Anda di halaman 1dari 3

Nama : Syarifah Nurhalifah

Nim : D1051171077

Mata kuliah : Kesehatan Lingkungan

Kelas : B

Soal

1. Jelaskan jenis-jenis abrotus yang terjadi pada trisemester pertama pada janin (sebab,
akibat, penanganan)
2. Jelaskan mengenai preklamasia dan eklampsia pada kehamilan!

Jawab

Abortus atau lebih sering disebut keguguran ialah kematian bayi dalam kandungan dengan umur
kehamilan kurang dari 20 minggu. Berdasarkan penyebabnya terdapat dua macam abortus yaitu
abortus disengaja (induced abortion) dan tidak disengaja (spontaneous abortion).

Pada umumnya wanita seringkali mengalami abortus atau yang lebih sering disebut dengan
keguguran. Akan tetapi tidak banyak dari kita belum mengetahui dengan pasti apa itu abortus,
jenis-jenis abortus dan penyebab abortus. Abortus atau keguguran merupakan salah satu
ancaman yang terjadi ketika janin yang ada dalam kandungan keluar pada kehamilan yang
berusia sekitar 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram

Jenis jenis arbutus adalah sebagai berikut :

1. Abortus Komplet
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
Macam-macam abortus yang satu ini tidak memerlukan penanganan penanganan khusus,
hanya apabila menderita anemia ringan perlu diberikan tablet besi dan dianjurkan supaya
makan makanan yang mengandung banyak protein, vitamin dan mineral.

2. Abortus Inkomplit

Jenis keguguran inkomplet adalah yang sebagian hasil konsepsi telah keluar dari rahim
dan masih ada yang tertinggal. Penangananyan bila disertai dengan syok akibat
perdarahan maka pasien diinfus dan dilanjutkan transfusi darah. Setelah syok teratasi,
dilakukan kuretase, bila perlu pasien dianjurkan untuk rawat inap.
3. Abortus Insipiens

Abortus insipiens adalah jensis keguguran yang sedang mengancam yang ditandai dengan
serviks yang telah mendatar, sedangkan hasil konsepsi masih berada lengkap di dalam
rahim. Biasanya dilakukan tindakan kuretase bila umur kehamilan kurang dari 12 minggu
yang disertai dengan perdarahan.

4. Abortus Imminens

Jenis keguguran tingkat permulaan, terjadi perdarahan per vagina, sedangkan jalan lahir
masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam rahim tampak mirip dengan
abortus insipiens yang mengancam jiwa. Menanganinya dengan cara istirahat baring,
tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan karena cara ini akan
mengurangi rangsangan mekanis dan menambah aliran darah ke rahim. Ditambahkan
obat penenang bila pasien gelisah.

5. Missed Abortion

Keguguran yang ditandai dengan embrio atau fetus terlah meninggal dalam kandungan
sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih dalam kandungan.
Menanganinya dengan cara dilakukan kuretase. Namun cara ini harus hati hati karena
terkadang plasenta melekat erat pada rahim. Terbukanya jalan lahir akibat abortus dan
akibat dari tindakan kuretase tentu tidak terlepas dari komplikasi. Komplikasi yang sering
terjadi yaitu infeksi, perforasi/robekan/lubang pada dinding rahim. Tapi bila dikerjakan
sesuai prosedur dan pasien cepat tanggap akan keluhan yang diderita maka kemungkinan
terjadinya komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin.

Penyebab Macam-Macam Abortus

Setelah tahu tentang apa itu abortus, mulailah sekarang kita membahas, apa yang menyebabkan
terjadinya abortus. Abortus pada wanita hamil bisa terjadi karena beberapa sebab di antaranya:

 Pertama, penyebab abortus adalah kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. Kelainan inilah
yang paling umum menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum umur kehamilan 8
minggu. Beberapa faktor yang menyebabkan kelainan ini antara lain: kelainan kromoson/
genetik, lingkungan tempat menempelnya hasil pembuahan yang tidak bagus atau kurang
sempurna dan pengaruh zat zat yang berbahaya bagi janin seperti radiasi, obat obatan,
tembakau, alkohol dan infeksi virus.

 Kelainan pada plasenta. Kelainan ini bisa berupa gangguan pembentukan pembuluh
darah pada plasenta yang disebabkan oleh karena penyakit darah tinggi yang menahun.

 Faktor ibu seperti penyakit penyakit khronis yang diderita oleh sang ibu seperti radang
paru paru, tifus, anemia berat, keracunan dan infeksi virus toxoplasma. Penyebab
keguguran
 Kelainan yang terjadi pada organ kelamin ibu seperti gangguan pada mulut rahim,
kelainan bentuk rahim terutama rahim yang lengkungannya ke belakang (secara umum
rahim melengkung ke depan), mioma uteri, dan kelainan bawaan pada rahim.