Anda di halaman 1dari 51

DESAIN PEMBELAJARAN

Elkawakib Syam'un

e-mail: elkawakib@yahoo.com elkawakib@gmail.com

Syam'un e-mail: elkawakib@yahoo.com elkawakib@gmail.com 08135534363 Disajikan pada Pelatihan PEKERTI UNSULBAR

08135534363

e-mail: elkawakib@yahoo.com elkawakib@gmail.com 08135534363 Disajikan pada Pelatihan PEKERTI UNSULBAR diselenggarakan
e-mail: elkawakib@yahoo.com elkawakib@gmail.com 08135534363 Disajikan pada Pelatihan PEKERTI UNSULBAR diselenggarakan
KEMAJUAN BANGSA: MANUSIA BERKUALITAS
KEMAJUAN BANGSA:
MANUSIA BERKUALITAS

Bebas dari:

Kebodohan

Keterbelakangan

Kemiskinan

Bebas dari: Kebodohan Keterbelakangan Kemiskinan

Berkembang sesuai harkat dan Martabat manusia

Kemiskinan Berkembang sesuai harkat dan Martabat manusia PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT MASYARAKAT GEMAR BELAJAR
Kemiskinan Berkembang sesuai harkat dan Martabat manusia PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT MASYARAKAT GEMAR BELAJAR
Kemiskinan Berkembang sesuai harkat dan Martabat manusia PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT MASYARAKAT GEMAR BELAJAR

PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT MASYARAKAT GEMAR BELAJAR

manusia PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT MASYARAKAT GEMAR BELAJAR REFORMASI DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN DOSEN SEBAGAI

REFORMASI DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN

DOSEN SEBAGAI PERANCANG PEMBELAJARAN

Sekiranya di antara kita

mampu memiliki sifat 1 dan 4

bisa jadi tidak akan terjadi

salah paham apalagi

memiliki paham salah ?.

Profesi Dosen
Profesi Dosen

sebagai

Dosen dituntut untuk terus belajar

Sebagai seni:

Profesi Mulia

pengembang ilmu:

Sebagai seni: Profesi Mulia pengembang ilmu: • • • Dosen sebagai Teladan : pembelajar sepanjang hayat
Sebagai seni: Profesi Mulia pengembang ilmu: • • • Dosen sebagai Teladan : pembelajar sepanjang hayat
Sebagai seni: Profesi Mulia pengembang ilmu: • • • Dosen sebagai Teladan : pembelajar sepanjang hayat

Dosen sebagai Teladan : pembelajar sepanjang hayat

(1)identifikasi tujuan;

Adanya keinginan yg

menerapkan prinsip ilmiah:

Mengajarkan kearifan dan pengetahuan

yg akan diajarkan

kuat thd bidang studi

(2) merencanakan strategi

/rumuskan langkah logis;

Dosen Sebagai Pecinta Ilmu : Ilmu Terus Berkembang

mencari metode yg

(3)kumpl. & eval. data;

Merubah seseorang dari ke Fakiran dan keterpurukan

paling efektif & terus

memodifikasinya

(4)Mengkomunikasikan hasil

Dosen Inovatif, kreatif, reflektif dosen yg Efektif

Menjunjung Tinggi etika dan Moral

DOSEN YANG BERKUALITAS

TIDAK DAPAT DIGANTIKAN OLEH APAPUN

TERMASUK OLEH TEKNOLOGI

PERTANYAAN

1.Lulusan perguruan tinggi bapak/ibu bila dibandingkan dengan lulusan perguruan tinggi lain, mana yang lebih “bermutu”?

2.Apa “tolok ukur” nya ?

3.Siapa yang mengakui ?

PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN

PERENCANAAN

PEMBELAJARAN PERENCANAAN  TIU, TIK (kompetensi)  GBPP  SAP  Media  Alat Evaluasi PELAKSANAAN

TIU, TIK

(kompetensi)

GBPP

SAP

Media

Alat Evaluasi

 GBPP  SAP  Media  Alat Evaluasi PELAKSANAAN  Ketrampilan Dasar Mengajar  Memotivasi

PELAKSANAAN

 GBPP  SAP  Media  Alat Evaluasi PELAKSANAAN  Ketrampilan Dasar Mengajar  Memotivasi

Ketrampilan

Dasar Mengajar

Memotivasi

Komunikasi

Ketrampilan Dasar Mengajar  Memotivasi  Komunikasi EVALUASI  Menilai Hasil Belajar  Memberi Umpan

EVALUASI

Ketrampilan Dasar Mengajar  Memotivasi  Komunikasi EVALUASI  Menilai Hasil Belajar  Memberi Umpan Balik

Menilai Hasil

Belajar Memberi Umpan Balik

Sistem Pembelajaran

OUTPUT INPUT PROSES OUTPUT INPUT
OUTPUT
INPUT
PROSES
OUTPUT
INPUT

lulusan

lembaga

pendidikan

Tertentu

mahasiswa

kurikulum-rancangan

dosen

sarana/prasarana

materi/bahan

pembelajaran

bimbingan

praktikum

belajar mandiri

belajar kelompok

???
???
lulusan Outcome
lulusan
Outcome

BAGAIMANA KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan PEMBELAJARAN
Kegiatan PEMBELAJARAN

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Pengembangan

PEMBELAJARAN

Pelaksanaan

Kegiatan

PEMBELAJARAN

Evaluasi

PEMBELAJARA

Tahap I Tahap II Tahap III Pengembangan PEMBELAJARAN Pelaksanaan Kegiatan PEMBELAJARAN Evaluasi PEMBELAJARA
Tahap I Tahap II Tahap III Pengembangan PEMBELAJARAN Pelaksanaan Kegiatan PEMBELAJARAN Evaluasi PEMBELAJARA
S i Melakukan s Analisis t Instruksional/ Identifikasi Menulis Tes Acuan Patokan e kompetensi m
S i Melakukan s Analisis t Instruksional/ Identifikasi Menulis Tes Acuan Patokan e kompetensi m
S
i
Melakukan
s
Analisis
t
Instruksional/
Identifikasi
Menulis Tes
Acuan Patokan
e
kompetensi
m
Kebutuhan
Pembelajaran
P
&
e
Mengemb.
Menulis
Tujuan Pembelj. (TIU)
Kompetensi Umum
Menulis TIK
Menyusun Desain
m
Bahan Ajar
&
b
e
l
Menyusun
Melaksanakan
Evaluasi Formatif
Identifikasi
Perilaku Awal
Strategi
a
Pembelajaran
j
a
r
a
n
MPI, Atwi Suparman (1993)

Mahasiswa diharapkan dapat melakukan analisis instruksional dan membuat diagram perilaku

proses pembelajaran

Mahasiswa diharapkan dapat:

1. Mengidentifikasi kebutuhan program pembelajaran

2. Merumuskan tujuan instruksional (TIU)

3. Melakukan analisis instruksional 4. Membuat diagram perilaku proses pembelajaran

SYARAT RUMUSAN TUJUAN

Relevan dengan kompetensi AKHIR PESER tA didikSYARAT RUMUSAN TUJUAN Berorientasi kepada PESERTA , bukan kepada PENGAJAR Berorientasi kepada hasil belajar , bukan

Berorientasi kepada PESERTA , PESERTA,

bukan kepada PENGAJAR

Berorientasi kepada hasil belajar , bukan kepada proses belajar hasil belajar, bukan kepada proses belajar

Proses menjabarkan kemampuan / perilaku / kompetensi umum (TIU) menjadi Secara logis, analitis, dan sistematis
Proses menjabarkan kemampuan / perilaku / kompetensi umum (TIU) menjadi Secara logis, analitis, dan sistematis
Proses menjabarkan kemampuan / perilaku / kompetensi umum (TIU) menjadi
Proses menjabarkan kemampuan /
perilaku / kompetensi umum (TIU)
menjadi
Secara logis, analitis, dan sistematis
Secara logis, analitis, dan sistematis
Analisis Pembelajaran
Analisis Pembelajaran

1.

Mengidentifikasi semua kompetensi dasar yang harus dikuasai

peserta pelatihan

2.

Menentukan urutan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kaidah prerekuisit

3.

Menentukan titik awal proses pembelajaran (melalui

penentuan perilaku awal mahasiswa)

4.

Memberikan dasar untuk merancang alat evaluasi

INSTRUCTIONAL DESIGN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) GOAL Tujuan Instruksional Umum (TIU) >>>>
INSTRUCTIONAL DESIGN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) GOAL Tujuan Instruksional Umum (TIU) >>>>
INSTRUCTIONAL DESIGN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) GOAL Tujuan Instruksional Umum (TIU) >>>>
INSTRUCTIONAL DESIGN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) GOAL Tujuan Instruksional Umum (TIU) >>>>
INSTRUCTIONAL DESIGN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) GOAL Tujuan Instruksional Umum (TIU) >>>>
INSTRUCTIONAL DESIGN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) GOAL Tujuan Instruksional Umum (TIU) >>>>

INSTRUCTIONAL DESIGN

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)

GOAL Tujuan Instruksional Umum (TIU) >>>> Tujuan Akhir Program Pelatihan

CORE COMPETENCY Standart Kompetensi >>>> Kompetensi Umum

OBJECTIVES Tujuan Instruksional Khusus (TIK) >>>> Tujuan yang mendasari/menunjang TIU

>>>> Tujuan yang mendasari/menunjang TIU BASIC COMPETENCY Kompetensi Dasar >>>>

BASIC COMPETENCY

Kompetensi Dasar

>>>> Kompetensi Khusus

Tujuan yang mendasari/menunjang TIU BASIC COMPETENCY Kompetensi Dasar >>>> Kompetensi Khusus Indikator

Indikator

1. Kemampuan/kompetensi yang akan dicapai oleh mahasiswa jelas dan dirumuskan/ditulis dengan kata kerja

1.

Kemampuan/kompetensi yang akan dicapai oleh

mahasiswa jelas dan dirumuskan/ditulis dengan kata kerja operasional, terukur dan dapat diamati

2.

Objek (konteks yang harus dikuasai oleh mahasiswa) jelas

3.

Berorientasi kepada mahasiswa, bukan kepada Dosen

atau mata kuliah

4.

Berorientasi kepada hasil, bukan kepada proses

5.

Hanya ada satu kemampuan/kompetensi dalam satu perumusan Tujuan Pembelajaran

hasil , bukan kepada proses 5. Hanya ada satu kemampuan/kompetensi dalam satu perumusan Tujuan Pembelajaran 16
A = AUDIENCE C = CONDITION • Siapa mahasiswa kita, • Kapan mengikuti perkuliahan, •
A = AUDIENCE C = CONDITION • Siapa mahasiswa kita, • Kapan mengikuti perkuliahan, •
A = AUDIENCE C = CONDITION • Siapa mahasiswa kita, • Kapan mengikuti perkuliahan, •
A = AUDIENCE C = CONDITION • Siapa mahasiswa kita, • Kapan mengikuti perkuliahan, •

A = AUDIENCE

C = CONDITION

Siapa mahasiswa kita, Kapan mengikuti perkuliahan, Latar belakang pendidikan atau kemampuan yang telah dimiliki. Misal: mahasiswa smt 8, yang sdh mengikuti co- Ass, ……

Kondisi yang diciptakan pada

saat behavior diukur.

Misal: mahasiswa dapat mendiagnosa gejala penyakit pada lambung, setelah mhs diberi kesempatan membaca data status pasien UGD.

B = BEHAVIOUR

D = DEGREE

Kemampuan yang diharapkan dapat

Standar atau kriteria pencapaian

dicapai setelah mengikuti perkuliahan.

Misal: mahasiswa smt 8, yang sdh

behavior pada saat diukur. Misal: mahasiswa smt 8, yang sdh

mengikuti co- Ass, ……

dapat

mengikuti co- Ass, ……

dapat

mendiagnosa gejala penyakit

lambung pasien UGD.

mendiagnosa gejala penyakit lambung pasien UGD, secara tepat (100% tanpa kesalahan)

17

Tujuan Pembelajaran (Kompetensi Umum) Kemampuan Awal 18
Tujuan Pembelajaran (Kompetensi Umum) Kemampuan Awal 18
Tujuan Pembelajaran (Kompetensi Umum) Kemampuan Awal 18

Tujuan

Pembelajaran

(Kompetensi

Umum)

Tujuan Pembelajaran (Kompetensi Umum) Kemampuan Awal 18
Tujuan Pembelajaran (Kompetensi Umum) Kemampuan Awal 18

Kemampuan Awal

Tujuan Pembelajaran (Kompetensi Umum) Kemampuan Awal 18

Komponen Utama

Desain Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran penjabaran kompetensi yang

akan dikuasai oleh pembelajar.

Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi, karakteristik mereka, kemampuan

awal dan pra syarat.

Analisis

Pembelajaran,

merupakan

proses

menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari

Strategi Pembelajaran dan Bahan Ajar

Penilaian Belajar pengukuran kemampuan atau kompetensi yang sudah dikuasai atau belum.

Model-model Desain Pembelajaran 1. Model Dick and Carrey 2. Model Kemp 3. Model ASSURE 4.
Model-model Desain Pembelajaran 1. Model Dick and Carrey 2. Model Kemp 3. Model ASSURE 4.
Model-model Desain Pembelajaran 1. Model Dick and Carrey 2. Model Kemp 3. Model ASSURE 4.
Model-model Desain Pembelajaran 1. Model Dick and Carrey 2. Model Kemp 3. Model ASSURE 4.

Model-model Desain Pembelajaran

1.

Model Dick and Carrey

2.

Model Kemp

3.

Model ASSURE

4.

Model ADDIE

5.

Model Hanafin and Peck

1. Model Dick and Carrey Langkah – langkah Desain Pembelajaran adalah: a. Mengidentifikasikan tujuan umum

1. Model Dick and Carrey

Langkahlangkah Desain Pembelajaran adalah:

a.

Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran.

b.

Melaksanakan analisi pembelajaran

c.

Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa

d.

Merumuskan tujuan performansi

e.

Mengembangkan butirbutir tes acuan patokan

f.

Mengembangkan strategi pembelajaran

g.

Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran

h. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif

i. Merevisi bahan pembelajaran
j. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.

Penggunaan Model Dick and Carey Pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar • (1) pada awal

Penggunaan Model Dick and Carey

Pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar

(1) pada awal proses pembelajaran anak didik atau siswa

dapat mengetahui dan mampu melakukan halhal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran,

(2) adanya pertautan antara tiap komponen khususnya

strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran yang dikehendaki, (3) menerangkan langkahlangkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran

2. Model Kemp Beberapa langkah dalam penyusunan sebuah bahan ajar: a. Menentukan tujuan dan daftar

2. Model Kemp

Beberapa langkah dalam penyusunan sebuah bahan ajar:

a.

Menentukan tujuan dan daftar topik,menetapkan

tujuan umum untuk pembelajaran tiap topiknya;

b.

Menganalisis

karakteristik

pelajar,

untuk siapa

pembelajaran tersebut didesain;

 

c.

Menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai

dengan syarat dampaknya dapat dijadikan tolak ukur perilaku pelajar;

d.

Menentukan isi materi pelajaran yang dapat mendukung tiap tujuan;

Model Kemp …

Model Kemp … e) f) g) h) Pengembangan prapenilaian/ penilaian awal untuk menentukan latar belakang pelajar

e)

f)

g)

h)

Pengembangan prapenilaian/ penilaian awal untuk

menentukan latar belakang pelajar dan pemberian level

pengetahuan terhadap suatu topik;

Memilih aktivitas pembelajaran dan sumber pembelajaran yang menyenangkan atau menentukan strategi belajar- mengajar, jadi siswa siswa akan mudah menyelesaikan tujuan yang diharapkan;

Mengkoordinasi dukungan pelayanan atau sarana penunjang

yang meliputi personalia, fasilitas-fasilitas, perlengkapan, dan jadwal untuk melaksanakan rencana pembelajaran;

Mengevaluasi pembelajaran siswa dengan syarat mereka

menyelesaikan pembelajaran serta melihat kesalahan-

kesalahan dan peninjauan kembali beberapa fase dari perencanaan yang membutuhkan perbaikan yang terus menerus, evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi formatif dan evaluasi sumatif

3. Model ASSURE  Analyze Learners  States Objectives  Select Methods, Media, and Material

3. Model ASSURE

Analyze Learners

States Objectives

Select Methods, Media, and Material

Utilize Media and materials

Require Learner Participation

Evaluate and Revise

4. Model ADDIE

1. Analisa (Analysis )

2.

Disain / perancangan (Design)

3.

Pengembangan (Development )

4.

Implementasi/Eksekusi (Implementation)

5.

Evaluasi/ umpan balik (Evaluation)

5. Model Hanafin and Peck  Fase Analisis keperluan  Fase desain  Fase pengembangan

5. Model Hanafin and Peck

Fase Analisis keperluan

Fase desain

Fase pengembangan dan implementasi (Hannafin & Peck 1988).

PSIKOMOTOR

KOGNITIF

AFEKTIF

KEMAMPUAN BERPIKIR (KOGNITIF) MENGEVALUASI MENSINTESA MENGANALISIS MENERAPKAN MENGERTI MENGINGAT 29

KEMAMPUAN BERPIKIR (KOGNITIF)

MENGEVALUASI

MENSINTESA MENGANALISIS MENERAPKAN MENGERTI MENGINGAT
MENSINTESA
MENGANALISIS
MENERAPKAN
MENGERTI
MENGINGAT
KEMAMPUAN BERPIKIR (KOGNITIF) MENCIPTAKAN/BERKREASI MENGEVALUASI MENGANALISIS MENERAPKAN MENGERTI (Revisi : David R.

KEMAMPUAN BERPIKIR (KOGNITIF)

MENCIPTAKAN/BERKREASI

MENGEVALUASI MENGANALISIS MENERAPKAN MENGERTI (Revisi : David R. Krathwohl, 2001) MENGINGAT
MENGEVALUASI
MENGANALISIS
MENERAPKAN
MENGERTI
(Revisi : David R. Krathwohl, 2001)
MENGINGAT

KEMAMPUAN DALAM SIKAP/NILAI

(AFEKTIF)

MENJADI POLA HIDUP

MENGATUR DIRI

MENGHARGAI

MENANGGAPI

MENERIMA

KEMAMPUAN KETERAMPILAN (PSIKOMOTOR) NATURALISASI MERANGKAIKAN KETEPATAN MENGGUNAKAN MENIRU 31
KEMAMPUAN KETERAMPILAN
(PSIKOMOTOR)
NATURALISASI
MERANGKAIKAN
KETEPATAN
MENGGUNAKAN
MENIRU
31

Desain Pembelajaran

(Rancangan Pembelajaran)

Komponen-Komponen Desain Pembelajaran

@

Tujuan Instruksional Umum

@

Tujuan Instruksional Khusus

@

Tes

@

Materi

@

Strategi /MODEL Instruksional

& Urutan kegiatan (metode)

& Model (teknik-teknik yang

terancang)

& Media

& Waktu

@ Evaluasi Instruksional (Evaluasi

Pelatihan)

GBPP & SAP

PROSES MERUMUSKAN TUJUAN

PEMBELAJARAN

PROSES MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN A. (AUDIENCE) Tentukan, Siapa yang belajar? B. (BEHAVIOR) Tentukan,

A. (AUDIENCE) Tentukan, Siapa yang belajar?

B. (BEHAVIOR)

Tentukan, Kompetensi/perilaku yang diharapkan dicapai peserta

pembelajaran setelah mengikuti kegiatan, terdiri:

Verb (kata kerja operasional) seperti menyebutkan,

menjelaskan, menjelaskan hubungan, memilih, memecahkan

masalah, terbiasa, suka membaca, rajin membantu, sering

bertanya, dsb.

Object (objek atau kata benda) seperti rumus korelasi

,kesehatan, klasifikasi hewan, penyakit masyarakat, hukum permintaan dan penawaran, berita, ibu bekerja,

permasalahan, dsb.

C. (CONDITION) Batasan atau alat yang diberikan kepada peserta pada saat ia di tes

D. (DEGREE)

Tingkat keberhasilan peserta dalam mencapai perilaku yang diharapkan. CONTOH:

Setelah mengikuti proses pembelajaran metode penelitian selama 14

kali pertemuan (c), mahasiswa (a) akan dapat menyusun proposal penelitian (b) untuk digunakan dalam melakukan penelitian dan menulis skripsi (d).

TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL

Evaluasi

Sintesis Analisis Penerapan Pemahaman Ingatan
Sintesis
Analisis
Penerapan
Pemahaman
Ingatan

Bloom

KEMAMPUAN BERPIKIR (KOGNITIF)

TUJUAN INSTRUKSIONAL Evaluasi Sintesis Analisis Penerapan Pemahaman Ingatan Bloom KEMAMPUAN BERPIKIR (KOGNITIF)

Beberapa Contoh Kata Kerja Kognitif

Pengetahuan

Mengidentifikasi

Memilih

Menyebutkan

Membuat daftar

Pemahaman

Membedakan

Menjelaskan

Menyimpulkan

Merangkum

Memperkirakan

Penerapan

Menghitung

Mengembangkan

Menggunakan

Memodifikasi

Mantransfer

Analisis

Membuat diagram

Membedakan

Menghubungkan

Menjabarkan ke dalam bagian-bagian

Sintesis

Menciptakan

Mendesain

Memformulasikan

Membuat prediksi

Evaluasi

Membuat kritik

Membuat penilaian

Membandingkan

Membuat evaluasi

K E M A M P U A N BERSIKAP/NILAI (AFEKTIF) TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN Karakterisasi

KEMAMPUAN

BERSIKAP/NILAI

(AFEKTIF)

TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN

Karakterisasi

Pengorganisasian

Penilaian

Pemberian respon

Penerimaan

Kratwohl,dkk

Beberapa Contoh Kata Kerja Afektif

Pengenalan/Recieving

Mendengarkan

Menghadiri

Melihat

Memperhatikan

Responding

Mengikuti

Mendiskusikan

Berlatih

Berpartisipasi

Mematuhi

Valuing

Memilih

Meyakinkan

Bertindak

Mengemukakan

argumentasi

Pengorganisasian

Memilih

Memutuskan

Memformulasikan

Membandingkan

Membuat sistematisasi

Pengamalan

(Characterization)

Menunjukkan sikap

Menolak

Mendemonstrasikan

Menghindari

TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN

KETERAMPILAN

(PSIKOMOTOR)

NATURALISASI

MERANGKAIKAN

TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN (PSIKOMOTOR) NATURALISASI MERANGKAIKAN KETEPATAN MENGGUNAKAN MENIRU

KETEPATAN

MENGGUNAKAN

MENIRU

Beberapa Contoh Kata Kerja Psikomotor

Immitation

Mengulangi

Mengikuti

Memegang

Menggambar

Mengucapkan

Manipulation

Melakukan tanpa

bentuan visual seperti meniru

Precision

Melakukan dengan tepat

Melakukan dengan

lancar

Melakukan tanpa kesalahan

Articulation

Melakukan dengan tepat

dan :

Selaras

Terkoordinasi

Stabil

Lancar, dsb

Naturalisasi

Melakukan dengan :

Otomatis

Sempurna

lancar

3

2

1

3 2 1 Susunan beberapa kompetensi satu/beberapa kompetensi menjadi prasyarat bagi kompetensi berikutnya

Susunan beberapa kompetensi

satu/beberapa kompetensi menjadi

prasyarat bagi kompetensi berikutnya

MENULIS BAB PENDAHULUAN PROPOSAL PENELITIAN ILMIAH MENJELASKAN HAKIKAT FUNGSI SETIAP UNSUR DALAM BAB PENDAHULUAN
MENULIS BAB PENDAHULUAN PROPOSAL PENELITIAN ILMIAH MENJELASKAN HAKIKAT FUNGSI SETIAP UNSUR DALAM BAB PENDAHULUAN

MENULIS BAB PENDAHULUAN PROPOSAL PENELITIAN ILMIAH

MENULIS BAB PENDAHULUAN PROPOSAL PENELITIAN ILMIAH MENJELASKAN HAKIKAT FUNGSI SETIAP UNSUR DALAM BAB PENDAHULUAN

MENJELASKAN HAKIKAT FUNGSI SETIAP UNSUR DALAM BAB PENDAHULUAN

HAKIKAT FUNGSI SETIAP UNSUR DALAM BAB PENDAHULUAN MENYEBUTKAN UNSUR-UNSUR PENDAHULUAN PROPOSAL PENELITIAN

MENYEBUTKAN UNSUR-UNSUR PENDAHULUAN PROPOSAL

PENELITIAN ILMIAH

STRUKTUR

PROSEDURAL

Kedudukan beberapa kompetensi yang menunjukkan satu rangkaian pelaksanaan kegiatan/ pekerjaan, tetapi antar kompetensi tersebut tidak menjadi prasyarat untuk kompetensi lainnya

1 2 3
1
2
3
Mengolah data kajian media Menyusun instrumen kajian media M e n y u s u

Mengolah data

kajian media

Mengolah data kajian media Menyusun instrumen kajian media M e n y u s u n
Mengolah data kajian media Menyusun instrumen kajian media M e n y u s u n
Mengolah data kajian media Menyusun instrumen kajian media M e n y u s u n

Menyusun

instrumen

kajian media

Menyusun

proposal

kajian media

Mengumpulkan

data

kajian media

Menyusun instrumen kajian media M e n y u s u n proposal kajian media Mengumpulkan
Beberapa kemampuan yang satu dengan lainnya tidak memiliki ketergantungan, tetapi harus dimiliki secara lengkap untuk

Beberapa

kemampuan yang

satu dengan lainnya tidak memiliki ketergantungan, tetapi harus dimiliki

secara lengkap untuk menunjang

kemampuan berikutnya

4

1

2

3

Menjelaskan cara pengolahan susu segar Menjelaskan cara pembuatan mentega Menjelaskan cara pembuatan keju

Menjelaskan cara pengolahan susu segar

Menjelaskan cara pengolahan susu segar Menjelaskan cara pembuatan mentega Menjelaskan cara pembuatan keju
Menjelaskan cara pengolahan susu segar Menjelaskan cara pembuatan mentega Menjelaskan cara pembuatan keju
Menjelaskan cara pengolahan susu segar Menjelaskan cara pembuatan mentega Menjelaskan cara pembuatan keju

Menjelaskan

cara

pembuatan

mentega

Menjelaskan

cara

pembuatan

keju cheddar

Menjelaskan

cara

pembuatan

susu kental

Menjelaskan

cara

pembuatan

susu bubuk

1.

2.

Menulis kompetensi-kompetensi khusus yang ada dalam Tujuan

Instruksional Umum (TIU)

Melakukan analisis dengan cara:

(a) Menentukan kompetensi khusus yang penting dan relevan

dengan kompetensi umum dalam TIU pada kertas-kertas kecil

yang telah disediakan

(b) Menentukan hubungan antar kompetensi khusus dalam

susunan Hirarkhikal/ Prosedural/ Pengelompokan/ Kombinasi

(c) Menggambarkan hubungan antar kompetensi khusus

tersebut dalam bentuk bagan

(bersambung)

(sambungan)

3.

Mengidentifikasi kompetensi khusus yang sudah dikuasai

peserta didik (kompetensi awal)

4.

Membuat garis batas horizontal untuk memisahkan

kompetensi khusus yang sudah dikuasai dari kompetensi

yang belum dikuasai peserta didik

5.

Memberi nomor setiap kompetensi khusus, dimulai dari kompetensi yang paling awal yang harus dikuasai peserta

didik (dimulai dengan nomor 1)

6.

Memberi tanda panah pada kompetensi khusus dimulai dari kompetensi yang paling rendah ke kompetensi yang lebih

tinggi

Penomoran

TIU

15 12 13 14
15
12
13
14
6 11 3 4 5 8 9 10 2 7 1
6
11
3
4
5
8
9
10
2
7
1
Penomoran TIU 15 12 13 14 6 11 3 4 5 8 9 10 2 7

garis entry behaviour

SEKIAN SELAMAT & SEMOGA BAPAK/IBU/SAUDARA(I) SUKSES. AMIN YRA

SEKIAN

SELAMAT & SEMOGA BAPAK/IBU/SAUDARA(I) SUKSES. AMIN YRA
SELAMAT & SEMOGA
BAPAK/IBU/SAUDARA(I) SUKSES. AMIN
YRA