Anda di halaman 1dari 10

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN

KABUPATEN TAPANULI TENGAH

NOMOR : /AKR/MFK/ /I/2019

TENTANG

PANDUAN MANAJEMEN RESIKO


DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN
KABUPATEN TAPANULI TENGAH

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN

Menimbang :
a. Bahwa dalam rangka menghadapi tuntutan akan pelayanan kesehatan yang
berkualitas serta mengutamakan keselamatan pasien, antisipasi situasi kondisi
yang sangat dinamis baik interanal maupun eksternal.
b. Bahwa untuk menunjang pelaksaan manajemen fasilitas keselamatan (MFK) di
Rumah Sakit Umum Daerah Pandan dengan baik maka perlu adanya surat
Keputusan Direktur tentang Kebijakan sebagai landasan bagi keamanan pasien,
keluarga, staf dan pengujung.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b perlu
ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Pandan

Mengingat :

1. Undang-undang RI No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.


2. Undang-undang RI No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
3. Undang - Undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor :44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.
5. Peraturan Menteri Kesehatan No. 472 / Menkes / Per / V / 1996 tentang
pengamanan barang berbahaya bagi kesehatan.
6. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1333 / Menkes / SK / XII /
1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit.
7. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No 1405 / Menkes / SK / XI / 2002
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.
8. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 432 / Menkes / SK / IV / 2007
tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di rumah
sakit.
9. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 129 / Menkes / SK / II / 2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
10. Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 492/Menkes/PER/IV/2010 Tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum
11. Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja Rumah Sakit.
12. Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 24 Tahun 2016 Tentang Persyaratan
Teknis Bangunan Dan Prasarana Rumah Sakit.
13. Peraturan Mentri Lingkungan Hidup RI NO 14 Tahun 2014 tentang simbol dan
lebel limbah bahan berbahaya dan beracun
14. Surat Keputusan Menteri PU No. 10 / KPTS / 2000 tentang Ketentuan Teknis
Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan
Lingkungan Menteri Negara Pekerjaan Umum.
15. Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas
Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
16. Peraturan pemerintah RI NO 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan limbah
bahan berbahaya dan beracun
17. Peraturan Menteri PU No. 24 / PRT / M / 2008 tentang Pedoman Pemeliharaan
dan Perawatan Bangunan Gedung.
18. Peraturan Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit No :
1666/KARS/X/2014 tentang Penetapan Status Akreditasi Rumah Sakit.
19. Instruksi Menkes RI No. 84 / Menkes /Inst / II/ 2002 tentang Kawasan Tanpa
Rokok di Tempat Kerja dan Sarana Kesehatan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
PERTAMA : Kebijakan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan di Rumah Sakit Umum
Daerah Pandan.
KEDUA : Memberlakukan Kebijakan Untuk Manajemen Fasilitas Dan Keselamatan di
Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Sebagaimana Uraian Terlampir Dalam
Surat Keputusan Ini, Yang Terdiri Atas:
1. Kepempinan dan Perencanaan
2. Keselamatan dan Keamanan
3. Bahan Berbahaya
4. Kesiapan Menghadapi Bencana
5. Proteksi Kebakaran (fire Safety)
6. Peralatan Medis
7. Sistem Utilitas (Sistem Penunjang)
8. Monitoring Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
9. Pendidikan Staf
KETIGA : Kebijakan tersebut akan ditindak lanjuti dengan penyusunan uraian dalam
bentuk pedoman/panduan/standar prosedur operasional (SPO) dan seluruh staf
rumah sakit yang terkait dengan kegiatan Manajemen Fasilitas Keselamatan
(MFK) agar mematuhi, melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab secara
konsisten.
KEEMPAT : Surat Keputusan nomor : 03/SK/DIR/I/2019 tentang Manejemen Fasilitas dan
Keselamatan dinyatakan tidak berlaku lagi sejak berlakunya surat keputusan
direktur ini.
Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya, apabila di kemudiaan hari
ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan ditiadakan perbaikan sebagaiman mestinya.

Ditetapkan di : Pandan
Tanggal : Januari 2019
DIREKTUR RSUD PANDAN
KABUPATEN TAPANULI TENGAH

dr. SRI INDRA SUSILO


PEMBINA
NIP. 19660202 200212 1 004
LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN
Nomor :
Tanggal : Januari 2019

KEPEMIMPINAN DAN PERENCANAAN


1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mematuhi peraturan dan perundang-undangan tentang
bangunan, perlindungan kebakaran, dan persyaratan pemeriksaan fasilitas.
Pimpinan dan para Direktur Rumah Sakit bertanggung jawab untuk
1) Memahami peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berlaku bagi
fasilitas rumah sakit baik yang merupakan regulasi di tingkat nasional maupun tingkat
daerah.
2) Menerapkan persyaratan yang berlaku termaksud mempunyai izin dan atau sertifikasi
sesuai dengan peraturan perundang-undangan, antara lain izin-izin tersebut di bawah
ini:
a) Izin mendirikan bangunan
b) Izin operasional yang masih berlaku
c) Sertifikat laik fungsi (SLF) bila pemerintah daerah di lokasi rumah sakit telah
menerapkan ketentuan ini.
d) Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL)
e) Izin genset
f) Izin radiologi
g) Sertifikatsistem pengamanan/pemadam kebakaran
h) Sistem kelistrikan
i) Izin inselator (bila ada)
j) Izin tempat pembuangan sementara bahan berbahaya dan beracun (TPS B-3)
k) Izin lift (bila ada)
l) Izin instalasi petir
m) Izin lingkungan
3) Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti kumpulan dan daftar peraturan
perundang-undangan yang dimiliki Rumah Sakit
4) Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti kumpulan izin yang masih
berlaku.
a) Bukti kalibrasi
b) Bukti hasil pemeriksaan dari luar Rumah Sakit
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai program manajemen resiko fasilitas dan
lingkungan yang menggambarkan proses pengelolaan risiko yang dapat terjadi pada pasien,
keluarga, pengunjung dan staf adalah :
1. Keselamatan dan keamanan
2. Bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbahnya
3. Penanggulangan bencana (emergensi )
4. Proteksi kebakaran (Fire Safety)- property dan para penghuni dilindungi dari bahaya
kebakaran dan asap
5. Peralatan medis-pemilihan, pemeliharaan, dan penggunaan teknologi dengan cara yang
aman untuk mengurangi resiko.
6. Sistem penunjang (utilitas)-pemeriharaan sistem listrik, air, dan sistem penunjang
lainnya dengan tujuan untuk mengurangi resiko kegagalan operasional.
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti program manajemen resiko fasilitas dan
lingkungan yang masih berlaku
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti riview program manajemen risiko
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Menetapkan penanggung jawab manajemen risiko
fasilitas dan lingkungan dilengkapi dengan uraian tugas,tanggung jawab dan wewenang
tentang perencanaan dan pengawasan program manajemen resiko fasilitas dan lingkungan
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan melakukan pengawasan terhadap manajemen resiko
fasilitas dan lingkungan
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti sertifikatpelatihan manajemen resiko
dalam file kepegawaian
8. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti laporan kegiatan penanggung jawab
program
KESELAMATAN DAN KEAMANAN
1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi termasuk program pengelolaan
keselamatan dan keamanan yang meliputi :
1) Membuat pedoman pengorganisasian unit kerja yang bertanggung jawab terhadap
keselamatan dan keamanan
2) Membuat program keselamatan dan keamanan
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti penetapan unit kerja disertai pedoman
pengorganisasian
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti daftar are beresiko tentang keselamatan
dan keamanan
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti identitas yang diberikan kepada
penunggu, pasien, pengunjung (termasuk tamu), staf rumah sakit, pegawai kontrak dan
semua orang yang bekerja di rumah sakit
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pemeriksaan fasilitas yang meliputi :
1) Bukti form ceklis
2) Bukt pelaksanaan pemeriksaan
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan regulasi tentang asesmen risiko pra kontruksi
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan asesmen risiko pra
kontruksi (PCRA)
8. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti pelaksanaan tentang hasil tindak
lanjut PCRA
9. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti tentang tersedianya anggaran,
misalnya untuk perijinan, pemeriksaan air, udara, kuman, pemenuhan standar fisik bangunan
10. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti tentang tersedianya anggaran untuk
meningkatkan anggaran untuk meningkatkan, perbaikan atau mengganti sistem, bangunan
11. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti tersedianya anggaran untuk
pelaksanaan PCRA dan ICRA

BAHAN BERBAHAYA
1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi yang mengatur B3 serta
limbahnya sesuai dengan kategori WHO dan peraturan perundang-undangan, meliputi :
1) Infeksius
2) Patologis dan anatomi
3) Farmasi
4) Bahan kimia
5) Logam berat
6) Container bertekanan
7) Benda tajam
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang pengolahan bahan B3 dan
limbahnya.
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Mempunyai bukti berupa daftar B3 dan limbahnya
terkini meliputi jenis, lokasi, dan jumlahnya
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan pengadaan pembelian B3
disertai dengan MSDS yang tersedia disetiap tempat penyimpanan B3 sesuai PKPO 3
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti laporan tumpahan, paparan/pajanan
(exposure) dan insiden lainnya
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti izin penggunaan bahan radio aktif
(alat radiologi), izin ipal, izin TPS B3, izin incinerator/perjanjian kerja sama dengan pihak
ketiga bila pengelolaan B3 dilakukan oleh pihak lain, besrta izin transporter (PKS tripartit
yaitu RS, transporter dan pengelolaan B3
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti izin TPS B3 masih berlaku
8. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti izin ipal atau izin pembuangan limbah
cair (IPLC)
9. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti izin pengolah limbah B3 atau bukti
MOU dengan pihak ketiga yang mempunyai :
1) Izin operasional pengelolaan limbah pihak ketiga
2) Izin transporter disertai manifest/bukti pemusnahan pihak ketiga

KESIAPAN PENANGGULANGAN BENCANA


1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang manajemen distater RS
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang adanya ruang
dekontaminasi dalam pedoman pelayanan IGD
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti identitas risiko bencana internal dan
eksternal, berupa hasil hazard and vulnerability assessment (HVA)
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti pelaksanaan self assessment hospital
safety index
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti denah ruang dekontaminasi
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti pelaksanaan simulasi kesiapan
mengahadapi kedaruratan, wabah dan bencana
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan diskusi (debriefing)
8. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti daftar peserta simulasi
PROTEKSI KEBAKARAN (FIRE SAFETY)
1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai program proteksi kebakaran (fire
safety) yang memastikan bahwa semua penghuni rumah sakit selamat dari bahaya api,
asap, atau keadaan darurat non kebakaran lainnya meliputi :
1) Pencegahan kebakaran melalui pengurangan resiko seperti penyimpangan dan
penanganan bahan-bahan mudah terbakar secara aman, termaksud gas-gas medis
yang mudah terbakar seperti oksigen.
2) Penanganan bahaya yang terkait dengan konstruksi apapun di atau yang berdekatan
dengan bangunan yang ditempati pasien.
3) Penyediaan jalan keluar yang aman dan tidak terhalangi apabila terjadi kebakaran.
4) Penyediaan sistem peringatan dini, deteksi dini seperti detector asap alarm
kebakaran, dan patroli kebakaran (fire patrols).
5) Penyediaan mekanisme pemadaman api seperti selang air, bahan kimia pemadam
api (chemical suppressants), atau sistem sprinkler.
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti tindak lanjut assessment risiko
kebakaran/ fire safety risk assessment (FSRA) antara lain berupa ceklis asesmen risiko
kebakaran
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti tindak lanjut asesment risiko
kebakaran/fire safety risk assessment (FSRA)
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan pelatihan
penanggulangan kebakaran
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti pemeriksaan, uji coba, da
pemeliharaan peralatan pemadam kebakaran
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang penetapan RS sebagai
kawasan bebas rokok
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti evaluasi kepatuhan larangan
merokok
PERALATAN M EDIS
1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Mempunyai regulasi pengelolaan peralatan medis
yang digunakan di rumah sakit yang meliputi :
1) Melakukan inventarisasi peralatan medis yang meliputi peralatan medis yang
dimiliki rumah sakit dan peralatan medis kerja sama operasional (KSO) milik pihak
ketiga
2) Melakukan pemeriiksaan peralatan medis secara teratur
3) Melaksanakan uji fungsi peralatan medis sesuai penggunaan dan ketentuan pabrik
4) Melaksanakan pemeliharaan preventif dan kalibrasi
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti daftar inventaris peralatan medis
yang dilengkapi dengan identifikasi risiko peralatan medis tersebut
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti ceklis dan hasil pemeriksaan
peralatan medis
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mebuat bukti pelaksanaan dan hasil uji fungsi
peralatan medis baru dan sesuai umur, penggunaan dan rekomendasi pabrik
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan pemeliharaan preventif
dan kalibrasi peralatan medis
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan kegiatan oleh staf yang
kompeten (yang dibuktikan dengan ijazah dan/ atau sertifikat pelatihan)
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang pemantauan dan
penarikan kembali (recall) peralatan medis
8. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pertemuan yang membahas hasil
pemantauan peralatan medis yang berbahaya, alat medis dalam penarikan (under recall),
laporan insiden, masalah dan kegagalan pada peralatan medis disertai bukti hasil
pemantauan
9. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti pelaporan insiden keselamatan
(sentinel) terkait peralatan medis ke internal dan eksternal ke komite nasional
keselamatan pasien rumah sakit dan KARS
SISTEM UTILITAS (SISTEM PENUNJANG)
1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Mempunyai regulasi tentang pengelolaan sistem
utilitas
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti daftar inventaris sistem utilitas dan
lokasinya
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti :
1) Hasil pemeriksaan
2) Hasil testing/pengujian
3) Hasil pemeliharaan sistem utilitas
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang sistem utilitas
penting/utama
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti yang meliputi :
1) Daftar inventaris sistem utilitas
2) Daftar inventaris sistem utilitas penting/utama
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti meliputi :
1) Bukti form ceklis
2) Bukti pelaksanaan inspeksi
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti uji coba sistem utilitas penting
8. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan pemeliharaan/bukti
hasil pemeliharaan sistem utilitas penting
9. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti perbaikan sistem utilitas
10. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang sistem utilitas termasuk
kerjasama dengan penyediaan air bersih bila terjadi gangguan
11. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti, meliputi :
1) Bukti identifikasi area berisiko bila terjadi kegagalan listrik
2) Bukti identifikasi area berisiko bila terjadi kegagalan air
12. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Membuat bukti telah dilakukanupaya-upaya untuk
mengurangi resiko bila terjadi kegagalan listrik maupun air di area paling berisiko,
termasuk kerjasama dengan penyediaan air bersih bila terjadi gangguan.
13. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai bukti meliputi:
1) Bukti pelaksanaan kajian kebutuhan sumber listrik dan air bersih alternatif dalam
keadaan emergensi
2) Bukti kontrak kerjasama dengan penyediaan air bersih bila terjadi gangguan
14. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang uji coba sumber air
bersih dan listrik alternatif
15. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti dokumentasi pelaksanaan uji coba
sumber air bersih alternatif
16. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi tentang pemeriksaan air bersih
(termasuk air minum) dan limbah cair meliputi :
1) Pelaksanaan monitoring mutu air bersih paling sedikit setiap 1 tahun sekali. Untuk
pemeriksaan kimia minimal setiap 6 bulan sekali atau lebih sering tergantung
ketentuan peraturan perundang-undangan, kondisi sumber air, dan pengalaman
sebelumnya dengan masalah mutu air. Hasil pemeriksaan didokumentasikan
2) Pemeriksaan limbah cair dilakukan setiap 3 bulan atau lebih sering tergantung
peraturan perundang-undangan, kondisi sumber air dan hasil pemeriksaan air terakhir
bermasalah. Hasil didokumentasikan
3) Pemeriksaan mutu air yang digunakan untuk dialisis ginjal setiap bulan, untuk
menilai pertumbuhan bakteri dan endokrin
4) Pemeriksaan tahunan untuk menilai kontaminasi zat kimia. Hasil pemeriksaan
didokumentasikan
5) Melakukan monitoring hasil pemeriksaan air dan melakukan perbaikan bila
diperlukan
17. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti hasil pemeriksaan mutu air bersih
termasuk air minum
18. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti hasil pemeriksaan mutu limbah cair
19. Rumah Sakit Mettaa Medika membuat bukti hasil pemeriksaan mutu air yang digunakan
untuk dialisis
20. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti tindak lanjut hasil pemeriksaan
MONITORING PROGRAM MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN
1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai regulasi sistem pelaporan data
insiden/kejadian/kecelakaan setiap program manajemen risiko fasilitas.
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti laporan insiden keselamatan terkait
manajemen risiko fasilitas dan hasil analisis
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti tindak lanjut dari hasil analisis
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan pengawasan dan
pelaporan program manajemen risiko fasilitas

PENDIDIKAN STAF
1. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan mempunyai program pelatihan manajemen fasilitas
dan keselamatan.
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan pelatihan program
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
3. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti pelaksanaan edukasi terhadap
pengunjung, suplier, pekerja kontrak dan lain-lain
4. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti evaluasi pelatihan berupa pre test
dan post test pelatihan termasuk mampu memperagakan
5. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti, meliputi:
1) Bukti pelaksanaan pelatihan menjalankan peralatan medis
2) Bukti test yang dilakukan
6. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti, meliputi:
1) Bukti pelaksanaan pelatihan menjalankan sistem utilitas
2) Bukti tes yang dilakukan
7. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti, meliputi:
1) Bukti pelaksanakan pelatihan memelihara peralatan medis
2) Bukti tes yang dilakukan
8. Rumah Sakit Umum Daerah Pandan membuat bukti meliputi:
1) Bukti pelatihan memelihara sistem utilitas
2) Bukti tes yang dilakukan

Ditetapkan di : Pandan
Tanggal : Januari 2019