Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PKL BPMI

PERHITUNGAN TENAGA KERJA

Disusun Oleh:
Yunia Kurnia Putri (P1337431216050)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


Jl. Wolter Monginsidi 115 Pedurungan Tengah, Pedurungan, Semarang
Telp/Fax : 024-6710378
Website : www.poltekkes-smg.ac.id E-mail : gizi@poltekkes-smg.ac.id
2019
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat,
hidayah dan karunia-Nya, laporan praktik kerja lapangan bidang penyelenggaraan makanan
institusi ini dapat terselesaikan dengan baik. Laporan ini merupakan salah satu syarat dalam
menyeleasaikan praktik kerja lapangan ,

Dengan segala kekurangan dan rendah hati, semoga laporan hasil ini dapat memberikan
yang terbaik bagi pembaca.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa lapoan hasil ini masih jauh
dari sempurna.Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
kesempurnaan laporan ini.

Bantul, 25 September 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................................1
B. Tujuan Penulisan ................................................................................................2
C. Manfaat Penulisan ..............................................................................................2
D. Waktu dan Tempat .............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Perhitungan berdasarkan WISN ...............................................................................3
B. Perhitungan berdasarkan ISN ..................................................................................8
BAB III PENUTUP
A. Simpulan ............................................................................................................9
B. Saran ..................................................................................................................9

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
340/MENKES/PER/III/2010 rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.
Rumah Sakit Umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Untuk dapat menunjang misi tersebut diperlukan sumber daya
manusia yang memadahi sehingga pelayanan dapat berjalan secara maksimal. Setiap
sumber daya manusia memiliki uraian pekerjaan yang harus mereka gunakan sebagai
pedoman dalam menjalankan tugasnya. Uraian-uraian pekerjaan menjelaskan tentang apa
yang harus dikerjakan, mengapa dikerjakan, dimana dikerjakan serta bagaimana cara ringkas
mengerjakannya.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 81/MENKES/SK/I/2004 untuk
perhitungan kebutuhan tenaga kerja kesehatan menggunakan metode perhitungan WISN
(Workload Indicator Staff Need) yang merupakan indikator yang menunjukkan besarannya
kebutuhan tenaga pada sarana kesehatan berdasarkan uraian pekerjaan, sehingga
alokasi/relokasi akan lebih mudah dan rasional.
Dengan terpenuhinya jumlah SDM yang sesuai dengan uraian pekerjaan di tiap-tiap
unit kerja, maka pelayanan akan menjadi lebih maksimal. Oleh karena itu, diperlukan
perencanaan untuk pengambilan keputusan kebutuhan tenaga kerja sesuai uraian pekerjaan
yang ada agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan secara maksimal.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui jumlah tenaga kerja khususnya tenaga pramusaji
yang dibutuhkan di RSUD Panembaha Senopati
2. Tujuan Khusus
a. Menghitung jumlah tenaga kerja yang tersedia di RSUD Panembahan
Senopati
b. Identifikasi jumlah tenaga pramusaji di RSUD Panembahan Senopati

1
C. MANFAAT
1. Bagi Institusi Rumah Sakit
Sebagai bahan evaluasi sehingga menjadi salah satu masukan untuk
lebih meningkatkan sistem penyelenggaraan makanan di institusi rumah sakit
2. Bagi Mahasiswa
Dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang sistem
penyelenggaran makanan institusi rumah sakit.

D. WAKTU & TEMPAT


Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari/ tanggal : Rabu, 25 September 2019
Pukul : 05.30 WIB s.d selesai.
Tempat : Instalasi Gizi Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul

2
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. BERDASARKAN WISN
Diketahui:
 Jumlah waktu kerja dalam satu hari = 7 jam
 Hari kerja efektif = 6 hari
 Pengurang waktu kerja = 84 hari
Cara menggunakan rumus WISN
1. Menetapkan waktu kerja tersedia
Tujuan: memperoleh waktu tersedia masing-masing kategori tenaga yang bekerja di tiap unit kerja
dalam rumah sakit selama kurun waktu satu tahun
Adapun rumus waktu kerja tersedia yaitu:
Waktu kerja tersedia =( 365 – (A + B + C + D)) x E
A = cuti (12 hari)
B = hari libur nasional (22 hari)
C = pendidikan dan pelatihan (2 hari)
D = Ketidak hadiran kerja (48 hari)
E = Waktu kerja (waktu kerja dalam satu hari adalah 7 jam)
2. Hitung faktor pengurang waktu kerja
Contoh:

Faktor pengurang Faktor pengurang waktu kerja

A Hak cuti dalam 1 tahun 12


B Hari libur nasional 22
C Pendidikan dan pelatihan 2
D Ketidakhadiran 48
Jumlah pengurang hari kerja per tahun 84 hari

3. Menetapkan beban kerja masing-masing kategori tenaga


Tujuan: diperoleh kategori tenaga dan beban kerja sesuai dengan kompetensi dan standar pelayanan
tiap unit kerja serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan

3
4. Menetapkan satuan kerja
Tujuan: diperolehnya seluruh komponen satuan kerja yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan
langsung maupun tidak langsung sesuai struktur organisasi

5. Menetapkan kategori tenaga dan beban kerja sesuai dengan kompetensi dan standar pelayanan
Tujuan: diperolehnya kategori tenaga dan komponen beban kerja sesuai kompetensi dan standar
pelayanan.
Dalam menilai/ analisis beban kerja ada 5 cara yang dapat dilakukan adalah:
1. Observasi langsung aktivitas pegawai
2. Monitor kegiatan pribadi menggunakan log book/diary
3. Kuesioner
4. Wawancara
5. Opini ahli

No Kategori tenaga Komponen beban kerja


1 Pramusaji  mengambil buku diet pasien
 entery data pasien dan print
label diet
 menulis di papan diet
 menyiapkan peralatan makan
 mengambil dan distribusi
makanan ke pasien
 mengambil kembali peralatan
yang telah digunakan
 membersihkan alat makan
 mencuci dengan dishwasher
 mengemas peralatan dengan
wrapping

6. Menetapkan rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan beban kerja

4
Tujuan: tersusunnya rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh masing-masing tenaga sesuai standar
pelayanan dan kompetensi dengan memperhatikan sarana dan prasarana yang tersedia

No Uraian Waktu (menit) Volume Keterangan


1 Mengambil buku diit pasien di bangsal 4
2 Mengentry data pasien ke komputer 16
setiap jam makan + print barcode diit
pasien setiap jam makan
4 Menulis pemesanan diit pasien di 6
papan diit setiap jam makan
5 Menyiapkan peralatan makan yang 37
akan digunakan untuk mendistribusikan
makanan dan minuman
6 Mengambil dan mendistribusikan 5
snack, susu, air kacang hijau dan teh ke
bangsal sesuai kelas perawatan dan
penyakit menurut jam yang telah
Makan Utama dan
ditentukan
Snack
7 Mengambil dan mendistribusikan 54 30 porsi

makan utama ke bangsal sesuai kelas


perawatan dan penyakit menurut jam
yang telah ditentukan
8 Mengambil kembali peralatan makan 8
dan minum yang telah digunakan
pasien
9 Membersihkan alat makan di bangsal 42
10 Mencuci peralatan makan dan minum 13
menggunakan dishwasher dan
meletakkannya pada tempat yang telah
ditentukan

5
11 Mengemaskan peralatan makan dengan 19
plastik wrapping setiap kali penyajian
diit
TOTAL 204

6
7. Perhitungan kebutuhan tenaga
Tujuan: tersusunnya kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja/kegiatan pada masing-masing
satuan kerja
Kebutuhan tenaga pramusaji pada shift pagi
Jumlah waktu produksi 9 orang pramusaji (204 x 9) = 1836 menit
Jam kerja efektif 1836 menit / 60 menit 30,6jam

Jam kerja per hari 7/6 hari x 30,6 jam 35,70 jam
Dalam 1 tahun 365 hari x 35,70 jam/hari 13030,5 jam
Hari kerja efektif (365-84) x 7 jam 1967 jam
Jumlah tenaga yang 13030,5 / 1967 jam 6,62 orang
dibutuhkan
7 orang
dibutuhkan tenaga 7 orang
tenaga pramusaji pada
distribusi pagi

Kesimpulan : Tenaga pramusaji yang tersedia pada shift pagi saat ini berjumlah 9 orang.
Namun berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan tenaga yang dibutuhkan hanya 7
orang, sehingga perlu pengurangan tenaga sebanyak 2 orang pershift agar lebih efektif

7
B. BERDASARKAN ISN
Langkah perhitungan kebutuhan tenaga berdasarkan metode ISN :
Waktu kerja yang tersedia
 365 hari – 90 hari (hari non efektif kerja)
 90 hari non efektif kerja : 12 hari cuti, 22 hari libur nasional, 12 hari izin
sakit, 52 hari minggu/ tahun
 Waktu kerja tersedia = (365-90 hari) x 7 jam efektif kerja
= 1925 jam
Kebutuhan tenaga = jumlah karyawan saat ini x jam kerja x 365 hari
waktu kerja tersedia
= ( 25 orang x 7 jam x 365 hari x 1)
1925
Kebutuhan tenaga pramusaji = 33 orang

Berdasarkan perhitungan tenaga pramusaji dibutuhkan sebanyak 33 orang


sementara tenaga pramusaji yang tersedia di RSUD Panembahan Senopati sebanyak 25
orang, sehingga dibutuhkan tambahan sebanyak 8 orang tenaga kerja dilihat dari beban
kerja pertahun tenaga prmausaji.

8
BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja dengan metode WISN menunjukkan
bahwa dibutuhkan tenaga pramusaji hanya 7 orang di setiap shift, tenaga pramusaji yang
tersedia pada shift pagi saat ini berjumlah 9 orang sehingga perlu pengurangan tenaga
sebanyak 2 orang pershift agar lebih efektif.
Namun berdasarkan perhitungan yang dilakukan menggunakan ISN terdapat
perbedaan hasil perhitungan, tenaga pramusaji dibutuhkan sebanyak 33 orang
sementara tenaga pramusaji yang tersedia di RSUD Panembahan Senopati
sebanyak 25 orang, sehingga dibutuhkan tambahan sebanyak 8 orang tenaga kerja
dilihat dari beban kerja pertahun tenaga pramusaji.

B. SARAN
Diperlukan perencanaan untuk pengambilan keputusan kebutuhan tenaga kerja sesuai
uraian pekerjaan yang ada agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan secara maksimal.