Anda di halaman 1dari 88

ht

tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO
KABUPATEN MUKOMUKO
MENURUT LAPANGAN USAHA 2014-2018

ISBN: 978-602-5506-39-0
Nomor Publikasi: 17060.1902
Katalog BPS: 9302021.1706

Ukuran Buku: 21 cm x 29,7 cm


Jumlah halaman: xi+ 80 halaman

Naskah:
BPS Kabupaten Mukomuko

id
o.
.g
ps
Gambar Kulit:
BPS Kabupaten Mukomuko .b
ab
ok

Diterbitkan Oleh:
uk

©BPS Kabupaten Mukomuko


om
uk

Dicetak Oleh:
//m

PPNRI
s:
tp
ht

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau


menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin
tertulis dari Badan Pusat Statistik
TIM PENYUSUN

Penanggungjawab Umum:
Sahranudin,S.E,M.Si.

Penyunting:
Andi Wardhani, S.Si, M.M

Penulis:
Rian Aprizal,S.P

Pengolah Data:
Rian Aprizal, S.P

id
o.
.g
ps
.b
ab
ok
uk
om
uk
//m
s:
tp
ht

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………...................…………………. v


DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………. vii
DAFTAR TABEL …………………………………………………………………………… ix
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………………………. x
PENJELASAN TEKNIS ………………………………………………………………….... xi

I. PENJELASAN UMUM …………………………………………………………........ 3


1.1 Pengertian PDRB …………………………………………………………… 3
1.2 Kegunaan PDRB ……………………………………………………………. 4
1.3 Perubahan Tahun Dasar Produk Domestik Regional Bruto ……………. 4
II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN …………………………. 11
2.1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan ……………………………………. 11
2.2 Pertambangan dan Penggalian ……………………………………………. 16

id
2.3 Industri Pengolahan ………………………………………………………… 18

o.
.g
2.4 Pengadaan Listrik dan Gas ………………………………………………… 24

ps
2.5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang……….. 26
2.6 .b
Konstruksi …………………………………………………………………….. 26
ab
2.7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor….. 28
ok

2.8 Transportasi dan Pergudangan……………………………………………… 29


2.9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum………………………………... 33
uk

2.10 Informasi dan Komunikasi …………………………………………………... 31


om

2.11 Jasa Keuangan dan Asuransi……………………………………………….. 32


uk

2.12 Real Estat……………………………………………………………………… 39


//m

2.13 Jasa Perusahaan……………………………………………………………… 39


2.14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib……. 41
s:

2.15 Jasa Pendidikan ……………………………………………………………… 41


tp

2.16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial…................................................... 42


ht

2.17 Jasa Lainnya…………………………………………………………………... 42


III. TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN MUKOMUKO........................................... 47
3.1 Struktur Ekonomi ……………………………………………………………... 47
3.2 Pertumbuhan Ekonomi………………………………………........................ 49
3.3 PDRB Perkapita……………………………………………………………..... 51
IV. PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO
MENURUT LAPANGAN USAHA…………………………………………………… 54
4.1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan …………………………………….. 54
4.2 Pertambangan dan Penggalian…………………………............................ 60
4.3 Industri Pengolahan……………………………………………..…………… 56
4.4 Pengadaan Listrik dan Gas…………………………………………………. 60
4.5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang……….. 61
4.6 Konstruksi …………………………………………………………………….. 61
4.7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor…. 62
4.8 Transportasi dan Pergudangan …………………………………………….. 62
4.9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum ……………………………… 63
4.10 Informasi dan Komunikasi ………………………………………………….. 64
4.11 Jasa Keuangan dan Asuransi ……………………………………………… 64

vii
KATA PENGANTAR

Pada tahun 2019 ini, Badan Pusat Statistik Kabupaten Mukomuko kembali
menerbitkan publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten
Mukomuko yang merupakan kelanjutan dari terbitan tahun sebelumnya. Publikasi ini
menyajikan tinjauan perkembangan perekonomian Kabupaten Mukomuko secara
deskriptif. Dalam buku ini juga ditampilkan tabel-tabel PDRB tahun 2014 – 2018 atas
dasar harga berlaku dan harga konstan 2010 dalam bentuk nilai nominal dan
persentase. Publikasi ini menyajikan tabel-tabel pokok yang sederhana dan mudah

id
dipahami oleh para pengguna data, baik sebagai perencana, peneliti, maupun

o.
penentu kebijakan, dapat menganalisis dan membandingkan data-data

.g
ps
perekonomian Kabupaten Mukomuko secara berkesinambungan.

.b
Pada kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak
ab
yang telah memberikan dukungan kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten
ok
uk

Mukomuko sehingga memungkinkan terbitnya buku ini tepat pada waktunya. Kami
om

menyadari bahwa penyajian publikasi ini masih belum optimal, oleh karena itu, saran
uk

dan kritik dari para pengguna data akan kami terima dengan senang hati demi
//m

perbaikan dan penyempurnaan publikasi berikutnya. Akhirnya, semoga publikasi ini


s:

dapat bermanfaat dan memenuhi harapan para pengguna data.


tp
ht

Mukomuko, Agustus 2019


BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN MUKOMUKO

KEPALA,

Sahranudin, S.E,M.Si

iv
4.12 Real Estat …………………………………………………………………….. 65
4.13 Jasa Perusahaan …………………………………………………………….. 66
4.14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib…… 66
4.15 Jasa Pendidikan ……………………………………………………….......... 66
4.16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial...................................................... 66
4.17 Jasa Lainnya ………………………………………………………………… 66
LAMPIRAN ……………………………………………………………...…………………... 67

id
o.
.g
ps
.b
ab
ok
uk
om
uk
//m
s:
tp
ht

viii
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1.1 Perbandingan Perubahan Konsep dan Metode Perhitungan 6
PDRB

Tabel 1.2 Perbandingan Perubahan Klasifikasi PDRB Menurut 7


Lapangan Usaha Tahun Dasar 2000 dan 2010
Tabel 1.3 Perbandingan Perubahan Klasifikasi PDRB Menurut 8
Pengeluaran Tahun Dasar 2000 dan 2010

Tabel 3.1 Peranan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 48


2014─2018
Tabel 3.2 Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha 50
(persen), 2014─2018

id
Tabel 3.3 Produk Domestik Regional Bruto dan PDRB Per Kapita 51

o.
Kabupaten Mukomuko, 2014─2018

.g
Tabel 4.1 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori 55

ps
Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian di
.b
Kabupaten Mukomuko (Persen), 2014─2018
ab
ok

Tabel 4.2 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori 56


uk

Pertambangan dan Penggalian di Kabupaten Mukomuko


(Persen), 2014─2018
om

Tabel 4.3 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Industri 60


uk

Pengolahan di Kabupaten Mukomuko (Persen), 2014─2018


//m

Tabel 4.4 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori 61


s:

Pengadaan Listrik dan Gas di Kabupaten Mukomuko


tp

(Persen), 2014─2018
ht

Tabel 4.5 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori 62


Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor di Kabupaten Mukomuko (Persen),
2014─2018

Tabel 4.6 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori 63


Transportasi dan Pergudangan di Kabupaten Mukomuko
(Persen), 2014─2018

Tabel 4.7 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori 64


Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Kabupaten
Mukomuko (Persen), 2014─2018
Tabel 4.8 Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Jasa 65
Keuangan dan Asuransi di Kabupaten Mukomuko (Persen),
2014─2018

ix
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Tabel 1. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Atas 69
Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar
Rupiah), 2014─2018
Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Atas 71
Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (Miliar
Rupiah), 2014─2018
Tabel 3. Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto 73
Kabupaten Mukomuko Atas Dasar Harga Berlaku Menurut
Lapangan Usaha (Persen), 2014─2018

Tabel 4. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto 75


Kabupaten Mukomuko Atas Dasar Harga Konstan 2010
Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2014─2018.

id
o.
.g
Tabel 5. Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto 79

ps
Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha, 2014─2018
.b
ab

Tabel 6 Laju Pertumbuhan Indeks Harga Implisit Produk Domestik 80


ok

Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan


uk

Usaha (Persen), 2014─2018


om
uk
//m
s:
tp
ht

x
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
PENJELASAN TEKNIS

1. Penghitungan statistik neraca nasional yang digunakan di sini mengikuti buku


petunjuk yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa yang dikenal
sebagai “Sistem Neraca Nasional”. Namun, penerapan statistik neraca nasional
tersebut telah disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi Indonesia.
2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (kabupaten)
menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan output (nilai
tambah) pada suatu waktu tertentu. Untuk menyusun PDRB digunakan 2
pendekatan, yaitu produksi dan penggunaan. Keduanya menyajikan komposisi
data nilai tambah yang dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (lapangan
usaha) dan menurut komponen penggunaannya. PDRB dari sisi lapangan usaha

id
o.
merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu

.g
diciptakan oleh lapangan usaha atas berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan

ps
dari sisi penggunaan menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah
.b
ab
tersebut.
ok

3. PDRB menurut lapangan usaha dirinci menurut total nilai tambah dari seluruh
uk

lapangan usaha yang mencakup kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;


om

Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Pengadaan Listrik dan Gas;


uk

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Konstruksi;


//m

Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi
s:

dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan


tp

Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Real Estat; Jasa Perusahaan;


ht

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib; Jasa


Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan Jasa lainnya.
4. Produk Domestik Regional Bruto maupun agregat turunannya disajikan dalam 2
(dua) versi penilaian, yaitu atas dasar “harga berlaku” dan atas dasar “harga
konstan”. Disebut sebagai harga berlaku karena seluruh agregat dinilai dengan
menggunakan harga pada tahun berjalan, sedangkan harga konstan
penilaiannya didasarkan kepada harga satu tahun dasar tertentu. Dalam
publikasi di sini digunakan harga tahun 2010 sebagai dasar penilaian.
5. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto diperoleh dari perhitungan
PDRB atas dasar harga konstan. Laju pertumbuhan tersebut dihitung dengan
cara mengurangi nilai PDRB pada tahun ke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1
(tahun sebelumnya), dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1, kemudian dikalikan
dengan 100 persen. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat
pendapatan dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya.

xi
6. Harga Berlaku adalah penilaian yang dilakukan terhadap produk barang dan
jasa Yang dihasilkan ataupun yang dikonsumsi pada harga tahun sedang
berjalan.
7. Harga Konstan adalah penilaian yang dilakukan terhadap produk barang dan
jasa yang dihasilkan ataupun yang dikonsumsi pada harga tetap disatu tahun
dasar
8. Tahun Dasar adalah tahun terpilih sebagai referensi statistik, yang digunakan
sebagai dasar penghitungan tahun-tahun yang lain. Dengan tahun dasar
tersebut dapat digambarkan seri data dengan indikator rinci mengenai
perubahan/pergerakan yang terjadi.

id
o.
.g
ps
.b
ab
ok
uk
om
uk
//m
s:
tp
ht

xii
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
PENJELASAN UMUM

BAB I
PENJELASAN UMUM

1.1 Pengertian PDRB

Perencanaan pembangunan ekonomi, memerlukan bermacam data statistik


sebagai dasar berpijak dalam menentukan strategi kebijakan, agar sasaran
pembangunan dapat dicapai dengan tepat. Strategi dan kebijakan yang telah diambil
pada masa lalu perlu dimonitor dan dievaluasi hasil hasilnya. Berbagai data statistik
yang bersifat kuantitatif diperlukan untuk memberikan gambaran tentang keadaan
pada masa yang lalu dan masa kini, serta sasaran sasaran yang akan dicapai pada
masa yang akan datang.
Pada hakekatnya, pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha dan
kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas

id
o.
lapangan kerja, memeratakan distribusi pendapatan masyarakat, meningkatkan

.g
hubungan ekonomi regional dan melalui pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor

ps
primer ke sektor sekunder dan tersier. Dengan perkataan lain arah dari
.b
pembangunan ekonomi adalah mengusahakan agar pendapatan masyarakat naik,
ab

disertai dengan tingkat pemerataan yang sebaik mungkin.


ok

Untuk mengetahui tingkat dan pertumbuhan pendapatan masyarakat, perlu


uk

disajikan statistik pendapatan nasional/regional secara berkala, untuk digunakan


om

sebagai bahan perencanaan pembangunan nasional atau regional khususnya di


uk

bidang ekonomi. Angka pendapatan nasional/regional dapat dipakai juga sebagai


//m

bahan evaluasi dari hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan oleh
s:

berbagai pihak, baik pemerintah pusat/daerah, maupun swasta.


tp
ht

Apa yang Dimaksud dengan PDRB?


Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto seluruh
barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan di wilayah domestik suatu negara yang
timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu tanpa
memperhatikan apakah faktor produksi yang dimiliki residen atau non-residen.
Penyusunan PDRB dapat dilakukan melalui 3 (tiga) pendekatan yaitu pendekatan
produksi, pengeluaran, dan pendapatan yang disajikan atas dasar harga berlaku dan
harga konstan.
PDRB atas dasar harga berlaku atau dikenal dengan PDRB nominal disusun
berdasarkan harga yang berlaku pada periode penghitungan, dan bertujuan untuk
melihat struktur perekonomian. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan disusun
berdasarkan harga pada tahun dasar dan bertujuan untuk mengukur pertumbuhan
ekonomi.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 3
PENJELASAN UMUM

1.2 Kegunaan Produk Domestik Regional Bruto

Data pendapatan nasional adalah salah satu indikator makro yang dapat
menunjukkan kondisi perekonomian nasional setiap tahun. Manfaat yang dapat
diperoleh dari data ini antara lain adalah:
1. PDRB harga berlaku (nominal) menunjukkan kemampuan sumber daya
ekonomi yang dihasilkan oleh suatu wilayah. Nilai PDRB yang besar
menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar, begitu juga
sebaliknya.
2. PDRB harga konstan (riil) dapat digunakan untuk menunjukkan laju
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau setiap kategori dari tahun ke
tahun.
3. Distribusi PDRB harga berlaku menurut lapangan usaha menunjukkan
struktur perekonomian atau peranan setiap kategori ekonomi dalam suatu

id
wilayah. Kategori-kategori ekonomi yang mempunyai peran besar

o.
menunjukkan basis perekonomian suatu wilayah.

.g
4. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDB dan PNB

ps
per satu orang penduduk. .b
5. PDRB per kapita atas dasar harga konstan berguna untuk mengetahui
ab

pertumbuhan nyata ekonomi per kapita penduduk suatu negara.


ok
uk

1.3 Perubahan Tahun Dasar PDRB


om
uk

Selama sepuluh tahun terakhir, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan
global dan lokal yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Krisis
//m

finansial global yang terjadi pada tahun 2008, penerapan perdagangan bebas antara
s:

China-ASEAN (CAFTA), perubahan sistem pencatatan perdagangan internasional


tp

dan meluasnya jasa layanan pasar modal merupakan contoh perubahan yang perlu
ht

diadaptasi dalam mekanisme pencatatan statistik nasional.


Salah satu bentuk adaptasi pencatatan statistik nasional adalah melakukan
perubahan tahun dasar PDB Indonesia dari tahun 2000 ke 2010. Perubahan tahun
dasar PDB dilakukan seiring dengan mengadopsi rekomendasi Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang tertuang dalam 2008 System of National Accounts (SNA
2008) melalui penyusunan kerangka Supply and Use Tables (SUT).
Perubahan tahun dasar PDB dilakukan secara bersamaan dengan
penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi untuk menjaga
konsistensi hasil penghitungan.

Apa yang Dimaksud SNA 2008?

SNA 2008 merupakan standar rekomendasi internasional tentang cara


mengukur aktivitas ekonomi yang sesuai dengan penghitungan konvensional
berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi. Rekomendasi yang dimaksud dinyatakan
dalam sekumpulan konsep, definisi, klasifikasi, dan aturan neraca yang disepakati
secara internasional dalam mengukur item tertentu seperti PDRB.

4 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
PENJELASAN UMUM

SNA dirancang untuk menyediakan informasi tentang aktivitas pelaku ekonomi


dalam hal produksi, konsumsi dan akumulasi harta dan dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan analisis, pengambilan keputusan, dan pembuatan kebijakan. Dengan
menggunakan Kerangka SNA, fenomena ekonomi dapat dengan lebih baik
dijelaskan dan dipahami.

Apa Manfaat Perubahan Tahun Dasar?


Manfaat perubahan tahun dasar PDRB antara lain :
 Menginformasikan perekonomian regional yang terkini seperti pergeseran
struktur dan pertumbuhan ekonomi;
 Meningkatkan kualitas data PDRB;
 Menjadikan data PDRB dapat diperbandingkan secara internasional.

Apa Implikasi Perubahan Tahun Dasar?

id
o.
Pergeseran harga tahun dasar akan memberikan beberapa dampak antara lain:

.g
 Meningkatkan nominal PDRB, yang pada gilirannya akan berdampak pada

ps
pergeseran kelompok pendapatan suatu daerah dari pendapatan rendah,
.b
menjadi menengah, atau tinggi dan pergeseran struktur perekonomian;
ab

 Akan merubah besaran indikator makro seperti rasio pajak, rasio hutang,
ok

rasio investasi dan saving, nilai neraca berjalan, struktur dan pertumbuhan
uk

ekonomi;
om

 Akan menyebabkan perubahan pada input data untuk modeling dan


uk

forecasting.
//m
s:

Mengapa Tahun 2010 sebagai tahun dasar?


tp

Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan perubahan tahun dasar secara
ht

berkala sebanyak 5 (lima) kali yaitu pada tahun 1960, 1973, 1983, 1993, dan 2000.
Tahun 2010 dipilih sebagai tahun dasar baru menggantikan tahun dasar 2000
karena beberapa alasan berikut:
 Perekonomian Indonesia tahun 2010 relatif stabil;
 Telah terjadi perubahan struktur ekonomi selama 10 (sepuluh) tahun terakhir
terutama dibidang informasi dan teknologi serta transportasi yang
berpengaruh terhadap pola distribusi dan munculnya produk-produk baru;
 Rekomendasi PBB tentang pergantian tahun dasar dilakukan setiap 5 (lima)
atau 10 (sepuluh) tahun;
 Adanya pembaharuan konsep, definisi, klasifikasi, cakupan, sumber data dan
metodologi sesuai rekomendasi dalam SNA 2008;
 Tersedianya sumber data baru untuk perbaikan PDRB seperti data Sensus
Penduduk 2010 (SP 2010) dan Indeks harga produsen (Producers Price
Index /PPI);
 Tersedianya kerangka kerja SUT yang menggambarkan keseimbangan
aliran produksi dan konsumsi (barang dan jasa) dan penciptaan pendapatan
dari aktivitas produksi tersebut.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 5
PENJELASAN UMUM

Implementasi SNA 2008 dalam PDRB tahun dasar 2010

Terdapat 118 revisi di SNA 2008 dari SNA sebelumnya dan 44 diantaranya
merupakan revisi utama. Beberapa revisi yang diadopsi dalam penghitungan PDRB
tahun dasar 2010 diantaranya:
 Konsep dan Cakupan: Perlakuan Work-in Progress (WIP) pada Cultivated
Biological Resources (CBR) merupakan penyertaan pertumbuhan aset alam
hasil budidaya manusia yang belum di panen sebagai bagian dari output
lapangan usaha yang bersangkutan seperti: nilai tegakan padi yang belum
dipanen, nilai sapi perah yang belum menghasilkan, nilai pohon kelapa sawit
atau karet yang belum berbuah/dipanen.
 Metodologi: Perbaikan metode penghitungan output bank dari Imputed Bank
Services Charge (IBSC) menjadi Financial Intermediation Services Indirectly
Measured (FISIM).

id
o.
 Valuasi: Nilai tambah lapangan usaha dinilai dengan Harga Dasar (Basic

.g
Price) merupakan harga keekonomian barang dan jasa ditingkat produsen

ps
sebelum adanya intervensi pemerintah seperti pajak dan subsidi atas produk.
.b
Valuasi ini hanya untuk penghitungan PDB, sedangkan PDRB menggunakan
ab

harga produsen.
ok

 Klasifikasi: Klasifikasi yang digunakan berdasarkan Internasional Standard


uk

Classification (ISIC rev.4) dan Central Product Classification (CPC rev.2).


om

BPS mengadopsi kedua klasifikasi tersebut sebagai Klasifikasi Baku


uk

Lapangan Usaha Indonesia 2009 (KBLI 2009) dan Klasifikasi Baku Komoditi
//m

Indonesia2010(KBLI2010).
s:
tp

Perbandingan Perubahan Konsep dan Metode dari SNA sebelumnya dan SNA
ht

2008 dijelaskan pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1. Perbandingan Perubahan Konsep dan Metode Perhitungan PDRB

Variabel Konsep Lama Konsep Baru


1. Output pertanian Hanya mencakup Output saat panen ditambah
output pada saat nilai hewan dan tumbuhan
panen yang belum menghasilkan
2. Metode penghitungan Menggunakan metode Menggunakan metode
output bank komersial Imputed Bank Services Financial Intermediary
Charge (IBSC) Services Indirectly Measured
(FISIM)
3. Biaya eksplorasi mineral Dicatat sebagai kon Dicatat sebagai output dan
dan pembuatan produk sumsi antara dikapitalisasi sebagai PMTB
original

6 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
PENJELASAN UMUM

Perubahan Klasifikasi dari PDRB Tahun Dasar 2000 ke PDRB Tahun Dasar
2010
Klasifikasi PDRB menurut lapangan usaha tahun dasar 2000 (2000=100)
menggunakan Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia 1990 (KLUI 1990) sedangkan
pada PDRB tahun dasar 2010 (2010=100) menggunakan KBLI2009. Perbandingan
keduanya pada tingkat paling agregat dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.2. Perbandingan Perubahan Klasifikasi PDRB Menurut Lapangan Usaha


Tahun Dasar 2000 dan 2010
PDRB Tahun Dasar 2000 PDRB Tahun Dasar 2010
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
Perikanan B. Pertambangan dan Penggalian

id
2. Pertambangan dan Penggalian C. Industri Pengolahan
3. Industri Pengolahan

o.
.g
D. Pengadaan Listrik dan Gas

ps
4. Listrik, Gas dan Air Bersih

.b
E. Pengadaan Air

5. Konstruksi ab F. Konstruksi
ok
G. Perdagangan Besar dan Eceran,
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran
uk

Reparasi dan Perawatan Mobil dan


Sepeda Motor
om
uk

7. Pengangkutan dan Komunikasi


H. Transportasi dan Pergudangan
//m

I. Penyediaan Akomodasi dan Makan


Minum
s:

J. Informasi dan Komunikasi


tp

8. Keuangan, Real estat, dan jasa perusahaan


K. Jasa Keuangan
ht

L. Real Estat
M,N. Jasa Perusahaan
9. Jasa-jasa
O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
dan Jaminan Sosial Wajib
P. Jasa Pendidikan
Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
R,S,T,U. Jasa Lainnya

Sementara klasifikasi PDRB menurut pengeluaran tahun dasar 2010 secara garis
besar tidak banyak mengalami perubahan seperti tabel berikut:

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 7
PENJELASAN UMUM

Tabel 1.3. Perbandingan Perubahan Klasifikasi PDRB Menurut Pengeluaran


Tahun Dasar 2000 dan 2010

PDRB Tahun Dasar 2000 PDRB Tahun Dasar 2010

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 1. Pengeluaran Konsumsi


Rumahtangga
2. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT
3. Pembentukan Modal Tetap Bruto 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
4. Perubahan Inventori 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto
5. Ekspor 5. Perubahan Inventori
6. Impor 6. Ekspor
7. Impor

id
o.
.g
ps
.b
ab
ok
uk
om
uk
//m
s:
tp
ht

8 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

BAB II
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Uraian lapangan usaha yang disajikan dalam bab ini mencakup ruang lingkup
dan definisi dari masing-masing kategori dan subkategori lapangan usaha, cara-cara
perhitungan Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas
dasar harga konstan 2010, serta sumber datanya.

2.1 Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan

Kategori ini mencakup segala pengusahaan yang didapatkan dari alam dan
merupakan benda-benda atau barang-barang biologis (hidup) yang hasilnya dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri atau untuk dijual kepada pihak
lain. Pengusahaan ini termasuk kegiatan yang tujuan utamanya untuk memenuhi

id
o.
kebutuhan sendiri (subsisten) seperti pada kegiatan usaha tanaman pangan.

.g
ps
2.1.1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian.
.b
Golongan pokok ini mencakup pertanian tanaman pangan, tanaman
ab

hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, serta jasa Pertanian dan


ok

perburuan hewan yang di tujukan untuk dijual.


uk
om

2.1.1.1 Tanaman Pangan


uk

Meliputi semua kegiatan ekonomi yang menghasilkan komoditas bahan


//m

pangan. Komoditas yang dihasilkan oleh kegiatan tanaman pangan meliputi padi,
s:

palawija (jagung, kedele, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, ubi kayu, palawija
tp

lainnya, seperti talas, ganyong, irut, gembili, dll), serta tanaman serelia lainnya
ht

(sorgum/cantel, jawawut, jelai, gandum, dll). Keseluruhan komoditas di atas


masuk ke dalam golongan tanaman semusim, dengan wujud produksi pada saat
panen atau wujud produksi baku lainnya yang masih termasuk dalam lingkup
kategori pertanian. Contoh wujud produksi pada komoditas pertanian tanaman
pangan antara lain: padi dalam wujud Gabah Kering Giling (GKG), jagung dalam
wujud pipilan kering, dan ubi kayu dalam wujud umbi basah.
Data produksi padi dan palawija diperoleh dari Subdit Statistik Tanaman
Pangan BPS. Data harga berupa harga produsen diperoleh dari Subdit Statistik
Harga Perdesaan BPS. Data indikator harga berupa Indeks Harga Produsen
diperoleh dari Subdit Statistik Harga Produsen BPS dan Indeks yang dibayar
petani untuk biaya produksi kelompok tanaman pangan dari Subdit Statistik
Harga Perdesaan BPS. Sedangkan data struktur biaya kegiatan tanaman
pangan diperoleh dari hasil. Sensus Pertanian dan Survei Struktur Ongkos
Usaha Tani (SOUT) yang dilakukan oleh Subdit Statistik tanaman pangan BPS.

2.1.1.2 Tanaman Hortikultura


Subkategori tanaman hortikultura terdiri dari tanaman hortikultura
semusim dan tanaman hortikultura tahunan. Tanaman hortikultura semusim

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 11
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

meliputi tanaman hortikultura yang umumnya berumur pendek (kurang dari satu
tahun) dan panennya dilakukan satu atau beberapa kali masa panen untuk satu
kali penanaman. Sedangkan tanaman hortikultura tahunan meliputi tanaman
hortikultura yang umumnya berumur lebih dari satu tahun dan dan pemungutan
hasilnya dilakukan lebih dari satu kali masa panen untuk satu kali penanaman.
Komoditas yang dihasilkan oleh kegiatan tanaman hortikultura meliputi kelompok
komoditi sayuran, buah-buahan, tanaman biofarmaka, dan tanaman hias.
Data produksi komoditas hortikultura diperoleh dari Subdit Statistik
Hortikultura, BPS. Data harga berupa harga produsen diperoleh dari Subdit
Statistik Harga Perdesaan BPS. Data indikator harga berupa Indeks Harga
Produsen diperoleh dari Subdit Statistik Harga Produsen BPS dan Indeks yang
dibayar petani untuk biaya produksi kelompok tanaman hortikultura dari Subdit
Statistik Harga Perdesaan BPS. Sedangkan data struktur biaya kegiatan
tanaman hortikultura diperoleh dari hasil Sensus Pertanian.

id
o.
.g
2.1.1.3 Tanaman Perkebunan

ps
Subkategori Tanaman Perkebunan terdiri dari tanaman perkebunan
.b
semusim dan tanaman perkebunan tahunan, baik yang diusahakan oleh rakyat
ab

maupun oleh perusahaan perkebunan (negara maupun swasta). Cakupan usaha


ok

perkebunan mulai dari pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman,


uk

pemeliharaan dan pemanenan yang menjadi satu kesatuan kegiatan. Komoditas


om

yang dihasilkan oleh kegiatan tanaman perkebunan diantaranya adalah tebu,


uk

tembakau, nilam, jarak, wijen, tanaman berserat (kapas, rosela, rami, yute,
//m

agave, abaca, kenaf, dan-lain-lain), kelapa, kelapa sawit, karet, kopi, teh, kakao,
lada, pala, kayu manis, cengkeh, jambu mete, dsb.
s:

Data produksi komoditas perkebunan diperoleh dari Ditjen Perkebunan


tp
ht

Kementerian Pertanian. Data harga berupa harga produsen diperoleh dari Subdit
Statistik Harga Perdesaan BPS. Data indikator harga berupa Indeks Harga
Produsen diperoleh dari Subdit Statistik Harga Produsen BPS dan Indeks yang
dibayar petani untuk biaya produksi kelompok tanaman perkebunan dari Subdit
Statistik Harga Perdesaan BPS. Sedangkan data struktur biaya kegiatan
tanaman perkebunan diperoleh dari hasil Sensus Pertanian.

2.1.1.4 Peternakan
Subkategori Peternakan mencakup semua usaha peternakan yang
menyelenggarakan p/embibitan serta budidaya segala jenis ternak dan unggas
dengan tujuan untuk dikembangbiakkan, dibesarkan, dipotong, dan diambil
hasilnya, baik yang dilakukan rakyat maupun oleh perusahaan peternakan.
Subkategori ini juga mencakup pembudidayaan ternak maupun unggas yang
menghasilkan produk berulang, misalnya untuk menghasilkan susu dan telur.
Komoditas yang dihasilkan oleh kegiatan peternakan adalah sapi potong,
kerbau, kambing, domba, babi, kuda, ayam bukan ras (buras), ayam ras
pedaging, ayam ras petelur, itik manila, itik, telur ayam ras, telur ayam bukan ras,
telur itik, susu segar, dsb.

12 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Data produksi komoditas peternakan diperoleh dari Ditjen Peternakan


dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Data harga berupa harga
produsen diperoleh dari Subdit Statistik Harga Perdesaan BPS. Data indikator
harga berupa Indeks Harga Produsen diperoleh dari Subdit Statistik Harga
Produsen BPS dan Indeks yang dibayar petani untuk biaya produksi kelompok
peternakan dari Subdit Statistik Harga Perdesaan BPS. Sedangkan data struktur
biaya kegiatan peternakan diperoleh dari hasil Sensus Pertanian dan Survei
Perusahaan Peternakan (Ternak Besar dan Kecil, Ternak Unggas, dan Sapi
Perah) yang dilakukan oleh Subdit Statistik Peternakan BPS.

2.1.1.5 Jasa Pertanian dan Perburuan


Kegiatan jasa pertanian dan perburuan meliputi kegiatan jasa pertanian,
perburuan dan penangkapan satwa liar, serta penangkaran satwa liar. Kegiatan
jasa pertanian adalah kegiatan yang dilakukan baik oleh perorangan maupun

id
badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak yang khusus yang diberikan

o.
.g
untuk menunjang kegiatan pertanian (tanaman pangan, tanaman hortikultura,

ps
tanaman perkebunan, dan peternakan). Dicakup juga dalam kegiatan jasa
.b
pertanian adalah penyewaan alat pertanian/hewan bersama operatornya dan
ab

risiko kegiatan jasa tersebut ditanggung oleh yang memberikan jasa.


ok

Kegiatan perburuan dan penangkapan satwa liar mencakup usaha


uk

perburuan dan penangkapan satwa liar dalam rangka pengendalian populasi dan
om

pelestarian. Termasuk usaha pengawetan dan penyamakan kulit dari furskin,


uk

reptil, dan kulit unggas hasil perburuan dan penangkapan. Termasuk perburuan
//m

dan penangkapan binatang dengan perangkap untuk umum, penangkapan


binatang (mati atau hidup) untuk makanan, bulu, kulit atau untuk penelitian, untuk
s:

ditempatkan dalam kebun binatang atau sebagai hewan peliharaan, produksi


tp
ht

kulit bulu binatang, reptil atau kulit burung dari kegiatan perburuan atau
penangkapan. Sedangkan kegiatan penangkaran satwa liar mencakup usaha
penangkaran, pembesaran, penelitian untuk pelestarian satwa liar, baik satwa
liar darat dan satwa liar laut seperti mamalia laut, misalnya duyung, singa laut
dan anjing laut.
Output jasa pertanian diperoleh dengan pendekatan imputasi dengan
memperhatikan proporsi pengeluaran untuk jasa pertanian terhadap output yang
dihasilkan oleh suatu kegiatan pertanian pada periode tertentu. Output kegiatan
pertanian diperoleh dari Subdit Neraca Barang BPS. Sedangkan proporsi
pengeluaran untuk jasa pertanian terhadap output diperoleh dari hasil Sensus
Pertanian, Survei Struktur Ongkos Usaha Tani, dan Survei Perusahaan
Peternakan yang dilakukan oleh BPS. Sedangkan untuk kegiatan perburuan dan
pengkapan satwa liar diestimasi menggunakan pendapatan devisa dari
penjualan satwa liar yang datanya diperoleh dari Ditjen Konservasi Sumber Daya
Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 13
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

2.1.2 Kehutanan dan Penebangan Kayu


Subkategori ini meliputi kegiatan penebangan segala jenis kayu serta
pengambilan daun-daunan, getah-getahan, dan akar-akaran, termasuk di sini
adalah jasa yang menunjang kegiatan kehutanan berdasarkan sistem balas
jasa/kontrak. Komoditas yang dihasilkan oleh kegiatan kehutanan meliputi kayu
gelondongan (baik yang berasal dari hutan rimba maupun hutan budidaya), kayu
bakar, rotan, bambu, dan hasil hutan lainnya. Dicakup juga dalam kegiatan
kehutanan ini adalah jasa yang menunjang kegiatan kehutanan atas dasar balas
jasa (fee) atau kontrak, termasuk kegiatan reboisasi hutan yang dilakukan atas
dasar kontrak.
Data produksi kayu bulat dan hasil hutan lainnya berasal dari Perum
Perhutani, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, dan Subdit Statistik Kehutanan BPS. Data harga
produsen diperoleh dari Subdit Statistik Kehutanan BPS. Data indikator harga

id
berupa Indeks Harga Produsen diperoleh dari Subdit Statistik Harga Produsen

o.
.g
BPS. Sedangkan data struktur biaya kegiatan kehutanan diperoleh dari hasil

ps
Sensus Pertanian dan Survei Perusahaan Kehutanan (Hak Pengusahaan Hutan
.b
dan Pembudidaya Tanaman Kehutanan) yang dilakukan oleh Subdit Statistik
ab

Kehutanan BPS.
ok
uk

2.1.3 Perikanan
om

Subkategori ini meliputi semua kegiatan penangkapan, pembenihan, dan


uk

budidaya segala jenis ikan dan biota air lainnya, baik yang berada di air tawar, air
//m

payau maupun di laut. Komoditas yang dihasilkan oleh kegiatan perikanan meliputi
segala jenis ikan, crustacea, mollusca, rumput laut, dan biota air lainnya yang
s:

diperoleh dari penangkapan (di laut dan perairan umum) dan budidaya (laut, tambak,
tp
ht

karamba, jaring apung, kolam, dan sawah). Dicakup juga dalam kegiatan perikanan ini
adalah jasa yang menunjang kegiatan perikanan atas dasar balas jasa (fee) atau
kontrak.
Data produksi komoditas perikanan diperoleh dari Ditjen Perikanan Tangkap
dan Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Data harga
berupa harga produsen diperoleh dari Subdit Statistik Harga Perdesaan BPS. Data
indikator harga berupa Indeks Harga Produsen diperoleh dari Subdit Statistik Harga
Produsen BPS dan Indeks yang dibayar petani untuk biaya produksi kelompok
perikanan dari Subdit Statistik Harga Perdesaan BPS. Sedangkan data struktur biaya
kegiatan perikanan diperoleh dari hasil Sensus Pertanian dan Survei Perusahaan
Perikanan yang dilakukan oleh Subdit Statistik Perikanan BPS.
Pendekatan yang digunakan dalam memperkirakan nilai tambah Kategori
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan adalah melalui pendekatan produksi.
Pendekatan ini didasarkan pada pertimbangan ketersediaan data produksi dan harga
untuk masing-masing komoditi pertanian.
Menurut sifatnya, output dibedakan atas dua jenis, yaitu output utama dan
output ikutan. Disamping itu, komoditi lainnya yang belum dicakup diperkirakan
melalui besaran persentase pelengkap yang diperoleh dari berbagai survei khusus.

14 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Penghitungan output pada kategori ini tidak hanya mencakup output utama dan ikutan
pada saat penen tetapi juga ditambahkan output yang diadopsi dari implementasi SNA
2008. Untuk kegiatan yang menghasilkan komoditas yang dapat diambil hasilnya
berulang kali, outputnya juga mencakup biaya perawatan yang dikeluarkan selama
periode tertentu yang dinamakan dengan Cultivated Biological Resurces (CBR).
Sedangkan untuk kegiatan yang menghasilkan komoditas semusim atau yang diambil
hasilnya hanya sekali, outputnya juga mencakup biaya yang dikeluarkan untuk
tanaman yang belum dipanen (standing crops) di akhir periode dikurangi dengan biaya
yang dikeluarkan untuk tanaman yang belum dipanen (standing crops) di awal periode
yang disebut sebagai Work-in-Progress (WIP). Sehingga total output pada kategori ini
merupakan penjumlahan dari nilai output utama, output ikutan, dan CBR atau WIP dari
seluruh komoditas ditambah dengan nilai pelengkapnya.
Nilai Tambah Bruto (NTB) suatu subkategori diperoleh dari penjumlahan NTB
tiap-tiap kegiatan usaha yang menghasilkan komoditas tertentu. NTB ini didapat dari

id
pengurangan nilai output atas harga dasar dengan seluruh pengeluaran konsumsi

o.
.g
antara (intermediate consumption). Estimasi NTB atas dasar harga konstan 2010

ps
menggunakan metode revaluasi, yaitu mengalikan produksi di tahun berjalan dengan
.b
harga pada tahun dasar (tahun 2010) untuk mengestimasi output konstan tahun
ab

berjalan.
ok
uk

2.2 Pertambangan dan Penggalian


om
uk

Seluruh jenis komoditi yang dicakup dalam Kategori Pertambangan dan


//m

Penggalian, dikelompokkan dalam empat golongan pokok, yaitu: pertambangan


minyak dan gas bumi (migas), pertambangan batubara dan lignit, pertambangan bijih
s:

logam serta pertambangan dan penggalian lainnya.


tp
ht

2.2.1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi


Sub kategori Pertambangan migas dan panas bumi meliputi kegiatan
produksi minyak bumi mentah, pertambangan dan pengambilan minyak dari serpihan
minyak dan pasir minyak dan produksi gas alam serta pencarian cairan hidrokarbon.
Golongan pokok ini juga mencakup kegiatan operasi dan/atau pengembangan lokasi
penambangan minyak, gas alam, dan panas bumi.
Pendekatan penghitungan yang digunakan adalah pendekatan produksi.
Output atas dasar harga berlaku diperoleh melalui perkalian antara kuantum barang
yang dihasilkan dengan harga per unit produksi pada masing-masing periode
penghitungan. Sedangkan NTB atas dasar harga konstan 2010 diperoleh dengan cara
revaluasi. Data produksi untuk pertambangan migas diperoleh dari Direktorat Jenderal
Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM). Data Harga/Indikator Harga juga diperoleh dari Ditjen Migas, ESDM, Statistik
PLN, dan Indeks Harga Produsen (IHP) Gas dan Panas Bumi sebagai penggerak
harga gas alam dan panas bumi setiap triwulan; Data Struktur Biaya diperoleh dari
Lap. Keuangan Perusahaan, BEI dan Statistik Pertambangan Migas BPS.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 15
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Data harga minyak mentah menggunakan Indonesia Crude Price (ICP), harga gas
bumi pada tahun 2010 yang digerakkan berdasarkan IHP Gas dan Panas bumi.
Harga uap panas bumi menggunakan harga panas bumi yang terdapat pada
publikasi tahunan Statistik PLN dan digerakkan dengan IHP gas dan panas bumi
untuk mendapatkan harga triwulanan.

2.2.2 Pertambangan Batubara dan Lignit


Pertambangan Batubara mencakup usaha operasi penambangan,
pengeboran berbagai kualitas batubara seperti antrasit, bituminous dan
subbituminous baik pertambangan di permukaan tanah atau bawah tanah,
termasuk pertambangan dengan cara pencarian (liquefaction). Operasi
pertambangan tersebut meliputi penggalian, penghancuran, pencucian,
penyaringan dan pencampuran serta pemadatan meningkatkan kualitas atau

id
memudahkan pengangkutan dan penyimpanan/penampungan. Termasuk

o.
pencarian batubara dari kumpulan tepung bara.

.g
Pertambangan Lignit mencakup penambangan di permukaan tanah

ps
termasuk penambangan dengan metode pencairan dan kegiatan lain untuk
.b
ab
meningkatkan kualitas dan memudahkan pengangkutan dan penyimpanan.
ok

Untuk memperoleh output batubara dan lignit digunakan metode pen-


uk

dekatan produksi. NTB atas dasar harga konstan 2010 didapat dengan
om

menggunakan cara yang sama seperti pada subsektor pertambangan migas yai-
tu revaluasi. Data produksi batubara dan lignit serta Harga Batubara Acuan
uk

(HBA) diperoleh dari Ditjen Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM; Statistik
//m

Pertambangan Non Migas BPS serta beberapa data dari BPS Provin-
s:

si/Kabupaten/Kotamadya; Dinas Pendapatan Daerah.


tp
ht

2.2.3 Pertambangan Bijih Logam


Sub kategori ini mencakup pertambangan dan pengolahan bijih
logam yang tidak mengandung besi, seperti bijih thorium dan uranium, alumin-
ium, tembaga, timah, seng, timah hitam, mangan, krom, nikel kobalt dan lain.
Termasuk bijih logam mulia lainnya. Kelompok bijih logam mulia lainya men-
cakup pembersihan dan pemurnian yang tidak dapat dipisahkan secara admi-
nistratif dari usaha pertambangan bijih logam lainnya.
Beberapa jenis produknya, antara lain: pertambangan pasir besi dan
bijih besi dan peningkatan mutu dan proses aglomerasi bijih mangaan, krom,
nikel kobalt dan lain-lain; serta pertambangan bijih logam mulia, seperti
emas, platina, perak dan logam mulia lainnya.
Penghitungan output bijih logam menggunakan metode pendekatan
produksi dan NTB atas dasar harga konstan dihitung dengan menggunakan
deflator Indeks Harga Produsen (IHP) tembaga dan emas.

16 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

2.2.4 Pertambangan & Penggalian Lainnya


Sub kategori ini mencakup penggalian dan pengambilan segala jenis ba-
rang galian seperti batu-batuan, pasir dan tanah yang pada umumnya berada pa-
da permukaan bumi. Hasil dari kegiatan ini adalah batu gunung, batu kali, batu
kapur, koral, kerikil, batu karang, batu marmer, pasir untuk bahan bangunan, pasir
silika, pasir kwarsa, kaolin, tanah liat, dan komoditi penggalian selain tersebut di
atas. Termasuk dalam subsektor ini adalah komoditi garam hasil penggalian. Out-
put dan produksi barang-barang galian terdapat pada publikasi Statistik penggali-
an tahunan. Sementara itu PDRB triwulan di estimasi menggunakan data produksi
bahan galian dari Survei Khusus yang dilakukan Direktorat Neraca Produksi
(DNP).

2.3 Industri Pengolahan

id
Kategori Industri Pengolahan meliputi kegiatan ekonomi di bidang perubahan

o.
.g
secara kimia atau fisik dari bahan, unsur atau komponen menjadi produk baru. Bahan

ps
baku industri pengolahan berasal dari produk pertanian, kehutanan, perikanan, per-
.b
tambangan atau penggalian seperti produk dari kegiatan industri pengolahan lainnya
ab

Perubahan, pembaharuan atau rekonstruksi yang pokok dari barang secara umum di-
ok

perlakukan sebagai industri pengolahan. Unit industri pengolahan digambarkan se-


uk

bagai pabrik, mesin atau peralatan yang khusus digerakkan dengan mesin dan tan-
om

gan. Termasuk kategori industri pengolahan adalah perubahan bahan menjadi produk
uk

baru dengan menggunakan tangan, kegiatan maklon atau kegiatan penjualan produk
//m

yang dibuat di tempat yang sama dimana produk tersebut dijual dan unit yang
melakukan pengolahan bahan-bahan dari pihak lain atas dasar kontrak.
s:
tp
ht

2.3.1 Industri Pengolahan Batubara dan Pengilangan Migas


Mencakup kegiatan perubahan minyak, gas bumi dan batubara menjadi
produk yang bermanfaat seperti: pengilangan minyak dan gas bumi, di mana
meliputi pemisahan minyak bumi menjadi produk komponen melalui teknis seper-
ti pemecahan dan penyulingan. Produk khas yang dihasilkan: kokas, butane,
propane, petrol, gas hidrokarbon dan metan, gasoline, minyak tanah, gas etane,
propane dan butane sebagai produk penyulingan minyak. Termasuk disini adalah
pengoperasian tungku batubara, produksi batubara dan semi batubara, gas ba-
tubara, ter, lignit dan kokas. KBLI 2009: kode 19.

2.3.2 Industri Makanan dan Minuman


Industri Makanan dan Minuman merupakan gabungan dari dua golon-
gan pokok, yaitu Industri Makanan dan Industri Minuman. Industri makanan
mencakup pengolahan produk pertanian, perkebunan dan perikanan menjadi
makanan dan juga mencakup produk setengah jadi yang tidak secara langsung
menjadi produk makanan. Industri minuman mencakup pembuatan minuman
baik minuman beralkohol maupun tidak beralkohol, air minum mineral, bir dan
anggur. dan pembuatan minuman beralkohol yang disuling. Kegiatan ini tidak

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 17
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

mencakup pembuatan jus buah-buahan dan sayur-sayuran, minuman dengan


bahan baku susu, dan pembuatan produk teh, kopi dan produk teh dengan ka-
dar kafein yang tinggi. KBLI 2009: kode 10 dan 11.

2.3.3 Industri Pengolahan Tembakau


Pengolahan tembakau atau produk pengganti tembakau, rokok, cerutu,
cangklong, snuff, chewing dan pemotongan serta pengeringan tembakau tetapi
tidak mencakup penanaman atau pengolahan awal tembakau. Beberapa
produk yang dihasilkan rokok dan cerutu, tembakau pipa, tembakau sedot
(snuff), rokok kretek, rokok putih dan lain-lain. KBLI 2009: kode 12

2.3.4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi


Sub kategori ini merupakan gabungan dari dua golongan pokok yaitu In-
dustri Tekstil dan Industri Pakaian Jadi. Industri tekstil mencakup pengolahan,

id
pemintalan, penenunan dan penyelesaian tekstil dan bahan pakaian, pembu-

o.
.g
atan barang-barang tekstil bukan pakaian (seperti: sprei, taplak meja, gordein,

ps
selimut, permadani, tali temali, dan lain-lain). Industri pakaian jadi mencakup
.b
semua pekerjaan menjahit dari semua bahan dan semua jenis pakaian dan
ab

aksesoris, tidak ada perbedaan dalam pembuatan antara baju anak-anak dan
ok

orang dewasa, atau pakaian tradisional dan modern. Golongan pokok ini juga
uk

mencakup pembuatan industri bulu binatang (pakaian dari bulu binatang dan
om

kulit yang berbulu). Contoh produk yang dihasilkan: kain tenun ikat, benang,
uk

kain, batik, rajutan, pakaian jadi sesuai pesananan dan lain-lain. KBLI 2009:
//m

kode 13 dan 14.


s:

2.3.5 Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki


tp
ht

Golongan pokok ini mencakup pengolahan dan pencelupan kulit ber-


bulu dan proses perubahan dari kulit jangat menjadi kulit dengan proses pen-
yamakan atau proses pengawetan dan pengeringan serta pengolahan kulit
menjadi produk yang siap pakai, pembuatan koper, tas tangan dan se-
jenisnya, pakaian kuda dan peralatan kuda yang terbuat dari kulit, dan pem-
buatan alas kaki. Golongan pokok ini juga mencakup pembuatan produk se-
jenisnya dari bahan lain (kulit imitasi atau kulit tiruan), seperti alas kaki dari
bahan karet, koper dari tekstil, dan lain-lain. KBLI 2009: kode 15.

2.3.6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus, dan Barang Anyaman
dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
Golongan pokok ini mencakup pembuatan barang-barang dari kayu.
Kebanyakan digunakan untuk konstruksi dan juga mencakup berbagai proses
pengerjaan dari penggergajian sampai pembentukan dan perakitan barang-
barang dari kayu, dan dari perakitan sampai produk jadi seperti kontainer
kayu. Terkecuali penggergajian, golongan pokok ini terbagi lagi sebagian be-
sar didasarkan pada produk spesifik yang dihasilkan. Golongan pokok ini tidak
mencakup pembuatan mebeler, atau perakitan/pemasangan perabot

18 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

kayu dan sejenisnya. Contohnya: pemotongan kayu gelondongan menjadi


balok, kaso, papan, pengolahan rotan, kayu lapis, barang-barang bangunan
dari kayu, kerajinan dari kayu, alat dapur dari kayu, rotan dan bambu. KBLI
2009: kode 16.

2.3.7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan, dan Reproduksi
Media Rekam
Subsektor ini merupakan gabungan dari dua golongan pokok yaitu Indus-
tri Kertas dan Barang dari Kertas, dan Industri Pencetakan dan Reproduksi
Media Rekaman. Industri Kertas dan Barang dari Kertas mencakup pembu-
atan bubur kayu, kertas, dan produk kertas olahan Pembuatan dari produk-
produk tersebut merupakan satu rangkaian dengan tiga kegiatan utama.
Kegiatan pertama pembuatan bubur kertas, lalu yang kedua pembuatan ker-
tas yang menjadi lembaran-lembaran dan yang ketiga barang dari kertas

id
dengan berbagai tehnik pemotongan dan pembentukan, termasuk kegiatan

o.
.g
pelapisan dan laminasi. Barang kertas dapat merupakan barang cetakan

ps
selagi pencetakan bukanlah merupakan hal yang utama. Industri Pencetakan
.b
dan Reproduksi Media Rekaman mencakup pencetakan barang-barang dan
ab

kegiatan pendukung yang berkaitan dan tidak terpisahkan dengan Industri


ok

Pencetakan; proses pencetakan termasuk bermacam-macam metode/cara


uk

untuk memindahkan suatu image dari piringan atau layar monitor ke suatu
om

media melalui/dengan berbagai teknologi pencetakan. KBLI 2009: kode 17


uk

dan 18.
//m

2.3.8 Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisonal


s:

Golongan pokok ini terdiri dari dua industri yaitu Industri Kimia dan In-
tp
ht

dustri Farmasi dan Obat Tradisional. Industri Kimia mencakup perubahan ba-
han organik dan non organik mentah dengan proses kimia dan pembentukan
produk. Ciri produk kimia dasar yaitu yang membentuk kelompok industri per-
tama dari hasil produk antara dan produk akhir yang dihasilkan melalui pen-
golahan lebih lanjut dari kimia dasar yang merupakan kelompok-kelompok in-
dustri lainnya. Industri Farmasi dan Obat Tradisional mencakup pembuatan
produk farmasi dasar dan preparat farmasi. Golongan ini mencakup antara
lain preparat darah, obat-obatan jadi, preparat diagnostik, preparat medis,
obat tradisional atau jamu dan produk botanikal untuk keperluan farmasi. KBLI
2009: kode 20 dan 21.

2.3.9 Industri Karet, Barang dari Karet, dan Plastik


Golongan pokok ini mencakup pem-buatan barang plastik dan karet
dengan penggunaan bahan baku karet dan plastik dalam proses pembu-
atannya. Misalnya; pembuatan karet alam, pembuatan ban karet untuk semua
jenis kendaraan dan peralatan, pengolahan dasar plastik atau daur ulang.
Namun demikian tidak berarti bahwa semua barang dari bahan baku karet dan
plastik termasuk di golongan ini, misalnya industri alas kaki dari karet, industri

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 19
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

lem, industri matras, industri permainan dari karet, termasuk kolam renang
mainan anak-anak. KBLI 2009: kode 22.

2.3.10 Industri Barang Galian Bukan Logam


Kegiatan ini mencakup pengolahan bahan baku menjadi barang jadi
yang berhubungan dengan unsur tunggal suatu mineral murni, seperti gelas
dan produk gelas, produk keramik dan tanah liat bakar, semen dan plester. In-
dustri pemotongan dan pengasahan batu serta pengolahan produk mineral
lainnya juga termasuk di sini. KBLI 2009: kode 23.

2.3.11 Industri Logam Dasar


Golongan pokok ini mencakup kegiatan peleburan dan penyulingan baik
logam yang mengandung besi maupun tidak dari bijih, potongan atau bungkahan
dengan menggunakan bermacam teknik metalurgi.

id
Contoh produk: industri besi dan baja dasar, penggilingan baja, pipa, sambungan

o.
.g
pipa dari baja, logam mulia, logam dasar bukan besi dan lain-lain. KBLI 2009 :

ps
kode 24.
.b
ab

2.3.12 Industri Barang Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik, dan


ok

Peralatan Listrik
uk

Golongan ini mencakup pembuatan produk logam "murni" (seperti suku


om

cadang, container/wadah dan struktur), pada umumnya mempunyai fungsi statis


uk

atau tidak bergerak, pembuatan perlengkapan senjata dan amunisi, pembuatan


//m

komputer, perlengkapan komputer, peralatan komunikasi, dan barang-barang el-


ektronik sejenis, termasuk pembuatan komponennya, pembuatan produk yang
s:

membangkitkan, mendistribusikan dan menggunakan tenaga listrik. KBLI 2009:


tp
ht

kode 25, 26 dan 27.

2.3.13 Industri Mesin dan Perlengkapan


Kegiatan yang tercakup dalam golongan pokok Industri Mesin
dan Perlengkapan adalah pembuatan mesin dan peralatan yang dapat bekerja
bebas baik secara mekanik atau yang berhubungan dengan pengolahan bahan-
bahan, termasuk komponen mekaniknya yang menghasilkan dan menggunakan
tenaga dan komponen utama yang dihasilkan secara khusus.
Golongan pokok ini juga mencakup pembuatan mesin untuk keperluan
khusus untuk angkutan penumpang atau barang dalam dasar pembatasan,
peralatan tangan, peralatan tetap atau bergerak tanpa memperhatikan apakah
peralatan tersebut dibuat untuk keperluan industri, pekerjaan sipil, dan
bangunan, pertanian dan rumah tangga. KBLI 2009: kode 28 .

2.3.14 Industri Alat Angkutan


Golongan pokok ini mencakup Industri kendaraan bermotor dan semi
trailer serta Industri alat angkutan lainnya. Cakupan dari golongan ini adalah
pembuatan kendaraan bermotor untuk angkutan penumpang atau barang, alat

20 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

angkutan lain seperti pembuatan kapal dan perahu, lori/gerbong kereta api dan
lokomotif, pesawat udara dan pesawat angkasa. Golongan ini juga mencakup
pembuatan berbagai suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor, termasuk
pembuatan trailer atau semi-trailer. KBLI 2009 : kode 29 dan 30.

2.3.15 Industri Furnitur


Industri Furnitur mencakup pembuatan mebeller dan produk yang berkai-
tan yang terbuat dari berbagai bahan kecuali batu, semen dan keramik. Pen-
golahan pembuatan mebeller adalah metode standar, yaitu pembentukan bahan
dan perakitan komponen, termasuk pemotongan, pencetakan dan pelapisan.
Perancangan produk baik untuk estetika dan kualitas fungsi adalah aspek yang
penting dalam proses produksi. Pembuatan mebeller cenderung menjadi
kegiatan yang khusus. KBLI 2009: kode 31.

id
o.
.g
ps
2.3.16 Industri Pengolahan Lainnya, Jasa Reparasi, dan Pemasangan Mesin
dan Peralatan
.b
ab

Sub kategori ini mencakup pembuatan berbagai macam barang yang be-
ok

lum dicakup di tempat lain dalam klasifikasi ini. Sub kategori ini merupakan
uk

gabungan dari industri pengolahan lainnya dan jasa reparasi serta pemasangan
om

mesin dan peralatan. Golongan pokok ini bersifat residual, proses produksi, ba-
uk

han input dan penggunaan barang-barang yang dihasilkan dapat berubah-ubah


//m

secara luas dan ukuran umum. Sub kategori ini tidak mencakup pembersihan
mesin industri, perbaikan dan pemeliharaan peralatan komputer dan komunikasi
s:

serta perbaikan dan pemeliharaan barang-barang rumah tangga. Tetapi men-


tp
ht

cakup perbaikan dan pemeliharaan mesin dan peralatan khusus barang-barang


yang dihasilkan oleh lapangan usaha industri pengolahan dengan tujuan untuk
pemulihan mesin, peralatan dan produk lainnya. KBLI 2009: kode 32 dan 33.
Sumber data Industri Pengolahan Batubara dan Pengilangan Minyak dan
Gas Bumi terdiri dari: Data produksi Pengilangan Migas diperoleh dari, Ditjen Mi-
gas, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Data produksi/indikator
produksi Industri Batubara diperoleh dari Direktorat Statistik Industri, BPS Data
harga produk pengilangan minyak bumi diperoleh dari Ditjen Migas, Kementrian
Energi dan Sumber Daya Mineral, harga LNG diperoleh dari harga ekspor LNG
dari Direktorat Statistik Distribusi, BPS dengan kurs ekspor dari Direktorat
Neraca Pengeluaran, BPS; sedangkan indikator harga untuk Industri Batubara
diperoleh dari Direktorat Statistik Harga, BPS. Data struktur biaya diperoleh dari
Publikasi Statistik Pertambangan Migas, BPS.
Sumber data Industri Makanan dan Minuman hingga Industri Pengolahan
Lainnya, Jasa Reparasi, dan Pemasangan Mesin dan Peralatan terdiri dari:
Produksi/Indikator Produksi yang dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu In-
deks produksi Industri Besar Sedang dan indeks produksi Industri Mikro dan
Kecil diperoleh dari Direktorat Statistik Industri, BPS; Data Harga/Indikator Harga

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 21
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

diperoleh dari Direktorat Statistik Harga, BPS; Data Struktur Biaya diperkirakan
dari Hasil Survei Tahunan IBS dan Hasil Survei Tahunan IMK, BPS ditambah
dengan berbagai survei khusus yang dilakukan DNP BPS RI.
Pendekatan penghitungan untuk kegiatan Industri Pengolahan Migas
menggunakan pendekatan produksi. Output atas dasar harga berlaku adalah
merupakan perkalian antara produksi dengan harga untuk masing-masing tahun,
sedangkan output atas dasar harga konstan digunakan cara revaluasi, yaitu
produksi pada masing-masing tahun dikalikan dengan harga pada tahun dasar
2010. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari selisisih antara output atas
dasar harga berlaku dengan konsumsi antara untuk masing-masing tahun, se-
dangkan untuk NTB atas dasar harga konstan diperoleh dari selisih output atas
dasar harga konstan dengan konsumsi antara atas dasar harga konstan.
Pendekatan estimasi untuk Industri Batubara sampai dengan Industri
Pengolahan Lainnya, Jasa Reparasi, dan Pemasangan Mesin dan Peralatan

id
menggunakan pendekatan produksi. Output atas dasar harga konstan

o.
.g
menggunakan pendekatan ekstrapolasi yaitu perkalian antara output tahun dasar

ps
dengan indeks produksi untuk masing-masing tahun, sedangkan output atas da-
.b
sar harga berlaku dihitung dari output atas dasar harga konstan dikalikan indeks
ab

harga pada masing-masing tahun NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari
ok

selisih antara output atas dasar harga berlaku dengan konsumsi antara untuk
uk

masing-masing tahun,sedangkan untuk NTB atas dasar harga konstan diperoleh


om

dari output atas dasar harga konstan dikurangi dengan konsumsi antara atas da-
uk

sar harga konstan Dalam penghitungan NTB Industri pengolahan sub kategori
//m

ini, tabel SUT 2010 menjadi acuan sebagai tahun dasar 2010.
s:

2.4 Pengadaan Listrik dan Gas


tp
ht

Kategori D mencakup kegiatan pengadaan tenaga listrik, gas alam dan buatan,
uap panas, air panas, udara dingin dan produksi es dan sejenisnya melalui jaringan,
saluran, atau pipa infrastruktur permanen. Dimensi jaringan/infrastruktur tidak dapat
ditentukan dengan pasti, termasuk kegiatan pendistribusian listrik, gas, uap panas dan
air panas serta pendinginan udara dan air untuk tujuan produksi es. Produksi es untuk
kebutuhan makanan/minuman dan tujuan non makanan. Kategori ini juga mencakup
pengoperasian mesin dan gas yang menghasilkan, mengontrol dan menyalurkan
tenaga listrik atau gas. Juga mencakup pengadaan uap panas dan AC.

2.4.1 Ketenagalistrikan
Golongan ini mencakup pembangkitan, pengiriman dan penyaluran
tenaga listrik kepada konsumen, baik yang diselenggarakan oleh PT Perusahaan
Listrik Negara (Persero) maupun oleh perusahaan swasta (Non-PLN), seperti
pembangkitan listrik oleh perusahaan milik Pemerintah Daerah, dan listrik yang
diusahakan oleh swasta (perorangan maupun perusahaan) dengan tujuan untuk
dijual. Listrik yang dibangkitkan atau diproduksi meliputi listrik yang dijual, dipakai
sendiri, hilang dalam transmisi dan distribusi, dan listrik yang dicuri.

22 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Metode penghitungan dengan menggunakan pendekatan produksi. Out-


put atas dasar harga berlaku diperoleh melalui perkalian antara kuantum barang
yang dihasilkan dengan harga dasar per unit produksi pada masing-masing ta-
hun. Sedangkan output atas dasar harga konstan 2010 diperoleh dengan cara
revaluasi, yaitu mengalikan kuantum barang yang dihasilkan pada masing-
masing tahun dengan harga dasar per unit produksi pada tahun 2010. Selanjut-
nya untuk memperoleh NTB baik atas dasar harga berlaku maupun konstan
2010 adalah dengan mengalikan output pada masing-masing tahun dengan rasio
NTB.
Sumber data produksi berupa listrik terjual dan listrik dibangkitkan baik
oleh PLN maupun non-PLN. Penilaian PDB listrik menggunakan harga dasar,
sementara penilaian PDRB listrik menggunakan harga produsen. Harga pro-
dusen didapat dengan mengalikan kuantum listrik terjual dengan harga jual ter-
subsidi. Sementara harga dasar diestimasi dari harga produsen ditambahkan

id
dengan subsidi yang ditanggung oleh pemerintah dan dikurangi pajak.

o.
.g
ps
2.4.2 Pengadaan Gas dan Produksi Es
.b
Subkategori ini menghasilkan Gas Alam, Gas Buatan, Uap/Air Panas,
ab

Udara Dingin dan Produksi Es. Golongan ini mencakup pembuatan gas dan
ok

pendistribusian gas alam atau gas buatan ke konsumen melalui suatu sistem
uk

saluran pipa, dan kegiatan penjualan gas. Golongan ini juga mencakup penye-
om

diaan gas melalui berbagai proses, pengangkutan, pendistribusian dan penye-


uk

diaan semua jenis bahan bakar gas, penjualan gas kepada konsumen melalui
//m

saluran pipa. Termasuk penyaluran, distribusi dan pengadaan semua jenis ba-
han bakar gas melalui sistim saluran, perdagangan gas kepada konsumen me-
s:

lalui saluran, kegiatan agen gas yang mengurus perdagangan gas melalui sistim
tp
ht

distribusi gas yang dioperasikan oleh pihak lain dan pengoperasian pengubahan
komoditas dan kapasitas pengangkutan bahan bakar gas.
Kegiatan Pengadaan Uap/Air Panas, Udara Dingin dan Produksi Es
mencakup kegiatan produksi, pengumpulan dan pendistribusian uap dan air
panas untuk pemanas, energi dan tujuan lain, produksi dan distribusi pendingi-
nan udara, pendinginan air untuk tujuan pendinginan dan produksi es, termasuk
es untuk kebutuhan makanan/minuman dan tujuan non makanan.
Metode penghitungan seri 2010 dengan menggunakan pendekatan
produksi. Output atas dasar harga berlaku diperoleh melalui perkalian antara
kuantum barang yang dihasilkan dengan harga per unit produksi pada masing-
masing tahun. Sedangkan output atas dasar harga konstan 2010 diperoleh
dengan cara revaluasi, yaitu mengalikan kuantum barang yang dihasilkan pada
masing-masing tahun dengan harga per unit produksi pada tahun 2010. Selan-
jutnya untuk memperoleh NTB baik atas dasar harga berlaku maupun konstan
2010 adalah dengan mengalikan output pada masing-masing tahun dengan rasio
NTB.
Sumber data produksi dan harga gas kota diperoleh dari PT PGN
(Persero). Data produksi dilaporkan langsung oleh PT. PGN setiap tiga bulan.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 23
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Sementara data harga dikutip dari laporan keuangan PT. PGN yang terbit setiap
tiga bulanan. Untuk data harga, terdapat jeda satu triwulan sehingga harus
diestimasi untuk triwulan terakhir.

2.5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

Kategori ini mencakup kegiatan ekonomi/lapangan usaha yang berhubungan


dengan pengelolaan berbagai bentuk limbah/sampah, seperti limbah/sampah padat
atau bukan baik rumah tangga ataupun industri, yang dapat mencemari lingkungan.
Hasil dari proses pengelolaan limbah sampah atau kotoran ini dibuang atau menjadi
input dalam proses produksi lainnya. Kegiatan pengadaan air termasuk kategori ini,
karena kegiatan ini sering kali dilakukan dalam hubungannya dengan atau oleh unit
yang terlibat dalam pengelolaan limbah/kotoran.
Metode penghitungan Nilai Tambah Bruto untuk pengadaan air tahun dasar 2010

id
sama dengan seri 2000 dengan pendekatan produksi. Output atas dasar harga berla-

o.
.g
ku diperoleh melalui perkalian antara kuantum barang yang dihasilkan dengan harga

ps
per unit produksi pada masing-masing tahun. Dan untuk data harga yang tidak terse-
.b
dia pada tahun terakhir diperkirakan dengan kenaikan laju IHK komponen bahan ba-
ab

kar, penerangan dan air bersih. Sedangkan output atas dasar harga konstan 2010 di-
ok

peroleh dengan cara revaluasi, yaitu mengalikan kuantum barang yang dihasilkan pa-
uk

da masing-masing tahun dengan harga per unit produksi pada tahun 2010. Selanjut-
om

nya untuk memperoleh NTB baik atas dasar harga berlaku maupun konstan 2010 ada-
uk

lah dengan mengalikan output pada masing-masing tahun dengan rasio NTB.
//m

Penghitungan pengelolaan Sampah/ Limbah dengan pendekatan pendapatan.


Dalam lembar kerja pengelolaan, pembuangan dan pembersihan sampah dilakukan
s:

oleh Pemerintah dan swasta. Kegiatan yang dilakukan pemerintah menggunakan


tp
ht

APBN/APBD.
Sumber Data: untuk data Produksi adalah Subdit. Statistik Pertambangan dan
Energi - BPS, APBD (Kemenkeu); data Output Sampah diperoleh dari Subdit. Statistik
IBS - BPS; Data Harga diperoleh dari Subdit Statistik Harga Produsen-BPS RI; Data
Struktur Biaya diperoleh dari Hasil Survei Tahunan Air Bersih – BPS.

2.6 Konstruksi

Kategori Konstruksi adalah kegiatan usaha di bidang konstruksi umum dan kon-
struksi khusus pekerjaan gedung dan bangunan sipil. baik digunakan sebagai tempat
tinggal atau sarana kegiatan lainnya. Kegiatan konstruksi mencakup pekerjaan baru,
perbaikan, penambahan dan perubahan, pendirian prafabrikasi bangunan atau
struktur di lokasi proyek dan juga konstruksi yang bersifat sementara. Kegiatan kon-
struksi dilakukan baik oleh kontraktor umum, yaitu perusahaan yang melakukan peker-
jaan konstruksi untuk pihak lain, maupun oleh kontraktor khusus, yaitu unit usaha atau
individu yang melakukan kegiatan konstruksi untuk dipakai sendiri.
Hasil kegiatan konstruksi antara lain: Konstruksi gedung tempat tinggal; Kon-
struksi gedung bukan tempat tinggal; Konstruksi bangunan sipil, misal: jalan, tol, jem-

24 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

batan, landasan pesawat terbang, jalan rel dan jembatan kereta api, terowongan,
bendungan, waduk, menara air, jaringan irigasi, drainase, sanitasi, tanggul pengendali
banjir, terminal, stasiun, parkir, dermaga, pergudangan, pelabuhan, bandara, dan se-
jenisnya; Konstruksi bangunan elektrik dan telekomunikasi: pembangkit tenaga listrik;
transmisi, distribusi dan bangunan jaringan komunikasi, dan sebagainya; Instalasi ge-
dung dan bangunan sipil: instalasi listrik termasuk alat pendingin dan pemanas ru-
angan, instalasi gas, instalasi air bersih dan air limbah serta saluran drainase, dan se-
jenisnya; Pengerukan: meliputi pengerukan sungai, rawa, danau dan alur pelayaran,
kolam dan kanal pelabuhan baik bersifat pekerjaan ringan, sedang maupun berat;
Penyiapan lahan untuk pekerjaan konstruksi, termasuk pembongkaran dan penghan-
curan gedung atau bangunan lainnya serta pembersihannya; Penyelesaian konstruksi
sipil seperti pemasangan kaca dan aluminium; pengerjaan lantai, dinding dan plafon
gedung; pengecatan; pengerjaan interior dan dekorasi dalam penyelesaian akhir;
pengerjaan eksterior dan pertamanan pada gedung dan bangunan sipil lainnya;

id
Penyewaan alat konstruksi dengan operatornya seperti derek lori, molen, buldoser,

o.
.g
alat pencampur beton, mesin pancang, dan sejenisnya.

ps
Metode yang digunakan untuk memperkirakan Ouput harga berlaku sektor kon-
.b
struksi adalah metode ekstrapolasi dengan indeks konstruksi harga berlaku sebagai
ab

ekstrapolatornya. Untuk mendapatkan Output harga konstan, Output harga berlaku


ok

dideflasi dengan menggunakan IHPB konstruksi sebagai deflator. Sementara input an-
uk

tara didapat dengan menggunakan metode commodity flow beberapa komoditas uta-
om

ma dari input antara, misalnya produksi semen, kayu, juga bahan galian. NTB berlaku
uk

didapat dari nilai output berlaku dikurangi dengan baiaya antara berlaku. Sementara
//m

NTB konstan didapat dari mengalikan output konstan dengan rasio NTB tahun dasar
2010.
s:

Sumber data indikator produksi kayu log, bambu dan produk industri bukan mi-
tp
ht

gas dari Subdirektorat Neraca Barang-BPS; produksi aspal dari Statistik Perminyakan
Indonesia (SPI) Ditjen Migas-Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM);
ekspor semen dari Subdirektorat Statistik ekspor-BPS dan asosiasi semen Indonesia
(ASI) impor semen dan bahan bangunan SITC 3 digit dari subdirektorat Statistik Im-
por-BPS. Indikator harga berupa IHPB bahan bangunan dari Subdirektorat Statistik
Harga Perdagangan Besar-BPS. Indeks konstruksi dari publikasi Statistik Konstruksi,
Subdirektorat Statistik Konstruksi-BPS.

2.7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

Kategori ini meliputi kegiatan ekonomi/lapangan usaha di bidang perdagangan


besar dan eceran (yaitu penjualan tanpa perubahan teknis) dari berbagai jenis barang,
dan memberikan imbalan jasa yang mengiringi penjualan barang-barang tersebut.
Baik penjualan secara grosir (perdagangan besar) maupun eceran merupakan tahap
akhir dalam pendistribusian barang dagangan. Kategori ini juga mencakup reparasi
mobil dan sepeda motor.
Penjualan tanpa perubahan teknis juga mengikutkan kegiatan yang terkait
dengan perdagangan, seperti penyortiran, pemisahan kualitas dan penyusunan ba-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 25
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

rang, pencampuran, pembotolan, pengepakan, pembongkaran dari ukuran besar dan


pengepakan ulang menjadi ukuran yang lebih kecil, penggudangan, baik dengan
pendingin maupun tidak, pembersihan dan pengeringan hasil pertanian, pemotongan
lembaran kayu atau logam.
Pedagang besar seringkali secara fisik mengumpulkan, menyortir, dan mem-
isahkan kualitas barang dalam ukuran besar, membongkar dari ukuran besar dan
mengepak ulang menjadi ukuran yang lebih kecil. Sedangkan pedagang eceran
melakukan penjualan kembali barang-barang (tanpa perubahan teknis), baik barang
baru maupun bekas, utamanya kepada masyarakat umum untuk konsumsi atau
penggunaan perorangan maupun rumah tangga, melalui toko, departement store,
kios, mail-order houses, penjual dari pintu ke pintu, pedagang keliling, koperasi kon-
sumsi, rumah pelelangan, dan lain-lain. Pada umumnya pedagang pengecer mem-
peroleh hak atas barang-barang yang dijualnya, tetapi beberapa pedagang pengecer
bertindak sebagai agen, dan menjual atas dasar konsinyasi atau komisi.

id
2.7.1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya

o.
.g
Sub kategori ini mencakup semua kegiatan (kecuali industri dan

ps
penyewaan) yang berhubungan dengan mobil dan motor, termasuk lori dan truk,
.b
sebagaimana perdagangan besar dan eceran, perawatan dan pemeliharaan mo-
ab

bil dan motor baru maupun bekas. Termasuk perdagangan besar dan eceran su-
ok

ku cadang dan aksesori mobil dan motor, juga mencakup kegiatan agen komisi
uk

yang terdapat dalam perdagangan besar dan eceran kendaraan.


om

2.7.2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor
uk

Sub kategori ini mencakup kegiatan ekonomi di bidang perdagangan be-


//m

sar dan eceran (yaitu penjualan tanpa perubahan teknis) dari berbagai jenis ba-
rang, baik penjualan secara grosir (perdagangan besar) maupun eceran dan
s:

merupakan tahap akhir dalam pendistribusian barang dagangan selain produk


tp
ht

mobil dan sepeda motor. Perdagangan besar nasional dan internasional atas
usaha sendiri atau atas dasar balas jasa atau kontrak (perdagangan komisi) juga
merupakan cakupan dalam sub kategori ini.
Output lapangan usaha perdagangan adalah margin perdagangan, yaitu
nilai jual dikurangi nilai beli barang yang diperdagangkan setelah dikurangi biaya
angkutan yang dikeluarkan oleh pedagang. Output perdagangan (berla-
ku/konstan) dihitung menggunakan metode tidak langsung, yaitu menggunakan
metode pendekatan arus barang “commodity flow approach”. Marjin
perdagangan diperoleh dengan mengalikan rasio marjin perdagangan dengan
output barang yang dihasilkan oleh industri penghasil barang domestik ditambah
impor barang dari luar negeri. Kemudian output atau marjin perdagangan terse-
but dikalikan dengan rasio nilai tambah untuk memperoleh nilai tambah
perdagangan.
Sedangkan reparasi mobil dan sepeda motor dihitung dengan pendeka-
tan produksi dengan indikator produksinya adalah jumlah kendaraan. Untuk
mendapatkan nilai tambah konstannya, nilai tambah berlaku yang diperoleh di-
deflate menggunakan IHK umum (BPS).

26 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Sumber data yang digunakan dalam kategori perdagangan besar dan


eceran; reparasi mobil dan sepeda motor adalah data output barang dari industri
domestik (dari Subdit Neraca Barang dan Neraca Jasa, BPS), Statistik Trans-
portasi (BPS), Impor barang (BPS), Indeks Harga Konsumen (BPS) dan survei
lainnya yang dilakukan oleh Direktorat Neraca Produksi BPS RI.

2.8 Transportasi dan Pergudangan

Kategori ini mencakup penyediaan angkutan penumpang atau barang, baik yang
berjadwal maupun tidak, dengan menggunakan rel, saluran pipa, jalan darat, air atau
udara dan kegiatan yang berhubungan dengan pengangkutan. Kategori Transportasi
dan Pergudangan terdiri atas: angkutan rel; angkutan darat; angkutan laut; angkutan
sungai, danau dan penyeberangan; angkutan udara; pergudangan dan jasa penun-
jang angkutan, pos dan kurir. Kegiatan pengangkutan meliputi kegiatan pemindahan

id
penumpang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan

o.
.g
alat angkut atau kendaraan, baik bermotor maupun tidak bermotor. Sedangkan jasa

ps
penunjang angkutan mencakup kegiatan yang sifatnya menunjang kegiatan
.b
pengangkutan seperti: terminal, pelabuhan, pergudangan, dan lain-lain.
ab
ok

2.8.1. Angkutan Rel


uk

Angkutan Rel untuk penumpang dan atau barang yang menggunakan


om

jalan rel kereta melalui antar kota, dalam kota dan pengoperasian gerbong tidur
uk

atau gerbong makan kereta api yang sepenuhnya dikelola oleh PT Kereta Api In-
//m

donesia (PT. KAI).


Metode estimasi yang digunakan yaitu pendekatan produksi. Indikator
s:

produksi adalah jumlah penumpang dan barang yang diangkut atau jumlah km-
tp
ht

penumpang dan km-ton barang. Output dan NTB atas dasar harga berlaku diolah
dari laporan keuangan PT. KAI. Sedangkan data indikator harga menggunakan
IHK jasa angkutan jalan rel dari Subdit Statistik Harga Konsumen, BPS. Output
atas dasar harga konstan 2010 diperoleh dengan metode ekstrapolasi yaitu
dengan menggunakan jumlah penumpang dan barang sebagai ekstrapolatornya.
NTB atas dasar harga konstan 2010 diperoleh berdasarkan perkalian antara out-
put atas dasar harga konstan dengan rasio NTB tahun 2010.

2.8.2 Angkutan Darat


Meliputi kegiatan pengangkutan penumpang dan barang menggunakan
alat angkut kendaraan jalan raya, baik bermotor maupun tidak bermo-
tor.Termasuk pula kegiatan charter/sewa kendaraan baik dengan atau tanpa
pengemudi; serta jasa angkutan dengan saluran pipa untuk mengangkut minyak
mentah, gas alam, produk minyak, kimia dan air.
Metode estimasi yang digunakan adalah pendekatan produksi. Output
atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi (jumlah
kendaran wajib uji) dengan indikator harga (rata-rata output untuk masing-
masing jenis alat angkutan). Sedangkan output atas dasar harga konstan 2000

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 27
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

diperoleh dengan menggunakan metode ekstrapolasi dengan indeks jumlah


kendaraan sebagai ekstrapolatornya. NTB dihitung berdasarkan perkalian antara
rasio NTB dengan outputnya.
Indikator produksi berupa jumlah kendaraan/ armada wajib uji (taksi,
angkot, bis, dan truk) diperoleh dari Subdirektorat Info Lantas POLRI. Data untuk
penghitungan struktur output dan rasio NTB diperoleh dari laporan keuangan PT
Perusahaan Pengangkutan Djakarta (Perum PPD), PT Djawatan Angkoetan Mo-
tor RI (Perum DAMRI) dan beberapa perusahaan angkutan darat go public dari
Bursa Efek Indonesia. Sedangkan data indikator harga menggunakan IHK jasa
angkutan jalan dari Subdit Statistik Harga Konsumen, BPS.

2.8.3 Angkutan Laut


Meliputi kegiatan pengangkutan penumpang dan barang dengan
menggunakan kapal laut yang beroperasi di dalam dan ke luar daerah domestik.

id
Tidak termasuk kegiatan pelayaran laut yang diusahakan oleh perusahaan lain

o.
.g
yang berada dalam satu kesatuan usaha, di mana kegiatan pelayaran ini sifatnya

ps
hanya menunjang kegiatan induknya dan data yang tersedia sulit untuk
dipisahkan.
.b
ab

Metode estimasi yang digunakan adalah pendekatan produksi. Output


ok

atas dasar harga berlaku diperoleh berdasarkan perkalian indikator produksi


uk

dengan indikator harganya.Output atas dasar harga konstan 2010 dihitung


om

dengan metode ekstrapolasi, yaitu indeks produksi jumlah penumpang dan in-
uk

deks muat barang sebagai ekstrapolatornya. Sedangkan NTB diperoleh dari


//m

hasil perkalian antara rasio NTB dengan outputnya.


Indikator produksi berupa jumlah penumpang naik dan barang yang di-
s:

angkut dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV. Sedangkan indikator harga


tp
ht

berupa rata-rata output per penumpang dan rata-rata output per barang di-
peroleh dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan PT Djakarta Lloyd,
serta IHK jasa angkutan laut dari Subdit Statistik Harga Konsumen, BPS. Dalam
penghitungan rasio NTB digunakan data laporan rugi/laba perusahaan BUMN
dan beberapa perusahaan go public angkutan laut dari Bursa Efek Indonesia.

2.8.4 Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan


Kegiatan yang dicakup meliputi kegiatan pengangkutan penumpang, ba-
rang dan kendaraan dengan menggunakan kapal/angkutan sungai dan danau
baik bermotor maupun tidak bermotor, serta kegiatan penyeberangan dengan
alat angkut kapal ferry.
Metode estimasi yang digunakan adalah pendekatan produksi.Indikator
produksi yang digunakan adalah jumlah penumpang, barang dan kendaraan
yang diangkut.Output atas dasar harga berlaku diperoleh berdasarkan perkalian
indikator produksi dengan indikator harga yang terdiri dari angkutan sungai, da-
nau serta penyeberangan. Output atas dasar harga konstan 2010 diperoleh
dengan metode ekstrapolasi, dan sebagai ekstrapolatornya adalah indeks
produksi rata-rata tertimbang jumlah penumpang, barang dan kendaraan yang

28 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

diangkut. Selanjutnya, NTB diperoleh berdasarkan perkalian antara rasio NTB


dengan outputnya.
Data indikator produksi berupa jumlah penumpang, barang dan ken-
daraan yang diangkut diperoleh dari publikasi tahunan Statistik Perhubungan,
Kementrian Perhubungan. Sedangkan indikator harga berupa rata-rata output
per penumpang, rata-rata output per barang dan rata-rata output per kendaraan
diperoleh dari PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia
Ferry, serta IHK jasa angkutan sungai, danau dan penyeberangan dari Subdit
Statistik Harga Konsumen, BPS. Dalam penghitungan rasio NTB digunakan data
laporan rugi/laba PT. ASDP Indonesia Ferry.

2.8.5 Angkutan Udara


Kegiatan ini meliputi kegiatan pengangkutan penumpang dan barang
dengan menggunakan pesawat udara yang diusahakan oleh perusahaan pen-

id
erbangan yang beroperasi di Indonesia.

o.
.g
Metode estimasi yang digunakan adalah pendekatan produksi. Indikator

ps
produksi yang digunakan adalah jumlah penumpang dan jumlah barang yang di-
.b
angkut, atau jumlah km-penumpang dan ton-km barang yang diangkut. Output
ab

atas dasar harga berlaku diperoleh berdasarkan perkalian indikator produksi


ok

dengan indikator harganya untuk masing-masing angkutan penumpang dan ba-


uk

rang baik domestik maupun internasional. Output atas dasar harga konstan 2010
om

diperoleh dengan metode ekstrapolasi, dan sebagai ekstrapolatornya adalah in-


uk

deks produksi jumlah penumpang dan jumlah barang yang diangkut. Sedangkan
//m

NTB diperoleh dengan mengalikan rasio NTB dengan output untuk masing-
masing harga.
s:

Data indikator produksi berupa jumlah penumpang naik dan barang yang
tp
ht

diangkut diperoleh dari PT Angkasa Pura I (Kawasan Tengah dan Timur Indone-
sia) dan PT Angkasa Pura II (Kawasan Barat Indonesia). Sedangkan indikator
harga berupa rata-rata output per penumpang/km-penumpang dan rata-rata out-
put per barang/km-ton barang diperoleh dari laporan perusahaan penerbangan
nasional, PT Garuda Indonesia Airlines dan PT Merpati Nusantara Air-lines; serta
IHK jasa angkutan udara dari Subdit Statistik Harga Konsumen, BPS.
2.8.6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir
Mencakup kegiatan yang bersifat menunjang dan memperlancar
kegiatan pengangkutan, yaitu jasa-jasa pelabuhan udara, laut, sungai, darat
(terminal & parkir), jasa pelayanan bongkar muat barang darat dan laut, keage-
nan penumpang, jasa ekspedisi, jalan tol, pergudangan, jasa pengujian ke-
layakan angkutan darat dan laut, jasa penunjang lainnya, pos dan jasa kurir.
Metode estimasi yang digunakan adalah pendekatan produksi. Nilai out-
put dan NTB atas dasar harga berlaku dari hasil pengolahan data pendapatan
dan pengeluaran/biaya dari laporan rugi/laba perusahaan BUMN dan beberapa
perusahaan go public. Sedangkan output atas dasar harga konstan 2010 dihi-
tung dengan metode deflasi, yaitu dengan membagi nilai output atas dasar ber-
laku dengan indeks harga tahun dasar 2010. Nilai NTB atas dasar harga konstan

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 29
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

diperoleh dengan mengalikan output atas dasar harga konstan dengan rasio
NTB tahun dasar 2010.
Sumber data utama untuk kegiatan jasa penunjang angkutan diperoleh
dari badan usaha milik negara, seperti : PT Angkasa Pura I & II, PT Pelabuhan
Indonesia I-IV, PT Jasa Marga, PT Varuna Tirta Prakasya, PT Bhanda Ghara
Reksa, PT PBM Adhiguna Putera, PT KBN, dan beberapa perusahaan go public
dari Bursa Efek Indonesia. Sedangkan indikator harga berupa IHK sarana penun-
jang transpor dari Subdit Statistik Harga Konsumen, BPS.

2.9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

Kategori ini mencakup penyediaan akomodasi penginapan jangka pendek untuk


pengunjung dan pelancong lainnya serta penyediaan makanan dan minuman untuk
konsumsi segera. Jumlah dan jenis layanan tambahan yang disediakan dalam kate-

id
gori ini sangat bervariasi. Tidak termasuk penyediaan akomodasi jangka panjang sep-

o.
.g
erti tempat tinggal utama, penyiapan makanan atau minuman bukan untuk dikonsumsi

ps
segera atau yang melalui kegiatan perdagangan besar dan eceran.
.b
ab

2.9.1 Penyediaan Akomodasi


ok

Sub kategori ini mencakup kegiatan penyediaan akomodasi jangka pen-


uk

dek untuk pengunjung atau pelancong lainnya. Termasuk penyediaan akomodasi


om

yang lebih lama untuk pelajar, pekerja, dan sejenisnya (seperti asrama atau ru-
uk

mah kost dengan makan maupun tidak dengan makan). Penyediaan akomodasi
//m

dapat hanya menyediakan fasilitas akomodasi saja atau dengan makanan dan
minuman dan/atau fasilitas rekreasi. Yang dimaksud akomodasi jangka pendek
s:

seperti hotel berbintang maupun tidak berbintang, serta tempat tinggal lainnya
tp
ht

yang digunakan untuk menginap seperti losmen, motel, dan sejenisnya. Terma-
suk pula kegiatan penyediaan makanan dan minuman serta penyediaan fasilitas
lainnya bagi para tamu yang menginap selama kegiatan tersebut berada dalam
satu kesatuan manajemen dengan penginapan, alasan penggabungan ini karena
datanya sulit dipisahkan.
Nilai Tambah Bruto sub kategori akomodasi diperoleh dengan
menggunakan pendekatan produksi. Indikator produksi yang digunakan adalah
jumlah malam kamar terjual dan indikator harganya adalah rata-rata tarif per
malam kamar. Output atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian an-
tara indikator produksi dengan indikator harganya. Sedangkan NTB diperoleh
berdasarkan perkalian output dengan rasio NTB. Output dan NTB atas dasar
harga konstan dihitung dengan menggunakan metode revaluasi.
Data produksi menggunakan data malam kamar terjual dari Subdit
Statistik Pariwisata, BPS. Indikator harga menggunakan data tarif dari Survei Ho-
tel Tahunan yang dilakukan oleh Subdit Statistik Pariwisata, BPS.

30 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

2.9.2 Penyediaan Makan dan Minum


Kegiatan sub kategori ini mencakup pelayanan makan minum yang me-
nyediakan makanan atau minuman untuk dikonsumsi segera, baik restoran tradi-
sional, restoran self service atau restoran take away, baik di tempat tetap mau-
pun sementara dengan atau tanpa tempat duduk. Yang dimaksud penyediaan
makanan dan minuman adalah penyediaan makanan dan minuman untuk dikon-
sumsi segera berdasarkan pemesanan.
Pendekatan yang digunakan untuk menghitung outputnya yaitu melalui
pendekatan produksi. Indikator produksinya berupa jumlah penduduk pertenga-
han tahun. Dan indikator harganya berupa pengeluaran rata-rata per kapita atas
makan minum jadi di luar rumah. Hasil perkalian kedua indikator tersebut di-
peroleh output atas dasar harga berlaku. Sedangkan, output atas dasar harga
konstan dihitung dengan menggunakan metode deflasi, dengan IHK kelompok
makanan jadi, minuman, dan rokok sebagai deflator. Dan NTB atas dasar harga

id
berlaku maupun konstan diperoleh berdasarkan perkalian output dengan rasio

o.
.g
NTB.

ps
Data indikator produksi sub kategori penyediaan makan dan minum ber-
.b
sumber dari Proyeksi Penduduk Indonesia Sensus Penduduk 2010 - BPS. Se-
ab

dangkan data indikator harga diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasion-
ok

al (Susenas) dan IHK makanan jadi, minuman dan rokok dari publikasi Indikator
uk

Ekonomi - BPS.
om
uk

2.10 Informasi Dan Komunikasi


//m

Kategori ini mencakup produksi dan distribusi informasi dan produk kebudayaan,
s:

persediaan alat untuk mengirimkan atau mendistribusikan produk-produk ini dan juga
tp
ht

data atau kegiatan komunikasi, informasi, teknologi informasi dan pengolahan data
serta kegiatan jasa informasi lainnya. Kategori terdiri dari beberapa industri yaitu Pen-
erbitan, Produksi Gambar Bergerak, Video, Perekaman Suara dan Penerbitan Musik,
Penyiaran dan Pemograman (Radio dan Televisi), Telekomunikasi, Pemograman,
Konsultasi Komputer dan Teknologi Informasi.
Kegiatan industri penerbitan mencakup penerbitan buku, brosur, leaflet, kamus,
ensiklopedia, atlas, peta dan grafik, penerbitan surat kabar, jurnal dan majalah atau
tabloid, termasuk penerbitan piranti lunak. Semua bentuk penerbitan (cetakan, el-
ektronik atau audio, pada internet, sebagai produk multimedia seperti CD ROM buku
referensi dan lain-lain).
Kegiatan industri produksi gambar bergerak, video, perekaman suara dan pen-
erbitan musik ini mencakup pembuatan gambar bergerak baik pada film, video tape
atau disk untuk diputar dalam bioskop atau untuk siaran televisi, kegiatan penunjang
seperti editing, cutting, dubbing film dan lain-lain, pendistribusian dan pemutaran
gambar bergerak dan produksi film lainnya untuk industri lain. Pembelian dan
penjualan hak distribusi gambar bergerak dan produksi film lainnya, tercakup di sini.
Selain itu juga mencakup kegiatan perekaman suara, yaitu produksi perekaman mas-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 31
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

ter suara asli, merilis, mempromosikan dan mendistribusikannya, penerbitan musik


seperti kegiatan jasa perekaman suara dalam studio atau tempat lain.
Kegiatan industri penyiaran dan pemrograman (radio dan televisi) ini mencakup
pembuatan muatan atau isi siaran dan kemudian menyiarkannya, seperti radio, televisi
dan program hiburan, berita, perbincangan dan sejenisnya. Juga termasuk penyiaran
data, khususnya yang terintegrasi dengan penyiaran radio atau TV.
Kegiatan industri telekomunikasi ini mencakup kegiatan penyediaan telekomu-
nikasi dan kegiatan jasa yaitu atau perolehan hak untuk menyalurkannya pemancar
suara, data, naskah, bunyi dan video. Fasilitas transmisi yang melakukan kegiatan ini
dapat berdasar pada teknologi tunggal atau kombinasi dari berbagai teknologi.
Umumnya kegiatan ini adalah transmisi dari isi, tanpa terlibat dalam proses pembu-
atannya.
Kegiatan industri pemograman, konsultasi komputer dan teknologi informasi ini
mencakup kegiatan penyediaan jasa keahlian di bidang teknologi informasi, seperti

id
penulisan, modifikasi, pengujian dan pendukung piranti lunak; perencanaan dan

o.
.g
perancangan sistem komputer yang mengintegrasikan perangkat keras komputer, pi-

ps
ranti lunak komputer dan teknologi komunikasi; manajemen dan pengoperasian sistem
.b
komputer klien dan/atau fasilitas pengolahan data di tempat klien serta kegiatan profe-
ab

sional lainnya dan kegiatan yang berhubungan dengan teknis komputer.


ok

Metode estimasi yang digunakan adalah pendekatan produksi. Output atas dasar
uk

harga berlaku didapat dari nilai produksi/pendapatan hasil olahan survei industri besar
om

dan sedang, serta laporan keuangan perusahaan-perusahaan go public bergerak di


uk

industri informasi dan telekomunikasi, sedangkan NTB atas dasar harga berlaku
//m

didapat dari penjumlahan upah dan gaji, laba/rugi, penyusutan, dan komponen-
komponen lainnya. Sedangkan output atas dasar harga konstan 2010 diperoleh
s:

dengan metode deflasi, dan NTB atas dasar harga konstan didapat dari perkalian an-
tp
ht

tara output atas dasar harga konstan dengan rasio NTB tahun dasar 2010.
Sumber data utama untuk kegiatan informasi diperoleh dari Subdit Statistik In-
dustri Besar dan Sedang dan Subdit Statistik Komunikasi dan Teknologi Informasi
BPS RI, perusahaan go public dibidang televisi dan teknologi informasi, Direktorat per-
filman Dirjen Ekraf Seni dan Budaya Kemenparekraf, sedangkan kegiatan telekomu-
nikasi diperoleh dari perusahaan telekomunikasi go public seperti: PT Telkom dan
anak perusahaannya, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel); PT Indosat dan anak
perusahaannya, Excel Axiata; PT. Bakrie Telecom; dan PT. Smartfren Telecom. Se-
dangkan indikator harga berupa indeks harga seperti: IHP percetakan dan penerbitan
dari Subdit Statistik Harga Produsen-BPS; IHK umum dan IHK jasa komunikasi dari
Subdit Statistik Harga Konsumen-BPS.

2.11 Jasa Keuangan dan Asuransi

Kategori ini mencakup jasa perantara keuangan, asuransi dan pensiun, jasa
keuangan lainnya serta jasa penunjang keuangan. Kategori ini juga mencakup
kegiatan pemegang asset, seperti kegiatan perusahaan holding dan kegiatan dari
lembaga penjaminan atau pendanaan dan lembaga keuangan sejenis.

32 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

2.11.1 Jasa Perantara Keuangan


Kegiatan yang dicakup didalam Jasa Perantara Keuangan adalah
kegiatan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit/pinjaman dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak,
seperti: menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito, memberikan kred-
it/pinjaman baik kredit jangka pendek/ menengah dan panjang. Kegiatan
menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok Jasa Perantara
Keuangan sedangkan memberikan jasa lainnya hanya kegiatan pendukung,
seperti: mengirim uang, membeli dan menjual surat-surat berharga, mendiskonto
surat wesel/kertas dagang/surat hutang dan sejenisnya, menyewakan tempat
menyimpan barang berharga, dan sebagainya. Kegiatan Jasa Perantara Keu-
angan tersebut antara lain bank sentral, perbankan konvensional maupun syari-
ah, baik bank pemerintah pusat dan daerah, bank swasta nasional, bank campu-

id
ran dan asing, dan bank perkreditan rakyat, juga koperasi simpan pinjam/unit

o.
.g
simpan pinjam, baitul maal wantanwil dan jasa perantara moneter lainnya.

ps
Metode estimasi yang digunakan adalah pendekatan produksi untuk
.b
bank komersial (termasuk BPR) dan pendekatan pengeluaran untuk bank sentral
ab

(Bank Indonesia). Output atas dasar harga berlaku dari usaha bank komersial
ok

adalah jumlah penerimaan atas jasa pelayanan bank yang diberikan kepada
uk

pemakainya, seperti biaya administrasi atas transaksi dengan bank, dan imputas
om

tidak mencakup pembuatan mebeler, atau i jasa implisit bank yang


uk

diukur dengan menggunakan metode FISIM, juga pendapatan lainnya yang di-
//m

peroleh karena melakukan kegiatan pendukung, seperti: mengirim uang, mem-


beli dan menjual surat-surat berharga. Output bank sentral (Bank Indonesia) dihi-
s:

tung adalah jumlah atas biaya-biaya yang dikeluarkan, termasuk konsumsi anta-
tp
ht

ra, pengeluaran untuk upah/gaji pegawai, pajak, dan penyusutan. Sedangkan


output KSP, BMT dan Jasa Moneter lainnya diperoleh dengan mengalikan rata-
rata pendapatan usaha dengan masing-masing jumlah usahanya. Penghitungan
NTB atas dasar harga konstan 2010 dilakukan dengan menggunakan metode
deflasi dan sebagai deflatornya adalah IHK Umum dan Indeks Implisit PDRB
tanpa Jasa Perantara Keuangan. Data output dan NTB atas dasar harga berlaku
diperoleh dari Bank Indonesia.

2.11.2 Asuransi dan Dana Pensiun


Asuransi dan dana pensiun mencakup penjaminan tunjangan hari tua
serta polis asuransi, dimana premi tersebut diinvestasikan untuk digunakan ter-
hadap klaim yang akan datang.

Asuransi dan Reasuransi


Asuransi dan reasuransi adalah salah satu jenis lembaga keuangan
bukan bank yang usaha pokoknya menanggung resiko-resiko atas terjadinya
musibah/kecelakaan terhadap barang atau orang, termasuk tunjangan hari tua.
Pihak tertanggung dapat menerima biaya atas hancur/rusaknya barang atau ka-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 33
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

rena terjadinya kematian pihak tertanggung. Golongan ini mencakup kegiatan


asuransi jiwa, asuransi non jiwa dan reasuransi, baik konvensional maupun
dengan prinsip syariah.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan asuransi dan
reasuransi merupakan penjumlahan dari hasil underwriting, hasil investasi, dan
pendapatan lainnya. Sedangkan output atas dasar harga konstan diperoleh
dengan menggunakan metode deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK)
umum digunakan sebagai deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar
harga berlaku maupun atas dasar harga konstan diperoleh dari hasil perkalian
output dan rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan asuransi dan reasuransi
diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Subdirektorat Statistik Keu-
angan BPS RI. Sedangkan untuk IHK umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik

id
Harga Konsumen BPS RI.

o.
.g
ps
Dana Pensiun
.b
Dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola program yang men-
ab

janjikan manfaat pensiun. Manfaat pensiun adalah sejumlah uang yang dibayar-
ok

kan secara berkala atau sekaligus pada masa pensiun sebagai santunan hari
uk

tua/uang pension. Dana pensiun dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Dana
om

Pensiun Pemberi Kerja dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan.


uk

Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar


//m

harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan dana pensiun
merupakan hasil pengolahan laporan keuangan kegiatan tersebut. Sedangkan
s:

output atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan metode


tp
ht

deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai defla-
tor. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar
harga konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan dana pensiun diperoleh
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Subdirektorat Statistik Keuangan BPS
RI. Sedangkan untuk IHK umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga
Konsumen BPS RI.

2.11.3 Jasa Keuangan Lainnya


Jasa keuangan lainnya meliputi kegiatan jasa keuangan yang mencakup
kegiatan leasing, kegiatan pemberian pinjaman oleh lembaga yang tidak
tercakup dalam perantara keuangan, serta kegiatan pendistribusian dana bukan
dalam bentuk pinjaman. Subkategori ini mencakup kegiatan sewa guna usaha
dengan hak opsi, pegadaian, pembiayaan konsumen, pembiayaan kartu kredit,
modal ventura, anjak piutang, dan jasa keuangan lainnya.

34 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Pegadaian
Pegadaian mencakup usaha penyediaan fasilitas pinjaman kepada
masyarakat atas dasar hukum gadai. Kredit atau pinjaman yang diberikan
didasarkan pada nilai jaminan barang bergerak yang diserahkan, dengan tidak
memperhatikan penggunaan dana pinjaman yang diberikan.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan pegadaian
merupakan hasil pengolahan laporan keuangan PT Pegadaian yang terdiri dari
pendapatan sewa modal, pendapatan administrasi, dan pendapatan lainnya. Se-
dangkan output atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan
metode deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai
deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas
dasar harga konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan pegadaian diperoleh

id
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pegadaian, dan Subdirektorat Statistik

o.
.g
Keuangan BPS RI. Sedangkan untuk IHK umum diperoleh dari Subdirektorat

ps
Statistik Harga Konsumen BPS RI.
.b
ab

Lembaga Pembiayaan
ok

Lembaga pembiayaan mencakup kegiatan sewa guna usaha dengan hak


uk

opsi, pembiayaan konsumen, pembiayaan kartu kredit, pembiayaan anjak


om

piutang, dan pembiayaan leasing lainnya. Sewa guna usaha dengan hak opsi
uk

mencakup kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk finance lease untuk


//m

digunakan oleh penyewa (lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan


pembayaran secara berkala. Pembiayaan konsumen mencakup usaha pem-
s:

biayaan melalui pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan konsumen


tp
ht

dengan sistem pembayaran secara angsuran atau berkala. Pembiayaan kartu


kredit mencakup usaha pembiayaan dalam transaksi pembelian barang dan jasa
para pemegang kartu kredit. Pembiayaan anjak piutang mencakup usaha pem-
biayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan piutang suatu perusahaan.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan lembaga pem-
biayaan merupakan hasil pengolahan laporan keuangan perusahaan pem-
biayaan. Sedangkan output atas dasar harga konstan diperoleh dengan
menggunakan metode deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum
digunakan sebagai deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga ber-
laku maupun atas dasar harga konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan
rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan pegadaian diperoleh
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Subdirektorat Statistik Keuangan BPS
RI. Sedangkan untuk IHK umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga
Konsumen BPS RI.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 35
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Modal Ventura
Modal ventura mencakup kegiatan pembiayaan dalam bentuk
penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan pasangan usaha (investee com-
pany) untuk jangka waktu tertentu.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan ini merupakan
hasil pengolahan laporan keuangan perusahaan modal ventura. Sedangkan out-
put atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan metode deflasi,
dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai deflator. Nilai
Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga
konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan rasio NTB. Sumber data berupa
laporan keuangan kegiatan pegadaian diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dan Subdirektorat Statistik Keuangan BPS RI. Sedangkan untuk IHK
umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga Konsumen BPS RI.

id
o.
.g
2.11.4 Jasa Penunjang Keuangan

ps
Jasa penunjang keuangan meliputi kegiatan yang menyediakan jasa
.b
yang berhubungan erat dengan aktivitas jasa keuangan, asuransi, dan dana
ab

pensiun. Subkategori ini mencakup kegiatan administrasi pasar uang (bursa


ok

efek), manager investasi, lembaga kliring dan penjaminan, lembaga penyim-


uk

panan dan penyelesaian, wali amanat, jasa penukaran mata uang, jasa broker
om

asuransi dan reasuransi, dan kegiatan penunjang jasa keuangan, asuransi dan
uk

dana pensiun lainnya.


//m

Administrasi Pasar Uang (Bursa Efek)


s:

Administrasi pasar uang (bursa efek) mencakup usaha yang menyeleng-


tp
ht

garakan dan menyediakan sistem dan sarana perdagangan efek. Kegiatannya


mencakup operasi dan pengawasan pasar uang, seperti bursa kontrak komodi-
tas, bursa surat berharga, serta bursa saham.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan administrasi
pasar uang (bursa efek) merupakan hasil pengolahan laporan keuangan PT Bur-
sa Efek Indonesia yang terdiri dari pendapatan jasa transaksi efek, jasa pencata-
tan, jasa informasi, dan pendapatan lainnya. Sedangkan output atas dasar harga
konstan diperoleh dengan menggunakan metode deflasi, dimana Indeks Harga
Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB)
baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan diperoleh dari
hasil perkalian output dan rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan administrasi pasar uang
(bursa efek) diperoleh dari PT BEI, dan Subdirektorat Statistik Keuangan BPS RI.
Sedangkan untuk IHK umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga Kon-
sumen BPS RI.

36 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Manager Investasi
Manager investasi mencakup usaha mengelola portofolio efek untuk para
nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan ini merupakan
hasil pengolahan laporan keuangan perusahaan manager investasi. Sedangkan
output atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan metode
deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai defla-
tor. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar
harga konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan manager investasi di-
peroleh dari Subdirektorat Statistik Keuangan BPS RI. Sedangkan untuk IHK
umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga Konsumen BPS RI.

id
Lembaga Kliring dan Penjaminan

o.
.g
Lembaga kliring dan penjaminan mencakup usaha menyelenggarakan

ps
jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang teratur, wajar,
dan efisien.
.b
ab

Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar


ok

harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan ini merupakan
uk

hasil pengolahan laporan keuangan perusahaan PT Kliring Penjamin Efek Indo-


om

nesia (PT KPEI). Sedangkan output atas dasar harga konstan diperoleh dengan
uk

menggunakan metode deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum


//m

digunakan sebagai deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga ber-
laku maupun atas dasar harga konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan
s:

rasio NTB.
tp
ht

Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan lembaga kliring dan


penjaminan diperoleh dari PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (PT KPEI). Se-
dangkan untuk IHK umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga Konsumen
BPS RI.

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian


Lembaga penyimpanan dan penyelesaian mencakup usaha menyeleng-
garakan kustodian sentral bagi bank kustodian, perusahaan efek, dan pihak lain,
serta penyelesaian transaksi bursa yang teratur, wajar, dan efisien.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan ini merupakan
hasil pengolahan laporan keuangan perusahaan PT Kustodian Sentral Efek In-
donesia (PT KSEI). Sedangkan output atas dasar harga konstan diperoleh
dengan menggunakan metode deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK)
umum digunakan sebagai deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar
harga berlaku maupun atas dasar harga konstan diperoleh dari hasil perkalian
output dan rasio NTB.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 37
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan lembaga penyimpanan


dan
penyelesaian diperoleh dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI). Se-
dangkan untuk IHK umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga Konsumen
BPS RI.

Wali Amanat
Wali amanat (trustee) mencakup kegiatan usaha pihak yang dipercaya-
kan untuk mewakili kepentingan seluruh pemegang obligasi.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan ini merupakan
hasil pengolahan laporan keuangan perusahaan wali amanat. Sedangkan output
atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan metode deflasi, di-
mana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai deflator. Nilai

id
Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga

o.
.g
konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan rasio NTB.

ps
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan wali amanat diperoleh
.b
dari Subdirektorat Statistik Keuangan BPS RI. Sedangkan untuk IHK umum di-
ab

peroleh dari Subdirektorat Statistik Harga Konsumen BPS RI.


ok
uk

Jasa Penukaran Mata Uang


om

Jasa penukaran mata uang (money changer) mencakup usaha jasa pe-
uk

nukaran berbagai jenis mata uang, termasuk pelayanan penjualan mata uang.
//m

Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar


harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan ini merupakan
s:

hasil pengolahan laporan keuangan perusahaan jasa penukaran mata uang. Se-
tp
ht

dangkan output atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan


metode deflasi, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai
deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas
dasar harga konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan jasa penukaran mata
uang diperoleh dari Subdirektorat Statistik Keuangan BPS RI. Sedangkan untuk
IHK umum diperoleh dari Subdirektorat Statistik Harga Konsumen BPS RI.

Jasa Broker Asuransi dan Reasuransi


Jasa broker asuransi dan reasuransi mencakup usaha yang memberikan
jasa dalam rangka pelaksanaan penutupan objek asuransi milik tertanggung
kepada perusahaan-perusahaan asuransi dan reasuransi sebagai penanggung.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output atas dasar
harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output dari kegiatan ini merupakan
hasil pengolahan asuransi dan reasuransi. Sedangkan output atas dasar harga
konstan diperoleh dengan menggunakan metode deflasi, dimana Indeks Harga
Konsumen (IHK) umum digunakan sebagai deflator. Nilai Tambah Bruto (NTB)

38 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan diperoleh dari
hasil perkalian output dan rasio NTB.
Sumber data berupa laporan keuangan kegiatan jasa broker asuransi
dan reasuransi diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Subdirektorat
Statistik Keuangan BPS RI. Sedangkan untuk IHK umum diperoleh dari Sub-
direktorat Statistik Harga Konsumen BPS RI.

2.12 Real Estat

Kategori ini meliputi kegiatan persewaan, agen dan atau perantara dalam
penjualan atau pembelian real estat serta penyediaan jasa real estat lainnya bisa dil-
akukan atas milik sendiri atau milik orang lainyang dilakukan atas dasar balas jasa
kontrak. Kategori ini juga mencakup kegiatan pembangunan gedungm pemeliharaan
atau penyewaan bangunan. Real estate adalah properti berupa tanah dan bangunan.

id
Output untuk persewaan bangunan tempat tinggal diperoleh dari perkalian antara

o.
.g
pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita untuk sewa rumah, kontrak rumah,

ps
sewa beli rumah dinas, perkiraan sewa rumah pajak dan pemeliharaan rumah dengan
.b
jumlah penduduk pertengahan tahun. Sedangkan output usaha persewaan bangunan
ab

bukan tempat tinggal diperoleh dari perkalian antara luas bangunan yang disewakan
ok

dengan rata-rata tarif sewa per m2. NTB diperoleh dari hasil perkalian antara rasio
uk

NTB dengan outputnya. NTB atas dasar harga konstan diperoleh dengan
om

menggunakan metode ekstrapolasi dan sebagai ekstrapolatornya indeks luas


uk

bangunan.
//m

Sumber data usaha persewaan bangunan tempat tinggal diperoleh berdasarkan


hasil Susenas dan Sensus Penduduk, BPS (imputasi sewa rumah). Sedangkan data
s:

produksi usaha persewaan bukan tempat tinggal diperoleh dari hasil penelitian aso-
tp
ht

siasi. Struktur input pada usaha persewaan bangunan tempat tinggal dan bangunan
bukan tempat tinggal diperoleh dari hasil Survei Khusus Sektor Perdagangan dan
Jasa (SKSPJ), BPS.

2.13. Jasa Perusahaan

Kategori Jasa Perusahaan merupakan gabungan dari 2 (dua) kategori, yakni


kategori M dan kategori N. Kategori M mencakup kegiatan profesional, ilmu penge-
tahuan dan teknik yang membutuhkan tingkat pelatihan yang tinggi dan menghasilkan
ilmu pengetahuan dan ketrampilan khusus yang tersedia untuk pengguna. Kegiatan
yang termasuk kategori M antara lain: jasa hukum dan akuntansi, jasa arsitektur dan
teknik sipil, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, periklanan dan
penelitian pasar, serta jasa professional, ilmiah dan teknis lainnya. Kategori N men-
cakup berbagai kegiatan yang mendukung operasional usaha secara umum. Kegiatan
yang termasuk kategori N antara lain: jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa
hak opsi, jasa ketenagakerjaan, jasa agen perjalanan, penyelenggaraan tur dan jasa
reservasi lainnya, jasa keamanan dan penyelidikan, jasa untuk gedung dan per-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 39
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

tamanan, jasa administrasi kantor, serta jasa penunjang kantor dan jasa penunjang
usaha lainnya.

Jasa Hukum
Jasa hukum mencakup usaha jasa pengacara/penasihat hukum, notaris, lem-
baga bantuan hukum, serta jasa hukum lainnya.

Jasa Akuntansi, Pembukuan dan Pemeriksa


Jasa akuntansi, pembukuan dan pemeriksaan mencakup usaha jasa pem-
bukuan, penyusunan, dan analisis laporan keuangan, persiapan atau pemeriksaan
laporan keuangan dan pengujian laporan serta sertifikasi keakuratannya. Termasuk
juga jasa konsultasi perpajakan.

Jasa Arsitek dan Teknik Sipil Serta Konsultasi Teknis Lainnya

id
Jasa arsitek dan teknik sipil serta konsultasi teknis mencakup usaha jasa kon-

o.
.g
sultasi arsitek, seperti jasa arsitektur perancangan gedung dan drafting, jasa arsitektur

ps
perencanaan perkotaan, jasa arsitektur pemugaran bangunan bersejarah, serta jasa
inspeksi gedung atau bangunan.
.b
ab
ok

Jasa Periklanan
uk

Jasa periklanan mencakup usaha jasa bantuan penasihat, kreatif, produksi ba-
om

han periklanan, perencanaan dan pembelian media. Termasuk juga kegiatan mencip-
uk

takan dan menempatkan iklan di surat kabar, majalah/tabloid, radio, televisi, internet,
//m

dan media lainnya.


s:

Jasa Persewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
tp
ht

Konstruksi dan Teknik Sipil


Jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mesin dan peralatan kon-
struksi dan teknik sipil mencakup usaha jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa
hak opsi mesin dan peralatan konstruksi dan teknik sipil termasuk perlengkapannya
tanpa operatornya.

Jasa Penyaluran Tenaga Kerja


Jasa penyaluran tenaga kerja mencakup usaha jasa penampungan dan penyalu-
ran para tuna karya yang siap pakai, seperti agen penyalur jasa tenaga kerja Indone-
sia, agen penyalur pembantu rumah tangga, dan lainnya.

Jasa Kebersihan Umum Bangunan


Jasa kebersihan umum bangunan mencakup usaha jasa kebersihan bermacam
jenis gedung, seperti gedung perkantoran, pabrik, pertokoan, balai pertemuan, dan
gedung sekolah.
Metode estimasi yang digunakan dalam menghitung output kategori jasa perus-
ahaan atas dasar harga berlaku adalah pendekatan produksi. Output diperoleh dari
hasil perkalian antara jumlah tenaga kerja dengan rata-rata output per tenaga kerja.

40 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

Sedangkan output atas dasar harga konstan diperoleh dengan menggunakan metode
revaluasi. Nilai Tambah Bruto (NTB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar
harga konstan diperoleh dari hasil perkalian output dan rasio NTB.
Sumber data berupa jumlah tenaga kerja diperoleh dari Direktorat Statistik
Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS RI. Sedangkan untuk IHK umum diperoleh
dari Subdirektorat Statistik Harga Konsumen BPS RI.

2.14 Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

Kategori ini mencakup kegiatan yang sifatnya pemerintahan, yang umumnya dil-
akukan oleh administrasi pemerintahan. Kategori ini juga mencakup perundang-
undangan dan penterjemahan hukum yang berkaitan dengan pengadilan dan menurut
peraturannya, seperti halnya administrasi program berdasarkan peraturan perundang-
undangan, kegiatan legislative, perpajakan, pertahnanan Negara, keamanan dan

id
keselamatan Negara, pelayanan imigrasi, hubungan luar negeri dan administrasi pro-

o.
.g
gram pemerintah, serta jaminan social wajib. Kegiatan yang diklasifikasikan di kategori

ps
lain dalam KBLI tidak termasuk pada kategori ini., meskipun dilakukan oleh Badan
.b
pemerintahan. Sebagai contoh administrasi sistem sekolah, (peraturan, pemeriksaan,
ab

dan kurikulum) termasuk pada kategori ini, tetapi pengajaran itu sendiri masuk kate-
ok

gori Pendidikan (P) dan rumah sakit penjara atau militer diklasifikasikan pada kategori
uk

Q.
om

NTB administrasi pemerintahan atas dasar harga berlaku merupakan penjumla-


uk

han seluruh belanja pegawai dari kegiatan administrasi pemerintahan dan pertahanan
//m

serta jasa pemerintahan lainnya ditambah dengan penyusutan. Perkiraan NTB atas
dasar harga konstan 2010 dihitung dengan cara ekstrapolasi. Dan indeks tertimbang
s:

jumlah pegawai negeri sipil menurut golongan kepangkatan sebagai ekstrapolatornya.


tp
ht

Data bersumber dari Realisasi APBN, Direktorat Jenderal Anggaran Departemen


Keuangan; Realisasi anggaran belanja rutin dan belanja pembangunan; Statistik Keu-
angan Pemerintah daerah (K1, K2, K3), Badan Pusat Statistik; Realisasi APBD, Biro
Keuangan Pemerintah Daerah;Jumlah pegawai negeri sipil, Badan Kepegawaian Na-
sional (BKN).

2.15 Jasa Pendidikan

Kategori ini mencakup kegiatan pendidikan pada berbagai tingkatan dan untuk
berbagai pekerjaan, baik secara lisan atau tertulis seperti halnya dengan berbagai
cara komunikasi. Kategori ini juga mencakup pendidikan negeri dan swasta juga men-
cakup pengajaran yang terutama mengenai kegiatan olahraga, hiburan dan penunjang
pendidikan. Pendidikan dapat disediakan dalam ruangan, melalui penyiaran radio dan
televise, internet dan surat menyurat. Tingkat pendidikan dikelompokan seperti
kegiatan pendidiakn dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi dan pendidikan
lain, mencakup juga jasa penunjang pendidikan dan pendidikan anak usia dini.
Penghitungan NTB Jasa Pendidikan Pemerintah atas dasar harga berlaku
menggunakan pendekatan pengeluaran, dan untuk Jasa Pendidikan Swasta

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 41
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

menggunakan pendekatan Pendekatan Produksi. Untuk NTB Jasa Pendidikan


Pemerintah atas dasar harga konstan 2010 menggunakan Pendekatan Deflasi, se-
dangkan Jasa Pendidikan Swasta menggunakan pendekatan revaluasi.
Data diperoleh dari Realisasi APBN/APBD; Kementerian Pendidikan dan Ke-
budayaaan; Kementerian Agama; Berbagai Survei Khusus yang dilakukan DNP dan
DNPeng BPS RI; Subdirektorat Statistik Harga Konsumen.

2.16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

Kategori ini mencakup kegiatan penyediaan jasa kesehatan dan kegiatan sosial
yang cukup luas cakupannya, dimulai dari pelayanan kesehatan yang diberikan oleh
tenaga profesional terlatih di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain sampai kegiatan
perawatan di rumah yang melibatkan tingkatan kegiatan pelayanan kesehatan sampai

id
kegiatan sosial yang tidak melibatkan tenaga kesehatan profesional. Kegiatan penye-

o.
.g
diaan jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencakup: Jasa Rumah Sakit; Jasa Klinik;

ps
Jasa Rumah Sakit Lainnya; Praktik Dokter; Jasa Pelayanan Kesehatan yang dil-
.b
akukan oleh Kesehatan; Jasa Angkutan Khusus Paramedis; Jasa Pelayanan
ab

Kesehatan Tradisional; Jasa Pelayanan Penunjang Pengangkutan Orang Sakit (Medi-


ok

cal Evacuation); Jasa Kesehatan Hewan; Jasa Kegiatan Sosial.


uk

Metode penghitungan untuk jasa pemerintah atas dasar harga berlaku


om

menggunakan pendekatan pengeluaran, sedangkan swasta menggunakan pendeka-


uk

tan produksi. NTB jasa kesehatan dan kegiatan sosial pemerintah atas dasar harga
//m

konstan 2010 menggunakan pendekatan deflasi, sedangkan jasa kesehatan dan


kegiatan sosial swasta menggunakan pendekatan revaluasi.
s:

Data diperoleh dari Realisasi APBN/APBD; Kementerian Kesehatan; Survei So-


tp
ht

sial Ekonomi Nasional (Susenas); Berbagai Survei Khusus yang dilakukan DNP dan
DNPeng BPS RI; Subdirektorat Statistik Harga Konsumen.

2.17 Jasa Lainnya

Kategori Jasa Lainnya merupakan gabungan 4 kategori pada KBLI 2009. Kate-
gori ini mempunyai kegiatan yang cukup luas yang meliputi: Kesenian, Hiburan, dan
Rekreasi; Jasa Reparasi Komputer Dan Barang Keperluan Pribadi Dan Perlengkapan
Rumah Tangga; Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan Yang
Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri untuk
memenuhi kebutuhan; Jasa Swasta Lainnya termasuk Kegiatan Badan Internasional,
seperti PBB dan perwakilan PBB,
Badan Regional, IMF, OECD, dan lain-lain.

Kesenian, Hiburan dan Rekreasi


Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi berkategori R di dalam KBLI 2009. Kate-
gori ini meliputi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan hiburan,
kesenian, dan kreativitas, termasuk perpustakaan, arsip, museum, kegiatan ke-

42 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

budayaan lainnya, kegiatan perjudian dan pertaruhan, serta kegiatan olahraga dan
rekreasi lainnya.
Output atas dasar harga berlaku diperoleh dengan menggunakan metode pen-
dekatan produksi, yaitu output diperoleh dari hasil perkalian antara indikator produksi
dengan indikator harga. Output panggung hiburan/kesenian dihitung berdasarkan pa-
jak tontonan yang diterima pemerintah. Output untuk jasa hiburan dan rekreasi lainnya
pada umumnya didasarkan pada hasil perkalian antara jumlah perusahaan dan jumlah
tenaga kerja masing-masing dengan rata-rata output per indikatornya. NTB atas dasar
harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan output. Se-
dangkan output dan NTB atas dasar harga konstan menggunakan metode deflasi/
ekstrapolasi dengan deflator/ekstrapolatornya adalah IHK rekreasi dan olahraga/ in-
deks indikator produksi yang sesuai.
Sumber data produksi Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi diperoleh dari be-
berapa sumber, yaitu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Persatuan Perus-

id
ahaan Periklanan Indonesia (PPPI), dan data penunjang intern BPS (Ketenagaker-

o.
.g
jaan, Susenas, Sensus Ekonomi, Statistik Harga Konsumen, dan Survei-survei Khu-

ps
sus yang Dilakukan oleh Direktorat Neraca Produksi dan Direktorat Neraca Penge-
luaran).
.b
ab
ok

Kegiatan Jasa Lainnya


uk
om

Kegiatan ini berkategori S yang mencakup kegiatan dari keanggotaan organisasi,


uk

jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan rumah tang-
//m

ga, serta berbagai kegiatan jasa perorangan lainnya.


Output atas dasar harga berlaku untuk Jasa Lainnya diperoleh dari perkalian an-
s:

tara masing-masing jumlah tenaga kerja dengan rata-rata output per tenaga kerja.
tp
ht

NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan
output. Sedangkan untuk memperoleh output dan NTB atas dasar harga konstan
menggunakan metode deflasi dimana deflatornya adalah IHK Umum.
Sumber data yang diperlukan berasal dari data penunjang intern BPS (Sensus
Ekonomi, Subdit Statistik Demografi, Susenas, Statistik Harga Konsumen).

Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan yang Menghasilkan


Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga yang Digunakan Sendiri untuk Memenuhi
Kebutuhan
Kegiatan ini berkategori T di KBLI 2009, mencakup kegiatan yang memanfaatkan
Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga yan didalamnya termauk jasa peker-
ja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya),
dan Kegiatan Yang Menghasilkan Barang Dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang
Digunakan Sendiri Untuk Memenuhi Kebutuhan (didalamnya termasuk kegiatan per-
tanian, industri, penggalian, konstruksi, dan pengadaan air).
Output atas dasar harga berlaku untuk jasa perorangan yang melayani rumah
tangga/ jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir,
dan sejenisnya) diperoleh dari perkalian antara pengeluaran perkapita untuk jasa

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 43
RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

pekerja domestik dengan jumlah penduduk pertengahan tahun, sedangkan NTB-nya


sama dengan output yang dihasilkan karena konsumsi antara pekerja jasa domestik
merupakan pengeluaran konsumsi rumah tangga majikan. Untuk kegiatan yang
menghasilkan barang oleh rumah tangga yang digunakan sendiri untuk memenuhi
kebutuhan, (pertanian, industri, konstruksi, penggalian) output dan NTB berlaku di-
peroleh dengan hasil survei intern BPS (SKTIR). Sedangkan output pengadaan air di-
peroleh dengan pendekatan rumah tangga yang menggunakan pompa dan sumur,
baik sumur terlindung maupun tidak terlindung. Sementara itu, output dan NTB atas
dasar harga konstan, baik untuk kegiatan pekerja domestik maupun kegiatan
menghasilkan barang dan jasa untuk digunakan sendiri oleh rumah tangga diperoleh
dengan menggunakan metode deflasi dengan deflatornya laju IHK umum.
Sumber data kategori ini diperoleh dari intern BPS, yaitu, Susenas, Sensus
Penduduk, Subdit PEK (Publikasi Statistik Air Bersih), dan Survei Khusus yang Dil-
akukam Direktorat Neraca Pengeluaran.

id
o.
.g
Kegiatan Badan Internasional dan Ekstra Internasional Lainnya

ps
.b
Kelompok ini berkategori U yang mencakup kegiatan badan internasional, seperti
ab

PBB dan perwakilannya, Badan Regional dan lain-lain, termasuk The Internasional
ok

Moneter Fund, The World Bank, The World Customs Organization(WHO), the Organi-
uk

zation for Economic Co-operation and Development(OECD), the Organization of Pe-


om

troleum Exporting Countries(OPEC) dan lain-lain.


uk

Output dan NTB berlaku diperoleh dengan pendekatan biaya yang didapatkan
//m

dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra internasional lainnya. Sementa-
ra, untuk output konstan diperoleh dengan metode deflasi dengan deflator laju IHK
s:

umum.
tp
ht

Sumber data diperoleh dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra in-
ternasional lainnya yang berkantor pusat di Indonesia dan Statistik Harga Konsumen.

44 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN MUKOMUKO

BAB III
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN MUKOMUKO

Nilai PDRB Kabupaten Mukomuko atas dasar dasar harga berlaku pada tahun
2018 mencapai 4.743,257 miliar rupiah. Secara nominal, nilai PDRB ini mengalami
kenaikan sebesar 407,805 miliar rupiah dibandingkan dengan tahun 2017 yang
mencapai 4.326,56 miliar rupiah. Naiknya nilai PDRB ini dipengaruhi oleh
meningkatnya produksi di seluruh lapangan usaha dan adanya inflasi.
Berdasarkan harga konstan 2010, angka PDRB juga mengalami kenaikan, dari
3.165,76 miliar rupiah pada tahun 2017 menjadi 3.020,48 miliar rupiah pada tahun
2018. Hal ini menunjukkan selama tahun 2018 Kabupaten Mukomuko mengalami
pertumbuhan ekonomi sekitar 5,01 persen. Kenaikan PDRB ini murni disebabkan
oleh meningkatnya produksi di seluruh lapangan usaha, tidak dipengaruhi inflasi.

id
o.
3.1 Struktur Ekonomi

.g
ps
Besarnya peranan berbagai lapangan usaha ekonomi dalam memproduksi
.b
barang dan jasa sangat menentukan struktur ekonomi suatu daerah. Struktur
ab

ekonomi yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh setiap lapangan
ok

usaha menggambarkan seberapa besar ketergantungan suatu daerah terhadap


uk

kemampuan berproduksi dari setiap lapangan usaha.


om

Selama lima tahun terakhir (2014-2018) struktur perekonomian Kabupaten


uk

Mukomuko masih didominasi oleh 3 (tiga) kategori lapangan usaha, diantaranya:


//m

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi


s:

Mobil dan Sepeda Motor; dan Industri Pengolahan. Hal ini dapat dilihat dari peranan
tp

masing-masing lapangan usaha terhadap pembentukan PDRB Kabupaten


ht

Mukomuko.
Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Mukomuko pada
tahun 2018 dihasilkan oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan,
yaitu mencapai 44,32 persen (angka ini menurun dari 46,88 persen di tahun 2014).
Selanjutnya lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor sebesar 16,05 persen (naik dari 14,96 persen di tahun 2014), disusul
oleh lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 12,10 persen (naik dari 11,61
persen di tahun 2014).

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 47
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN MUKOMUKO

Tabel 3.1. Peranan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2014─2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (3) (4) (5) (6) (6)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 46,88 46,10 45,34 44,60 44,32


B Pertambangan dan Penggalian 3,44 3,29 3,15 3,04 3,02

C Industri Pengolahan 11,61 11,83 12,06 12,08 12,10


D Pengadaan Listrik dan Gas 0,04 0,05 0,06 0,07 0,07
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan
E 0,17 0,16 0,16 0,15 0,16
Daur Ulang

id
F Konstruksi 3,98 3,98 4,03 4,09 4,18

o.
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan

.g
G 14,96 15,07 15,33 15,79 16,05
Sepeda Motor

ps
H Transportasi dan Pergudangan .b 3,71 3,81 3,88 3,95 4,00
ab
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 1,25 1,28 1,32 1,39 1,44
ok

J Informasi dan Komunikasi 1,03 1,02 1,00 1,00 0,99


uk

K Jasa Keuangan dan Asuransi 1,44 1,43 1,42 1,39 1,35


om

L Real Estat 1,80 1,90 1,85 1,80 1,74


uk

M,N Jasa Perusahaan 0,11 0,12 0,11 0,11 0,11


//m

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan


O 7,24 7,57 7,69 7,88 8,07
s:

Sosial Wajib
tp

P Jasa Pendidikan 2,03 2,07 2,09 2,07 2,05


ht

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,24 0,25 0,25 0,26 0,27
R,S,T,U Jasa lainnya 0,07 0,07 0,07 0,08 0,08

Produk Domestik Regional Bruto 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

* Angka sementara
** Angka sangat sementara

Di antara ketiga lapangan usaha tersebut, kategori Perdagangan Besar dan


Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta kategori Industri Pengolahan
adalah yang mengalami peningkatan peranan. Sebaliknya, kategori Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan peranannya berangsur-angsur menurun.
Salah satu penyebab menurunnya peranan kategori Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan adalah kontribusi di kategori lain jauh lebih cepat dan semakin rendahnya
minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian.

48 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN MUKOMUKO

3.2 Pertumbuhan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator makro untuk melihat
kinerja perekonomian secara riil di suatu wilayah. Laju pertumbuhan ekonomi
dihitung berdasarkan perubahan PDRB atas dasar harga konstan tahun yang
bersangkutan terhadap tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi dapat dipandang
sebagai pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua lapangan
usaha kegiatan ekonomi yang ada di suatu wilayah selama kurun waktu setahun.
Berdasarkan harga konstan 2010, nilai PDRB Kabupaten Mukomuko pada
tahun 2018 meningkat. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya
produksi di seluruh lapangan usaha yang sudah bebas dari pengaruh inflasi. Nilai
PDRB Kabupaten Mukomuko atas dasar harga konstan 2010, mencapai 3.165,763
miliar rupiah. Angka tersebut naik dari 3.020,48 miliar rupiah pada tahun 2017. Hal
tersebut menunjukkan bahwa selama tahun 2018 terjadi pertumbuhan ekonomi
sebesar 5,01 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi

id
tahun sebelumnya yang mencapai 5,21 persen.

o.
.g
Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan Jasa Kesehatan dan

ps
kegiatan sosial yaitu sebesar 7,41 persen. Dari 17 lapangan usaha ekonomi yang
.b
ada, seluruhnya mengalami pertumbuhan yang positif. Sepuluh lapangan usaha
ab

mengalami pertumbuhan positif sebesar enam hingga sepuluh persen. Sedangkan


ok

tujuh lapangan usaha lainnya berturut-turut tercatat mengalami pertumbuhan positif


uk

namun lebih rendah, yaitu kurang dari enam persen.


om

Sepuluh lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif sebesar enam


uk

hingga sepuluh persen tersebut antara lain: Industri Pengolahan sebesar 6,21
//m

persen; Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 6,99 persen; Konstruksi sebesar 6,13
persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
s:

7,44 persen; Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,83 persen; Penyediaan


tp
ht

Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,42 persen; Informasi dan Komunikasi
sebesar 8,47 persen; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib sebesar sebesar 6,13 persen; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar
7,99 persen; dan Jasa lainnya sebesar 7,52 persen.
Sedangkan tujuh lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif kurang
dari 6 (enam) persen adalah: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,19
persen; Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,05 persen; Pengadaan Air,
Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 1,48 persen; Jasa Keuangan
dan Asuransi sebesar 3,58 persen; Real Estat sebesar 5,29 persen; Jasa
Perusahaan sebesar 5,02 persen; dan Jasa Pendidikan sebesar 4,36 persen.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 49
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN MUKOMUKO

Tabel 3.2. Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2014─2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (3) (4) (5) (6) (6)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4,56 3,86 4,35 3,98 3,92

B Pertambangan dan Penggalian 1,97 0,95 1,18 1,05 2,20

C Industri Pengolahan 8,04 7,34 7,82 6,16 5,10

D Pengadaan Listrik dan Gas 16,71 -0,31 17,67 6,99 7,14


Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan 0,80 -0,33 1,30 1,48 2,77
E
Daur Ulang

id
F Konstruksi 6,16 5,86 6,34 6,13 6,47

o.
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan 7,72 7,78 6,99 7,44 7,02

.g
G
Sepeda Motor

ps
H Transportasi dan Pergudangan 8,66 8,08 7,08 6,83 6,51
.b
7,49 7,80 9,46 8,42 7,29
ab
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
ok

J Informasi dan Komunikasi 6,48 7,69 6,39 8,47 6,20


uk

K Jasa Keuangan dan Asuransi 5,40 6,10 5,45 3,58 2,94


om

L Real Estat 8,30 7,35 6,08 5,29 4,57


uk

M,N Jasa Perusahaan 5,03 5,74 5,40 5,02 4,65


//m

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan 7,80 7,44 6,22 6,13 6,49
O
s:

Sosial Wajib
tp

P Jasa Pendidikan 7,88 7,79 6,23 4,36 4,50


ht

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7,18 7,02 7,70 7,99 7,41
R,S,T,U Jasa lainnya 6,05 6,77 7,33 7,52 7,17

Produk Domestik Regional Bruto 6,01 5,54 5,59 5,21 5,01

* Angka sementara
** Angka sangat sementara

50 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN MUKOMUKO

3.3 PDRB Per Kapita

Salah satu indikator tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah/wilayah


dapat dilihat dari nilai PDRB per kapita, yang merupakan hasil bagi antara nilai
tambah yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan jumlah penduduk.
Oleh karena itu, besar kecilnya jumlah penduduk akan mempengaruhi nilai PDRB
per kapita, sedangkan besar kecilnya nilai PDRB sangat tergantung pada potensi
sumber daya alam dan faktor-faktor produksi yang terdapat di daerah tersebut.
PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau
per satu orang penduduk.
Nilai PDRB per kapita Kabupaten Mukomuko atas dasar harga berlaku sejak
tahun 2014 hingga 2018 senantiasa mengalami kenaikan. Pada tahun 2014 PDRB
per kapita tercatat sebesar 18,558 juta rupiah. Secara nominal terus mengalami
kenaikan hingga tahun 2018 mencapai 25,007 juta rupiah. Kenaikan angka PDRB

id
per kapita yang cukup tinggi ini disebabkan masih dipengaruhi oleh faktor inflasi.

o.
.g
ps
.b
Tabel 3.3 Produk Domestik Regional Bruto dan PDRB Per Kapita Kabupaten Mukomuko, 2014-2018
ab
ok

Nilai PDRB (Milliar Rupiah)


uk

2014 2015 2016 2017 2018


om

- ADHB 3.208 3.567 3.937 4.327 4.743


uk

- ADHK 2.571 2.714 2.868 3.020 3.166


//m

PDRB per Kapita (Ribu Rupiah)


s:

- ADHB 18.558 20.137 21.709 23.324 25.007


tp
ht

- ADHK 14.873 15.321 15.816 16.283 16.692

- Pertumbuhan PDRB per Kapita ADHK 2010 3,42 3,01 3,23 2,95 2.51

Jumlah Penduduk (ribu orang) 172.882 177.131 181.343 185.499 189.668

Pertumbuhan Jumlah Penduduk (Persen) 2,51 2,46 2,38 2,29 2.25

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 51
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA

BAB IV
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO
MENURUT LAPANGAN USAHA

Produk Domestik Regional Bruto menurut lapangan usaha dirinci menjadi 17


kategori. Sebagian besar kategori dirinci lagi menjadi subkategori, disesuaikan
dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009. Berikut uraian
perkembangan di setiap lapangan usaha periode 2014-2018.

4.1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

Kategori ini mencakup Subkategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;


Subkategori kehutanan dan Penebangan Kayu; dan Subkategori Perikanan.

id
Subkategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan meliputi Tanaman Pangan,

o.
Tanaman Hortikultura Semusim, Perkebunan Semusim, Tanaman Hostikultura

.g
Tahunan dan Lainnya, Perkebunan Tahunan, Peternakan, serta Jasa Pertanian dan

ps
Perburuan. Lapangan usaha ini masih menjadi tumpuan dan harapan dalam
.b
penyerapan tenaga kerja.
ab

Kontribusi kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB pada


ok

tahun 2018 atas dasar harga berlaku mencapai 2.102,3 miliar rupiah atau sebesar
uk

44,32 persen. Subkategori usaha Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa


om

Pertanian merupakan kontributor terbesar dalam menciptakan nilai tambah lapangan


uk

usaha Pertanian, peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian, mencapai 29,79


//m

persen. Subkategori tersebut juga masih dirinci lagi. Tanaman pangan merupakan
s:

kontributor terbesar terhadap pembentukan nilai tambah subkategori usaha tersebut


tp

yaitu sebesar 11,13 persen, disusul Perkebunan Tahunan sebesar 10,44 persen,
ht

dan Peternakan sebesar 5,98 persen dari seluruh nilai tambah subkategori.
Sementara itu, subkategori dengan kontribusi terbesar kedua terhadap kategori
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan adalah subkategori Perikanan dengan
kontribusi sebesar 679,34 miliar rupiah atau 14,26 persen. Sedangkan subkategori
Kehutanan dan Penebangan Kayu hanya memberikan kontribusi sebesar 13,16
miliar rupiah atau 0,28 persen terhadap pembentukan nilai tambah kategori
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
Dalam cakupan PDRB secara total, subkategori Perikanan mengalami kenaikan
dari 32,58 persen di tahun 2017 menjadi 32,17 persen di tahun 2018. Ini berarti
pengelolaan subkategori Perikanan masih bisa lebih dioptimalkan lagi mengingat
Kabupaten Mukomuko merupakan salah satu kabupaten/kota yang memiliki garis
pantai terpanjang di Provinsi Bengkulu.

54 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
Tabel 4.1. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan
Jasa Pertanian di Kabupaten Mukomuko (Persen), 2014─2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 67,82 68,61 67,90 67,76 67,20
Pertanian

a. Tanaman Pangan 25,17 24,83 25,09 25,12 25,10

b. Tanaman Hortikultura Semusim 0,62 0,63 0,62 0,61 0,60

c. Perkebunan Semusim 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02

d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya 2,04 2,03 2,08 2,10 2,10

e. Perkebunan Tahunan 24,92 25,55 24,50 24,20 23,55

id
f. Peternakan 12,84 13,26 13,34 13,43 13,49

o.
.g
g. Jasa Pertanian dan Perburuan 2,22 2,29 2,24 2,28 2,33

ps
2 Kehutanan dan Penebangan Kayu .b 0,71 0,69 0,67 0,63 0,63
ab
3 Perikanan 31,47 31,86 31,43 31,58 32,17
ok

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


uk

* Angka sementara
om

** Angka sangat sementara


uk
//m

4.2 Pertambangan dan Penggalian


s:
tp
ht

Kategori Pertambangan dan Penggalian dirinci menjadi 4 subkategori, antara


lain: subkategori Pertambangan Minyak, Gas, dan Panas Bumi, subkategori
Pertambangan Batubara dan Lignit, subkategori Pertambangan Bijih Logam, dan
subkategori Pertambangan dan Penggalian lainnya. Di Kabupaten Mukomuko hanya
ada subkategori yang terakhir, yakni Pertambangan dan Penggalian Lainnya.
Kontribusi kategori Pertambangan dan Penggalian terhadap pembentukan
PDRB Kabupaten Mukomuko relatif rendah selama 5 (lima) tahun terakhir.
Kontribusinya hanya sebesar 3,44 persen tahun 2014 dan menurun dari tahun ke
tahun menjadi 3,02 persen pada tahun 2018.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 55
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
Tabel 4.2. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Pertambangan dan Penggalian di
Kabupaten Mukomuko (Persen), 2014-2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi - - - - -

2 Pertambangan Batubara dan Lignit - - - - -

3 Pertambangan Bijih Logam - - - - -

4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


B Pertambangan dan Penggalian 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
* Angka sementara
** Angka sangat sementara

id
o.
.g
4.3 Industri Pengolahan

ps
.b
Pada kategori Industri Pengolahan, subkategori yang menyumbang peranan
ab
terbesar adalah Industri Makanan dan Minuman, yaitu sebesar 92,59 persen atau
ok

531,589 miliar rupiah pada tahun 2018. Berikutnya Industri Karet, Barang dari Karet
uk

dan Plastik sebesar 4,53 persen dan Industri Barang Logam; Komputer, Barang
om

Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik sebesar 2,14 persen. Sedangkan peranan
uk

subkategori lainnya masih tergolong sangat kecil, yaitu di bawah 1 persen.


Subkategori yang berperan paling kecil adalah Industri Alat Angkutan dengan
//m

peranan sebesar 0,01 persen.


s:

Secara total PDRB, kategori Industri Pengolahan menyumbang 12,10 persen


tp
ht

dari total PDRB. Jika lebih dirinci lagi, 11,21persen disumbang oleh subkategori
Industri Makanan dan Minuman. Secara sepintas memang terlihat cukup besar, tapi
yang perlu disadari adalah industri Crude Palm Oil (CPO) sudah termasuk ke dalam
subkategori ini. Implikasinya adalah berarti industri makanan dan minuman yang
dilakukan UMKM sesungguhnya masih kecil peranannya.
Dalam menyikapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), hendaknya pemerintah
juga memberikan perhatian lebih kepada industri makanan dan minuman ini.
Perhatian dapat berupa bantuan finansial, maupun non finansial. Selain modal,
UMKM juga memerlukan bantuan dalam menjamin produknya mampu bersaing
secara terbuka di pasar MEA. Bantuan tersebut bisa berupa pembinaan manajerial,
standar kualitas produk, termasuk bantuan dalam rangka pemasaran produk dan
pembukaan pangsa pasar baru melalui kegiatan pameran atau expo produk.

56 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
ht
tp
s:
//m
uk
om
uk
ok
ab
.b
ps
.g
o.
id
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
Tabel 4.3. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Industri Pengolahan di Kabupaten
Mukomuko (Persen), 2014-2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas - - - - -
2 Industri Makanan dan Minuman 92,06 92,32 92,56 92,52 92,59
3 Industri Pengolahan Tembakau
4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 0,03 0,03 0,03 0,03 0,03

5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas

id
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang 0,03 0,03 0,03 0,03 0,03
6

o.
Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya

.g
Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan 0,07 0,06 0,06 0,06 0,06
7

ps
Reproduksi Media Rekaman
8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional
.b 0,02 0,02 0,02 0,02 0,01
ab
9 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 4,67 4,55 4,44 4,50 4,53
ok

10 Industri Barang Galian bukan Logam 0,04 0,04 0,03 0,03 0,03
uk

11 Industri Logam Dasar


om

Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, 2,44 2,35 2,23 2,22 2,14
12
uk

Optik; dan Peralatan Listrik


//m

13 Industri Mesin dan Perlengkapan


14 Industri Alat Angkutan 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
s:
tp

15 Industri Furnitur 0,55 0,53 0,53 0,52 0,50


ht

16 Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan 0,08 0,08 0,07 0,07 0,07
Pemasangan Mesin dan Peralatan
C Industri Pengolahan 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
* Angka sementara
** Angka sangat sementara

Secara keseluruhan, laju pertumbuhan kategori Industri Pengolahan pada


tahun 2018 adalah sebesar 5,10 persen, sedangkan subkategori yang mencatatkan
laju pertumbuhan tertinggi adalah Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik yaitu
sebesar 6,43 persen.

4.4 Pengadaan Listrik dan Gas

Pada tahun 2018, kategori ini mengalami pertumbuhan sebesar 7,14 persen,
dengan subkategori Ketenagalistrikan mengalami pertumbuhan sebesar 7,16 persen
serta subkategori Pengadaan Gas dan Produksi Es mengalami pertumbuhan
sebesar 4,70 persen. Pada tahun 2018 kategori ini menyumbang 0,07 persen

60 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
terhadap total PDRB Kabupaten Mukomuko, dengan 100,00 persen berasal dari
subkategori Ketenagalistrikan.

Tabel 4.4. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Pengadaan Listrik dan Gas di
Kabupaten Mukomuko (Persen), 2014─2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017** 2018*

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 Ketenagalistrikan 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

2 Pengadaan Gas dan Produksi Es 0 0 0 0 0

D Pengadaan Listrik dan Gas 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

id
* Angka sementara

o.
.g
** Angka sangat sementara

ps
.b
4.5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
ab
ok

Kategori ini mencakup kegiatan ekonomi pengumpulan, pengolahan, dan


uk

penditribusian air melalui berbagai saluran pipa untuk kebutuhan rumah tangga dan
om

industri. Termasuk juga kegiatan pengumpulan, penjernihan dan pengolahan air dan
sungai, danau, mata air, hujan, dan lain-lain. Tidak termasuk pengoperasian
uk

peralatan irigasi untuk keperluan pertanian.


//m
s:

Peranan kategori ini terhadap perekonomian di Kabupaten Mukomuko selama


tp

tahun 2014 - 2018 terus mengalami penurunan dari 0,80 di tahun 2014 menjadi -0,33
ht

di tahun 2015. Sedangkan laju pertumbuhan pada tahun 2018 adalah sebesar 2,77
persen, angka ini naik dari tahun 2017 yang mengalami kontraksi sebesar 1,48
persen.

4.6 Konstruksi

Selama lima tahun terakhir, kontribusi kategori Konstruksi terhadap PDRB


Kabupaten Mukomuko terus meningkat. Pada tahun 2018 kategori Konstruksi
menyumbang sebesar 4,18 persen terhadap total perekonomian Kabupaten
Mukomuko. Share ini semakin meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang
sebesar 3,98 persen. Dengan penghitungan atas dasar harga konstan 2010, laju
pertumbuhan konstruksi Kabupaten Mukomuko mengalami peningkatan dari 4.09
persen pada tahun 2017 menjadi 0,9 persen pada tahun 2018.

4.7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 61
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
Selama 5 tahun terakhir, kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor memiliki kontribusi terhadap PDRB di atas 14 persen. Pada
tahun 2018, kontribusi kategori ini sebesar 16,05 persen. Dari besaran tersebut,
sebesar 12,86 persen (80,12 persen terhadap kategori) disumbangkan oleh
subkategori Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil Dan Sepeda Motor,
sedangkan sebesar 3,19 persen (19,88 persen terhadap kategori) disumbangkan
oleh subkategori Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya.
Laju pertumbuhan kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor cenderung berfluktuasi selama periode 2014-2018. Pada tahun
2014 laju pertumbuhan kategori ini sebesar 7,72 persen kemudian turun sampai
tahun 2015 menjadi 7,78 persen kemudian turun menjadi 7,44 persen di tahun 2017
dan naik lagi menjadi 7,02 persen di tahun 2018.

Tabel 4.5. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Perdagangan Perdagangan Besar dan Eceran;

id
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor di Kabupaten Mukomuko (Persen), 2014-2018

o.
.g
ps
Lapangan Usaha
.b2014 2015 2016 2017* 2018**
ab
ok

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


uk

1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya 21,07 21,11 20,82 20,22 19,88
om
uk

Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan 78,93 78,89 79,18 79,78 80,12
2
Sepeda Motor
//m

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan


s:

G 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


Sepeda Motor
tp

* Angka sementara
ht

** Angka sangat sementara

4.8 Transportasi dan Pergudangan

Kategori Transportasi dan Pergudangan terdiri dari 6 lapangan usaha, yaitu


Angkutan Rel, Angkutan Darat, Angkutan Laut, Angkutan Sungai Danau dan
Penyeberangan, Angkutan Udara, serta Pergudangan dan Jasa Penunjang
Angkutan. Untuk wilayah Kabupaten Mukomuko, hanya terdapat 3 subkategori yang
ada kegiatan ekonominya, yaitu Angkutan Darat, Angkutan Udara, serta
Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan. Subkategori Angkutan Darat
memberikan kontribusi terbesar selama 5 tahun terakhir dengan peranan sebesar
94,56 persen di tahun 2018.

62 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
Tabel 4.6. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Transportasi dan Pergudangan di Kabupaten
Mukomuko (Persen), 2014-2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017** 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


Angkutan Rel - - - - -
1

2 Angkutan Darat 94,03 94,27 94,39 94,47 94,56

3 Angkutan Laut - - - - -

4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan - - - - -

id
5 Angkutan Udara

o.
1,19 1,23 1,21 1,19 1,19

.g
6 Pergudangan dan Jasa Penunjangan Angkutan, Pos

ps
dan Kurir 4,25 4,51 4,41 4,34 4,25
H Transportasi dan Pergudangan .b 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
ab
* Angka sementara
** Angka sangat sementara
ok
uk

Angkutan udara di Kabupaten Mukomuko dilakukan oleh perusahaan swasta


om

dan disubsidi oleh pemerintah daerah untuk harga tiketnya. Besarnya peranan
uk

angkutan darat dalam PDRB Kabupaten Mukomuko tak terlepas dari pengaruh
//m

aktivitas perkebunan dan industri pengolahan, khususnya komoditas kelapa sawit


s:

dan CPO. Aktivitas mengangkut kelapa sawit dari kebun menuju pabrik pengolahan
tp

CPO dan atau mengangkut CPO ke luar wilayah Kabupaten Mukomuko selalu
ht

melewati jalur darat dan tak jarang menggunakan jasa angkutan darat meskipun
pelaku usaha juga mempunyai moda transportasi sendiri.

4.9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

Pada tahun 2018, kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum


berkontribusi terhadap PDRB Kabupaten Mukomuko sebesar 1,44 persen atau 68,40
miliar rupiah dengan rincian sebesar 0,08 persennya (51,05 persen terhadap
kategori) merupakan kontribusi dari lapangan usaha Penyediaan Makan Minum dan
sebesar 1,37 persen (48,95 persen terhadap kategori) disumbangkan oleh lapangan
usaha Penyediaan Akomodasi.

Secara keseluruhan, kategori ini mencatatkan laju pertumbuhan yang baik


selama 2014-2018. Laju pertumbuhan sebesar 7,29 persen terjadi di tahun 2018,
namun angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 8,42 persen.
Masing-masing lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan
Minum menunjukkan penurunan pada tahun 2018 sebesar 1,13 persen.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 63
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA

Tabel 4.7. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
di Kabupaten Mukomuko (Persen), 2014-2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 Penyediaan Akomodasi 40,66 40,30 46,15 51,62 51,05

2 Penyediaan Makan Minum 59,34 59,70 53,85 48,38 48,95

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
* Angka sementara
** Angka sangat sementara

id
o.
.g
ps
4.10 Informasi dan Komunikasi
.b
ab
Kategori Informasi dan Komunikasi memiliki peranan sebagai penunjang
ok

aktivitas di setiap bidang ekonomi. Dalam era globalisasi, peranan kategori ini sangat
uk

vital dan menjadi indikator kemajuan suatu bangsa, terutama jasa telekomunikasi.
om

Kategori ini merupakan kategori lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi


uk

di tahun 2018, yakni sebesar 6,20 persen. Meskipun kategori Pengadaan Listrik dan
//m

Gas adalah lapangan usaha dengan pertumbuhan PDRB terbesar, sesungguhnya


s:

kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Mukomuko sangat kecil. Kontribusinya


tp

terhadap perekonomian di Kabupaten Mukomuko pada tahun 2018 hanya sebesar


ht

0,99 persen.

4.11 Jasa Keuangan dan Asuransi

Kegiatan ekonomi pada subkategori Jasa Keuangan Lainnya dan Jasa


Perantara Keuangan menjadi penyumbang mayoritas kontribusi perekonomian pada
kategori Jasa Keuangan dan Jasa Perantara keuangan ini. Pada tahun 2018
kontribusinya masing-masing sebesar 54,05 dan 44,25 persen terhadap PDRB
kategori Jasa Keuangan dan Asuransi. Peranan paling rendah adalah dari asuransi
dan dana pensiun Keuangan yang nilainya kurang dari 2 persen, yaitu 1,61 persen.

64 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
Tabel 4.8. Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi di Kabupaten
Mukomuko (Persen), 2014-2018

Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 Jasa Perantara Keuangan 45,38 45,57 45,67 44,89 44,25

2 Asuransi dan Dana Pensiun 1,64 1,65 1,63 1,61 1,61

3 Jasa Keuangan Lainnya 52,90 52,69 52,61 53,42 54,05

4 Jasa Penunjang Keuangan 0 0 0 0 0

K Jasa Keuangan dan Asuransi 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

id
* Angka sementara

o.
** Angka sangat sementara

.g
ps
4.12 Real Estat .b
ab
ok

Kategori Real Estat memberikan kontribusi yang semakin meningkat bagi


uk

PDRB Kabupaten Mukomuko selama 5 tahun terakhir, walaupun peningkatannya


om

relatif rendah. Kontribusi kategori Real Estat terhadap PDRB Kabupaten Mukomuko
sebesar 1,80 persen di tahun 2014 dan terus mengalami penurunan menjadi 1,74
uk

persen di tahun 2018. Sementara laju pertumbuhannya pada tahun 2018 sebesar
//m

4,57 persen atau melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,29
s:

persen.
tp

Pertumbuhan real estat tidak terlalu banyak di wilayah Kabupaten Mukomuko.


ht

Pada tahun 2015 memang terjadi penjualan real estat yang cukup banyak karena
terdapat pembangunan rumah tipe 36 yang disubsidi oleh pemerintah daerah.
Namun, di tahun 2018 penjualan real estat tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, usaha kontrakan rumah masih menjadi pendorong pertumbuhan kategori
ini di setiap tahun.

4.13 Jasa Perusahaan

Selama 5 tahun terakhir, kontribusi kegiatan ekonomi pada kategori Jasa


Perusahaan relatif konstan. Pada tahun 2018 peranan kategori ini masih sama
dengan tahun 2018, yaitu 0,11 persen. Sedangkan laju pertumbuhannya mengalami
perlambatan dari 5,02 persen pada tahun 2017 menjadi 4,65 persen pada tahun
2018.
Dalam kategori ini, umumnya perekonomiannya sangat dinamis, artinya sangat
bergantung pada musim-musim tertentu. Misalnya, usaha jasa sewa pelaminan dan
keperluan pernikahan tentunya akan sepi orderan ketika bulan puasa. Contoh

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 65
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB KABUPATEN MUKOMUKO MENURUT LAPANGAN
USAHA
lainnya, usaha jasa foto studio yang akan banyak digunakan konsumen ketika
momen wisuda sekolah/universitas dan kenaikan kelas.

4.14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

Kategori ini meliputi kegiatan yang sifatnya pemerintahan, yang umumnya


dilakukan oleh administrasi pemerintahan termasuk juga perundang-undangan dan
penterjemahan hukum yang berkaitan dengan pengadilan dan menurut
peraturannya. Selama tahun 2014-2018 peranannya selalu menunjukkan
peningkatan, yaitu dengan nilai kontribusi sebesar 7,24 persen pada tahun 2014
kemudian terus meningkat setiap tahunnya hingga menjadi 8.07 persen pada tahun
2018. Sedangkan laju pertumbuhannya menunjukkan tren yang menurun dari tahun
ke tahun, yaitu dari sebesar 7,80 di tahun 2014 hingga menjadi 6,49 di tahun 2018.

id
4.15 Jasa Pendidikan

o.
.g
ps
Pada tahun 2018 Jasa Pendidikan menyumbang sebesar 2,05 persen
.b
terhadap total perekonomian Kabupaten Mukomuko, menurun dibandingkan pada
ab

tahun 2017 yang peranannya mencapai 2,07 persen. Selanjutnya menurut


ok

penghitungan atas dasar harga konstan 2010, laju pertumbuhan Jasa Pendidikan
uk

Kabupaten Mukomuko mengalami percepatan dari 4,36 persen pada tahun 2017
om

menjadi 4,50 persen pada tahun 2018.


uk

Pada kategori ini, sekolah-sekolah swasta memberikan sumbangannya


//m

terhadap PDRB Kabupaten Mukomuko. Selain itu, bimbingan belajar (bimbel) juga
turut berperan dalam PDRB Kabupaten Mukomuko.
s:
tp
ht

4.16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

Kategori ini mencakup kegiatan penyediaan jasa kesehatan dan kegiatan


sosial yang cukup luas cakupannya. Pada tahun 2018, kontribusinya terhadap
perekonomian Kabupaten Mukomuko sebesar 0,27 persen dan laju pertumbuhan
sebesar 7,41 persen. Selama tahun 2014-2018 peranannya relatif stabil dengan
menunjukkan sedikit peningkatan, yaitu dengan nilai kontribusi antara 0,24 persen
pada tahun 2014 sampai 0,27 persen pada tahun 2018. Sedangkan laju
pertumbuhannya selalu lebih besar dari 7,42 persen.

4.17 Jasa lainnya

Kontribusi Jasa Lainnya terhadap perekonomian Kabupaten Mukomuko relatif


kecil kurang dari 1 persen. Selama periode tahun 2014-2018 kontribusinya hanya
mencapai 0,08 persen. Walaupun kontribusinya cukup kecil, tapi pertumbuhan di
lapangan usaha ini, yaitu mencapai 7,17 persen, turun dari tahun 2017 yang sebesar
7,52 persen.

66 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
LAMPIRAN

Tabel 1. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Atas Dasar Harga Berlaku Menurut
Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2014─2018

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1 504,05 1 644,35 1.799,04 1.945,41 2.102,3
1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 1 020,03 1 115,14 1.221,46 1.318,18 1.412.,0
Pertanian
a. Tanaman Pangan 378,51 403,57 451,420 488,75 527,8
b. Tanaman Hortikultura Semusim 9,28 10,21 11,156 11,93 12,7
c. Perkebunan Semusim 0,32 0,36 0,411 0.441 0,47
d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan 30,62 32,97 44,1
37,50 40,76
Lainnya
e. Perkebunan Tahunan 374,77 415,29 440,76 470,73 495,1
f. Peternakan 193,08 215,51 239,92 261,21 283,7
g. Jasa Pertanian dan Perburuan 33,45 37,23 40,30 44,35 49,02

id
2. Kehutanan dan Penebangan Kayu 10,73 11,29 12,10 12,82 13,16

o.
3. Perikanan 473,29 517,91 565,48 614,42 676,34

.g
B Pertambangan dan Penggalian 110,32 117,33 123,96 131,41 143,07

ps
1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi - - - - -
2. Pertambangan Batubara dan Lignit .b - - - - -
3. Pertambangan Bijih Logam - - - - -
ab
4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya 110,32 117,33 123,96 131,41 143,07
ok

C Industri Pengolahan 372,61 421,91 474,83 522,70 574,13


uk

1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas - - - - -


om

2. Industri Makanan dan Minuman 343,01 389,50 439,61 483,62 531.587,7


3. Industri Pengolahan Tembakau - - - - -
uk

4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 0,12 0,12 0,13 0,14 0,15
//m

5. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki - - - - -


6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus 0,12 0,13 0,13 0,14 0,15
s:

dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan


tp

Sejenisnya
ht

7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; 0,25 0,27 0,29 0,31 321,2
Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
8. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 0,06 0,07 0,07 0,08 0,08
9. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 17,42 19,18 21,06 23,54 26,00
10. Industri Barang Galian bukan Logam 0,13 0,15 0,16 0,17 0,18
11. Industri Logam Dasar - - - - -
12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang 9,10 9,90 10,60 11,60 12,31
Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik
13. Industri Mesin dan Perlengkapan - - - - -
14. Industri Alat Angkutan 0,04 0,05 0,05 0,06 0,06
15. Industri Furnitur 2,05 2,22 2,38 2,53 2,89
16. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi 0,30 0,32 0,34 0,37 0,39
dan Pemasangan Mesin dan Peralatan
D Pengadaan Listrik dan Gas 1,35 1,93 2,41 2,92 3,40
1. Ketenagalistrikan 1,33 1,91 2,39 2,89 3,37
2. Pengadaan Gas dan Produksi Es 0,02 0,02 0,02 0,03 0,03
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah 5,45 5,73 6,12 6,63 7,40
dan Daur Ulang
F Konstruksi 127,67 141,85 158,90 177,17 198,34
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi 480,11 537,56 605,18 684,65 761,24
Mobil dan Sepeda Motor
1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan 101,14 113,47 125,99 138,41 151,30
Reparasinya
2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil 378,97 424,09 479,18 546,24 609,94
dan Sepeda Motor

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 69
LAMPIRAN

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


H Transportasi dan Pergudangan 119,05 135,76 153,05 171,25 189,83
1. Angkutan Rel - - - - -
2. Angkutan Darat 111,94 127,98 144,53 161,93 179,50
3. Angkutan Laut - - - - -
4. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan - - - - -
5. Angkutan Udara 1,60 1,67 1,77 1,89 2,25
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; 5,51 6,12 6,75 7,44 8,07
Pos dan Kurir
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 40,06 45,48 51,95 58,74 68,40
1. Penyediaan Akomodasi 2,19 2,43 2,77 3,15 3.62
2. Penyediaan Makan Minum 37,87 43,05 49,18 55,58 64,79
J Informasi dan Komunikasi 32,99 36,42 39,91 44,86 46,92
K Jasa Keuangan dan Asuransi 46,04 50,96 55,92 60,45 64,24
1. Jasa Perantara Keuangan 20,89 23,22 25,54 27,13 28,43
2. Asuransi dan Dana Pensiun 0,76 0,84 0,91 0,97 1,03

id
3. Jasa Keuangan Lainnya 24,36 26,85 29,42 32,29 34,72

o.
4. Jasa Penunjang Keuangan 0,04 0,04 0,05 0,05 0.05

.g
L Real Estat 57,86 67,86 75,35 83,75 82,38

ps
M,N Jasa Perusahaan 3,65 4,19 4,62 5,11 5,37
O .b
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 232,15 270,11 303,40 341,43 382,63
Jaminan Sosial Wajib
ab

P Jasa Pendidikan 65,06 73,77 82,65 89,68 97,12


ok

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7,66 8,98 10,61 12,52 12,69
uk

R,S,T,U Jasa lainnya 2,25 2,62 3,09 3,63 3,82


om

Produk Domestik Regional Bruto 3 208,34 3 566,82 3 936,73 4 326,56 4.743,26


uk
//m

* Angka sementara
** Angka sangat sementara
s:
tp
ht

70 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
LAMPIRAN

Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut
Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2014─2018

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1 188,51 1 234,39 1 290,92 1 345,07 1.391,90
1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 808,27 840,79 878,31 916,86 945,37
Pertanian
a. Tanaman Pangan 281,41 284,36 292,72 306,80 315,69
b. Tanaman Hortikultura Semusim 7,70 8,04 8,23 8,36 8,74
c. Perkebunan Semusim 0,25 0,27 0,28 0,28 0,30
d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan 23,52 24,18 25,06 25,96 27,23
Lainnya
e. Perkebunan Tahunan 317,11 335,23 352,59 367,59 376,03
f. Peternakan 152,88 161,69 170,84 177,45 185,39
g. Jasa Pertanian dan Perburuan 25,39 27,02 28,59 30,43 32,10

id
2. Kehutanan dan Penebangan Kayu 9,59 9,60 9,45 9,41 9,31

o.
3. Perikanan 370,65 384,01 403,16 418,79 437,22

.g
B Pertambangan dan Penggalian 88,01 88,85 89,90 90,84 92,84
1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi - - - - -

ps
2. Pertambangan Batubara dan Lignit .b - - - - -
3. Pertambangan Bijih Logam - - - - -
ab
4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya 88,01 88,85 89,90 90,84 92,84
C Industri Pengolahan 301,42 323,55 348,64 370,30 389,23
ok

1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas - - - - -


uk

2. Industri Makanan dan Minuman 276,88 297,94 322,18 342,45 360,33


om

3. Industri Pengolahan Tembakau - - - - -


4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 0,09 0,10 0,10 0,10 0,10
uk

5. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki/ - - - - -


6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus 0,09 0,10 0,10 0,10 0,10
//m

dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan


s:

Sejenisnya
7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; 0,20 0,21 0,21 0,22 0,22
tp

Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman


ht

8. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 0,05 0,05 0,05 0,06 0,06
9. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 14,49 15,22 15,90 16,92 17,63
10. Industri Barang Galian bukan Logam 0,11 0,11 0,12 0,12 0,12
11. Industri Logam Dasar - - - - -
12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang 7,45 7,69 7,81 8,10 8,33
Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik
13.Industri Mesin dan Perlengkapan - - - - -
14.Industri Alat Angkutan 0,03 0,04 0,04 0,04 0,04
15.Industri Furnitur 1,77 1,84 1,87 1,92 1,99
16.Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi 0,24 0,25 0,26 0,27 0,28
dan Pemasangan Mesin dan Peralatan
D Pengadaan Listrik dan Gas 1,80 1,80 2,11 2,26 2,42
1. Ketenagalistrikan 1,78 1,78 2,09 2,24 2,40
2. Pengadaan Gas dan Produksi Es 0,02 0,02 0,02 0,02 0.02
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah 5,23 5,21 5,28 5,36 5,50
dan Daur Ulang
F Konstruksi 92,78 98,21 104,44 110,85 118,01
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi 399,29 430,36 460,44 494,69 529,44
Mobil dan Sepeda Motor
1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan 75,86 80,53 85,39 89,80 94,60
Reparasinya
2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan 323,43 349,84 375,05 404,89 434,83
Mobil dan Sepeda Motor

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 71
LAMPIRAN

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


H Transportasi dan Pergudangan 105,81 114,36 122,46 130,83 139,34
1. Angkutan Rel - - - - -
2. Angkutan Darat 100,47 108,74 116,57 124,62 132,822
3. Angkutan Laut - - - - -
4. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan - - - - -
5. Angkutan Udara 1,05 1,04 1,05 1,07 1,09
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; 4,29 4,58 4,83 5,13 5,43
Pos dan Kurir
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 32,03 34,53 37,80 40,98 43,94
1. Penyediaan Akomodasi 1,67 1,76 1,90 2,07 2,27
2. Penyediaan Makan Minum 30,36 32,77 35,90 38,91 41,74
J Informasi dan Komunikasi 27,10 29,18 31,04 33,68 35,63
K Jasa Keuangan dan Asuransi 35,95 38,14 40,22 41,66 42,44
1. Jasa Perantara Keuangan 16,77 17,81 18,87 19,30 19,51
2. Asuransi dan Dana Pensiun 0,59 0,62 0,65 0,67 0,69

id
3. Jasa Keuangan Lainnya 18,56 19,67 20,65 21,65 22,64

o.
4. Jasa Penunjang Keuangan 0,03 0,03 0,04 0,04

.g
0,04

ps
L Real Estat 49,70 53,35 56,60 59,59 62,31
M,N Jasa Perusahaan .b 2,99 3,16 3,33 3,50 3,66
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 176,36 189,48 201,25 213,59 227,45
ab

Jaminan Sosial Wajib


ok

P Jasa Pendidikan 56,41 60,81 64,59 67,41 70,44


uk

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 6,11 6,54 7,04 7,60 8,17
R,S,T,U Jasa lainnya 1,85 1,98 2,12 2,28 2,45
om

Produk Domestik Regional Bruto 2 571,34 2 713,89 2 868,19 3 020,48 3.165,76


uk
//m

* Angka sementara
** Angka sangat sementara
s:
tp
ht

72 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
LAMPIRAN

Tabel 3. Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Atas Dasar Harga
Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2014─2018

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 46,88 46,10 45,34 44,60 44,32
1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 31,79 31,26 30,68 30,12 29,79
Pertanian
a. Tanaman Pangan 11,80 11,31 11,03 10,86 11,13
b. Tanaman Hortikultura Semusim 0,29 0,29 0,28 0,27 0,27
c. Perkebunan Semusim 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya 0,95 0,92 0,91 0,89 0,93
e. Perkebunan Tahunan 11,68 11,64 11,31 10,99 10,44
f. Peternakan 6,02 6,04 6,09 6,04 5,98
g. Jasa Pertanian dan Perburuan 1,04 1,04 1,06 1,07 1,03
2. Kehutanan dan Penebangan Kayu 0,33 0,32 0,30 0,28 0,28

id
3. Perikanan 14,75 14,52 14,36 14,20 14,26

o.
B Pertambangan dan Penggalian 3,44 3,29 3,15 3,04 3,02

.g
1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi - - - - -
2. Pertambangan Batubara dan Lignit - - - - -

ps
3. Pertambangan Bijih Logam .b - - - - -
4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya 3,44 3,29 3,15 3,04 3,02
ab
C Industri Pengolahan 11,61 11,83 12,06 12,08 12,10
1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas - - - - -
ok

2. Industri Makanan dan Minuman 10,69 10,92 11,17 11,18 11,21


uk

3. Industri Pengolahan Tembakau - - - - -


om

4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
5. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki - - - - -
uk

6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan
//m

Sejenisnya
s:

7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
tp

8. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
ht

9. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 0,54 0,54 0,54 0,54 0,55
10. Industri Barang Galian bukan Logam 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Industri Logam Dasar - - - - -
12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang 0,28 0,28 0,27 0,27 0,26
Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik
13. Industri Mesin dan Perlengkapan - - - - -
14. Industri Alat Angkutan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
15. Industri Furnitur 0,06 0,06 0,06 0,06 0,06
16. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Pemasangan Mesin dan Peralatan
D Pengadaan Listrik dan Gas 0,04 0,05 0,06 0,07 0,07
1. Ketenagalistrikan 0,04 0,05 0,06 0,07 0,07
2. Pengadaan Gas dan Produksi Es 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan 0,17 0,16 0,16 0,15 0,16
Daur Ulang
F Konstruksi 3,98 3,98 4,03 4,09 4,18
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil 14,96 15,07 15,33 15,79 16,05
dan Sepeda Motor
1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan 3,15 3,18 3,19 3,19 3,19
Reparasinya
2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil 11,81 11,89 12,14 12,60 12,86
dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 3,71 3,81 3,88 3,95 4,00
1. Angkutan Rel - - - - -

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 73
LAMPIRAN

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


2. Angkutan Darat 3,49 3,59 3,66 3,74 3,78
3. Angkutan Laut - - - - -
4. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan - - - - -
5. Angkutan Udara 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17
Pos dan Kurir
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 1,25 1,28 1,32 1,39 1,44
1. Penyediaan Akomodasi 0,07 0,07 0,07 0,07 0,08
2. Penyediaan Makan Minum 1,18 1,21 1,25 1,32 1,37
J Informasi dan Komunikasi 1,03 1,02 1,00 1,00 0,99
K Jasa Keuangan dan Asuransi 1,44 1,43 1,42 1,39 1,35
1. Jasa Perantara Keuangan 0,65 0,65 0,65 0,63 0,60
2. Asuransi dan Dana Pensiun 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02
3. Jasa Keuangan Lainnya 0,76 0,75 0,75 0,75 0,73
4. Jasa Penunjang Keuangan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

id
L Real Estat 1,80 1,90 1,85 1,80 1,74

o.
M,N Jasa Perusahaan 0,11 0,12 0,11 0,11 0,11

.g
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 7,24 7,57 7,69 7,88 8,07

ps
Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan .b 2,03 2,07 2,09 2,07 2,05
ab
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,24 0,25 0,25 0,26 0,27
R,S,T,U Jasa lainnya 0,07 0,07 0,08 0,08 0,08
ok
uk

Produk Domestik Regional Bruto 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


* Angka sementara
om

** Angka sangat sementara


uk
//m
s:
tp
ht

74 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
LAMPIRAN

Tabel 4, Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Atas Dasar Harga
Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2014─2018

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4,56 3,86 4,35 3,98 3,92
1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 5,21 4,02 4,08 4,03 3,85
Pertanian
a. Tanaman Pangan 1,69 1,05 3,04 4,08 3,52
b. Tanaman Hortikultura Semusim 4,54 4,38 3,42 2,03 1,86
c. Perkebunan Semusim 8,68 7,05 4,43 1,56 1,42
d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya 3,36 2,84 4,16 3,58 4,39
e. Perkebunan Tahunan 7,85 5,71 4,13 3,94 3,64
f. Peternakan 6,54 5,76 5,55 3,97 4,47
g. Jasa Pertanian dan Perburuan 7,53 6,40 5,83 5,94 5,96
2. Kehutanan dan Penebangan Kayu 0,79 0,08 -1,57 -0,37 -1,14

id
3. Perikanan 3,25 3,60 5,09 3,98 4,19

o.
B Pertambangan dan Penggalian 1,97 0,95 1,18 1,05 2,20

.g
1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi - - - -
2. Pertambangan Batubara dan Lignit - - - -

ps
3. Pertambangan Bijih Logam .b - - - -
4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya 1,97 0,95 1,18 1,05 2,20
ab
C Industri Pengolahan 8,04 7,34 7,82 6,16 5,10
1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas - - - -
ok

2. Industri Makanan dan Minuman 8,54 7,61 8,14 6,29 5,22


uk

3. Industri Pengolahan Tembakau - - -


om

4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 1,47 2,80 2,58 2,35 2,07
5. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki - - - -
uk

6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan 4,24 3,99 3,09 1,61 2,13
Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan
//m

Sejenisnya
s:

7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; 2,90 4,11 3,29 2,70 1,45
Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
tp

8. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 4,25 5,08 4,97 1,30 1,16
ht

9. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 2,21 5,05 4,43 6,43 4,21
10. Industri Barang Galian bukan Logam 7,84 6,50 3,35 3,57 2,04
11. Industri Logam Dasar - - -
12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang 3,00 3,14 3,63 1,71 2,83
Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik
13. Industri Mesin dan Perlengkapan - - -
14. Industri Alat Angkutan 2,37 4,81 4,23 3,22 1,97
15. Industri Furnitur 4,94 4,37 3,68 2,18 2,05
16. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan 4,23 3,30 3,97 2,29 3,46
Pemasangan Mesin dan Peralatan
D Pengadaan Listrik dan Gas 16,71 -0,31 17,67 6,99 7,14
1. Ketenagalistrikan 16,83 -0,38 17,80 7,01 7,16
2. Pengadaan Gas dan Produksi Es 4,59 6,92 5,06 4,53 4,70
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan 0,80 -0,33 1,30 1,48 2,77
Daur Ulang
F Konstruksi 6,16 5,86 6,34 6,13 6,47
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil 7,72 7,78 6,99 7,44 7,02
dan Sepeda Motor
1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan 5,54 6,15 6,04 5,17 5,34
Reparasinya
2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil 8,24 8,16 7,21 7,96 7,40
dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 8,66 8,08 7,08 6,83 6,51
1. Angkutan Rel - - - - -

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 75
LAMPIRAN

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


2. Angkutan Darat 8,75 8,23 7,20 6,91 6,58
3. Angkutan Laut - - - - -
4. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan - - - - -
5. Angkutan Udara 4,75 -0,45 1,19 1,49 2,18
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; 7,50 6,64 5,51 6,25 5,66
Pos dan Kurir
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 7,49 7,80 9,46 8,42 7,29
1. Penyediaan Akomodasi 5,22 5,36 8,16 8,95 7,59
2. Penyediaan Makan Minum 7,62 7,94 9,53 8,39 7,27
J Informasi dan Komunikasi 6,48 7,69 6,39 8,47 6,20
K Jasa Keuangan dan Asuransi 5,40 6,10 5,45 3,58 2,94
1. Jasa Perantara Keuangan 4,37 6,21 5,96 2,28 1,06
2. Asuransi dan Dana Pensiun 6,43 6,04 5,22 2,76 2,80
3. Jasa Keuangan Lainnya 6,32 5,99 5,00 4,81 4,61
4. Jasa Penunjang Keuangan 7,86 6,79 6,63 4,12 4,21

id
L Real Estat 8,30 7,35 6,08 5,29 4,57

o.
M,N Jasa Perusahaan 5,03 5,74 5,40 5,02 4,65

.g
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 7,80 7,44 6,22 6,13 6,49

ps
Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan .b 7,88 7,79 6,23 4,36 4,50
ab
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7,18 7,02 7,70 7,99 7,41
R,S,T,U Jasa lainnya 6,05 6,77 7,33 7,52 7,17
ok
uk

Produk Domestik Regional Bruto 6,01 5,54 5,59 5,21 5,01


* Angka sementara
om

** Angka sangat sementara


uk
//m
s:
tp
ht

76 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
LAMPIRAN

Tabel 5, Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan
Usaha, 2014─2018

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 126,55 133,21 138,26 143,47 151,04
1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 126,20 132,63 139,58 144,80 149,45
Pertanian
a. Tanaman Pangan 134,50 141,92 154,06 160,27 167,17
b. Tanaman Hortikultura Semusim 120,47 127,03 134,17 140,60 146,66
c. Perkebunan Semusim 128,22 134,12 146,26 154,56 160,63
d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya 130,21 136,35 148,84 156,22 161,96
e. Perkebunan Tahunan 118,18 123,88 126,27 129,75 131,68
f. Peternakan 126,29 133,29 140,58 147,21 153,02
g. Jasa Pertanian dan Perburuan 131,72 137,79 140,94 146,41 152,73
2. Kehutanan dan Penebangan Kayu 111,87 117,61 128,02 136,16 141,35

id
3. Perikanan 127,69 134,87 140,12 146,42 154,69

o.
B Pertambangan dan Penggalian 125,35 132,06 137,89 144,66 154,11

.g
1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi - - - - -
2. Pertambangan Batubara dan Lignit - - - - -

ps
3. Pertambangan Bijih Logam .b - - - - -
4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya 125,35 132,06 137,89 144,66 154,11
ab
C Industri Pengolahan 123,62 130,40 136,15 141,15 147,51
1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas - - - - -
ok

2. Industri Makanan dan Minuman 123,88 130,73 136,45 141,22 147,53


uk

3. Industri Pengolahan Tembakau - - - - -


om

4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 123,05 125,97 130,66 135,60 141,73
5. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki - - - - -
uk

6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan 125,38 130,16 133,75 137,71 142,65
Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan
//m

Sejenisnya
s:

7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; 127,59 131,40 135,15 139,73 143,48
Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
tp

8. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 124,40 130,13 137,12 144,41 149,81
ht

9. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 120,19 126,01 132,50 139,14 147,47
10. Industri Barang Galian bukan Logam 125,85 132,02 137,45 143,32 148,60
11. Industri Logam Dasar - - - - -
12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang 122,14 128,77 133,07 143,12 147,72
Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik
13. Industri Mesin dan Perlengkapan - - - -
14. Industri Alat Angkutan 128,55 133,93 141,36 147,34 152,85
15. Industri Furnitur 116,01 120,30 130,47 138,47 145,11
16. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan 123,32 127,64 141,97
131,59 136,05
Pemasangan Mesin dan Peralatan
D Pengadaan Listrik dan Gas 75,16 107,68 114,08 129,23 140,50
1. Ketenagalistrikan 74,75 107,52 113,90 129,12 140,41
2. Pengadaan Gas dan Produksi Es 119,47 123,84 134,35 141,35 150,82
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan 104,21 109,89 119,41 127,54 134,80
Daur Ulang
F Konstruksi 137,62 144,43 152,14 159,83 167,98
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil 120,24 124,91 131,44 138,40 143,78
dan Sepeda Motor
1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan 133,32 140,92 147,56 154,12
159,93
Reparasinya
2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil 117,17 121,22 127,77 134,91 140,27
dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 112,51 118,71 125,04 131,02 136,23
1. Angkutan Rel - - - - -

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 77
LAMPIRAN

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


2. Angkutan Darat 111,42 117,69 123,98 129,94 135,14
3. Angkutan Laut - - - - -
4. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan - - - - -
5. Angkutan Udara 152,53 159,90 175,06 191,35 206,07
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; 128,45 133,61 139,76 144,86 148,80
Pos dan Kurir
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 125,07 131,71 137,44 143,34 155,59
1. Penyediaan Akomodasi 131,45 138,13 145,72 152,23 162,34
2. Penyediaan Makan Minum 124,72 131,37 137,00 147,15 155,23
J Informasi dan Komunikasi 121,75 124,80 127,26 129,23 131,18
K Jasa Keuangan dan Asuransi 128,09 133,62 139,06 145,10 149,81
1. Jasa Perantara Keuangan 124,58 130,38 135,31 140,55 145,71
2. Asuransi dan Dana Pensiun 129,24 135,59 139,82 144,81 149,57
3. Jasa Keuangan Lainnya 131,24 136,52 142,47 149,18 153,35
4. Jasa Penunjang Keuangan 117,12 123,05 130,73 138,37 147,00

id
L Real Estat 116,42 127,21 129,14 130,71 132,21

o.
M,N Jasa Perusahaan 122,11 132,50 134,59 140,14 146,76

.g
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 131,64 142,56 150,76 159,85 168,23

ps
Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan .b 115,33 121,32 127,96 133,03 137,87
ab
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 125,39 137,34 141,66 148,23 155,43
R,S,T,U Jasa lainnya 121,20 132,67 139,83 147,79 156,11
ok
uk

Produk Domestik Regional Bruto 124,77 131,43 137,25 143,80 149,83


om

* Angka sementara
uk

** Angka sangat sementara


//m
s:
tp
ht

78 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018
LAMPIRAN

Tabel 6, Laju Pertumbuhan Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko
Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2014─2018

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5,39 5,26 4,84 4,00 3,99
1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 5,72 5,10 5,24 3,74 3,21
Pertanian
a. Tanaman Pangan 6,86 5,52 8,55 4,03 4,31
b. Tanaman Hortikultura Semusim 5,29 5,45 5,62 4,79 4,31
c. Perkebunan Semusim 7,22 4,60 9,05 5,68 3,93
d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya 9,50 4,72 9,16 4,96 3,68
e. Perkebunan Tahunan 4,07 4,82 1,93 2,75 1,49
f. Peternakan 6,49 5,54 5,47 4,71 3,95
g. Jasa Pertanian dan Perburuan 7,62 4,61 2,29 3,88 4,32
h. Kehutanan dan Penebangan Kayu 4,94 5,13 8,85 6,36 3,81

id
i. Perikanan 4,72 5,62 3,90 4,49 5,65

o.
B Pertambangan dan Penggalian 7,10 5,36 4,41 4,91 6,53

.g
1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi - - - - -
2. Pertambangan Batubara dan Lignit - - - - -

ps
3. Pertambangan Bijih Logam .b - - - - -
4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya 7,10 5,36 4,41 4,91 6,53
ab
C Industri Pengolahan 5,97 5,48 4,41 3,67 4,51
1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas - - - - -
ok

2. Industri Makanan dan Minuman 6,13 5,53 4,37 3,50 4,46


uk

3. Industri Pengolahan Tembakau - - - - -


om

4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 3,69 2,37 3,72 3,78 4,53
5. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki - - - -
uk

6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan 3,29 3,82 2,76 2,96 3,59
Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan
//m

Sejenisnya
s:

7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; 2,67 2,99 2,85 3,39 2,68
Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
tp

8. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 4,28 4,61 5,37 5,32 3,74
ht

9. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 3,50 4,84 5,15 5,01 5,98
10. Industri Barang Galian bukan Logam 3,75 4,90 4,11 4,27 3,69
11. Industri Logam Dasar - - - - -
12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang 5,52 5,42 3,34 7,55 3,22
Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik
13. Industri Mesin dan Perlengkapan - - - -
14. Industri Alat Angkutan 7,73 4,19 5,55 4,23 3,74
15. Industri Furnitur 2,90 3,70 8,45 6,13 4,79
16. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan 6,00 3,50 3,09 3,39 4,35
Pemasangan Mesin dan Peralatan
D Pengadaan Listrik dan Gas 3,22 43,26 5,94 13,28 8,72
1. Ketenagalistrikan 3,24 43,83 5,93 13,37 8,74
2. Pengadaan Gas dan Produksi Es 5,91 3,65 8,49 5,21 6,71
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan 0,65 5,45 8,66 6,81 5,70
Daur Ulang
F Konstruksi 6,43 4,96 5,34 5,05 5,09
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil 7,26 3,88 5,23 5,30 3,89
dan Sepeda Motor
1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan 7,91 5,69 4,71 4,45
3,76
Reparasinya
2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil 7,16 3,46 5,40 5,59 3,97
dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 4,14 5,51 5,33 4,78 3,97
1. Angkutan Rel - - - - -

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 79
LAMPIRAN

Kategori Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017* 2018**

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


2. Angkutan Darat 4,12 5,63 5,35 4,80 4,01
3. Angkutan Laut - - - - -
4. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan - - - - -
5. Angkutan Udara 8,00 4,83 9,48 9,30 7,70
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; 3,95 4,02 4,60 3,64 2,72
Pos dan Kurir
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 4,68 5,31 4,35 7,25 7,70
1. Penyediaan Akomodasi 8,33 5,08 5,50 4,47 2,72
2. Penyediaan Makan Minum 4,47 5,33 4,29 7,41 5,55
J Informasi dan Komunikasi 7,88 2,50 1,97 1,55 6,64
K Jasa Keuangan dan Asuransi 7,17 4,32 4,07 4,35 5,49
1. Jasa Perantara Keuangan 4,40 4,66 3,78 3,87 1,51
2. Asuransi dan Dana Pensiun 8,89 4,91 3,12 3,57 3,24
3. Jasa Keuangan Lainnya 9,60 4,02 4,36 4,71 3,67
4. Jasa Penunjang Keuangan 4,82 5,06 6,24 5,85 3,28

id
L Real Estat 4,53 9,27 1,52 1,21 2,79

o.
M,N Jasa Perusahaan 2,58 8,51 1,58 4,12 6,24

.g
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 5,61 8,29 5,75 6,03 1,15

ps
Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan .b 6,49 5,20 5,47 3,97 4,72
ab
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7,92 9,53 3,14 4,64 5,24
R,S,T,U Jasa lainnya 5,40 9,46 5,40 5,69 3,64
ok
uk

Produk Domestik Regional Bruto 5,81 5,33 4,82 4,38 4,36


* Angka sementara
om

** Angka sangat sementara


uk
//m
s:
tp
ht

80 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mukomuko Menurut Lapangan Usaha 2014-2018