Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan manusia semakin
kompleks dan beragam. Banyak hal-hal baru yang kemudian muncul untuk
memenuhi tuntutan kebutuhan manusia yang terus saja berputar dan datang
silih berganti. Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi di masa
sekarang, semakin meningkat pula jenis penyakit yang ada di masyarakat,
ditambah dengan adanya jenis penyakit baru yang muncul di masyarakat
modern akibat dari gaya hidup serta pola hidup yang tidak sehat, terlebih lagi
masyarakat kini cenderung sibuk dan kurang memperhatikan factor
kesehatannya. Masalah kesehatan adalah masalah kompleks yang merupakan
hasil dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun buatan
manusia.
Datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak, meskipun
kadang bisa dicegah ataupun dihindari. Kemajuan teknologi dewasa ini telah
menghasilkan berbagai pengobatan modern yang dapat membantu
pengobatan pada segala macam penyakit. Islam adalah agama yang kaya.
Khazanahnya mencakup segenap aspek kehidupan manusia, termasuk di
antaranya masalah kesehatan dan pengobatan. Ilmu pengobatan Islam
sebenarnya tidak kalah dengan ilmu pengobatan barat. Contohnya, Ibnu
Sina seorang muslim yang menjadi pionir ilmu kedokteran modern. Ilmu
pengobatan Islam bertumpu pada cara-cara alami dan metode ilahiah. Yang
sebenarnya sangat bermanfaat bagi seorang muslim dalam menjaga kesehatan
dan mengobati penyakitnya. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia
dibekali akal oleh Allah SWT, disamping sebagai instink yang mendorong
manusia untuk mencari segala sesuatu yang di butuhkan untuk melestarikan
hidupnya seperti makan, minum dan tempat berlindung. Akal lah yang
membentuk serta membina kebudayaan aspek kehidupannya termasuk dalam
bidang pengobatan. Setiap penyakit ada obatnya, maka jika obat telah

1
2

mengenai penyakit maka akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla”
(HR. Muslim) “Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali
telah menurunkan untuknya obat yang diketahui oleh orang yang
mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.”
(HR. Ahmad).
Selain pengobatan modern, perkembangan terapi komplementer akhir-
akhir ini menjadi sorotan banyak negara. Pengobatan komplementer atau
alternatif menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di Amerika
Serikat dan negara lainnya (Snyder & Lindquis, 2002). Terapi komplementer
dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan
modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam
pengobatan modern (Andrews et al., 1999). Terminologi ini dikenal sebagai
terapi modalitas atau aktivitas yang menambahkan pendekatan ortodoks
dalam pelayanan kesehatan (Crips & Taylor, 2001). Terapi komplementer
juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan holistik. Pendapat ini
didasari oleh bentuk terapi yang mempengaruhi individu secara menyeluruh
yaitu sebuah keharmonisan individu untuk mengintegrasikan pikiran, badan,
dan jiwa dalam kesatuan fungsi (Smith et al., 2004).
Saat ini orang yang menderita sakit akan memerlukan pengobatan
dengan cara berikhtiar berobat ke Puskesmas, Rumah Sakit, maupun ke
klinik. Baik dengan cara pengobatan modern maupun alternative. Sekarang
ini masyarakat sudah menyadari adanya pengobatan penyakit dengan kembali
kepada Sunah Rosul. Salah satu pengobatan yang diajarkan oleh Rosulullah
adalah dengan cara pengobatan kontemporer yang dilaksanakan sesuai
syariah Islam dan tidak bertentangan dengan ajaran Agama Islam.
Pengobatan adalah ilmu dan seni penyembuhan. Bidang keilmuan ini
mencakup berbagai praktek perawatan kesehatan yang secara kontinu terus
berubah untuk mempertahankan dan memulihkan kesehatan dengan cara
pencegahan dan pengobatan penyakit. Terapi komplementer ada yang invasif
dan noninvasif. Contoh terapi komplementer invasif adalah akupuntur dan
cupping (bekam basah) yang menggunakan jarum dalam pengobatannya.
3

Sedangkan jenis non-invasif seperti terapi energi (reiki, chikung, tai chi,
prana, terapi suara), terapi biologis (herbal, terapi nutrisi, food combining,
terapi jus, terapi urin, hidroterapi colon dan terapi sentuhan modalitas,
akupresur, pijat bayi, refleksi, reiki, rolfing, dan terapi lainnya (Hitchcock et
al.,1999)
Pengobatan kontemporer meliputi ilmu kesehatan penelitian biomedis,
dan teknologi medis untuk mendiagnosa dan mengobati cedera dan penyakit,
tidak hanya melalui obat atau operasi, tetapi juga melalui terapi yang
beragam. Oleh karena itu kelompok kami akan membahas makalah mengenai
kesehatan dalam perspektif islam yang membahas tentang pengobatan dengan
cara hipnoterapi, healing terapi dan hipno heart terapi.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana hipnoterapi menjadi alternative pemecahan masalah
kesehatan?
b. Bagaimana cara deteksi penyakit melalui hipnoheart terapi?
c. Bagaimana pengobatan- pengobatan yang dapat dilakukan dengan
hipnoheart terapi?
d. Bagaimana pandangan islam terhadap hipnoterapi berdasarkan Al Qur’an
dan hadits?

C. Tujuan
a. Mengetahui hipnoterapi sebagai salah satu alternative pemecahan masalah
kesehatan.
b. Mendeteksi penyakit melalui hipnoheart terapi.
c. Mengetahui Pengobatan- pengobatan yang dapat dilakukan dengan
hipnoheart terapi.
d. Mengetahui pandangan islam terhadap hipnoterapi berdasarkan Al Qur’an
dan hadits.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Pengobatan
Penyakit bisa berupa penyakit jasmaniah atau rohaniah. Keduanya
memiliki cara penyembuhan yang berbeda. Dimasa kini ilmu kedokteran
berkembang pesat dan banyak yang membuktikan bahwa pengobatan yang
diajarkan dalam agama Islam memang baik dan memberi kesembuhan pada
berbagai penyakit tanpa efek samping yang berarti. Seiring berkembangnya
peradaban, penyakit juga semakin beragam, namun Islam telah memberi
fondasi yang jelas bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, hanya terkadang
belum ditemukan saat sudah ada penyakitnya.
Pengobatan adalah suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari
penyakit yang mengganggu hidup. Kebudayaan tidak saja dipengaruhi oleh
lingkungan, tetapi juga oleh kepercayaan dan keyakinan, karena manusia
telah merasa di alam ini ada sesuatu yang lebih kuat dari dia, baik yang dapat
dirasakan oleh pancaindera maupaun yang tidak dapat dirasakan dan bersifat
ghaib. Pengobatan ini pun tidak lepas dari pengaruh kepercayaan atau agama
yang dianut manusia.
Secara umum di dalam dunia pengobatan dikenal istilah medis dan non
medis. Paraahli berbeda pendapat tentang penjelasan batasan istilah medis
dan definisinya secara terminologis menjadi 3 pendapat, yaitu :
1. Pendapat pertama
Medis atau kedokteran adalah ilmu untuk mengetahui berbagai
kondisi tubuh manusia dari segi kesehatan dan penyakit yang
menimpanya. Pendapat ini di nisbatkan oleh para dokter klasik dan Ibnu
Rusyd Al-hafidz.
2. Pendapat kedua
Medis atau kedokteran adalah ilmu tentang berbagai kondisi tubuh
manusia untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya
dari kondisi sakit.

4
5

3. Pendapat ketiga
Ilmu pengetahuan tentang kondisi-kondisi tubuh manusia, dari segi
kondisi sehat dan kondisi menurunnya kesehatan untuk menjaga
kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya kepada kondisi sehat
ketika kondisinya tidak sehat. Ini adalah pendapat Ibnu sina.

B. Pengobatan Dalam Islam di Zaman Nabi Beserta Hadist dan Ayat


Islam menetapkan tujuan pokok kehadirannya untuk memelihara agama,
jiwa, akal, jasmani, harta, dan keturunan.Setidaknya tiga dari yang disebut di
atas berkaitan dengan kesehatan. Tidak heran jika ditemukan bahwa Islam
amat kaya dengan tuntunan kesehatan.Dalam kehidupannya di dunia, setiap
orang tentu sangat mungkin untuk jatuh sakit. Bahkan terkadang dalam satu
waktu seseorang bisa terkena beberapa jenis penyakit. Maka perlu kiranya
kita ingatkan, bahwa orang yang sedang sakit disyariatkan baginya untuk
memerhatikan dua perkara, yaitu:
1. Tidak mengucapkan kata-kata atau melakukan perbuatan yang
menunjukkan ketidaksabaran terhadap ketetapan Allah atas dirinya
Hal yang seharusnya ia lakukan adalah dia harus bersabar atas
ketetapan Allah pada dirinya. Karena kesabaran seorang muslim
menandakan keimanan dirinya, sebagaimana disebutkan oleh Nabi dalam
sabdanya:
‫شك ََر‬ َ ‫ أإ ْن أ‬،‫ْس ذَاكَ أِل َ َح ٍد أإالَّ أل ْل ُمؤْ أم أن‬
َ ُ‫صا َبتْه‬
َ ‫س َّرا ُء‬ َ ‫ َولَي‬،‫ أإ َّن أ َ ْم َرهُ ُكلَّهُ َخي ٌْر‬،‫َع َجبًا أِل َ ْم أر ْال ُمؤْ أم أن‬
‫ص َب َر َف َكانَ َخي ًْرا لَه‬ َ َ ‫ َوإأ ْن أ‬،ُ‫فَ َكانَ َخي ًْرا لَه‬
َ ُ‫صا َبتْه‬
َ ‫ض َّرا ُء‬
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang muslim, (karena)
sesungguhnya semua urusannya berakibat baik (baginya), dan yang
demikian ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang muslim, (yaitu)
apabila mendapat nikmat dia bersyukur sehingga akibatnya baik baginya
dan apabila tertimpa musibah dia bersabar dan akibatnya (juga) baik
baginya.” (HR. Muslim dan yang lainnya).
Begitu pula hendaknya orang yang sakit juga melakukan introspeksi
diri dari kesalahan-kesalahannya. Karena musibah yang menimpa
6

seseorang merupakan akibat dari kesalahannya, sebagaimana Allah


sebutkan di dalam firman-Nya:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syura: 30). Sehingga dengan
kesabarannya dan upaya mengintrospeksi diri tersebut akan menjadi
sebab terhapuskan dosa-dosanya.

2. Perkara kedua yang perlu diperhatikan oleh orang yang sakit adalah
berobat dengan pengobatan yang bermanfaat.
Tidak boleh baginya untuk mencari bentuk pengobatan yang
menyelisihi syariat. Hal ini karena Allah telah menetapkan bahwa segala
penyakit itu ada obatnya. Maka hendaknya yang dia lakukan adalah
berusaha untuk mencari tahu tentang obat atau tatacara pengobatannya,
karena tidak setiap orang mengetahuinya. Al-Imam Muslim di dalam
kitab Shahih-nya menyebutkan dalam salah satu hadits yang beliau
riwayatkan dengan sanadnya melalui jalan sahabat Jabir bin ‘Abdillah z,
dari Nabi , bahwasanya beliau bersabda:
‫ْب دَ َوا ُء الد أَّاء بَ َرأ َ بإأذْ أن هللاأ َع َّز َو َج َّل‬ ‫أل ُك أِّل دَاءٍ دَ َوا ٌء فَإأذَا أ ُ أ‬
َ ‫صي‬
“Setiap penyakit ada obatnya, apabila obat penyakit tersebut
mengenai (orang yang sakit) maka dia akan sembuh atas izin Allah
SWT.” (HR. Muslim)
Hadits tersebut dan yang semisalnya menunjukkan bahwa orang
yang sakit tidak dilarang untuk berobat. Begitu pula berobatnya orang
yang sakit tidaklah berarti menentang ketetapan Allah serta tidak pula
bertentangan dengan kewajiban bertawakkal kepada-Nya. Bahkan orang
yang berobat ibarat orang yang berusaha menghilangkan rasa lapar dan
hausnya dengan makan dan minum.
7

3. Berobat yang sesuai dengan syariat secara umum bisa dilakukan dengan
dua cara yaitu:
a. Berobat dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an atau dengan doa
yang diajarkan oleh Nabi
Yaitu dengan cara dibacakan ayat dan doa tersebut dengan
diniatkan untuk mengobati pada bagian yang terkena sakit.
Pengobatan cara seperti ini disebut dengan istilah ruqyah. Cara ini,
dengan izin Allah, akan menjadi sebab sembuhnya orang yang terkena
penyakit. Karena Allah telah memberitakan kepada kita bahwa
kalam-Nya adalah obat.
b. Berobat dengan menggunakan pengobatan yang bermanfaat dan
diperbolehkan secara syariat.
Adapun obat-obatan yang terbuat dari sesuatu yang diharamkan
oleh Allah maka tidak boleh dijadikan sebagai obat. Hal ini
sebagaimana disebutkan Nabi dalam sabdanya, ketika ada salah
seorang sahabat yaitu Thariq bin Suwaid menanyakan tentang khamr,
yaitu sesuatu yang memabukkan, untuk dijadikan sebagai obat. Maka
beliau menjawab:
ٍ‫ْس بأدَ َواءٍ َولَ أكنَّهُ دَاء‬
َ ‫إأنَّهُ لَي‬
“Sesungguhnya (khamr) itu bukan obat bahkan (khamr)itu adalah
penyakit.” (HR. Muslim).
Pengobatan Ala Rasulullah SAW. (menurut-Dr. Khadim Jafar
Yamani)
Beberapa pengobatan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah
denganketentuan sebagai berikut:
1) Tidak bertentangan dengan alquran.
2) Tidak menggunakan bahan haram.
3) Tidak menyebabkan tubuh cacat.
4) Tidak bersifat tahayul; maupun khurafat.
5) Dokter atau tabib harus mengetahui ilmu tubuh manusia,
ilmu pengobatan dan efek samping obat.
8

6) Harus menjauhkan diri sikap riya, ujub sombong dan


cenderung melakukan tindak pemerasan kepada pasien.
7) Tempat pemeriksaan harus rapi dan bersih dan berpakaian
putih dan bersih.
8) Tidak ada simbul simbul yang merupakan pemujaan.

C. Hipnoterapi, Healing Terapi, Hipno Heart Terapi


1. Hipnosis dan Hipnoterapy
Kata "Hipnosis" adalah kependekan dari istilah James Braid's (1843)
"neuro-hypnotism", yang berarti "tidurnya sistem syaraf". Orang yang
terhipnotis menunjukan karakteristik tertentu yang berbeda dengan yang
tidak, yang paling jelas adalah mudah disugesti. Hipnotherapi sering
digunakan untuk memodifikasi perilaku subjek, isi perasaan, sikap, juga
keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit sehubungan
stress, manajemen rasa sakit, dan perkembangan pribadi.
Hipnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana fungsi
analitislogis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk
ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/unconscious), di mana
tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih
meningkatkan kualitas hidup. Individu yang berada pada kondisi
“hypnotictrance” lebih terbuka terhadap sugesti dan dapat dinetralkan dari
berbagai rasa takut berlebih (phobia), trauma ataupun rasa sakit. Individu
yang mengalami hipnosis masih dapat menyadari apa yang terjadi di
sekitarnya berikut dengan berbagai stimulus yang diberikan oleh terapis.
Istilah hipnoterapi mengacu dari kata “Hypno” bahasa Yunani
berarti tidur. Memang terapi penyembuhan hipnoterapi diawali dengan
mengkondisikan pasien dalam fase relaksasi (seperti orang tertidur)
sebelum dilakukan terapi inti. Hipnoterapi bekerja pada jiwa bawah sadar
(alpha state) manusia. Agar jiwa bawah sadar bangkit, pasien harus masuk
dalam kondisi relaksasi, atau mengistirahatkan jiwa sadarnya. Dalam
kondisi ini rekaman bawah sadarnya seperti gangguan kesehatan yang
9

dirasakan akan diketahui. Rekaman bawah sadar yang salah atau keliru
akan diperbaharui dengan memberikan sugesti-sugesti positif oleh terapis
melalui hipnoterapi. Sugesti ini diberikan secara terus-menerus hingga
tercapai keadaan rekaman bawah sadar yang keliru menghilang dan
digantikan oleh sugesti positif. Tingkat keberhasilan sugesti positif pada
pasien tentu berbeda pada masing-masing orang. Tergantung berat
ringannya penyakit, serta kemauan untuk sembuh dari dalam diri pasien.
Orang dengankondisi hypnosis, meskipun tubuhnya beristirahat (seperti
tidur), ia masih bisa mendengarjelas dan merespon informasi yang
diterimanya (Pangayoman, 2010).
Terapi yang menggunakan hypnosis untukmemfasilitasi perubahan,
sugesti yang telah disetujui sebelumnya ditanamkan kealam bawahsadar,
sementara individu berada dalam keadaan rileks terhipnotis selama proses
hypnosistersebut berlangsung individu tidak dapat dan tidak akan
melakukan sesuatu yang tidakdikehendaki (Rafael, 2006).
Dalam Hipnoterapi proses penyembuhan dapat dilakukan dalam satu
atau beberapa kali terapi. Semua tergantung dari gangguan yang
dialaminya. Dalam hipnoterapi, terapis hanya berperan sebagai fasilitator.
Pasien yang harus proaktif dan mempunyai kemauan yang kuat untuk
sembuh. Sebagai subyek aktif, pasien juga harus kooperatif sekaligus
memahami benar maksud dan tujuan hipnoterapi. Harus ada kesepakatan
antara pasien dan terapis, karena pasienlah sebenarnya yang paling tahu
apa yang dideritanya.

a) Jenis-jenis hipnotis
1) Hipnotis klasik
Hipnotis klasik ialah kemampuan untuk menyelami lalu
mempengaruhi pikiran orang lain atau bahkan diri sendiri yang
diperoleh dengan berbagai metode yang sarat dengan upacara
klenik, misalnya sesajian, membakar kemenyan, ramu-ramuan
tertentu dan lainnya. Tidak diragukan perbuatan semacam ini
10

bertentangan dengan syari’at islam, bahkan dapat menghantarkan


pelakukan kepada jurang kesyirikan kepada Allah Ta’ala. Karena
mungkin saja diantara ritual yang ia lakukan ialah dengan
mengajukan korban atau sesajian kepada setan. Tentu perbuatan
ini adalah syirik yang mengancam keislaman pelakunya.
ُ ْ‫نس أ ِّمنَ ا ْستَ ْكثَ ْرتُم َق أد ْال أج أِّن َم ْعش ََر َيا َج أمي ًعا أيح‬
‫ش ُر ُه ْم َو َي ْو َم‬ ‫اإل أ‬‫أ ِّمنَ أَ ْو أل َيآ ُؤهُم َوقَا َل أ‬
‫نس‬ ‫اإل أ‬ ‫ضنَا ا ْست َْمت َ َع َربَّنَا أ‬
ُ ‫ض بَ ْع‬ ٍ ‫أي أَ َجلَنَا َوبَلَ ْغنَا بأبَ ْع‬َ ‫ار قَا َل لَنَا أَ َّج ْلتَ الَّذ‬
ُ َّ‫َمثْ َوا ُك ْم الن‬
َ‫للاُ شَاء َما إأالَّ فأي َها خَا ألدأين‬ ِّ ‫َعلي ٌم َح أكي ٌم َربَّكَ إأ َّن‬
Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan
mereka semuanya, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin
(syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan)
manusia.” Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan
manusia: “Ya Rabb kami, sesungguhnya sebahagian dari pada
kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami
telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi
kami.” Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang
kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang
lain)” Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha
Mengetahui.” (Qs. Al An’am: 128)
Ulama’ ahli tafsir menjelaskan bahwa jin dan manusia
saling memanfaatkan. Jin memanfaatkan manusia dengan sesajian
yang dipersembahkan oleh manusia untuk mereka. Sebaliknya
manusia memanfaatkan jin dengan mendapatkan berbagai layanan
istimewa yang diberikan oleh jin kepada para penyembahnya. (At
Tamhid Syarah Kitab At Tauhid 374) . Akan tetapi bisa saja ramu-
ramuan yang ia lakukan hanya sekedar kombinasi dedaunan yang
aromanya dapat mempengaruhi akal sehat seseorang, misalnya
daun ganja atau yang serupa, maka bila ini yang terjadi maka itu
hanya sebatas perbuatan haram dan tidak sampai menjadikan
pelakunya keluar dari keislaman.
11

Hipnotis klasik/supranatural atau bisa disebut hipnotis


timur/tradisional yang berkembang pada masyarakat awam adalah
hipnotis yang lahir dari “rahim mistik”. Walau identik dengan
metafisis, hipnotis tradisional pada bagian tertentu memiliki
kesamaan dengan hipnotis modern, khususnya untuk
“mempengaruhi”. Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan”
orang lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional
supranatural memiliki perbedaan. Hipnotis modern terkesan lebih
“positif” karena hanya mampu mempengaruhi orang yang ingin
dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis tradisional
diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang ingin
menolak sekalipun. Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada
teknik “sapa” atau verbal (namun juga tidak lepas dari tipu daya
setan), Hipnotis tradisional supranatural mempengaruhi subyek
(sasaran) lebih tertumpu pada kekuatan ghoib (bantuan jin)
melalui tatapan mata (sihir mata) dan gelombang suara. Para ahli
hipnotis tradisional pada umumnya mempelajari ilmu
metafisika.Ilmu semacam itu dapat digali dari berbagai unsur,
tergantung selera pribadi dan harus disesuaikan dengan latar
belakang budayanya.

b) Bentuk-bentuk Hipnotis tradisional supranatural adalah :


a) Hipnotis Dengan Gendam
Gendam adalah suatu ilmu ghaib yang dapat mempengaruhi
alam bawah sadar manusia menggunakan kekuatan sihir dengan
bantuan jin. Orang yang terkena ilmu gendam seperti kena sihir
dan seketika itu juga korban akan menuruti apa saja keinginan
pemilik ilmu gendam. Gendam dapat di ibaratkan metode hipnotis
secara paksa menggunakan ilmu hitam atau sihir. Karena
menggunakan ilmu hitam (bantuan jin) sehingga gendam tidak
tergantung pada bersedia atau tidaknya korban. Gendam bisa
12

dikuasai dalam sekejap dengan melakukan ritual atau mantra


tertentu.
b) Hipnotis Dengan Sirep
Sirep adalah ilmu ghaib yang mampu untuk menidurkan
orang yang diinginkannya. Biasanya ilmu ini di amalkan untuk
tujuan jelek. Tidak mengherankan bila pengamalnya kebanyakan
orang-orang yang berprofesi sebagai pencuri.Dengan
menggunakan ilmu sirep. Pencuri mampu berbuat leluasa di dalam
rumah korban, sebab, korban ilmu ini bisa tidur tak sadarkan diri
sampai pagi.Walaupun seandainya dia mendengar suara-suara
yang mencurigakan, tapi terasa berat untuk membuka kelopak
mata.
c) Hipnotis Dengan Sihrul ‘ain
Sihrul’ain, yang artinya sihir kekuatan mata. kekuatan mata
itu dapat dilakukan oleh manusia (dengan bantuan jin) kepada
manusia lain. Sihrul’ain kekuatannya dapat mempengaruhi orang
lain, seperti membuat kaku, pingsan, sakit, bahkan dapat
menyebabkan kematian. Hipnotis dengan Sihrul ‘ain tidak
tergantung pada bersedia atau tidaknya korban sehingga dapat
diperngaruhi melainkan langsung melalui kehendak /niat
pelakunya yang dapat langsung mempengaruhi korbannya walau
dia tidak bersedia di hipnotis. Pusat kekuatan Sihrul ‘ain ini
berada pada mata dan hati, pandangan mata yang tajam dan kuat
disertai dengan kedengkian dan kebencian dalam hati yang
mampu untuk membinasakan manusia dan makhluk hidup lainnya.
d) Hipnotis mesmer/magnetism
Pada sekitar tahun 1500an Paracelcus memperkenalkan
suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat
disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada
pasien-pasiennya.Pada tahun 1772, seorang dokter bernama Franz
Anton Mesmer (1734-1815) yang juga murid dari seorang pendeta
13

Kristen bernama Maxmillian Hell, melihat gurunya memberikan


pengobatan dengan magnet. Mesmer menyatakan bahwa dalam
tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk
menjaga keseimbangan tubuh.Cairan yang tidak mengalir dengan
lancar, mungkin karena tersumbat, menyebabkan manusia menjadi
tidak sehat baik mental maupun fisik.Untuk itu Mesmer
menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan
tadi. Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan
mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi. Pasien yang
ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu. Jika
pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang tali yang
menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi
magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian pada
saat pengobatan, Mesmer melakukan suatu drama yang amat
treatrikal dibantu dengan permainan kepulan asap dan cermin. Hal
ini membuat pasien yang ada menjadi hanyut dan larut dalam
imajinasi drama teatrikal tersebut bahkan ada beberapa
diantaranya yang menjadi trans dimana tubuhnya bergoncang
hebat. Kadang-kadang ada juga yang terhalusinasi oleh drama itu
sehingga melihat seolah-olah tangan Mesmer mengeluarkan asap
saat Mesmer menggerak-gerakkan tangannya di udara dan
mengarahkannya ke bak. Pasien yang trans tadi kemudian
disentuh oleh Mesmer dan kemudian dinyatakan telah sembuh.
Mesmer menyatakan bahwa dia memiliki kekuatan khusus, suatu
kesaktian.Dengan kekuatannya atau kesaktiannya, dia dapat
menyalurkan dan mengalirkan magnet ke dalam gelas.Sehingga
orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya.
Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi
di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari dunia medis ortodoks.
14

c) Hipnotis Modern
Hipnosis modern dikembangkan oleh dr. Frans Anton Mesmer
pada abad 18. Prinsip kerja hipnotis, membawa subyek (sasaran
hipnotis) dari gelombang otak beta (sadar) menuju kondisi rileks dan
“tidur” (Alpha – Theta). Dalam kondisi ini, seseorang lebih mudah
menerima perintah (sugesti). Teknik merubah gelombang otak itu
disebut induksi, dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan
pendulum, tatapan mata, teknik napas, verbal (kata-kata) atau
sentuhan pada bagian tubuh tertentu. Prinsipnya, seseorang dalam
kondisi terhipnotis, otak depannya yang berfungsi untuk berpikir dan
menolak itu dinon aktif sehingga hanya bisa menerima perintah saja.

d) Bentuk-bentuk Hipnotis modern adalah :


a) Hipnoterapi
Dalam kondisi rileks, seseorang mudah diberi sugesti
positifprogram pada alam bawah sadarnya. Ini yang kemudian
dimanfaatkan untuk kepentingan terapi, dari berbagai kasus
kejiwaan/psikologis, seperti :
1. Mengurangi stress
2. Mengendalikan berat badan (dengan merubah pola makan).
Problem emosi: Stres, cemas, takut (phobia), dendam,
menghapus memori negatif masa lalu (korban
kekerasan/perkosaan,dll).
3. Menghentikan kebiasaan buruk : Narkoba, merokok, judi,
sikap lamban, malas, pemalu, gagap, menggigit-gigit kuku,
belanja, dll. Problem: Seks, makan dan tidur
(sulit/berlebihan). Meningkatkan prestasi: Belajar, olah
raga, bisnis, kreatifitas.
4. Mengurangi nyeri (cabut gigi, sunat, operasi kecil,
melahirkan) dll.
15

b) Hipnotis Panggung/Entertainment
Hipnosis entertainment dapat dilakukan dengan berbagai
cara. Yang disebut “rekayasa sehat” itu dilakukan dengan
menggunakan subyek murni dari orang lain yang tidak dikenalnya,
semisal pengunjung disebuah pusat perbelanjaan, terminal dsb.
Sedangkan cara yang “tidak sehat” adalah menyusupkan orang-
orang yang sebelumnya sudah dilatih menerima sugesti/perintah
lalu menyamar sebagai orang yang seolah-olah tidak dikenal juru
hipnosisnya.
c) Hipnotis Metafisis
Hipnotis Metafisis ditujukan untuk mendapatkan kesaktian
atau kemampuan ghoib seperti termasuk kemampuan telepati,
remote viewing, astral projection, dan berbagai kemampuan ESP
(ekstra sensory perseption) lainnya
d) Hipnotis Natural
Hipnotis natural/alamiah ini sangat lumrah dan biasa
terjadi pada kehidupan sehari-hari, hipnotis natural ini tidak
memerlukan persiapan yang khusus sebab alami terjadi pada
manusia dari berbagai strata kehidupan yang ketika menerima
sugesti dari berbagai stimulus menjadi terhipnotis yang dapat
disebut sebagai Hypnotic state. Secara lengkap pengertian
hypnotic state adalah suatu keadaan atau kondisi dimana orang
dapat menerima sugesti, pesan, atau saran yang berasal dari orang
lain, keadaan lingkungan (pengalaman), bahkan dari dirinya
sendiri dengan mudah tanpa perlawanan/ penolakkan atau analisa
sama sekali sehingga dia mengimplementasikan apa yang
dipesankan oleh hal-hal tadi.
Bacaan Ayat Al-Qur’an Untuk Penyembuhan Penyakit
 Doa Nabi Ayyub As Saat Sakit ‫ي الض ُُّّر َوأ َ ْنتَ أ َ ْر َح ُم‬ َّ ‫بِّّ أَنأِّي َم‬
َ ‫سنأ‬ ‫َر ِّ أ‬
َ‫اح أمين‬
‫الر أ‬
َّ Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamur
roohimiin "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah ditimpa
16

penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di


antara semua Penyayang.(QS. An-Anbiya 21 : 83)"
 ْ ‫ َو أإذَا َم أر‬Wa idzaa
‫ضتُ فَ ُه َو يَ ْش أف أ‬
Doa Nabi Ibrahim As Saat Sakit‫ين‬
maridhtu fahuwa yasyfiiniDan apabila aku sakit, Dialah (Allah)
yang menyembuhkan Aku. (QS. Asy-Syu’ara 26 : 80)
 Membaca Surat Al-Fatihah
 Saat berdoa harus yakin dan penuhi syarat doa.cara
penggunaan :1. Baca Basmalah )‫(بسم هللا الرحمن الرحيم‬2. Letakkan
tangan kanan di tempat yang sakit3. Baca Doa Nabi Ayyub,
Nabi Ibrohim dan Surat Al-Fatihah dengan penuh keyakinan
َّ ‫صلَّى‬
Dalil Bacaan Al-Fatihah : ‫للا‬ َّ ‫سو ُل‬
َ ‫للاأ‬ ُ ‫َع ْن َع ْب أد ْال َم أل أك ب أْن‬
ُ ‫ع َمي ٍْر قَا َل قَا َل َر‬
‫سلَّ َم فأي فَاتأ َح أة ْال أكتَا أ‬
ٍ‫ب أشفَا ٌء أم ْن ُك أِّل دَاء‬ َ ‫* َع َل ْي أه َو‬Dari Abdul Malik bin Umair
berkata, Rasulullah SAW bersabda : Dalam Surat Al-Fatihah
terdapat obat setiap penyakit. (Sunan Ad-Darimi, Hadits No. 3236)

a. Bagaimana Islam memandang hypnotherapy?


Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan” orang
lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional
supranatural memiliki perbedaan. Hipnotis modern terkesan
lebih “positif” karena hanya mampu mempengaruhi orang yang
ingin dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis
tradisional diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang
ingin menolak sekalipun. Jika hipnotis modern lebih tertumpu
pada teknik “sapa” atau verbal (namun juga tidak lepas dari
tipu daya setan), Hipnotis tradisional supranatural
mempengaruhi subyek (sasaran) lebih tertumpu pada kekuatan
ghoib (bantuan jin) melalui tatapan mata (sihir mata) dan
gelombang suara.
Para ahli hipnotis tradisional pada umumnya
mempelajari ilmu metafisika. Ilmu semacam itu dapat digali
dari berbagai unsur, tergantung selera pribadi dan harus
17

disesuaikan dengan latar belakang budayanya. Untuk hipnotis


jenis ini, kita dapat merujuk fatwa dari para ulama dalam
Lajnah Da’imah (Komisi Khusus Bidang Riset Ilmiah dan
Fatwa) Saudi Arabia. Kita tidak boleh meminta pertolongan
kepada jin dan para makhluk selain mereka untuk mengetahui
hal-hal ghaib, baik dengan cara memohon dan mendekatkan
diri kepada mereka, memberi sesajen ataupun lainnya. Bahkan
itu adalah perbuatan syirik karena ia merupakan jenis ibadah
padahal Allah telah memberitahukan kepada para hamba-Nya
agar mengkhususkan ibadah hanya untuk-Nya semata, yaitu
agar mereka mengatakan, “Hanya kepada-Mu kami
menyembah (beribadah) dan hanya kepada-Mu kami memohon
pertolongan“.
Juga telah terdapat hadits yang shahih dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau berkata
kepada Ibnu Abbas, “Bila engkau meminta, maka mintalah
kepada Allah dan bila engkau memohon pertolongan, maka
mohonlah pertolongan kepada Allah”.
Menurut Lajnah Da’imah Arab Saudi, Hipnotis
merupakan salah satu jenis sihir (perdukunan) yang
mempergunakan jin sehingga pelaku dapat menguasai diri
korban, lalu berbicaralah dia melalui lisannya dan mendapatkan
kekuatan untuk melakukan sebagian pekerjaan setelah dirinya
dikuasainya. Hal ini bisa terjadi, jika korban benar-benar serius
bersamanya dan patuh. Ini adalah imbalan untuk para
penghipnotis karena perbuatan syirik yang mereka
persembahkan kepada jin tersebut.
Jin tersebut membuat korban berada di bawah kendali
pelaku untuk melakukan pekerjaan atau berita yang
dimintanya. Bantuan tersebut diberikan oleh jin bila ia memang
serius melakukannya bersama pelaku. Atas dasar ini,
18

menggunakan hipnotis dan menjadikannya sebagai cara atau


sarana untuk menunjukkan lokasi pencurian, benda yang
hilang, mengobati pasien atau melakukan pekerjaan lain
melalui pelaku ini tidak boleh hukumnya. Bahkan, ini termasuk
syirik karena alasan di atas dan karena hal itu termasuk
berlindung kepada selain Allah terhadap hal yang merupakan
sebab-sebab biasa dimana Allah Ta’ala menjadikannya dapat
dilakukan oleh para makhluk dan membolehkannya bagi
mereka.
Proses sugesti pada prinsipnya adalah pembelajaran
kepada klien yang dapat disampaikan baik menggunakan cara
langsung ataupun tidak langsung. Dari hasil telaah terhadap
kegiatan ibadah dalam Islam berupa Wudhu, Shalat, Dzikir,
Doa dengan merujuk kepada Al Quran dan Hadits, kesemuanya
mempunyai efek terapi asalkan syarat-syarat terpenuhi, yaitu
khusyuk, ikhlas dan sungguh-sungguh.
Fenomena hypnotic dan hypnotherapy ditemukan pada
orang-orang yang mengalami perbaikan dan peningkatan hidup
melalui perbaikan ritualnya. Berdasarkan hasil penelitian
kualitatif atas praktek psikoterapi yang memanfaatkan hypnosis
yang dilakukan oleh para pakar hypnotherapy terbukti keadaan
tenang saat Dzikir, Berdoa dan Salat malam menjadi pintu
masuk tercepat kepada keadaan deep trance dibandingkan
dengan cara-cara induksi lainnya yang diperkenalkan oleh ahli
hypnotherapy.
Pada masa Rasulullah SAW (hipnotis) juga terjadi.
Rasulullah SAW menyampaikan bahwa al’ainu haq, sihir mata
itu benar ada, karena syaitan bisa menginfiltrasi seseorang
melalui pandangan mata itu. Istilah hipnotis Sihrul ‘ain
disinggung dalam tafsir Alquran Surat Al-Qalam : 51 “Dan
sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir
19

menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan


mereka, tatkala mereka mendengar Alquran”
Peristiwa ini dapat disimak dalam tafsir Jalalain oleh
Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, dengan kalimat :
Dengan pandangan yang kuat, hingga hampir memingsankan
dan menjatuhkan dari tempatmu, tetapi Allah menolong. Yang
dimaksud “memandang” bukanlah pandangan kagum,
melainkan pandangan tajam memancarkan kebencian.
Ilmu “ketajaman mata” ini pada zaman Nabi
Muhammad SAW banyak dikuasai oleh Bani Asad. Dengan
puasa 3 hari, mereka dapat langsung menidurkan dan membuat
kaku hewan dan manusia.Orang yang memiliki sihrul’ain
sesungguhnya telah berbuat syirik sebab bersekutu dengan
setan dan akan semakin disesatkan oleh setan, sebagaimana
firman Allah: Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni
dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Annisa :
116).

2. Healing Terapi
Salah satu metode pengobatan Qur’ani adalah terapi sentuhan atau
yang dikenal dengan Healing Touch. Terapi ini merupakan bentuk
penyembuhan yang menggunakan tangan langsung menyentuh kulit
dalam mengobati berbagai macam penyakit dalam tubuh. Kulit adalah
organ terkuat yang dapat menerima rangsangan pada tubuh manusia, dan
ketika reseptor sensoriknya dirangsang, hormone oksitosin dilepaskan.
Dan pada saat yang bersamaam kortisol berkurang. Hal inilah yang
menyebabkan mengapa sentuhan memiliki kekuatan yang
20

menyembuhkan. Sesungguhnya Healing Touch sudah dikenal sejak


zaman Rasulullah.
Pada Hadits Nabi shallallahu a’laihi wassalam biasa melakukan
Healing Touch dibarengi dengan doa bagi para sahabatnya yang sakit.
Diriwayatkan dari Aisyah ra berkata : Rasulullah shallallahu a’laihi
wassalam apabila ada yang sakit di antara kami , beliau menyentuh
dengan tangan kanannya, kemudian beliau berdoa : Hilangkan sakit wahai
Tuhan, dan sembuhkanlah Engkaulah Maha Penyembuh. Tiada
Kesembuhan Kecuali Kesembuhan dari-Mu, Kesembuhan tanpa
meniggalkan rasa sakit (HR. Bukhori dan Muslim)
Pada zaman modern sekarang ini ternyata Healing Touch yang
dilakukan Rosulullah, para sahabat, ulama dan umat Islamuntuk
mengobati berbagai macam penyakit kini telah dikembangkan dan diteliti.
Berdasarkan prinsip terapi sentuhan tangan ini kesehatan merupakan
indikasi dari keseimbangan getaran energy tubuh. Studi-studi ilmiah
membuktikan, terapi sentuhan tangan ini bisa membantu menyembuhkan
luka, mengurangi rasa sakit, serta membuat Relaks.

a) Cara kerja Healing Touch :


Teori pertama : Menyatakan rasa sakit berkaitan dengan pengalaman
menyakitkan baik secara fisik, mental (seperti infeksi, cidera) yang
tertinggal di dalam sel-sel tubuh. Rasa sakit yang tertinggal dalam sel
bersifat merusak serta mengganggu cara kerja sel-sel lain di dalam
tubuh. Hasilnya adalah penyakit. Dan terapi ini diyakini bis
mengembalikan kesehatan dengan cara memulihkan komunikasi
antara sel-sel
Teori kedua berdasarkan pada prinsip fisika kuantum. Darah yang
mengandung zat bisa menghasilkan bidang elektromagnetik saat
sirkulasi dalam tubuh. Berdasarkan teori ini, kadang-kadang bisa
terlihat bidang medan elektromagnetik tubuh. Secara healing touch
21

didasarkan pada ide keseimbangan aliran gelombang energy yang


menghasilkan kesehatan optimal
b) Manfaat Healing Touch
Healing Touch dapat membuat relaks, mengurangi kecemasan, secara
significan, Secara umum relaksasi yang ditimbulkan terapi ini bias
mengurangi stress, menurunkan tekanan darah, serta memperbaiki
pernafasan, dengan relaks kadar kolesterol menurun, system
kekebalan tubuh meningkat. 4. Terapi herbal, berdasarkan perspektif
islam Herbal atau phytomedicine adalah Praktik pengobatan
tradisional yang menggunakan bahan tumbuhan untuk preventef atau
terapi. Dengan pengertian ini maka ada bagian dari thibbun nabawi
yang disebut herbal semisal habbatus sauda. Akan tetapi secara
konsep thibbun nabawi berbeda dengan herbal. Saat ini yang sedang
berkembang dan digunakan luas adalah kedokteran modern.

D. Hipnoterapi alternative pemecahan masalah kesehatan.


Dalam Hipnoterapi agar jiwa bawah sadar bangkit, pasien harus
masuk dalam kondisirelaksasi, atau mengistirahatkan jiwa sadarnya. Dalam
kondisi ini rekaman bawah sadarnya seperti gangguan kesehatan yang
dirasakan akan diketahui. Rekaman bawah sadar yang salah atau keliru akan
diperbaharui dengan memberikan sugesti-sugesti positif oleh terapis melalui
hipnoterapi. Sugesti ini diberikan secara terus-menerus hingga tercapai
keadaan rekaman bawah sadar yang keliru menghilang dan digantikan oleh
sugesti positif.Tingkat keberhasilan sugesti positif pada pasien tentu berbeda
pada masing-masing orang. Tergantung berat ringannya penyakit, serta
kemauan untuk sembuh dari dalam diri pasien

E. Cara deteksi penyakit melalui hipnoheart terapi


Dalam Hipnoterapi proses penyembuhan dapat dilakukan dalam satu
atau beberapa kali terapi. Semua tergantung dari gangguan yang
dialaminya.Dalam hipnoterapi, terapis hanya berperan sebagai fasilitator.
22

Pasien yang harus proaktif dan mempunyai kemauan yang kuat untuk
sembuh.
Sebagai subyek aktif, pasien juga harus kooperatif sekaligus
memahami benar maksud dan tujuan hipnoterapi. Harus ada kesepakatan
antara pasien dan terapis, karena pasienlah sebenarnya yang paling tahu apa
yang dideritanya.
Bacaan Ayat Al-Qur’an Untuk Penyembuhan Penyakit:
Doa Nabi Ayyub As Saat Sakit:
"Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah
Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang (QS. An-Anbiya 21
: 83)"
Doa Nabi Ibrahim As Saat Sakit:
“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan Aku” (QS. Asy-
Syu’ara 26 : 80)
Membaca Surat Al-Fatihah saat berdoa harus yakin dan penuhi syarat doa.
Cara penggunaan :
1. Baca Basmalah
2. Letakkan tangan kanan di tempat yang sakit
3. Baca Doa Nabi Ayyub, Nabi Ibrohim dan Surat Al-Fatihah dengan penuh
keyakinan
Dalil Bacaan Al-Fatihah:
Dari Abdul Malik bin Umair berkata, Rasulullah SAW bersabda : Dalam
Surat Al-Fatihah terdapat obat setiap penyakit. (Sunan Ad-Darimi, Hadits No.
3236)
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengobatan Kontemporer secara Islami meliputi; akupuntur,
akupresure, hipnoterapi, healing terapi, Terapi herbal dan pengobatan terapi
lilin. Hypnotherapy mengacu pada penyembuhan yang diawali dengan
mengkondisikan pasien dalam fase relaksasi (seperti orang tertidur) sebelum
dilakukan terapi inti. Hipnoterapi bekerja pada jiwa bawah sadar (alpha state)
manusia.
Islam menetapkan tujuan pokok kehadirannya untuk memelihara
agama, jiwa, akal, jasmani, harta, dan keturunan. Setidaknya tiga dari yang
disebut di atas berkaitan dengan kesehatan. Tidak heran jika ditemukan bahwa
Islam amat kaya dengan tuntunan kesehatan. Dalam kehidupannya di dunia,
setiap orang tentu sangat mungkin untuk jatuh sakit. Bahkan terkadang dalam
satu waktu seseorang bisa terkena beberapa jenis penyakit.
Pada dasarnya Islam menganjurkan umatnya yang sedang mengalami
sakit untuk berobat, tetapi dalam pencarian pengobatan diisyaratkan untuk
mencari pengobatan yang tidak bertentangan dengan hukum islam. Dengan
demikian, maka memakai hipnoterapi (Arab: Tanwim Ija'i) hukumnya boleh
asal dalam proses penyembuhan tersebut tidak ada perilaku dan perbuatan
yang berlawanan dengan syariah Islam.

B. Saran
Sebagai seorang muslim hendaknya dapat memilah dan memilih teknik
pengobatan yang sesuai dengan ajaran islam.

23
DAFTAR PUSTAKA

Depag RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta:CV Atlas. 2008

Ellias. (2009). Hipnosis & hipnoterapi, transpersonal/NLP. Yogyakarta: Pustaka


Pelajar.

Rafael, R. (2006). Hipnotrapy: Quit smoking. Cetakan ketiga. Jakarta: Gagas


Media

Smith, S.F., Duell, D.J., Martin, B.C. (2004). Clinical nursing skills: Basic to
advancedskills. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Snyder, M. & Lindquist, R. (2002). Complementary/alternative therapies


innursing. 4th ed. New York: Springer.

Website:
Anonymous. (2006). Gelombang otak manusia dalam hipnosis.
http://www.heavenhypnotherapy.com /gelombang-otak.html, diperolehtanggal 10
September 2018.

_________. Healthy hypnosis. (2004).


http://www.myhypno.com/product_category.cfm?. diperoleh 10 September 2018.