Anda di halaman 1dari 11

1.

Pengertian Pengumpulan data


Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam
rangka mencapai tujuan penelitian. Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti biasanya
telah memiliki dugaan berdasarkan teori yang ia gunakan, dugaan tersebut disebut dengan
hipotesis). Untuk membuktikan hipotesis secara empiris, seorang peneliti membutuhkan
pengumpulan data untuk diteliti secara lebih mendalam.
Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis.
Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Data adalah
sesuatu yang belum memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu
pengolahan. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka,
bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data asalkan dapat
kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian, ataupun suatu
konsep.
Ada berbagai metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian.
Metode pengumpulan data ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri, namun dapat pula digunakan
dengan menggabungkan dua metode atau lebih. Beberapa metode pengumpulan data antara lain :

a. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan
tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi,
metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon,
email, atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan
tidak terstruktur.

1) Wawancara terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa
yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah membuat
daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai instrumen
penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.

2) Wawancara tidak terstruktur


Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan
pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-
poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.
b. Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan
berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya
mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai
fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk
penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-
gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu
besar. Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori, yakni:
1) Participant observation
Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-
hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.

2) Non participant observation


Berlawanan dengan participant observation, non participant observation merupakan
observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang
diamati.

c. Pemeriksaan Fisik
Yaitu dengan tekhnik inspeksi ,palpasi ,auskultrasi ,dan perkusi.

d. Angket (kuesioner)
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner
merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui
dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain
itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di
wilayah yang luas.
Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis,
yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang
memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab. Sementara itu, kuesioner
tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek
penelitian. Seiring dengan perkembangan, beberapa penelitian saat ini juga menerapkan
metode kuesioner yang memiliki bentuk semi terbuka. Dalam bentuk ini, pilihan jawaban
telah diberikan oleh peneliti, namun objek penelitian tetap diberi kesempatan untuk
menjawab sesuai dengan kemauan mereka.

e. Studi Dokumen
Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada
subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai
macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam
pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:
1) Dokumen primer
Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami
suatu peristiwa, misalnya: autobiografi

2) Dokumen sekunder
Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang
lain, misalnya: biografi.

2. Instrument penelitian
3. Pengembangan kuesioner
Apakah Kuisioner merupakan metode yang terbaik ?
Kuesioner :
 Alat pengumpul data berupa daftar pertanyaan
 Cukup terperinci dan lengkap
 (Dapat diisi sendiri oleh responden)

Syarat kuesioner
 Valid dan reliabel
 Responden dapat menjawab pertanyaan (harapan)
 Jelas dan tidak mempunyai 2 arti
 Jangan membuat pertanyaan yang tidak sopan/menyakitkan
 Fair (adil)
 Desain menarik , memotivasi responden , memfasilitasi untuk recall

Isi kuesioner
Kuesioner harus mempunyai center perhatian : masalah yang ingin dicari/ dipecahkan
Secara umum , isi kuesioner :
 Pertanyaan tentang fakta
 Pertanyaan tentang pendapat (opini)
 Pertanyaan tentang persepsi diri

Pertanyaan tentang fakta


a) Mengenai fakta yang dianggap dikuasai/ diketahui oleh responden
b) Fakta yang berhubungan dengan keadaan diri responden atau orang yang dikenal responden
c) Meliputi juga informasi yang diketahui responden
d) Misal :
 Kepemilikan barang
 Umur
 Kebiasaan anak , dll
e) Dimasukkan juga pertanyaan yang menyangkut klasifikasi : pertanyaan yang dapat digunakan
untuk memperoleh keterangan tentang kelompok atau keterangan yang berguna karena ingin
digunakan untuk mengelompokkan responden
f) Misal :
 Status perkawinan
 Jenis kelamin
 Jumlah anggota keluarga , dll

Pertanyaan tentang pendapat


1. Relatif lebih sukar dijawab
2. Umumnya bersifat laten, baru muncul jika ditanyakan Menyangkut banyak segi :
moral , budaya , harga diri , dll
3. 2 pendekatan :
 Sekedar deskripsi tanpa mengukur kekuatan pendapat : Setuju – tidak setuju , suka
tidak suka , tidak tahu
 Mengukur kekuatan pendapat : Gradasi  skoring

Pertanyaan tentang presepsi diri


Pertanyaan berisi penilaian responden mengenai perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan
orang lain atau lingkungan

Prosedur
1. Rinci variabel yang akan diukur
2. Formulasikan pertanyaan yang sesuai untuk mengukur variabel, dpt menggunakan > 1
pertanyaan untuk 1 variabel
3. Beri urutan pertanyaan
 Harus masuk akal
 Mulai dengan pertanyaan yang mudah ke sulit
 Pertanyaan yang umum ke spesifik
 Pertanyaan tentang masalah umum ke pribadi
4. Siapkan draft kuesioner (koding ?)
5. Lakukan pretest kuesioner
6. Buat perubahan , perbaikan , modifikasi yang sesuai dengan kebutuhan

Cara mengungkapkan pertanyaan


1. Gunakan kalimat atau kata-kata sederhana , jangan gunakan kata-kata sulit
 Bagaimana status ibu?
2. Pertanyaan khas (spesifik)  agar jawaban mengenai sasaran
 Bagaimana situasi di kabupaten ini ?
3. Anak ibu sudah diimunisasi ?
 Pertanyaan tidak bermakna ganda
4. Pertanyaan tidak boleh mengandung sugesti, menjuruskan responden kepada suatu jawaban
tertentu
 Menurut Bapak , apakah pemerintah harus lebih berperan aktif meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat sini ?
5. Pertanyaan presumsi, pertanyaan yang bersandar pada anggapan bahwa responden termasuk
dalam kategori mempunyai sifat yang ingin ditanyakan atau mempunyai pengetahuan yang
baik mengenai apa yang akan ditanyakan
 Ke Puskesmas mana bapak biasa berobat ?

Jenis pertanyaan
1. Pertanyaan berstruktur (tertutup)
2. Pertanyaan terbuka
3. Pertanyaan semistruktur

Alat ukur yang baik


1. Valid
“Kesahihan” . Sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi
ukurnya
 Memberikan hasil ukur sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran
 Mengukur apa yang memang akan diukur  memiliki varians error yang kecil (error
pengukuran kecil)
Misal : menimbang bb dengan timbangan badan
“Kecermatan” . Memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut . Perbedaan yang
sekecil-kecilnya antar subyek . Misal : menimbang BB bayi dengan timbangan dewasa atau dengan
timbangan bayi

Macam validitas
a. Validitas Isi (Content Validity)
Macam Validitas Isi :
 Validitas muka (face validity)
Validitas dari format penampilan (appearance)
 Validitas logik (logical validity) = validitas sampling
- sejauh mana isi tes merupakan representasi dari ciri/atribut yang hendak diukur
- butir-butir dalam tes relevan dan mencakup keseluruhan atribut/ciri yang akan diukur
 Validitas Konstrak (Construct Validity)
Sejauh mana suatu tes mengungkap sifat laten (konstrak) teoritis yang akan diukur

4. Merancang Kuesioner
a. Pengertian kuesioner survey
Kuesioner adalah daftar pertanyaan operasional yang ditanyakan pada responden
terpilih untuk menjawab hipotesis-hipotesis yang dikembangkan sesuai tujuan penelitian.
Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner harus dapat mengumpulkan keterangan-
keterangan responden yang diperlukan untuk menghasilkan indikator-indikator atau
memenuhi rancangan tabulasi yang ingin dikaji.

b. Tahapan Kegiatan Penelitian Statistik


 Menentukan Latar Belakang dan Permasalahan
 Menentukan Tujuan Penelitian
 Menentukan kerangka konseptual atau kerangka pikir
 Merencanakan pengumpulan data
 Mengumpulkan data
 Mengolah data
 Menganalisa data/informasi
 Mempresentasikan Temuan

c. Langkah-langkah penyusunan kuesioner


Merumuskan Masalah Penelitian Persoalan penelitian adalah masalah-masalah yang
membuat sesuatu aktifitas tidak berjalan dengan optimal. Masalah adalah ibarat penyakit
dalam tubuh sehingga seeorang tidak dapat bekerja secara optimal.
Masalah harus diidentifikasi dengan jelas:
 Masalah apa yang ingin diteliti ?
 Kenapa masalah itu penting diteliti ?
 Apakah masalah yang diusulkan mempunyai arti praktis ?

Menyusun Pernyataan Hipotesis


Hipotesis adalah pernyataan awal penelitian yang perlu dikaji berdasarkan data yang
dikumpulkan.
Ketika hipotesis ditarik dari suatu teori, maka hipotesis tersebut bukan dikategorikan teori.
Untuk mengkaji hipotesis, perlu dirancang rencana tabulasi atau indikator-indikator sebagai
bahan kajian/analisis
Variabel, indikator, dan tabel harus dirancang sesuai dimensi-dimensi permasalahan
yang dituangkan dalam suatu hipotesis penelitian.

Merancang kuesioner
Apa variabel-variabel kunci dalam penelitian anda ?
Variabel kunci adalah variabel-variabel yang diperlukan untuk menjawab model,
indikator-indikator dan tabulasi yang dikembangkan. Ada kalanya variabel kunci diperoleh
melalui pertanyaan-pertanyaan bertahap.
Bagaimana anda mendefinisikan dan mengukurnya ?
Variabel yang ditanyakan harus didefinisikan dan diukur secara jelas dan tepat
sehingga tidak mengakibatkan salah interpretasi dan salah pengukuran. Untuk itu biasanya
dilakukan uji validitas dan reliabilitas sebelum suatu kuesioner digunakan dalam survei.

Kriteria-kriteria pertanyaan di dalam kuesioner


1. Pertanyaan singkat dan jelas
2. Pertanyaan-pertanyaan jangan terlalu menyita waktu
3. Hindari pertanyaan sensitive
4. Hindari pertanyaan negative
5. Tidak mempengaruhi responden
6. Jawaban diusahakan tertutup
7. Urutan pertanyaan logis
8. Instruksi/alur pertanyaan harus jelas
9. Satuan pengukuran jelas
10. Jawaban responden hanya tercakup dalam satu kategori jawaban saja (mutually
exclusive)
11. Semua kemungkinan jawaban dalam suatu pertanyaan harus tercakup (exhaustive).

Merancang kuesioner penelitian

 Kompetensi Mata Kuliah:


 Instumen Penelitian
 Teknik pengumpulan data
 Macam Instrumen Penelitian
 Syarat Instrumen penelitian yang baik
 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
 Macam Kuesioner
 Syarat kuesioner yang baik
 Cara mengukur data kualitatif

Teknik Pengumpulan Data


 Pengukuran
 Pengamatan (observasi)
 Wawancara (interview)
 Angket/Kuesioner
 Instrument Penelitian
 Instrumen penelitian: adalah alat yang dipergunakan untuk mengumpulkan data:
 Angket / kuesioner
 Check List

Syarat Instrumen Penelitian:


 Akurasi (accuracy) → valid
 Presisi (precision) → reliabel
 Kepekaan (sensitivity) → teliti

Data Yang Perlu Dikumpulkan


Data umum responden : Nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat,
status perkawinan, agama

Data variabel penelitian (Khusus)


 Variabel bebas
 Variabel tergantung
5. Contoh kuesioner

Sikap
Petunjuk pengisian
1. Berilah tanda check list (√) pada salah satu pilihan yang dianggap paling sesuai
dengan kenyataan yang bapak/ibu rasakan
2. Dimohon untuk mengisi seluruh pernyataan dalam kuesioner ini

Bagaimana sikap Bapak/Ibu terhadap pernyataan di bawah ini?


Sangat
Tidak Sangat
No. Pernyataan tidak Setuju
Setuju setuju
setuju

1 Konseling dapat dilakukan jika pasien


sepi

2 Bekerja di puskesmas merupakan


rutinitas

3 Diagnosa keperawatan tidak perlu di


puskesmas

4 Pelayanan keperawatan yang diberikan


di puskesmas dapat dijadikan sebagai
deteksi dini sasaran prioritas
kunjungan rumah

5 Kunjungan rumah cukup dilakukan


oleh perawat koordinator perkesmas
saja

6 Kunjungan rumah membuang waktu


percuma

7 Saat kunjungan rumah diberikan


asuhan keperawatan pada individu
sesuai kebutuhan

8 Pada saat kunjungan rumah dibuat


suatu rencana keperawatan yang akan
dilakukan pada saat kunjungan
selanjutnya

9 Kegiatan utama dalam kunjungan ke


posyandu usila adalah pengobatan
10
Penyuluhan kesehatan perlu dilakukan
setiap kali kunjungan ke posyandu

11 Penyuluhan kesehatan dilakukan tanpa


ada rencana penyuluhan

12 Dalam bekerja perlu mengembangkan


hubungan masyarakat

13 Kegiatan perkesmas tidak dapat


digunakan untuk pengembangan diri

14 Koordinasi lintas program berjalan


dengan baik

Perkesmas merupakan kegiatan yang


15
harus melibatkan semua perawat di
puskesmas

16 Saya ingin terlibat dalam kegiatan


perkesmas