Anda di halaman 1dari 8

LTM

“MANAJEMEN WAKTU”

Oleh:

(Resti Ikhda Syamsiah 196070300111029)

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2019
Kata Pengantar

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan nikmat, taufik serta hidayah-Nya yang sangat besar
sehingga saya pada akhirnya bisa menyelesaikan laporan tugas mandiri tepat pada
waktunya.

Rasa terima kasih juga kami ucapkan kepada dosen pembimbing yang selalu
memberikan dukungan serta bimbingannya sehingga laporan tugas mandiri ini
dapat disusun dengan baik.

Semoga laporan tugas mandiri yang telah kami susun ini turut memperkaya
khazanah ilmu dalam bidang keperawatan serta bisa menambah pengetahuan dan
pengalaman para pembaca.

Selayaknya kalimat yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang


sempurna. Kami juga menyadari bahwa laporan tugas mandiri ini juga masih
memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu kami mengharapkan saran serta
masukan dari para pembaca sekalian demi penyusunan dengan bahasan serupa yang
lebih baik lagi.

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan institusi yang komplek dan dinamis padat
karya, modal, serta dipengaruhi oleh lingkungan internal internal dan eksternal
yang selalu berubah (Depkes RI, 2012). Motivasi membutuhkan kegiatan baik
fisik maupun mental. Kualitas kerja perawat sangat dipengaruhi oleh motivasi
kerja yang dimiliki. Walaupun fasilitas perawatan memadai, organisasi dan
manajemennya baik, prosedur kerja pun baik tapi tanpa memiliki motivasi kerja
yang tinggi maka akan sulit bagi perawat untuk dapat memberikan pelayanan
yang memuaskan kepada pasien dan keluarganya (Ravianto, 2011).
Manajemen kesehatan kabupaten yang tidak efektif berpotensi
berdampak pada kinerja sistem kesehatan dan pengiriman layanan. Namun,
sedikit yang diketahui tentang praktik pengelolaan kesehatan kabupaten dan
alokasi waktu dalam sistem kesehatan yang terbatas sumber daya.Penelitian
yang dilakukan oleh Inayah (2013) yang dilakukan di rumah sakit B
menunjukan bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap motivasi
berprestasi perawat pelaksana adalah manajemen waktu perawat. Oleh karena
itu perlu dilakukan pemahaman lebih dalam mengenai manajemen waktu serta
peranya di lingkung pelayanan kesehatan.
B. Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan tugas mandiri ini yaitu menjelaskan mengenai
manajemen waktu serta peranannya dilingkup kesehatan dalam jurnal yang ada.
C. Manfaat
Manfaat dari penulisan laporan tugas mandiri ini yaitu mahasiswa mengetahui
tentang manajemen waktu serta peranannya dilingkup kesehatan dalam jurnal
yang ada.
BAB II
ISI
A. Identitas Jurnal 1
1. Judul
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan, Manajemen Waktu, Dan
Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Perawat Di RSUD Haji Provinsi
Sulawesi Selatan
2. Penulis
Nuning Gustian, Muzakkir, & Hasmin Tamsah
3. Nama jurnal
Jurnal Mirai Management
B. Pendahuluan
Perawat yang termotivasi akan menghasilkan penampilan kerja dan semangat
kerja/disiplin waktu yang baik yang secara langsung berdampak pada klien
sebagai penerima asuhan keperawatan. Hasil studi pendahuluan yang penulis
peroleh di sebuah RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan ditemukan belum
optimalnya pengorganisasian waktu pembuatan dokumen asuhan keperawatan.
C. Metode
Metode survey dengan pendekatan kuantitatif, populasinya seluruh perawat di
RSUD Sulawesi Selatan khususnya ruang Ar-Rahim I, Ar-Rahim II, Ar-
Rohman, Sayang Dhuafa yang berjumlah 40 orang, dengan jumlah sampel
sebanyak 40 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling.
D. Hasil
Ada pengaruh gaya kepemimpinann kepala ruangan, manajemen waktu, dan
kompensasi sebesar 90,6% terhadap motivasi kerja perawat.
E. Kesimpulan
Baik secara serempak maupun secara parsial variable gaya kepemimpinan
kepala ruangan, manajemen waktu, kompensasi, berpengaruh positif dan
signifikan terhadap motivasi kerja perawat di RSUD haji provinsi Sulawesi
Selatan. Karena nilai F hitung keseluruhan variabel lebih besar dari nilai F tabel
dan nilai t hitung keseluruhan variabel lebih besar dari t tabel.
F. Identitas jurnal 2
1. Judul
What Do District Health Managers in Ghana Use Their Working Time for?
A Case Study of Three Districts
2. Penulis
Marc Bonenberger, Moses Aikins, Patricia Akweongo, Xavier Bosch-
Capblanch & Kaspar Wyss
3. Nama jurnal
Plos One
G. Pendahuluan
Manajemen kesehatan kabupaten yang tidak efektif berpotensi berdampak pada
kinerja sistem kesehatan dan pengiriman layanan. Namun, sedikit yang
diketahui tentang praktik pengelolaan kesehatan kabupaten dan alokasi waktu
dalam sistem kesehatan yang terbatas sumber daya. Oleh karena itu, studi
penggunaan waktu dilakukan untuk memahami praktik penggunaan waktu saat
ini dari manajer kesehatan kabupaten di Ghana.
H. Metode
Semua 21 manajer kesehatan kabupaten yang bekerja di tiga kabupaten di
Wilayah Timur dimasukkan dalam penelitian dan diikuti selama tiga
bulan.Wawancara retrospektif harian tentang penggunaan waktu.
I. Hasil
Manajer kesehatan kabupaten menggunakan sebagian besar waktu kerja mereka
untuk manajemen data (16,6%), menghadiri lokakarya (12,3%), manajemen
keuangan (8,7%), pelatihan staf (7,1%), obat-obatan dan manajemen persediaan
(5.0%), dan perjalanan (9,6%). Studi ini menemukan variasi signifikan
penggunaan waktu lintas kader manajerial serta variasi penggunaan waktu
mingguan yang tinggi secara impulsed terutama oleh program vertikal nasional.
J. Kesimpulan
Manajer kesehatan distrik di Ghana menggunakan sebagian besar waktu kerja
mereka hanya dalam sedikit kegiatan dan program vertikal sangat memengaruhi
penggunaan waktu mereka.
BAB III
PEMBAHASAN
Manajemen waktu merupakan penggunaan waktu yang tersedia secara
optimal. Dalam jurnal pertama dibahas mengenai pengaruh manajemen waktu
terhadap motivasi kerja perawat di RSUD haji provinsi Sulawesi Selatan. Hasilnya
menjelaskan bahwa manajemen waktu yang cukup akan meningkatkan efesiensi
organisasi. Indikator yang dominan membentuk variabel manajemen waktu adalah
x2.1 yaitu Pengelolaan tugas yang dimiliki pada saat ini sangat sesuai dengan
pekerjaan yang dilakukan dengan nilai rata-rata 4,67 sedangkan indikator
komunikasi yang baik yaitu x2.4 dengan nilai rata-rata 4,33.
Hal tersebut menunjukan bahwa pengelolaan tugas kepala ruangan terhadap
perawat RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan pada saat ini sudah sangat sesuai
dengan pekerjaan yang dilakukan serta tugas yang dilakukan pada saat ini sudah
sangat bagus sesuai dengan peran kepemimpinan dalam manajemen waktu yaitu
kesadaran diri terhadap halangan dan hambatan pribadi dalam manajemen waktu
yang efisien, mengakui bagaimana sistem nilai seseorang memengaruhi
penggunaan waktu dan harapan para staf, berperan sebagai role model, pendukung,
dan narasumber bagi orang lain dalam menetapkan prioritas untuk pencapaian
tujuan, membantu staf dalam bekerja secara kooperatif untuk memaksimalkan
penggunaan waktu.
Berdasarkan persamaan regresi linier berganda maka dapat
diinterpretasikan bahwa b2= 0,356 yang menunjukkan bahwa manajemen waktu
berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja perawat di RSUD Haji Provinsi
Sulawesi Selatan. Hal ini berarti semakin tinggi manajemen waktu, maka maka motivasi
kerja perawat di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan cenderung baik cenderung
meningkat. Hal tersebut sesuai dengan kunci manajemen waktu yang optimal yaitu dengan
cara memprioritaskan tugas, mengelola dan mengendalikan krisis, mengurangi stress, serta
menyeimbangkan pekerjaan dan waktu pribadi.
Jurnal yang kedua membahas tentang manajemen waktu yang dilakukan
untuk memahami praktik penggunaan waktu saat ini dari manajer kesehatan
kabupaten di Ghana. Waktu yang digunakan oleh manajer kesehatan selain untuk
mengolah data yang ada, manajer juga melakukan pemantauan, pengawasan,
pelatihan staf, manajemen keuangan, pertemuan dan pengunjung, bengkel, dan
perjalanan. Yang membutuhkan waktu lebih Panjang.
Manajer kesehatan kabupaten sangat mengabaikan pengelolaan bangunan
dan peralatan serta hanya menggunakan sebagian kecil dari waktu kerja mereka
dalam kegiatan tersebut. Sebaliknya, tingkat kepuasan kerja petugas kesehatan yang
lebih tinggi dengan pelatihan dalam layanan dan pengawasan dapat menjadi hasil
dari manajer kesehatan kabupaten mengalokasikan proporsi yang lebih besar waktu
kerja mereka untuk kegiatan ini. manajer kesehatan kabupaten sering pergi ke
Departemen Kesehatan dan kementerian lain di Indonesia Ibukota Ghana, Accra,
untuk pengiriman informasi dan ke RHA di Koforidua untuk bertukar atau
menyampaikan informasi, dan untuk menghadiri lokakarya dan rapat.
Tingginya jumlah waktu yang digunakan hanya dalam beberapa kegiatan,
pada saat yang sama mengabaikan kegiatan yang lain menunjukkan bahwa manajer
kesehatan kabupaten mungkin tidak mempraktikkan manajemen waktu yang
efisien. Praktik penggunaan waktu yang tidak efisien sering kali memiliki penyebab
eksternal. Sebagai contoh, manajemen data sering kali menuntut proporsi waktu
kerja yang tinggi, karena para manajer kesehatan kabupaten menerima data rutin
dari fasilitas kesehatan di kecamatan yang mengharuskan mereka untuk menunggu
kantor sampai semua kepala fasilitas memberikan data mereka di mana mereka
biasanya hanya melakukan penulisan email dan panggilan telepon.
Studi ini menunjukkan bahwa manajer kesehatan kabupaten menggunakan
sebagian besar waktu kerja mereka untuk kegiatan yang terkait dengan program
vertikal dan ini mendorong pengawasan kesehatan pemberian layanan di tingkat
perangkat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa keuntungan efisiensi
dalam penggunaan waktu dimungkinkan untuk manajer kesehatan kabupaten. ini
tidak mungkin dicapai tanpa perbaikan dalam sistem kesehatan umum, karena
inefisiensi tampaknya sebagian besar disebabkan oleh faktor eksternal.