Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

SISTEMATIKA PEMBUATAN ARTIKEL


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Penulisan Ilmiah

Dosen Pengampu
Azhar, A.Pi.,MM

Kelompok 8:
Ubaidillah Hamzah : 04.1.17.1005
Ariyanto : 04.1.17.

PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN


JURUSAN PERTANIAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN BOGOR
KEMENTERIAN PERTANIAN
2019
KATA PENGANTAR

Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena anugerah


dan rahmat-Nya jualah sehingga makalah dengan judul “Sistematika Pembuatan
Artikel” dapat terselesaikan. Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah
berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah memakan waktu dan
pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang memberikan bantuannya,
yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang positif bagi penulis
ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun bahan materi untuk
menyusun bahan ajar ini.

Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, baik dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya.
Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan
demi untuk melengkapi dan menyempurnakan makalah ini.

Bogor, Oktober 2019

Penulis
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sistematika karya ilmiah adalah cara penyusunan dan penulisan suatu karya
ilmiah sesuai dengan aturan. Karya ilmiah ditulis untuk mencari sebuah jawaban
mengenai sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Ada berbagai jenis karya
ilmiah, diantaranya laporan penelitian, makalah, dan artikel jurnal.

Menulis pada hakikatnya menuangkan ide/gagasan kegiatan berpikir ke dalam


bentuk tulisan

Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi melalui kreativitas dan skeptisime,


keterbukaan pada kontribusi ilmu baru, serta kegigihan dalam mempertanyakan
kontribusi yang diberikan dan konsensus keilmuan yang berlaku. Dalam dunia
informasi ada berbagai macam bentuk salah satu contohnya artikel. Artikel
memiliki beberapa model, model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Model
ini memerlukan objektivitas dan kedalaman pembahasan, dukungan informasi
yang relevan dan diharapkan menjelaskan “mengapa” atau “bagaimana” suatu
perkara itu terjadi, tanpa pandang bulu dan eksak (Soeseno 1982).

Dari aspek bahasa, tentu saja tulisan ilmiah mensyaratkan bahasa yang baku.
Meski demikian, ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya.
Model tersebut dikenal dengan penulisan ilmiah populer dan merupakan
perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Istilah ini mengacu pada tulisan yang
bersifat ilmiah, namun disajikan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti
(Eneste, 2005).

Rumusan Masalah

1. Apa pengertian artikel dan ciri artikel yang baik?


2. Apa saja model-model artikel?
3. Apa perbedaan artikel ilmiah dan artikel populer?
4. Bagaimana tahapan-tahapan pembuatan artikel?

Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah teknik penulisan ilmiah.


2. Mengetahui pengertian sistematika artikel.
3. Mengetahui ciri-ciri artikel yang baik.
4. Mengetahui model-model artikel.
5. Mengetahui komponen-komponen artikel ilmiah.
6. Mengetahui tahapan-tahapan pembuatan artikel.
PEMBAHASAN

1. Pengertian Artikel
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap panjang tertentu yang dibuat
untuk dipublikasikan di media online atau cetak (melalui koran, majalah,
buletin, dan sebagainya) yang bertujuan menyampaokan gagasan dan fakta
yang dapat meyakinkan, mendidik dan menghibur.
Artikel merupakan karya tulis lengkap, misalnya laporan berita, surat kabar, dan
sebagainya (KBBI 2002: 66), atau bisa juga sebuah karangan/prosa yang di muat
dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang
berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005:84). Artikel merupakan
karya tulis atau karangan, karangan non fiksi, karangan tak tentu panjangnya,
karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur, sarana
penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan lainnya. wujud karangan berupa
berita atau “kharkas” (Pranata 2002: 120).
Artikel populer adalah artikel ilmu pengetahuan yang disajikan dengan
tampilan, format dan bahasa yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Ciri-ciri artikel ilmiah yang baik yaitu sebagai berikut:
 Reproduktif, maksud yang ditulis oleh penulis diterima dengan makna yang
sama oleh pembaca. Maka dari itu penulis harus menggunakan bahasa
yang bermakna denotatif agar terdapat satu pemahaman dengan
pembaca.
 Menggunakan bahasa baku dalam ejaan, kata, kalimat dan paragraf
 Menggunakan Istilah Keilmuan. Artinya, penulis harus menggunakan
bahasa keilmuwan dalam bidang tertentu sebagai bukti penguasaan
penulis terhadap lmu tertentu yang dikuasai.
 Rasional. Artinya, penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis,
alur pemikiran yang lancar dan kecermatan penulisan.
 Bersifat straightforward atau langsung kesasaran.
 Menggunakan kalimat yang efektif.
2. Model-Model Artikel
Perbedaan yang mendasar antara penulisan populer dan penulisan artikel
ilmiah terletak pada tujuan dan cara penulisannya, yaitu:
1) Artikel Ilmiiah
Penulisan populer adalah tulisan untuk meberikan informasi atau wacana
sesuai dengan pemikiran dan perenungan dari penulis tidak harus
berdasarkan pada fakta-fakta empirik (penelitian), tidak harus mengikuti
aturan penggunaan tat bahasa yang berlaku di dunia akademik,
menggunakan istilah-istilah yang mudah dicerna dan populer
dimasyarakat, namun logika serta sistematika pemikiran harus tetap
diperhatikan, agar pembaca dapat menangkap pesan sesuai dengan
yang ingin disampaikan (Wiyata,2008).
2) Artikel Ilmiah
Penulisan artikel ilmiah ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan
sehingga memuat informasi-informasi dan fakta-fakta empirik yang akurat,
mutakhir dan komprehensif dengan metodologi yang jelas. Laporan
penelitian saja tidak cukup, karena sering kali hanya dibaca oleh pemberi
dana dalam lingkungan terbatas. Artikel ilmiah dipaparkan secara singkat,
rinci, logis, sistematis, padat, dan komprehensif (namun tidak bertele-
tele), dengan menggunakan bahasa Indonesia (asing) yang sesuai
dengan aturan yang berlaku di dunia akademik. Sehingga pembahasan
dan analisisnya dapat dipahami dengan jelas dan tepat. Dengan artikel
ilmiah hasil penelitian menjadi lebih enak dibaca, dicerna dan dipahami
karena telah melalui proses penyempurnaan penulisan dan penyuntingan
ulang (Wiyata,2008).
Menulis artikel ilmiah memerlukan persiapan lebih matang, lebih cermat,
lebih teliti, dan latihan berkelanjutan. Menulis artikel ilmiah memerlukan
juga kesungguhan, keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi yang
tidak kalah pentingnya menulis artikel ilmiah harus dilakukan sebagai
suatu kewajiban yang menyenangkan dan mengasyikkan, bukan karena
keterpaksaan (Wiyata,2008).
3. Komponen-Komponen Artikel Ilmiah
1) Judul
Judul artikel hendaknya informatif, lengkap dan tidak terlalu panjang atau
terlalu pendek yaitu antara 5 – 15 kata. Judul artikel memuat variabel-
variabel yang diteliti atau kata kunci yang menggambarkan masalah yang
diteliti.
2) Nama Penulis
Nama penulis artikel ditulis tanpa gelar akademik atau gelar lainnya.
Nama lembaga tempat bekerja peneliti ditulis dalam catatan kaki. Jika
penulis lebih dari satu orang, maka nama peneliti saja yang disajikan
dibawah judul, sedangkan nama peneliti lainnya ditulis dalam catatan
kaki.
3) Nama Sponsor
Jika ada, nama sponsor ditulis sebagai catatan kaki pada halaman
pertama dan diletakkan di atas nama lembaga asal peneliti.
4) Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling
penting. Abstrak memuat masalah dan tujuan, prosedur yang dilakukan,
dan ringkasan hasil penelitian. Tekanan diberikan pada hasil penelitian.
Hal-hal lain seperti hipotesis, pembahasan, dan saran tidak disajikan.
Panjang abstrak 50-75 kata dan ditulis satu paragraf. Abstrak ditulis satu
paragraf dengan spasi tunggal dengan batas margin kiri lebih sempit
(menjorok) kekanan 1,2 cm. Sebaiknya abstrak ditulis dalam bahasa
Inggris, jenis huruf Italics dengan spasi tunggal.
Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan daerah masalah
yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan
dalam karangan asli. Kata kunci berupa kata tunggal atau gabungan kata
dengan jumlah kata kunci 3-5 kata, kata kunci diperlukan untuk
komputerisasi sistem informasi ilmiah sehingga dengan kata kunci dapat
ditemukan judul-judul penelitian beserta abstraknya dengan mudah.
5) Pendahuluan
Pendahuluan dalam artikel ditulis langsung setalah abstrak dan kata
kunci. Bagian ini menyajikan daftar pustaka yang meliputi latar belakang,
wawasan dan rencana pemecahan masalah, tujuan pembahasan
masalah.
Sebagai kajian pustaka, bagian ini harus disertai rujukan yang dapat
dijamin keasliannya, jumlah rujukan harus proporsional dan disajikan
secara ringkas, padat, dan mengenai hal yang dibahas. Aspek yang
dibahas dapat berupa landasan teori, segi historisnya atau lainnya.
Penyajian latar belakang yang dikemukakan hendaknya
mengarahkan pembaca ke rumusan masalah penelitian yang dilengkapi
dengan rencana pemecahan masalah dan akhirnya ke rumusan tujuann.
6) Metode
Metode menjelaskan bagaimana proses pencapaian hasil artikel,
uraiannya disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub bagian, sehingga
yang perlu disajikan hanya hal-hal pokok saja. Materi pokok dalam
bagian ini adalah bagaimana data dikumpulkan, sumber data dan
bagaimana analisis datanya.
Penelitian yang menggunakan alat peraga dan bahan, perlu ditulis
spesifikasi alat dan bahan. Spesifikasi menggambarkan kecanggihan alat
yang digunakan, sedangkan spesifikasi bahan juga diberikan karena
penelitian ulangan ada kemungkinan hasilnya berbeda dengan
sebelumnya. Khusus untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan
mengenai kehadiran peneliti, subjek penelitian dan informan beserta cara
penggalian data penelitian, lokasi, dan lama penelitian. Selain itu juga
diberikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian.
7) Hasil
Hasil adalah bagian utama sebuah artikel ilmiah sehingga lebih panjang
dibanding yang lain. Hal yang disajikan dalam hasil adalah mencakup
proses analisis data dan hasil pengujian hipotesis.
8) Pembahasan
Pembahasan adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah.
Tujuan utamanya adalah menjawab masalah, menafsirkan temuan,
mengintegrasikan temuan penelitian kedalam kumpulan pengetahuan dan
menyusun teori baru. Jawaban masalah harus disimpulkan dari hasil
penelitian, penafisiran temuan yang dilakukan dilakukan dengan
menggunakan logika dan teori yang ada.
Temuan diintegrasikan dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada,
cara yang dilakukan adalah membandingkan hasil temuan dengan
penelitian sebelumnya, teori yang ada, atau fakta di lapangan.
Pembanding perlu disertai rujukan. Jika penelitian menelaah teori, teori
lama dapat dikonfirmasikan atau ditolak sebagian atau seluruhnya. Jika
menolak teori atau sebagian teori sebelumnya harus dengan modifikasi
teori atau perumusan teori baru.
9) Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian
hasil dan pembahasan. Berdasarkan pada kedua bagian tersebut
dikembangkan pokok-pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian,
kesimpulan disajikan dalam bentuk essay bukan berupa numerikal.
Saran disusun berdasarkan kesimpulan yang dibuat, saran dapat
mengacu pada tindakankan praktis atau pengembahan teoritis atau untuk
penelitian lanjutan. Bagian saran dapat berdiri sendiri, bagian kesimpulan
dan saran juga dapat disebut bagian penutup.
10) Daftar Rujukan
Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan yang disajikan dalam
batang tubuh artikel. Bahan pustaka yang dicantumkan dalam daftar
rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh artikel. Demikian
juga semua rujukan yang disebutkan dalam batang tubuh harus disajikan
dalam daftar rujukan.
Sumber rujukan dapat berupa buku, buku yang berisi kumpulan artikel
(ada editornya), jurnal, jurnal dari CD-ROM, majalah atau koran, koran
tanpa penulis, karya terjemahan, dokumen resmi pemerintah, skripsi,
tesis, disertasi, makalah dalam seminar atau sejenisnya, internet berupa
karya individuals atau artikel/jurnal atau bahan diskusi atau E-mail pribadi.

4. Tahapan-Tahapan Pembuatan Artikel


1) Artikel Ilmiah
a. Menguji gagasan, prinsip paling dasar dari melakukan kegiatan
menulis adalah menentukan atau memasatikan topik atau gagasan
apa yang hendak di bahas.
Pola penggarapan artikel Ketika hendak menulis artikel, kita tidak
hanya diperhadapkan pada satu kemungkinan. Soesono (1982:16-17)
memaparkan setidaknya lima pola yang bisa di gunakan untuk
menyajikan artikel tersebut. Pola pemecahannya antara lain:
 Pola pemecahan topik
Pola ini untuk memcah topik yang masih berada dalam lngkup
pembicaraan yang menjadi subtopik / bagian yang lebih sempit
ligkupnya kemudian di analisa.
Pola dan pemecahannya : pola ini lebih da hulu mengemukakan
masalah yang masih berada dalam lingkup pokok bahasan yang
diberi dengan jelas. Kemudian menganalisa pemecahan masalah
yang di kemukakan.
 Pola kronologi
Pola ini menggambarkan topik yang menurut urut-urut dan peristiwa
yang terjadi.
 Pola pendapat
Pola ini bisa di pakai jika penulis yang bersangkutan hendak
mengemukakan pendapatnya sendiri tentang topik yang di kerjakan.
 Pola perbandingan
Pola ini dua aspek atau lebih dari suatu topik dan menunjukkan
persamaan dan perbedaannya. Pola pembandingan paling sering di
gunkan untuk menyusun tulisan.
b. Menulis bagian pendahuluan
Ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa digunakan (Soesono
1982 : 42). Dengan dari tujuh bentuk pendahuluan dapat menjadi
alternatif untuk mengawali penulisan artikel.
 Ringkasan : Pendahuluan yang berbentuk ringkasan
mengemukakan isi tulisan secara garis besar.
 Pernyataan yang menonjol : Pertanyaan yang berisi tentang
ketertarikan atau kekaguman agar bertujuan untuk membuat
pembaca merasa tertarik
 Pelukisan : Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta, kejadian,
atau hal untuk membuat pembaca ingin tahu / ikut membayangkan
bersama penilisan apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel.
 Anekdot : Pembukaan jenis ini menawan karena memberi selingan
kepada non fiksi seolah-olah menjadi fiksi.
 Pertanyaan : Pendahuluan ini memberikan rangsangan
keingintahuan sehingga dianggap pendahuluan yang bagus / baik.
 Kutipan orang lain : Pendahuluan berupa kutipan seseorang dapat
langsung menyentuh rasa si pembaca, sekaligus membawanya ke
pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel itu.
 Amanat langsung : Pendahuluan berbentuk amanat langsung
kepada pembaca agar akan terasa lebih akrab karena seolah-olah
tertuju kepada perorang-orangan.
c. Menulis bagian pembahasan atau tubuh utama
Bagian pembahasan di pecah menjadi beberapa bagian masing-
masing di batasi dengan sub judul. Subjudul itu juga bertugas sebagai
penyegar, pemberi semangat baca yang baru (Soesono 1982: 46).
d. Menutup artikel
Dalam sebuah artikel bagian yang menentukan adalah penutup.
Bagian ini biasanya memuat simpulan dari isi tulisan secara
keseluruhan, bisa saja berupa saran, imbalan, ajakan dan sebagainya
(Tartono 2005:88).
e. Pemeriksaan isi artikel
Pemeriksaan menyeluruh dengan tujuan untuk memastikan hasil tulisa
dan memudahkan mengoreksikan artikel, beberapa pertanyaan dapat
membantu dalam menjawab.
2) Artikel Populer
Menulis populer harus melihat target pembacanya yang adalah
khalayak umum, kita perlu mencermati bahasa yang digunakan dalam
menulis artikel ilmiah populer. Meskipun bersifat ilmiah (karena
memakai metode ilmiah), bukan berarti tulisan yang hasilkan ditujukan
untuk kalangan akademisi. Sebaliknya, artikel ilmiah populer ditujukan
kepada para pembaca umum.
Kata-kata populer merupakan kata-kata yang selalu akan dipakai
dalam komunikasi sehari-hari, baik antara mereka yang berada di
lapisan atas maupun di lapisan bawah, demikian sebaliknya.
Sedangkan kata-kata yang biasa dipakai oleh kaum terpelajar,
terutama dalam tulisan-tulisan ilmiah, pertemuan-pertemuan resmi,
diskusi-diskusi khusus disebut kata-kata ilmiah (Keraf 2004).
PENUTUP
Kesimpulan
Artikel merupakan salah satu bentuk dari karya tulis ilmiah yang dapat
dimuat di media online atau media cetak. Pembuatan artikel bertujuan
untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur dan sarana
penyampaiannya. Artikel ilmiah berisi tentang suatu masalah yang
penyampaiannya disertakan bukti dan argumentasi yang mendukung,
kemudian diakhiri dengan ringkasan dan kesimpulan. Artikel disajikan
dengan bahasa yang relative sederhana, sehingga dapat dimengerti oleh
semua lapisan masyarakat. Pembuatan artikel ilmiah harus
memperhatikan langkah-langkah pembuatan artikel ilmiah yang benar.
Tidak hanya sekedar menyampaikan pendapat tetapi harus mencapai
aturan-aturannya.
Saran