Anda di halaman 1dari 6

E.

Analisis Data dan Pembahasan


Analisis Data:

No. Prosedur Kerja Hasil Pengamatan


Identifikasi Kation
1.b Larutan garam alumunium
Diambil 1 ml larutan ke tabung reaksi Larutan tidak bewarna
Ditambahkan kalium hidroksida Terbentuk endapan bewarna putih
3.d FeCl3
Diambil 1 ml larutan ke tabung reaksi Larutan bewarna kuning
Ditambahkan ferosianida Terbentuk endapan biru
3.e FeCl3
Diambil 1 ml larutan ke tabung reaksi Larutan bewarna kuning
Ditambahkan kalium tiosianat Larutan bewarna merah darah
5.c NiSO4
Diambil 1 ml larutan ke tabung reaksi Larutan bewarna hijau terang
Ditambahkan DMG dan sedikit NH4OH DMG dan NH4OH tidak bewarna
Dipanaskan Terbentuk endapan merah
7.c Sengsulfat
Diambil 1 ml larutan ke tabung reaksi Larutan tidak bewarna
Ditambahkan kalium ferosianida Terbentuk endapan putih

Pemisahan Kation
3. Sampel
Diambil 10 ml Larutan bewarna kuning
Dipanaskan Larutan bewarna jingga
Ditambah air suling sampai 10 ml
Ditambah 4-5 tetes HCOOH lalu dipanaskan
Ditambah NH4OH Terbentuk endapan jingga
Diaduk sampai terbentuk endapan
Diuapkan sampai volume 5 ml
Ditambah dg NH4OH 6 M
Disaring dan dicuci dengan air 2x
4. Filtrate
Digunakan untuk analisis golongan III B, IV, V
5. Endapan
Dijadikan suspense hingga mendidih
Didinginkan
Endapan dicuci dan disaring
6.a Endapan
Dilarutkan dalam 1 ml HCl 6 M
Ditambahkan 1 tetes K4[Fe(CN)6] Larutan bewarna biru
6.b Endapan
Dilarutkan dalam 1 ml HCl 6 M
Ditambahkan KCNS 0,1 M Larutan bewarna merah
7. Filtrate
Diuapkan sampai 2 ml
Dinetralkan dengan HCl 6 M Larutan tidak bewarna
Dibuat alkalis, ditambahkan NH4OH 6 M (negaif Al3+, Cr3+)

Pemisahan dan Identifikasi Kation III B


1. Filtrat
Ditambahkan 0,5 g kristal NH4Cl Kristal larut
Dibuat alkalis, dengan memberikan NH4OH 6 M Larutan tidak bewarna dan
bersifat basa
Dijenuhkan dengan Na2S selama 2-3 menit Terbentuk endapan putih
Dipanaskan dalam penangas air
Dipisahkan dan dicuci endapan dengan 1-2 ml air
2. Endapan
Ditambahkan 0,5 ml HCl 12 M Keluarnya gas dari tabung reaksi
(H2S menguap)
Dipanaskan 2-3 menit
Ditambahkan NaOH 6M Tidak ada endapan
Dikocok hingga alkalis Larutan tidak bewarna
Ditambah dengan 2-3 tetes H2O2 3%
Dikocok sambil dipanaskan
Dicuci suspense dan dipisahkan
Endapan dicuci 2x dengan air hangat
6. Filtrate (dari no. 2)
Diuapkan hingga volume 2 ml
Ditambahkan Na2S Terbentuk endapan putih
(positif Zn2+)

PEMBAHASAN

Identifikasi Kation

Identifikasi Al3+

Pada umumnya, semua kation logam akan membentuk endapan pada suasana basa
kecuali ion-ion logam golongan alkali dalam sistem periodik unsur. Fungsi
penambahan KOH sebagai penyedia ion OH- yang mana akan membentuk endapan
dengan kation logam Al3+. Hasil percobaan menunjukkan adanya pembentukan
endapan putih dari Al(OH)3.
Al3+(aq) + 3OH-(aq)  Al(OH)3(s)

Identifikasi Fe3+

a. Penambahan Kalium Ferosianida


Kalium ferosianida akan membentuk senyawa kompleks endapan
berwarna jika terdapat kation logam Fe3+. Endapan terbentuk pada suasana
netral dan bersifat stabil. Identifikasi logam Fe3+ didapatkan endapan
warna biru didasarkan dengan reaksi:

Fe2+ (aq) + 2K+ (aq) + [Fe(CN)6]4- (aq) → K2Fe[Fe(CN)6] (s)

b. Penambahan Kalium Tiosianat


Kalium tiosianat akan membentuk senyawa kompleks feri tiosianat jika
terdapat kation logam Fe3+. Endapan yang terbentuk pada suasana netral,
bersifat stabil. Identifikasi logam Fe3+ didapatkan endapan merah dan
penambahn berlebih terbentuk warna larutan merah darah didasarkan
dengan reaksi:

Fe2+ (aq) + 2SCN- (aq) → Fe(SCN)2 (s)


Fe(SCN)2 (aq) + 4SCN- (aq) → [Fe(SCN)6]4- (aq)
Identifikasi Ni2+
Kation logam Ni2+ akan membentuk endapan merah rose pada penambahan
dimetilglioksim yang dilarutkan dalam pelarut alkohol. Biasanya, endapan bersifat
stabil pada suasana basa ataupun pada suasana buffer asam.

Identifikasi Zn2+
Identifikasi kation Zn2+ akan dihasilkan endapan putih pada penambahan
K4[Fe(CN)6] membentuk endapan putih stabil. Hasil percobaan dihasilkan
endapan yang stabil.
Zn2+(aq) + 2 K4[Fe(CN)6] aq) → K4Zn3[Fe(CN)6]2(s)

Sampel

Analisis kualitatif adalah suatu analisis yang bertujuan untuk mengetahui


keberadaan zat tertentu dalam sampel. Dalam praktikum ini analisis kualitatif yang
dilakukan adalah analisis kation pada suatu sampel yang diduga mengandung kation
logam golongan III. Kation logam golongan III terdiri dari subgolongan IIIA (Mn2+,
Al3+, Fe3+ dan Cr3+) dan IIIB (Ni2+, Co2+, Zn2+, Sb5+). Sampel diberi label sebagai
sampel A.

Kation-kation logam golongan III tidak mengendap pada penambahan HCl


ataupun H2S. Akan tetapi, kation-kation logam golongan III mengendap pada
penambahan amonium sulfida, (NH4)2S dalam suasana netral sampai basa.
Pengelompokan subgolongan IIIA dan IIIB didasarkan pada kelarutan kation pada
penambahan NH4OH berlebih. Kation golongan IIIB terlarut kembali dengan
penambahan amonia berlebih (Svehla, 1979).

Sampel A diamati secara fisik. Hasil data pengamatan didapatkan bahwa


sampel berwarna kuning. Diduga sampel mengandung Fe3+ berdasarkan
pembandingan dengan standar FeCl3 yang memiliki warna kuning tembus cahaya. Uji
sampel dilanjutkan dengan uji spesifik untuk pemisahan kation-kation golongan III.

Pemisahan dilakukan dengan penambahan asam format dengan cara


pemanasan. Penambahan asam format bertujuan untuk menghilangkan anion-anion
seperti nitrat yang mungkin ada dalam sampel. Sampel kemudian didinginkan pada
suhu ruang untuk kemudian ditambahkan NH4OH dengan konsentrasi 6 M yang mana
dihasilkan endapan berwarna kuning-jingga. Endapan diindikasikan sebagai endapan
golongan IIIA. Campuran endapan dan larutan kemudian dipanaskan kembali sampai
menjadi pasta kemudian didinginkan pada suhu ruang. Pasta sampel tersebut
ditambah NH4OH 6 M berlebih. Hal ini bertujuan untuk memisahkan antara golongan
IIIA dan IIIB secara sempurna. Endapan dan supernatan dipisahkan.

Sampel endapan disuspensi ke dalam air panas. Hal ini bertujuan untuk
pencucian kembali endapan dari pengotor-pengotor yang mungkin masih ada.

Endapan yang dihasilkan kemudian diambil dan dilarutkan ke dalam HCl 6 M


kemudian dibagi menjadi dua bagian. Hal ini bertujuan untuk pelarutan kembali
logam-logam menjadi ion-ionnya dan dapat dilakukan dua uji. Ke dalam larutan
tersebut ditambahkan K4[Fe(CN)6] sampai terbentuk perubahan larutan. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa di dalam sampel terjadi pembentukan endapan
berwarna biru tua yang mengindikasikan bahwa sampel mengandung Fe3+ sesuai
standar kontrol positif pada uji identifikasi.

Endapan yang telah dilarutkan di dalam HCl juga diuji dengan penambahan
KSCN. Hasil menunjukkan bahwa dalam sampel timbul endapan berwarna merah
sesuai dengan standar kontrol positif FeCl3 ditambah dengan KSCN. Sampel A
mengandung Fe3+ dari golongan III A.

Filtrat hasil pemisahan dari endapan setelah penambahan NH4OH berlebih


juga diuji untuk melihat kemungkinan kandungan kation golongan III B. Ke dalam
filtrat diuapkan sampai setengah volumenya, lalu diuji dengan lakmus. Sampel
ditambah sedikit HCl 6 M sampai asam lalu dinetralkan kembali dengan NH4OH
sampai basa. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya kation golongan IIIA
yang lolos dalam filtrat. Hasil menunjukkan bahwa sampel tidak mengandung kation
golongan IIIA karena tidak timbul endapan.

Filtrat lalu ditambahkan NH4OH sampai basa dan ditambahkan NH4Cl kristal.
Hal ini bertujuan untuk membentuk suasana penyangga basa saat setelah penambahan
Na2S. Filtrat lalu ditambah Na2S yang mana dihasilkan endapan. Hal ini
mengindikasikan bahwa sampel mengandung kation golongan IIIB. Endapan
kemudian dipisahkan dari filtrat dan diuji dengan dilarutkan kembali dengan HCl
pekat lalu dipanaskan untuk mengusir ion-ion sulfida. Larutan lalu ditambah NaOH
sampai basa dan ditambah H2O2 3% per tetes. Hal ini bertujuan untuk mengoksidasi
kemungkin seluruh kation logam IIIB yang mungkin terkandung dalam sampel. Ke
dalam sampel lalu ditambah Na2S. Hasil menunjukkan adanya endapan berwarna
putih yang mengindikasikan sampel tersebut mengandung Zn2+. Hasil dibandingkan
dengan standar kontrol positif ZnSO4 dengan penambahan Na2S.
SIMPULAN

Hasil percobaan menunjukkan bahwa di dalam sampel A terdapat kation logam golongan
IIIA yaitu Fe3+ berdasarkan uji organoleptis dan uji identifikasi Fe3+. Sampel A juga
mengandung kation logam Zn2+ berdasarkan pemisahan yang dilakukan dan uji
identifikasinya.