Anda di halaman 1dari 8

Materi

1.

Kerangka kajian tahun 2018.

2.

Potensi transshipment di DPS.

3.

Skema bisnis.

4.

Permintaan dan pendapatan.

5.

Investasi dan biaya operasional.

6.

Analisis keekonomian.

7.

Metodologi kajian tahun 2019.

Kerangka Kajian 2018

Proyeksi permintaan:

Benchmark demand kargo SIN (UN- Comtrade)

Besaran permintaan DPS 25 tahun ke depan

Comtrade) • Besaran permintaan DPS 25 tahun ke depan Proyeksi fasilitas : • Kebutuhan luas area

Proyeksi fasilitas:

Kebutuhan luas area dan fasilitas DPS

Jenis fasilitas DPS (operator dan pemerintah)

Biaya investasi fasilitas

(operator dan pemerintah) • Biaya investasi fasilitas Proyeksi SDM : • Struktur organisasi pengelolaan kargo

Proyeksi SDM:

Struktur organisasi pengelolaan kargo transshipment DPS

Kebutuhan dan job- desc SDM.

Biaya SDM.

DPS • Kebutuhan dan job- desc SDM. • Biaya SDM. Rencana aksi : • Rencana ideal

Rencana aksi:

Rencana ideal

(25 tahun)

Rencana

operasional (5

tahun)

(25 tahun) • Rencana operasional (5 tahun) Analisis ekonomi (25 tahun) : • Operator: layak secara
(25 tahun) • Rencana operasional (5 tahun) Analisis ekonomi (25 tahun) : • Operator: layak secara

Analisis ekonomi (25 tahun):

Operator: layak secara ekonomi? NPV, IRR, Payback period.

Pemerintah:

Direct effect: pajak yang didapakan dari transshipment DPS.

Direct effect: pajak yang didapakan dari transshipment DPS. Analisis regulasi : • Regulasi eksisting. •

Analisis regulasi:

Regulasi

eksisting.

Regulasi ideal.

Kebutuhan

regulasi

Metodologi kajian

Rencana Pemerintah Menjadikan Bandara Ngurah Rai Sebagai Hub Kargo Internasional

Bandara Ngurah Rai Sebagai Hub Kargo Internasional Analisis Kebutuhan Sarpras Analisis Permintaan kargo

Analisis

Kebutuhan

Sarpras

Analisis

Permintaan kargo udara

Analisis LSP

dan SDM

Layak scr ekonomi ?
Layak scr
ekonomi
?

Milestone

Rencana Aksi

Transshipment Hinterland destination Port Hinterland DPS tujuan
Transshipment
Hinterland destination
Port
Hinterland
DPS
tujuan

Consolidation

points

Hinterland asal
Hinterland
asal

Consolidation

points

Hinterland origin Port DPS
Hinterland origin
Port
DPS
asal Consolidation points Hinterland origin Port DPS Origin Port Port Port Port Port Transshipment Port DPS

Origin

Port Port
Port
Port

Port

Port

Hinterland origin Port DPS Origin Port Port Port Port Port Transshipment Port DPS Value-added activities Economic
Hinterland origin Port DPS Origin Port Port Port Port Port Transshipment Port DPS Value-added activities Economic
Hinterland origin Port DPS Origin Port Port Port Port Port Transshipment Port DPS Value-added activities Economic
Hinterland origin Port DPS Origin Port Port Port Port Port Transshipment Port DPS Value-added activities Economic

Port

Transshipment

Port DPS

DPS Origin Port Port Port Port Port Transshipment Port DPS Value-added activities Economic of scale Port

Value-added activities Economic of scale

Port

Port Transshipment Port DPS Value-added activities Economic of scale Port Destination Hasil studi transshipment 2018 4

Destination

Potensi kargo dan logistik

Bandara

Sumber

Populasi

Kargo

 

Tipe bisnis

daya

 

Singapura

Kurang

5,7 juta jiwa

Cargo transit

Transshipment

Sorting

Packaging

Customization

Denpasar

Kurang

+/- 30 juta jiwa (Kawasan Indonesia timur)

Cargo in

Ekspor

Cargo out

Impor

Belum ada

 
 

transshipment

Singapore cargo yearly throughput:

All: 2.006.300 ton

International: 1.969.400 ton

Kondisi transshipment

Aspek

Eksisting

Harapan

 

Hanya sedikit kargo transshipment

Sudah memiliki kargo transshipment

dengan jumlah memadai

Status

(dikelola AP Log dengan kapasitas 36.000 ton/tahun, 100 ton/hari)

Operasi

Fokus ke kargo ekspor dan impor

Memiliki kargo ekspor, impor, dan transshipment

Waktu Operasi

> 3 jam, terkadang 1-2 hari *)

Maksimal waktu menunggu selama 3 jam

Rute

Baru terdapat permintaan +/- 100 ton/hari dengan rute insidental AUS- DPS-JPN/CHN *)

Bisa menangani kargo transshipment yang selama ini melewati Singapura

Tarif

Rp 1.100/kg *)

Target maksimal biaya Rp 1.000/kg, lebih

murah dari SIN.

 

Belum dapat menangani komoditas

Dapat menangani komoditas beku dengan kualitas yang terjaga dan terdapat label halal

Komoditas

beku dengan optimal

Fasilitas

Sebelumnya, tidak ada fasilitas transshipment

Memiliki fasilitas kargo yang lengkap dan baik, serta dapat menunjang pelayanan kargo untuk semua jenis komoditas

*) Berdasarkan wawancara dengan AP Logistik pada kajian tahun 2018

Potensi transshipment di DPS

Rute

 

Via SIN

 

Via DPS

Australia Jepang

9

jam 30 menit

9

jam 40 menit

Australia Korea

10

jam 40 menit

10

jam 20 menit

Australia Tiongkok

8

jam 0 menit

6

jam 20 menit

Australia Qatar

13

jam 5 menit

12

jam 50 menit

Australia Dubai

12

jam 10 menit

12

jam 10 menit

Selandia Baru Jepang

15

jam 25 menit

15

jam 30 menit

Selandia Baru Korea

16

jam 35 menit

16

jam 10 menit

Selandia Baru Tiongkok

13

jam 55 menit

12

jam 10 menit

Selandia Baru Qatar

19 jam 0 menit

18 jam 40 menit

Selandia Baru Dubai

18

jam 5 menit

18

jam 0 menit

Potensi transshipment di DPS

Kunming (KMG) Haikou (HAK) 3h 30m China Eastern, Silk Air, Singapore Airlines 3h 30m Jetstar
Kunming (KMG)
Haikou (HAK)
3h 30m
China Eastern, Silk Air,
Singapore Airlines
3h 30m
Jetstar Asia
Singapore (SIN)
Bali (DPS)
10h 25m
Singapore Airlines, Air New Zealand
8h 40m
Emirates, Jetstar, Qantas
Hasil studi transshipment 2018

Auckland (AKL)

8