Anda di halaman 1dari 2

Suatu masyarakat membutuhkan sebuah aturan dalam kehidupannya supaya dapat

melaksanakan fungsinya dengan baik. Anak-anak dengan remaja memiliki pemahaman berbeda
mengenai peraturan. Begitu juga remaja memiliki pandangan yang berbeda dengan orang tua dan
sebaliknya. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan dalam penalaran dan moral dari
individu. Menurut Purwadarminto (dalam Sunarto, 2008) moral adalah ajaran tentang baik buruk
perbuatan dan kelakuan, akhlak, kewajiban, dan sebagainya. Moral berkaitan dengan
kemampuan untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah.

Menurut Kohlberg (dalam Ormord, 2000:371) mengemukakan ada tiga tingkat


perkembangan moral, yaitu tingkat prakonvensional, konvensional dan post-konvensional.
Masing-masing tingkat terdiri dari dua tahap, sehingga keseluruhan ada enam tahapan yang
berkembang secara bertingkat dengan urutan yang tetap. Tingkat yang pertama yaitu penalaran
prakonvensional. Pada tingkat ini terdapat dua tahap yaitu tahap orientasi hukuman dan ketaatan
yang merupakan tahapan penalaran moral didasarkan atas hukuman. Tahap dua ialah
individualisme dan tujuan yang merupakan tahapan penalaran moral didasarkan atas imbalan
(hadiah) dan kepentingan sendiri.

Tingkat perkembanagan moral yang kedua yaitu tingkat penalaran konvensional. Pada
tingkat ini, internalisasi individual ialah menengah. Seseorang menaati standar-standar (internal)
tertentu, tetapi mereka tidak menaati standar-standar orang lain (eksternal), seperti orang tua atau
aturan-atuaran masyarakat. Pada tingkat ini terdapat dua tahap yaitu pertama, norma-norma
interpersonal . Pada tahap ini, seseorang menghargai kebenaran, kepedulian, dan kesetiaan
kepada orang lain sebagai landasan pertimbangan moral. Tahap kedua yaitu moralitas sistem
sosial . Pada tahap ini pertimbangan-pertimbangan didasarkan atas pemahaman aturan sosial,
hukum-hukum, dan kewajiban.

Tingkat perkembangan yang terakhir yaitu penalaran pascakonvensional.Tingkat ini ialah


tingkat tertinggi dalam teori perkembangan moral kohlberg. Pada tingkat ini moralitas benar-
benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Seseorang
mengenal tindakan-tindakan moral alternatif, menjajaki pilihan-pilihan, dan kemudian
memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi. Pada tingkat ini terdapat dua tahap yaitu
hak-hak masyarakat Vs hak-hak individual dan prinsip-prinsip etis universal . Pada tahap
pertama , seseorang memahami bahwa nilai-nilai dan aturan-aturan adalah bersifat relatif dan
bahwa standar dapat berbeda dari satu orang ke orang lain. Sedangkan pada tahap kedua yaitu
seseorang telah mengembangkan suatu standar moral yang didasarkan pada hak-hak manusia
yang manusia yang universal. Bila menghadapi konflik antara hukum dan suara hati, seseorang
akan mengikuti suara hati, walaupun keputusan itu mungkin melibatkan resiko pribadi.

Berdasarkan teori perkembangan moral diatas, kami mengangkat contoh tingkat


perkembangan moral prakonvensional. Pada tingkat ini terdapat dua tahap yaitu tahap orientasi
hukuman dan ketaatan (punihsment and obedience orientation) yang merupakan tahapan
penalaran moral didasarkan atas hukuman. Anak-anak taat karena orang-orang dewasa menuntut
mereka untuk taat seperti “Andi selalu merapikan tempat tidur setelah bangun pagi karena kalau
tidak dirapikan nanti akan dimarahi oleh ibunya”. Anak-anak taat karena orang-orang dewasa
menuntut mereka untuk taat. Tahap dua ialah individualisme dan tujuan (individualism and
purpose) yang merupakan tahapan penalaran moral didasarkan atas imbalan (hadiah) dan
kepentingan sendiri. Contohnya yaitu Rara selalu belajar dengan tekun supaya naik kelas dengan
peringkat pertama karena jika dia berhasil orang tuanya akan membelikannya tas baru. Anak-
anak taat bila mereka ingin dan butuh untuk taat.

Jadi, menurut Kohlberg tahapan perkembangan moral terdiri dari tiga tingkat, masing-masing
tingkat memiliki dua tahapan yang dapat teridentifikasi. Hal ini didasarkan pada teorinya yang
berpandangan bahwa penalaran moral, yang merupakan dasar dari perilaku etis. Kohlberg
mengikuti perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti
Piaget, yang menyatakan bahwa logika dan moralitas berkembang melalui tahapan-tahapan
konstruktif. Kohlberg memperluas pandangan dasar ini, dengan menentukan bahwa proses
perkembangan moral pada prinsipnya berhubungan dengan keadilan dan perkembangannya
berlanjut selama kehidupan walaupun ada dialog yang mempertanyakan implikasi filosofis dari
penelitiannya.

DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang


Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Ormord, Jeanne Ellis. 2000. Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang.
Bandung: Media Sasana.

Potter & perry (2005), Fundamental keperawatan konsep,proses dan praktek edisi4, EGC:Jakarta

Santrock, John. W. 2002. Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Erlangga

Slavin, Robert E. 2008. Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik. Jakarta: PT. Indeks..
Sunarto, Hartono Agung. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.