Anda di halaman 1dari 2

Lembar Penugasan 2

1. Salah satu masalah besar di negeri ini adalah maraknya kasus korupsi yang
menimpa di kalangan pejabat dan elit-elit politik. Sebagai generasi muda penerus
masa depan bangsa, langkah-langkah konkrit apa yang saudara usulkan untuk
memberantas korupsi di Indonesia?

Jawab :

Sebagai mahasiswa, langkah langkah awal yang saya lakukan untuk mencegah korupsi yakni
pembenahan terhadap diri dan kampus. Artinya, mahasiswa harus mendemonstrasikan bahwa diri dan
kampusnya harus bersih dan jauh dari perbuatan korupsi. Untuk mewujudkan hal tersebut, upaya
pemberantasan korupsi dimulai dari awal masuk perkuliahan. Pada masa ini merupakan masa
penerimaan mahasiswa, dimana mahasiswa diharapkan mengkritisi kebijakan internal kampus. Di
samping itu, mahasiswa melakukan kontrol terhadap jalannya penerimaan mahasiswa baru dan
melaporkan kepada pihak-pihak yang berwenang atas penyelewengan yang ada. Selain itu, mahasiswa
juga melakukan upaya edukasi terhadap rekan-rekannya ataupun calon mahasiswa untuk menghindari
adanya praktik-praktik yang tidak sehat dalam proses penerimaan mahasiswa.

2. Narkoba merupakan salah satu bentuk kejahatan yang tergolong dalam extra
ordinary crime, apa maksudnya?
Jawab :

Narkoba termasuk dalam kejahatan Extra ordinary crime karena narkoba merupakan sebuah kejahatan
yang luar biasa yang memiliki dampak negatif bukan hanya bagi satu orang melainkan satu negara bisa
terkena imbasnya. Dampak negatifnya juga mempengaruhi banyak aspek yakni aspek
ekonomi,hukum,sosial,budaya,politik,dan keamanan.

3. Unesa telah berkomitmen menerapkan zero radicalm. Sebagai mahasiswa baru di


Unesa, apa yang anda lakukan untuk mendukung kebijakan tersebut?

Jawab :

Sebagai mahasiswa baru, saya sangat mendukung adanya zero radicalism di Universitas Negeri Surabaya.
Berikut beberapa dukungan yang bisa dilakukan mahasiswa baru :

1. Menciptakan dan Mendukung Aksi Perdamaian

2. Menyaring berita yang didapat dan tidak ditelan mentah mentah,tetapi dicari terlebih dahulu
kebenarannya

3. Menjalin kebersamaan dan kekompakan

4. Toleransi terhadap perbedaan agama,suku,ras dan bahasa


4. Sebutkan dan jelaskan tentang 4 pilar kebangsaan!
Jawab :

ada empat pilar kebangsaan, antara lain :

1. Pilar Pancasila

Pancasila merupakan pilar pertama untuk kokohnya negara-bangsa Indonesia. Pemikiran dasar mengapa
Pancasila berperan sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sila yang terdapat dalam
Pancasila yang menjadi belief system.

2. Pilar Undang Undang Dasar 1945

UUD 1945 merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Tentu saja
masyarakat perlu memahami makna yang terdapat pada pembukaan Undang-Undang Dasar
tersebut.Tidak memahami prinsip yang terdapat pada pembukaan UUD 1945 maka tidak mungkin untuk
melakukan evaluasi terhadap pasal-pasal yang ada pada batang tubuh UUD yang menjadi derivatnya.

3. Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ada banyak bentuk negara yang ada di dunia ini. Dan para pendiri bangsa Indonesia memilih bentuk
Negara Kesatuan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para pendiri bangsa kita memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia melalui berbagai
pertimbangan. Alasan utama para pendiri bangsa Indonesia memilih bentuk negara kesatuan adalah
karena sejarah strategi pecah belah (devide et impera) yang dilakukan Belanda bisa berhasil karena
Indonesia belum bersatu pada masa penjajahan.

terbukti, setelah negara Indonesia berbentuk negara kesatuan, taktik pecah belah tersebut dapat
dipatahkan. Inilah yang menjadi dasar dalam membentuk negara kesatuan.

4. Pilar Bhineka Tunggal Ika

Indonesia memiliki semboya “Bhineka Tunggal Ika ” yang artinya “Berbeda-beda tetapi satu jua ”.
Semboyan ini pertamakali diungkapkan oleh Mpu Tantular, seorang pujangga dari kerjaan Majapahit
pada pemerintahan Raja Hayamwuruk sekitar tahun 1350 – 1389.

Sesanti atau semboyan itu dituangkan dalam karyanya Kakawin Sutasoma, yang berbunyi “Bhinna Ika
Tungga Ika, tan hana dharma mangrwa” yang berarti “Berbeda-beda itu, satu itu, tak ada pengabdian
yang mendua”.

Pada masa itu pemerintahan kerajaan Majapahit menjadikan sesanti tersebut menjadi prinsip hidup
mereka. Hal ini untuk mengantisipasi perpecahan di masyarakat mereka yang memang terdapat
keanekaragaman agama. Meskipun mereka berbeda agama tetapi mereka tetap satu dalam pengabdian.