Anda di halaman 1dari 7

PROVINSI ACEH

DISUSUN OLEH:

Maharani (1813034001)
1. Pendahuluan

Penduduk adalah orang – orang yang berada didalam suatu wilayah yang terikat
oleh aturan – aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus
menerus. Sedangkan didalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang
menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara banyaknya penduduk dan luas


wilayahnya. Satuan luas wilayah yang umumnya digunakan adalah km2 . Kepadatan
penduduk di suatu daerah tidaklah sama. Ciri-ciri kepadatan penduduk yang makin
lama makin tinggi adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang terus berjalan dan
meningkatnya jumlah pemukiman di daerah tersebut.

Kepadatan penduduk dibagi menjadi 3 jenis:

a.Kepadatan Penduduk Kasar (Crude Population Density), yaitu menunjukkan


banyaknya jumlah penduduk untuk setiap kilometer persegi luas wilayah.
b.Kepadatan Fisiologis (Physiological Density), yang menyatakan banyaknya
penduduk untuk setiap kilometer persegi wilayah
lahan yang ditanami (cultivable lan).
c.Kepadatan Agraris (Agriculture Density), menunjukkan banyaknya penduduk
petani untuk setiap kilometer persegi wilayah cultivable land.

Ukuran ini menggambarkan intensitas pertanian dari petani terhadap lahan


yang mencerminkan efisiensi teknologi pertanian
dan intensitas tenaga kerja pertanian. Kepadatan penduduk kasar
merupakan ukuran persebaran penduduk yang umum digunakan, karena selain
data dan cara penghitungannya sederhana, ukuran ini sudah distandarisasi dengan
luas wilayah.
2. Isi

Menurut Mantra ( Trisnaningsih, 2016:109 ), kepadatan penduduk merupakan


jumlah penduduk per satuan unit wilayah. Nilai kepadatan penduduk dapat diperoleh
dengan cara membagi jumlah seluruh penduduk dengan luas areal tanah, nilai
tersebut dinyatakan sebagai jumlah penduduk per satu mil atau kilometer persegi.

Adapun tingkat kepadatan penduduk dapat dihitung menggunakan rumus:

Kepadatan Penduduk (KP) = Jumlah penduduk : luas wilayah

Tabel 1. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Provinsi


Aceh Tahun 2018

No. Nama Luas (km2) Jumlah Kepadatan


Kabupaten/Kota Penduduk Penduduk
(jiwa) (jiwa/km2)

1. Simeuleu 2.051.48 92.393 45

2. Aceh Singkil 2.185.00 121.681 56

3. Aceh Selatan 3.841.60 235.115 61

4. Aceh Tenggara 4.281.43 212.417 50

5. Aceh Timur 6.286.01 427.567 68

6. Aceh Tengah 4.318.39 208.505 48

7. Aceh Barat 2.927.95 205.971 70

8. Aceh Besar 2.969.00 417.302 141

9. Pidie 3.086.95 439.131 142


10 Bireuen 1.901.20 461.726 243

11. Aceh Utara 3.236.86 611.435 189

12. Aceh Barat Daya 1.490.60 148.111 99

13 Gayo Lues 5.719.58 92.602 16

14. Aceh Tamiang 1.956.72 291.112 149

15. Nagan Raya 3.363.72 164.483 49

16. Aceh Jaya 3.812.99 91.087 24

17. Bener Meriah 1.454.09 145.086 100

18. Pidie Jaya 1.073.60 158.091 147

19. Banda Aceh 61.36 265.111 4321

20. Sabang 153.00 34.571 226

21. Langsa 262.41 174.318 664

22. Lhokseumawe 181.06 203.284 1123

23. Subulussalam 1.391.00 80.215 58

Jumlah 57.956.00 5.281.314 8.089

Sumber : BPS, Provinsi Aceh dalam Angka 2018 halaman 45 dan 46

Penyebaran penduduk di Provinsi Aceh belum merata. Hal ini dapat dilihat
dari kepadatan penduduk tiap kabupaten/kota yang tidak sama. Daerah dengan
kepadatan penduduk yang paling tinggi terdapat di Kota Banda Aceh sebesar 4.321
jiwa per km2 Kepadatan terendah terdapat di Kab. Gayo Lues dengan kepadatan
penduduk 16 jiwa per km2. Jumlah penduduk dan luas wilayah merupakan indikator
penting dalam hal penyebaran penduduk.
Dapat kita ketahui bahwa Kota Banda Aceh merupakan kota dengan
kepadatan tertinggi di Provinsi Aceh hal ini dikarenakan penduduk Kota Banda Aceh
didominasi oleh penduduk berusia muda. Hal ini merupakan salah satu dampak dari
fungsi Banda Aceh sebagai pusat pendidikan di Aceh dan bahkan di Pulau Sumatera.
Banyak pemuda juga bermigrasi ke Banda Aceh untuk mencari kerja.

Adanya kemudahan akses dalam menjangkau dan memanfaatkan fasilitas


yang tersedia membuat Kota Banda Aceh padat akan penduduk jika dibandingkan
dengan wilayah lainnya. Indikator luas wilayah sangat berpengaruh terhadap tingkat
kepadatan penduduk suatu wilayah, sebab kepadatan penduduk merupakan suatu
keadaan di mana semakin padat jumlah manusia pada suatu wilayah yang dihuni.
Dalam hal ini luas wilayah tidak dapat mencukupi kebutuhan penduduk akan ruang di
suatu pemukiman.

Fasilitas sarana dan prsarana juga mendukung suatu penduduk untuk


bermukim pada suatu wilayah, apabila wilayah tersebut cukup luas dengan segala
fasiltas sarana dan prasarana yang lengkap tentunya masyarakat akan berbondong-
bondong untuk bermukim di wilayah seperti itu tetapi tidak menutup kemungkinan
wilayah dengan luas yang sempit apabila diimbangi dengan fasiltas yang lengkap
maka penduduk akan mempertimbangkan untuk mereka tinggal di tempat tersebut.

3. Kesimpulan

Kepadatan penduduk merupakan jumlah penduduk per satuan unit wilayah.


Nilai kepadatan penduduk dapat diperoleh dengan cara membagi jumlah seluruh
penduduk dengan luas wilayah, nilai tersebut dinyatakan sebagai jumlah penduduk
per satu mil atau kilometer persegi. Dilihat dari kepadatan penduduk Provinsi Aceh,
dapat disimpulkan bahwa perbedaan tingkat kepadatan penduduk yang begitu
signifikan ini terjadi karena Kota Aceh merupakan ibukota provinsi. Namun demikian
Kota Aceh bukanlah wilayah yang memiliki luasan lahan yang luas jika dibanding
dengan wilayah lain.

SUMBER REFERENSI

BPS. 2019. Provinsi Aceh dalam Angka Tahun 2019. Katalog : 1102001.11. Penerbit :
BPS Provinsi Aceh. Halaman 45 dan 46. Diakses pada Senin, 30 September
2019.