Anda di halaman 1dari 43

PUTUSAN

Nomor: 16/G/2016/PTUN.YK

“DEMI KEADILAN BEERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan
sengketa Tanah Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara biasa, telah menjatuhkan
putusan dengan pertimbangan sebagai berikut dalam sengketa antara Roy Martin,
kewarganegaraan Malaysia, perkerjaan mahasiswa, tempat tinggal di Lorong kubang buaya 59
No. 25 Kuantan Pahang Malaysia

Dalam Hal ini Berdasarkan surat kuasa khusus Nomor 25/SK/2016, tanggal 8 juli 2016
memberikan kuasa kepada :

1. Tommy, S.H.,M.Hum.

2. Yohanes Dwi Andrean, S.H.,M.H

Berdasarkan Surat Kuasa tertanggal memilih tempat kedudukan hukum ( Domisili ) di


kantor kuasanya tersebut di bawah ini. Berdasarkan Surat Kuasa khusus Nomor : 25/SK/2016
tertanggal 8 Juli 2016 (terlampir) dalam hal ini diwakili oleh kuasanya :

Kewarganegaraan : Indonesia ;----------------------------------------------------------------------

Bekerja sebagai advokat di kantor advokat Yosafar and friends, yang berkantor di Jalan
Mozes Gatotkaca No. 17, Kec. Depok, Kab Sleman, Yogyakarta,

Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;------------------------------------------------------

MELAWAN

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, berkedudukan di Gedung Thomas Aquinas, Jl. Babarsari
No.44, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, D.I.Yogyakarta 55281.

;-----------------------------------------------------------------------------------------
Dalam hal ini berdasarkan surat kuasa khusus No: 5/SK-T/2016 tertanggal memberikan kuasa
kepada :

1. Nama : Charisma Anggun, S.H.,M.Hum.

2. Nama : Adinda Dhea Safira, S.H.,M.Hum.

Beralamat kantor di Jl. Candrakirana No. 10, Terban, Gondokusuman, Yogya, 55223

Selanjutnya disebut sebagai : TERGUGAT ;---------------------------------------------------------------

Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut ;--------------------------------------------------------------------

1. Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor :
02/G/2016/PTUN-YK tanggal 9 November 2016 tentang penunjukan Majelis Hakim ;-----------

2. Telah membaca Penetapan Ketua Majelis Hakim Nomor : 02/G/2016/PTUN-YK, tertanggal 9


November 2016 tentang Penetapan Hari Pemeriksaan Persiapan ;----------------------------------

3. Telah membaca Penetapan Ketua Majelis Hakim 02/G/2016/PTUN-YK tanggal 23 November


2016 tentang Penetapan Hari Sidang ;-----------------------------------------------------------------------

4. Telah membaca dan mempelajari surat-surat dalam berkas perkara ;--------------------------------

5. Telah membaca surat-surat bukti yang diajukan oleh para pihak yang mendengar keterangan
saksi-saksi yang diaukan oleh pihak PENGGUGAT di persidangan ;----------------------------------

------------------------------T E N T A N G D U D U K S E N G K E T A-------------------------------

Menimbang, bahwa PENGGUGAT dalam gugatannya tertanggal 7 November 2016 yang telah
didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta tanggal 16 september 2016
dengan register perkara Nomor 16/G/2016/PTUN-YK yang telah diperbaiki secara formal pada
tanggal 28 Oktober 2016 dengan mana PENGGUGAT mendalilkan sebagai berikut :

Adapun mengenai duduk persoalannya adalah sebagai berikut ;-----------------------------------------


1. Bahwa PENGGUGAT adalah Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya
Yogyakarta dengan Nomor Mahasiswa 160512415, PENGGUGAT merupakan
Mahasiswa asal Malaysia yang berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, selama
berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta PENGGUGAT mengikuti perkuliahan
dengan baik ;-------------------------------------------------------------------------------------------
2. Bahwa sampai pada akhirnya PENGGUGAT mengikuti program magang di
Laboratorium Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan sesuai
Surat dari Kepala Laboratorium Teknik Industri Nomor 280/123/FT/2016 tertanggal 10
September 2016 PENGGUGAT dinyatakan telah selesai melaksanakan program magang
di Laboratorium Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta ;-------------
3. Bahwa PENGGUGAT juga telah menyelesaikan beberapa program magang di
laboratorium Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta hanya tinggal 2
(dua) kegiatan yang belum diselesaikan yaitu Kustomfest dan Servis gratis ;----------------
4. Bahwa selama melaksanakan program magang di Laboratorium Fakultas Teknik Industri
Universitas Atma Jaya Yogyakarta itulah PENGGUGAT diduga telah mencuri mesin
Turbo Ac 450 di laboratorium Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya
Yogyakarta, akan tetapi perbuatan yang dilakukan oleh PENGGUGAT hanyalah dugaan
belaka karena atas dugaan tersebut sampai dengan saat ini belum ada putusan yang
mempunyai kekuatan putusan tetap bahkan laporan polisi atas perbuatan tersebut juga
tidak sah ;-----------------------------------------------------------------------------------------------
5. Bahwa hanya atas dugaan perbuatan pencurian mesin Turbo Ac 450 tersebutlah pihak
Universitas Atma Jaya Yogyakarta menganggap PENGGUGAT telah melakukan
kesalahan dan mengganggu ketertiban kampus sehingga terbitlah Keputusan Rektor
Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor 235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September
2016 tentang pencabutan izin belajar Atas Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik
Industri Atma Jaya Yogyakarta ;----
6. Bahwa terbitlah Keputusan Rektor Nomor 235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September
2016 tentang pencabutan izin belajar Atas Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik
Industri Atma Jaya Yogyakarta, tanpa didahului Surat Peringatan sehingga sangat
mengejutkan PENGGUGAT ;-----------------------------------------------------------------------
7. Bahwa kemudian terbit surat No.UAJY/RK/0112/I/010/16 tertanggal 26 September 2016
yang menyebutkan PENGGUGAT sebagai Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Atma
Jaya Yogyakarta, oleh karenanya PENGGUGAT merasa statusnya semakin tidak jelas ;--
8. Bahwa PENGGUGAT mengirimkan Surat Permohonan ketegasan dan kejelasan status
Roy Martin Nomor 23/P/N/16 tertanggal 30 September 2016 kemudian dari jawaban
Surat Nomor 91/HT/2016 tertanggal 2 Oktober 2016 yang diterima pada tanggal 12
Oktober 2016 barulah PENGGUGAT mengetahui secara jelas adanya keputusan Rektor
Nomor 235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan izin belajar
Atas Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Atma Jaya Yogyakarta, maka
berdasarkan pasal 55 UU Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara
pengajuan gugatan terhadap obyek sengketa belum kadaluwarsa ;--------------------
9. Bahwa objek sengketa adalah keputusan tata usaha negara yang menjadi kompetensi
Pengadilan Tata Usaha Negara, karena berdasarkan pasal 1 angka 9 UU Nomor 51 Tahun
2009 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata
Usaha Negara keputusan tergugat tersebut secara komulatif telah memenuhi unsur-unsur
suatu keputusan Tata Usaha Negara, yaitu:
- Unsur penetapan tertulis terlihat dari bentuknya yang tertulis
- Unsur dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang dalam hal
ini adalah TERGUGAT sebagai pejabat eksekutif
- Unsur berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara, berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini terlihat dari adanya kewajiban
hukum dari PENGGUGAT sebagaimana dalam obyek sengketa
- Unsur bersifat konkrit, terlihat dari wujud obyek sengketa yang jelas dan tidak
abstrak
- Unsur individual, terlihat dari alamat yang dituju oleh keputusan obyek
sengketa adalah bukan umum, namun jelas ditujukan kepada PENGGUGAT
- Unsur final, terlihat bahwa obyek sengketa sudah tidak memerlukan persetujuan
instansi lain maupun pejabat atasan PENGGUGAT
- Unsur menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata,
terlihat penetapan tergugat secara sepihak tersebut yang telah menimbulkan
kewajiban hukum yang merugikan
TERGUGAT ;------------------------------------------------------------------
10. Bahwa berdasarkan uraian diatas sesuai pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9
Tahun 2004 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang
Peradilan Tata Usaha Negara, Penggugat dalam hal ini merupakan mahasiswa fakultas
teknik industry universitas atma jaya Yogyakarta mempunyai kepentingan untuk
mengajukan gugatan terhadap tergugat karena dengan adanya Keputusan Rektor
Universitas Atma Jaya Yogyakarta 235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September 2016
tentang pencabutan izin belajar Atas Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik
Industri Atma Jaya Yogyakarta, maka penggugat merasa dirugikan yaitu tidak dapat
menyelesaikan studinya ;-----------------------------------------------------------------------
11. Bahwa alasan dikeluarkannya keputusan rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta
235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan izin belajar Atas
Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Atma Jaya Yogyakarta, melanggar
asas-asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB) sebagaimana dimaksud dalam pasal
53 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang perubahan atas
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara,
yaitu ;-------------------------------------------------------------

- Asas Kecermatan;
Bahwa asas yang mengharuskan tergugat sebelum menerbitkan objek sengketa
terlebih dahulu wajib mempertimbangkan semua fakta yang relevan dan berkaitan
dengan objek sengketa, kaitannya dengan hal ini tergugat dalam objek sengketa hanya
menyebutkan alasan pencabutan izin belajar PENGGUGAT adalah “mengulangi
tindakan yang mengganggu ketertiban dilingkungan universitas” akan tetapi tidak
menyebutkan “tindakan berupa apa yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan
Universitas”

Bahwa disamping itu dasar hukum yang digunakan dalam objek sengketa
yaitu ;-----------------
a. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan
nasional ;----------------
b. Peraturan pemerintah nomor 153 tahun 2000 tentang penetapan Universitas Atma
Jaya Yogyakarta sebagai badan hukum milik
negara ;------------------------------------------------------
c. Peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan
Pendidikan ;-----------------------------------------------------------------------------------
------------------
d. Keputusan majelis wali amanat Universitas Atma Jaya Yogyakarta nomor
12/SK/MWA/2016 anggaran rumah tangga universitas atma jaya Yogyakarta no.
06/SK/MWA/2015 tentan perubahan anggaran rumah tangga universitas atma jaya
Yogyakarta ;-----------------------------------------------------------------------------------
------------------
e. Keputusan majelis wali amanat Universitas Atma Jaya Yogyakarta nomor
26/SK/MWA/2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan rektor universitas
atma jaya
Yogyakarta ;-----------------------------------------------------------------------------------
------------
f. Keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta nomor 413/FT/SK/2016,
Tentang pemberhentian skorsing izin belajar atas nama Roy Martin mahasiswa
fakultas teknik industry Universitas Atma Jaya
Yogyakarta ;-----------------------------------------------------------

Dasar-dasar hukum tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan alasan
pencabutan izin PENGGUGAT, tidak ada dasar hukum tentang syarat mahasiwa yang
dicabut izin belajarnya di universitas atma jaya Yogyakarta sehingga sesuai fakta
tersebut diatas penerbitan obyek sengketa bertentangan dengan asas
kecermatan ;--------------------------------------------------------

- Asas larangan berbuat sewenang-wenang (A Bus De Droit)

Bahwa dalam penerbitan obyek sengketa yang tidak melihat fakta dengan cermat
merupakan tindakan yang sewenang-wenang dari tergugat terlebih-lebih dalam
penerbitan obyek sengketa tergugat “tidak pernah mengeluarkan surat peringatan
yang ditujukan kepada PENGGUGAT ataupun memanggil PENGGUGAT untuk
setidak-tidaknya mengklarifikasi perbuatan PENGGUGAT yang diduga mencuri
mesin Turbo Ac 450
tersebut” ;----------------------------------------------------------------------------------------
-----------------

Bahwa dengan tergugat tidak mendengarkan kebenaran dari PENGGUGAT dan


tidak mengeluarkan surat peringatan sangat bertentangan dengan larangan berbuat
sewenang-wenang (A Bus De
Droit) ;--------------------------------------------------------------------------------------

12. Bahwa oleh karena Obyek sengketa bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan
yang baik, maka obyek sengketa harus dinyatakan batal atau tidak sah, dan kepada
TERGUGAT diwajibkan untuk mencabut objek sengketa
tersebut ;--------------------------------------------------------
13. Bahwa obyek sengketa yang ditetapkan oleh TErGUGAT memiliki dampak langsung
yang sangat merugikan PENGGUGAT, karena dengan terbitnya obyek sengketa
PENGGUGAT yang seharusnya sudah dapat menyelesaikan program magang di
laboraturium Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, selain itu
adanya keadaan mendesak berupa kerugian besar yang diderita PENGGUGAT yaitu
PENGGUGAT harus mengganti kerugian kepada yayasan Pahang yang selama ini
membiayai PENGGUGAT semasa kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, maka
berdasarkan ketentuan pasal 67 ayat (2), Undang-Undang nomor 5 tahun 1986 tentang
Peradilan Tata Usaha Negara dengan ini PENGGUGAT memerintahkan TERGUGAT
Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk menunda tindak lanjut pelaksanaan
administratif keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor
235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan izin belajar Atas
Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Atma Jaya Yogyakarta selama
pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berlangsung sampai ada putusan
Pengadilan dalam perkara ini yang memperoleh kekuatan hukum
tetap;-------------------------------------------------------------------------------
14. Berdasarkan uraian tersebut, PENGGUGAT memohon kepada Pengadilan Tata Usaha
Negara Yogyakarta untuk memeriksa, memutus, serta menyelesaikan berdasarkan hukum
keadilan dan kebenaran, sebagai
berikut;-------------------------------------------------------------------------------------------

Menimbang, pihak PENGGUGAT telah mengajukan Jawaban PENGGUGAT tertanggal 1


februari 2013 yang isinya sebagai berikut :

I. DALAM EKSPESI
1. Bahwa menurut hukum tempat PENGUGAT adalah termasuk wilayah Kota Yogyakarta
sehingga sebenarnya gugatan Penggugat harus diajukan harus ditunjukan kepada Pengadilan
Tata Usaha Negara Yogyakarta;------------------- Eksepsi Surat Kuasa PENGGUGAT Tidak
Sah ;------------------------------

Menunjuk kepada berkas perkara sengketa Tata Usaha Negara a quo maka terdapat fakta
hukum bahwa PENGGUGAT Prinsipal (Roy Martin) adalah Warga Negara Malaysia
dan dalam keperluan mengajukan gugatan terhadap TERGUGAT , personal yang
memberikan kuasa dengan Surat Kuasa Khusus tertanggal 8 Juli 2016 dengan tempat
pembuatan dokumen tersebut di Yogyakarta. (Vide, Mohon majelis berkenan untuk
memeriksa Surat Kuasa PENGGUGAT a quo) sedemikian tidak dapat diartikan lain
selain dari pada bahwa PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) yang bertempat tinggal
di Pahang, Malaysia, pada tanggal 8 Juli 2016, hadir atau berada di Yogyakarta guna
membuat atau menandatangani dokumen surat kuasa tersebut ;

2. Bahwa berdasarkan surat No. W. 14-IMI.1.GR.04.02-2737, tanggal 30 Oktober 2016 yang


diterbitkan oleh kantor imigrasi Yogyakarta; yang menerangkan bahwa KITAS ( Kartu Izin
Tinggal Sementara ) PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin )berada di Yogyakarta pada bulan
Juli 2016 atau dengan kata lain bahwa menurut data dan keterangan kantor imigrasi
Yogyakarta pada bulan Juli 2016 saat mana terdapat klaim tentang lahirnya hubungan hukum
perjanjian pemberian kuasa dengan adanya pembuatan dokumen Surat Kuasa Khusus
PENGGUGAT a quo. Sedemikian bagaimana mungkin dokumen Surat Kuasa Khusus
PENGGUGAT perkara a quo, dapat dibuat tanpa kehadiran PENGGUGAT prinsipal ( Roy
Martin ). Selain dari pada itu, kami sangat menyaksikan legalitas dokumen Surat Kuasa
Khusus PENGGUGAT karena secara fisik tanda tangan yang tertera diatas nama
PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) ternyata jauh berbeda dengan tanda tangan yang
bersangkutan pada dokumen - dokumen lain yang ada pada kami, termasuk Surat Kuasa
Khusus yang bersangkutan tertanggal 4 Oktober 2016. ( Vide, mohon Majelis berkenan untuk
memeriksa dan membandingkan tanda tangan PENGGUGAT Prinsipal baik pada Surat Kuasa
yang pertama maupun perubahannya dan juga dengan dokumen yang bertandatangan
PENGGUGAT Prinsipal sebelumnya). Kalaupun nantinya PENGGUGAT tetap bersikukuh
dengan menyampaikan dalil pembenaran bahwa PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin )
berada di Yogyakarta pada tanggal 8 Juli 2013 dan menandatangani surat kuasa a quo, maka
menjadi wajar, adil dan sesuai dengan hukum pula apabila PENGGUGAT dibebani dengan
beban pembuktian akan dalil kehadiran PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) di Yogyakarta
tersebut ;-------------------------------------------------------------------------
3. Bahwa berdasarkan uraian diatas, maka menjadi nyata dan tegas bahwa Surat Kuasa Kusus
PENGGUGAT tertanggal 8 Juli 2016 dalam perkara sengketa Tata Usaha Negara a quo adalah
tidak sah dan oleh karenanya gugatan PENGGUGAT karena tanpa didasarkan pada suatu
kewenangan hukum yang sah oleh para penerima kuasanya maka mengakibatkan
tindakannya pun menjadi tidak sah pula dan gugatan Tata Usaha negara a quo menjadi
gugur ;------------------------------------------------
4. Bahwa apabila fakta hukumnya ternyata PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) pada tanggal
8 Juli 2016 tersebut ternyata berada di luar negeri (Malaysia) dan tidak di Yogyakarta,
sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 57 Ayat (3) UU Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan
Tata Usaha Negara, maka dalam hal PENGGUGAT berada di luar negeri dan memberikan
surat kuasa untuk mengajukan gugatan, maka berlaku ketentuan yang berbunyi sebagai
berikut ;------------------------------

“(3) Surat kuasa yang dibuat diluar negeri bentuknya harus memenuhi
persyaratan di negara yang bersangkutan dan diketahui oleh Perwakilan
Republik Indonesia di negara tersebut, serta kemudian diterjemahkan kedalam
bahasa Indonesia oleh penerjemah resmi.”

Sedemikian perjanjian pemberian kuasa dengan dokumen Surat Kuasa yang berdasarkan
ketentuan hukum yang berlaku di Malaysia dan dengan syarat administrative yakni
diketahui oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia dengan
dilakukan alih bahwa oleh pejabat penerjemah
tersumpah ;-------------------------------------------------------------------------
5. Bahwa berdasarkan fakta hukum yang termuat dalam surat kuasa PENGGUGAT in casu, maka
menjadi nyata dan tegas bahwa Surat Kuasa Khusus PENGGUGAT tertanggal 8 Juli 2016
dalam perkara sengketa Tata Usaha Negara a quo adalah tidak sah karena tidak memenuhi
ketentuan Pasal 57 Ayat (3) Undang – Undang No.5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha
Negara, dan oleh karenanya gugatan PENGGUGAT karena tanpa didasarkan pada suatu
kewenangan hukum yang sah oleh para Penerima Kuasanya makan mengakibatkan
tindakannya pun menjadi tidak sah pula dan tidak dapat lain bahwa PENGGUGAT a quo
menjadi gugur ;--------------------------------------------------

DALAM PENUNDAAN

Memerintahkan TERGUGAT Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk menunda tindak
lanjut pelaksanaan administrative keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor
235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan izin belajar Atas Nama Roy
Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Atma Jaya Yogyakarta selama pemeriksaan sengketa
Tata Usaha Negara sedang berlangsung sampai ada putusan pengadilan dalam perkara ini yang
memperoleh kekuatan hukum tetap;

DALAM POKOK PERKARA

Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;

1. Menyatakan batal atau tidak sah keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Nomor 235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan izin belajar
Atas Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Atma Jaya
Yogyakarta ;-----------------------------
2. Mewajibkan TERGUGAT untuk mencabut Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Nomor 235/FT/SK/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan izin belajar
Atas Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Atma Jaya
Yogyakarta ;-----------------------------
3. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam sengketa
Tata Usaha
Negara ;-------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------

Eksepsi Gugatan Daluwarsa / Lewat Waktu


1. Bahwa objek sengketa berupa Surat Rektor Nomor 235/FT/SK/2016 tentang Pencabutan Izin
Belajar Atas Nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri, nyata-nyata tertera
tanggal 1 September 2, sedemikian telah melebihi waktu 90 (sembilan puluh) hari
sebagaimana ketentuan Pasa 53 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2986 tentang Peradilan Tata
Usaha Negara nyata dan tegas pula bahwa PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) telah
mengetahui terbitnya objek sengketa , satu dan lain karena yang bersangkutan telah menerima
salinan Objek Sengketa sebagaimana pada saat Pemeriksaaan Persiapan Perkara in casu surat
yang sama telah dicocokkan dengan objek sengketa yang disampaikan oleh TERGUGAT dan
hasilnya identik. Berkaitan dengan waktu penerimaan Objek Sengketa maka Dekan Fakultas
Teknik Industri Universitas Atma Jaya telah mengirim surat berikut lampiran berupa Objek
Sengketa dengan surat No. UAJY/KU/8174/I/01/13, Tanggal 1 Desember 2013 yang
kemudian beberapa saat setelah pemberitahuan tersebut, PENGGUGAT prinsipal (Roy
Martin) menunjuk kuasa hukum dan telah melakukan korespondensi dengan TERGUGAT /
Rektor Universitas Atma Jaya berkaitan dengan Objek Sengkera, antara
lain ;---------------------------------------

a. Surat Dekan Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya No.


UAJY/KU/8174/I/01/13 tanggal 1 Desember 2013, tentang Pemberitahuan Surat
Keputusan Rektor ;---------------------

b. Surat dari Kuasa Hukum Roy Martin tertanggal 5 Oktober 2013 tentang permohonan
Penjelasan dan klarifikasi Keputusan Rektor Nomor : 539/P/SK/HT/2013 tentang
pencabutan izin belajar atas nama Roy Martin mahasiswa Fakultas Teknik Industri
Universitas Atma
Jaya ;-----------------------------------------------------------------------------------

c. Surat dari Kuasa Hukum Roy Martin, tertanggal 20 Oktober 2013 tentang
pemberitahuan;

d. Surat Rektor Universitas Atma Jaya No. 8230/P/HT/2014 tanggal 1 November 2013,
tentang penjelasan dan
klarifikasi ;--------------------------------------------------------------------------------
e. Surat dari Kuasa Hukum Roy Martin, No. 20/S/XII/15. Tertanggal 20 Desember
2015 tentang Permohonan
Penjelasan ;------------------------------------------------------------------------

f. Surat Rektor Universitas Atma Jaya No. 907/P/HT/2016 tanggal 12 Februari 2016,
tentang penjelasan Status Roy
Martin ;----------------------------------------------------------------------

2. Bahwa segenap surat-surat diatas nyata-nyata menyebut, membahas bahkan surat dari kuasa
hukum Roy Martin, No.20/S/XII/15, tertanggal 20 Desember 2015, telah melampirkan pula
fotokopi Objek Sengketa, sedemikian syarat perhitungan batas waktu 90 (sembilan puluh)
hari yang dihitung berdasarkan ketentuan “....sejak saat diterimanya..Keputusan Badan atau
Pejabat Tata Usa Negara” tersebut, maka jangankan diukur dari tanggal penerimaan Surat
Dekan Fakultas Teknik Industri pada bulan Desember 2013 saat penerimaan saurat
pemberitahuan Objek Sengketa a quo, maka apabila sekurang-kurangnya saja dihitung dengan
tolak ukur tanggal Surat dari Kuasa Hukum, No. 20/S/XII/15 tertanggal 20 Desember 2015
yang melampirkan fotokopi Objek Sengketa itu saja, maka waktu 90 (sembilan puluh) hari
itupun juga telah lewat .-----------------------------------------

3. Bahwa secara filosofis, makna dan tujuan dari “diterimanya atau diumumkannya Keputusan
Badan atau Pejabat Tata Usa Negara” adalah agar diketahuinya atau diterimanya informasi
tentang Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara oleh Subjek Hukum yang
dimaksud. Bahwa fakta hukum etntang diketahuinya Objek Sengketa oleh PENGGUGAT
serta benarnya klaim PENGGUGAT dalam posita 8 halaman 3 Surat Gugatan yang
mendalilkan bahwa dirinyaa baru mengetahui adanya Objek Sngeketa pada bulan Juni 2013,
maka klaim hal tersebut menjadi sangat tidak logis, dan tidak benar sebagaimana ternyata
dalam faktta-fakta hukum sebagai berikut ;------------

a. PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) memberikan kuasa berdasarkan Surat Kuasa


Khusus tanggal 4 Oktober 2013 yang objek pemberian kuasanya jelas dan tegas
menyebut Objek
Sengketa ;------------------------------------------------------------------------------------------
-

b. Kuasa Hukum Roy Martin dapat melakukan korespondensi via surat menyurat degan
pokok bahasan tentang permintaan penjelasan tentang Objek Sengketa dengan
menyebuit identitas Objek Sengketa dengan benar dan dapat melampirkan pada
fotokopi Objek
Sengketa ;------------------------------------------------------------------------------------------
---------

c. Sudah sejak bulan Oktober tahun 2013 PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) tidak
menjalankan tugas belajar di Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya,
logiukanya jika yang bersangkutan baru mengetahui adanya Objek Sengketa pada
bulan Juni 2016, otomatis pada bulan Juni 2016 itu pula yang bersangkutan juga
amsih belajar di Falkultas Teknik Industri Universitas Atma
Jaya ;----------------------------------------------------------------

d. Bahwa secara sepihak PENGGUGAT melakukan interpretasi terhadap Surat Rektor


Universitas Atma Jaya ayng berisi tanggapan atau klarifikasi atas surat permohonan
klarifikasi Kuasa Hukum Roy Martin, logika hukum yang administrasinya jelas tidak
mungkin Surat Keputusan yang tiada lain adalah suatu produk hukum, dapat diubah
dan digantikan oleh suatu surat atau dokumen saja yang lebih rendah tingkatannya
dari produk hukum berupa Keputusan Rektor, terlebih surat tersebut yang sama
sekali tidak berisi keterangan yang merubah atau bahkan menegaskan atau
menghentikan Surat Keputusan
Rektor ;---------------------------------------------------------------------------------------------
---------

e. Adanya pengakuan atu reverte tidak langsung oleh PENGGUGAT yang termuat
dalam Posita 6, 7, dan 8 halaman 3 Surat Gugatan, dalam mana PENGGUGAT telah
menerima dan mengetahui terbitnya Objek Sengketa pada tanggal 1 September 2013
dan setelah itu mengirimkan surat kepada TERGUGAT tentang kejelasan status
kemahasiswaannya pada tanggal 4 Juni 2016 karena merasa kebingungan atas surat
klarifikasi Rektor Universitas Atma Jaya tanggal 15 November 2014 nyata dan tegas
dari uraian peristiwa tersebut menggambrkan fakta hukum bahwa PENGGUGAT
telah mengetahui terbitnya Objek Sengketa sebelum bulan Juni
2016 ;--------------------------------------------------------------------

4. Bahwa tidak logis taktkala Kuas Hukum PENGGUGAT mendapatkan tugas berdasarkan Surat
Kuasa Khusus tanggal 4 Oktober 2013 yang menyebut Objek Sengketa tersebut dan dapat
melakukan korespoindensi yang juga berkaitan dengan Objek Sengketa, namun ini
mengklaim baru mengetahuinya pada tanggal 4 Juni
2016 ;-------------------------------------------------------------------------

5. Bahwa apabila PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) tidak mengetahui adanya Objek
Sengketa, dan terlebih sejak Desember 2013 itu pula yang bersangkutan tidak lagi
menjalankan kewajiban belajar di lingkungan belanajr mengajar Fakultas Teknik Industri
Universitas Atma Jaya, sedemikian secara logis jika tidak mengetahui adanya Objek Sengketa
maka seharusnya yang bersangkutan tetap menjalankan buaknnya malah berhenti.Selanjutnya
dapat dipertanyakan pula tentang alasan PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) tidak
melanjutkan studinya tersebut sejak Desember 2013, jika hal itu karena Objek Sengketa maka
nyata-nyata dan merupakan fakta hukum yang benar dan logis bahwa PENGGUGAT prinsipal
(Roy Martin) telah mengetahui dan menerima Objek
Sengketa ;----------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------

6. Bahwa selain hal-hal di atas, maka tentang diketahuinya Objek Sengketa oleh PENGGUGAT
prinsipal (Roy Martin), ternyata pula di dalam surat tertanggal 22 Juni 2015 dan
ditandatangani oleh PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) beserta Orang Tuanya, yang
ditujukan kepada Rektor Universitas Atma Jaya yang pada pokoknya berisi tentang
Permohonan untuk melanjutkan studi dan keringan atas sanksi pencabutan izin belajarnya
yang dirasakan terlalu berat ;-------------------------------

7. Berdasarkan argumentasi di atas maka menjadi adil, wajar, dans esuai dengan hukum apabila
Gugatan PENGGUGAT dinyatakan tidak dapat diterima (niet ont vankjelijke verklaard)
karena telah lewat waktu /
kadaluwarsa ;------------------------------------------------------------------------------------------------
-

Eksepsi Gugatan Kabur (obscuur libel)

1. Uraian Posita 10 halaman 4 Surat Gugatan a quo, tidak memenuhi ketentuan Pasal 53 ayat
(1) UU no.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha
Negara ;--------------------------------------------------------

2. Bahwa Posita 10 halaman 4 Surat Gugatan a quo tidak menyebutkan kepentingan


PNEGGUGAT, satu dan lain PENGGUGAT tidak menguraikan atas kepentingan apa
mengajukan gugatan, anmun justru ahnya menyebutkan alasan mengajukan gugatan karena
merasa dirugikan. Bahwa kepentingan atau de interest, seharusnya mencakup tentang uraian
adanya suatu tujuan tertentu yang terhalang atau tidak terlaksana karena terbitnya Objek
Sengketa, bukan karena “merasa dirugikan”, karena alasan tersebut adalah dasar mengajukan
gugatan sengketa Tata Usaha Negara yang ujungnya adalah permintaan batal atau tidak
sahnya Objek Sengketa dengan atau tanpa ganti rugi ;------------------------

3. Bahwa Posita butir 6, 7, dan 8 pada halaman 3 Surat Gugatan, bertentangan dan tidak sinkron
antara satu dengan yang lainnya. Bahwa dalam Posita 6 PENGGUGAT menegaskan tentang
terbitnya Objek Sengketa pada tanggal 1 September 2013 yang amat mengejutkan
PENGGUGAT karena tanpa didahului oleh surat peringatan sebelumnya, sehingga
PENGGUGAT menegaskan bahwa dirinya mengetahui Objek Sengketa. Frasa dalam awal
kalimat Posita 7, tegas menyebut bahwa kemudian terbit surat tanggal 15 November 2014
yang dianggap PENGGUGAT sebagai legalitas kemahasiswaannya itu, sedemikian tidak
dapat dimaknai selain bahwa sebelum tanggal 15 November 2014, tersebut sebagai
pengakuan bahwa PENGGUGAT telah menerima dan mengetahui terbitnya Objek
Sengketa ;---------------------------------------------------------------------------------------------------
---

4. Namun dalam Posita 8 justru logika hukumnya dibalik lagi bahwa PENGGUGAT mengklaim
baru mengetahui secara jelas atau terbitnya Objek Sengketa pada 20 Juni 2016. Sedemikian
nyata-nyata bahwa antara Posita 6, 7, dan 8 pada halaman 3 Surat Gugatan, bertentangan dan
tidak sinkron antara satu dengan lainnya sehingga menjadikan gugatan menjadi kabur
(obscuur libel) ;------------------------

Sedemikian karena Gugatan PENGGUGAT tidak memenuhi ketentua hukum acara dan juga
saling bertentangan diantara positanya sehingga menjadi kabur (obscuur libel) oleh karenanya
Gugatan PENGGUGAT patut untuk dinyatakan tidak dapat diterima (niet ont vankjelijke
verklaard ;-----------------

II. DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN OBJEK SENGKETA


----------------------------------------------------------------------------------

Bahwa Objek Sengketa telah dijalankan oleh TERGUGAT dan telah menimbulkan akibat akibat
hukum sampai dengan saat ini yakni bahwa berdasarkan Objek Sengketa bahwa maka
PENGGUGAT (Roy Martin) adalah bukan lagi mahasiswa pada institusi TERGUGAT, sejak 1
September 2013. Sedemikian permohonan penundaan pelaksanaan Objek Sengketa oleh
PENGGUGAT adalah menajadi tidak tepat dan oleh karenanya patut untuk
ditolak ;-------------------------------------------------------------------------------

III. DALAM POKOK PERKARA -------------------------------------------------------

1. Bahwa TERGUGAT menolak secara tegas dalil PENGGUGAT baik yang termuat didalam
Posita maupun Petitum Gugatan a quo, kecuali yang secara tegas dan tertulis diakui
kebenarannya oleh
TERGUGAT ;------------------------------------------------------------------------------------------------
----------

2. Bahwa segala hal yang termuat dalam bagian eksepsi diatas, apabila relevan dengan bagian
Pokok Perkara ini maka secara mutatis-mutandis dan proporsional, mohon dianggap termuat
kembali pada Pokok Perkara
ini ;----------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Bahwa benar PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) pernah menjadi mahasiswa TERGUGAT
pada Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya pada kelas Program Internasional yang
berasal dari Malaysia dengan No. Induk Mahasiswa
160512415 ;------------------------------------------------------------

4. Bahwa tidak benar apabila PENGGUGAT principal (Roy Martin) mengikuti perkuliahan
dengan baik, jutsru yang bersangkutan pernah mendapatkan skorsing dengan Surat Keputusan
Rektor Universita Atmajaya Nomor : 413/P/SK/HT/2008 tanggal 19 Desember 2008, tentang
pemberian skorsing atas nama Roy Martin terhitung mulai tanggal 1 Januari 2013 sampai
dengan 31 Desember 2016 yang hal tersebut dilakukan untuk tujuan pendidikan dan
pendisiplinan mahasiswa karena terbukti secara sah dan menyakinkan perbuatan pencurian
mesin turbo AC450 berdasarkan Putuasan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor :
195/Pid.B/2015/PN.YK., Tanggal 18 Oktober 2015 yang telah berkekuatan hukum tetap dan
PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) telah menjalani hukuman sebagai narapidana di Lapas
Wirogunan Kelas IIA Yogyakarta ;----------------------------------

5. Bahwa selanjutnya PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) berdasarkan surat Departemen


Pendidikan Nsional Nomor 3730A2.4/LN/2010 tanggal 1 Februari 2010 tentang persetujuan
perpanjangan izin belajar atas nama Roy Martin Warga Negara Malaysia dan surat pernyataan
kesanggupan oleh orang tua Roy Martin tanggal 27 November 2010, yang bersangkutan dapat
melanjutkan studiunya kembali di Fakultas Teknik Industri dengan persyaratan tidak akan
mengulangi perbuatannya serta sanggup menerima sanksi apapun dari Universitas Atma Jaya
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Atma
Jaya ;---------------------------------------------------------------

6. Namun, tabiat dan perilaku PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) justru bertentangan
dengan kesanggupannya , karena pada Tanggal 26 Agustus 2010, berdasarkan surat Laporan
dan Komplain kepada Dekan Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta
tertanggal 1 September 2010. PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) dalam keadaan seperti
orang mabuk, keduanya telah melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan di lingkungan
Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakartaterhadap dua (2) orang
Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya
Yogyakarta ;-------------------------------------------------------------------------------
7. Bahwa sebagai wujud tanggung jawab Penyelenggara pendidikan TERGUGAT pun telah
memberikan fasilitas kepada PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) selaku peserta didiknya
guna memperbaiki perilakunya dalam mendapatkan bimbingan konseling dan pendampingan
oleh dr.Silas Henry Ismanto, Sp.KJ., pada bagian bimbingan konseling Fakultas Teknik
Industri Universitas Atma Jaya yang kesimpulannya PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin )
memiliki problem penyesuaian diri yang didasari oleh problem
kepribadian ;---------------------------------------------------------------------------------

8. Bahwa selanjutnya PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) dapat melanjutkan belajarnya dan
telah berhasil menyelesaikan studi Sarjana Teknik pada Fakultas Teknik Industri Universitas
Atma Jaya Yogyakarta, dan mengikuti wisuda Sarjana periode III tahun Akademik 2012/2013
pada tanggal 19 Mei
2012 ;---------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----

9. Bahwa untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik Industri maka PENGGUGAT prinsipal ( Roy
Martin ) mendaftar dan mengikuti program magang di Laboratorium Fakultas Teknik Industri
Universitas Atma Jaya Yogyakarta ;-----------------------------------------------------------

10. Bahwa dalam menjalankan program magang, Fakultas Teknik Informatika Universitas Atma
Jaya Yogyakarta selaku administrator kemudian mengirimkan Mahasiswa peserta program
magang ke berbagai Laboratorium Teknik Industri dan aturan Laboratorium berikut otomatis
berlaku dan harus di taati oleh Mahasiswa Program
Magang ;---------------------------------------------------------------------------

a. Namun ternyata PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) dalam mengikuti program magang
tersebut seringkali mangkir tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, tidak memiliki
ketekunan, tidak menjalankan prosedur program magang secara lengkap dalam berbagai
tahapan atau kegiatan program magang, sedemikian posita 3 pada halaman 2 surat Gugatan
tentang klaim PENGGUGAT bahwa PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) hanya kurang
menyelesaikan 2( dua) tugas magang ;--------------------------------------------------------------------

b. Bahwa profesi teknik industrialisme haruslah ditunjang dengan unsur-unsur kedisiplinan,


kecermatan, ketekunan, dan tanggung jawab. Sedemikian pelanggaran-pelanggaran
PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) mengakibatkan bersangkutan tidak dapat mengikuti
ujian dan tidak mendapatkan nilai ;-----------------------------------------------------------------------
c. Seharusnya PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) belajar atas kejadian yang lampau dan
memperbaiki perilaku dan tindakannya tersebut, justru PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin)
malah berperilaku sebaliknya karena tertangkap tangan secara melawan hak telah mengambil
mesin turbo AC450 dari gudang penyimpanan saat sedang menjalankan tugasnya di
laboratorium fakultas teknik dan mesin turbo AC450 tersebut harus diambil secara paksa
darinya oleh petugas jaga laboratorium. Bahwa secara terus menerus dalam 3 (tiga) hari
sebelum kejadian, PENGGUGAT tertangkap tangan tersebut pada tanggal 20, 21, dan 22 Juli
2013 di gudang penyimpanan Laboratorium Teknik Industri dan telah kehilangan banyak
mesin turbo lainnya, saat mana yang bersangkutan melakukan tugas jaga di Laboratorium
Teknik Industri ;----------------------------------------------------------------------------------------------

d. Bahwa kemudian atas peristiwa tersebut, karena PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) selaku
mahasiswa program magang telah melanggar peraturan Laboratorium Teknik Industri dan
beberapa ketentuan Hukum Pidana, maka setelah memeriksa dan antara lain berdasarkan Surat
Kepala Labroratorium Teknik Industri dan Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya,
maka Pejabat Koordinator pendidikan profesi tidak dapat lagi menerima peserta didik yang
demikian dan mengembalikan PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) dikembalikan kembali ke
Bagian Akademik Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya. Apabila saat ini
dipertanyakan soal Putusan Pidana atas peristiwa tersebut, maka urusan pemidanaan bukanlah
tanggung jawab dari TERGUGAT, justru apabila saat itu belum atau tidak dilaporkan kepada
Kepolisian Republik Indonesia, maka silahkan saja PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin )
hadir ke Yogyakarta dan selanjutnya secara bersama-sama dapat melaporkan diri atau
dilaporkan berkaitan dengan peristiwa tersebut ke pihak yang berwajib ;

e. Bahwa selanjutnya karena pelaksanaan program magang di Laboratorium Fakultas Teknik


Industri telah mengembalikan peserta didik karena melakukan tindakan tidak terpuji tersebut
yang secara tidak langsung telah mencemarkan dan merendahkan Universitas Atma Jaya, serta
telah pula melanggar kesanggupannya, maka Dekan Fakultas Teknik Industri Universitas Atma
Jaya menyampaikan rekomendasi kepada TERGUGAT ( Rektor Universitas Atma Jaya ) untuk
dilakukan tindak lanjut terhadap PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) berdasarkan temuan,
bukti, dan laporan bimbingan konseling sebagai bahan pertimbangannya ;-----------------

f. Bahwa selanjutnya dengan cermat serta hati-hati dan berdasarkan penilaian unsur-unsur yang
terkait maka disimpulkan bahwa PENGGUGAT prinsipal ( Roy Martin ) telah melakukan
pelanggaran akademik dan non-akademik, serta telah cukup diberikan kesempatan untuk
memperbaiki diri, namun karena tidak adanya perubahan sikap sebagai mahasiswa Universitas
Atma Jaya serta dilanggarnya syarat dalam pernyataan kesanggupan dalam rangka persetujuan
perpanjangan izin belajar setelah penjatuhan skorsing, maka dengan berat hati TERGUGAT pun
menerbitkan Objek Sengketa guna memberikan pembelajaran bagi civitas akademika
Universitas Atma Jaya dalam upaya mencapai tujuan ;--------------------------------------------------

g.Bahwa setelah terbit objek sengketa dan diberitahukan kepada PENGGUGAT prinsipal ( Roy
Martin ) yang bersangkutan kemudian menunjuk Kuasa Hukum berdasarkan Surat Kuasa
Khusus Tanggal 4 Oktober 2013 yang objek pemberian kuasanya jelas dan tegas menyebut
objek sengketa, dan selanjutnya Kuasa Hukum PENGGUGAT menyampaikan Surat
Permohonan Penjelasan dan Klarifikasi tertanggal 5 Oktober 2013 dan tertanggal 20 Oktober
2013 yang pada pokoknya meminta dicabutnya objek sengketa. Bahwa kemudian TERGUGAT
menyampaikan tanggapannya dengan surat No. 8230/p/HT/2013 tanggal 1 November 2013
tentang Penjelasan dan Klarifikasi yang pada pokoknya menerangkan alasan – alasan terbitnya
objek sengketa dan menolak permohonan Kuasa Hukum PENGGUGAT ;---------------------------

h.Bahwa selanjutnya TERGUGAT juga cukup terkesan tatkala mendapat laporan dari Dekan
Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta berkaitan dengan adanya surat
No.Ruj;(5) dalam MPM 41882 tanggal 23 Juni 2013 dari Dr. Wan Mazan Bin Mohamed
Woodjdy selaku Majelis Perbuatan Malaysia pada Kementerian Perindustrian yang meminta
klarifikasi status kelulusan PENGGUGAT prinsipal karena yang bersangkutan mengaku akan
lulus pada tanggal 22 Oktober 2012 dan juga klarifikasi karena ditemukan adanya kejanggalan
pada dokumen berupa salinan Ijazah Profesi milik PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) dalam
proses Permohonan Pendaftaran sementara pada Majelis Perbuatan Malaysia ;--------------

i. Bahwa interpretasi PENGGUGAT berkaitan dengan Surat Wakil Dekan Bidang Akademik
Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya No.UAJY/KU/7902/1/05/13 tanggal 15
November 2014 tentang Surat Rekomendasi untuk transfer studi ke UKRIDA, sebagaimana
Posita 7 Surat Gugatan adalah keliru dan sama sekali tidak berdasar. Tegas bahwa dalam surat
tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya
menunjukkan bentuk empati, beretika, sopan santun dan amat berbudi pekerti tatkala
mencantumkan kalimat sebagai berikut ;-------------------------------------------------------------------

“Bersama ini kami kirim mahasiswa a.n Roy Martin untuk melakukan pendaftaran
sebagai mahasiswa transfer ;----------------------------------------------------------
Sedemikian untuk memperhalus kalimat aslinya yakni “mahasiswa drop out a.n. Roy
Martin”, maka kata-kata “drop out” memang sengaja tidak dicantumkan sebagai suatu sikap
berempati, beretika, sopan santun, dan amat berbudi pekerti tersebut adalah serta semata-mata
hanya untuk membantu TERGUGAT agar transfer program pendidikan dapat berhasil dan
diterima UKRIDA. Namun, seperti niat itu saat ini berbalik dan seperti pepatah “ ditulung malah
menthung”. Bahwa selain itu, urusan interpretasi tersebut maka pihak manakah yang menerbitkan
surat dan pihak manakah pula yang berwenang untuk menafsirkan surat dan melakukan
interpretasi atas surat tersebut yang sebenarnya cukup jelas yakni Universitas Atma Jaya /
TERGUGAT. Bahwa interpretasi terhadap Surat Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik
Industri Universitas Atma Jaya No. UAJY/KU/7902/1/05/01 Tanggal 15 November 2013 tentang
Surat Rekomendasi untuk transfer studi ke UKRIDA, sebagai pengakuan status mahasiswa,
PENGGUGAT prinsipal (Roy Martin) adalah keliru, salah, dan mengada-ada ;-------------------

Interpretasi non-logis PENGGUGAT sama saja menganggap bahwa Surat Wakil Dekan
Bidang Akademik dapat merubah Keputusan Rektor Nomor 539/P/SK/HT/2013 tentang pencabutan
izin belajar atas nama Roy Martin, mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya, yang
notabene merupakan peraturan Universitas ;--------------------------------------------------------------

11. Bahwa Posita 11 Surat Gugatan yang menyatakan penerbitan Objek Sengketa melanggar asas
kecermatan adalah keliru, satu dan yang lainnya nomenklatur dasar hukum Objek Sengketa telah
secara cermat dan rinci termuat dasar hukum legalitas TERGUGAT, dalam mana terdapat pula
ketentuan yang mengatur tentang kewajiban mahasiswa dan kewenangan TERGUGAT dalam
menjatuhkan sanksi terhadap warga Universitas Atma Jaya ;-------------------------------------------------

Berkaitan dengan tidak disebutkannya bentuk “mengganggu ketertiban” dalam Objek Sengketa
karena rangkaian perbuatan PENGGUGAT principal (Roy Martin) yang tidak mungkin disebut satu
per satu tersebut dikualifikasikan sebagai menganggu ketertiban dan kemanan. Bahwa Objek
Sengketa telah secara cermat dan dilakukan dengan mempertimbangkan segenap unsur-unsur terkait
dan telah pula dilakukan pemeriksaan terhadapnya ;-----------------------------------------------------------

Selanjutnya tidak ada pula kewajiban mencantumkan satu persatu redaksional PENGGUGAT
principal (Roy Martin) dalam redaksional Objek Sengketa, karena telah dirumuskan dalam
nomenklatur bagian pertimbangan, serta dokumen-dokumen yang menjadikan dasar diambilnya
keputusan dan terbitnya Objek Sengketa ;-----------------------------------------------------------------------
12. Bahwa Objek Sengketa telah cermat dan didasarkan pada kewenangan yang sah dan dibuat dalam
format serta materi yang sah dan legal, sedemikian amat jauh dari perbuatan yang sewenang-
wenangnya dan tidak taat aturan dengan tidak menjalankan tugasnya, apabila TERGUGAT tidak
mengambil tindakan tersebut dalam menjalankan tujuan Universitas Atma Jaya.;-------------------------

Sedemikian berdasarkan uraian tersebut diatas, maka menjadi terang dan jelas pokok permasalahannya
dan oleh karena Objek Sengketa yang diterbitkan oleh TERGUGAT nyata-nyata tidak melawan hukum
dan juga tidak melebihi wewenang, maka menjadi patut dan adil apabila gugatan PENGGUGAT a quo
dinyatakan ditolak ;-------------------------------------------------------------------------------------------------------

IV. PERMOHONAN

1. Bahwa berdasarkan segala hal di atas, dengan ini TERGUGAT bermohon agar Majelis Hakim
Pemeriksa Perkara sudi untuk memeriksa dan menjatuhkan amar putusan sebagai berikut ;

----------------------------------------PRIMAIR-------------------------------------------

I. Dalam Eksepsi ------------------------------------------------------------------------

a. Menerima Eksepsi TERGUGAT untuk seluruhnya ;---------------------------------------------

b. Menyatakan gugatan PENGGUGAT gugur atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima ;

II. Dalam Permohonan Penundaan --------------------------------------------------

Menyatakan menolak permohonan PENGGUGAT dalam penundaan pelaksanaan Objek


Sengketa ;-----------------------------------------------------------------------------------------------------

III. Dalam Pokok Perkara --------------------------------------------------------------

a. Menerima Jawaban TERGUGAT untuk seluruhnya ;

b. Menyatakan Gugatan PENGGUGAT ditolak untuk seluruhnya ;


c. Menghukum PENGGUGAT membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini ;

---------------------------------------SUBSIDAIR-----------------------------------------

Demikian jawaban ini kami sampaikan dan apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain
terhadap pandangan dan atau apa ayng telah TERGUGAT uraikan di atas, maka mohon kiranya agar
Majelis Hakim Yang Mulia untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya dan layak.

Menimbang bahwa atas jawaban PENGGUGAT tersebut, pihak PENGGUGAT telah


mengajukan Repliknya di persidangan tanggal 14 November dan pihak PENGGUGAT juga telah
mengajukan Dupliknya tanggal 7 November 2016 ;

Menimbang bahwa untuk mendukung dalil-dalil, PENGGUGAT telah mengajukan bukti-bukti


berupa fotocopy surat-surat yang diberi tanda P-1 sampai dengan P-III, yang telah diberi materai
dengan cukup dan oleh Majelis Hakim telah diteliti dan disesuaikan dengan aslinya sehingga
bukti-bukti tersebut telah memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai alat bukti persidangan yaitu ;

1. Foto copy surat keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor :
235/FT/SK/2016, tertanggal 22 September 2016 tentang Pencabutan izin belajar atas nama
Mahasiswa Roy Martin Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakartra (sesuai
dengan aslinya) ;------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Foto copy Surat Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor:
UAJy/KU/7902/1/05/01, tanggal 15 November 2013 hal Surat Rekomendasi a.n Roy Martin
(sesuai dengan foto copy) ;------------------------------------------------------------------------------------

3. Foto copy Surat Kepala Bantuan Hukum Kantor Hukum dan Organisasi Universitas
Atma Jaya Yogyakarta Nomor:94/HT/2016, tanggal 11 Juni 2016 hal: Surat Permohonan
Ketegasan dan Kejelasan Status atas nama Roy Martin, kepada Tommy, S.H dan Yohanes
Andrean Situngkir (sesuai dengan
aslinya) ;---------------------------------------------------------------------------
Menimbang bahwa selain bukti-bukti surat tersebut PENGGUGAT juga telah mengajukan 2
(dua) orang saksi di persidangan yang memberi keterangan dibawah sumpah menurut agama
yang dianutnya sebagai berikut:………………………………………………………………

1. Abdul Rozak, Tempat/yanggal lahir: Kuching, 1 Oktober 1992, Pekerjaan: mahasiswa


agama: Islam kelamin: laki-laki, Kewarganegaraan: Malaysia, bertempat tinggal : di Tun Razak
Malaysia…………………………………………………………………………………

2. Desnal Natalio Tempat/tanggal lahir : Sleman 27 Mei 1971, pekerjaan : pengusaha Kos
agama : Islam, Kewarganegaraan : Indonesia, bertempat tinggal di Seturan, RT 003/RW 008,
Kecamatan Condong Catur Kota Yogyakarta…………………………………………………

Masing-masing telah memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada pokoknya sebagai
berikut;………………………………………………………………………………………….

1. Keterangan saksi Abdul Rozak pada pokoknya sebagai berikut ;…………………………

- Bahwa saksi mengenal saudara penggugat sebagai teman dari PENGGUGAT;…………

- Bahwa saudara saksi menengenal penggugat sejak awal masuk kuliah di Universitas Atma Jaya
Yogyakarta , saya sudah mengenalnya jadi saya mengenal dia sejak ospek karna kami satu
kelompok kemahasiswaan yaitu perkumpulan mahasiswa Malaysia;
…………………………………………………………………………………

- Bahwa saudara saksi juga mengikuti program magang yang diadakan kampus bersama
penggugat di Laboratorium Fakutltas Teknik Industri Universita Atma Jaya Yoigyakarta;
………………………………………………………………………………

- Bahwa selama menjalankan magang penggugat tidak pernah menceritakan kepada saudara
tentang niatan untuk melakukan suatu hal yang buruk;…………………………

- Bahwa sksi yakni bahwa saksi penggugat tidak pernah menggunakan;…………………

- Bahwa saksi telah mengetahui penggugat sudah tidak berada di Yogyakarta pada bulan Juli
2016. karena penggugat sudah tidak berkomunikasi dengan penggugat;……………
-Bahwa saksi tidak mengetahui KITAS saudara Penggugat telah habis masanya pada tahun 2016
dikarenakan dia tidak pernah menceritakan tentang KITAS nya kepada saya jadi saya kurang tau
bahwa KITAS nya telah habis pada tahun 2016;……………………

Keterangan saksi selengkapnya sebagaimana tercata dalam Berita Acara Sidang Perkara ini, yang
merupakan kesatuan tak terpisahkan dengan putusan ini;………………………………

2. Keternangan saksi Desnal Natalio pada pokoknya sebagai berikut;


…………………………

- Bahwa saksi mengenal saudara Penggugat sebagai penghuni Kosan dari saksi;……………

- Bahwa saksi mengetahui penggugat ini mulai kos di tempat kos dari bulan juli 2012;……

- Bahwa menurut saksi sekitar tahun 2016 sekitar bulan Juni atau Juli penggugat pamit;……

- Bahwa saat saksi menanyakan kepada Penggugat, penggugat hanya dia bilang ingin pulang ke
Malaysia;……………………………………………………………………………………

- Bahwa perilaku Penggugat selama ngekos di tempat saksi penggugat berprilaku baik dan sopan
serta sering menyapa anak-anak kos dan saya sendiri…………………………………

- Bahwa menurut saksi saudara penggugat tidak pernah mengalami masalah ini sebelumnya
karena saudara penggugat ini orangnya baik, dan saya sendiri pun masih tidak percaya dengan
kejadian yang dilakukan;………………………………………………………………

- Bahwa penggugat selesai masa kos pada taun 2017 pada bulan April;………………………

- Bahwa tidak ada perilaku penggugat yang mencurigakan kalaupun ada pasti ada laporan ke
saksi karena saksi adalah pemilik kos;…………………………………………………………

- Bahwa tidak ada keluhan dari penghuni kos yang lain tentang perilaku penggugat yang
menyimpang;…………………………………………………………………………………….

- Bahwa penggugat keluar dari kos saksi pada tahun 2016 seharusnya pada tahun 2017;……

- Bahwa tidak ada kecurigaan dari saksi karena penggugat keluar dari kos lebih awal dari masa
habis waktunya. Saksi rasa itu hal yang wajar-wajar saja karena penggugat berhak untuk
memilih. Disamping itu malah lebih menguntugkan saksi sendiri sebagai pengusaha kos;
……………………………………………………………………………………………

- Bahwa saksi tidak mengetahui segala kegiatan dari saudara penggugat baik di luar kos maupun
kegiatan di kampus;…………………………………………………………………….

Keterangan saksi selengkapnya sebagaimana tercatat dalam Berita Acara Sidang Penggugat ini,
yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dengan putusan ini.;------------------------------------

Menimbang bahwa untuk menguatkan dalil-dalil bantahannya, pihak TERGUGAT telah


mengajukan bukti-bukti tertulis berupa foto copy yang telah dilegalisir dan bermaterai cukup dan
diperidangan telah mengajukan bukti-bukti surat tersebut oleh TERGUGAT telah diberi tanda T-
1 sampai T-16, sebagai berikut ;------------------------------------------------------------------------------

1. Foto copy putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor: 195/Pid.B/2014/PN.YK


tertanggal 18 Mei 2014 (Sesuai dengan yang aslinya) ;-------------------------------------
2. Foto copy surat Departemen Hukum dan HAM RI kantor wilayah D.I. Yogyakarta
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.A Yogyakarta Nomor: W22.Ea.PS.01.10-2016 Kepada
Kepala kantor Imigrasi Yogyakarta tanggal 30 Oktober 2016 perihal: Pemberitahuan
bebasnya Narapidana Warga Negara Malaysia dari lapas Yogyakarta atas nama Roy
Martin (Sesuai dengan foto copy) ;------------------------------------------------
3. Foto Copy surat Keputusan Dekan Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor:
UAJY/RK/0112/I/010/16 tanggal 26 September 2016 Hal: Mahasiswa Fakultas Teknik
Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta a.n Nean Situngki (Sesuai dengan nama
aslinya) ;------------------------------------------------------------------------------------------------
-
4. Foto Copy Surat Keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor;
235/FT/SK/2015 tentang pemberian skorsing atas nama saudar Roy Martin Mahasiswa
Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Sesuai dengan nama aslinya)
;-----------------------------------------------------------------------------------------
5. Foto Copy Surat Departemen Pendidikan Nasional Nomor 3730/A2.4/LN/2016 tanggal
28 September 2016 Kepada Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hal; Persetujuan
perpanjangan Izin Belajar a.n Roy Martin w.n Malaysia (Sesuai dengan Foto Copy) ;
6. Foto copy surat komplain dari Mahasiswa Teknik Industri Universitas Atma Jaya
Yogyakarta atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma
Jaya Yogyakarta (sesuai dengan foto copy) ;-----------------------------------------------
7. Foto Copy Surat Dekan Fakultas Teknik industri Univeritas Atma Jaya Yogykarta Nomor
UAJY/RK/0112/I/010/16 tanggal 13 Oktober 2016 Kepada wakil Rektor Bidang
Kerjasama dan pengembangan Usaha Univeritas Atma Jaya Yogyakarta Hal; Kelanjutan
studi Roy Martin (sesuai dengan Foto copy) ;-------------------------------------------------
8. Foto copy surat Encik Situngkir orang tua kandung dari Roy Martin tanggal 10
November 2016 kepada Dekan Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya
Yogyakarta Hal; Kesanggupan (Sesuai dengan foto copy) ;-------------------------------------
9. Foto Copy Izin Meneliti Roy Martin tanggal 7 April 2012 kepada Laboratorium Fakultas
Teknik Industri UAJY (Sesuai dengan aslinya) ;---------------------------------------
10. Foto Copy Surat Koordinator Profesi Bagian Laboratorium Fakultas Teknik Industri Universitas
Atma Jaya Yogyakarta, Nomor : UAJY/TI/104/I/07/13 tanggal 12 Maret 2013, kepada Kepala Seksi
Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik Industri UAJY, Hal : Program Magang atas nama
Roy Martin (sesuai dengan aslinya) ;-------------------------------------------------------------------
11. Foto Copy Surat Kepala Bagian Dari Acara Kustomfest tanggal 21 juni 2016, Hal:
Kegiatan Kepanitiaan atas nama Roy Martin (sesuai dengan aslinya) ;-------------------
12. Foto Copy surat kepala bagian Kalkulus Fakultas Teknik industri Universitas Atma Jaya
Yogyakarta Nomor: UAJY/KU/712/07/2016 tanggal 16 Juli 2016, Hal: Laporan Kejadian
(sesuai dengan aslinya) ;------------------------------------------------------------------------------
13. Foto Copy Surat Kepala Bagian Ilmu Manfaktur Fakultas Teknik Industri Universitas
Atma Jaya Yogyakarta Nomor: UAJY/MF/292/07/2016 tanggal 27 Juli 2016
Hal:Pengembalian Magang;-------------------------------------------------------------------------
14. Foto Copy Surat Kepala Bagian Ilmu Manufaktur Fakultas Teknik Industri Universitas
Atma Jaya Yogyakarta Nomor: UAJY/MF-KK/337/07/2016 tertanggal 10 Agustus 2016 ,
Hal: Permohonan Hasil Ujian/tes akhir (Sesuai dengan aslinya) ;------------------------------
15. Foto Copy surat Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor:4652P/HT/2016, Hal:
Penjelasan dan klarifikasi Kepada Yohanes Dwi, S.H, M.H. dkk tim kuasa Hukum sdr.
Roy Martin (sesuai dengan foto copy) ;--------------------------------------------------------
16. Foto Copy Surat Keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Nomor :
235/FT/SK/2016 tanggal 22 september 2016 tentag Pencabutan Izin Belajar atas nama
Roy Martin mahasiswa fak. Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (sesuai
dengan aslinya) ;------------------------------------------------------------------------------
Menimbang bahwa disamping bukti surat tersebut, pihak TERGUGAT dipersidangan telah pula
mengajukan 2(dua) orang saksi, yaitu; ....................................................................

Selain bukti-bukti surat tersebut PENGGUGAT juga telah mengajukan 2 (dua) orang saksi di
persidangan yang memberi keterangan dibawah sumpah menurut agama yang dianutnya sebagai
berikut : ..............................................................................................................

a. Richar Bokir , tempat/tanggal lahir : Desa kali Agung – KulonProgo, 28 Juni 1988,
Pekerjaan:Pegawai bengkel kustom AKM, Agama : Kristen, Jenis Kelamin : Laki-laki,
Kwarganegaraan : Indonesia, bertempat di JL. Melati No. 26 Gejayan Kecamatan
Merican RTRW : 002/009 Kecamatan Gembus, Kota
Yogyakarta; ...........................................................................................................................
......
b. Maria Sitiningsih M.Si, Tempat Tanggal Lahir, Medan 2 Agustus 1972, Perempuan ,
Kewarganegaraan Indonesia,, Jl. Mawar No.16 Kecamatan Parngritis RT/RW : 004/003
Kecamatan wonosari, Kota Yogyakarta ;-

Masing-masing telah memberikan keterangan dbawah sumpah yang pada pokoknya sebagai
berikut; .....................................................................................................................................

1. Keterangan Saksi Richard Bokir pada pokoknya sebagai berikut;--


- Bahwa saksi merupakan Pegawai Bengkel AKM di daerah Condong Catur, sleman
- Bahwa saksi mengenal Penggugat sebagai mahasiswa dari UAJY, penggugat
tertangkap tangan telah manegmbil mesin Turbo AC450 pada saat berlangsungnya
acara kustomest yang diadakan di Jogja Expo Center; .............................................
- Bahwa saksi melihat PENGGUGAT melewati stand yang di tempatkan di dalam
gedung tidak seperti biasanya dan sedang terburu-buru seperti sedang ingin
melakukan sesuatu ( sambil mempraktikkan); .................................................
- Bahwa saksi melihat ciri-ciri PENGGUGAT ada yang berbeda tidak seperti biasanya
yang sering tersenyum dan menyapa, tetapi akhir-akhir ini saksi melihat
PENGGUGAT tidak pernah datang ke bengkel dan menjadi cuek hingga terburu-buru
saat dalam gedung JEC ; ...............................................................................
- Bahwa Saksi melihat juga PENGGUGAT seperti agak pucat dan ketakutan pada saat
itu; ...................................................................................................................
- Bahwa saksi yakin dengan keterangan yang di berikan dasarnya yaitu ada obeng dan
Kunci-Kunci saat melewati stand ; ................................................................
- Bahwa menurut saksi pada hari pertama saksi memang melihatnya melewati stand
dan berpapasan Tapi dengan lagak ang tergesa-gesa higga tidak menyapa berikutnya
saya mendengar dari rekan saya bahwa mesin turbo AC450 yang akan di pamerkan
menghilang dari stand; ......................................................................
- Bahwa menurut saksi pengambilan mesin turbo AC450 sebelum akan di pamerkan
dalam acara Kustomfest pada saat itu, diambil secara paksa hingga terdapat obeng
yang ketinggaln di stand ; ......................................................................................
- Bahwa Mesin AC450 yang di pamerkan merupan mesin generasi ke 2 (dua) yang
dipamerkan dan memiliki tenaga yang kuat yang mempunya kapasitas 2 silinder
dengan tenaga setara mobil Toyota Hartop ; .........................................................
- Bahwa saksi tidak mengetahui untuk apa PENGGUGAT mengambil mesin turbo
AC450 tersebut dan pihak kusomfest juga belum melakukan penyelidikan apada hari
itu; ...............................................................................................................
2. Keterangan Saksi Maria Sitiningsih M.Si pada pokonya sebagai
berikut;....................................................................................................................
- Bahwa saksi bekerja sebagai pekerjaan kepala kantor imigrasi kelas 1
Yogyakarta; ...............................................................
- Bahwa saks mengeluarkan surat Roy Martin Nomor: W.14-IM.I.GR.04.02-27-37
pada tanggal 30 oktober 2018 yang menerangkan bahwa KITAS ( Kiartu Izin Tinggal
Sementar) telah habis tahun 2012, ..............................................................
- Bahwa sepengetahuan saksi dari data dan keterangan kantor imigrasi Yogyakarta pada
bulan juli 2018 PENGGUGAT tidak pernah berada atau hadir di Yogyakarta, saat
mana terdapat klam tentang lahirnya hubungan hukum perjanjian dan pemberian
kuasa dengan adanya pembuatan dokumen Surat kuasa khusus Penggugat a
quo; ....................................................................................................
- Bahwa saksi tidak mengetahui surat keputusan Rektor Universitas Atma Jaya
Yogyakarta Nomor 235/FT/SK/2016 pada tanggal 22 september 2016 tentang
pencabutan izin Belajar ;.......................................................................................
- Bahwa saksi hanya menjalankan tugasnya sesuai dengan
kewenangannya; ..............................................................................................................
...............
3. Keterangan Ahli Eva Kristina Limbono S.Psi.,M.Sc.,Ph.D . Pokoknya sebagai berikut
- Bahwa ahli menjelaskan riwayat Pendidikan dan riwayat pekerjaanya
- Bahwa ahli menyerahkan Curiculum Vitae (CV) Pada majelis hakim.
- Bahwa Ahli merupakan Ahli dalam bidang Grafology Forensik
- Bahwa Ahli menganalisa mengenai dua buah tanda tangan atas nama Roy Martin
yang tertera dalam absensi dam satu buah tanda tangan atas nama Roy Martin yang
tertera dalam Surat Kuasa Khusus tertanggal 03 Oktober 2016.
- Hasil analisist Ahli sebagai berikut:
- A. Tanda Tangan pada Absensi:.
o Didalam tanda tangan A1,terdapat dua guratan bulat.
o Didalam Tanda tangan A2,terdapat dua guratan bulat.
o Didalam tanda tangan A1,terdapat garis tegak yang memiliki sedikit lengkung
di garis bawah.
o Didalam tanda tangan A2,terdapat garis tegak yang memiliki sedikit lengkung
di garis bawah.
o Didalam tanda tangan A1,tanda tangan dilakukan dalam 1 garis,menandakan
bahwa orang yang menandatangani itu dilakukan secara yakin,dan telah
terbiasa membuat ttd tsb.
o Didalam tanda tangan A2,tanda tangan dilakukan dalam 1 garis,menandakan
bahwa orang yang menandatangani itu dilakukan secara yakin,dan telah
terbiasa membuat ttd tsb.
- B. Tanda Tangan Pada Absensi:
o Terdapat perbedaan secara fisik.antara tanda tangan A3 dan tanda tangan yang
tertera pada Absensi.
o Didalam tanda tangan A3 terdapat satu guratan bulat.
o Didalam tanda tangan A3 terdapat satu garis tegak.
o Didalam tanda tangan A3, terlihat seperti terbuat dalam 3 garis yang teputus.
- C. Kesimpulan:
o Tanda tangan yang dibuat dalam surat kuasa khusus, terlihat berbeda dengan
yang tertera dalam Absensi.
o Maka dapat disumpulkan bahwa tanda tangan yang dibuat pada surat kuasa
khusus dibuat oleh orang yang berbeda.
o Karena dalam beberapa garis utama yang tertera pada tanda tangan,terlihat
berbeda
Menimbang bahwa di persidangan baik pihak PENGGUGAT dan TERGUGAT masing-masing
telah mengajukan Kesimpulan tertanggal 12 November 2018 ;

Menimbang bahwa selanjutnya para pihak tidak mengajukan apa-apa lagi dan mohon putusan ;

Menimbang, bahwa untuk jelas dan singkatnya putusan ini, maka berita acara sidang dianggap
termuat dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan putusan ini ;

…...................................TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM..............................................

Menimbang bahwa maksud dan tujuan gugatan PENGGUGAT adalah sebagaimana yang terurai
dalam duduk perkara tersebut diatas ;------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa PENGGUGAT dalam gugatannya telah memohon pembelaan atau


dinyatakan tidak sah keputusan PENGGUGAT Rektor Universita Atma Jaya Yogyakarta Nomor
539/P/SK/HT/2016 tertanggal 22 september 2016 tentang Pencabutan Izin Belajar Atas nama
Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan
alasan bahwa penerbitan surat keputusan obyek sengket merugikan kepentingan Penggugat dan
telah diberikan bertentangan denagn asas-asas umum pemerintahn yang baik
(AAUPB) ;-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menimbang, bahwa sebelum Majelis Hakim mempertimbangkan eksepsi dan pokok sengketa,
terlebih dahulu akan mempertimbangkan apakah obyek sengketa merupakan Keputusan Tata
Usaha Negara, maka harus mempedomani ketentuan yang terdapat dalam pasal 1 angka 9
Undang-Undan Nomor 51 tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usah Negara , yang berbunyi ;
‘Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan
atau Pejabat Tata Usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yng berlaku ,
yang bersifat konkret, individual, dan final yangmenimbukan akibat hukum bagi seseorang atau
badan hukum perdata’ ;----------------------------------------------------------------------------------------

Dari rumusan pasal tersebut diatas, dapat dilihat bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang
merupakan dasar Lahirnya sengketa Tata Usaha Negara mepunyai unsurr-unsur sebagai berikut;

1. Penetapan Tertulis ;------------------------------------------------------------------------------------


2. Dikeluarkan oleh Badan Hukum Tata Usaha Negara ;-------------------------------------------
3. Berisi tindakan hukum Tata Usaa Negara Yang berlaku ;---------------------------------------
4. Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku ;------------------------------------
5. Besifat Konkret, individual, dan Final ;------------------------------------------------------------
6. Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata ;---------------------

Keenam elemen tersebut bersifat kumulatif, artinya untuk dapat disebut keputusan Tata Usaha
Negara yang dapat disengketakan atau dapat diejakan gugatan ke peradilan Tata Usaha Negara
harus memenuhi keseluruhan elemen tersebut ;------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa setelah meneliti dan mencermati surat keputusan obyek sengketa yang di
terbitkan oleh PENGGUGAT ( membandingkan dari keterangan saksi yang di ajukan
PENGGUGAT), maka Majelis Hakim mempertimbangkan apakah obyek sengketa a quo telah
memenuhi unsur persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 9 Undang-undang
Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yaitu ;-------------------------------------

1. Penetapan Tertulis, artinya keputusan Tata Usaha Negara tersebut memang di haruskan
tertulias untuk kemudahan bagi penelitian dan demu kepastian hukunya, namun yang
dinyatakan tertulis bukan bentuk formalnya melainkan menunjuk kepada kejelasan isi
keputusan tersebut, yaitu:

Badan atau Jabatan Tata Usaha Negara mana yang mengeluarkan ;---------------------------

Bahwa berdasarkan bukti P-1 yang identik dengan bukti T-16 yang di keluarkan oleh
saksi PENGGUGAT (Keputusan Objek Sengketa) telah nyata keputusan tersebut
dikeluarkan oleh Rektor Unversitas Atma Jaya Yogyakarta sebagai pejabat Tata Usaha
Negara di Universitas Atma Jaya Yogyakarta:
 Maksud serta mengenai hal apa isi keputusan tersebut :--------------------------------
 Bahwa Maksud dikeluarkan keputusan tersebut telah jelas yaitu pencabutan unsur
Belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Atma Jaya
Yogyakarta ;-----------------------------------------------------------------------------------
 Kepada siapa keputusan itu di tujukan dan apa yang di tetapkan di dalamnya ;-----
 Bahwa Keputusan tersebut telah jelas ditujukan kepada Roy Martin
(PENGGUGAT) ;-----------------------------------------------------------------------------

Berdasarkan pertimbangan diatas, maka majelis hakim menyimpulkan.

Bahwa surat Keputusan objek sengketa a quo sudah memenuhi syarat sebagai penetapan tertulis;

2. Di keluaran oleh Badan atau pejabat Tata Usaha Negara: artinya keputusan tersebut
dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara di pusat atau Daerah yang
melakukan kegiatan yang bersifat eksekutif yaitu pelaksanaan sesuatu urusan
pemerintahan sesuai pasal 1 angka (8) Undang-Undang Nomor 51 tahun 2009 yang
berbunyi:

“Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat yang
melaksanakan urusan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku” ;--------------------------------------------------------------------------------

Dengan demikian, siapa saja dan apa saja yang berdasarkan peraturan perundang – undangan
yang berlaku berwenang melaksanakan suatu urusan pemerintah, maka ia dapat dianggap
berkedudukan sebagai Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara;-----------------------------------------

Bahwa Objek sengketa a quo yaitu Keputusan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Nomor : 539/P/SK/HT/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang Pencabutan Surat Izin Belajar
atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta
(Vide bukti P-1=T-16) sebagai Pejabat Tata Usaha Negara yang menjalankan urusan
pemerintahan dibidang Pendidikan Nasional, sehingga syarat dikeluarkan oleh badan atau
pejabat tata usaha Negara telah pula terpenuhi ;------------------------------------------------------------

3. Berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara: artinya suatu Keputusan tersebut menciptakan,
atau menentukan menyikat atau menghapuskannya suatu hubungan hukum Tata Usaha Negara
yang telah ada sehingga bisa dikatakan bahwa keputusan tersebut menimbulkan akibat hukum
Tata Usaha Negara ;--------------------------------------------------------------------------------------------

Bahwa objek sengketa a quo merupakan suatu keputusan yang dimaksud untuk melakukan
perbuatan material yaitu Pencabutan Izin Belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas
Teknik Industri Universitas Atmajaya Yogyakarta dan tindakan PENGGUGAT menerbitkan
Obyek sengketa a quo tersebut dapat diartikan melaksanakan tindakan hukum Tata Usaha Negara
di bidang Pendidikan Nasional. Dengan demikian syarat berisi tindakan hukum Tata Usaha
Negara telah terpenuhi ;-------------------------------------------------------------------------------

3. Berdasarkan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku:------------------------------------


4. Membuat keputusan yang melaksanakan peraturan Perundang Undangan adalah fungsi
dari pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah, dengan kata lain membuat keputusan
adalah perbuatan pemerintah yang khusus dilakukan oleh badan –badan / organ- organ
pemerintah (bestuur) seperti Presiden, Mentri, Gubernur, Walikota dan
Bupati:----------------------------------------------------------------------------------------------
5. Apabila fungsi pemerintahan yang dilaksanakan pada suatu saat itu berdasarkan peraturan
perundang undangan, maka itu merupakan tugas urusan pemerintah (public services)
sehingga Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta dalam mengeluarkan Objek Sengketa
a quo berkedudukan sebagai Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang melaksakan
fungsi pemerintahan dalam bidan Pendidikan Nasional berdasarkan Undang
Undang,sehingga syarat berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku juga
telah terpenuhi;-----------------------------------------------------------------------------------------

5. Bersifat kongkret, individual, final

a) Konkret : obyek yang diputuskan dalam Keputusan Tata Usaha Negara tidak
bersifat abstrak, tetapi udah berbentuk tertentu atau dapat ditentukan yaitu berupa
Keputusan Rektor Universitas Atmajaya Nomor : 539/P/SK/HT/2016 tertanggal 22
September 2016 tentang Pencabutan Surat Izin Belajar atas nama Roy Martin
Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atmajaya ( Vide Bukti P-
1=T16) ;-------------------------------------------------------------------------------------
b) Individual : artinya Keputusan Tata Usaha Negara tersebut tidak ditujukan untuk
umum, melainkan sudah jelas kepada siapa ditujukan, baik terhadap alamat
maupun hal yang dituju demikian halnya Surat Keputusan Obyek Sengketa adalah
ditujukan pribadi yaitu PENGGUGAT;---------------------------------------------------
c) Final : artinya Keputusan Tata Usaha Negara sudah merupakan keputusan akhir
yang dapat dilaksanakan, artinya akibat hukum yang ditimbulkan dan dimakudkan
sudah merupakan akibat hukum yang definitive tanpa diperlukan adanya
persetujuan dari instansi atasan atau instansi lainnya;-----------------------------------

6. Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata artinya
Keputusan Tata Usaha Negara tersebut harus mampu menimbulkan suatu perubahan terhadap
suatu hubungan yang telah ada, mengubah status hukum atau melahirkan hubungan hukum
baru, dengan terbitnya obyek sengketa telah menimbulkan akibat hukum kepada Roy Martin
(PENGGUGAT);-----------------------------------------------------------------------------

Menimbang Majelis Hakim berpendapat keputusan obyek sengketa a quo merupakan


Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 1 angka 9 Undang
Undang Nomor : 51 tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Nomor : 5 tahun
1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan bukanlah Keputusan Tata Usaha Negara yang
diperkecualikan sebagaimana yang dimaksud dalam ketentuan pasal 2 dan Pasal 49 Undang
Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga merupakan
Obyek gugatan dalam sengketa Tata Usaha Negara Yogyakarta memiliki wewenang untuk
memeriksa, memutus dan menyelesaikannya;-------------------------------------------------------------

Menimbang bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah


PENGGUGAT mempunyai kepentingan yang dirugikan sebagai akibat dari diterbitkannya
obyek sengketa, sehingga mempunyai kapasitas untuk mengajukan gugatan sebagaimana yang
disyaratkan dalam Pasal 53 ayat (1)Undang Undang Nomor : 9 tahun 2004 tentang perubahan
atas Undang Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha ;------------------------

Menimbang, bahwa orang atau badan hukum perdata untuk daapat mengajukan gugatan di
Pengadilan Tata Usaha Negara terhadap Keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan oleh
Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara haruslah mempunyai kepentingan;---------------------------
Menimbang bahwa Majelis Hakim berpedoman pada ketentuan Pasal 53 ayat (1) Undang
Undang Nomor : 9 tahun 2004 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor : 5 Tahun 1986
tentang peradilan Tata Usaha Negara berbunyi sebagai berikut :---------------------------------------

“ orang atau badan hukum perdata yang merasakan kepentingannya drugikan oleh suatu
Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berisi
tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak
sah, dengan atau tanpa disertai tututan ganti rugi dan/ atau direhabilitasi” ;--------------------------

Menimbang bahwa isi dari obyek sengketa adalah Pencabutan Izin B belajar atas Nama
Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma jaya Yogyakarta.----------

Menimbang bahwa dengan diterbitkannya obyek sengketa a quo mengakibatkan Penggugat


tidak dapat menjalankan tugas belajar di Fakultas Teknik Industri Universitas Atmajaya ;

Menimbang bahwa setelah mencermati dasar gugatan PENGGUGAT yang menyatakan


kepentingannya dirugikan dengan terbitnya obyek sengketa a quo dan mencermati isi obyek
sengketa, Majelis Hakim berpendapat PENGGUGAT mempunyai kepentingan dirugikan
sebagai akibat diterbitkannya obyek sengketa sehingga secara hukum berhak mengajukan
gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 53 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 5 Tahun
1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ;--------------------------------------------------------------

Menimbang bahwa atas gugatan PENGGUGAT yang memohon kepada Pengadilan Tata
Usaha Negara Yogyakarta agar obyek sengketa a quo ( Vide Bukti P-1=T-37) dan dinyatakan
batal atau tidak sah serta dicabut, Oleh PENGGUGAT telah diajukan Eksepsi seblum
memberikan Jawabannya dalam pokok perkara;----------------------------------------------------------

Menimbang bahwa Majelis Hakim selanjutnya akan mempertimbangkan Eksepsi yang


diajukan PENGGUGAT sebagai berikut;------------------------------------------------------------------

I. DALAM EKSEPSI;----------------------------------------------------------------------------------
Menimbang bahwa terhadap gugatan PENGGUGAT tersebut, PENGGUGAT telah
mengajukan Eksepsi Yang termuat dalam jawaban PENGGUGAT tertanggal 21
November 2016 yang pada pokoknya adalah sebagai berikut ;
1. Eksepsi Surat Kuasa PENGGUGAT tidak sah;-----------------------------------------
2. Eksepsi Gugatan Kabur ( Obscur Libel );------------------------------------------------
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi tergugat tersebut, PENGGUGAT telah membantah
di dalam Repliknya tertanggal 28 November 2016, yang pada pokoknya menyatakan
bahwa PENGGUGAT menolak seluruh dalil yang disampaikan oleh PENGGUGAT,
kecuali secara tegas diakui kebenarannya oleh PENGGUGAT, selanjutnya Replik
PENGGUGAT, Tergugat telah menyanggah didalam Dupliknya tertanggal 7 November
2016 yang pada pokoknya PENGGUGAT bertetap dalam dalil-dalil Eksepsinya;----------

Menimbang bahwa terhadap eksepsi PENGGUGAT yang telah dibantah oleh


PENGGUGAT, Majelis Hakim akan mempertimbangkan dan menilainya sebagai
berikut;------------------------------

Menimbang bahwa ketentuan Undang Undang No. 5 Tahun 1986 tentang


Peradilan Tata Usaha Negara didalam ketentuan Pasal 77 ayat (1)
menyebutkan;---------------------------------------

“Eksepsi tentang kewenangan absolute pengadilan dapat diajukan setiap waktu


selama pemeriksaan dan meskipun tidak ada Eksepsi tentang kewenangan absolute
pengadilan apabila Hakim mengetahui hal itu, ia karena jabatannya wajib menyatakan
bahwa Pengadilan tidak berwenang mengadili sengketa yang
berangkutan”;----------------

Dan selanjutnya didalam ayat (3) disebutkan :

“Eksepsi lain-lain yang tidak mengenai kewenangan pengadilan hanya dapat


diputus bersama dengan pokok sengketa’;--------------------------------------------------------

Menimbang bahwa berikutnya mempedomani ketentuan Undang Undang Nomor


5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara dalam ketentuan Pasal 107
disebutkan :-------

“Hakim menentukan apa yang harus dibuktikan, beban pembuktian beserta


penilaian pembuktian dan untuk sahnya pembuktian diperlukan sekurang-kurangnya 2
(dua) alat bukti berdasarkan keyakinan Hakim”;-------------------------------------------------
Berikutnya didalam Pasal 107 disebutkan : berbeda dengan system hukum pembuktian
dalam huk acara perdata, maka dengan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi
dalam permeriksaan tanpa bergantung pada fakta dan hal yang diajukan oleh para pihak,
Hakim Peradilan Tata Usaha Negara dapat menentukan sendiri;------------------------------
a. Apa yang harus dibuktikan.----------------------------------------------------------------
Siapa yang dibebani pembuktian, hal apa yang harus dibuktikan oleh pihak
berperkara dan apa saja yang harus dibuktikan oleh Hakim sendiri.-----------------
b. Alat bukti mana saja yang diutamakan untuk dipergunakan dalam pembuktian.---
c. Kekuatan pembuktian bukti yang telah diajukan.---------------------------------------

Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Undang Undang Nomor : 5 Tahun


1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana dipaparkan di atas (Vide
Supra), setelah Majelis Hakim mempelajarai eksepsi-eksepsi PENGGUGAT, maka
berpedoman pada ketentuan Pasal 107 dan penjelasannya Undang Undang Nomor 5
Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, menurut Majelis Hakim yang relevan
untuk terlebih dahulu dikaji dan dinilai adalah eksepsi PENGGUGAT angka 2 (dua)
mengenai gugatan daluwarsa /lewat waktu, sebagai berikut;----------------------------

Menimbang bahwa ketentuan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan
Tata Usaha Negara Pasal 55 yang berbunyi :

“Gugatan dapat diajukan dalam tenggang waktu 90 (Sembilan puluh) hari sejak
saat diterbitkannya atau diumumkannya badan atau pejabat Tata Usaha Negara”

Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 55 Undang Undang No. 5 Tahun 1986


Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, bagi pihak yang namanya tersebut dalam
Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat, maka tenggang waktu 90 (Sembilan puluh)
hari itu dihitung sejak hari diterimanya keputusan Tata Usaha Negara yang digugat;------

Menimbang bahwa yang menjadi obyek sengketa dalam sengketa ini adalah
Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh PENGGUGAT berupa Keputusan
Rektor Universitas Atma jaya Nomor : 539/P/SK/HT/2016 tentang Pencabutan Surat Izin
Belajar tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan Izin belajar atas nama Roy
Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma jaya ( Vide Bukti P-1=T-
37) ;-----------------------------
Menimbang bahwa dari keputusan Tata Usaha Negara obyek sengketa (Vide
Bukti P-1=T-37) dapat disimpulkan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara obyek
sengketa adalah atas nama PENGGUGAT ( ROY MARTIN ) ;-------------------------

Menimbang, bahwa dengan demikian untuk menghitung tenggang waktu


mengajukan gugatan PENGGUGAT dalam sengketa ini adalah didasarkan pada sejak
kapan keputusan tata usaha Negara obyek sengketa yaitu berupa Keputusan Rektor
Universitas Atmajaya Nomor : 539/P/SK/HT/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang
Pencabutan Surat Izin Belajar tertanggal 22 September 2016 tentang pencabutan Izin
belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atmajaya
(Vide Bukti P-1=T-16) diterima PENGGUGAT secara nyata dan menurut
hukum;--------------------------------------------------------------------------

Menimbang bahwa dari keterangan saksi yang dihadirkan PENGGUGAT dari


Kantor Keimigrasian Yogyakarta telah menerangkan dengan jelas di muka Pengadilan
Tata Usaha Negara bahwa memang benar saksi yang berwenang mengeluarkan SK
dalam (Vide Bukti T-16) ;---------------------------------------------------------------------------

Menimbang bahwa dalam (Vide Bukti T-16) saksi dari Kantor Keimigrasian
Yogyakarta menerangkan bahwa KITAS (Kartu Izin Sementara) atas nama Roy Martin
Fakultas Teknik Industri Universitas Atmajaya telah habis pada Tahun 2015 maka
dengan kata lain pada bulan Juli 2016 tidak pernah ada atau hadir di Yogyakarta ;

Menimbang, bahwa sesuai dengan keterangan saksi dan alat bukti (Vide bukti T-)
yang diajukan TERGUGAT dipengadilan, menjelaskan Pada bulan Juli 2016
PENGGUGAT tidak ada atau hadir di Yogyakarta sehingga tidak ada kemungkinan
PENGGUGAT dapat memberikan kuasa kepada penerima kuasanya.------------------------

Menimbang bahwa berdasarkan alat-alat bukti yang diajukan para pihak didalam
persidangan, maka ditemukan fakta-fakta hukum sebagai berikut :
- Bahwa Tergugat yaitu Rektor Universitas Atmajaya telah menerbitkan
Keputusan Rektor Universitas Atmajaya Nomor : 539/P/SK/HT/2016 tertanggal
22 September 2016 tentang pencabutan Izin belajar atas nama Roy Martin
Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atmajaya ( Vide Bukti P-
1=T-16)
- Bahwa berdasarkan bukti T-15, atas terbitnya keputusan terbitnya obyek
sengketa aquo, PENGGUGAT melalui Kuasa Hukumnya yaitu Sarah Ully S.H
M.H dan Adhika Budi Prabowo, S.H., M.H. yang bertindak untuk dan atas
nama klien bernama Roy Martin (in casu PENGGUGAT) telah membuat surat
tertanggal 26 oktober 2016 yang ditijukan kepada Rektor Universitas
Atmajaya (in casu Tergugat), hal : surat permohonan penjelasan dan
klarifikasi . pada surat tersebut pada halaman satu secara tekstual tertulis :
“sehubungan dengan adanya menerbitkan Keputusan Rektor Universitas
Atmajaya Nomor : 539/P/SK/HT/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang
Pencabutan Surat Izin Belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas
Teknik Industri Universitas Atmajaya”. Pada halaman 2 angka 3
PENGGUGAT melalui Kuasa Hukumnya telah menyebutkan bahwa adanya
surat Keputusan Rektor tersebut, telah merugikan klien kami, oleh karenanya
guna menghindari adanya tuntutan hukum, kami sangat menghargai bilamana
ada kebijakan dari pimpinan (Rektor) Universitas Atmajaya untuk
mempertimbangkan kembali surat keputusan rector tersebut dan memberikan
izin kembali kepada klien kami untuk dapat melanjutkan studinya dengan
syarat dan ketentuan yang dibuat oleh Pihak Universitas Atmajaya dank lien
kami beritikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara
musyawarah-----------------------------------------------------------------------
- Bahwa berdasarkan bukti T-15 PENGGUGAT melalui kuasa hukumnya yaitu
Sarah Ully, S.H., M.H. dan Adhika Budi Prabowo, S.H., M.H. yang bertindak
untuk dan atas nama klien bernama Roy Martin (in casu PENGGUGAT) telah
membuat surat tertanggal 26 Oktober 2016 yang ditujukan kepada Rektor
Universitas Atmajaya Yogyakarta (in casu Tergugat), Hal: surat
pemberitahuan. Dalam hal tersebut pada halaman satu secara tekstual tertulis :
“sehubungan dengan surat tertanggal 6 oktober 2013 mengenai surat
permohonan dan klarifikasi Keputusan Rektor Universitas Atmajaya Nomor :
539/P/SK/HT/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang Pencabutan Surat Izin
Belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas Teknik Industri
Universitas Atmajaya”;------------------------------------------------------------------
- Bahwa ternyata sampai saat ini tidak ada tanggapan dari pihak-pihak
Universitas Atmajaya, Oleh karena kami akan segera mengajukan gugatan
terhadap keputusan Rektor tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara
Yogyakarta”;------------------------------------------------------------------------------
- Bahwa berdasarkan bukti T-16, surat tertanggal 22 September 2016 tersebut
dilampiri dengan surat kuasa khusus tertanggal 3 oktober 2016 antara Roy
Martin (pemberi kuasa) in casu PENGGUGAT dengan Sarah Ully, S.H., M.H.
Dalam surat kuasa khusus tersebut didalam bagikan khusus tersebut didalam
bagian khusus telah menyebutkan : sebagai kuasa hukum pemberi kuasa,
Bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa dalam melakukan penyelesaian
segala permasalahan hukum atas adanya ”Keputusan Rektor Universitas
Atmajaya Nomor : 539/P/SK/HT/2016 tertanggal 22 September 2016 tentang
Pencabutan Surat Izin Belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas
Teknik Industri Universitas Atmajaya” ;
- Bahwa berdasarkan bukti T-24, atas surat dari PENGGUGAT melalui kuasa
hukumnya yaitu Yosafat Gendon S.H , M.H dan Sandok Portibi, S.H., M.H.,
yang bertindak untuk dan atas nama kliennya bernama Roy Martin (in casu
PENGGUGAT), Rektor Unversitas Atmajaya (in casu PENGGUGAT) telah
menjawab dengan surat nomor 17/G/2016/PTUN.YK tertanggal 1 November
2013, Hal : Penjelasan dan Klarifikasi. Dalam surat tersebut pada angka satu
telah menyebutkan : ”Keputusan Rektor Universitas Atmajaya Nomor :
16/G/2016/PTUN.YK tentang pencabutan Izin belajar atas nama Roy Martin
Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atmajaya”;--
- Menimbang bahwa berdasarkan keputusan obyek sengketa sebagaimana
tersebut didalam bukti surat P-1=bukti T-37 apabila dihubungkan dengan
bukti T-23,T-36, dan T-24 sebagaimana diuraikan di atas menurut pendapat
Majelis Hakim terbukti secara nyata menurut hukum, PENGGUGAT telah
menerima Keptusan Tata Usaha Negara yang digugat (obyek sengketa) yaitu
Keputusan Rektor Universitas Atmajaya Nomor : 16/G/2016/PTUN.YK
tentang pencabutan Izin belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas
Teknik Industri Universitas Atmajaya, sejak enandatangani surat kuasa khusus
tertanggal 4 oktober 2016 atau sejak saat pengajuan surat tertanggal 5 oktober
dan tertanggal 20 oktober yang masing masing telah menyebutkan adanya
Keputusan Rektor Universitas Atmajaya Nomor : 16/G/2016/PTUN.YK
tentang pencabutan Izin belajar atas nama Roy Martin Mahasiswa Fakultas
Teknik Industri Universitas Atmajaya, oleh karenanya apabila gugatan
PENGGUGAT didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara
Yogyakarta pada tanggal 16 September 2016, maka gugatan Penggugat telah
melampaui tenggang waktu 90 (Sembilan Puluh) hari sebagaimana
disyaratkan oleh Pasal 55 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang
Peradilan Tata Usaha Negara;----------------------------------------------------------

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan – pertimbangan diatas telah


terbukti menurut hukum gugatan Penggugat diajukan melampaui tenggang waktu 90
(Sembilan puluh) hari sebagaimana disyaratkan oleh Pasal 55 Undang Undang Nomor 5
Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, oleh karenanya eksepsi Penggugat
angka 2 (dua) mengenai gugatan PENGGUGAT Daluwarsa/Lewat waktu haruslah
dinyatakan diterima;------------------------------------------------------------------------------------

Menimbang oleh karena eksepsi PENGGUGAT Daluwarsa / Lewat Waktu beralasan


menurut hukum, selanjutnya dinyatakan diterima maka terhadap Eksepsi PENGGUGAT
selain dan selebihnya lainnya tidak perlu dipertimbangkan lebih
lanjut;------------------------

II. DALAM POKOK SENGKETA


Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi TERGUGAT mengenai Eksepsi Gugatan
PENGGUGAT Daluwarsa / Lewat waktu beralasan hukum, sehingga dinyatakan
diterima, maka pemeriksaan lebih lanjut yang berkenaan dengan pokok sengketa tidak
perlu dipertimbangkan lagi dalam gugatan PENGGUGAT haruslah dinyatakan tidak
diterima;------------------------------------

Menimbang bahwa oleh karena gugatan Penggugat telah dinyatakan telah


diterima, maka terhadap permohonan penundaan keputusan obyek sengketa a quo ( vide
bukti P-1=T-37)mutatis mutandis haruslah dinyatakan tidak dikabulkan;--------------------

Menimbang bahwa oleh karena gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat


diterima, maka sesuai ketentuan Pasal 110 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986
Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Penggugat dihukum untuk membayar biaya
perkara yang besarnya sebagaimana tersebut dalam amar putusan ini;-----------------------

Menimbang bahwa dengan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di dalam


pemeriksaan persidangan tanpa tergantung pada hal-hal yang diajukan oleh para pihak ,
maka sesuuai ketentuan Pasal 107 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang
Peradilan Tata Usaha Negara, Hakim bebas menentukan apa yang harus dibuktikan
beban pembuktian beserta penilaian pembuktian, atas dasar itu terhadap alat alat bukti
yang relevan telah digunakan sebagai bahan pertimbangan secara khusus satu persatu
tetap dilampirkan menjadi satu kesatuan dengan berkas
perkara;------------------------------

MENGINGAT : Pasal-Pasal dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang


Peradilan Tata Usaha Negara, Undang Undang Nomor : 51 Tahun 2009 serta peraturan
Perundang Undangan lain yang berkaitan dalam perkara ini;----------------------------------
I. DALAM EKSEPSI
- Menerima eksepsi PENGGUGAT mengenai Gugatan Daluwarsa Lewat
waktu;

I. DALAM POKOK SENGKETA


- Menyatakan gugatan PENGGUGAT tidak diterima;--------------------------------
- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 250.000,-
(Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah);------------------------------------------------

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha
Negara Yogyakarta pada hari KAMIS, tanggal 15 Desember 2016 oleh kami IRFAN AMOS
SAMPE, S.H.,M.H., Sebagai Ketua Majelis, HANS KARIKLI, S.H.,M.H dan RAINIDYA
NADA, S.H.,M.H masing masing sebagai Hakim-Hakim Anggota, Putusan tersebut dibacakan
dalam putusan sidang yang terbuka untuk umum pada hari Kamis, tanggal 22 Desember 2016
oleh Majelis Hakim tersebut di atas, dengan dibantu oleh SARAH ULLY, S.H., selaku Panitera
Pengganti Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dengan dihadiri oleh Kuasa PENGGUGAT,
dan dihadiri oleh Kuasa PENGGUGAT.
HAKIM ANGGOTA HAKIM KETUA MAJELIS

HANS KARIKLI, S.H.,M.H. IRFAN AMOS SAMPE, S.H.,M.H.

RAINIDYA NADA, S.H.,M.H.

PANITERA PENGGANTI

SARAH ULLY, S.H.