Anda di halaman 1dari 5

1.

Ethernet arsitektur berdasarkan konsep menghubungkan beberapa komputer ke kabel yang


panjang, kadang-kadang disebut ether, sehingga membentuk struktur bus. Setiap komputer
dilengkapi dengan adapter Ethernet yang mencakup alamat 48-bit yang unik untuk komputer itu.
Setiap komputer bergabung ke eter melalui sebuah transceiver yang membentuk "T." logis
Transceiver menerima pesan Ethernet pada kabel, melihat alamat, dan baik melewati pesan ke
komputer, jika sesuai dengan alamat, atau mengirimkan ke bawah kabel, jika alamat tidak sesuai.
Koneksi Ethernet. Setiap komputer terhubung ke kabel Ethernet melalui sebuah transceiver dan
sebuah antarmuka host. A (logis) kabel Ethernet tunggal membentuk jaringan area lokal. Dua LAN
dapat bergabung melalui apa yang disebut jembatan, seperti yang ditunjukkan dalam gambar, di
bawah ini. Sebuah jembatan adalah sebuah komputer khusus terhubung ke dua LAN. Ketika
menerima sebuah message, ia menentukan yang mana dari dua jaringan komputer yang ditujukan
pada dan meneruskan pesan ke jaringan yang sesuai. Ethernet. Tiga Ethernet Local Area Network,
beberapa komputer comprisedof terhubung ke kabel, yang bergabung melalui jembatan untuk
membentuk LAN yang lebih besar.

2.

Dalam teknologi jaringan komputer, protokol Ethernet paling banyak dipergunakan. Hal
ini karena penggunaan protokol ini relatif sederhana dan murah seperti Network Interface Card
(NIC), hub, dan switch, dan tidak memerlukan instalasi yang rumit. Kecepatan transfer data
menggunakan arsitektur Ethernet cukup tinggi. Hingga saat ini, arsitektur Ethernet sudah memiliki
kecepatan transfer data sampai 100 Mbps, dengan delay rendah (puluhan microsecond) dan
mempunyai faktor kesalahan yang kecil. Belakangan ini juga sudah diperkenalkan teknologi Fast
Ethernet yang mampu menangani data hingga 1000 Mbps (1 Gigabytes per second).
3. Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-
link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam
frame sebelum ditransmisikan di atas kabel.
Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband
yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus
half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat
melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam
modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision
Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu
tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet,
setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan
melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika
tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau
mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal.
Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan
yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal
kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka
kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station
tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi
pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak station
dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan
kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika
dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara
40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk
menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan
segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain.
4. <ETHERNET>
a. 10BaseT
Pada Ethernet 10BaseT menggunakan topologi Star. Ethernet dengan topologi star ini paling
banyak digunakan, karena mudah pemasangannya serta melakukan pengecekan jika ada
kerusakan pada jaringan. Pada 10BaseT kabel yang dipakai bukan coaxial tapi kabel UTP.
Spesifikasi dari 10BaseT adalah sebagai berikut:
 Panjang kabel per-segmen maksimum 100 m
 Jumlah segmen maksimum adalah 1024
 Jumlah node perjaringan 1024
 Menggunakan Hub dengan jumlah maksimum 4 buah
 Kabel yang digunkan UTP kategori 3 atau lebih

b. 10BaseF
10BaseF mengunakan kabel serat optik, ini jarang digunakan karena biasanya mahal dan
pemasangannya tidak semudah ethernet tipe lain. Umumnya jenis ini dipakai untuk penghubung
(link) antar segmen karena jaraknya bisa mencapai 2000 m serta kabel yang digunakan adalah
serat optik. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media
yang berbeda.

<Fast Ethernet>
Memiliki kecepatan akses data 100 Mbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 100BaseFX,
100BaseT, 100BaseT4 dan 100BaseTX. Protokol ini cepat menjadi populer, karena memberikan
kecepatan 10 kali lebih tinggi dibandingkan 10BaseT dengan harga yang relatif murah. Fast
Ethernet bergantung pada jenis media/kabel yang digunakan, tergolong atas beberapa tipe
sebagai berikut:

a. 100Base TX
Protokol 100BaseTX ini mendukung penggunakan kabel UTP kategori-5 seperti yang digunakan
oleh protokol IOBaseT sehingga dapat digunakan tanpa banyak mengubah distribusi perkabelan
yang sudah ada. Yang perlu diganti hanya hub dan network adapter yang mampu mendukung
protokol 100BaseTX. Banyak network adapter dan hub yang diproduksi belakangan ini
mempunyai kemampuan untuk mendeteksi secara otomatis kecepatan 10 atau 100 Mbps. Kabel-
kabel jaringan tidak perlu diganti karena 100BaseTX dapat berfungsi dengan baik dengan
menggunakan kabel UTP kategori¬5, seperti yang digunakan oleh jaringan 1OBaseT dengan
panjang kabel antara hub dengan hub atau hub ke komputer adalah sama juga, yaitu 100 meter.
Namun untuk protokol 100BaseTX, diameter jaringan maksimum (jarak terjauh antara dua
komputer) adalah 205 meter.

b. 100BaseFX
Tipe protokol ini mendukung penggunaan kabel serat optik de¬ngan jarak maksimum 412 meter.

c. 100BaseT
100BaseT disebut juga Fast Ethernet atau 100BaseX, adalah ethernet yang mempunyai kecepatan
100 Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai, yaitu:
 100BaseT4, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai adalah 4 pasang
 100BaseTX, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai hanya 2 pasang
 100BaseTX, memakai kabel serat optic

Pada 100BaseT yang menggunakan kabel Coaxial maksimum total kabelnya dengan menggunakan
Hub Class II adalah 205 m, dengan perincian 100 m untuk panjang segmen dan 5 m untuk
hubungan Hub ke Hub. Sedangkan untuk 100BaseFX dengan menggunakan dua Repeater bisa
mencapai 412 m, dan panjang segmen dengan serat optik bisa mencapai 2000 m.

<Gigabit Ethernet>
Memiliki kecepatan akses data 1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik. Standar yang digunakan adalah:
1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX dan 1000BaseT.
Gigabit Ethernet merupakan protokol jenis Ethernet terbaru yang mendukung kecepatan 1000
Mbps.
Gigabit Ethernet bergantung pada jenis media yang digunakan, terdiri atas beberapa tipe sebagai
berikut:

a. 1000BaseTX
Merupakan jenis protokol Ethernet terbaru yang menggunakan kecepatan 1000 Gigabit per
second (Gbps) dan mendukung pergunaan kabel UTP kategori-5. Spesifikasinya banyak mirip
dengan protokol 100BaseTX, misalnya jarak kabel maksimum adalah 100 meter dengan diameter
jaringan 205 meter.

b. 1000BaseSX dan 1000 BaseLX


Protokol 1000BaseSX dan 1000BaseLX berdasarkan spesifikasi 802.3z yang mendukung
penggunaan media serat optik yang mampu meneruskan data dengan panjang kabel sampai 550
meter untuk protokol 1000BaseSX, dan 3000 meter untuk protokol 1000BaseLX, tergantung tipe
dan mode serat optik yang dipakai. Oleh sebab itu protokol ini banyak dipakai sebagai jaringan
tulang punggung (backbone) untuk jaringan kampus.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.pro.co.id/arsitektur-logik-jaringan-lan-local-area-network/

http://linda2tkj3.blogspot.com/2011/07/arsitektur-ethernet.html

syakur.staff.gunadarma.ac.id