Anda di halaman 1dari 7

KOMPONEN MANUSIA

DALAM PARADIGMA
KEPERAWATAN

NAMA ANGGOTA :
1. FARIDA FARMA HANDIKA J210100036
2. KHOIRUN NISAK J210140001
3. KURMALA TASARI J210140002
4. AMALIA DIKA ALFIOFITA J210140003
5. AISYAH MUTIA ASLAM J210140004

JURUSAN S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015
BAB I

PENDAHULUAN

Paradigma adalah suatu cara pandang mendasar atau cara kita melihat,
memikirkan, memaknai, menyikapi, serta memilih tindakan atas fenomena yang
ada. Paradigma adalah suatu diagram atau kerangka berpikir yang menjelaskan
suatu fenomena. Paradigma mengandung berbagai konsep yang terkait dengan
fokus keilmuannya.
Paradigma keperawatan merupakan suatu pandangan global yang dianut
oleh mayoritas kelompok ilmiah (keperawatan) atau hubungan berbagai teori yang
membentuk suatu susunan yang mengatur hubungan berbagai teori tersebut guna
mengembangkan model konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai kerangka
kerja keperawatan.
Paradigma keperawatan terdiri atas empat unsur, yaitu keperawatan,
manusia, sehat-sakit, dan lingkungan. Keempat unsur inilah yang membedakan
paradigma keperawatan dengan teori lain. Teori keperawatan didasarkan pada
keempat konsep tersebut, yakni konsep manusia, konsep sehat-sakit, konsep
lingkungan dan konsep keperawatan sebagai intinya.
Hubungan keempat komponen tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah
ini :
Klien/Manusia

Keperawatan Sehat/Sakit

Lingkungan
BAB II

ISI

Beberapa pengertian paradigma :


1. Paradigma adalah teori-teori yang membentuk susunan yang mengukur
teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan
hal-hal yang perlu diselidiki (Depkes RI, 1989).
2. Paradigma adalah pola pikir dalam memahami dan menjelaskan aspek
tertentu dari setiap kenyataan (Fegurson).
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa paradigma
keperawatan adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat,
memikirkan, memberi makna, menyikapi, dan memilih tindakan terhadap
berbagai fenomena yang ada dalam keperawatan. Dengan demikian, paradigma
keperawatan memberi arah kepada perawat dalam menyikapi dan menyelesaikan
berbagai persoalan yang melingkupi profesi keperawatan seperti aspek pendidikan
dan pelayanan keperawatan serta kehidupan profesi.
Keperawatan berpandangan bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan
titik sentral upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bertolak dari
pandangan ini disusun paradigma keperawatan yang terdiri dari empat konsep
dasar, yaitu : manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sebagai pribadi yang utuh
dan unik mempunyai aspek bio-psiko-sosial-kultural dan spiritual. Manusia dalam
kehidupannya mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi termasuk
kebutuhan pengakuan harkat dan martabat untuk mencapai keseimbangan sesuai
dengan tahap-tahap tumbuh kembang. Menurut Abraham Maslow (1908-1970).
Kebutuhan manusia dapat digolongkan menjadi lima tingkatan kebutuhan, yaitu
kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan keamanan, kebutuhan cinta dan
dicintai, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri.
1. Manusia dikatakan sebagai makhluk unik karena manusia satu dengan
yang lain tidak selalu sama, begitu juga dengan respon terhadap
stimulus.
2. Manusia sebagai sistem terbuka yang dinamis memerlukan berbagai
masukan dari subsistem atau suprasistem. Subsistem terdiri dari sel,
organ, dsb. Suprasistem terdiri dari keluarga, komunitas, dsb.
3. Manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi bio-psiko-sosio-
spiritual-kultural. Ini menjadi prinsip keperawatan bahwa asuhan
keperawatan yang diberikan harus memperhatikan aspek tersebut.
a. Manusia sebagai makhluk biologis memiliki ciri sebagai berikut :
- Terdiri dari sekumpulan organ yang semuanya memiliki fungsi yang
terintegrasi.
- Berkembang biak melalui jalan pembuahan dan pertumbuhan dari bayi
sampai meninggal.
- Memiliki kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan
hidup, seperti oksigen, air, makanan, eliminasi, dll.
b. Manusia sebagai makhluk psiko bermakna bahwa manusia adalah
makhluk berjiwa, memiliki sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk yang
lain, memiliki kemampuan berpikir, kesadaran pribadi. Manusia juga
dinamis selalu berubah dari waktu ke waktu.
c. Manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan orang lain dalam
kehidupannya.
d. Manusia sebagai makhluk spiritual yang memiliki keyakinan dari dalam
dirinya dengan Tuhannya.
BAB III

PEMBAHASAN

Paradigma secara umum adalah teori-teori yang membentuk susunan yang


mengukur teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan
hal-hal yang perlu diselidiki (Depkes RI, 1989). Sedangkan paradigma
keperawatan merupakan suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas
kelompok ilmiah (keperawatan) atau hubungan berbagai teori yang membentuk
suatu susunan yang mengatur hubungan berbagai teori tersebut guna
mengembangkan model konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai kerangka
kerja keperawatan.
Paradigma keperawatan terdiri dari empat unsur, yaitu manusia, sehat-
sakit, lingkungan, dan keperawatan. Manusia berada dititik sentral dalam
paradigma tersebut. Manusia dikatakan sebagai makhluk unik karena manusia
satu dengan yang lain tidak selalu sama. Manusia sebagai sistem terbuka yang
dinamis. Manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi bio-psiko-sosio-
spiritual-kultural. Ini menjadi prinsip keperawatan bahwa asuhan keperawatan
yang diberikan harus memperhatikan aspek tersebut.
Menurut Abraham Maslow manusia memiliki lima kebutuhan dasar yang
terdiri dari kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta dicintai, harga diri, dan
aktualisasi diri.
BAB IV

KESIMPULAN

Keperawatan berpandangan bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan


titik sentral upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bertolak dari
pandangan ini disusun paradigma keperawatan yang terdiri dari empat konsep
dasar, yaitu : manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan.
Menurut Abraham Maslow manusia memiliki lima kebutuhan dasar yang
terdiri dari kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta dicintai, harga diri, dan
aktualisasi diri. Manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi bio-psiko-sosio-
spiritual-kultural. Ini menjadi prinsip keperawatan bahwa asuhan keperawatan
yang diberikan harus memperhatikan aspek tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran


EGC.
Kusnanto. 2003. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta
: Penerbit Buku Kedokteran EGC.