Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN PANGAN

BOTANI DAN MORFOLOGI PADI

Disusun oleh:

AndriantaGinting E1J017059
Ardi Saragih E1J017067
Ari Zulkurnia E1J017066
BatsyebaPanggabean E1J017060
Christine Sihombing E1J017048
FebryanDwiAnggara E1J017068
Philip Silalahi E1J017047
PutriPandiangan E1J017069

Dosen :Prof. Dr. Widodo, Ph.D

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno
berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah
memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun
SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800
SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma,
Thailand, Laos, Vietnam.

P a d i ( Oryza sativa) a d a l a h b a h a n b a k u p a n g a n p o k o k ya n g v i t a l b a g i
r a k ya t I n d o n e s i a . Menanam padi sawah sudah mendarah daging bagi sebagian besar
petani di Indonesia. Mulanya k e g i a t a n i n i b a n ya k d i u s a h a k a n d i p u l a u J a w a .
N a m u n , s a a t i n i h a m p i r s e l u r u h d a e r a h d i Indonesia sudah tidak asing lagi dengan
kegiatan menanamn padi di sawah.

Botani penting terutama karena itu adalah studi ilmiah tanaman, yang pada gilirannya
digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Ahli botani mempelajari tanaman dari
semua jenis dan menerapkan pengetahuan mereka tentang karakteristik dan ciri-ciri tanaman,
tanaman dan bunga untuk mempengaruhi bidang kedokteran, antara lain ilmu pengetahuan
dan kosmetik. Botani mempengaruhi sebagian besar aspek kehidupan dengan berbagai cara.
Produk-produk seperti makanan, obat-obatan, kayu, kain, alkohol dan karet semuanya berasal
dari tanaman; botani telah memungkinkan teknologi ini dan banyak lagi.

Tanaman mendukung fungsi sehari-hari dasar kehidupan manusia dengan


menyediakan makanan dan gizi, melengkapi obat-obatan dan produk kosmetik dan melayani
sebagai bahan penting dalam berbagai obat-obatan. Botani adalah kunci untuk pengembangan
biofuel, seperti biomassa dan gas metana, yang merupakan bahan alternatif untuk bahan
bakar fosil. Ilmu ini juga penting untuk produktivitas ekonomi karena termasuk studi
tanaman dan teknik pertumbuhan yang ideal untuk membantu petani meningkatkan produksi
dan membuat praktek mereka lebih efisien. Oleh karena itu pada makalah ini penulis akan
menuliskan botani dan morfologi padi. Karena tanaman padi merupakan tanaman yang sering
kita lihat, maka kita harus tahu karakteristiknya.
1.2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian botani dan morfologi?


2. Bagaimana botani dan morfologi tanaman padi?

1.3. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian botani dan morfologi.


2. Untuk mengetahui batani dan morfologi padi.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Botani dan Morfologi.

Botani adalah cabang biologi yang berhubungan dengan studi tumbuhan, termasuk
struktur, sifat, dan proses biokimia. Juga termasuk klasifikasi tumbuhan dan studi penyakit
tumbuhan dan interaksi dengan lingkungan. Prinsip-prinsip dan temuan botani telah
memberikan dasar untuk seperti ilmu terapan seperti pertanian, hortikultura, dan kehutanan.
Asal–usul dari istilah botani, disebutkan bahwa istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani
Kuno yaitu botane atau yang dikatakan sebagai padang penggembala atau juga rerumputan.
Dalam praktiknya, pembelajaran ilmu tumbuhan ini telah mencangkup setidaknya 400.000
spesies organisme yang mana 260 ribunya adalah tumbuhan yang berpembuluh sedangkan
248 ribu lainnya adalah angiosperma. Untuk sosok orang yang sangat menekuni sisi keilmuan
ini bisa dikatakan sebagai sosok botanist.

Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur
tubuh dari tumbuhan. Morfologi berasal dari bahasa Latin morphus yang berarti wujud atau
bentuk, dan logos yang berarti ilmu. Morfologi tumbuhan berbeda dengan anatomi tumbuhan
yang secara khusus mempelajari struktur internal tumbuhan pada tingkat mikroskopis.
Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual, dengan begitu
keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan diklasifikasikan serta diberi nama
yang tepat untuk setiap kelompok yang terbentuk, ilmu yang mempelajari klasifikasi serta
pemberian nama tumbuhan adalah taksonomi tumbuhan.

Morfologi tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan
saja, tetapi juga untuk menentukan fungsi dari masing-masing bagian dalam kehidupan
tumbuhan, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal dan susunan tubuh yang
terbentuk. Informasi morfologi dibutuhkan dalam pemahaman siklus hidup, penyebaran
geografis, ekologi, evolusi, konservasi, serta pendefinisian spesies.

Struktur morfologi tumbuhan tingkat tinggi secara umum terdiri atas akar, batang,
daun, dan bunga. Struktur morfologi tumbuhan golongan Angiospermae tersebut berkaitan
dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya (darat/terestrial). Di saat yang bersamaan,
tumbuhan harus mengambil sumber daya dari tanah dan udara. Air dan mineral dari tanah,
sedangkan udara adalah tempat tersedianya CO2 dan sinar matahari yang tidak dapat
menembus tanah. Oleh karena itu, tumbuhan memiliki sistem akar yang berada di bawah
permukaan tanah dan sistem tunas yang di atas permukaan tanah. Setiap sistem saling
membutuhkan satu sama lain.

2.2. Botani dan Morfologi Padi

Botani dan Morfologi Tanaman Padi Tanaman padi (Oryza sativa L.) dalam
sistematika tumbuhan diklasifikasikan ke dalam divisi Angiospermae, kelas
Monocotyledonae, ordo Poales, famili Graminae dan genus Oryza (Griest 1986). Genus
Oryza termasuk kecil, hanya sekitar 25 spesies, di mana 23 adalah spesies liar dan dua yang
banyak dibudidayakan yaitu Oryza sativa L. dan Oryza glaberrima Steud. (Vaughan 2003;
Vaughan et al. 2008). Vaughan (2003) mengusulkan tata nama baru untuk padi budidaya dan
tipe liar di Asia yaitu Oryza sativa subspesies indica dan japonica, dan Oryza rufipogon
dengan subspesies nivara dan rufipogon (Adhy Ws. 2006).
Klasifikasi tanaman Padi adalah sebagai berikut:

 Kingdom : Plantae (Tumbuhan)


 Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
 Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
 Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas : Liliopsida ( Tumbuhan berkeping satu / monokotil)
 Sub Kelas : Commelinidae
 Ordo : Poales
 Famili : Poaceae (rumput-rumputan)
 Genus : Oryza
 Spesies : Oryza sativa L.

Dilihat dari klasifikasinya tanaman padi merupakan tanaman yang masuk kedalam
suku rumput-rumputan seperti gandum dan juga alang-alang, Tanaman ini berbunga dan
menghasilkan biji dengan jenis biji berkeping satu atau monokotil.
Padi merupakan tanaman semusim dengan sistem perakaran serabut. Terdapat dua
macam perak padi yaitu akar seminal yang tumbuh dari akar primer radikula pada saat
berkecambah dan akar adventif sekunder yang bercabang dan tumbuh dari buku batang muda
bagian bawah. Akar adventif tersebut menggantikan akar seminal. Perakaran yang dalam dan
tebal, sehat, mencengkeram tanah lebih luas serta kuat menahan kerebahan memungkinkan
penyerapan air dan hara lebih efisien terutama pada saat pengisian gabah (Gembong. 2013).
Batang padi berbentuk bulat, berongga dan beruas-ruas. Antar ruas dipisahkan oleh
buku. Ruas-ruas sangat pendek pada awal pertumbuhan dan memanjang serta berongga pada
fase reproduktif. Pembentukan anakan dipengaruhi oleh unsur hara, cahaya, jarak tanam dan
teknik budidaya. Batang berfungsi sebagai penopang tanaman, mendistribusikan hara dan air
dalam tanaman dan sebagai cadangan makanan. Kerebahan tanaman dapat menurunkan hasil
tanaman secara drastis. Kerebahan umumnya terjadi akibat melengkung atau patahnya ruas
batang terbawah, yang panjangnya lebih dari 4 cm.
Daun padi tumbuh pada batang dan tersusun berselang-seling pada tiap buku. Tiap
daun terdiri atas helaian daun, pelepah daun yang membungkus ruas, telinga daun (auricle)
dan lidah daun (ligule). Daun teratas disebut daun bendera yang posisi dan ukurannya tampak
berbeda dari daun yang lain. Satu daun pada awal fase tumbuh memerlukan waktu 4-5 hari
untuk tumbuh secara penuh, sedangkan pada fase tumbuh selanjutnya diperlukan waktu yang
lebih lama, yaitu 8-9 hari. Jumlah daun pada tiap tanaman bergantung pada varietas. Varietas-
varietas baru di daerah tropis memiliki 14-18 daun pada batang utama.
Bunga padi secara keseluruhan disebut malai. Tiap unit bunga pada malai dinamakan
spikelet yaitu bunga yang terdiri atas tangkai, bakal buah, lemma, palea, putik, dan benang
sari serta beberapa organ lainnya yang bersifat inferior. Tiap unit bunga pada malai terletak
pada cabang-cabang bulir yang terdiri atas cabang primer dan sekunder. Tiap unit bunga padi
pada hakekatnya adalah floretyang hanya terdiri atas satu bunga, yang terdiri atas satu organ
betina (pistil) dan enam organ jantan (stamen). Stamen memiliki dua sel kepala sari yang
ditopang oleh tangkai sari berbentuk panjang, sedangkan pistil terdiri atas satu ovul yang
menopang dua stigma (Tjirosoepomo, 2005).
Malai terdiri atas 8-10 buku yang menghasilkan cabang-cabang primer yang
selanjutnya menghasilkan cabang sekunder. Tangkai buah (pedicel) tumbuh dari buku-buku
cabang primer maupun cabang sekunder (Yoshida 1981). Gabah terdiri atas biji yang
terbungkus oleh sekam. Bobot gabah beragam dari 12-44 mg pada kadar air 0%, sedangkan
bobot sekam rata-rata adalah 20% bobot gabah. Perkecambahan terjadi apabila dormansi
benih telah dilalui. Benih tersebut berkecambah apabila radikula telah tampak keluar
menembus koleorhiza diikuti oleh munculnya koleoptil yang membungkus daun (Siti
sutarmi, dkk.1983)
BAB III

KESIMPULAN

Botani adalah cabang biologi yang berhubungan dengan studi tumbuhan, termasuk
struktur, sifat, dan proses biokimia. Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari
bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan. Padi merupakan tanaman semusim dengan
sistem perakaran serabut. Terdapat dua macam perak padi yaitu akar seminal yang tumbuh
dari akar primer radikula pada saat berkecambah dan akar adventif sekunder yang bercabang
dan tumbuh dari buku batang muda bagian bawah.

Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya
terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi
juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang
biasa disebut sebagai padi liar.

Bunga padi secara keseluruhan disebut malai. Malai terdiri atas 8-10 buku yang
menghasilkan cabang-cabang primer yang selanjutnya menghasilkan cabang sekunder. Gabah
terdiri atas biji yang terbungkus oleh sekam. Bobot gabah beragam dari 12-44 mg pada kadar
air 0%, sedangkan bobot sekam rata-rata adalah 20% bobot gabah. Perkecambahan terjadi
apabila dormansi benih telah dilalui. Benih tersebut berkecambah apabila radikula telah
tampak keluar menembus koleorhiza diikuti oleh munculnya koleoptil yang membungkus
daun.
DAFTAR PUSTAKA

Adhy Ws. 2006. Morfologi Tumbuhan. Buku Ajar Taksonomi Tumbuhan. Medan:Trans Info
Media

Tjitrosomo, Siti sutarmi, dkk.1983. Botani Umum 1.Bandung: Angkasa

Tjitrosoepomo, Gembong. 2013. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University


Press

Tjirosoepomo, Gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah MadaUniversity


Press