Anda di halaman 1dari 4

“Sistem Computerized Provider Order Entry”

Disusun Oleh:
Kelompok 3
1. Indah Gita Cahyani (182210101011)
2. Ridho Syifa Annafi (182210101012)
3. Erlik Fiana Sari (182210101013)
4. Emil Rahma Fauziah (182210101015)
5. Lintang Qonita Fardliana (182210101016)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Dalam dunia medis, ada sebuah istilah yaitu CPOE. CPOE merupakan singkatan dari
Computerized Physician Order Entry. Namun, ada juga kepanjangan-kepanjangannya yang lain.
Antara lain Computerized Provider Order Entry, Computerized Provider Order Management
(CPOM), dan Computerized Practitioner Order Entry. Meski memiliki singkatan dan kepanjangan
yang beragam, CPOE tetap merujuk pada satu pengertian yang sama.
CPOE (Computerized Physical Order Entery) yang dikenal juga dengan istilah entri
pesanan penyedia terkomputerasi merupakan sebuah sistem atau aplikasi medis yang dapat
mengirim pesanan obat dan memberikan instruksi dari perawat secara elektronik melalui computer.
Sistem ini digunakan untuk menangani pasien oleh dokter. Format tersebut bertujuan untuk
mengurangi kesalahan yang terkait dengan ketidakjelasan tulisan tangan atau transkripsi pesanan
obat. Dalam sistem CPOE dokter dapat memasukkan data pasien secara elektronik dan pasien juga
dapat menggunakan sistem CPOE ini untuk menyimpan catatan administrasi pengobatan online,
meninjau perubahan pada pesanan berturut – turut. Di dalam CPOE ini terdapat prescribing system
, yaitu sinyal dosis dan pemeriksaan interaksi yang terdeksi secara otomatis, sinyal ini dapat
memberi tahu pengguna bahwa dosis terlalu tinggi dan berbahaya dan juga dapat memberi tahu
bahwa obat-obat yang digunakan dapat menggangu kesehatan sehingga tidak baik untuk di
konsumsi.
CPOE digunakan di rumah sakit. Karena dalam penggunaan CPOE akan lebih mudah dan
lebih enak untuk melayani seorang pasien dan mendata, mengetahui ruangan, dosis obat,
pelayanan, dan bisa untuk komunikasi perawat dengan pelayan kesehatan lainnya. CPOE ini bisa
digunakan untuk memasukkan order. Dengan menggunakan CPOE ini dokter bisa langsung
mengetik order ke dalam komputer lalu disebarkan order tersebut. Sistem CPOE ini sangatlah
membantu. Bisa juga untuk mengurangi resep yang berlebihan atau kekurangan. Tetapi dalam
system CPOE ini juga ada kekurangan dan kelebihan.
Keuntungan dari menggunakan CPOE antara lain :
 Mengurangi keterlambatan dalam proses perawatan karena ketika telat dalam perawatan
maka kondisi pasien akan fatal.Sehingga sangat diperlukan fungsi CPOE ini untuk
memperkecil kesalahan kesalahan dalam perawatan. Kesalahan bisa terjadi ketika adanya
hambatan komunikasi perawat terhadap dokter ataupun sebaliknya disitu CPOE sangat
berguna untuk menghindari terjadinya kesalahan.
 Mengurangi kesalahan dalam pemberian dosis obat pada pasien karena jika kurang tepat
akan membahayakan terhadap kondisi pasien.Dapat membahayakan jika terapi obat
menyebabkan keracunan pada pasien sehingga salah satu fungsi CPOE adalah mengurangi
tingkat keslahan dosis.
 Mempermudah dalam menginput data data pasien agar mempermudah dalam cek
pembiayaan ataupun pengobatan penyakit.Tidak perlu mencari berkas-berkas pasien yang
mungkin akan memepersulit perawat dalam memahami.Adanya CPOE ini akan
mempermudah hanya dengan mengecek lewat komputer data yang diperlukan akan
tersedia.
 Mempermudah rekam media dalam mengecek riwayat penyakit pasien.Daripada harus
mencari atau menghubungi rumah sakit sebelumnya untuk mendapatka data lebih baik
menggunakan CPOE yang dapat terhubung denga rumah sakit lainnya unuk mendapatkan
informasi riwayat penyakit yang diperlukan untuk pengobatan di rumah sakit selanjutnya.
 Meningkatkan efisiensi dan keamanan data data pasien.Mengurangi tingkat kehilangan data
pasien.Ketika Menginput data akan jauh lebih mudah dibandingkan input data manual.
 Untuk mempermudah mengakses profil pasien.Ketika membutuhkan data pasien untuk
verivikasi obat,dosis,waktu dan cara pemberian yang tepat akan lebih mudah disbanding
masih mencari data yang manual karena tingkat kehilangan berkas juga besar.
Penggunaan CPOE juga memiliki kerugian sebagai berikut.
 Komunikasi antar perawat dengan dokter menjadi berkurang menyebabkan koordinasi
antar profesi menjadi jarang dilakukan dalam penyelesaian masalah
 Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengguna dan pelaksana mengerti benar
tentang cara penggunaan CPOE
 Harga software CPOE cukup mahal untuk diterapkan di rumah sakit
 Alur kerja yang tidak lancar karena koordinasi yang kurang. Misalnya ketika CPOE
memberi peringatan kesalahan dosis membuat perawat memikirkan ulang pemberian obat
dan pihak dokter (yang menulis perintah) merasa dikendalikan, tidak dapat dipercaya atau
merasa diinterupsi
 Timbulnya kecemasan perawat bahwa sistem CPOE yang menggantikan kertas menjadi
tidak konsisten, misalnya suatu hari nanti datanya akan hilang.
Daftar Pustaka
 https://searchhealthit.techtarget.com/definition/computerized-physician-order-entry-
CPOE
(diakses pada tanggal 16 Desember 2018 pukul 13.45 WIB)
 https://en.wikipedia.org/wiki/Computerized_physician_order_entry
(diakses pada tanggal 16 Desember 2018 pukul 13.46 WIB)
 Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). 2012. Computerized Provider
Order Entry. Diakses pada hari Senin, 22 Oktober 2012 (http://healthit.ahrq.govportal)
 Ash, J., Berc, M., & Coiera, E. 2008. Some unintended consequences of information
technology inhealth care, the nature of patient care information system related errors.
Journal of American Medical Information Association, 11, 104-112.
 https://searchhealthit.techtarget.com/definiton/computerized-physician-order-entry-CPOE
(diakes pada tanggal 13 Desember pukul 18.23 WIB)
 http://mmr.umy.ac.id/patient-safety-part-2-cpoe-dalam-era-patient-safety/
(diakes pada tanggal 8 Desember 2018 pukul 09.15 WIB)