)
Aturan 15 Fungsi logaritma dengan pokok e →𝑑𝑋 = 𝑓(𝑋) . 𝑓 ′ (𝑥) = 𝑓(𝑥)
𝑑𝑌 1 1
Aturan 16 Fungsi logaritma biasa →𝑑𝑋 = 𝑋 log 𝑏 𝑒 = 𝑋𝐼𝑛 𝑏
𝑑𝑌 𝑓 ′ (𝑥) 𝑓 ′ (𝑥) 1
Aturan 17 Fungsi logaritma biasa →𝑑𝑋 = log 𝑏 𝑒 = . 𝐼𝑛 𝑏
𝑓(𝑥) 𝑓(𝑥)

32
N. BAB XIV Optimisasi : Fungsi dengan Satu Variabel Bebas
1. Ekstremum Relatif dan Absolut
Defenisi ekstremum relatif :
Jika suatu fungsi Y = f(x) didefenisikan pada interval (b,c) yang mengandung X=X 0,
fungsi f(x) dikatakan mempunyai maksimum relatif pada X = X0 jika f(x0) ≥f(x) untuk
semua X dalam interval (b,c). Sedangkan suatu fungsi f(X) dikatakan mempunyai
minimum relatif pada X=X0 jika f(X0) ≤ f(X) untuk semua X dalam interval.
Defenisi ekstremum absolut :
Jika fungsi f(X) dikatakan mempunyai suatu maksimum absolut pada X=X0 , jika f(X0) >
f(X) pada x lainnya dalam wilayah ( domain ) fungsi. Dan jika fungsif(x) dikatakan
mempunyai suatu minimum absolut pada X = X0 , jika f(X0) > f(X) pada X lainnya dalam
wilayah (domain)fungsi.
2. Mengidentifikasi Titik Kritis
Istilah “titik kritis” ,“titik stationary” ,“titik ekstrem”sebenarnya sebenarnya
mempunyai arti yang sama. Semuanya berarti suatu keadaan dimana titik tersebut
tidak menaik dan menurun. Dengan kata lain , kemiringan garis tangennya adlah
sejajar dengan sumbu horizontal X. Oleh karena itu , derivatif pertama dari fungsi
tersebut adalah sama dengan nol. Jadi syarat yang diperlukan untuk maksimum atau
minimum relatif dari suara fungsi pada X=X0 adalah:
(1) f’(X0) = 0,
(2) f’(X0) tidak terdefenisi
Uji Derivatif Pertama
Langkah-langkah yang diperlukan adalah :
1. Mencari nilai kritis X=X0 dengan cara derivatif pertama dari fungsi tersebut
disamakan dengan nol atau f’(x) = 0 . Kemudian pecahkanlah nilai X ini dengan
mencari akar-akar dari persamaan f’(x) = 0
2. Menyelidiki perubahan tanda yang mungkin terjadi disekitar nilai kritis X=X0
(a) Apabila derivatif pertama f’(x) tandanya berubah dari positif menjadi negatif
dari sebelah kiri nilai X = X0 kesebelah kanannya,maka titik maksimum relatif
pada X=X0

33
(b) Apabila derivatif pertama f’(x) tandanya berubah dari negatif menjadi positif dari
sebelah kiri nilai X =X0 kesebelah kanannya, maka titik minimum relatif pada
X=X0
(c) Apabila derivatif pertama f’(x) mempunyai tanda yang sama dari sebelah kiri
nilai X = X0 kesebelah kanannya,maka titik maksimum atau minimum relatif pada
X=X0
Uji Derivatif Kedua
Uji derivatif kedua ini berhubungan dengan kelengkungan grafik atau kurva
dari suatu fungsi. Menurut defenisi , jika derivatif kedua dari fungsi adalah negatif
atau f’’(X) < 0 untuk semua X pada interval fungsi , maka kurva dari fungsi tersebut
adalah lengkungan kebawah pada interval itu. Jika derivatif kedua dari fungsi adalah
positif atau f’’(X) > 0 untuk semua x pada interval fungsi, maka kurva dari fungsi
tersebut adalah lengkungan ke atas pada interval itu.

O. BAB XV Penerapan Kalkulus Differensial : Fungsi dengan Satu Variabel


Bebas
1. Elastisita Permintaan dan Penawaran
Elastisitas permintaan adalah mengukur perubahan persentase jumlah yang
diminta oleh konsumen sebagai akibat adanya perubahan persentase pada harga
barang itu sendiri dan variabel-variabel bebas lain yang mempengaruhi secara
parsial. Apabila hal serupa diterapkan pada fungsi penawaran berarti kita ingin
mengukur perubahan persentase jumlah yang ditawarkan oleh produsen sebagai
akibat adanya perubahan persentase pada harga barang itu sendiri dan variabel-
variabel bebas lain yang mempengaruhinya secara parsial disebut sebagai elastisitas
penawaran.
Defenisi elastisitas harga dari permintaan adalah perubahan persentase
jumlah yang diminta oleh konsumen dibagi dengan perubahan persentase dari harga
barang itu sendiri. Dengan rumus : 𝐸ℎ𝑑,𝑥 =
𝑃𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑥
𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑥

Nilai elastisitas titik dari suatu fungsi permintaan dapat diperoleh tanpa harus
menggunakan rumus elastisitas , melainkan dengan menggunakan metode grafik dari

34
kurva permintaan. Jika kurva permintaan hiperbola sama sisi ini berasal dari fungsi
a
rasional , mempunyai bentuk umum sebagai berikut : Q = Pm

Secara matematis fungsi dari elastisitas harga penawaran dapat ditulis: Qsx,t = f(Px,t)
2. Fungsi Biaya
Kemampuan suatu sumber daya yang dapat dihasilkannya melalui
penggunaan alternatif terbaik disebut sebagai biaya kesempatan. Fungsi biaya
mempunyai hubungan erat dengan fungsi produksi. Secara matematis ditulis :
TC= f(Q) : fungsi biaya total
Q = f(L) : fungsi produksi
Biaya total adalah fungsi dari jumlah produk yang dihasilkan atau secara matematis
dapat ditulis : TC = f(Q)
Biaya tetap total adalah biaya yang tidak berubah-ubah nilainya, walaupun
berapapun jumlah barang yang diproduksi, sedangkan biaya variabel total adalah
biaya yang berubah-ubah jika biaya produksi berubah, dengan rumus TC = TFC + TVC
𝑇𝐶 𝑓(𝑄)
Biaya rata-rata , dengan rumus : 𝐴𝐶 = =
𝑄 𝑄
𝑇𝐹𝐶
Biaya tetap rata-rata, dengan rumus : 𝐴𝐹𝐶 = 𝑄
𝑇𝑉𝐶
Biaya variabel rata-rata, dengan rumus : 𝐴𝑉𝐶 = 𝑄
𝑑𝑇𝐶
Biaya Marginal, dengan rumus : 𝑀𝐶 = = 𝑓 ′ (𝑄)
𝑑𝑄

Jika fungsi biaya total jangka pendek berbentuk kuadrat adalah :


𝑇𝐶 𝑐
TC=aQ2+bQ+c, dimana a > 0, b ≥ 0, c ≥ 0, maka biaya rata-rata : AC = =aQ+b+𝑄, biaya
𝑄
𝑑𝑇𝐶 𝑑𝐴𝐶 𝑐
marginal MC= = 2aQ + b dan biaya rata-rata marginal : MAC = = a-𝑄2
𝑑𝑄 𝑑𝑄

Jika fungsi biaya total jangka pendek berbentuk kubik adalah :


TC = aQ3 + bQ2 + cQ + d, dimana a > 0, b ≤ 0 , c ≥ 0, d ≥ 0 dan b2 ≤ 3ac, maka
𝑇𝐶 𝑑
Biaya rata-rata : 𝐴𝐶 = = 2𝑎𝑄 + 𝑏 − 𝑄2
𝑄

Jika fungsi biaya total pendek berbentuk polinomial tingkat lebih tinggi adalah :
TC = aQn + c , dimana a > 0, n > 1 , c ≥ 0, maka
𝑐
Biaya rata-rata , 𝐴𝐶 = 𝑎𝑄 𝑛−1 + 𝑄, biaya marginal 𝑀𝐶 = 𝑎𝑛𝑄 𝑛−1
𝑑𝐴𝐶 𝑐
Biaya rata-rata marginal , 𝑀𝐴𝐶 = = 𝑎(𝑛 − 1)𝑄 𝑛−2 + 𝑄2
𝑑𝑄

Jika fungsi biaya total jangka pendek berbentuk eksponensial adalah :

35
TC = aebQ +, dimana a > 0, b > 0 , maka
𝑇𝐶 𝑎𝑒 𝑏𝑄 𝑑𝑇𝐶
Biaya rata-rata, 𝐴𝐶 = = , Biaya Marginal : 𝑀𝐶 = = 𝑎𝑏𝑒𝑏𝑄
𝑄 𝑄 𝑑𝑄

𝑑𝐴𝐶 𝑎𝑒 𝑏𝑄 −𝑎𝑒 𝑏𝑄 𝑎𝑒 𝑏𝑄 (𝑏𝑄−1)


Biaya rata-rata marginal: 𝑀𝐴𝐶 = = =
𝑑𝑄 𝑄2 𝑄2

3. Fungsi Penerimaan
Jika fungsi permintaan P = f(Q), dimana P adalah harga produk per unit dan Q
adalah jumlah produk yang diminta maka penerimaan total TR adalah hasil kali
antara yang diminta atau yang terjual dengan harga produk per unit , dengan rumus :
𝑇𝑅 𝑃.𝑄
TR =P. Q = f(Q) . Q, penerimaan rata-rata : 𝐴𝑅 = = = 𝑃, MR = f’(Q).
𝑄 𝑄

4. Laba Maksimum
Laba adalah selisih antara penerimaan total dengan biaya total , atau secara
matematika dapat dinyatakan dengan rumus : π = TR-TC atau π = (P.Q) - (AC.Q)
Syarat pertama untuk suatu output Q yang optimum secara ekonomi adaah
penerimaan marginal sama dengan biaya marginal ( MR=MC). Syarat kedua dMR <
dMC.
5. Penerimaan Maksimum dari Perpajakan
Penerimaan pajak total T, yang akan diterima oleh pemerintah adalah : T = tQt
6. Pengaruh Pajak dalam Pasar Monopoli
Pengenaan pajak t per unit produk oleh pemerintah atas suatu produk yang
dihasilkan oleh seorang monopolis atau produsen akan menaikkan biaya rata-rata
sebesar t yaitu : ACt = AC + t, dimanaACt = biaya rata-rata setelah pajak sehingga
biaya total akan naik sebesar tQ, yaitu : TCt = TC + tQ. Besarnya laba yang diterima
oleh seorang monopolis setelah dikenakan pajak penjualan rumusnya adalah : 𝜋 =
𝑃 𝑡
[(1+𝑟) ] 𝑄 − 𝑇𝐶

7. Model-model Persediaan
Biaya persediaan total tahunan secara matematis dapat dirumuskan persamaan :
D Q
TC = [Q] (S) + [ 2 ] (H)
D Q
Model potongan jumlah, dengan rumus : TC = [Q] (S) + [ 2 ] (H) + PD

36
BAB III
PEMBAHASAN

A. PEMBAHASAN ISI BUKU


a. Pembahasan Bab I Tentang Sifat-Sifat Matematika Ekonomi dan Bisnis
Sifat-sifat matematika ekonomi dan bisnis menurut buku yang direview adalah
dalam mempelajari matematika terapan dan bisnis kita harus memilih topic-topik
matematika murni mana saja yang sering digunakan, misalnya fungsi, kalkulus, deret
dan matriks. Dalam matematika murni penggunaan symbol-simbol matematika
umum yang digunakan oleh para ahli matematika seperti X, Y, Z.
Sedangkan menurut buku pembanding Elisabet Sahaan matematika murni
seperti penjumlahan, perkalian, pengurangan, pembagian, kuadrat, menghitung
bangun ruang, himpunan, logika, aljabar, fungsi kalkulus, ruang btiga dimensi,
transformasi, vector, deret hiting, matriks, geometri, trigonometri, serta probabilitas
dan lain sebagainya. Buku pembanding lebih rinci dijelaskan sifat-sifat matematika
ekonomi bisnis namun buku yang dikaji lebih membahasa kedalam hal-hal yang
penting dan umum saja yang digunakan dalam penerapannya.
b. Pembahasan Bab II tentang Model Ekonomi
Model Ekonomi menurut buku yang direview adalah penyederhanaan hubungan
antara variable-variabel ekonomi. Model ekonomi dapat berbentuk model matematik
dan model non matematika. Model matematika terdiri dari satu atau sekumpulan
persamaan. Persamaan terdiri dari sejumlah variable, kostanta, koefisien, dan/atau
parameter. Sama halnya dengan buku pembanding Elisabet Sahaan bahwa Model
ekonomi dapat berbentuk model matematik dan model non matematika. Model
matematika terdiri dari satu atau sekumpulan persamaan. Persamaan terdiri dari
sejumlah variable, kostanta, koefisien, dan/atau parameter.
c. Pembahasan Bab III tentang Fungsi
Fungsi menurut buku yang direview adalah ilmu yang mempelajari tentang
fungsi dan hubungan, variabel bebas dan terikat, sistem koordinat cartesius, fungsi
dengan satu variabel bebas, dan fungsi dengan dua atau lebih variabel bebas.
Sedangkan menurut buku Eisabet Siahaan tidak ada menjelaskan tentang variabel
bebas dan terikat, sistem koordinat cartesius, fungsi dengan satu variabel bebas,

37
fungsi dengan dua atau lebih variabel bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
fungsi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang unsur-unsur fungsi, jenis-jenis
fungsi, pengembangan fungsi linier, dan pengembangan fungsi non linier.

d. Pembahasan Bab IV tentang fungsi linier


Fungsi linier menurut buku yang direview adalah ilmu yang mempelajari tentang
kemiringan dan titik potong sumbu, bentuk umum fungsi linier, menentukan
persamaan garis, hubungan dua garis lurus, serta penarikan kesimpulan dari data
yang dikumpulkan/diperoleh. Sedangkan menurut buku Elisabet Siahaan tidak ada
menjelaskan tentang menentukan persamaan garis. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa fungsi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang penggal dan lereng garis
lurus, pembentukan persamaan linier, hubungan dua garis lurus, pencarian akar-akar
persamaan linier, dan penerapan ekonomi.
e. Pembahasan Bab V tentang ukuran tendensi sentral
Pada pembahasan ukuran tendensi sentral ini kedua buku baik itu buku yang
direview maupun buku pembanding menjelaskan hal yang sama yaitu fungsi
permintaan, fungsi penawaran, keseimbangan pasar satu macam produk,
keseimbangan pasar dua macam produk, pengaruh pajak terhadap keseimbangan
pasar, pengaruh pajak terhadap kesejahteraan, pengaruh subsidi terhadap
kesejahteraan, pengaruh batas maksimum terhadap kesejahteraan, pengaruh batas
minimum terhadap kesejahteraan, pengaruh kuota produksi terhadap kesejahteraan,
pengaruh tarif dan kuota import terhadap kesejahteraan, analisi pulang pokok, fungsi
belanja konsumsi dan tabungan, fungsi belanja investasi, fungsi belanja pemerintah,
fungsi belanja ekspord dan impord, fungsi belanja keseluruhan, dan keseimbangan
pasar produk.
f. Pembahasan Bab VII fungsi nonlinier
Fungsi nonlinier menurut buku yang direview adalah ilmu yang mempelajari
tentang fungsi kuadrat, fungsi pangkat tiga, fungsi rasional, lingkaran, dan elips.
Sedangkan menurut buku Elisabet Siahaan tidak ada menjelaskan tentang fungsi
rasional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi itu adalah ilmu yang mempelajari
tentang fungsi kuadrat, fungsi kubik, penerapan ekonomi, fungsi eksponensial, fungsi
logaritma, dan penerapan ekonomi.

38
g. Pembahasan Bab VIII tentang Penerapan fungsi nonlinier
Menurut buku yang diriview dan buku pembanding mengenai penjelasan tentang
penerapan fungsi nonlinier menjelaskan rumus yang sama, hanya saja dalam bulu
yang direview lebih mudah dipahami dikarenakan dalam buku tersebut dijelaskan
cara penurunan rumus tersebut. Berbeda dengan buku pembanding yang langsung
menyimpulkan rumus tersebut. Begitu juga hal nya dalam kurva indiferens, didalam
buku review ini lebih memperjelas turunnya rumus, sedangkan dalam buku Ekisabet
Siahaan tidak ada di jelaskan tentang kurva indiferens.

h. Pembahasan Bab IX tentang fungsi eksponen dan logaritma


Pada pembahasan ukuran tendensi sentral ini kedua buku baik itu buku yang
direview maupun buku pembanding menjelaskan hal yang sama yaitu fungsi
eksponen dan fungsi logaritma.
i. Pembahasan Bab X tentang penerapan fungsi ekponen
Menurut buku yang diriview dan buku pembanding mengenai penjelasan tentang
penerapan fungsi nonlinier menjelaskan pembahasan yang hampir sama, hanya saja
dalam bulu yang direview lebih mudah dipahami. Berbeda dengan buku pembanding
yang langsung menyimpulkan rumus tersebut dan buku pembanding juga membahas
tentang kurva gompertz, kurva belajar, dan model efisiensi wright.

j. Pembahasan Bab XI tentang barisan dan deret


Menurut buku yang diriview barisan (sequence) adalah suatu susunan bilangan
yang dibentuk menurut suatu urutan tertentu. Bilangan-bilangan tersusun tersebut
disebut suku. Perubahan diantara suku-suku yang berurutan oleh suatu ketambahan
bilangan tertentu atau suatu kelipatan bilangan tertentu.
Deret (series) adalah jumlah bilangan dalam suatu barisan. Bila dilihat dari
perubahan diantara suku-suku yang berurutan, maka deret dapat dibagi menjadi dua,
yaitu deret aritmetika dan deret geometri.
k. Pembahasan Bab XII tentang penerapan barisan dan deret
Menurut buku yang diriview penerapan barisan dan deret dalam ekonomi dan
bisnis sering ditemukan dalam bidang keuangan yaitu meliputi mengombinasikan
antara tingkat bunga dan pertimbangan waktu ke dalam pertanyaan-pertanyaan yang

39
dialamtkan pada pembayaran pinjaman, nilai, dari berbagai asset-aset keuangan dan
strategi investasi.
l. Pembahasan Bab XIII tentang kalkulus diferensial
Menurut buku yang diriview kalkulus adalah konsep matematika yang
mempelajari menegnai analisis tingkat perubahan dari suatu fungsi. Analisis tingkat
perubahan ini sangatlah diperlukan dalam penerapan ekonomi dan bisnis karena
nilai dan variabel-variabel ekonomi dan bisnis ini setiap saat dapat berubah-ubah
dan/atau dapat diubah-ubah oleh analisis (ekonomi) sesuai dengan situasi yang
diperlukan.

m. Pembahasan Bab XIV tentang optimisasi


Menurut buku yang diriview menyajikan ekstremum relative dan absolut,
mengidentisikasi titik kritis dari suatu fungsi dengan menggunakan dua metode yaitu
uji derivatif pertama dan uji derivative kedua.
n. Pembahasan Bab XIII tentang penerapan kalkulus diferensial
Menurut buku yang diriview penerapan utama kalkulus diferensial fungsi dengan
satu variabel bebas dimaksudkan untuk menentukan nilai-nilai marginal dari suatu
funsi, yaitu tingkat perubahan satu unit variabel bebas (independent). Disamping itu
penerapan kalkulus diferensial digunakan untuk mencari nilai-nilai maksimum atau
minimum dari suatu fungsi, terutama yang berkaitan dengan penentuan laba
maksimum atau biaya minimum dari suatu perusahaan.

B. Kelebihan dan kekurangan buku


1. Dilihat dari aspek tampilan buku (face value) buku yang di review adalah lebih
menarik untuk dibaca dibandingkan dengan buku pembanding.
2. Dari aspek layout dan tata letak, serta tata tulis , termasuk penggunanaan font
adalah buku pemdanding lebih unggul dibandingkan dengan buku yang diriview
tersebut.
3. Dari aspek isi buku : buku yang di review penjelasan rumus nya lebih jelas atau
lebih mudah di pahami sebab dibuku ini menjelaskan tentang darimana asal
rumusnya diturunkan. Dan juga dibuku ini memberikan contoh-contoh yang
beragam sehingga membuat pembaca lebih memahami isi materi tersebut.

40
4. Dari aspek tata bahasa, buku tersebut adalah buku ini masih ada kata-kata yang
sulit dipahami oleh pembaca dan dianggap berbelit-belit dalam penjelasan ,
mungkin karena jangkuan bahasa yang sangat luas.

41
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Suatu peninjauan suatu buku atau sama halnya dengan critical book review ,
sangatlah berguna untuk pemahaman kita. Seperti pemahaman isi buku,
bertambahnya ilmu atau pengetahuan dari isi buku tersebut, serta menjadikan kita
sebgai pribadi yang kritis. Dimana kita dapat menilai dan menentukan bagaimana
buku tersebut. Buku ini memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan sebagai buku
teks bagi para mahasiswa, akan tetapi hal itu dianggap wajar karena memang sulit
untuk menemukan hal yang nyaris sempurna di muka bumi ini.

B. REKOMENDASI
Saran saya terhadap buku ini yaitu semoga akan terbit edisi revisi yang
memperbaiki mengenai tata bahasa yang sulit dipahami.

42
DAFTAR PUSTAKA

Kalangi, Josep Bintang . 2015. Matematika Ekonomi dan Bisnis. Jakarta : Salemba
Empat.
Siahaan, Elisabet. 2013. Matematika Terapan Untuk Bisnis dan Ekonomi. Medan : USU
Press

43