Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“HIPERTENSI”

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat CCNS

OLEH :

Vera Pebriani

400215001

S1 Keperawatan B

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA
BANDUNG
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIPERTENSI

Masalah : Hipertensi
Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan Hipertensi dan Senam Hipertensi
Sub Pokok Bahasan :
1. Definisi Hipertensi
2. Penyebab Hiertensi
3. Gejala Hipertensi
4. Jenis Hipertensi
5. Cara Mengatasi Hipertensi
6. Diet Hipertensi
Hari/ tanggal : Senin, 7 Januari 2019
Sasaran : Pasien dengan Hipertensi
Tempat : JL. Rndusari Rt 03 / Rw 17

I Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti pendidikan kesehatan tentang hipertensi Masyarakat mengetahui
materi mengenai Hipertensi dan Senam Hipertensi.

II Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, peserta mampu:
1. Menjelaskan kembali Definisi Hipertensi
2. Menyebutkan Penyebab Hipertensi
3. Menyebutkan Gejala Hipertensi
4. Menyebutkan Jenis Hipertensi
5. Menyebutkan Cara Mengatasi Hipertensi
6. Menyebutkan makanan untuk Diet Hipertensi

III Kegiatan
No Tahap Waktu Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta Media
1. Pra 5 menit a. Menyiapkan Menempati Leaflet,
sarana dan tempat Flipchart,
perlengkapan penyuluhan
b. Set ruangan
c. Menyiapkan
daftar hadir
2. Pembuka 15 menit a. Memberikan salam Menjawab salam
an b. Memperkenalkan Memperhatikan
diri Berpartisipasi
c. Menjelaskan tujuan aktif
dari pertemuan Memperhatikan

3. Isi materi 15 menit a. Menggali Mengutarakan Lembar


pemahaman peserta ide dan pendapat Leaflet dan
penyuluhan tentang flipchart,
Hipertensi Tanya
b. Menyimpulkan jawab.
pendapat peserta Memperhatikan
tentang Hipertensi
c. Menjelaskan tentang
Hipertensi: Memperhatikan
1) Definisi
Hipertensi Memperhatikan
2) Penyebab
Memperhatikan
Hipertensi
Memperhatikan
3) Gejala
Hipertensi
4) Jenis Hipertensi Memperhatikan
5) Cara mengatasi
Hipertensi
6) Diet Hipertensi
d. Memberi
kesempatan peserta
untuk bertanya Bertanya
e. Memberikan
pertanyaan kepada
peserta.
Menjawab
pertanyaan.
5 Penutup 5 menit a. Menyimpulkan Memperhatikan
materi bahasan yang
telah disampaikan.
b. Melakukan evaluasi
c. Menutup pertemuan
Memperhatikan

IV. Materi penyuluhan


Terlampir

V. Metode dan Media


1. Metoda
Ceramah
2. Media
Leaflet

IV Setting Tempat

Keterangan :
: Penyuluh
: Pasien
: Dosen pembimbing
: mahasiswa

V Pengorganisasian
1. Penyuluhan
Dosen pembimbing : Ibu Erlina
Klien : Ibu Jamilah
Penyuluh : Vera Pebriani
Mahasiswa :

VI Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Persiapan media yang akan digunakan (leaflet)
b. Persiapan tempat yang akan digunakan
c. Kontrak waktu
d. Persiapan SAP

2. Evaluasi Proses
a. Selama penyuluhan peserta memperhatikan penjelasan yang disampaikan
b. Selama penyuluhan peserta aktif bertanya tentang penjelasan yang
disampaikan

3. Evaluasi Hasil Akhir


a. Pasien mampu menyebutkan 3 dari beberapa gejala Hipertensi
Lampiran Materi

MATERI PENYULUHAN
HIPERTENSI
A. Definisi Hipertensi

Darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit yang
cukup sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Darah tinggi atau
hipertensi ini dapat terjadi ketika tekanan daah yang mengalir di dalam tubuh
kita menjadi lebih tinggi dan diatas tekanan darah normal yang dianjurkan.
Biasanya, tekanan darah yang norwal yang wajar pada manusia adalah
berkisar pada angka 100 – 140 mmHg untuk kisaran sistoliknya, dan 60 – 90
mmHg untuk kisaran diastoliknya. Seseorang akan didiagnosa memiliki
tekanan darah yang tinggi ketika menunjukkan angka diatas 140/90.
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dari arteri yang bersifat
sistemik alias berlangsung terus-menerus untuk jangka waktu lama. Hipertensi
tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui proses yang cukup lama. Tekanan
darah tinggi yang tidak terkontrol untuk periode tertentu akan menyebabkan
tekanan darah tinggi permanen yang disebut hipertensi (Lingga, 2012).
Untuk menentukan terjadi atau tidaknya hipertensi diperlukan
setidaknya tiga kali pengukuran tekanan darah pada waktu yang berbeda. Jika
dalam tiga kali pengukuran selama interval 2-8 pekan angka tekanan darah
tetap tinggi, maka patut dicurigai sebagai hipertensi. Pengecekan retina mata
dapat menjadi cara sederhana untuk membantu menentukan hipertensi pada
diri seseorang (Lingga, 2012).
Hipertensi biasa dicatat sebagai tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan
sistolik merupakan tekanan darah maksimum dalam arteri yang disebabkan
sistoleventricular. Hasil pembacaan tekanan sistolik menunjukan tekanan atas
yang nilainya lebih besar. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan
minimum dalam arteri yang disebabkan oleh diastoleventricular (Widyanto, S.
dan Triwibowo, C., 2013).
Hipertensi adalah suatu kondisi saat nilai tekanan sistolik lebih tinggi
dari 140 mmHg atau nilai tekanan diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg.
Menurut InaSH (Perhimpunan Hiepertensi Indonesia), Untuk menegakkan
diagnosis hipertensi perlu dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali
dengan jarak 1 minggu bila tekanan darah kurang dari 160/100 mmHg
(Garnadi, 2012).

B. Penyebab Hipertensi
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan
darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat
dikendalikan. Ada juga yang dapat dikendalikan sehingga bisa mengatasi
penyakit darah tinggi ini. Beberapa faktor tersebut antara lain:
a. Keturunan: Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Sebuah penelitian
menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah
tekanan darah tinggi. Jadi jika seseorang memiliki orang tua atau saudara
yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita
tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah
tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang
kembar tidak identik.
b. Usia: Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ketika usia seseorang bertambah, maka tekanan darah pun akan
meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda
saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat
mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.
c. Garam: Faktor ini bisa dikendalikan. Pada beberapa orang, khususnya
bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia
tua, dan mereka yang berkulit hitam, garam dapat meningkatkan tekanan
darah dengan cepat. Untuk itu, bagi penderita-penderita tersebut
diharapkan tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak
mengandung garam.
d. Kolesterol: Faktor ini bisa dikendalikan. Kolesterol akan tertimbun pada
dinding pembuluh darah jika kandungan lemak dalam darah berlebihan.
Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya
tekanan darah akan meningkat. Oleh karena itu, kendalikan kolesterol
Anda sedini mungkin.
e. Obesitas/ Kegemukan: Faktor ini bisa dikendalikan. Orang yang memiliki
berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan
lebih besar menderita tekanan darah tinggi.
f. Stres: Faktor ini bisa dikendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak
stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
g. Rokok: Faktor ini bisa dikendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan
tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan
risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan
merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi,
merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu
penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
h. Kafein: Faktor ini bisa dikendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh,
maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
i. Alkohol: Faktor ini bisa dikendalikan. Menkonsumsi alkohol secara
berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
j. Kurang Olahraga: Faktor ini bisa dikendalikan. Kurang olahraga dan
bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat.
Dengan olahraga secara teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi
Anda. Namun, jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda
menderita tekanan darah tinggi.

C. Gejala Hipertensi

Walaupun penyakit ini dianggap tidak memiliki gejawa awal,


sebenarnya ada beberapa gejala yang tidak terlalu tampak sehingga sering
tidak dihiraukan oleh penderita. Gejala-gejala yang dirasakan penderita
hipertensi antara lain pusing, mudah marah, telinga berdengung, sukar tidur,
sesak nafas, rasa berat di tengkuk, mudah lelah, mata kunang-kunang,
mimisan, muka pucat, suhu tubuh rendah. Gejala-gejala yang sifatnya khusus
tersebut akan terasa pada kondisi atau aktivitas tertentu berhubungan dengan
perubahan dan proses-proses metabolisme tubuh yang sedikit terganggu.

a. Kondisi istirahat
Gejala hipertensi pada kondisi istirahat berupa kelemahan dan letih, nafas
pendek, gaya hidup monoton, frekuensi jantung meningkat.
b. Berkaitan dengan sirkulasi darah
Gejala hipertensi berkaitan dengan sirkulasi darah berupa kenaikan tensi
darah, nadi denyutan jelas, kulit pucat, suhu dingin akibat pengisian
pembuluh kapiler mungkin melambat.
c. Kondisi emosional
Berkaitan dengan masalah emosioanl, seseorang pasti mengalami riwayat
perubahan kepribadian. Hal tersebut dapat dipicu oleh faktor-faktor
multiple stress atau tekanan yang bertumpuk seperti hubungan dengan
orang lain, keuangan, pekerjaan, dan sebagainya. Gejala hipertensi
berkaitan dengan kondisi emosional berupa fluktuasi turun naik, suasana
hati yang tidak setabil, rasa gelisah, penyempitan perhatian, tangisan
meledak, otot muka tegang, pernafasan menghela, peningkatan pola bicara.
d. Kondisi makanan dan pencernaan
Gejala-gejala hipertensi berkaitan dengan kondisi makanan dan
pencernaan berupa makanan yang disukai mencakup makanan tinggi
natrium, lemak serta kolestrol, sering mual dan muntah, perubahan berat
badan secara drastis (meningkat/menurun), riwayat pengguna obat
diuretik, adanya edema, glikosuria.
e. Berhubungan dengan respon saraf
Gejala hipertensi berhubungan dengan respons saraf, berupa keluhan
pusing, berdenyut-denyut, sakit kepala terjadi saat bangun dan menghilang
secara spontan setelah beberapa jam, gangguan penglihatan, misalnya
penglihatan kabur, perubahan keterjagaan, gangguan orientasi, pola isi
bicara berubah, proses pikir terganggu, penurunan kekuatan genggaman
tangan, sering batuk, gangguan koordinasi/cara berjalan, perubahan
penurunan postural (Sutanto, 2010).

D. Jenis Hipertensi

1. Hipertensi Primer
Hipertensi primer merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi karena
sebab atau alasan medis yang tidak jelas asal usulnya. Hal ini merupakan
suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang meningkat karena
disebabkan oleh faktor non – medis, seperti:
a. Stress
b. Aktivitas yang berleihan atau terlalu sedikit
c. Gaya hidup yang tidak sehat
d. Keturunan
e. Depresi
f. Beban pikiran yang berlebihan
g. Kelelahan
2. Hipertensi Sekunder
Merupakan jenis hipertensi dimana tekanan darah menjadi naik dan
meninggi karena pengaruh kondisi medis yang jelas, yaitu merupakan efej
samping dari gangguan – gangguan pada organ tubuh, seperti ginjal, arteri
dan lain – lain.

E. Cara Mengatasi Hipertensi


Berikut ini beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk
mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal
ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah
tinggi:
1. Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah
menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan
yang mengandung garam.
2. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium.
Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah
tinggi.
3. Kurangi minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan
darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk
pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30
ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
4. Lakukan olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur bisa menurunkan
tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah
olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan
berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali
seminggu.
5. Perbanyak makan sayur dan buahyang berserat tinggi seperti sayuran
hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
6. Lakukan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu
mengendalikan emosi Anda.
7. Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah
tinggi atau hipertensi.
8. Kendalikan kadar kolesterol Anda.
9. Kendalikan diabetes Anda.
10. Hindari obatyang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan dan
mintalah ke dokter Anda agar memberikan obat yang tidak meningkatkan
tekanan darah.

F. Diet Hipertensi

1. Diet Garam
Kandungan garam (Sodium atau Natrium) Seseorang yang mengidap
penyakit hipertensi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi
garam. Yang dimaksud dengan garam disini adalah garam natrium yang
terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang berasal dari hewan dan
tumbuh-tumbuhan. Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam
dapur. Oleh karena itu, dianjurkan konsumsi garam dapur tidak lebih dari
¼ - ½ sendok teh/hari atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium.
Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam
atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien
hipertensi. Adapun syarat-syarat diet garam rendah adalah :
a. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin.
b. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
c. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau
air dan/atau hipertensi.
Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan
penyakit dapat diberikan berbagai tingkat Diet Garam Rendah.
Diet Garam Rendah I (200-400 mg Na) Diet ini diberikan kepada pasien
dengan edema, asites dan/atau hipertensi berat. Pada pengolahan
makanannya tidak ditambahkan garam dapur. Dihindari bahan makanan
yang tinggi kadar natriumnya.
Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na) Diet ini diberikan kepada
pasien dengan edema, asites, dan/atau hipertensi tidak terlalu berat.
Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam Rendah I. Pada
pengolahan makanannya boleh menggunakan ½ sdt garam dapur (2 g).
Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya.
Diet Garam Rendah III (1000-1200 mg Na) Diet ini diberikan kepada
pasien dengan edema dan/atau hipertensi ringan. Pemberian makanan
sehari sama dengan Diet Garam Rendah I. Pada pengolahan makanannya
boleh menggunakan 1 sdt garam dapur (4 g).
2. Kandungan Potasium atau Kalium
Suplements potasium 2-4gram perhari dapat membantu penurunan
tekanan darah. Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-
buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan
baik untuk dikonsumsi penderita hipertensi antara lain semangka, alpukat,
melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah
buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang
mengandung unsur omega 3 sagat dikenal efektif dalam membantu
penurunan tekanan darah (hipertensi).
Pada penderita hipertensi dimana tekanan darah tinggi > 160 /gram
mmHg, selain pemberian obat-obatan anti hipertensi perlu terapi dietetik
dan merubah gaya hidup. Tujuan dari penatalaksanaan diet adalah untuk
membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan tekanan darah
menuju normal. Disamping itu, diet juga ditujukan untuk menurunkan
faktor risiko lain seperti berat badan yang berlebih, tingginya kadar lemak
kolesterol dan asam urat dalam darah. Harus diperhatikan pula penyakit
degeneratif lain yang menyertai darah tinggi seperti jantung, ginjal dan
diabetes mellitus.
3. Mengatur menu makanan
Mengatur menu makanan sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi
untuk menghindari dan membatasi makanan yang dapat meningkatkan
kadar kolesterol darah serta meningkatkan tekanan darah, sehingga
penderita tidak mengalami stroke atau infark jantung. Makanan yang harus
dihindari atau dibatasi adalah:
a. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak
kelapa, gajih).
b. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biskuit,
crakers, keripik dan makanan kering yang asin).
c. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran
serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink).
d. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur atau buah, abon, ikan
asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).
e. Susu full cream, mentega, margarin, keju mayonnaise, serta sumber
protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah
(sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam).
f. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal,
tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung
garam natrium.
g. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape.
h. Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah dengan
memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula merah/putih, bawang
(merah/putih), jahe, kencur dan bumbu lain yang tidak asin atau
mengandung sedikit garam natrium. Makanan dapat ditumis untuk
memperbaiki rasa. Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat
dilakukan untuk menghindari penggunaan garam yang berlebih.
Dianjurkan untuk selalu menggunakan garam beryodium dan
penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari.
i. Meningkatkan pemasukan kalium (4,5 gram atau 120 – 175 mEq/hari)
dapat memberikan efek penurunan tekanan darah yang ringan. Selain
itu, pemberian kalium juga membantu untuk mengganti kehilangan
kalium akibat dan rendah natrium. Pada umumnya dapat dipakai
ukuran sedang (50 gram) dari apel (159 mg kalium), jeruk (250 mg
kalium), tomat (366 mg kalium), pisang (451 mg kalium) kentang
panggang (503 mg kalium) dan susu skim 1 gelas (406 mg kalium).
Kecukupan kalsium penting untuk mencegah dan mengobati
hipertensi: 2-3 gelas susu skim atau 40 mg/hari, 115 gram keju rendah
natrium dapat memenuhi kebutuhan kalsium 250 mg/hari. Sedangkan
kebutuhan kalsium perhari rata-rata 808 mg.
j. Pada ibu hamil makanan cukup akan protein, kalori, kalsium dan
natrium yang dihubungkan dengan rendahnya kejadian hipertensi
karena kehamilan. Namun pada ibu hamil yang hipertensi apalagi yang
disertai dengan bengkak dan protein urin (pre eklampsia), selain obat-
obatan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi garam dapur serta
meningkatkan makanan sumber Mg (sayur dan buah-buahan).
3. Suplemen anti oksidan
Walaupun suplementasi anti oksidan masih memerlukan penelitian
lebih lanjut, namun saat ini banyak sekali suplemen yang dijual dan
dikonsumsi oleh masyarakat. Sebagai tenaga medis harus berhati-hati
memberikan anjuran minuman suplemen agar tidak terjadi overdosis.
a. Vitamin dan Penurunan Homosistein
Asam folat, vitamin B6, vitamin B 12 dan riboflavin
merupakan ko-faktor enzim yang essential untuk metabolisme
homosistein. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan
kadar homosistein dalam darah akan meningkatkan risiko penyakit
arteri koroner. Kadar asam folat yang rendah berkaitan dengan
peningkatan risiko penyakit koroner dan kadar vitamin yang rendah
juga berkaitan dengan peningkatan risiko aterosklerosis, walaupun
risiko aterosklerosis yang berhubungan dengan rendahnya kadar
vitamin B6 tidak berhubungan dengan konsentrasi homositein yang
tinggi. Sedangkan vitamin B12 tidak berhubungan dengan penyakit
vaskuler.

b. Kacang Kedelai dan Isoflavon


Kedelai banyak mengandung fito estrogen yaitu isoflavon, yang
memiliki aktivitas estrogen lemah. Penelitian meta analisis pada tahun
1995 menyimpulkan bahwa isoflavon dari protein kedelai lebih
bermakna menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan
trigliserida, tanpa mempengaruhi kadar kolesterol HDL. Sehingga
dianjurkan mengkonsumsi protein kedelai (20 – 50 gram/hari) dengan
modifikasi diet pada penderita dengan kadar kolesterol (total dan LDL)
yang tinggi. Tempe adalah hasil pengolahan kedelai yang melalui
proses fermentasi, dengan kandungan gizi lebih baik dari kedelai.
Sehingga tempe dianjurkan untuk di konsumsi oleh penderita
hipertensi sebagai sumber protein nabati.
c. Tempe
Tempe adalah salah satu makanan tradisional Indonesia, hasil
fermentasi kapang Rhizopus ohgosporis atau rhizopusoryzal pada biji
kedelai yang telah direbus. Ada berbagai macam tempe, yang
dibicarakan disini adalah tempe yang terbuat dari kedelai, yang
merupakan produk kompak, terbungkus rata oleh miselium kapang
sehingga nampak berwarna putih, dan bila diiris kelihatan keping biji
kedelai berwarna kuning pucat, diantara miselium. Fermentasi kapang
menghasilkan perubahan pada tekstur kedelai, menjadi empuk dan
nilai zat gizi tempe lebih baik dari kacang kedelai.
Nilai Gizi Tempe :
1) Protein, Enzim-enzim yang dihasilkan kapang, menghasilkan asam
amino bebas, sehingga kadarnya meningkat sampai 85 kali kadar
protein kedelai.
2) Karbohidrat, Kedelai mengandung karbohidrat berupa sakrosa dan
stakhiosa dan rifinosa (dua terakhir menyebabkan pembentukan
gas dalam perut). Fermentasi kedelai menjadi tempe menghasilkan
karbohidrat.
3) Lemak, Enzim dalam kapang dapat menurunkan kadar lemak total
dari 22,2% menjadi 14,4% dan meningkatkan kadar asam lemak
bebas dari 0,5% menjadi 21%.
4) Mineral, Didalam kedelai terdapat asam fitat yang merupakan
senyawa forfose, yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh.
Dengan fermentasi, kapang menghasilkan enzim fitase yang
menguraikan asam fitat, sehingga forfosenya dapat dimanfaatkan
tubuh.
5) Vitamin, Proses fermentasi dapat meningkatkan kadar vitamin B2
(Riboferum), Vitamin B6 (Piridoksin), asam folat, asam
panthotenat, dan asam nikotinat. Sedangkan kadar vitamin B1
menurun karena untuk pertumbuhan kapang dan terbentuk pula
vitamin B12 oleh bakteri yang tidak ada dalam produk nabati
lainnya.
Manfaat Tempe: Tempe merupakan sumber zat gizi yang baik,
terutama bagi penderita hiper kolesterolemia. Dari berbagai penelitian
ternyata tempe dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah serta
mencegah timbulnya penyempitan pembuluh darah, karena tempe
mengandung asam lemak tidak jenuh ganda. Sehingga penderita
hipertensi dianjurkan untuk mengkonsumsi tempe setiap hari,
disamping diet rendah lemak jenuh. Tempe juga mengandung zat anti
bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri
gram positif serta penyebab diare (Salmonella sp dan Shigella sp).
Oleh karena itu, tempe juga dianjurkan untuk dikonsumsi balita yang
menderita diare.
4. Asam Lemak Omega 3
Mengkonsumsi satu porsi ikan yang tinggi lemak (atau minyak
ikan ) tiap hari dapat menjadi asupan asam lemak omega 3 (EPA dan
DHA) sekitar 900 mg/dl, dan dilaporkan dapat menurunkan kadar
kolesterol dan mencegah penyakit jantung koroner
.
5. Serat
Walaupun berbagi studi menunjukkan adanya hubungan antara
beberapa jenis serat dengan penurunan kolesterol LDL dan atau
kolesterol total, namun belum ada bukti langsung yang menunjukkan
hubungan antara suplemen serat dengan penurunan penyakit
kardiovaskular.
Daftar Pustaka

Beavers, D. 2008. Bimbingan Dokter pada Tekanan Darah. Jakarta: Dian Rakyat.
Garnadi, Y. 2012. Hidup Nyaman Dengan Hipertensi. Edisi Pertama. Jakarta: Agro
Media Pustaka.
Lingga, L. (2012). Bebas Hipertensi Tanpa Obat. Jakarta. Agro Media Pustaka.
Widyanto, S. dan Triwibowo, C. (2013). Trend Disease Trend Penyakit Saat ini
Jakarta: Trans Info Media.
Susilo, Y. dan Wulandari, A. 2010. Cara Jitu Mengatasi Hipertensi. Yogyakarta: Andi
Yogyakarta.
Sutanto. 2010. Cekal (cegah dan tangkal) penyakit modern: (hipertensi, stroke,
jantung, kolesterol, dan diabetes). Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Almatsier S. 2004. Penuntun Diet. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Purwati S, Rahayu S, Salimar. 2002. Perencanaan Menu untuk Penderita Tekanan
Darah Tinggi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Daftar Hadir

No Hari/tgl Nama Mahasiswa Keterangan TTD


1 Rabu, 22 Ai Leni Hadir
November
4002150219
2017
2 Rabu, 22 Gandar Alief Z Hadir
November
4002150173
2017
3 Rabu, 22 Gendis Kintan Dwi Thahara Hadir
November
4002150061
2017
4 Rabu, 22 Khoirul Mutaqin Hadir
November
4002150020
2017
5 Rabu, 22 Lia Awalia Hadir
November
4002150070
2017
6 Rabu, 22 Mentari Hadir
November
4002150100
2017
7 Rabu, 22 M Restu Wijaksana Hadir
November
4002150181
2017
8 Rabu, 22 Shilda Nurlaelasari Hadir
November
4002150071
2017
9 Rabu, 22 Siti Nyzmah Aji Putri Hadir
November
4002150062
2017
10 Rabu, 22 Vera Pebriani Hadir
November
4002150015
2017

Mengetahui

Tutor SGD Kepala RT/RW Masyarakat

( ) ( ) ( )