Anda di halaman 1dari 38

METODA PELAKSANAAN

PEKERJAAN
Renovasi Rumah Dinas Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo,
dan Maluku Utara Tahun Anggaran 2019

LOKASI
Kompleks Perumahan Pajak Wale Temboan, Jalan 17
Agustus, Manado

TAHUN ANGGARAN
2019

METODA PELAKSANAAN
INFORMASI PEKERJAAN

Pekerjaan : Pekerjaan Renovasi Rumah Dinas Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah,
Gorontalo, dan Maluku Utara TahunAnggaran 2019
Lokasi : Kompleks Perumahan Pajak Wale Temboan, Jalan 17 Agustus, Manado
Tahun Anggaran : 2019
Durasi Kerja : 90 (sembilan puluh) hari kalender

LINGKUP PEKERJAAN

I. Pekerjaan Persiapan
II. Pekerjaan Pasangan
III. Pekerjaan Atap
IV. Pekerjaan Elektrikal & Sanitair
V. Pekerjaan Pengecatan
VI. Pekerjaan Kusen
VII. Pekerjaan Eksterior
VIII. Lain - Lain

MANAJEMEN PROYEK

Pada pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan dikelola oleh tenaga-tenaga yang
berkompeten di bidangnya.

1. Struktur Organisasi
- Pelaksanaan proyek di lapangan dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin
Manager Pelaksana yang dalam pelaksanaan sehari-hari dibantu antara lain oleh beberapa
tenaga staf lapangan yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing.
- Manager Pelaksana memimpin seluruh kegiatan proyek baik di bidang administrasi
teknik, keuangan maupun kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

METODE PENCAPAIAN PROYEK

- Agar system manajemen dapat berjalan dengan baik, Kami Telah menerapkan kebijakan
mutu untuk memberikan jaminan mutu terhadap proses Yang dihasilkan.
- Manajemen tersebut di atas dalam pelaksanaannya ditunjang sarana-sarana lain berupa
perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali dan perangkat keras(hardware)
sebagai penunjang pelaksanaan pekerjaan.

TENAGA KERJA
Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan dalam proyek ini terdiri atas :
1. Manajer Pelaksana
2. Petugas K3
3. Manajer Keuangan

METODE PENGENDALIAN PROYEK


Metode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini :
PEMILIHAN ALAT
Diusulkan pemilihan peralatan secara tepat, baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitas
disesuaikan dengan kondisi lapangan dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan, sehingga
menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan, yakni tepat biaya, tepat mutu dan tepat
waktu.

PENGADAAN BAHAN
Pendatangan bahan dikendalikan oleh bagian logistic dengan mengikuti kebutuhan
material dan spesifikasi teknik.

PENGAMANAN (SECURITY)
Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, perusahaan menyediakan tenaga keamanan
dengan kebutuhan, yang bertugas dalam hal :

1. Pengamanan terhadap proyek pada umumnya


2. Pengamanan terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk mencegah dari pencurian

KOORDINASI ANTAR DISIPLIN


1. Rapat Koordinasi
2. Program dan Scheduling

PROGRAM JAMINAN MUTU/QUALITY ASSURANCE


Untuk tercapainya hasil kerja yang baik sesuai mutu dan spesifikasi yang disyaratkan,
Maka disusun program pengendalian mutu/quality control terhadap pelaksanaan
pekerjaan,antara lain melakukan control terhadap :
- Material yang akan digunakan, dengan cara pengetesan sesuai syarat
- Kualifikasi tenaga kerja yang akan digunakan
- Proses pelaksanaan pekerjaan dengan standar instruksi kerja untuk mencapai
- pekerjaanyang sesuai syarat
- Prosedur inspeksi dan test sebagai persyaratan mutu

Direksi Keet, Kantor Kontraktor dan Gudang


Menyediakan kantor Direksi Pekerjaan tempat untuk para Staf Direksi Pekerjaan melakukan tugasnya.
Kantor Kontraktor dan gudang-gudang material/alat disesuaikan dengan kebutuhan
dilapangan.Bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan tersebut diatas berikut lokasinya harus
mendapat persetujuan dari Direksi

Program Pelaksanaan dan Laporan


Program Pelaksanaan.
Penyedia Jasa harus melaksanakan program pelaksanaan sesuai dengan syarat-syarat kontrak
dengan menggunakan Critical Path Methode (CPM) network. Program tersebut harus dibuat dalam 2
(dua) bentuk yaitu bar-chart dan daftar yang diperlihatkan setiap kegiatan :
a) Mulai tanggal paling awal
b) Mulai tanggal paling akhir
c) Waktu yang diperlukan
d) Waktu float
e) Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan.
Aktivitas yang dilihat pada program harus sudah termasuk pelaksanaan sementara dan tetap,
kelonggaran waktu yang diperlukan untuk persiapan dan persetujuan gambar-gambar
pengiriman peralatan dan bahan kelapangan dan juga kelonggaran dengan adanya hari libur
umum dan hari libur keagamaan.

METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN PERSIAPAN
Pembersihan
Pembersihan Lokasi Awal meliputi pembersihan area pembangunan dari material-material yang dapat
mengganggu pekerjaan. Pembersihan lapangan akan diiringi dengan penempatan area penumpukan
material.
Peralatan yang digunakan adalah gerobak, sekop, dan alat bantu lainnya.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Pek. Pengukuran dan Pas. Bouplank


Pengukuran dilakukan untuk mengetahui ketinggian dan keadaan tofografi daerah pekerjaan secara
memanjang dan secara melintang sebelum pekerjaan dimulai yang disebut MC 0%. Setelah
pengukuran dilaksanakan maka akan dihasilkan gambar yang akan dilengkapi dengan rencana
letak bangunan dan sebagai acuan pekerjaan di lapangan.
Cara Pelaksanannya Pengukuran
- Kami selaku penyedia mempersiapkan peralatan ukur (waterpass dan theodolite), pekerja
atau juru ukur, patok – patok serta peralatan lainnya yang diperlukan untuk pengukuran.
Kami juga menggunakan alat ukur yang mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi untuk
pengukuran Pekerjaan ini kami mulai dengan memasang patok yang terbuat dari balok
kayu dengan jarak yang telah ditentukan
- Patok – patok yang telah terpasang tidak boleh goyang dan berpindah tempat karena
telah memiliki elevasi yang didasarkan pada BM sekitar setelah dilakukan pengukuran.
- Setelah data pengukuran kami peroleh dan diolah maka akan dihasilkan gambar kerja
(working drawing) sebagai panduan pekerjaan di lapangan yang harus disetujui dahulu oleh
direksi
- Setelah pekerjaan lapangan selesai maka diadakan pengecekan dan pengukuran ulang
di lokasi pekerjaan (MC 100%) untuk membuat gambar purna laksana (asbuilt drawing)
sebagai tanda pekerjaan selesai.

Cara Pelaksanannya Bowplank


- Bowplank adalah papan-papan yang dipasang disekitar lokasi pekerjaan
- Bowplank dipasang mendatar sesuai ketinggian rencana, dan dipaku pada beberapa
tempat untuk menarik benang-benang as
- Benang-benang as ini menjadi acuan dalam semua pekerjaan yang menyangkut letak
elemen bangunan.
- Bowplank tidak perlu dipasang menerus, pada beberapa tempat dapat dikosongkan untuk
jalan pekerja

Aktivitas Aktivitas pemasangan


pengukuran bouwplank

Contoh Gambar Pengukuran dan pemasangan Bouplank

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Papan Nama Proyek


Bentuk dan ukuran papan nama kegiatan fisik ditetapkan sebagai berikut:
a. Papan nama kegiatan dibuat multiplek tebal 8 mm dengan ukuran
lebar 240 cm dan tinggi 120 cm.
b. Papan nama dipasang pada tiang kaso ukuran 5/7 cm dengan
ketinggian disesuaikan kondisi lapangan.
c. Jenis tulisan memakai huruf cetak, tulisan dan garis warna hitam.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN PEMBONGKARAN
Sebelum pekerjaan bongkaran dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan pengamanan terhadap
lingkungan sekitar. Pengamanan terhadap utilitas bangunan selalu didahulukan sebelum
pembongkaran.

Peralatan yang dipakai :


 Linggis
 Palu
 Gergaji
 Perlengkapan listrik
 Jaring pengaman
 Pagar pembatas
Pekerjaan bongkaran ini meliputi :.
a. Bongkar
Seluruh utilitas diamankan, disediakan air untuk mengurangi debu pada area bongkaran.
Seluruh utilitas diamankan termasuk instalasi yang ada digunakan air untuk mengurangi
debu

Buang Puing
Selama melaksanakan kegiatan proyek kami kontraktor pelaksana bekerja selalu memperhatikan
kebersihan proyek. Puing-puing bekas bobokan ataupun sisa material yang tdak terpakai kami
kumpulkan satu tempat kemudian kami buang ke luar lokasi dengan mobil truck milik kontraktor.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN PASANGAN
Galian Tanah
Cara pelaksanaan :
- Semua peralatan dan perlengkapan untuk menggali kami sediakan terlebih dahulu di
lokasi pekerjaan. Seperti : cangkul, sekop, keranjang, dll.
- Sebelum pekerjaan galian tanah dilaksankan terlebih dulu dipasang profil kayu dan
dipasang benang pada puncaknya yang berguna untuk menentukan lebar yang di inginkan .
- Pekerjaan galian dilaksankan patok per patok setelah pekerjaan galian tanah sesuai dengan
elevasi rencana).
- sebelum pekerjaan galian tanah dilaksanakan ,gambar hasil pengukuran sudah disetujui
oleh pihak proyek.
- Pekerjaan galian tanah dilaksanakan setelah request dari pelaksana disetujui oleh
pengawas pekerjaan.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

pekerjaan pondasi batu belah 1per4ps


- Sebelum pelaksanaan pasangan batu dimulai dilakukan pemasangan bowplank dan
profil yang dipasang pada 2 bagian ujung pasangan batu atau jarak ± 3 m untuk
menjamin dimensi pasangan batu sesuai dengan Gambar Rencana.

- Material dan alat pencampur adukan/spesi dipersiapkan, batu dibersihkan dan dibasahi
seluruh permukaannya sebelum dipasang.
- Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar.
- Pemasangan masing-masing batu dengan diberi alas adukan, semua sambungan diisi
padat dengan adukan pada waktu pekerjaan berlangsung.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN SLOOF
PELAKSANAAN
Bekisting
Cara pelaksanaan :
 Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang
disyratkan pada gambar
 Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton
basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
 Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag
struktur beton sesuai yang direncanakan
 Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
 Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
 Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak
merusak beton
 Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik secara vertical
maupun horizontal

Pembesian
Pemasangan pembesian disambungkan pada bagian kolom yang telah diberi tulangan stut
sebelumnya.

Pengecoran
 Sebelum melakukan pengecoran beton terlebih dahulu kontraktor membuat Job Mix Formula
untuk menentukan komposisi campuran yang diperlukan sehingga didapatkan mutu beton
yang sesuai dengan yang diharapkan. Job Mix Formula yang telah dibuat kontraktor
diserahkan kepada direksi maupun pengawas lapangan untuk disetujui. Pengecoran beton
dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk pengecoran beton yang dinyatakan dalam
permohonan pelaksanaan kerja.
 Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan perkuatan acuan
diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
 Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
 Tuang beton ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang
tawon.Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.

Pembuatan Adukan Beton


Mengaduk Beton Secara Maksimal (memakai mesin molen)
Pada mesin pengaduk beton pengisian komponen beton kering dan penuangan dilakukan dengan
mengubah keringan tabung pengaduk beton. Jika tabung berdiri tegak, maka pencampuran beton
tidak dijalankan, karena itu tabung pengaduk beton selalu berputar dalam keadaan miring. Cara mesin
pengaduk beton sederhana sekali (karena diciptakan sebagai alat pengaduk beton) dan sangat umum,
terutama sebagai mesin pengaduk beton yang agak kecil.
Pengecoran :
- Pengecoran dilakukan pada cuaca yang baik/cerah.
- Bahan/material komponen beton dicampur dengan Molen
- Campuran beton dituang ketempat kotak pengaduk, gerobag dorong, talang
sesuai kondisi dilapangan dan disetujui oleh Direksi.
- Penyelesaian pelaksanaan pengecoran dihitung pada saat keluar dari Molen,
kecuali bila diberi bahan pembantu untuk memperlambat proses pengerasan
beton. Adukan beton tidak boleh dijatuhkan melebihi tinggi 1,5 m untuk menjaga
terjadinya segresi.

Setelah pengecoran beton selesai, permukaan beton harus tetap dalam keadaan
lembab dengan cara :
- Ditutup dengan karung basah
- Menggenangi dengan dengan air sampai selama waktu perawatan minimal 7 hari
atau sesuai petunjuk Direksi.
- Pembongkaran perancah dan acuan setelah beton umur minimal 7 hari atau sesuai
petunjuk Direksi.
- Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan / gambar terpasang (as built drawing) sebagai dasar volume
pekerjaan yang akan dimintakan pembayarannya ( termin ) dan bila terjadi pekerjaan
tambah kurang maka pengajuan paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan
berakhir (spesifikasi teknik ).
- Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
- Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
- Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
- Penyelesaian pekerjaan ini direncanakan sesuai dengan Kurva “ S “.
Metoda Slump Tes Beton

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

pasangan pasir urug


 Peralatan : alat bantu
 Tenaga : Mandor, pekerja
 Bahan : Pasir Urug
 Metode :
- Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
- Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan
dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
- Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan
Spesifikasi Teknis yang ada.
- Material pasir urug diantar leveransir sampai ke lokasi pekerjaan, ditempatkan dititik -
titik yang akan diberi urugan sesuai gambar kerja / petunjuk Direksi.
- Hamparan dibasahi dengan air sebelum dipadatkan.
- Selama pemadatan sekelompok Pekerja akan merapikan tepi hamparan dengan
menggunakan alat bantu.
- Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan / gambar terpasang ( as built drawing) sebagai dasar Bobot
pekerjaan yang akan dimintakan pembayarannya ( termin ) dan bila terjadi pekerjaan
tambah kurang maka pengajuan paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan
berakhir ( spesifikasi teknik ).
- Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
- Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
- Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
- Penyelesaian pekerjaan ini direncanakan sesuai dengan Kurva “ S “.
- Dasar pembayaran urugan pasir diukur M3 (meter kubik).

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN KOLOM
Langkah-langkah dalam pekerjaan kolom sebagai berikut :
Pembesian
 Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
 Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan dilaksanakan
sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
 Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan
Spesifikasi Teknis yang ada.
 Sebelum mendatangkan baja tulangan, seluruh daftar ukuran dan daftar bengkokan baja
tulangan disiapkan oleh Penyedia Jasa dan dimintakan persetujuan kepada Direksi.
 Pemesanan / pengadaan besi beton baik jumlah, diameter, mutu sesuai dengan gambar
rencana dan spesifikasi teknik serta standar nasional Indonesia NI-2.
 Pengiriman besi beton ke lokasi proyek dimana tempat penurunan / penyimpanan, besi
ditumpuk / disusun dibawahnya diberi balok kayu agar tidak kontak langsung dengan
tanah untuk menjaga perubahan bentuk ( karat ). Dalam pengiriman besi beton disertakan
sertifikat / surat hasil pemeriksaan dan pengujiannya untuk diserahkan kepada Direksi.
 Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan dengan alat bantu sesuai gambar dan spesifikasi
yang disetujui Direksi.
 Pemasangan dan penempatan besi tulangan yang sudah siap dipasang, dipasang tepat
pada tempat kedudukan yang ditunjukkan dalam gambar rencana dan agar besi tidak
berubah kedudukan pada saat pelaksanaan pengecoran beton harus diikat kawat bendrat,
diganjal besi/ cakar ayam diantara besi tulangan serta diberi beton deking agar besi
terselimuti beton dengan sempurna (beton deking dibuat sesuai dengan persyaratan
spesifikasi dan selimut beton rencana).
 Sebelum dimulai pengecoran, dilakukan pemeriksaan penempatan baja-baja tulangan.
 Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi.
 Penyelesaian pekerjaan ini direncanakan sesuai dengan Kurva “ S “.

Bekisting untuk Kolom beton


- Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti
yang disyratkan pada gambar
- Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh
beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
- Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap
bag struktur beton sesuai yang direncanakan
- Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
- Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusk/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
- Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak
merusak beton
- Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol kelurusan antar kolom dan kelurusan
vertikal dengan 2 sisi yang berbeda menggunakan lot grafitasi atau theodolit

Pengecoran Kolom

Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai, dalam
hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk semua kolom pada ketinggian tertentu
sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari kolom 1 dan dilanjut ke kolom
berikutnya.

Pembuatan Adukan Beton


Mengaduk Beton Secara Maksimal (memakai mesin molen)
Pada mesin pengaduk beton pengisian komponen beton kering dan penuangan dilakukan dengan
mengubah keringan tabung pengaduk beton. Jika tabung berdiri tegak, maka pencampuran beton
tidak dijalankan, karena itu tabung pengaduk beton selalu berputar dalam keadaan miring. Cara mesin
pengaduk beton sederhana sekali (karena diciptakan sebagai alat pengaduk beton) dan sangat umum,
terutama sebagai mesin pengaduk beton yang agak kecil.
Pengecoran :
- Pengecoran dilakukan pada cuaca yang baik/cerah.
- Bahan/material komponen beton dicampur dengan Molen
- Campuran beton dituang ketempat kotak pengaduk, gerobag dorong, talang
sesuai kondisi dilapangan dan disetujui oleh Direksi.
- Penyelesaian pelaksanaan pengecoran dihitung pada saat keluar dari Molen,
kecuali bila diberi bahan pembantu untuk memperlambat proses pengerasan
beton. Adukan beton tidak boleh dijatuhkan melebihi tinggi 1,5 m untuk menjaga
terjadinya segresi.

Setelah pengecoran beton selesai, permukaan beton harus tetap dalam keadaan
lembab dengan cara :
- Ditutup dengan karung basah
- Menggenangi dengan dengan air sampai selama waktu perawatan minimal 7 hari
atau sesuai petunjuk Direksi.
- Pembongkaran perancah dan acuan setelah beton umur minimal 7 hari atau sesuai
petunjuk Direksi.
- Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan / gambar terpasang (as built drawing) sebagai dasar volume
pekerjaan yang akan dimintakan pembayarannya ( termin ) dan bila terjadi pekerjaan
tambah kurang maka pengajuan paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan
berakhir (spesifikasi teknik ).
- Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
- Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
- Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
- Penyelesaian pekerjaan ini direncanakan sesuai dengan Kurva “ S “.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.
PEKERJAAN BALOK

Fabrikasi besi tulangan


- Fabrikasi besi beton untuk tulangan dengan mutu, ukuran dan panjang dibuat sesuai gambar
kerja yang telah disetujui.
- Fabrikasi besi beton untuk tulangan balok.
- Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan pada saat akan dipasang.
- Posisi besi beton untuk tulangan pada balok yang belum ada besi stek existing, terlebih
dahulu dibuatkan besi stek dengan menggunakan alat bantu bor listrik.

Fabrikasi bekesting
- Fabrikasi bekesting untuk balok menggunakan bahan dari Plywod tebal 9 mm dan perkuatan
dengan menggunakan kaso.
- Potong Plywod tebal 9 mm untuk bekesting balok.
- Pasang bekesting pada lokasi besi beton tulangan balok dengan dimensi dibuat sesuai ukuran
gambar kerja.
- Pasang perkuatan/support pada bekesting.
- Bekesting dipasang harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat
menghasilkan bidang yang flat/maksimal. Gunakan waterpass/unting-unting untuk
pengecekan.
- Beton decking dipasang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan.

Pengecoran beton
- Sebelum pengecoran terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /
difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
- Pengecoran beton dilakukan.
- Setelah area siap, lakukan pengecoran beton. Tuang adukan beton ke area pengecoran,
adukan beton diratakan dan dipadatkan sehingga beton tidak ada sarang tawon/keropos.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Pas. Dinding Bata ad 1 : 5


 Peralatan : Cangkul, Sekop, Keranjang, Gerobak Dorong, Alat Ukur, Water Pass,
Raskam, Sendok Semen, dll
 Tenaga : pekerja, mandor, tukang, kepala tukang
 Bahan : semen, pasir pasang, Bata
 Metode :
- Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
- Pengukuran dan penandaan (pemasangan profil) lokasi pekerjaan yang akan
dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
- Semua persyaratan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan
Spesifikasi Teknis yang ada.
- Langkah awal pelaksanaan pekerjaan ini mempersiapkan material yang dibutuhkan untuk
pekerjaan seperti Bata, pasir pasang, serta semen PC Semen PC. Pasir diaduk dengan air ,
dengan ukuran perbandingan Bagian pada kondisi tertentu pengadukan dilakukan dengan
Menggunakan Beton Molen Pasir dengan ukuran takaran Kotak Takaran yang telah
dipersiapkan pengadukan dilakukan selama ± 10 menit sampai campuran tersebut cukup
rata
- Pemasangan Batadimulai dari membuat profil pasangan yang terdiri dari titik-titik yang
dihubungkan dengan benang sebagai pedoman pemasangan arah vertikal maupun
horizontal
- Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan / gambar terpasang ( as built drawing) sebagai dasar bobot
pekerjaan yang akan dimintakan pembayarannya ( termin ) dan bila terjadi pekerjaan
tambah kurang maka pengajuan paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan
berakhir ( spesifikasi teknik ).
- sebelum Bata dipasang Bata harus disiram dengan air terlebih dahulu sampai jenuh hal ini
dimaksudkan agar setelah Bata terpasang dapat bersatu dengan spesi, dan penempatan
siar Bata tidak boleh saling sejajar .

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Plesteran ad 1 : 4
 Peralatan : Alat Ukur, Water Pass, Raskam, Sendok Semen, dll
 Tenaga : pekerja, mandor, tukang, kepala tukang
 Bahan : semen, pasir pasang
 Metode :
- Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
- Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan
dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
- Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan
Spesifikasi Teknis yang ada.
- Permukaan yang akan di plester dibersihkan dan dibasahi dengan air.
- Bahan-bahan diaduk menjadi mortar semen.
- Mortar semen di ditempel ke tempat yang akan diplester diratakan dan dirapikan
dengan alat bantu, ketebalan akhir plesteran adalah 1,5 cm atau sesuai Gambar
Rencana.
- Setelah plesteran cukup kering maka dilanjutkan dengan acian dari adukan air semen
dilakukan dengan rapi dan halus.
- Kelembaban plesteran dijaga dengan membasahi permukaan plesteran bila terlihat
kering dan melindungi dari panas matahari langsung.
- Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan / gambar terpasang ( as built drawing) sebagai dasar bobot
pekerjaan yang akan dimintakan pembayarannya ( termin ) dan bila terjadi pekerjaan
tambah kurang maka pengajuan paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan
berakhir ( spesifikasi teknik ).
- Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
- Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
- Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
- Penyelesaian pekerjaan ini direncanakan sesuai dengan Kurva “ S “.
- Dasar pembayaran pekerjaan Plesteran diukur M2 (Meter persegi).

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.
Acian
 Peralatan : Jidar, Raskam, Sendok Semen, dll
 Tenaga : pekerja, mandor, tukang, kepala tukang
 Bahan : semen
 Metode :
- Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
- Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan
dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
- Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan
Spesifikasi Teknis yang ada.
- Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
- Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil
acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian
sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.
- Kelembaban plesteran dijaga dengan membasahi permukaan plesteran bila terlihat
kering dan melindungi dari panas matahari langsung.
- Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan / gambar terpasang ( as built drawing) sebagai dasar bobot
pekerjaan yang akan dimintakan pembayarannya ( termin ) dan bila terjadi pekerjaan
tambah kurang maka pengajuan paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan
berakhir ( spesifikasi teknik ).
- Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
- Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
- Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
- Penyelesaian pekerjaan ini direncanakan sesuai dengan Kurva “ S “.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Pekerjaan Pemasangan Plafond Gyspum


Pekerjaan Plafond dapat dikerjakan setelah pekerjaan dinding dan plesteran selesai dilaksanakan.
Pasangan rangka menggunakan metal furing dengan ukuran sesuai gambar, dengan gantungan
besi dia 8 mm. Selanjutnya dilakukan pemasangan plafond dan list plafond disesuaikan dengan
gambar dan bestek. Pemasangan harus rapi dan waterpass. Selanjutnya dipasang kabel instalasi
listrik sesuai dengan titik lampu dan stop kontak dalam gambar dan bestek. Setelah pemasangan
kabel selesai, dilanjutkan dengan pemasangan plafond Gypsump 9 mm.
- Buat marking elevasi, as dan jarak penggantung rangka plafond sesuai
dengan Shopdrawing.( untuk menentukan ketinggian plafond ).
- Pasang benang nylon dua sisi dan sejajar sebagai pedoman kelurusan &
ketinggian Rangka, sesuai elevasi yang telah dibuat.
- Pasang instalasi terlebih dahulu sebelum memasang rangka plafond.
- Pasang rangka plafond (yang telah dihaluskan, dimeni & dipotong) sesuai
marking yang telah dibuat.
- Periksa kelurusan dan kerataan rangka menggunakan waterpass & siku
besi.
- Potong panel plafond Gypsump dengan cuter sesuai shop drawing.
- Haluskan bekas potongan
- Pasang panel plafond Gypsump tersebut dengan mengatur :
 kelurusan & kerapatan nad plafond
 kerataan plafond
pemasangan plafond dimulai dari tepi ( mengikuti gambar kerja ) dan
diperkuat dengan paku gypsump.
- Cek kerataan permukaan plafond yang sudah jadi dengan waterpass.

- Perataan sambungan plafond dengan menggunakan ceiling net / lakban.


- Kemudian ditutup dengan paper tape dan compound ceiling.
- Setelah itu diamplas.
- Finish permukaan plafond gypsum tersebut dengan cat.
 Ratakan permukaan plafon gypsum menggunakan plamur sampai terlihat
rata dan lurus.
 Haluskan dengan amplas sampai rata dan benar - benar halus.
 Cat seluruh permukaan plafond secara merata dengan kuas untuk bagian
tepi dan sudut, serta rol cat untuk bidang luas.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.
penutup plafond GRC
Metode Pemasangan Plafon GRC adalah sebagai berikut:
1. Tentukan Marking Elevasi Plafon dan buat garis sipatan serta titik-titik paku kait.
2. Pasang Paku Kait
3. Pasang Penggantung Rangka Plafon ( Hanger dan Clip Adjuster) dengan posisi tegak lurus.
4. Pasang Rangka Tepi Plafon ( Steel Hollow dan Wall Angle Profil) sebagai list tepi pada garis sipatan

5. Tentukan jarak penempatan Kait Penggantung.


6. Pasang tarikan benang sebagai pedoman penentu kelurusan dan ketinggian rangka plafon.

7. Pasang Rangka Utama (Top Cross Rail)


8. Pasang Rangka Pembagi ( Furing Channel) dengan menggunakan Locking Clip

9. Pasang dan kencangkan Clip /Rod.


10. Pasang Panel GRC pada rangka plafon dengan Sekrup Ceiling menggunakan Screw Driver dan
setiap sambungan harus tepat pada rangka.
Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Pemasangan Keramik
Pada pemasangan keramik bangunan, yang harus diperhatikan bukan hanya proses
pelaksanaan pemasangan keramik tersebut saja, melainkan juga mencakup pemilihan keramik yang
tepat atau sesuai dengan tempat / dimana keramik tersebut akan dipasang. Hal ini harus diperhatikan
karena tidak semua keramik cocok digunakan pada setiap tempat dan setiap kondisi.
Pemasangan lantai keramik dimulai dengan perencanaan dengan memasang marking line yaitu
garis-garis panduan untuk memasang keramik, sambil menentukan starting pointnya. Semua
perencanaan ini mengacu pada rencana elevasi lantai dan as ruangan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam pemasangan keramik, baik itu sebelum,
selama maupun setelah pemasangan keramik agar hasil pekerjaan memuaskan. Hal-hal tersebut
antara lain adalah :

Persiapan dan Perencanaan


a. Shop Drawing
1. Menentukan sisa potongan keramik dimana ukurannya harus lebih besar daripada
setengah badan keramik.
2. Menentukan agar naad keramik dinding bertemu dengan naad keramik lantai dan
seragam.
3. Menentukan agar penempatan keramik bertemu.

dinding
pintu pintu

pasangan awal
benang garis dasar

4. Menentukan tata letak sanitair dan fixture : harus di perempatan atau tengah badan
keramik.
5. Menentukan titik awal pemasangan keramik.
6. Menentukan expansion joint minimal setiap luasan 12 m3 – 16 m3.
b. Perhitungan resources (Sumber Daya)
1. Bahan yang digunakan, diantaranya : keramik, semen PC, air, dan zat aditif.
2. Alat yang digunakan yaitu ; jidar aluminium, bak air (ember), tempat kedudukan/ tatakan
keramik, benang atau senar, palu karet, sendok spesi, waterpass, sekop, busa/spon,
kain/lap basah.
3. Tenaga kerja. Untuk menentukan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai jadwal dan volume
pekerjaan.
Pelaksanaan
1. Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir, untuk
menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai.
2. Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan.
3. Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain-lain.
4. Keramik yang akan dipasang, disortir atau dipilih terlebih dahulu yang meliputi warna,
presisi, dan ukuran. Keramik yang ukurannya tidak sama, disisihkan untuk tidak dipakai.
5. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik harus bersih dari debu dan
kotoran, cukup kering dan rata air.
6. Marking pada lantai sesuai dengan gambar kerja.
7. Tentukan tulangan dari benang dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga /
dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding dimulai dari tulangan ini.
8. Rendam keramik di air kurang lebih 2 – 3 jam. Hal ini akan membuat keramik menjadi
lebih elastis dan pada saat pemasangan dapat dengan mudah menempel.
9. Keramik dianginkan pada dengan cara diletakkan pada tempat dudukan atau tatakan
keramik setelah direndam. Posisikan vertikal untuk mengurangi kadar air.

Proses pengeringan keramik


10. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang arah horizontal dan vertikal lantai
sesuai dengan elevasi pada shop drawing dan rata air.
11. Perhatikan kualitas keramik. Jika ia keramik kw 1 maka tak ada masalah, namun jika ia
merupakan kw 2 atau 3 akan susah memasang untuk presisi. Untuk itu naad keramik
harus longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0,2-0,5 mm. Hingga
keramik tidak saling bertubrukan.
12. Bersihkan dari kerikil. Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari
kerikil, batu atau ganjalan-ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik.
13. Buat adukan perekat finising lantai mortar sesuai dengan spesifikasi.
14. Oleskan air semen. Bilaskan semen yang sudah dicampuri air sedikit ke bawah keramik,
hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket. Begitu juga ke
bagian yang akan dipasangi keramik.

15. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh, baik permukaan dasar
maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding yang terpasang.
16. Sisir permukaan lantai yang akan dipasangi keramik dan telah diolesi semen hingga
permukaannya bergerigi. Agar lebih mudah menyatu dengan keramik, begitu juga dengan
bagian belakang keramik.
17. Pasang keramik saat permukaan yang akan dipasang masih basah dimulai dari start point
yang telah ditentukan di dalam gambar kerja. Dimulai dengan membuat kepalaan keramik
sepanjang garis dasar yang telah terpasang.

18. Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan keramik dengan waterpass.
19. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang menggunakan palu karet untuk
mendapatkan kerataan kepadatan bahan perekat lantai dan pastikan tidak ada yang
kopong atau bagian dasar yang berongga. Karena ia akan membuat keramik lepas di
kemudian hari. Periksa apakah ketinggiannya sudah sama rata dengan benang yang
ditarik untuk menentukan ketinggian lantai.

20. Naad keramik dipasang belakangan. Jangan pasang semen oker atau naad pada sisi
keramik saat itu juga. Biarkan ia selama 2 atau 3 hari. Hal ini akan membuat sisa udara
yang mengendap akan keluar melalui bagian nat yang belum ditutup. Setelah itu baru
diberi semen naad dan jangan lupa membersihkan naad yang masih kosong dari kotoran
yang mengendap.
21. Lebar naad yang dianjurkan, untuk lantai = 4 - 5 mm dan dinding = 2 mm, dengan
campuran pengisi naad (Grout) semen atau bahan khusus yang ada dipasaran.
Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint.
22. Usahakan agar jarak naad dari setiap sisi tile sama/ segaris lurus sesuai dengan gambar
kerja.
23. Sebelum memulai pekerjaan grouting, kerok naad terlebih dahulu sebelum mortar
mengeras hingga ketinggian naad + 2 - 5 mm dari permukaan keramik.
24. Lakukan pekerjaan grouting setelah mortar mengeras, gunakan lembaran karet untuk
kerataan permukaan grouting.
25. Bersihkan segera bekas adukan/grout dari permukaan keramik, dapat digunakan bahan
pembersih yang ada dipasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5%, setelah itu segera
bersihkan dengan air bersih.
25. Cek dengan waterpass kerataan lantai.
26. Keramik yang baru terpasang jangan diinjak-injak.
27. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2-3 hari.
Keramik akan amblas karena adukan dibawahnya masih belum kuat untuk dibebani.
28. Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan seukuran 3 x 3 m biasanya terdapat 3-
5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar keramik tersebut dan ulangi
pemasangannya.
29. Khusus untuk dinding luar, harap diberi tali air per jarak tertentu dengan mem
pertimbangkan desainnya, agar tidak menerima beban terlalu berat.
30. Untuk menghindari menggelembungnya lantai, sebaiknya dibuat dilatasi.
Pengawasan / kontrol
1. Memeriksa gambar kerja, apakah sudah benar atau ada yang harus diperbaiki.
2. Mengecek kerataan lantai dengan waterpass.
3. Pastikan agar proses pelaksanaan pemasangan keramik berjalan sesuai dengan prosedur
atau metoda konstruksi yang telah ditetapkan.

Cara Sederhana Membuat Jarak Naad


Cara yang lazim digunakan untuk menetukan/mengatur jarak naad adalah dengan plastic
spacer yang banyak dijual di toko-toko keramik. Ukurannya bermacam-macam, memberikan banyak
pilihan penentuan lebar naad. Plastic spacer tersebut dapat dengan mudah dilepaskan dan dipasang
kembali.
Cara lain untuk menentukan lebar nat adalah dengan menggunakan penanda dari kayu. Lebar
naad ditandai dengan pensil atau yang lainnya. Pemakaian dengan cara ini fleksibel sekali tetapi
dalam aplikasinya mungkin lebih sulit.
Cara-cara di atas biasanya dipergunakan untuk menentukan lebar naad pada keramik lantai.
Namun bisa juga dipergunakan untuk keramik dinding. Bila tidak tersedia plastic spacer, pada
pemasangan keramik dinding biasanya dipergunakan paku untuk menyeragamkan lebar naad. Pola
alur pemasangan keramik dinding dapat dibuat dengan menggunakan rentangan tali yang disesuaikan
dengan lebar/panjang keramik

Teknik Dasar Pembuatan Bentuk-Bentuk Keramik


a. Membuat Keramik Pembatas Pinggir
Pada pemasangan keramik lantai kadang-kadang kita mengalami kesulitan pada pertemuan
antara lantai dengan dinding. Untuk bidang pertemuan yang rata, tidak membentuk lekukan atau
sudut tertentu, kita tidak mengalami banyak kesulitan. Mungkin kita hanya tinggal memotong keramik
sesuai dengan lebar sisa yang belum terpasang keramik. Apabila bentuk dinding tersebut tidak rata,
berbentuk lekukan, atau membentuk sudut tertentu, maka diperlukan peralatan khusus dan juga
teknik-teknik tertentu untuk melakukan pemasangan.
b. Membuat bentuk tidak beraturan
Untuk membuat keramik dengan potongan sesuai bentuk batas/dinding yang tidak beraturan,
gunakan alat standar (contour gauge). Kemudian setelah kita peroleh bentuk reliefnya, gambarkan
bentuk tersebut ke permukaan keramik dan kemudian keramik dipotong sesuai bentuk tersebut.
c. Membuat bentuk keramik dengan sudut tertentu
Untuk membentuk keramik dengan sudut tertentu (tidak 90o), bisa dilakukan dengan bantuan
T-bevel. Selaraskan besar sudut pada batas/dinding dengan T-bevel kemudian gambarkan besar
sudut tersebut pada keramik. Kemudian keramik bisa dipotong sesuai gambar.
d. Memotong Keramik
Pemotongan keramik sering kali dilakukan, selain untuk mendapatkan bentuk sesuai desain
juga dilakukan untuk memudahkan pemasangan, sehubungan dengan adanya sambungan keramik,
pertemuan dengan dinding, anak tangga, dan sebagainya.
e. Memotong lurus
Untuk memotong keramik dengan potongan lurus, kita membutuhkan alat pemotong keramik.
Bisa juga digunakan penggaris lurus dan pisau pemotong kaca.
f. Membuat lubang di tengah keramik
Untuk melubangi keramik, pertama yang dilakukan adalah menggunakan mesin bor (gurdi
tukang). Lubangi bagian yang diinginkan, kemudian misalkan kita ingin membuat bentuk lubang
dengan desain tertentu kita bisa menggunakan gergaji besi/logam. Kemudian potong sesuai bentuk
yang diinginkan.
g. Membuat bentuk dengan potongan-potongan kecil
Untuk membuat bentuk dengan potongan-potongan kecil bisa digunakan gegep (kakaktua).
Caranya dengan pertama-tama membuat pola pada permukaan keramik. Kemudian dengan gegep,
sedikit-sedikit dipotong mengikuti pola. Potongannya harus sedikit-sedikit sebab kalau langsung
dipotong besar, biasanya akan menyebabkan gompel atau potongan yang keluar dari pola yang
diinginkan dan atau tidak hasil potongannya tidak halus.
Hal lain yang harus diperhatikan dalam pemasangan keramik adalah penghindaran penggunaan
sisa potongan keramik kurang dari separuh ukuran. Ini bertujuan agar sisa keramik yang tertinggal
masih bisa digunakan untuk bagian lain tanpa terbuang percuma. Misalnya, bila ada sisa potongan
keramik hanya 20% dari ukuran keramik tersebut, maka diganti dengan dua buah potongan keramik
selebar 60%. Kejadian seperti ini sering ditemukan pada saat pelaksanaan karena ukuran ruangan
yang berbeda-beda sehingga terpaksa menggunakan potongan keramik. Oleh karena itu perencanaan
pemasangan keramik harus dilakukan sematang mungkin dan secara menyeluruh agar tidak terjadi
kesalahan seperti yang dipaparkan di atas yang membuat material terbuang percuma. Terlebih lagi
apabila menggunakan material dengan harga mahal.
Alat yang digunakan adalah pemotong keramik, sendok semen, benang, waterpass dan alat bantu
lainnya.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Pas. Keramik Dinding


Proses pemasangan keramik untuk kamar mandi dan ruang lain sebetulnya sama saja. Yang paling
perlu diperhatikan adalah daya rekat keramik ke dinding. Keramik harus merekat kuat agar tak mudah
jatuh. Untuk itu ada trik khusus. Simak uraian berikut!
Alat dan Bahan
 Keramik dinding, semen, pasir, dan air.
 Waterjet, palu kayu, rubber float, ember, dan spons.

Langkah Pemasangan
- Periksa kerataan permukaan dinding. Segera rapikan jika muka dinding tak rata. Setelah rata,
bersihkan permukaan dinding dengan waterjet untuk merontokkan berbagai macam kotoran
yang mungkin mengurangi daya rekat keramik ke dinding.
- Rendam keramik dalam air bersih, minimal 30 menit. Tiriskan dengan posisi berdiri.
- Lapis tipis permukaan dinding dengan campuran semen dan pasir. Tebal lapisan 0,5-1cm.
Gunakan adukan semen pasir dengan komposisi semen-pasir 1:2. Tambahkan adhesive jika
perlu. Biarkan selama 1 hari hingga lapisan mengeras.
- Untuk pemasangan keramik, screed perlu dibasahi dengan air. Upaya ini untuk meminimalkan
penyusutan saat proses pengeringan.
- Pasang keramik ke dinding. Lapiskan adukan semen pasir ke bagian belakang keramik.
Setelah itu pasang keramik pada dinding satu per satu, dimulai dari bawah ke atas.
- Ketok keramik dengan palu, agar bagian bawahnya menempel baik ke dinding. Gunakan palu
untuk mengatur level permukaan antar keramik, sehingga rata.
- Setelah terpasang tiga jam, bersihkan permukaan keramik menggunakan spons basah.
- Setelah keramik terpasang (minimal 24 jam), lakukan pengisian nat. Gunakan adukan semen-
pasir halus dengan komposisi 2:1. Gunakan rubber float untuk mendapatkan permukaan yang
datar dan rapi.
- Terakhir, bersihkan sisa-sisa pengisian nat dengan spons atau handuk, kemudian lap kembali
seluruh permukaan keramik hingga kotoran tidak bersisa.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.
PEKERJAAN ATAP
5. Memasang Lisplank

6. Memasang penutup atap dan perabung

PASANGAN ATAP SPANDEK


 Memastikan kerangka atap
Sebelum memasang atap seng, terlebih dahulu pastikan struktur rangka kayu atap sudah terpasang
dengan benar. Karena setiap genteng memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan juga ketentuan
yang berbeda juga. Mulai dari kemiringan, jumlah reng dan gording dan sebagainya.

 Persiapan pemasangan
Tahap selanjutnya adalah memulai persiapan pemasangan. Pastikan bahan-bahan yang dibutuhkan
untuk mendukung proses pemasangan sudah tersedia. Selanjutnya adalah menyiapkan alat-alat lain
seperti sekrup, paku, serta kunci khusus yang jumlahnya telah dipersiapkan menyesuaikan dengan
kebutuhan atap.

 Pengecekan sebelum pemasangan


Sebelum memasang atap seng, Anda juga perlu memastikan bahwa pada rangka atap sudah terdapat
penyangga atap yang biasa dikenal dengan sebutan reng. Dimana alat ini digunakan sebagai alat
pendukung atap sehingga pemasangan atap dapat bertahan lama serta kuat dan tidak mudah copot.

 Proses finishing
Ketika semuanya sudah terpasang dengan benar, barulah proses pemasangan atap dapat dilakukan.
Dengan menggunakan paku, Anda dapat meletakkan lembaran atap seng tersebut pada penyangga
yang sebelumnya telah dibuat. Ketika posisi sudah dinilai tepat, atap bisa segera di paku. Lakukan
pada seluruh bagian atap.
Ilustrasi pemasangan

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Metoda Pemasangan Penutup Atap Genteng Metal :


Pemasangan bahan atap harus dilaksanakan jauh sebelum pelaksanaannya, agar tidak terjadi
hambatan waktu pelaksanaan pekerjaan. Lembaran atap disimpan dalam keadaan tetap kering, tidak
boleh berhubungan dengan tanah/lantai dan sebaiknya disimpan di dalam gudang beratap. Untuk
penyimpanan di tempat terbuka, harus diselimuti dengan terpal atau plastik untuk mencegah agar
air hujan/embun tidak masuk ke dalam celah tersebut. Air yang masuk dapat memberikan cacat
terhadap permukaannya akibat kondensasi. Lembaran Genteng Metal tersebut juga jangan ditumpuk
terbalik, bagian atas harus tetap mengarah ke atas.
Sebelum pemasangan atap harus diperiksa dulu pemasangan gording baja, yang harus lurus,
berjarak teratur, dan rapih. Data arah angin di lokasi harus dicatat, agar pemasangan lembaran penutup
atap dapat disesuaikan dengan arah angin, sesuai dengan petunjuk dari pabrik. Untuk memulainya,
letakkan lembaran pertama dengan rusuknya menghadap ke atas, distel terhadap bagian bangunan di
sebelahnya dengan rusuk luar pada sisi permukaan. Setelah mengikat lembaran pertama,
tumpukkan rusuk luar lembaran kedua (rusuk dengan sisi bengkok ke bawah) di atas rusuk dalam
lembaran pertama (rusuk dengan sisi ke luar di bagian bawahnya), dan masukkan pengikat pada
tumpukan rusuk-rusuk tadi untuk memegang sambungan dengan kuat pada tempatnya sebelum
mengikat lembaran yang kedua. Ikutilah cara penyambungan lembaran kedua ini untuk
pemasangan lembaran selanjutnya. Jika dipakai dua atau lebih sambungan ujung lembaran untuk
mencakup atap secara keseluruhan, letakkan baris lembaran dari bawah ke atas sebelum melanjutkan
pemasangan ke samping. Lebar tumpukan pada tumpangan akhir minimal 200 mm. Apabila berjalan di
atas atap, harus pada lembah lembaran dan bila terpaksa berdiri di atas rusuk-rusuk, hanya boleh di atas
penumpu. Untuk mendapatkan hubungan yang kedap air, diperlukan rivet dengan jarak maksimal 75 cm,
untuk memegang tumpangan samping lembaran pada tempatnya dengan kuat. Setiap lembaran
disekrup/dibaut/ dipaku pada puncak rusuknya ke setiap gording baja tumpuannya, pada setiap gording
sebanyak minimal 3 buah sekrup/baut/ paku. Jenis sekrup/baut/ paku sesuai dengan jenis sekrup/baut/
paku yang dianjurkan oleh pabrik, dan jangan memakai pengikat yang terbuat dari timah hitam.

Untuk melubangi bahan penutup atap harus digunakan bor listrik. Bila diperlukan pemotongan harus
dilakukan dengan menggunakan gergaji besi yang bergerigi halus.
Untuk penutup bubung dipakai nok penutup atap yang sesuai menurut anjuran pabrik pembuat Harus
pula diperhatikan lubang-lubang pada pemasangan penangkal petir agar tertutup
dengan sealant yang kuat, fleksibel dan tahan cuaca.
Perlu diperhatikan bahwa paku, rivet dan kotoran lainnya harus dibersihkan dari atap selama
pekerjaan berlangsung dan pada akhir pekerjaan setiap harinya. Korosi dan kemungkinan
kerusakan pada lapisan finishing penutup atap dapat terjadi ketika besi atau bahan dasar tembaga
dibiarkan tinggal tetap berhubungan dengan colorbond pada keadaan lembab. Kondisi tidak saja akan
menimbulkan noda-noda buruk, tetapi juga akan melemahkan daya tahan lapisan penutup atap
karena daya pelindung normalnya terbuang.
Pemasangan lembaran penutup atap Genteng Metal harus dilakukan sesuai pedoman
dari pabrik, dan dipasang dengan rapih dan kuat. Apabila dipakai bahan yang lain dengan merk
yang lain seperti disebutkan di atas, maka pemasangan lembaran penutup atap disesuaikan
dengan petunjuk dari pabrik yang memproduksinya, dan disetujui oleh Pengawas lapangan.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN KUSEN
Dalam pekerjaan pemasangan kozen kayu ini kami terlebih dahulu membuat kozen dibengkel
yang kering, sedangkan dilapangan bersifat memasang dan menstel saja. Untuk ukuran dan
bentuk serta penempatannya akan berpedoman dengan gambar dan bestek.
- Ukur posisi kusen di lokasi yang akan dipasang sesuai gambar kerja.
- Pasang kusen pintu / jendela kayu pada lokasi sesuai ukuran yang telah ditentukan,
dengan bantuan skur / penyangga sementara. (skur/ penyangga jangan dimatikan
terlebih dahulu).
- Pasang kusen sesuai shop drawing dengan dasar elevasi & absis / ordinat pinjaman.
- Pasang 2 buah lot untuk mengecek posisi /kevertikalan masing - masing ambang
samping.
- Bila posisi & elevasi sudah betul, skur / penyangga sementara dimatikan untuk
menghindari kusen berubah posisi & elevasi.
- Pasang batu bata penjepit pada tepi kusen.
- Pasang bekisting pada masing - masing posisi angkur, kemudian cor pada masing -
masing angkur kusen.
- Pasang 2 buah lot untuk mengetahui posisi kusen apakah betul - betul tegak lurus.
- Pasang batu bata sekitar kusen yang tersisa.
- Cor balok lantai dan neut / locis.

Contoh Gambar Pemasangan Kuzen

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Metoda Pemasangan Daun Pintu


- Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
- Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
- Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 1. 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
- Lepaskan daun pintu, dan bila menggunakan 2 engsel, pasang/ tanam engsel daun pintu
pada tiang daun(sisi tebal) dengan jarak 1. dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi
bagian atas 25 cm.
- Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai pas, kemudian beri tanda
pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
- Lepaskan engsel pada daun pintu yang sebelah, dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang kusen masing-masing pasangan engsel yang lain sampai pas,
rata, lurus dan siku.
- Pasang kembali daun pintu pada kusennya, dan pasang daun pintunya dengan cara
mengepaskan masing-masing engsel pada tiang kusen pintu, kemudian masukkan pennya
sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
- Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
- Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
- Stel lagi sampai daun pintu pas masuk, rata dan lurus dengan kusennya sesuai dengan
yang diharapkan.
- Ketam dan potong daun pintu, bila terlalu lebar dan terlalu tinggi.

Metoda Pemasangan Daun Jendela


- Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
- Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
- Ketam dan potong daun jendela bila terlalu lebar dan terlalu tinggi.
- Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 1. 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
- Lepaskan daun jendela, gunakan 2 engsel dan pasang/tanam engsel daun jendela pada
daun (sisi tebal) di bagian atas dengan jarak 1. 15 – 20 cm dari sisi bagian ambang/tiang
tegak.
- Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai pas, kemudian beri tanda
pada ambang/tiang kusen jendela yang datar tempat engsel yang sesuai dengan engsel
terpasang pada daunnya.
- Lepaskan engsel pada daun jendela yang sebelah (yang tidak terpasang) dengan cara
melepas pennya, kemudian pasang/ tanam pada ambang jendela masing-masing
pasangan engsel yang lain sampai pas, rata, lurus dan siku .
- Pasang kembali daun jendela pada kusennya, dan pasang daun jendelanya dengan cara
mengepaskan masing-masing engselpada ambang datar kusen jendela, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasang daun jendela pada kusen jendelanya.
- Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup (ke atas dan ke bawah)
- Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
- Stel lagi sampai daun jendela pas masuk, rata dan lurus dengan kusennya sesuai dengan
yang diharapkan.
Peralatan yang digunakan adalah gergaji, meteran, amplas, bor tangan, dan alat bantu lainnya.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Pekerjaan Pasangan Kaca


- Sebelum pemasangan kaca, semua kotoran-kotoran dan bekas-bekas minyak harus
dibersihkan hingga tidak mengganggu perekatan.
- Kaca harus dipasang rata dan tegak lurus pada kusen-kusennya.
- Pemotongan kaca harus sedemikian rupa sehingga mudah dipasang tanpa paksaan.
- Kaca harus duduk dengan baik pada kusen kosen dan tidak bergetar setelah dipasang.
- Permukaan kaca harus diberi tanda-tanda peringatan dari “Tape” atau bahan lain yang tidak
menimbulkan cacat pada kaca setelah dibersihkan.
- Sebelum pekerjaan diserahkan, permukaan kaca harus bersih dari segala kotoran, tanda-
tanda dan sebagainya. Pembersihan harus dengan bahan sesuai yang ditunjuk supplier
dan disetujui oleh Pengawas.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.
PEKERJAAN KUNCI DAN PENGANTUNG
 Daun pintu dipasang kunci tanam 2 (dua) slag, yang berkualitas baik.
 Engsel pintu dipasang 3 (Tiga) buah setiap lembaran daun pintu. Pemasangan dilakukan
dengan mur khusus untuk pintu, tidak dibenarkan melengketkan engsel ke pintu dan
kozen dengan menggunakan paku. Penguncian mur harus dilakukan dengan
 memutarnya dengan obeng, sehingga seluruh batang masuk dan menempel kuat ke kayu
yang dipasang.
 Untuk alat-alat tersebut diatas sebelum dipasang Kontraktor wajib memperlihatkan
 contoh terlebih dahulu untuk dimintakan persetujuan Direksi atau Pemberi Tugas.
 Apabila pada waktu pemasangan alat-alat tersebut tidak sesuai dengan yang disyaratkan,
 maka Direksi berhak untuk menyuruh bongkar kembali dan diganti dengan alat-alat
 yang disyaratkan atas biaya Kontraktor.
 Untuk kelengkapan bahan dan jenis yang dipasangkan pada daun pintu dan jendela
 berpedoman kepada Gambar Kerja.Pelaksanaan Pekerjaan.
Semua kunci, engsel-engsel, Grendel, Hak Angin pemasangannya harus dilakukan setelah bangunan
selesai dicat.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK


Pemasangan kabel
- Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit, dimana pipa tersebut
harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding diplester. Supaya tidak mudah
bergerak pada saat dinding diplester, maka pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak
sekitar 1 m.
- Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton dengan menggunakan pipa pelindung conduit
yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar 1 m, hal ini dimaksudkan untuk
memudahkan maintenance. Pemasangan kabel horizontal harus sejajar, tidak boleh saling
melintas.

 Armature
Pemasangan fitting dan armature
- Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar tidak terjadi
bongkar/pasang armature.

Pemasangan saklar dan stop kontak


- Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
- Pasang conduit dan inbow dos.
- Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
- Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.
PEKERJAAN INSTALASI AIR & SANITASI
Sistem Instalasi Air Bersih
o Pengadaan dan pemasangan instalasi pipa serta kelengkapannya dari meter PAM (di
luar gedung) ke reservoir bawah. Brosur lengkap harus disertakan dalam penawaran
berisikan curve-curve karakteristik, pompa dan gambar-gambar potongan yang
menunjukkan susunan bagian-bagian dalam pompa. Penawaran adalah berikut dengan
Kontrol panel wiring sistem dan alat-alat kontrolnya.
o Pengadaan pipa distribusi dan kelengkapannya (fitting, valve dan lain-lain) serta
pemasangan dan pengujian instalasinya di dalam dan di luar gedung sesuai
dengan gambar dokumen dan spesifikasi.
o Pembersihan pipa (flushing) menggunakan aliran air yang bertekanan dengan
pompa yang disediakan oleh Kontraktor.
o Pengujian sistem instalasi air bersih terhadap kebocoron pada seluruh sistem
jaringan pipa dari setiap lantai dengan pengujian tekanan hidrolik yang dilakukan
secara bertahap pada setiap lantai / bangunan
o kemudian dilanjutkan secara keseluruhan setelah jaringan pipa terpasang semuanya.
o 6. Pengujian sistem instalasi air bersih secara keseluruhan dan mengadakan
pengamatan sampai sistem itu bekerja dengan baik dan aman (sesuai dengan
perencanaan).
o Pengadaan tenaga kerja yang berpengalaman dalam menangani plambing
beserta kelengkapannya.
o Pengangkutan, penimbunan serta perapihan kembali bekas galian (pembobokan) dan
pembersihan site oleh Kontraktor.

Sistem Instalasi Air Buangan (Air kotor dan air bekas)


o Pengadaan dan pemasangan pipa air buangan lengkap dengan peralatannya yang
berada dalam gedung mulai dari WC, urinoir, wastafel, Floor Drain, Clean Out dan lain-
lain pada setiap lantai ke saluran pipa pembuang utama (pipa tegak).
o Pengadaan dan pemasangan pipa vent pada setiap lantai dan pipa vent utama (pipa
tegak) untuk pipa air buangan lengkap dengan peralatannya yang berada di dalam
gedung.
o Pengujian sistem instalasi air buangan terhadap kebocoran pada seluruh sistem jaringan
pipa dari setiap lantai yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian secara
keseluruhan setelah jaringan pipa terpasang semuanya.
o Pengadaan tenaga kerja yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan
instalasi air buangan dan kelengkapannya.
o Pengangkutan, penimbunan serta perapihan kembali bekas galian (pembobokan) dan
pembersihan site oleh Kontraktor.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN SANITASI
Kloset Duduk

 Buka cover toilet set dan baca petunjuk, dengan begitu akan diketahui jarak dari dinding
belakang kloset ke bagian tengah pipa (jika merek American Standard biasanya 30,5 cm).
 Persiapan alat yang diperlukan, antara lain: Bor listrik, gergaji besi, meteran ukur, obeng plus
dan obeng minus, Catut atau tang kakaktua, kunci inggris, lem silicon, kunci pipa, kunci 10
dan 12, dynabolt ukuran 10 mm sebanyak 2 buah.
 Mempersiapkan lubang pembuangan dan pipa suplai air bersih sebelum melakukan
pemasangan kloset. Sebagaimana pernah dijelaskan di atas.
 Ukur lubang pengunci bowl (untuk merek American Standard berjarak 14,5 cm), tandai
dengan pensil atau sejenisnya, dan lubangi pada sisi kanan dan kiri dengan jarak tersebut
dengan membagi dua titik tengah pipa. Kemudian masukkan dynabolt, kencangkan
menggunakan kunci 12, lepaskan mur-nya.
 Balik kloset dan pasang wax ring dengan cara menekannya pada bagian sisi lubangnya dan
pastikan lengket pada sisi lubang kloset.
 Pasang stop kran, T, flexible hose dan jet shower yang berada pada bagian belakang kloset.
Gunakan kunci inggris untuk mengencangkan drat-nya.
 Jika kloset duduk menggunakan tempat duduk yang memiliki bijet, maka T juga harus
dipasang pada bagian belakang juga. Jika kloset dipasang terlebih dahulu akan menyulitkan
Anda ketika akan memasang stop kran.
 Pasang kloset di atas lubang pipa yang telah dipasang dynabolt pada kedua sisi kanan dan
kiri. Masukkan lubang kaki kloset pas pada dynabolt dan pasang ring dan mur, kemudian
kencangkan dengan kunci 12.
 Pasang alat-alat dalam tangki/tank trim dan memasangnya pada kloset dengan memasang
rubber tank terlebih dahulu sebagai pencegah bocor dan dudukan tanki.
 Sambungkan flexible hose pada T dan tank trim dan kencangkan dengan memutar drat
secukupnya.
 Pengaturan ketinggian air dapat Anda atur sendiri sesuai dengan selera Anda.
 Tahap berikutnya adalah memasang tutup tangki dan tombol (push button).
 Kemudian memasang seat cover pada kloset.
 Lakukan pengetesan jika kloset telah dipasang, apakah terdapat rembesan atau kebocoran
pada tangki dan flexible hose.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

Metoda Pemasangan Kloset Jongkok


Sanitary merupakan komponen yang dibutuhkan dalam proses pembuangan. Sanitary yang
akan dibahas di sini adalah metoda pemasangan closet jongkok.
Metoda :
1. Marking lokasi penempatan kloset
2. Buat dudukan kloset dari bata merah.
3. Pasang kloset jongkok.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan

Pemasangan floor drain


a. Floor drain yang digunakan adalah semutu dengan merk Dalam negeri, metal verchroom, lubang
diameter 2 inchi dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel.
b. Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai dengan gambar untuk itu.
c. Floor drain yang dipasang telah diseleksi dengan baik, tanpa cacat dan telah disetujui oleh Pemilik
Pekerjaan.
d. Pada tempat-tempat yang telah dipasang floor drain, penutup lantai harus dilubangi dengan rapih,
menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran floor drain tersebut.
e. Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air.
f. Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass, dibersihkan dari noda-noda semen
dan tidak ada kebocoran.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan
Pemasangan kran air

Memasang Kran tembok sebenarnya sangat mudah, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan
Hal yang pertama adalah sebelum kita mamasang kran pastikan bahwa instalasi tembok dan pipa sudah
benar-benar selesai dikerjakan hal ini untuk menghidari Kran anda rusak oleh benturan dan goresan.
Hal yang kedua adalah pastikan air yang akan dialirkan sudah besih dari kotoran maupun sisa material
bangunan. Biasa dilakukan dengan mengalirkan air ke intalasi pipa beberapa saat. Hal ini berfungsi untuk
menjamin kebersihan air serta menghidari kran anda tersumbat.
Hal yang ketiga adalah pastikan Kran yang akan anda pasang memiliki tipe drat yang sama. Pada
umumnya adalah tipe drat PT1/2 atau PJ1/2. Bila ternyata beda dan anda sudah terlanjur membeli Kran
tersebut anda bisa menggunakan Joint atau Connector yang dua dratnya sesuai dengan unjung kran dan
ujung pipa.
Selnjutnya anda bisa mulai memasang KRAN
1. Lilitkan seal tape pada drat kran yang akan dipasang. Hal ini untuk mencegah supaya sambungan tidak
bocor saat dialiri air.
2. Pasang Kran ke pipa searah jarum jam
3. Periksalah sambungan kran dari kebocoran dengan mengaliri air pada instalasi. Bila masih bocor anda
bisa mengukangi cara diatas dengan menambahkan lilitan Seal tape lebih banyak.

PEKERJAAN PENGECATAN
Setelah selesai pengerjaan pekerjaan plesteran pada dinding, hal yang berikutnya dilakukan
adalah pekerjaan pengecatan. Cat dan pelapis arsitektural lain berfungsi melindungi dan
mempercantik permukaan bangunan. Tidak ada aspek pekerjaan pengecatan dan finishing yang lebih
penting daripada persiapan permukaan. Suatu pekerjaan pelapisan yang bagus berawal dengan
penyiapan permukaan yang sempurna untuk membuat permukaan tersebut siap menerima pelapisan.
Material pelapisan harus dipilih secara cermat dan dioleskan secara terampil dengan menggunakan
perkakas dan teknik-teknik yang sesuai.
Sebagian besar lapisan finis melekat lebih bagus apabila substratnya terlebih dahulu diberi
lapisan dasar. Lapisan dasar khusus diproduksi untuk permukaan interior dan eksterior. Pelapisan
harus diberikan pada permukaan yang kering, jika tidak maka pelapis itu mungkin tidak akan melekat.
Cat dan lapisan lain dapat dioleskan dengan kuas, rol, bantalan ataupun semprotan. Penguasan
adalah cara yang paling lambat dan paling mahal, tetapi merupakan cara yang paling bagus untuk
pekerjaan yang lebih terperinci. Penyemprotan adalah cara yang paling cepat dan paling murah,
namun paling sulit untuk dikendalikan. Cukup dan efektif untuk penggunaan rata yang luas.
Pekerjaan pengecatan juga memiliki hal-hal yang harus diperhatikan pada proses
pelaksanaannya agar hasil pengecatan yang didapatkan memuaskan. Proses pengecatan yang baik
harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

Persiapan dan Perencanaan


1. Persiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti cat, kuas, rol, kertas pelapis
seperti kertas semen, amplas, dll.
2. Pastikan semua alat berada dalam kondisi yang baik sebelum pekerjaan dilaksanakan
agar didapatkan hasil yang baik pula.
3. Pastikan pengencer cat yang digunakan sesuai dengan jenis cat.
Pelaksanaan
1. Sebelum pengecatan dilakukan, permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu,
kotoran dan bekas percikan plesteran. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan kain
lap. Apabila pengecatan dilakukan di atas lapisan cat lama, kerok cat lama terlebih dahulu
untuk menghindari cat terkelupas.
2. Pembersihan juga dilakukan pada peralatan pengecatan seperti kuas dan rol. Gunakan
kuas dan rol yang bermutu baik.
3. Pastikan adukan cat betul-betul sempurna (menjadi satu warna yang homogen) sebelum
cat digunakan, hal ini berguna untuk mencegah warna cat tidak merata saat setelah
pengecatan dilakukan.
4. Gunakan pengencer yang tepat dan sesuai dengan jenis cat yang dipakai.
5. Bahan-bahan/pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan dicat terlebih
dahulu harus dilindungi dengan menggunakan kertas semen atau kertas koran dan
lakban.
6. Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian dinding yang kurang rata dengan plamur dan
kemudian ditunggu sampai kering. Plamur jangan terlalu tebal karena dapat
menyebabkan permukaan dinding kurang rata dan cat terkelupas.
7. Haluskan permukaan plamur tersebut dengan menggunakan amplas.
8. Cek permukaan dinding, apakah sudah rata atau belum.
9. Jika permukaan sudah rata maka lakukan pengecatan dasar dengan rol pada bidang yang
luas dan dengan kuas untuk bidang yang sempit/sulit.
10. Apabila cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
Pengecatan dilakukan dengan cepat dan merata dan tidak melapis ulang cat sebelum
benar-benar kering.
11. Jika cat finishing yang pertama sudah kering, lanjutkan dengan pengecatan yang kedua/
terakhir. Jumlah cat finishing yang dilakukan harus sesuai dengan spesifikasi.
12. Lakukan pengecekan terhadap hasil pengecatan. Apakah hasil sudah rata atau belum.
13. Apabila sudah rata, bersihkan permukaan yang tidak seharusnya terkena cat dengan
mengunakan lap.

Pengawasan dan Kontrol


1. Periksa kelengkapan dan kondisi peralatan yang akan digunakan.
2. Permukaan rata
3. Tidak mengenai bidang lain
4. Tidak mengelupas
5. Apabila hasil tidak memuaskan atau terdapat kesalahan seperti permukaan mengelupas,
tidak rata, terdapat bercak-bercak air, cat berlubang-lubang kecil, dan lain-lain maka
dilakukan perbaikan.

Action ( Tindakan Perbaikan )


Kerusakan Cat dan Finish serta Penanggulangannya
Pelapisan merupakan bagian dari bangunan yang diekspos pada sebagian besar keausan dan
cuaca, dan lapisan ini rusak seiring dengan berjalannya waktu, sehingga membutuhkan pelapisan
ulang. Komponen ultraviolet matahari sangat merusak, yang menyebabkan pudarnya warna dan
mengurainya zat kimiawi lapisan cat tersebut. Kekuatan merusak lainnya untuk cat dan lapisan
permukaan lainnya adalah air. Sebagian besar pengelupasan cat disebabkan oleh adanya air yang
masuk ke belakang lapisan cat dan menanggalkan lapisan cat tersebut. Praktek konstruksi yang bagus
dan penahan uap kedap air dapat menghilangkan masalah-masalah ini.
Kekuatan utama lain yang merusak lapisan arsitektural adalah oksigen, pencemar udara, jamur,
kotoran, kerusakan substrat melalui karat dan pelapukan, serta kikisan mekanis. Sebagian cat
eksterior didesain untuk mengapur secara perlahan dalam menanggapi kikisan-kikisan ini, yang
membuarka air hujan mencuci permukaan menjadi bersih pada selang yang sering.
Adapun beberapa contoh kerusakan finis beserta penanggulangannya antara lain :
a. Cat berbintik-bintik
Penyebab : Adanya debu atau kotoran dari udara yang menempel pada saat pengecatan atau
pada alat-alat yang digunakan untuk mengecat, masuknya cat yang telah
mengering ke dalam cat yang masih diaduk sewaktu pengadukan di dalam
kaleng, Teknik penyemprotan yang belum benar sehingga debu menempel pada
lapisan cat yang masih basah.
Perbaikan : Biarkan lapisan cat mengering dan mengeras sempurna. Gosok permukaan yang
berbintik dengan kertas gosok halus. Setelah dibersihkan dari debu bekas
gosokan ulangi kembali proses pengecatan
b. Cat Mengelupas
Penyebab : Pengecatan dilakukan diatas lapisan cat lama yang sudah mengapur, sehingga daya
lekat cat berkurang, pekerjaan dilakukan pada permukaan kotor atau berminyak,
pekerjaan dinding menggunakan dempul berkualitas rendah yang mudah
mengelupas, pengecatan dilakukan pada permukaan cat lama yang bermutu
rendah dimana daya lekatnya tidak baik, sehingga pada waktu diberi lapisan cat
baru yang bermutu tinggi lapisan cat lama tertarik dan terkelupas, penggunaan
cat dasar yang tidak sesuai dengan jenis atau mutu cat akhir.
Perbaikan : Lapisan cat yang terkelupas dikerok sampai dasar permukaan, kemudian
bersihkan permukaan. Bilamana dirasa perlu beri lapisan cat dasar sebelum
dilapisi cat akhir.
c. Cat Sukar Mengering
Penyebab : Pengecatan yang dilakukan dalam cuaca yang kurang baik seperti suhu rendah,
berkabut dan lembab, Pengecatan yang dilakukan diatas permukaan yang
mengandung lilin seperti bahan untuk poles, minyak atau debu, penggunaan
pengencer yang tidak sesuai dengan jenis cat yang dipakai.
Perbaikan : Lapisan cat harus dikerok sampai bersih kemudian ulangi pengecatan dari awal
d. Terdapat garis-garis bekas kuas
Penyebab : Cat tidak mengalir rata saat dilapiskan, bisa dikarenakan teknik pengecatan yang
tidak benar seperti pelapisan cat yang kurang teliti sehingga menjadikan
ketebalan yang tidak merata, pengnceran yang kurang atau kuas dijalankan pada
saat lapisan cat mulai mengering, Menggunakan kuas yang kotor atau bulu-bulu
kuas telah menggumpal.
Perbaikan : Setelah cat kering sempurna, gosoklah dengan kertas gosok kemudian ulangi
pengecatan.
e. Lapisan cat menurun di beberapa tempat
Pada kasus ini cat sebelum kering meluncur turun sehingga ketebalan lapisan antara bidang
atas dan bawah menjadi tidak sama
Penyebab : Mutu cat itu sendiri kurang baik dan hanya bisa diperbaiki dari pabrik yang
bersangkutan, cat terlalu encer, pengecatan tidak merata.
Perbaikan : Biarkan lapisan cat mengering sempurna. Ratakan bagian-bagian yang menurun
dengan kertas gosok, kemudian lakukanpengecatan ulang.
f. Lubang-lubang kecil pada permukaan dinding
Penyebab : Tekanan pada saat penyemprotan terlalu tinggi, jarak penyemprotan terlalu
dekat, pengencer cat yang digunakan tidak sesuai.
Perbaikan : Biarkan permukaan yang di cat kering dan keras sempurna. Gosok permukaan
dengan kertas ghosok halus sampai lubang-lubang yang terbentuk hilang atau
merata, kemudian lakukan pengecatan ulang sesuai petunjuk yang benar.
g. Cat menggelembung
Penyebab : Cat bermutu tinggi mempunyai lapisan cat yang rapat dan plastis, sehingga
terdapat air atau cairan lain yang tertahan dibawahnya dapat mengakibatkan
menggelembungnya lapisan cat tersebut. Pengecatan pada permukaan yang
basah akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat lapisan cat, sehingga
kemungkinan terjadinya gelembung-gelembung akan lebih besar. Solvent dapat
tertahan dibawah lapisan cat bila pengecatan dilakukan sekaligus tebal dan
langsung terkena sinar martahari. Lapisan cat paling atas akan mengering lebih
cepat, sedangkan lapisan bawah masih mengandung banyak solvent yang akan
menguap. Uap solvent tersebut akan terjebak dibawah lapisan yang telah kering
dan mendesak lapisan tersebut sehingga terjadi gelembung.
Perbaikan : Jika terlalu banyak gelembung yang terbentuk, maka lapisan cat harus dikerok
seluruhnya. Bersihkan permukaan, kemudian berilah lapisan cat dasar bilamana
diperlukan sebelum dilapisi cat akhir. Bila gelembung yang terjadi sedikit, maka
perbaikan hanya pada bagian yang menggelembung saja.
h. Pengapuran pada dinding yang telah selesai di cat
Penyebab : Lapisan film cat rusak karena pengaruh serangan garam-garaman alkali
(umumnya terjadi pada pengecatan tembok baru) atau pengaruh sinar matahari
(terjadi pada tembok luar ruangan). Pengenceran cat yang terlalu encer sehingga
film cat tidak dapat terbentuk dengan sempurna.
Perbaikan : Jika pengapuran hanya terdapat pada tempat-tempat tertentu (karena pengaruh
serangan garam alkali) amplas bagian itu saja kemudian bersihkan dan beri
lapisan cat kembali. Jika pengapuran terdapat pada seluruh permukaan tembok
rontokkan semua cat, bersihkan dan jika tembok belum kering benar tunggu
beberapa saat sampai tembok kering dan ulangi pengecatan dari awal. Untuk
tembok luar ruangan pakailan cat yang dianjurkan.
i. Penyabunan pada dinding yang telah selesai di cat
Penyebab : Serangan alkali pada lapisan cat yang berbahan perekat mengandung minyak
seperti alkyd gloss. Alkali dan minyak akan bereaksi secara kimiawi yang disebut
penyabunan dimana memberi hasil akhir seperti sabun dan menyebabkan lapisan
cat menjadi lunak dan terbentuk gumpalan yang lengket.
Perbaikan : Kerok seluruh lapisan cat dan kemudian bersihkan permukaan secara sempurna.
Selanjutnya beri lapisan cat lain yang sesuai dengan media yang akan di cat.
j. Permukaan berkerut
Penyebab : Pengulangan lapisan diatas lapisan sebelumnya yang belum kering sehingga
terjadi penarikan dan permukaan akan berkerut atau adanya perbedaan jenis cat
antara lapisan bawah dan lapisan atas (mis: lapisan bawah cat sintetis dan
lapisan atas cat duco)
Perbaikan : Untuk kasus ini sebaiknya lapisan cat dikerok seluruhnya dan dilakukan
pengecatan ulang.
k. Warna tidak merata
Penyebab : Pengadukan cat yang kurang sempurna sehingga warna dasar cat kurang
menyatu dan mengambang.
Perbaikan : Biarkan cat mengering sempurna. Amplas bagian-bagian yang terlihat belang dan
kemudian lakukan pengecatan ulang.
l. Cat bebercak basah
Penyebab : Penggunaan plamir yang belum kering sempurna dan kemudian diberi lapisan cat,
maka sisa-sisa air dari plamir tersebut terjebak diantara dua lapisan plamir dan
cat sehingga menyebabkan timbulnya bercak seperti basah.
Perbaikan : Amplas permukaan lapisan cat agar lebih porous sehingga air dapat dengan
mudah keluar. Bila jamur telah tumbuh pada bagian-bagian yang basah tersebut,
cuci dengan kaporit dan kemudian lap dengan kain basah untuk menghilangkan
sisa-sisa kaporit. Biarkan mengering sempurna sebelum dilakukan pengecatan
ulang. Bila dirasa perlu beri lapisan Wall Sealer yang sesuai.

Alat yang digunakan adalah kuas biasa, kuas rol, wadah cat, dan alat bantu lainnya.

Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN EKSTERIOR

- Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.


- Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan
dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
- Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan
Spesifikasi Teknis yang ada.
- rabat beton tumbuk 1 per 3 per 5
- lisplank grc
- talang atap
- rehab saluran
- finishing kolom ekspose
- Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan / gambar terpasang ( as built drawing) sebagai dasar Bobot
pekerjaan yang akan dimintakan pembayarannya ( termin ) dan bila terjadi pekerjaan
tambah kurang maka pengajuan paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan
berakhir ( spesifikasi teknik ).
- Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
- Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
- Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
- Penyelesaian pekerjaan ini direncanakan sesuai dengan Kurva “ S “.

Untuk Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan
sesuai dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

PEKERJAAN LAIN LAIN


dokumentasi dan pelaporan
Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan akan dikerjakan :
* Laporan berkala secara menyeluruh
* Catatan kemajuan pekerjaan, yang ditandatangani oleh Direksi Pekerjaan / Pemilik.
* Dokumen Foto, meliputi :
- Pekerjaan sebelum dilaksanakan
- Pekerjaan sedang dilaksanakan
- Pekerjaan setelah dilaksanakan
* Membuat as built drawing atau gambar yang sesuai pekerjaan lapangan

Pembersihan Akhir Lapangan


Pada saat penyelesaian pekerjaan, tempat kerja ditinggal dalam keadaan bersih dan siap
untuk dipakai dan mengembalikan bagian-bagian dari tempat kerja yang tidak diperuntukkan
dalam dokumen kontrak ke kondisi semula, membongkar bangunan-bangunan atau fasilitas
penunjang sementara yang dibangun.

Kesehatan dan keselamatan kerja.


Menyediakan fasilitas P3K di lokasi pekerjaan serta harus menjalin kerja sama dengan rumah
sakit terdekat yang bersedia menerima perawatan kepada orang yang mengalami kecelakaan
yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerja.
Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (terlampir),dan sesuai
dengan volume yang tertuang didalam dokumen rab yang dipersyaratkan.

TAHAPAN PEKERJAAN PASCA PELAKSANAAN KONSTRUKSI


a. PEMERIKSAAN PEKERJAAN 100%
Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan kemudian diadakan pemeriksaan lapangan oleh
tim Panitia Pemeriksa Pekerjaan.

b. AMANDEMEN
Hasil dari Pemeriksaan kemudian dituangkan dalam berita acara Serah Terima I kepada
pengguna jasa dan apabila terjadi perubahan volume ataupun perubahan design pada saat
pelaksanaan maka dituangkan dalam amandemen.

c. AS BULIT DRAWING
Gambar As built drawing dibuat mengacu pada keadaan yang sebenarnya di lapangan.

d. FOTO 100%
Setelah pekerjaan mencapai prestasi 100% kemudian diambil gambarnya dengan posisi
mengacu pada hasil foto 0% dan 50%.

e. PENYERAHAN I (PHO)
Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan dan sudah diperiksa oleh Tim Pemeriksa
Kegiatan kemudian dilakukan penyerahan pekerjaan tahap I (PHO) oleh penyedia jasa kepada
pengguna jasa.
f. PEMELIHARAAN
Sebagaimana yang telah ditentukan dalam Dokumen Lelang bahwa Pelaksana/ Kontraktor
wajib melaksanakan waktu pemeliharaan pekerjaan sejak tanggal Serah Terima I
(Pertama) pekerjaan pelaksanaan. Selanjutnya setelah masa waktu pemeliharaan
pekerjaan tersebut berakhir, akan dilakukan pemeriksaan lapangan kembali guna diadakan
Serah Terima II (Kedua) pekerjaan pelaksanaan.

PENUTUP
Demikianlah Metoda Pelaksanaan ini kami buat untuk memenuhi persyaratan Usulan Teknis
penawaran yang kami ajukan. Meskipun dalam Metoda Pelaksanaan ini tidak diuraikan secara rinci
setiap item pekerjaan yang akan dilaksanakan, namun kami akan bertanggung jawab sepenuhnya
untuk melaksanakan semua pekerjaan yang kami tawar, sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam
bestek, gambar, dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

Ternate,28 Agustus 2019


Penawar
CV. CIPTA PRASARANA

AGUS SUSANTO
Wakil Direktur