Anda di halaman 1dari 5

REGULASI DAN STANDAR INTERNATIONAL

SEKTOR PUBLIK
TUGAS MATA KULIAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

OLEH :

MUH ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH (A031171505)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
Saat ini, banyak entitas yang termasuk dalam kategori organisasi sektor publik yang
telah mengimplementasikan akuntansi dalam sistem keuangannya. Akan tetapi, praktik
akuntansi yang dilakukan oleh entitas-entitas tersebut memiliki banyak perbedaan khususnya
dalam proses pelaporan keuangan. Hal tersebut sangat dimungkinkan oleh belum banyaknya
pemerintah suatu negara yang menerbitkan standar baku akuntansi untuk mengatur praktik
akuntansi bagi organisasi sektor publik.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, International Federation of Accountants-IFAC


(Federasi Akuntan Internasional) membentuk sebuah komite khusus yang bertugas
menyusun sebuah standar akuntansi bagi organisasi sektor publik yang berlaku secara
internasional yang kemudian disebut International Public Sector Accounting Standards-
IPSAS (Standar Internasional Akuntansi Sektor Publik). Dalam pelaksanaannya, komite
tersebut tidak hanya menyusun standar tetapi juga membuat program yang sistematis yang
mendorong aplikasi IPSAS oleh entitas-entitas publik di seluruh dunia.

IPSAS meliputi serangkaian standar yang dikembangkan untuk basis akrual (accrual
basis), namun juga terdapat suatu bagian IPSAS yang terpisah guna merinci kebutuhan untuk
basis kas (cash basis). Dalam hal ini, IPSAS dapat diadopsi oleh organisasi sektor publik yang
sedang dalam proses perubahan dari cash basis ke accrual basis. Jika demikian, maka
organisasi sektor publik yang telah memutuskan untuk mengadopsi basis akrual menurut
IPSAS, harus mengikuti ketentuan waktu mengenai masa transisi dari basis kas ke basis
akrual yang diatur oleh IPSAS.

Pada akhirnya, cakupan yang diatur dalam IPSAS meliputi seluruh organisasi sektor
publik termasuk juga lembaga pemerintahan baik pemerintah pusat, pemerintah regional
(provinsi), pemerintah daerah (kabupaten/kota), dan komponen-komponen kerjanya (dinas-
dinas).

International Federation of Accountants (IFAC) yang didirikan di Munich pada


tahun1977, merupakan federasi dan organisasi akuntan internasional. Standar akuntansi
yang diterbitkan IFAC juga tetap menunjukkan bahwa sector bisnis dan sector public tetap
berbeda. Hal ini diwujudkan dalam pembentukan dua badan penyusun standar yang terpisah
yaitu IASB yang menyusun standar untuk sector bisnis sedangkan untuk sector public ada
IPSASB. IASB menerbitkan IAS sedangkan IPSASB menerbitkan IPSAS. Mengacu pada
International Accounting Standards (IAS / IFRS)
 IPSAS bukan untuk mengganti standar yang ada di suatu negara, tapi untuk
mengembangkan atau merevisi standar yang ada
 IPSAS dikembangkan menurut basis akrual (sebelum revisi)IPSAS yang diterbitkan
oleh IPSASB terkait dengan pelaporan keuangan sektor publik, baik untuk yang masih
menganut basis kas (cash basis) maupun yang telah mengadopsi basis akrual
(accrual basis).

IPSAS yang berbasis akrual dikembangkan dengan mengacu kepada International


Financial Reporting Standards (IFRS), standar akuntansi bisnis yang diterbitkan oleh
International Accounting Standards Board (IASB), sepanjang ketentuan-ketentuan di dalam
IFRS dapat diterapkan di sektor publik. Meskipun demikian, IPSASB tetap memperhatikan
isu-isu yang spesifik di sektor publik yang tidak tercakup di dalamIFRS.

Dalam edisi revisi, ED 27 dianut dua basis yaitu basis akrual dan juga basis kas.
Sebagaimana dinyatakan dalam paragraph 2 “An entity that prepares and presents general
purpose financial statements under accrual or cash basis of accounting in accordance
with….” Selanjutnya dalam paragraph 4 dinyatakan jika basis akrual yang digunakan
maka harus dibaca berkaitan dengan IPSAS sedangkan jika digunakan basis kas maka
standar harus dibaca dalam konteks IPSAS basis kas (The Cash Basis IPSAS, “Financial
Reporting Under the Cash Basis of Accounting”). Menurut IPSAS, laporan keuangan akrual
secara umum setidaknya terdiri dari :
 Statement of Financial Position (neraca)
 Statement of Financial Performance (Laporan Kinerja Keuangan)
 Statement of Changes In Net Assets / Equity (Laporan Perubahan dalam
AsetBersih.Ekuitas)
 Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas)

Accounting Policies and Notes to The Financial Statements (Catatan atasKebijakan


Akuntansi dan Catatan atas Laporan Keuangan) Sampai tahun 2010, standar akuntansi
sector public yang telah dikeluarkan oleh IPSASB, yang dikenal dengan nama International
Public Sector Accounting Standards(IPSAS), yaitu :
 IPSAS 1 Presentation of Financial Statements
 IPSAS 2 Cash Flow Statements
 IPSAS 3 Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors
 IPSAS 4 The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates
 IPSAS 5 Borrowing Costs
 IPSAS 6 Consolidated and Separate Financial Statements
 IPSAS 7 Investments in Associates
 IPSAS 8 Interests in Joint Ventures
 IPSAS 9 Revenue from Exchange Transactions
 IPSAS 10 Financial Reporting in Hyperinflationary Economies
 IPSAS 11 Construction Contracts
 IPSAS 12 Inventories
 IPSAS 13 Leases
 IPSAS 14 Events After the Reporting Date
 IPSAS 15 Financial Instruments: Disclosure and Presentation
 IPSAS 16 Investment Property
 IPSAS 17 Property, Plant, and Equipment
 IPSAS 18 Segment Reporting
 IPSAS 19 Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets
 IPSAS 20 Related Party Disclosures
 IPSAS 21 Impairment of Non-Cash-Generating Assets
 IPSAS 22 Disclosure of Information about the General Government Sector (IFAC,
2010)
 IPSAS 23 Revenue from Non-Exchange Transactions (Taxes and Transfers)
 IPSAS 24 Presentation of Budget Information in Financial Statements
 IPSAS 25 Employee Benefits
 IPSAS 26 Impairment of Cash-Generating Assets
 IPSAS 27 Agriculture
 IPSAS 28 Financial Instruments: Presentation
 IPSAS 29 Financial Instruments: Recognition and Measurement
 IPSAS 30 Financial Instruments: Disclosures
 IPSAS 31 Intangible Assets. (IFAC, 2010)
 IPSAS 32—Service Concession Arrangements: Grantor

Komponen laporan keuangan akuntansi pemerintahan berbasis akrual (IPSAS) di


Perancis, yaitu :
 Neraca (Balance Sheet/Statement of Financial Position)
 Laporan Surplus/Defisit (Surplus Deficit Statement: A Net Expense Statement,
NetSovereign Revenues Statement, A Net Operating Surplus/Deficit Statement For
ThePeriod)
 Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
 Catatan atas Laporan Keuangan (Note to The Financial Statement)

Komponen laporan keuangan IPSAS di Swedia, yaitu :


 Neraca (Balance Sheet/Statement of Financial Position)
 Laporan Kinerja Keuangan (Statement of Financial Performance)
 Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
 Laporan Apropriasi (Appropriation Statement)
 Laporan Kinerja (Performance Report)
 Catatan atas Laporan Keuangan (Note to The Financial Statement)

IPSASB bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan transparansi laporan keuangan


pada sektor publik yang berupa:
 Menetapkan standar akuntansi berkualitas tinggi untuk digunakan oleh entitas sektor
publik;
 Mempromosikan kepada entitas sektor publik untuk mengadopsi standar, dan
konvergensi internasional, IPSASs;
 Memberikan informasi yang komprehensif untuk manajemen keuangan sektor publik
dalam pengambilan keputusan, dan
 Memberikan bimbingan tentang isu-isu dan pengalaman dalam pelaporan keuangan
di sektor publik.

Pada akhir tahun 1997, IPSASB memulai sebuah program pengembangan IPSAS
yang didasarkan kepada International Accounting Standards (IAS) yang diterbitkan
International Accounting Standard Board (IASB) tahun 1997. IPSASB mengembangkan
persyaratan-persyaratan IAS yang relevan untuk sektor publik. IPSAS menggunakan
persyaratan, struktur, dan teks yang diatur dalam IAS kecuali ada alasan untuk tidak
menggunakan hal-hal tersebut.

Pada tahun 2003 melalui proyek General Improvements, IASB menerbitkan revisi
IAS. Proyek General Improvements bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi
alternatif, pengulangan-pengulangan yang tidak perlu (redundancies), dan juga konflik
dalam IAS sendiri. Proyek juga berhubungan dengan isu konvergensi dan berbagai
peningkatan lainnya. Tujuan dari revisi IPSAS yang diterbitkan kali ini adalah agar IPSAS
konvergen dengan IAS yang diterbitkan tahun 2003 tersebut.

Ipsas menjadi rujukan karena Keberadaan IPSASB bermula dari kesadaran akan
manfaat nyata informasi keuangan yang konsisten dan terbandingkan (comparable) lintas-
jurisdiksi. IPSAS, sebagai standar internasional akuntansi sektor publik, diharapkan
memainkan peran kunci untuk merealisasikan manfaat tersebut. Dalam mengembangkan
standar akuntansi sektor publik, IPSASB sangat mendorong keterlibatan pemerintah dan
penyusun standar di berbagai negara melalui penyampaian tanggapan/komentar atas
proposal-proposal IPSASB yang dinyatakan dalam exposure draft.

Diadopsinya IPSAS oleh pemerintah di berbagai negara diharapkan akan


meningkatkan kualitas dan daya banding informasi keuangan yang dilaporkan entitas-entitas
sektor publik di seluruh dunia. Dalam mendorong pengadopsian dan harmonisasi ketentuan-
ketentuan akuntansi sektor publik di berbagai negara dengan IPSAS, IPSASB menghormati
hak pemerintah dan penyusun standar di tingkat nasional dalam menetapkan standar dan
pedoman pelaporan keuangan di dalam jurisdiksi mereka masing-masing.

IPSAS yang diterbitkan oleh IPSASB terkait dengan pelaporan keuangan sektor
publik, baik untuk yang masih menganut basis kas (cash basis) maupun yang telah
mengadopsi basis akrual (accrual basis). IPSASB sebagai penyusun standar akuntansi
IFAC untuk sektor publik telah menerbitkan empat exposure draft (ED) dalam kerangka
konvergensi standar akuntansi sektor publik (IPSAS) ke standar akuntansi sektor
komersial/bisnis (IAS/IFRS). Diakui, kedua sektor ini memang tetap berbeda dari berbagai
sudut pandang. Akan tetapi penyusun standar sendiri mengakui adanya perbedaan-
perbedaan tersebut dengan melampirkan hal-hal yang berbeda di kedua sektor ini.
Perbedaan in dibuat dalam bentuk pembandingan antara IPSAS dengan IAS/IFRS dengan
judul Comparison to IAS. Hal ini penting karena ruang lingkup sektor publik yang
dimaksudkan oleh IPSASB adalah sektor pemerintah.