Anda di halaman 1dari 3

CANDIDA SP

Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan infeksi pada vulva dan/atau vagina


dikarenakan pertumbuhan yang tidak terkendali dari jamur Candida sp., terutama
Candida albicans.

Kandidiasis sendiri merupakan penyebab keputihan yang paling sering,


prevalensinya sebesar 40%, dengan karakteristik cairan yang keluar biasanya kental, putih
seperti susu, bau, dan disertai rasa gatal yang hebat pada kemaluan. 50-75% wanita
di Indonesia pernah mengalami kandidiasis, dengan 11,2-28,9% di antaranya adalah
akseptor kontrasepsi Keluarga Berencana (KB).

Candida termasuk flora normal vagina, sehingga infeksinya bersifat oportunistik,


sangat sulit untuk menginterpretasikan peningkatan koloni jamur Candida di vagina
mengingat kondisi basal setiap individu yang berbeda-beda, selain itu infeksi yang
disebabkan oleh jamur non-Candida seringkali asimptomatik, sehingga interpretasi
kejadian KVV seringkali tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan keluhan klinis yang
khas.

Inisidensi KVV yang semakin meningkat jumlahnya setiap tahun banyak


disebabkan oleh pola hidup wanita masa kini di kota-kota besar yang semakin dituntut
hidup lebih praktis, dan lebih hedonis mengikuti zaman seperti penggunaan celana
dalam ketat, pemakaian douche, dan perubahan hormonal karena stres. Selain itu penyakit
sindroma metabolik yang sering menyerang masyarakat kota besar seperti diabetes
melitus dan AIDS yang semakin banyak ditemui menyebabkan insidensi KVV/KVVR
bertambah terus dan semakin sulit diturunkan insidensinya.

Beberapa karakteristik dari spesies ini adalah berbentuk seperti telur (ovoid) atau
sferis dengan diameter 3-5 µm dan dapat memproduksi pseudohifa. Spesies C.
albicans memiliki dua jenis morfologi, yaitu bentuk seperti khamir dan bentuk hifa. Selain
itu, fenotipe atau penampakan mikroorganisme ini juga dapat berubah dari berwarna putih
dan rata menjadi kerut tidak beraturan, berbentuk bintang, lingkaran, bentuk seperti topi, dan
tidak tembus cahaya. Cendawan ini memiliki kemampuan untuk menempel pada sel inang
dan melakukan kolonisasi.