Anda di halaman 1dari 4

Penilaian Mutu Produk Jadi

CREAM

a. Uji Homogenitas
No. Formula Hasil Uji
1. Cream Homogen

b. Uji Daya Sebar Krim


Berat beban (g) Luas daerah penyebaran (cm2)
Formula Cream
49,042 5
99,042 5,56
149,042 6,45
199,042 7,07

c. Uji Daya Lekat Krim


No. Formula Lama melekat (detik +SD)

1. Cream 01:15 01:00 01.25

d. Uji Kemampuan Proteksi


No Formula Waktu Pengukuran

15 detik 30 detik 45 detik 60 detik 3 menit 5 menit

1. Cream Pink Merah Merah Merah Merah Merah

e. Uji Viskositas
No Formula Viskositas (dPa-s)a
1. Cream 145 dPa-s

A. PEMBAHASAN
Krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat
terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Formularium Nasional, krim adalah
sediaan setengah padat, berupa emulsi kental mengandung air tidak kurang dari 60% dan
dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Dalam praktikum kali ini formula yang digunakan ditambah zat aktif Chlorampenicol
sebagai antibiotik spektrum luas yang bersifat bakteriostatik dan efektif untuk bakteri gram
positif dan gram negatif yang aerob dan anaerob yang bekerja menghambat sintesis protein
bakteri
Dalam formulasi sediaan krim perlu dilakukannya evaluasi mutu fisik sediaan krim,
evaluasi terhadap sifat fisik pada sediaan topikal perlu dilakukan. Hal ini untuk menjamin
bahwa sediaan memiliki efek farmakologis yang baik dan tidak mengiritasi kulit ketika
digunakan. Sifat fisik sediaan mempengaruhi tercapainya efek farmakologis sesuai yang
diharapkan. Parameter pengujian sifat fisik salep antara lain uji hiomogenitas, daya sebar,
daya lekat, kemampuan proteksi dan viskositas.
Pemeriksaan homogenitas dilakukan dengan kaca objek. Pengujian dilakukan
dengan cara mengoleskan sejumlah krim pada permukaan objek glass kemudian ditutup
dengan objek glass lain. Suatu sediaan harus menunjukkan susunan yang homogen dan tidak
terlihat butiran kasar, pada formula kami menunjukkan memiliki homogenitas yang baik
karena tidak terlihat adanya butiran kasar
Uji daya sebar pada krim dilakukan untuk melihat kemampuan sediaan menyebar
pada kulit, dimana suatu basis krim sebaiknya memiliki daya sebar yang baik untuk
menjamin pemberian bahan obat yang baik. Hasil uji menunjukkan bahwa peningkatan
beban akan memperluas daya sebar sehingga luas area penyebaran salep meningkat pada
beban akhir 199,042 gram diperoleh luas penyebaran 7,02 cm2. Persyaratan untuk sediaan
topikal yang baik yaitu 5-7 cm dari hasil yang diperoleh diketahui menunjukkan bahwa daya
sebar krim baik.kemampuan daya sebar yang baik berpengaruh antara kontak obat dengan
kulit sehingga menyebabkan absorbsi obat ke kulit berlangsung cepat,
Selanjutnya uji daya lekat krim, hasil yang diperoleh rata-rata memilki daya lekat
05:18 detik, syarat daya lekat yang baik adalah harus dapat melekat kuat sampai kurang
lebih 5 menit, krim dinyatakan baik jika daya lekatnya itu besar pada tempat yang diobati
karena obat tidak mudah lepas sehingga menghasilkan efek yang diinginkan jadi pada
formula kami krim yang dibuat telah memenuhi syarat uji daya lekat
Selanjutnya uji proteksi krim dilakukan untuk mengetahui kemampuan krim untuk
melindungi kulit dari pengaruh luar seperti asam, basa, debu, polusi dan sinar matahari.
Pengujian daya proteksi salep dilakukan dengan KOH 0,1 N. Pada pengujian daya proteksi
menggunakan KOH 0,1 N yang bersifat basa kuat dimana KOH 0,1 N mewakili zat yang
dapat mempengaruhi efektivitas kerja krim terhadap kulit KOH 0,1 N akan bereaksi dengan
phenoftalein yang akan membentuk warna merah muda, yang berarti krim tidak mampu
memberikan proteksi terhadap pengaruh luar, sediaan krim yang baik seharusnya mampu
memberikan proteksi terhadap semua pengaruh luar yang ditandai dengan tidak munculnya
noda merah pada kertas saring yang ditetesi dengan KOH 0,1 N dapat mempengaruhi
efektifitas krim tersebut terhadap kulit. Dari hasil percobaan perlindungan dari Formula krim
kami adalah terbentuk warna merah muda pada waktu ke 15 detik. Karena basis adalah
basis serap yang mudah menyerap air dari larutan KOH sehingga efek perlindungannya
rendah sehingga dapat disimpulkan daya proteksinya kurang baik.
Yang terakhir Uji viskositas krim, Hasil uji viskositas krim yang ditunjukkan 145
dPa-s. Viskositas suatu sediaan berpengaruh pada luas penyebaran , semakin rendah
viskositas suatu sediaan maka penyebarannya akan semakin besar sehingga kontak anatara
obat dengan kulit akan semakin luas dan absorbsi obat ke kulit akan semakin cepat.

Anief, M. 1994. IlmuMeracikObatCetakan 6. Yogyakarta :GadjahMada University Press.

Ansel, H. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Diterjemahkan oleh Farida Ibrahim.
US press: Jakarta
Dirjen, Pom. 1979. Farmakope Indonesia edisi III. Departemen Kesehatan Republik
Indosnesia: Jakarta
Dirjen, Pom. 1975. Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia: Jakarta.