Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Proyek


Praktik Industri merupakan salah satu mata kuliah yang dapat diambil
disemester Ganjil yaitu semester 7 pada kurikulum Program Studi Pendidikan
Teknik Arsitektur, Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur, FPTK UPI
Bandung. Tujuan utama Praktik Industri antara lain, mengembangkan penalaran
tentang hubungan secara komprehensif antara pengetahuan bidang studi yang
diperoleh dengan penerapan aktual di lapangan dalam bentuk kerja riil sebagai
wahana aplikasi dan komparasi pengetahuan, menumbuhkan wawasan kerja aktual
dan mampu mengidentifikasi masalah-masalah kerja di lapangan yang akan
berpengaruh positif terhadap motivasi belajar mahasiswa, wahana aplikasi
keterampilan terpadu dengan menerapkan, mengamati bahkan meneliti kesesuaian
teori dan aktual sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas individu sehingga akan
menumbuhkan kemampuan manajerial (conceptual skill), kemampuan hubungan
(human skill), dan kemampuan keterampilan (technical skill).

Kegiatan Praktik Industri dilaksanakan pada salah satu proyek pembangunan


ataupun industri jasa konstruksi dalam bidang rekayasa teknik bangunan gedung.
PT. WIKA Gedung telah memberikan kesempatan kepada praktikan untuk
melaksanakan Praktik Industri tersebut di proyek pembangunan Gedung Fasilitas
Produksi Media, Surveilans dan Epidemiologi, Teknik dan Pengawasan Mutu
(Gedung No. 3), PT. Bio Farma Bandung.

Bio Farma merupakan BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini
berkembang menjadi perusahaan Life Science, didirikan 6 Agustus 1890. Selama
126 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas
hidup bangsa, baik yang berada di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 130
2

negara telah menggunakan produk Bio Farma terutama negara-negara berkembang,


dan 50 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama
Islam (OKI). Produksi Vaksin Bio Farma telah memenuhi standar yang telah
ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan
pra kualifiasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dengan kapasitas produksi
lebih dari 3,2 Miliar dosis pertahun, Bio Farma telah memenuhi kebutuhan vaksin
Nasional dan kebutuhan vaksin dunia melalui WHO dan UNICEF. Dengan
filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif
meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara
berkembang dan negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global
(Global Health Security), (Wikipedia, 2018).

PT. Bio Farma Bandung dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, selalu
berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan terbaiknya. Dalam upaya untuk
meningkatkan kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat, maka dari itu PT.Bio
Farma terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana produksi vaksin dan
antisera. Salah satunya dengan penambahan fasilitas pembangunan gedung
produksi, yaitu proyek pembangunan Gedung Fasilitas Produksi Media, Surveilans
dan Epidemiologi, Teknik dan Pengawasan Mutu (Gedung No. 3). Maka dari itu
dengan dilaksanakannya pembangunan proyek tersebut diharapkan dapat lebih
meningkatkan produksi vaksin dan antisera guna meningkatkan kesehatan dan
pelayanan kepada masyarakat.
3

1.2 Data Proyek


1.2.1 Data Umum Proyek

Nama Proyek : Pembangunan Gedung Fasilitas Produksi Media,


Surveilans, dan Epidemiologi, Teknik dan
Pengawasan Mutu (Gedung No.3)
Pemberi Tugas : PT. Bio Farma (Persero)

Konsultan Perencana : PT. Indulexco

Konsultan Pengawas : PT. Archetype

Kontraktor Pelaksana : PT. WIKA Gedung

Sub Elektrikal PT. Topas Wahana Teknik


Kontraktor :
Ducting CV. Aditya

Nilai Kontrak : Rp. 161.543.393.000,- (Bruto)

Waktu Pelaksanaan : 450 Hari Kalender, 16 Maret 2018 s/d 8 Juni


2019
Uang Muka : 20%

Masa Pemeliharaan : 180 Hari Kalender

Tabel 1.2.1 Data Umum Proyek


Sumber: Data Proyek Gedung No.3, Komersial & Engineering WIKA Gedung, 2018
4

1.2.2 Data Teknis Proyek

Lokasi Proyek

Wilayah Bojonagara

Peta Kota Bandung Peta Pasteur, Kota Bandung

Lokasi Proyek
PT. Bio Farma, Jl. Pasteur No.28, Bandung

Gambar 1.2.2 Lokasi Proyek Gedung No.3 PT. Bio Farma


Sumber: Google Maps, 2018
5

Akses menuju lokasi proyek dari UPI Bandung menurut Gmaps yaitu
dengan melewati Jl. Sukajadi atau Jl. Cipaganti dan menghabiskan waktu
kurang lebih 15 menit. Batas-batas wilayah lokasi proyek adalah sebagai
berikut:
a) Barat : RS. Dr Hasan Sadikin Bandung
b) Timur : Jl. Cipaganti
c) Selatan : Jl. Layang Pasupati
d) Utara : Jl. Prof. Eyckman
Proyek Gedung No.3 PT. Bio Farma memiliki luas total bangunan 3.515
m2 dengan jumlah 3 lantai. Fungsi dari tiap lantai bangunan tersebut adalah
sebagai berikut:
a) Lantai 1 : Lab penelitian
b) Lantai 2 : Lab penelitian
c) Lantai 3 : Lab penelitian
d) Rooftop : Utilitas

1.2.3 Tujuan Proyek

Tujuan dari pembangunan proyek Gedung Fasilitas Produksi Media,


Surveilans dan Epidemiologi, Teknik dan Pengawasan Mutu (Gedung No. 3)
PT. Bio Farma diantaranya :

a. Meningkatkan sarana dan prasarana Produksi Media, Surveilans,


Epidemiologi, Teknik dan Pengawasan Mutu di PT. Biofarma.
b. Meningkatkan produksi vaksin dan antisera guna meningkatkan
kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat.
6

1.2.4 Ruang Lingkup Proyek


Ruang lingkup proyek pada pembangunan Gedung Fasilitas Produksi
Media, Surveilans dan Epidemiologi, Teknik dan Pengawasan Mutu (Gedung
No. 3) PT. Bio Farma, meliputi:
a) Pekerjaan Struktur, yaitu tahap pekerjaan yang berhubungan dengan
kesatuan dan rangkaian beberapa elemen yang dirancang agar mampu
menerima beban. Pekerjaan pada tahap ini diantaranya sebagai berikut:
1. Pekerjaan tanah
2. Pekerjaan beton pondasi dan tie beam
3. Pekerjaan beton balok dan kolom
4. Pekerjaan plat lantai
5. Pekerjaan pedestal alat
6. Pekerjaan struktur tangga
7. Pekerjaan konstruksi atap
8. Pekerjaan drainase
9. Pekerjaan selasar
10. Pekerjaan perkerasan loading area
b) Pekerjaan Arsitektur, yaitu tahap pekerjaan setelah pekerjaan struktur
selesai. Pekerjaan ini mencakup pengolahan area lantai 1-3 berdasarkan
fungsi dan persyaratan yang sudah ditentukan. Pekerjaan pada tahap ini
diantaranya sebagai berikut:
1. Pekerjaan pasangan bata dan lapisan
2. Pekerjaan lantai
3. Pekerjaan plafond
4. Pekerjaan pintu dan jendela
5. Pekerjaan finishing tangga
6. Pekerjaan sanitair
7. Pekerjaan locker lantai
8. Pekerjaan lain-lain
7

9. Pekerjaan killing tank


c) Pekerjaan Mekanikal, yaitu tahap pekerjaan yang mencakup hal-hal
mekanis. Pekerjaan pada tahap ini diantaranya sebagai berikut:
1. Pekerjaan instalasi HVAC
2. Pekerjaan instalasi plumbing
3. Pekerjaan instalasi pemadam kebakaran
4. Pekerjaan instalasi water proses
5. Pekerjaan instalasi kontrol BAS
6. Pekerjaan lift
d) Pekerjaan Elektrikal, yaitu tahap pekerjaan yang mencakup hal-hal yang
memerlukan tenaga listrik dalam penerapannya. Pekerjaan pada tahap ini
diantaranya sebagai berikut:
1. Ruang Sub-Stasion Polio-2
2. Pengadaan dan pemasangan kabel feeder dari SS-Polio 2 ke PUTR
3. Pengadaan dan pemasangan peralatan utama panel
4. Pengadaan dan pemasangan kabel
5. Sistem grounding
6. Pekerjaan instalasi lampu
7. VAT
e) Pekerjaan Elektronika, yaitu tahap pekerjaan alat listrik arus lemah
yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel
bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik,
termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Pekerjaan pada tahap ini
diantaranya sebagai berikut:
1. Pekerjaan fire alarm
2. Pekerjaan tata suara/PAS
3. Pekerjaan telepon/PABX
4. Pekerjaan kabel tray elektronik
5. Pekerjaan CCTV
8

6. Pekerjaan BAS
7. Acces door control
8. Pintu interlock

1.3 Ruang Lingkup Praktik Industri


1.3.1 Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan Praktik Industri dilakukan selama 350 jam dimulai
pada tanggal 4 Oktober 2018 hingga 8 Desember 2018. Praktik Industri
dilaksanakan praktikan setiap hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Praktikan
tidak melaksanakan Praktik Industri di hari Rabu dikarenakan masih
mengontrak mata kuliah di kampus. Selain itu, di hari Sabtu praktikan
terkadang melaksanakan Praktik Industri jika ada pekerjaan tambahan seperti
pengecoran.
Praktikan dengan kelompok Praktik Industri beserta pembimbing di
proyek Bapak Hawin Widyo (Komersial dan Engineering) membuat
kesepakatan untuk ke lokasi proyek dan melaksanakan Praktik Industri
sebanyak 4 (empat) hari dalam seminggu. Berikut merupakan rencana jadwal
kegiatan Praktik Industri yang praktikan laksanakan:
No Hari Waktu
1 Senin 08.00 – 17.00 WIB
2 Selasa 08.00 – 17.00 WIB
3 Kamis 07.00 – 17.00 WIB
4 Jumat 08.00 – 17.00 WIB
Tabel 1.3.1 Jadwal Praktik Industri Praktikan
Sumber: Dokumen Pribadi, 2018

1.3.2 Rencana Kegiatan Aktual


Pada kegiatan Praktik Industri yang praktikan laksanakan di proyek
pembangunan Gedung Fasilitas Produksi Media, Surveilans dan
9

Epidemiologi, Teknik dan Pengawasan Mutu (Gedung No. 3) PT. Bio Farma,
proses pengamatan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh setiap
individu dalam masing-masing kelompok memiliki konsentrasi pekerjaan
yang berbeda-beda, diantaranya terdapat konsentrasi pekerjaan struktur,
arsitektural, mekanikal, dan elektrikal. Berdasarkan keputusan dan
kesepakatan dengan pembimbing proyek, praktikan mengamati pekerjaan
elektrikal mulai dari persiapan, pelaksanaan, serta pengawasan. Pekerjaan
elektrikal yang diamati oleh praktikan adalah pada sub-kegiatan pekerjaan
pemasangan pipa conduit untuk instalasi kabel, pemasangan kabel instalasi
penerangan pada pipa conduit, penempatan inbow doss saklar dan stop
kontak, dan pemasangan kabel tray. Selain itu praktikan juga turut membantu
pekerjaan bagian Komersial dan Engineering (Kontraktor Pelaksana PT.
WIKA Gedung), serta pekerjaan bagian Pelaksana S/A (Kontraktor Pelaksana
PT. WIKA Gedung). Berikut merupakan uraian pekerjaan yang praktikan
laksanakan selama Praktik Industri:
a. Pekerjaan Pemasangan Pipa Conduit Untuk Instalasi Kabel
Pada pekerjaan pemasangan pipa conduit untuk instalasi kabel ini
mengamati mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, serta pengawasan.
Lingkup pekerjaan berkaitan dengan alat dan bahan yang digunakan,
metode kerja, perlengkapan APD yang harus digunakan, serta hal lain yang
berkaitan dengan pekerjaan ini. Pelaksanaan pekerjaan tersebut
berpedoman pada gambar rencana, RKS, Kurva S, dan pedoman-pedoman
lain yang bersangkutan.
b. Pekerjaan Pemasangan Kabel Instalasi Penerangan Pada Pipa Conduit
Pada pekerjaan pemasangan kabel instalasi penerangan pada pipa
conduit ini mengamati mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, serta
pengawasan. Lingkup pekerjaan berkaitan dengan alat dan bahan yang
digunakan, metode kerja, perlengkapan APD yang harus digunakan, serta
hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan ini. Pelaksanaan pekerjaan
10

tersebut berpedoman pada gambar rencana, RKS, Kurva S dan pedoman-


pedoman lain yang bersangkutan.
c. Pekerjaan Penempatan Inbow Doss Saklar dan Stop Kontak
Pada pekerjaan penempatan inbow doss saklar dan stop kontak ini
mengamati mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, serta pengawasan.
Lingkup pekerjaan berkaitan dengan alat dan bahan yang digunakan,
metode kerja, perlengkapan APD yang harus digunakan, serta hal lain yang
berkaitan dengan pekerjaan ini. Pelaksanaan pekerjaan tersebut
berpedoman pada gambar rencana, RKS, Kurva S dan pedoman-pedoman
lain yang bersangkutan.
d. Pekerjaan Pemasangan Kabel Tray
Pada pekerjaan pemasangan kabel tray ini mengamati mulai dari tahap
persiapan, pelaksanaan, serta pengawasan. Lingkup pekerjaan berkaitan
dengan alat dan bahan yang digunakan, metode kerja, perlengkapan APD
yang harus digunakan, serta hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan ini.
Pelaksanaan pekerjaan tersebut berpedoman pada gambar rencana, RKS,
Kurva S dan pedoman-pedoman lain yang bersangkutan.
e. Membantu pekerjaan Pelaksana S/A (Kontraktor Pelaksana PT. WIKA
Gedung)
Membantu pekerjaan bagian Pelaksana S/A (Kontraktor Pelaksana
PT. WIKA Gedung) merupakan pekerjaan tambahan praktikan dan
kelompok, diantaranya yaitu mapping pasangan bata dinding, rekap
monitoring pengecoran, menghitung volume beton plat lantai dan balok,
dan menghitung lebar pasangan bata dinding.
f. Membantu pekerjaan Komersial dan Engineering (Kontraktor Pelaksana
PT. WIKA Gedung)
Membantu pekerjaan bagian Komersial dan Engineering (Kontraktor
Pelaksana PT. WIKA Gedung) merupakan pekerjaan tambahan praktikan
dan kelompok, diantaranya yaitu drafting mulai dari gambar 2D
11

menggunakan aplikasi AutoCad, dan gambar 3D menggunakan aplikasi


Sketchup.

1.4 Manfaat Praktik Industri


1. Manfaat bagi mahasiswa :
a) Memberikan gambaran dunia kerja yang sebenarnya kepada mahasiswa
sebagai bekal untuk kemudian hari.
b) Menambah pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang tidak didapat
langsung dalam perkuliahan.
c) Memperoleh pengalaman, pengamatan dan pengenalan visual secara
langsung mengenai kondisi yang ada di lapangan.
d) Mendapat kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah
diperoleh diperkuliahan untuk diterapkan di lapangan.
e) Menambah relasi dengan pihak proyek Gedung No.3 Kontraktor Pelaksana
(PT. WIKA Gedung).
2. Manfaat bagi pihak Kontraktor Pelaksana (PT. WIKA Gedung) :
a) Membantu pekerjaan pihak Kontraktor Pelaksana (PT. WIKA Gedung).
b) Memberikan masukan yang berguna untuk pihak Kontraktor Pelaksana
(PT. WIKA Gedung).