Anda di halaman 1dari 73

1

POLRI DAERAH JAWA TIMUR LAMPIRAN PERATURAN KARUMKIT


BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN NOMOR : TAHUN 2018
RUMKIT RS IBU&ANAK MITRA HUSADA TANGGAL : JANUARI 2018

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Urusan Administrasi atau yang sering disebut Urmin di RS. IBU&ANAK MITRA
HUSADA SIDOARJO adalah suatu bagian dari rumah sakit yang memberikan pelayanan
pemenuhan sumber daya manusia khususnya tenaga kesehatan yang sesuai dengan standar
profesi dan mempunyai kompetensi yang dapat dipertanggung jawabkan. Dalam pemenuhan
standar tersebut seleksi tenaga kesehatan diperlukan agar dapat memenuhi permintaan atau
kebutuhan dari setiap unit kerja yang ada di rumah sakit.
Untuk dapat menunjang pencapaian dalam hal pelayanan maka proses Pelayanan Urmin
diperlukan sebuah pedoman kerja sehingga didapatkan hasil yang baik dan bermutu. Pelayanan
Urmin yang bermutu di rumah sakit akan membantu setiap pegawai untuk dapat berkarya
sesuai dengan profesi, pendidikan serta kemampuan yang dimiliki, membantu proses pelayanan
pada pasien di rumah sakit sehingga pasien yang datang berobat ke rumah sakit merasa puas
terhadap pelayanan yang diberikan, yang berarti pula pasien tersebut nantinya akan sebagai
sarana dalam mempromosikan rumah sakit. Keuntungan lain jika pasien cepat sembuh adalah
mereka dapat segera kembali mencari nafkah untuk diri dan keluarga.
Pelayanan tersebut adalah rangkaian kegiatan dalam melayani semua pegawai baik untuk
semua hak dan kewajiban pegawai, serta merupakan salah satu upaya peningkatan sumber daya
manusia untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik sesuai dengan standar rumah sakit.
Bentuk penyelenggaraan pelayanan untuk pegawai di rumah sakit bisa secara Sistem
Outsourcing atau Sistem Swakelola. Pada Sistem Outsourcing, pengusaha tenaga kerja selaku
penyelenggara sumber daya manusia dalam merencanakan, merekruitmen dan menentukan
standar pegawai sesuai dengan spesifikasi standar pegawai yang telah ditetapkan oleh rumah
sakit dalam lembar kontrak kerja. Sistem Swakelola, dalam penyelenggaraan pelayanan untuk
pegawai dilakukan dengan cara merekruit sendiri sesuai dengan standar rumah sakit.
Pelayanan untuk pegawai di rumah sakit ini dijalankan berpedoman kepada Surat
Perjanjian Kontrak Kerjasama (SPKK) antara Rumah Sakit dengan pegawai.
B. TUJUAN PEDOMAN
1. Tujuan Umum
Terciptanya acuan pokok yang terus diperbaiki untuk mendapatkan sumber daya manusia
yang berkualitas.
2. Tujuan Khusus
a. Menentukan ruang lingkup pedoman
b. Menentukan Batasan Operasional
c. Mengidentifikasi berbagai landasan hukum
d. Menetapkan Tata Laksana Pedoman dalam setiap bab

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Pedoman Pelayanan Urmin RS.IBU&ANAK MITRA HUASA SIDOARJO
terdiri dari :
2

1. Kebijakan tentang Sumber Daya Manusia


2. Pengembangan Sumber Daya Manusia
3. Rekruitmen, Seleksi dan Penetapan Staf
4. Kredensial Tenaga Kesehatan
5. Orientasi Pegawai Baru
6. Kontrak Kerja
7. Sistem Kepegawaian
8. Jabatan Struktural dan Fungsional
9. Alih Tugas dan Tanggung Jawab
10. Staf Medis sebagai Pegawai
11. Peraturan dan Tata Tertib Kerja
12. Pemberian Gaji, Tunjangan, Insentif dan Lembur
13. Pendidikan dan Pelatihan
14. Penilaian Kinerja
15. Tunjangan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Pegawai
16. Pengakhiran hubungan kerja Pegawai
17. Pembinaan Karakter Pegawai
18. Pemeliharaan Informasi Pegawai

D. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
4. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
5. Permenkes RI No. 1691/MENKES/Per/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah
Sakit.
6. Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 tentang SMK3
7. Kepmenkes No 1087 /Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standar K-3 di rumah sakit.
3

BAB II
KEBIJAKAN MENGENAI SUMBER DAYA MANUSIA

1. Pengaturan Sumber Daya Manusia (SDM) RS. IBU&ANAK MITRA HUSDA


SIDOARJO mengacu kepada Visi, Misi, serta Motto Rumah SakiT IBU&ANAK
MITRA HUSADA SIDOARJO
2. Pengaturan Sumber Daya Manusia (SDM) memperhatikan Rencana Strategis
(Renstra) RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
3. Pengaturan Sumber Daya Manusia (SDM) RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA
SIDOARJO untuk tenaga Polri dan PNS memperhatikan dengan baik setiap
Peraturan Kapolri sedangkan untuk tenaga Kontrak memperhatikan setiap klausul Surat
Perjanjian Kontrak Kerjasama (SPKK) yang berlaku.
4. Pengaturan Sumber Daya Manusia RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA
SIDOARJO mengacu kepada mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
5. Sumber daya manusia meliputi staf klinis maupun non klinis.
6. Sumber daya manusia yang berkualitas didapatkan melalui perencanaan,
rekruitmen, program orientasi, pengembangan melalui penilaian kinerja serta
diklat, pemberian gaji dan tunjangan
7. Pengembangan sumber daya manusia Rencana susunan kepegawaian rumah sakit setiap
tahun dikembangkan bersama oleh para pimpinan, dengan menetapkan jumlah, jenis,
dan kualifikasi staf yang diinginkan.
8. Rekruitmen, seleksi dan penetapan staf
a. Rumah sakit terus mengembangkan proses untuk rekruitmen, evaluasi dan
penetapan staf dan prosedur penetapan lainnya.
b. Rekruitmen dan seleksi pegawai sesuai dengan permintaan pengadaan pegawai
yang disahkan dalam rapat staf.
9. Kredensial tenaga kesehatan
a. Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan,
memverifikasi, mengevaluasi kredensial/ bukti-bukti keahlian/ kelulusan
(izin/lisensi, pendidikan, pelatihan, kompetensi dan pengalaman) dari staf medis
yang diizinkan untuk memberikan asuhan pasien, diatur lebih lanjut dalam
kebijakan Karumkit tentang kredensial staf medis.
b. Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan,
memverifikasi dan mengevaluasi kredensial staf keperawatan dan tenaga
kesehatan lainnya (izin, pendidikan, pelatihan dan pengalaman).
10. Staf baru baik klinis maupun non klinis harus melalui proses orientasi yang diberikan
baik melalui orientasi umum maupun orientasi khusus oleh unit kerja masing-masing
terkait uraian tugas - tugasnya.
11. Kontrak kerja untuk pegawai kontrak selama 1 (satu) tahun untuk masa kontrak pertama
dan selanjutnya dapat diperpanjang setiap tahun.
12. Jabatan struktural dan non structural
a. Pegawai dapat menduduki jabatan tertentu baik struktural dan non struktural
memiliki masa jabatan dan tunjangan jabatan tertentu.
b. Besar Tunjangan jabatan diatur dalam keputusan Karumkit.
13. Alih tugas dan tanggung jawab
4

a. Untuk kebutuhan pelayanan, pegawai dapat dikenakan penugasan kembali ke


posisi yang lain dengan uraian tugas dan tanggung jawab yang berbeda, meliputi
rotasi dan mutasi kerja.
b. Selain kebutuhan pelayanan, penugasan kembali dapat terjadi karena promosi
maupun demosi.
14. Staf medis meliputi Dokter Spesialis, Dokter Umum, dan Dokter gigi merupakan
pegawai yang memiliki hak-hak tertentu sesuai dengan status kepegawaiannya.
15. Rumah sakit membuat peraturan dan tata tertib kerja.
16. Pegawai berhak mendapatkan gaji, tunjangan, insentif dan lembur sesuai
dengan status kepegawaian.
17. Pendidikan dan pelatihan
a. Setiap staf memperolah pendidikan dan pelatihan baik in-service maupun di luar
rumah sakit untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya.
b. Semua staf baik staf klinis dan non klinis wajib dapat menunjukkan
kompetensi yang layak dalam teknik resusitasi.
c. Setiap staf wajib mengikuti diklat yang diadakan oleh rumah sakit.
18. Penilaian kinerja
a. Rumah sakit mengembangkan penilaian kinerja bagi staf profesional baik
staf klinis maupun non klinis.
b. Penilaian kinerja dilakukan untuk menilai kinerja individu pegawai sesuai status
kepegawaian.
19. Tunjangan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraaan Pegawai
a. Tunjangan kesehatan seluruh pegawai diatur pemberiannya dengan mengikuti
BPJS Kesehatan dan dengan memperhatikan kemampuan rumah sakit.
b. Dilaksanakan Pemeriksaan Kesehatan berkala setiap 1 (satu) tahun sekali dan
pemeriksaan khusus terhadap pegawai yang bekerja di unit-unit yang beresiko
tinggi.
c. Untuk kesejahteraan pegawai diberikan tunjangan makan, tunjangan beras,
tunjangan lauk-pauk, tunjangan pendidikan dan pelatihan, bantuan kematian,
tunjangan kesejahteraan untuk pegawai pensiun.
20. Pengakhiran hubungan kerja pegawai
a. Pengakhiran hubungan kerja pegawai Polri dan PNS mengacu pada Peraturan
Kapolri.
b. Pengakhiran hubungan kerja pegawai kontrak mengacu pada klausul dalam Surat
Perjanjian Kontrak Kerjasama SPKK).
c. Pemberian uang pengganti hak sesuai dengan keputusan Rumah Sakit.
21. Pembinaan karakter pegawai
a. Rumah Sakit mengadakan program pembinaan karakter pegawai untuk
mendapatkan pegawai yang memiliki karakter yang baik dan dapat diandalkan.
b. Pembinaan karakter dapat melalui pembinaan umum maupun khusus
kepada pegawai.
22. Urmin bertanggung jawab menyimpan dan memelihara semua data file pegawai.
5

BAB III
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

A. PRINSIP PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


1. Pengembangan Sumber Daya Manusia di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA
SIDOARJO dilakukan dengan perencanaan sesuai dengan kebutuhan pasien yang
berfokus pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
2. Rumah sakit melakukan pengembangan sumber daya manusia meliputi pengadaan
dari segi jumlah, peningkatan tingkat kompetensi, serta peningkatan jenjang karir.
3. Rumah sakit menetapkan kualifikasi sumber daya manusia baik tingkat pendidikan,
keterampilan, pengetahuan dan persyaratan lain yang mendukung peningkatan mutu
dan keselamatan pasien.
4. Rencana pengembangan sumber daya manusia dikembangkan bersama oleh para
pimpinan dan dilakukan evaluasi.
5. Rencana pengembangan sumber daya manusia dituangkan dalam Program
Pengembangan Sumber Daya Manusia RS. IBU&ANAK MITRA HUSDA SIDOARJO
setiap tahunnya.
6. Perencanaan staf / pegawai didasarkan pada pola ketenagaan yang menganalisa
kebutuhan tenaga sesuai dengan kebutuhan pasien dan pelayanan lainnya.
7. Perencanaan kebutuhan jumlah staf / pegawai dituangkan dalam rencana kerja
tahunan
8. Pengadaan kebutuhan ketenagaan di luar perencanaan tahunan karena perubahan
situasi dan kondisi yang terjadi dalam pelayanan dilakukan setelah melalui analisa
kebutuhan yang seksama dan disetujui dalam rapat staf rumah sakit kecuali untuk
pegawai Polri dan PNS.
9. Pengembangan dalam tingkat kompetensi berhubungan dengan pendidikan dan
pelatihan serta program pengembangan lainnya diatur dalam Kebijakan Karumkit
dalam Pendidikan dan Pelatihan.
10. Rumah sakit mengupayakan peningkatan jenjang karir baik melalui proses reguler
kenaikan pangkat kepegawaian Polri dan PNS dan promosi jabatan.
11. Masukan dalam peningkatan jenjang karir melalui penilaian kinerja untuk
peningkatan jabatan pegawai diatur dalam kebijakan tentang penilaian kinerja.

B. PROSES PENGAJUAN TENAGA SESUAI RENCANA


1. Unit kerja menyampaikan kebutuhan ketenagaan dengan membuat Nota Dinas
Permohonan Penambahan Tenaga yang ditandatangani oleh Kaur dan diajukan
kepada Karumkit melalui Kasubbag Renmin
2. Berdasarkan Nota Dinas yang diajukan, dilaksanakan rapat untuk membahas
kebutuhan pegawai.
3. Kebutuhan pengadaan pegawai harus disetujui Rapat dan oleh Karumkit.
4. Bagian Urmin melakukan mekanisme rekrutmen dan seleksi pegawai sesuai dengan
seleksi pegawai.
6

BAB IV
REKRUITMEN, SELEKSI, DAN PENETAPAN PEGAWAI

A. KETENTUAN UMUM REKRUITMEN, SELEKSI DAN PENETAPAN PEGAWAI


1. Sesuai dengan kebijakan tentang SDM, rumah sakit terus mengembangkan proses
untuk rekruitmen, evaluasi dan penetapan Pegawai dan prosedur penetapan lainnya.
2. Penerimaan Karyawan di Rumah Sakit IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
terdapat dua
a. Dari sumber Polri dan PNS yang telah ditempatkan di Rumah Sakit IBU&ANAK
MITRA HUSADA SIDOARJO berdasarkan Surat Keputusan Kapolri atau Kapolda
Jatim.
b. Dari sumber pengadaan pegawai kontrak dengan melalui proses seleksi.
3. Proses Penerimaan sumber PNS Polri meliputi :
a. Kepala Rumah Sakit mendapatkan surat penghadapan pegawai Polri/ PNS dari
Kapolri atau Kapolda Jatim.
b. Pegawai Polri/PNS yang ditempatkan di Rumah Sakit IBU&ANAK MITRA
HUSADA SIDOARJO dihadapkan Karumkit oleh bagian Urmin.
c. Karumkit melaksanakan rapat dengan unsur pimpinan tentang penempatan
pegawai Polri/PNS.
d. Urmin membuat Surat perintah pelaksanaan tugas yang ditanda tangani oleh
Karumkit.
4. Keputusan untuk melakukan proses rekruitmen melalui rapat pejabat struktural di
RS. IBU&ANAK MITRA HUSDA SIDOARJO
5. Mekanisme pengajuan pengadaan pegawai kontrak sesuai dengan kebijakan tentang
pengembangan pegawai di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
6. Rekruitmen dan seleksi pegawai kontrak menjadi tanggung jawab Bagian Urmin di
bawah pembinaan Kasubbag Renmin.
7. Proses seleksi melibatkan Kasubbag Renmin, Kaur Min maupun Kepala Unit Kerja
terkait sebagai tim rekruitmen dan seleksi pegawai untuk mendapatkan pegawai yang
berkualitas sesuai yang dibutuhkan.
8. Proses seleksi pegawai medis melibatkan Komite Medik untuk memberikan
rekomendasi.
9. Proses seleksi untuk pegawai selain dokter meliputi berbagai proses :
a. Tes Administrasi
b. Tes Tulis
c. Tes Praktek
d. Tes Wawancara
e. Tes Kesehatan meliputi pemeriksaan Hb SAg
10. Proses Seleksi pegawai dokter meliputi :
a. Komite Medik mengajukan permohonan penambahan tenaga dokter secara lisan
ke Kepala Rumah Sakit
b. Menyeleksi berkas surat lamaran yang masuk
c. Urmin mengadakan seleksi administrasi yaitu :
1) Surat lamaran yang ditujukan kepada Kepala Rumah Sakit
2) Fotocopy Ijazah
3) Curikulum vitae
7

4) Surat Tanda Registrasi


11. Bagi pelamar staf medis yang telah memenuhi syarat adminsitrasi diserahkan pada
Karumkit.
12. Apabila Karumkit setuju untuk dilakukan proses selanjutnya maka Karumkit
memerintahkan Kaurmin untuk memanggil pelamar
13. Selanjutnya diadakan wawancara calon staf medis dengan Karumkitl.
14. Calon staf Medis Melaksanakan tes kesehatan yang meliputi pemeriksaan laboratorum Hb
SAg
15. Karumkit menentukan diterima atau tidaknya calon staf medis tersebut
16. Bila diterima maka dibuatkan perjanjian kerjasama (PKS) antara Rumah Sakit dengan Staf
Medis.
17. Biaya test kesehatan ditanggung oleh rumah sakit.
18. Pengambilan keputusan terkait hasil seleksi diputuskan bersama tim seleksi pegawai dan
disetujui oleh Karumkit.
19. Pegawai yang lolos seleksi dilakukan penetapan status kepegawaian sesuai dengan sistem
kepegawaian yang berlaku di RS. IBU&ANAK MITRA HUSDA SIDOARJO
20. Pengakuan masa kerja diterapkan mulai dari 0 kepada pegawai kontrak baru.
21. Pada umumnya pegawai baru menjalani status : training dan kontrak kerja.
22. Penetapan pegawai kontrak melalui surat keputusan Karumkit.

B. PROSES SELEKSI PEGAWAI SELAIN DOKTER


1. Bagian Urmin mendapatkan permintaan seleksi pegawai baru dari Unit terkait.
2. Bagian Urmin melakukan seleksi lamaran yang masuk sesuai dengan permintaan
dengan kriteria :
a. Apoteker
1) Ijazah Profesi Apoteker
2) Telah mempunyai STR
b. Perawat/bidan dan tenaga kesehatan lain :
1) Ijazah Minimal DIII
2) Telah mempunyai SIP/SIB/SIK
3) Bagi perawat telah mengikuti pelatihan Basic Life Support
4) Bagi bidan telah mengikuti pelatihan APN
c. Umum :
1. Ijazah sesuai kebutuhan
2. Memiliki kemampuan khusus sesuai dengan posisi
3. Kasubbag Renmin menetapkan pelamar yang sesuai dengan kriteria.
4. Bagian Urmin menyusun tim seleksi.
5. Bagian Urmin melakukan pemanggilan calon pegawai untuk proses seleksi melalui
surat penggilan, pesan HP dan telpon menggunakan HP resmi rumah sakit.
6. Proses seleksi :
a. Tes Administrasi
b. Tes Tulis
c. Tes Praktek
d. Tes Wawancara
7. Setelah hasil didapatkan, tim berkumpul memutuskan hasil seleksi untuk dimintakan
8

persetujuan Karumkit.
8. Bagian Urmin memanggil calon pegawai untuk tes kesehatan laboratorium
(pemeriksaan Hb SAg)
9. Bila tidak diterima maka diinformasikan kepada yang bersangkutan, bila calon
pegawai diterima maka akan dihubungi untuk proses training.

C. PROSES SELEKSI DOKTER


1. Komite medik mengajukan permohonan secara lisan ke Kepala Rumah Sakit
2. Menyeleksi berkas surat lamaran yang masuk
3. Urmin mengadakan seleksi administrasi yaitu :
1) Surat lamaran yang ditujukan kepada Kepala Rumah Sakit
2) Fotocopy Ijazah
3) Curikulum vitae
4) Surat Tanda Registrasi
4. Bagi pelamar staf medis yang telah memenuhi syarat adminsitrasi diserahkan pada
Karumkit
5. Selanjutnya diadakan wawancara calon staf medis dengan Karumkit
6. Calon staf Medis melaksanakan tes kesehatan yang meliputi pemeriksaan laboratorium
Hb SAg
7. Karumkit menentukan diterima atau tidaknya calon staf medis tersebut
8. Bila diterima maka dibuatkan perjanjian kerjasama (PKS) antara Rumah Sakit dengan
Staf Medis.

D. PROSES PENETAPAN PEGAWAI


1. Masukan dari hasil penetapan calon pegawai diterima sebagai pegawai kontrak.
2. Bagian Urmin memeriksa berkas lamaran.
3. Merekap dalam keputusan penerimaan calon pegawai meliputi :
a. Nama dan gelar
b. Jenis kelamin
c. Tempat tanggal lahir
d. Asal Pendidikan
e. Tanggal mulai orientasi
f. Tanggal mulai kontrak
9

BAB V
KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN

A. KREDENSIAL STAF NAKES


1. Ketentuan Umum.
a. Pegawai / staf nakes adalah pegawai yang memiliki tanggung jawab langsung
terhadap asuhan kesehatan kepada pasien.
b. Termasuk pegawai / staf nakes adalah :
1) Medis : dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi
2) Perawat
3) Bidan
c. Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan,
memverifikasi, mengevaluasi kredensial / bukti-bukti keahlian / kelulusan
(izin/lisensi, pendidikan, pelatihan, kompetensi dan pengalaman) dari
stafmedisyangdiizinkanuntuk memberikan asuhan pasien.
d. Rumah sakit mempunyai tujuan yang terstandar, prosedur berbasis bukti,
untuk memberi wewenang kepada semua anggota staf medis untuk menerima
pasien dan memberikan pelayanan klinis lainnya konsisten / sesuai dengan
kualifikasi.
e. Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan,
memverifikasi dan mengevaluasi kredensial staf keperawatan (izin, pendidikan,
pelatihan dan pengalaman).
f. Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk mengidentifikasi tanggung
jawab pekerjaan dan untuk membuat penugasan kerja klinik berdasarkan atas
kredensial staf perawat / bidan.

2. Ketentuan Khusus.
a. Setiap pegawai / staf nakes mengajukan permohonan kewenangan kliniknya
berdasarkan kompetensi profesi masing masing; permohonan yang diajukan
adalah kewenangan penuh, kewenangan dengan supervisi, atau tidak meminta
kewenangan.
b. Kredensial dan rekomendasi kewenangan klinik staf keperawatan dan bidan
dilakukan oleh Komite Keperawatan dengan tim kredensialnya.
c. Rekomendasi kewenangan klinik dipakai sebagai masukan untuk diberikannya
surat keputusan penugasan klinik setiap pegawai / staf klinis.
d. Surat keputusan penugasan klinis berlaku selama 3 tahun.
10

B. KREDENSIAL STAF TENAGA KESEHATAN LAIN


a. Ketentuan Umum.
a. Pegawai Tenaga kesehatan lain adalah pegawai yang memiliki tanggung jawab
langsung terhadap pelayanan pasien.
b. Yang termasuk tenaga ini adalah:
 Staf: analis, radiografer, ahli gizi, apoteker, asisten apoteker, petugas
rekam medis.
c. Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan,
memverifikasi, mengevaluasi kredensial / bukti-bukti keahlian / kelulusan
(izin/lisensi, pendidikan, pelatihan, kompetensi dan pengalaman) dari staf yang
diizinkan untuk memberikan pelayanan pasien.
d. Rumah sakit mempunyai tujuan yang terstandar, prosedur berbasis bukti,
untuk memberi wewenang kepada semua anggota staf untuk memberikan
pelayanan sesuai dengan kualifikasi.
e. Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan,
memverifikasi dan mengevaluasi kredensial staf (izin, pendidikan, pelatihan
dan pengalaman).
f. Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk mengidentifikasi tanggung
jawab pekerjaan dan untuk membuat penugasan kerja klinik berdasarkan atas
kredensial staf dan peraturan perundang-undangan.
g. Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan,
memverifikasi dan mengevaluasi kredensial staf dan membuat penugasan klinik
berdasarkan atas kredensial pegawai / staf berdasarkan kredensial yang telah
dilakukan.

2 Ketentuan Khusus.
a. Setiap pegawai / staf mengajukan permohonan kewenangan kliniknya
berdasarkan kompetensi profesi masing masing; permohonan yang diajukan
adalah kewenangan penuh, kewenangan dengan supervisi, atau tidak meminta
kewenangan.
b. Kredensial dan rekomendasi kewenangan klinik staf dilakukan oleh panitia
ad hock. Atau tenaga kesehatan lain di instansi lainnya.
c. Rekomendasi kewenangan klinik dipakai sebagai masukan untuk diberikannya
surat keputusan penugasan klinik setiap pegawai / staf
d. Surat keputusan penugasan klinis berlaku selama 3 tahun.

C. PROSES KREDENSIAL DOKTER


Proses Kredensial Dokter diatur tersendiri dalam Kebijakan dan Peraturan lain tentang
Kredensial Staf medis
11

BAB VI
ORIENTASI PEGAWAI

A. KETENTUAN UMUM
1. Setiap calon pegawai yang dinyatakan lolos seleksi pegawai kontrak di Lingkungan
RS IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO wajib dimasukkan dalam program
orientasi pegawai baru.
2. Program orientasi pegawai baru diberikan melalui orientasi secara umum oleh rumah
sakit dan orientasi khusus di unit kerja masing-masing sesuai dengan profesinya.
3. Pegawai dokter spesialis / dokter umum tamu tidak mendapatkan program orientasi

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Program orientasi yang berupa orientasi umum rumah sakit dikoordinir oleh Urmin
dan Diklit, sedangkan orientasi di unit kerja dikoordinir oleh Kepala Unit Kerja
masing-masing.
2. Orientasi umum pegawai baru meliputi :
a. Visi, Misi RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
b. Struktur Organisasi RS. IBU&ANAK MITRA HUSDA SIDOARJO.
c. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Dasar
d. Program Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
e. Etika dalam bekerja.
f. Basic Life Support.
g. Penanggulangan Kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Kebakaran
(APAR).
3. Pegawai mendapatkan orientasi melalui orientasi khusus di unit kerja masing-masing.
4. Peraturan selama program orientasi :
a. Pegawai mendapatkan 1x makan sesuai dengan peraturan tentang makan
pegawai.
b. Selama program orientasi pegawai belum mendapatkan tunjangan kesehatan.
c. Kepala unit kerja membuat laporan evaluasi orientasi pegawai baru.

C. PROSES ORIENTASI
a. Urmin mencatat pegawai kontrak baru dari daftar pegawai yang diterima
b. Urmin menghubungi Diklit untuk dilaksanakan orientasi
c. Diklit membuat jadwal orientasi.
d. Diklit berkoordinasi dengan tim memberi pengarahan materi selama orientasi ke
Pegawai baru .
e. Diklit menyiapkan sarana dan prasarana orientasi
f. Diklit mengevaluasi hasil pelaksanaan orientasi
12

BAB VII
SISTEM KEPEGAWAIAN

A. KETENTUAN UMUM
1. Seluruh Pegawai RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO ditetapkan status
kepegawaiannya melalui Sistem Kepegawaian RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA
2. Sistem Kepegawaian RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO berdasarkan
pada Tingkat Pendidikan, Masa Kerja, serta Kompetensi.
3. Penetapan status kepegawaian berdasarkan sistem kepegawaian di RS. IBU&ANAK
MITRA HUSADA SIDOARJO diperlukan untuk proses-proses kepegawaian seperti :
Anggota Polri, PNS Polri, pegawai kontrak.
4. Promosi adalah perpindahan pegawai ke tingkat status kepegawaian yang lebih
tinggi sesuai kebutuhan rumah sakit.
5. Rotasi adalah perpindahan pegawai ke unit kerja lain tetapi tetap dengan pekerjaan
yang sama untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit; status kepegawaian meliputi
grade, golongan, maupun tingkat kompetensi tidak berubah.
6. Sedangkan Mutasi adalah perpindahan pegawai ke unit kerja lain dengan pekerjaan
yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit; status kepegawaian meliputi
grade, maupun tingkat kompetensi dapat berubah atau tetap.
7. Penetapan perubahan status kepegawaian dilakukan melalui mekanisme / proses
penetapan sesuai dengan kebijakan / SPO yang ada pada proses-proses kepegawaian
mulai dari seleksi pegawai, kontrak, orientasi, kenaikan golongan, mutasi, dsb.

B. SISTEM KEPEGAWAIAN
1. Jenjang Kepangkatan Polri
NO PANGKAT GOLONGAN
1 JENDERAL POLISI JENDERAL POL
2 KOMISARIS JENDERAL POLISI KOMJEN POL
3 INSPEKTUR JENDERAL POLISI IRJEN POL
4 BRIGADIR JENDERAL POLISI BRIGJEN POL
5 KOMISARIS BESAR POLISI KOMBES POL IV C
6 AJUN KOMISARIS BESAR POLISI AKBP IV B
7 KOMISARIS POLISI KOMPOL IV A
8 AJUN KOMISARIS POLISI AKP III C/D
9 INSPEKTUR POLISI SATU IPTU III B
10 INSPEKTUR POLISI DUA IPDA III A
11 AJUN INSPEKTUR POLISI SATU AIPTU II F
12 AJUN INSPEKTUR POLISI DUA AIPDA II E
13 BRIGADIR POLISI KEPALA BRIPKA II D
14 BRIGADIR POLISI BRIPPOL II C
15 BRIGADIR POLISI SATU BRIPTU II B
16 BRIGADIR POLISI DUA BRIPDA II A
17 AJUN BRIGADIR POLISI ABRIPPOL IF
18 AJUN BRIGADIR POLISI SATU ABRIPTU IE
19 AJUN BRIGADIR POLISI DUA ABRIPDA ID
13

NO PANGKAT GOLONGAN
20 BHAYANGKARA KEPALA BHARAKA IC
21 BHAYANGKARA SATU BHARATU IB
22 BHAYANGKARA DUA BHARADA IA

2. Jenjang Kepangkatan PNS


NO PANGKAT GOLONGAN
1 PEMBINA UTAMA IV E
2 PEMBINA UTAMA MADYA IV D
3 PEMBINA UTAMA MUDA IV C
4 PEMBINA TINGKAT I PEMBINA I IV B
5 PEMBINA PEMBINA IV A
6 PENATA TINGKAT I PENATA I III D
7 PENATA PENATA III C
8 PENATA MUDA TINGKAT I PENDA I III B
9 PENATA MUDA PENDA III A
10 PENGATUR TINGKAT I PENGATUR I II D
11 PENGATUR PENGATUR II C
12 PENGATUR MUDA TINGKAT I PENGDA I II B
13 PENGATUR MUDA PENGDA II A
14 JURU TINGKAT I JURU I ID
15 JURU JURU IC
16 JURU MUDA TINGKAT I JURDA I IB
17 JURU MUDA JURDA IA
14

BAB VIII
KONTRAK KERJA

A. KETENTUAN UMUM
1. Pada umumnya status pegawai di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
adalah Polri, PNS Polri dan kontrak.
2. Kontrak kerja untuk Polri dan PNS polri tidak diatur oleh Rumah Sakit karena Polri dan
PNS diatur sesuai dengan Peraturan Kapolri yang berlaku.
3. Pegawai kontrak wajib menandatangani surat perjanjian kontrak kerjasama (SPKK).
4. Masa kontrak kerja pegawai baru dibuat terhitung mulai surat perintah penetapan
pegawai baru (Sprin TKK) dan diperpanjang pada bulan Januari tahun berikutnya,
dan dapat diperpanjang kembali bila menurut penilaian pegawai memenuhi standar
yang ditetapkan untuk satu tahun berikutnya.
5. Pada tiga bulan pertama disebut sebagai masa orientasi, dan dilakukan evaluasi. Bila
dalam evaluasi didapatkan kurang memenuhi standar maka pegawai memperoleh
pembinaan ulang.
6. Rumah sakit selalu melakukan evaluasi terhadap pegawai kontrak sebelum
selesainya masa kontrak berakhir, dan direkap hasil penilaiaan untuk dilaporkan ke
Karumkit.
7. Tim evaluasi kontrak kerja adalah sbb :
a. Untuk staf medis : Karumkit, Kasubbag Wasitern, Kasubag Renmin, Kepala
Komte Medik.
b. Untuk staf selain dokter : Karumkit, Kasubbag Wasintern, Kasubbag renmin,
Kasubbag/Kasubbid Unit terkait, Kepala Unit Kerja Terkait.

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Pegawai kontrak wajib menandatangani surat Perjanjian Kontrak Kerjasama (SPKK).
2. SPKK berlaku selama 1 tahun, dan bisa diperpanjang.
3. SPKK Dokter spesialis berlaku selama masa SIP (Surat Ijin Praktek) di Rumah Sakit
Bhayangkara Tulungagung berlaku.
4. Gaji pegawai kontrak baik dokter maupun non dokter meliputi : gaji pokok sesuai
ketentuan pemberian gaji bagi pegawai kontrak rumah sakit, insentif dan uang beras
5. Pegawai kontrak mendapatkan tunjangan kesehatan dengan diikutkan pada program
BPJS Kesehatan.
6. Pegawai mendapatkan hak cuti 12 hari.
7. Satu bulan sebelum berakhir masa kontrak, pegawai dinilai kembali.
8. Bila pegawai selesai kontrak dan tidak diperpanjang lagi, maka RS Bhayangkara
Tulungagung tidak memiliki kewajiban untuk memberikan pesangon dalam bentuk
apapun.
15

BAB IX
JABATAN STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL

A. KETENTUAN UMUM
1. Jabatan Struktural, yaitu jabatan unit tertentu yang secara tegas ada dalam struktur
organisasi. Kedudukan jabatan struktural bertingkat-tingkat dari tingkat yang terendah
hingga yang tertinggi.
2. Jabatan Fungsional, yaitu jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur
organisasi, tetapi dari sudut pandang fungsinya sangat diperlukan dalam pelaksanaan
tugas-tugas pokok organisasi.
3. Pejabat untuk jabatan struktural adalah Polri dan PNS.
4. Fungsional dapat diberikan kepada pegawai sbb :
a. Polri dan PNS sesuai dengan Keputusan Karumkit dengan memperhatikan
Peraturan Kapolri Nomor 13 Tahun 2009 tentang Perlakukan Jabatan
Fungsional Rumpun Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
b. Pegawai kontrak yang dianggap memiliki kemampuan dalam mengemban tugas
jabatan yang diberikan sesuai dengan Keputusan Karumkit.
5. Besar tunjangan jabatan struktural untuk Polri dan PNS ditetapkan dan diperbarui
dari waktu kewaktu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2007 tentang
Jabatan Struktural di Lingkungan Polri.
6. Besar tunjangan jabatan fungsional untuk Polri dan PNS ditetapkan dan diperbarui
dari waktu kewaktu berdasarkan Keputusan Kapolri nomor Kep/582/IX/2010 tanggal
24 September 2010 tentang Jabatan Fungsional Umum sedangkan untuk pegawai
kontrak sesuai keputusan Karumkit.
7. Kebutuhan akan jabatan struktural harus sesuai dengan Struktur Organisasi RS.
Bhayangkara Tulungagung yang memperhatikan Peraturan Kapolri Nomor 11 Tahun
2011 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Bhayangkara Polri.
8. Penetapan Jabatan Karumkit ditetapkan dalam Keputusan Kapolri
9. Penetapan jabatan struktural dibawah Karumkit ditetapkan dalam Keputusan Kapolda
Jatim
10. Penetapan jabatan fungsional RS. Bhayangkara Tulungagung ditetapkan dalam
Keputusan Kapolda Jatim untuk Polri dan PNS Polri, Keputusan Karumkit untuk
pegawai kontrak.
11. Apabila pegawai memiliki jabatan rangkap, maka tunjangan jabatan yang diberikan
adalah tunjangan jabatan tertinggi.
12. Penilaian untuk kinerja Jabatan dilakukan dengan instrumen penilaian sesuai dengan
untuk dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain, SMK untuk staf yang berstatus Polri,
PPK untuk staf yang berstatus PNS Polri dan pegawai kontrak.

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Masa jabatan untuk jabatan struktural dan fungsional ditetapkan sesuai kebutuhan dan
ketentuan yang berlaku.
2. Bila diperlukan penyesuaian jabatan karena perubahan struktur organisasi sehingga
pejabat struktural maupun fungsional mendapatkan tugas jabatan tambahan sesuai
dengan struktur organisasi yang baru maka lama masa jabatan melanjutkan masa
16

jabatan struktural atau fungsional sebelumnya. Sebaliknya bila jabatan yang


diberikan merupakan jabatan baru yang tidak ada kaitannya dengan jabatan
sebelumnya, maka lama masa jabatan dimulai pada saat surat keputusan itu
ditetapkan.
3. Pemangku jabatan wajib memahami job description (uraian kerja) dimana yang
bersangkutan menjabat.
4. Pejabat baru diperkenalkan secara formal dan informal.
17

BAB X
ALIH TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
A. KETENTUAN UMUM
1. Untuk kebutuhan pelayanan, pegawai dapat dikenakan alih tugas ke posisi yang lain
dengan uraian tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Alih tugas meliputi rotasi dan
mutasi kerja.
2. Rotasi adalah perpindahan pegawai ke unit kerja lain tetapi tetap dengan pekerjaan
yang sama untuk memenuhi kebutuhan ; status kepegawaian meliputi grade, maupun
tingkat kompetensi tidak berubah.
3. Mutasi adalah perpindahan pegawai ke unit kerja lain dengan pekerjaan yang
berbeda untuk memenuhi kebutuhan ; status kepegawaian meliputi grade, maupun
tingkat kompetensi berubah.
4. Rotasi dan mutasi dilakukan dengan lebih dahulu memberitahukan kepada pegawai
yang bersangkutan dan ditetapkan dengan Keputusan Karumkit.
5. Rotasi maupun mutasi dapat terjadi karena promosi maupun demosi yang diatur
secara khusus pada kebijakan tentang sistem kepegawaian.
6. Pegawai dapat juga mengalami pelimpahan tanggung jawab dari profesi lain untuk
memenuhi kebutuhan pelayanan kepada pasien, misalnya alih tanggung jawab
tindakan tertentu dari dokter kepada perawat. Alih tanggung jawab tidak boleh
bertentangan dengan undang-undang, sehingga dalam pelaksanaannya perlu
mendapatkan rekomendasi dari Tim Etik dan Dsiplin Perawat Rumah Sakit.
7. Mutasi untuk Polri dan PNS ke luar RS. Bhayangkara Tulungagung mengikuti
Keputusan Kapolda Jatim atau Kapolri dan memperhatikan Peraturan Kapolri Nomor
16 Tahun 2012 tentang Mutasi Anggota Polri.
B. KETENTUAN KHUSUS
1. Pelaksanaan alih tugas di unit kerja terkait meliputi :
a. Pemaparan uraian tugas baru kepada pegawai.
b. Pembekalan terkait uraian tugas baru tersebut kepada pegawai oleh kepala unit
kerja.
c. Setelah 1 bulan kepala unit kerja membuat laporan evaluasi kemampuan
melaksanakan uraian tugas yang baru kepada pegawai yang dirotasi maupun
mutasi dan tindak lanjutnya.
d. Laporan alih tugas tanggung jawab disimpan dalam file pegawai.
18

BAB XI
STAF MEDIS SEBAGAI PEGAWAI

A. KETENTUAN UMUM
1. Staf medis Dokter dan dokter gigi adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dan
dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di
dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
2. Pengadaan staf medis Polri dan PNS Polri sesuai droping dari Mabes Polri, pegawai
kontrak sesuai dengan jumlah dan kualifikasi pasien yang ada di RS. Bhayangkara
Tulungagung.
3. Secara status kepegawaian staf medis terdiri atas sbb :
a. Dokter Polri
b. Dokter PNS
c. Dokter Kontrak
d. Dokter Tamu atau Dokter Konsultan.

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Dokter Polri
a. Dokter Polri yang di mutasi ke RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA
SIDOARJO setelah melalui prosedur penerimaan tenaga medis untuk Polri.
b. Mendapatkan gaji tetap bulanan sesuai dengan ketentuan gaji Polri, dan
mendapatkan jasa pelayanan .
c. Mendapatkan hak cuti selama 12 hari kerja dalam setahun.
2. Dokter PNS.
a. Dokter PNS yang di mutasi ke RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
setelah melalui prosedur penerimaan tenaga medis untuk PNS.
b. Mendapatkan gaji tetap bulanan sesuai dengan ketentuan gaji PNS, dan
mendapatkan jasa pelayanan.
c. Mendapatkan hak cuti selama 12 hari kerja dalam setahun.
3. Dokter Kontrak
a. Dokter yang bekerja di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
telah melalui prosedur penerimaan tenaga medis untuk Dokter Kontrak.
b. Mendapatkan hak cuti 12 hari kerja dalam setahun.
c. Mendapatkan Gaji Pokok sesuai dengan Sistem Kepegawaian RS. IBU&ANAK
MITRA HUSADA SIDOARJO dan mendapatkan jasa pelayanan.
d. Diikutkan dalam program BPJS Kesehatan.
4. Dokter Tamu atau Dokter Konsultan
a. Adalah Dokter yang bekerja di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA tetapi
bukan pegawai tetap rumah sakit.
b. Bekerja secara paruh waktu.
c. Tidak mendapatkan gaji tetapi hanya mendapatkan jasa pelayanan sesuai
ketentuan RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO yang berlaku dan
disepakati oleh yang bersangkutan.
d. Tidak ada tunjangan apapun.
5. Jam kerja dokter
19

Jam kerja dokter pada umumnya sesuai jam pelayanan rumah sakit, tidak dibatasi
oleh waktu. Bila ada panggilan karena pasien yang memburuk kondisi klinisnya
wajib datang, bila tidak bisa datang karena tidak bisa bertugas wajib
memberitahukan sebelumnya untuk melimpahkan tanggungjawab kepada dokter yang
lain sebagaimana SPO tentang pelimpahan tanggung jawab dari dokter kepada dokter
yang lain.
6. Dokter kontrak diikutkan BPJS Kesehatan.
7. Gaji dokter
a. Gaji Tetap
Gaji tetap untuk dokter Polri dan dokter PNS sesuai Peraturan pemberian gaji bagi
Pegawai Negeri. Gaji tetap juga diberikan kepada Dokter Kontrak yang
besarannya sesuai dengan Sistem Kepegawaian RS. IBU&ANAK MITRA
HUSADA SIDOARJO. Dokter Tamu/Dokter konsultan tidak mendapatkan gaji
tetap.
b. Jasa Layanan
Jasa layanan diberikan kepada dokter Polri, Dokter PNS, Dokter Kontrak, dan
Dokter Tamu/Konsultan untuk jasa pelayanan yang diberikan sesuai dengan tarif
rumah sakit. Jasa layanan yang diberikan sebesar 97,5% untuk tarif visite dan
tindakan medis
20

BAB XII
PERATURAN DAN TATA TERTIB KERJA

A. WAKTU KERJA
1. Hari Kerja dan Jam Kerja
Hari kerja di Rumah Sakit adalah 5 (lima) hari kerja seminggu untuk staf dan jam
kerja standar Rumah Sakit adalah 46 jam seminggu. RS. IBU&ANAK MITRA
HUSADA SIDOARJO merupakan rumah sakit yang dibuka selama 24 jam sehari untuk
melayani masyarakat umum dan disesuaikan dengan ketentuan jam kerja standar
Rumah Sakit.
Bagi pegawai yang bekerja secara shift, maka waktu kerjanya akan diatur
tersendiri oleh rumah sakit dan tetap mengacu pada jam kerja standar 46 jam/5 hari
kerja seminggu. Untuk pegawai yang waktu kerjanya melebihi jam kerja standar, maka
kelebihan waktu kerjanya akan diperhitungkan sebagai lembur.
2. Shift Kerja
Pengaturan tenaga kerja di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO ini
berdasarkan berdasarkan shift dan non shift.
a. Shift
1) Dokter Jaga IGD
Shift Pagi : 07.00 – 15.00 WIB
Shift Sore : 15.00 – 21.00 WIB
Shift Malam : 21.00 – 07.00 WIB
2) Keperawatan, Kebidanan
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore : 14.00 – 21.00 WIB
Shift Malam : 21.00 – 07.00 WIB
3) Inst. Gizi
Shift Fajar : 04.00 – 11.30 WIB
Shift Pagi : 05.30 – 13.00 WIB
Shift Sore : 12.00 – 19.30 WIB
4) Satpam
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore : 14.00 – 21.00 WIB
Shift Malam : 21.00 – 07.00 WIB

5) Instalasi Radiologi
Shift Pagi :07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore :14.00 – 21.00 WIB
Shift Malam :21.00 – 07.00 WIB
6) Instalasi Laboratorium
Shift Pagi :07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore :14.00 – 21.00 WIB
Shift Malam :21.00 – 07.00 WIB
7) Instalasi Farmasi
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore : 14.00 – 21.00 WIB
21

Shift Malam : 21.00 – 07.00 WIB


8) Cleaning Service
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore : 14.00 – 21.00 WIB
Shift Malam : 21.00 – 07.00 WIB
9) Staf rekam medik bagian Loket pendaftaran
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore : 14.00 – 21.00 WIB
Shift Malam : 21.00 – 07.00 WIB
10) Staf Driver
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore : 14.00 – 21.00 WIB
( On call 24 jam )
11) Staf Keuangan bagian perincian
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 WIB
Shift Sore : 14.00 – 21.00 WIB
Shift Malam : 21.00 – 07.00 WIB
b. Non Shift
1) Staf Umum ( Staf Keuangan, Administrasi, Perawat Kamar Operasi, Kepala
Ruang Rawat Inap/IGD/HCU/ )
Senin - Kamis : 07.00 – 15.00 WIB
Jumat : 07.00 – 15.30 WIB
Untuk Peawat kamar operasi ada piket 24 jam per hari sesuai jadwal

3. Cuti dan Ijin


a. Cuti tahunan
Semua pegawai yang telah menjalani tugas/kerja selama 12 bulan berturut –
turut atau 1 (satu) tahun terhitung dari mulai pertama kali kontrak maka akan
mendapatkan hak cuti selama 12 hari kerja atau secara proporsional. Maka jika
pegawai ingin menggunakan hak cuti tahunan dapat mengajukan permohonan cuti
tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku (form terlampir). Hari libur selain
hari Sabtu Minggu yang jatuh pada waktu cuti tidak dihitung sebagai hari cuti.
b. Cuti sakit
Semua pegawai berhak mendapatkan cuti sakit sesuai dengan surat istirahat
yang diberikan oleh dokter selama 3 hari dan dapat diperpanjang dengan surat
istirahat baru.
c. Cuti melahirkan
Semua pegawai wanita untuk yang berstatus Polri dan PNS memiliki hak
cuti melahirkan selama 3 bulan, untuk pegawai kontrak yang telah bekerja selama
2 tahun berturut – turut, maka akan mendapatkan hak cuti melahirkan selama 2
bulan yang dapat diambil menjelang kelahiran atau sesuah melahirkan.
Berdasarkan perhitungan/perkiraan dokter kandungan. (form sama dengan form
cuti tahunanan)
d. Ijin meninggalkan tugas
22

Rumah Sakit memberikan ijin kepada pegawai yang meninggalkan


pekerjaan untuk keperluan – keperluan tertentu mendadak 2 jam sebelum
meninggalkan tugas (form terlampir).
e. Ijin terlambat kerja
Rumah Sakit memberikan ijin kepada pegawai yang terlambat kerja untuk
keperluan – keperluan tertentu mendadak dengan batas toleransi 15 menit sebelum
jam masuk kerja (form terlampir).

B. PENAMPILAN
1. Standar Penampilan
Standar penampilan pegawai RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
adalah seperangkat standar yang dikembangkan oleh RS. Bhayangkara Tulungagung
untuk menciptakan perilaku spesifik yan harus dilakukan pegawai pada saat bertugas.
Standar Penampilan Pegawai meliputi :
a. Sopan Santun
1) Selalu memberikan pelayanan yang bersahabat
2) Senyum dan perkenalkan diri
3) Jangan biarkan pasien merasa diabaikan
4) Pertahankan kontak mata, postur menghadap pasien, menghentikan
sementara telephone saat pasien memerlukan respon kita
5) Penuhi kebutuhan pasien atau antarkan pasien kepada petugas yang dapat
memenuhi kebutuhannya
6) Ucapkan terimakasih kepada pasien

b. Penampilan
1) Berpakaian secara profesional, pantas, rapi dan bijaksana
2) Selalu mengenakan kartu identitas
3) Sepatu bersih dan rapi
4) Rambut rapi & sesuai, laki-laki tidak berjenggot (dicukur bersih)
5) Make up yg pantas & tidak menor
6) Tidak bau badan / nafas, parfum tidak terlalu kuat
7) Saat melihat ceceran sampah, pungutlah dan buanglah di tempat sampah
8) Kembalikan semua peralatan kerja ke tempatnya

c. Komunikasi
1) Dalam semua percakapan, selalu ucapkan “silakan” dan “terimakasih”,
“Bapak” dan “Ibu”.
2) Berusaha mendengar aktif : nonverbal yang tepat dalam : kontakmata,
anggukan. Respon Verbal : jangan memutus pembicaraan, bila perlu ulangi
ungkapan pasien dan keluarga untuk memperjelas/klarifikasi.
3) Usahakan memberi informasi, dimana Anda memandang itu diperlukan
bagi pasien dan keluarga.
4) Semua pegawai harus paham cara mengoperasikan telepon di bagian
masing-masing.
5) Menghargai lawan bicara telephone, menerima telephone dengan salam,
menyebutkan nama dan apa yang bisa dibantu, bicara seperlunya dalam
23

telephone.
6) Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan sesuai ketika memberikan
informasi kepada pasien mengenai kesehatan, diet khusus, prosedur,
obat-obatan, dan seterusnya. Hindari istilah-istilah profesional atau teknis.
7) Dilarang mendiskusikan informasi tentang pasien ataupun tentang RS.
IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO di area publik seperti di
lobby, kantin, atau ruang tunggu.
d. Panggilan Pasien
1) Seluruh pegawai RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
wajib menjawab panggilan pasien dan membantu memberitahu petugas
yang berkepentingan
2) Perawat ruangan, wajib segera mendatangi pasien yang memencet bel,
menyebut nama pasien tersebut dan tanyakan, “Bisa saya bantu?”
3) Cek pasien 1 jam sebelum pergantian shift untuk meminimalkan
panggilan pasien pada saat timbang terima

e. Pasien yang Menunggu


1) Ciptakan suasana yang nyaman bagi pasien yang menunggu
2) Waktu tunggu pasien dengan perjanjian adalah 10 menit; tanpa perjanjian,
1 jam.
3) Sampaikan permintaan maaf bila ada penundaan, dan selalu ucapkan pada
pelanggan tersebut “Terimakasih telah menunggu”.
4) Ketika pasien sedang dilakukan tindakan, informasikan keadaannya
kepada keluarga pasien secara berkala, minimal setiap 1 jam.

f. Kewaspadaan Keselamatan
1) Segera laporkan semua kecelakaan dan insiden secara lengkap
2) Lindungi punggung Anda sewaktu mengangkat pasien, mendorong,
menarik atau membawa barang. Mintalah bantuan bila perlu
3) Gunakan baju dan peralatan pelindung jika diperlukan, dan siap sedia
selalu untuk keadaan gawat darurat

C. TATA TERTIB KERJA


1. Tata Tertib Umum
a. Setiap pegawai diwajibkan mencatatkan kehadirannya (waktu datang dan
pulang) dengan menggunakan finger print yang disediakan rumah sakit.
Pencatatan harus dilakukan pegawai sendiri.
b. Setiap pegawai yang hendak meninggalkan pekerjaan pada jam kerja karena
suatu keperluan wajib memberitahu kepada atasan langsung pegawai.
c. Pegawai yang tidak masuk karena alasan sakit wajib menunjukkan surat
keterangan dokter yang berwenang
d. Pegawai yang sakit atau mengalami kecelakaan di luar kota sehingga tidak
dapat masuk kerja wajib memberitahu atasan langsung pada hari itu juga dan
menunjukkan surat dokter yang menangani pada hari berikutnya
e. Pegawai yang mengalami hambatan tak terduga sehingga tidak dapat masuk
24

kerja pada hari itu wajib memberitahukan hal itu kepada atasan langsung dan
ketidakhadirannya dianggap cuti.
f. Pegawai wajib memakai tanda pengenal selama menjalankan tugas
g. Pegawai wajib mengenakan pakaian dinas sesuai ketentuan yang ada di
bagian masing-masing
h. Pegawai yang sedang hamil diatur sendiri model dan bentuk pakaian dinas

2. Tugas Kedinasan
Pegawai yang melakukan tugas kedinasan yaitu tugas atas perintah dan untuk
kepentingan kedinasan mendapat hak dan fasilitas sebagai berikut :
a. Mendapatkan surat tugas dari atasan yang berwenang
b. Mendapat fasilitas berupa :
1) Uang harian
2) Penggantian biaya hotel / penginapan ( bila menginap )
3) Uang transport ( bila menggunakan kendaraan umum )
c. Pegawai yang melakukan tugas kedinasan wajib membuat laporan tugas
tersebut kepada atasan yang berwenang

3. Merusak atau Menghilangkan Peralatan Kerja.


Pegawai wajib mengganti kerusakan atau kehilangan peralatan kerja minimal
10% dari nilai barang / alat pada saat itu. Apabila melibatkan tim, maka biaya
penggantian melibatkan seluruh anggota tim yang ada.
Keputusan untuk mengganti atau tidak mengganti kerusakan /kehilangan alat
dilakukan oleh Kasubbag Renmin setelah membaca kronologis kejadian serta berita
acara yang dibuat oleh Kepala Unit Kerja.

D. HAK DAN KEWAJIBAN


1. Hak Pegawai.
a. Polri dan PNS
Sesuai dengan Peraturan yang berlaku tentang Polri dan PNS.
b. Kontrak
1) Memperoleh upah sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan
2) Memperoleh upah/ gaji lembur untuk kelebihan jam kerja dari waktu kerja
yang telah ditetapkan dalam SPKK
3) Memperoleh dan melaksanakan cuti
4) Memperoleh jaminan kesehatan dan keselamatan kerja
5) Memperoleh seluruh bentuk tunjangan sesuai dengan yang ditetapkan
dalam SPKK
6) Mengemukakan pendapat, usul dan saran demi perbaikan kinerja pada
khususnya dan kemajuan rumah sakit pada umumnya
7) Memperoleh perlakuan yang bermartabat dan manusiawi
8) Memperoleh kesempatan untuk berkarya sesuai dengan ketrampilan dan
kompetensi dalam rumah sakit
9) Mengadakan pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan yang berlaku
10) Pensiun sesuai ketentuan yang berlaku.
25

2. Hak Rumah Sakit.


a. Memberikan tugas dan pekerjaan yang layak kepada Pegawai selama waktu kerja
b. Menugaskan Pegawai untuk bekerja lembur / shift dengan memperhatikan
SPKK dan peraturan perundangan yang berlaku
c. Menempatkan Pegawai di unit kerja manapun yang terdapat di rumah sakit
sesuai kemampuan dan kompetensi pekerja
d. Memberikan sanksi kepada Pegawai yang melanggar SPKK dan peraturan
perundangan yang berlaku
e. Memutuskan hubungan kerja dengan memperhatikan SPKK dan peraturan
perundangan yang berlaku
f. Menetapkan anggaran dan sasaran kerja rumah sakit

3. Kewajiban Rumah Sakit.


a. Memberikan upah/gaji, upah/gaji lembur, tunjangan, bantuan, jaminan dan
sebagainya hak Pegawai sesuai dengan ketentuan yang diatur di SPKK dan
atau peraturan rumah sakit serta peraturan perundangan yang berlaku
b. Memenuhi/ memberikan hak-hak Pegawai sesuai SPKK maupun peraturan
perundang-undangan yang berlaku
c. Memperhatikan, memelihara keselamatan dan kesehatan kerja Pegawai
d. Mentaati dan menjalankan SPKK serta perundang-undangan di bidang
ketenagakerjaan
e. Menampung dan memperhatikan aspirasi Pegawai.

4. Kewajiban Pegawai.
a. Polri dan PNS
1) Mentaati hari kerja dan jam kerja yang telah ditentukan
2) Mentaati segala bentuk peraturan yang berlaku di lingkungan rumah sakit
3) Memberikan keterangan yang benar mengenai data pribadi, keluarga
maupun mengenai pekerjaan pada rumah sakit
4) Melaksanakan semua tugas dan pekerjaan yang layak yang diberikan
rumah sakit dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab
5) Menjaga kerahasiaan rumah sakit dan pelanggan kecuali untuk keperluan
penyidikan pihak yang berwenang
6) Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan
rumah sakit
7) Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik dan harmonis
8) Saling menghormati di antara pekerja dan saling bekerja sama
9) Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
10) Memelihara kebersihan dan ketertiban lingkungan
11) Menjaga kesopanan dan kesusilaan serta norma pergaulan yang baik di
dalam rumah sakit
12) Berpenampilan baik, sopan dan rapi demi menjaga citra rumah sakit
13) Menjaga dan memelihara sarana dan prasarana milik rumah sakit yang
dipercayakan kepada pekerja
b. Kontrak
26

1) Mentaati hari kerja dan jam kerja yang telah ditentukan


2) Mentaati SPKK serta segala bentuk peraturan yang berlaku di lingkungan
rumah sakit
3) Memberikan keterangan yang benar mengenai data pribadi, keluarga
maupun mengenai pekerjaan pada rumah sakit
4) Melaksanakan semua tugas dan pekerjaan yang layak yang diberikan
rumah sakit dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab
5) Menjaga kerahasiaan rumah sakit dan pelanggan kecuali untuk keperluan
penyidikan pihak yang berwenang
6) Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan
rumah sakit
7) Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik dan harmonis
8) Saling menghormati di antara pekerja dan saling bekerja sama
9) Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
10) Memelihara kebersihan dan ketertiban lingkungan
11) Menjaga kesopanan dan kesusilaan serta norma pergaulan yang baik di
dalam rumah sakit
12) Berpenampilan baik, sopan dan rapi demi menjaga citra rumah sakit
13) Menjaga dan memelihara sarana dan prasarana milik rumah sakit yang
dipercayakan kepada pekerja

E. TINDAKAN INDISPLINER, ASUSILA, DAN LARANGAN-LARANGAN


1. Tindakan Indisipliner.
Yang termasuk sebagai tindakan indisipliner adalah :
a. Tidak masuk kerja 5 hari berturut-turut tanpa ijin yang sah dari atasan/
Pimpinan Rumah sakit, dianggap mengundurkan diri
b. Berulang kali datang terlambat ke tempat pekerjaan walaupun telah
diperingatkan berkali-kali tentang kemungkinan pemecatan
c. Berkali-kali mangkir tanpa alasan yang sah
d. Menolak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan
e. Berulang-ulang mengabaikan peraturan keselamatan dan kesehatan kerjadan
kebersihan
f. Menolak / tidak bersedia dimutasi, dirotasi, maupun demosi sesuai dengan
kebutuhan dinas
g. Menolak perintah atasan tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggung
jawabkan

2. Tindakan Asusila.
Pegawai dilarang melakukan :
a. Tindakan asusila termasuk merusak rumah tangga orang lain
b. Menghamili / hamil di luar nikah sah
c. Menghamili / hamil sebelum nikah sah
d. Menikah lebih dari 1 (satu) kali dan belum pernah bercerai
e. Menikah dengan orang yang berstatus suami / istri orang lain
27

f. Menikah dengan orang di bawah umur


g. Menjalin hubungan yang tidak wajar dan / atau menikah dengan sesama jenis
h. Menikah tanpa surat keterangan nikah yang sah secara hukum negara.

3. Larangan-Larangan.
Pegawai dilarang melakukan hal-hal di bawah ini :
a. Makan atau minum atau membawa makanan atau minuman ke dalam ruangan
/ di tempat tertentu lainnya yang akan membahayakan Rumah sakit atau
lingkungan kerjanya maupun diri pegawai itu sendiri kecuali pada tempat yang
telah ditentukan untuk keperluan tersebut
b. Merokok di seluruh lingkungan rumah sakit.
c. Membawa ke dalam lingkungan rumah sakit barang-barang / alat-alat/ bahan-
bahan dsb, dalam bentuk apapun, yang dapat membahayakan keamanan/
ketentraman dan keselamatan lingkungan kerjanya
d. Membawa dokumen dan barang-barang / alat-alat milik Rumah sakit keluar
lingkungan rumah sakit tanpa mendapat ijin terlebih dahulu dari atasannya /
pejabat yang berwenang
e. Memasuki tempat-tempat dan terlibat dengan perbuatan yang dapat
mencemarkan nama baik, kehormatan atau martabat Rumah sakit dan pegawai.
f. Melakukan tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit pihak
yang dilayani sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak yang dilayani maupun
rumah sakit.
g. Berlaku sebagai perantara bagi suatu rumah sakit atau golongan / pribadi
untuk mendapatkan jasa / fasilitas dari rumah sakit tersebut dengan menerima
komisi atau keuntungan pribadi lainnya.
h. Melakukan pungutan yang tidak sah dalam bentuk apa pun untuk kepentingan
pribadi atau golongan.
i. Menjual atau memperdagangkan barang berupa apapun pada waktu kerja atau
di tempat kerja.
j. Melakukan / mempengaruhi pegawai lain tindakan yang melanggar hukum.
k. Melakukan kegiatan secara pribadi atau bersama atasan, teman sejawat, bawahan
atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerja dengan menarik
keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain, yang secara langsung maupun
tidak langsung merugikan rumah sakit.
l. Membuat dan mengedarkan surat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
m. Berjudi, minum-minuman keras dan menggunakan obat terlarang / narkotik.
n. Secara sengaja merusak barang milik rumah sakit.
o. Memberi keterangan palsu khususnya keterangan yang ada kaitannya dengan
data pegawai yang bersangkutan
p. Terbukti secara sah melanggar hukum pidana, perdata dan / atau TUN (Tata
Usaha Negara) yang sudah mendapatkan keputusan tetap oleh pengadilan.

4. Sanksi.
Rumah Sakit berhak untuk memberikan sanksi kepada Pegawai jika:
a. Melakukan pelanggaran.
b. Lalai melaksanakan kewajiban dan larangan.
28

Jenis sanksi yang dapat diberikan oleh rumah sakit adalah sebagai berikut:
a. Peringatan lisan.
b. Surat teguran.
c. Surat peringatan.
d. Penundaan kenaikan gaji berkala.
e. Penundaan kenaikan pangkat
f. Pelepasan jabatan.
g. Pengakhiran Hubungan Kerja pegawai.
29

BAB XIII
GAJI, TUNJANGAN, INSENTIF DAN LEMBUR

A. KETENTUAN UMUM
1. Pegawai berhak mendapatkan upah setelah bekerja.
2. Pada umumnya upah pegawai terdiri atas gaji pokok, tunjangan dan lembur.
3. Gaji dokter diatur tersendiri dalam Kebijakan tentang StafMedis sebagai Pegawai.
4. Pegawai pada masa orientasi belum menerima gaji 100 %, melainkan hanya
mendapat uang gaji 80 %.
5. Pemberian gaji pokok sesuai dengan sistem kepegawaian RS. Bhayangkara
Tulungagung.

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Gaji Pokok.
b. Penetapan gaji pokok pegawai baru melalui berita acara penetapan status
kepegawaian yang ditetapkan oleh Kepala Rumah Sakit.
c. Penetapan gaji pokok pegawai lama sesuai surat keputusan kenaikan status
kepegawaian dan kenaikan grade / golongan pegawai.
2. Tunjangan
a. Tunjangan terdiri atas tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap
b. Tunjangan tetap terdiri atas tunjangan beras
c. Tunjangan tidak tetap terdiri atas tunjangan insentif. Staf medis yang menjabat
kepala unit kerja mendapatkan tunjangan insenti
d. Tunjangan jabatan diterimakan setelah menjabat sesuai dengan surat
keputusan yang ditetapkan

3. Uang Lembur
a. Uang lembur diterimakan bagi pegawai yang melakukan tugas lembur
karena tuntutan pelayanan yang harus diselesaikan pada saat itu.
b. Peraturan tentang uang lembur sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku dituangkan dalam panduan pemberian uang lembur.
30

C. PEMBERIAN GAJI POKOK


1. Pengertian Upah/Gaji.
Upah adalah hak pegawai yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai
imbalan dari Pihak Rumah Sakit kepada pegawai yang ditetapkan dan dibayarkan
menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundangan, termasuk
tunjangan bagi pegawai dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan / atau jasa yang telah
atau akan dilakukan. Setiap Pegawai berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi
penghidupan yang layak.

2. Prinsip Pengupahan.
a. Rumah Sakit menetapkan skala upah/ gaji yang didasarkan pada Sistem
Kepegawaian yang berlaku.
b. Struktur upah / gaji terdiri atas upah pokok ditambah dengan tunjangan-
tunjangan yang berhak didapatkan pekerja, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
c. Pegawai berhak mendapat kenaikan gaji sesuai dengan sistem kepegawaian
yang berlaku hingga pada posisi masa kerja yang tidak mendapat kenaikan gaji
lagi.
d. Rumah Sakit secara berkala meninjau dan memperbaiki besaran upah.

3. Pembayaran Pengupahan
a. Pembayaran upah/ gaji dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang. Sedangkan
cara pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening pegawai.
b. Upah pegawai dibayarkan pada hari kerja, satu hari sebelum hari terakhir di
setiap bulan. Apabila hari itu jatuh pada hari libur/ Sabtu Minggu maka
pembayaran dilakukan hari sebelumnya.
c. Perincian upah / gaji yang diterima pegawai harus tertera di dalam bukti / slip
penerimaan upah/ gaji.

4. Kenaikan Gaji.
Kenaikan gaji bagi Pegawai baik grade, golongan, maupun tingkat kompetensi
dilakukan sesuai dengan sistem kepegawaian yang berlaku dan kebijakan tentang
penilaian kinerja pegawai yang ditetapkan oleh Karumkit.

5. Pemotongan Gaji Pegawai.


Pegawai dapat dikenakan pemotongan gaji karena berbagai hal misalnya biaya-biaya
khusus misalnya cicilan simpan-pinjam, potongan bank, dsb yang secara rutin telah
diijinkan oleh rumah sakit.

D. INSENTIF
Rumah Sakit memberikan insentif kepada Pegawai atas jasa atau produktivitas yang
ditunjukkan. Sistem penghitungan sbb :
1. Dokter
Jasa layanan diberikan kepada dokter Polri, Dokter PNS, Dokter Kontrak, dan Dokter
Tamu/Konsultan untuk jasa pelayanan yang diberikan sesuai dengan tarif rumah sakit.
Jasa layanan yang diberikan sebesar 97,5% untuk tarif visite dan tindakan medis selain
2. Perawat
31

Jasa layanan diberikan kepada Perawat untuk jasa pelayanan yang diberikan sesuai
dengan tarif rumah sakit.
3. Apoteker, Asisten Apoteker
Jasa layanan yang diberikan kepada Apoteker dan Asisten Apoteker adalah sebesar
perhitungan keuntungan dari pendapatan apotek yang diterima
4. Analis Kesehatan
Jasa layanan yang diberikan kepada Analis kesehatan adalah sebesar perhitungan
keuntungan dari pendapatan Laborat yang diterima
5. Ahli Gizi, Staf Umum, Perawat, Radiografer, Apoteker, Asisten Apoteker
Insentif yang dibagikan adalah dari perhitungan keuntungan rumah sakit.

Insentif yang dibagikan besarannya sesuai dengan grade/nilai jabatan masing-masing


pegawai.

Tabel. Grade Pemberian Insentif untuk Staf Umum

PROSE
NTASE
NO NAMA JABATAN STATUS KETERANGAN GRADE
INSENT
IF
1 KARUMKIT POLRI 16 4%
3 KASUB PNS 11 1%
4 KAUR POLRI / PNS 10 1%
5 PAMA/GOL III POLRI/PNS PUNYA JABATAN, 10 1%
BEBAN KERJA
BERAT
6 PAMA/GOL III POLRI/PNS BUKAN KA NIT 9 1%
PUNYA JABATAN,
BEBAN KERJA
BERAT
7 PAMA/GOL III POLRI/PNS PUNYA 8 1%
JABATAN/ TIDAK,
BEBAN KERJA
SEDANG
8 KEUANGAN POLRI/PNS BEBAN KERJA 10 1%
BERAT,RESIKO
TINGGI
10 AHLI GIZI/KASIR/ POLRI/PNS BEBAN KERJA 4 1%
KOOR TEHNIK BERAT
11 AHLI GIZI/ KASIR KONTRAK BEBAN KERJA 4 1%
/URMIN BERAT
12 PAMEN POLRI/PNS BEBAN KERJA 6 1%
RINGAN
14 TEKNIK/IT KONTRAK BEBAN KERJA 5 1%
BERAT
32

PROSE
NTASE
NO NAMA JABATAN STATUS KETERANGAN GRADE
INSENT
IF
15 PAMA/GOL III POLRI/PNS TIDAK ADA 5 1%
JABATAN, BEBAN
KERJA RINGAN
16 PNS GOL I-II POLRI/PNS BEBAN KERJA 5 1%
SEDANG
17 PHL/KONTRAK/ KONTRAK BEBAN KERJA 4 1%
GOL I-II SEDANG
18 DRIVER POLRI/PNS/ BEBAN KERJA 4 1%
KONTRAK RINGAN
19 PHL/KONTRAK/ POLRI/PNS/ BEBAN KERJA 2 1%
GOL I-II KONTRAK RINGAN (SAKIT)
20 PHL/KONTRAK/ POLRI/PNS/ BEBAN KERJA 2 1%
GOL I-II KONTRAK TIDAK ADA

Catatan :
Bila pegawai merangkap jabatan, poin yang dipakai adalah poin manajerial tertinggi.

E. PENGATURAN LEMBUR DAN UPAH LEMBUR


Kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 8 (delapan) jam sehari dan melebihi
2 jam berturut-turut, waktu kerja pada hari sabtu dan minggu dan atau pada hari libur resmi
yang ditetapkan pemerintah untuk pegawai non shift. Untuk pegawai shift tidak ada
lembur.
Pada dasarnya kerja lembur merupakan kewajiban, yang ditetapkan oleh rumah sakit
guna menyelesaikan pekerjaan yang tidak dapat ditunda.

Lembur pada hari kerja biasa (senin-jumat) atau hari libur (sabtu, Minggu dan hari libur
nasional) perhitungannya adalah : Polri , PNS dan Tenaga Kerja Kontrak sebesar Rp.
10.000/jam
33

BAB XIV
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

A. KETENTUAN UMUM
1. Setiap pegawai memperoleh pendidikan dan pelatihan baik di dalam(internal) maupun
di luar(eksternal) rumah sakit untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya.
2. Setiap pegawai wajib menguasai teknik bantuan hidup dasar(basic life support)
mendapatkan sertifikasi pelatihan dengan masa berlaku 2 tahun untuk pelatihan di
dalam, serta sesuai sertifikat untuk pelatihandi luar yang diakui.
3. Setiap pegawai wajib mengikuti diklat yang diadakan oleh rumah sakit.
4. Pendidikan dan pelatihan merupakan bagian dari pengembangan Sumber Daya Manusia
di RS. Bhayangkara Tulungagung.

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Perencanaan diklat pegawai
a. Perencanaan pendidikan dan latihan tahunan didahului dengan pengkajian
kebutuhan pelatihan(training need assesment).
b. Rencana pelatihan memperhatikan kebutuhan peningkatan mutu pelayanan dan
keselamatan pasien.
c. Tiap unit kerja membuat perencanaan pendidikan dan pelatihan di dalam program
kerja unit kerja setiap tahunnya.
d. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dikoordinasikan dengan Urmin.
2. Pegawai baru mendapatkan pelatihan internal melalui program orientasi pegawai yang
ditetapkan sendiri dalam kebijakan direktur tentang program orientasi pegawai.
3. Pengajuan pelatihan
a. Pengajuan pelatihan internal harus membuat perencanaan pelatihan, laporan
pelaksanaan, dan evaluasinya .
b. Dilakukan tindak lanjut atas evaluasi pelatihan yang telah dilakukan.
c. Pengajuan pelatihan eksternal harus dengan persetujuan Karumkit.
d. Setiap pelatihan eksternal wajib mengaplikasikan pengetahuan yang didapat ke
dalam kegiatan pelayanan sehingga pengetahuan itu dapat meningkatkan mutu
pelayanan dan keselamatan pasien di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA
SIDOARJO.
4. Kebijakan tentang peningkatan pendidikan formal pegawai :
a. Untuk meningkatkan jenjang pendidikan, pegawai dapat mengajukan permohonan
melanjutkan pendidikan kepada Karumkit.
b. Pemberian ijin melanjutkan pendidikan bagi pegawai didasarkan pada kebutuhan
pelayanan dan kemampuan rumah sakit.
c. Pegawai yang diijinkan belajar oleh rumah sakit dapat memiliki status ijin belajar
atau tugas belajar, bila setelah selesai masa pendidikan selesai tingkat pendidikan
yang baru tidak dapat diperhitungkan dalam kenaikan status pegawai.
d. Pegawai yang ijin belajar maupun tugas belajar mendapat surat keputusan
Karumkit tentang status belajarnya.
e. Pegawai yang melanjutkan pendidikan namun tidak memiliki ijin dari Karumkit,
pada saat selesai masa pendidikan tidak dapat diperhitungkan dalam kenaikan
status pegawai.
34

5. Definisi pendidikan dan pelatihan


a. Pendidikan adalah pendidikan formal yang diselenggarakan oleh institusi
pendidikan pemerintah maupun swasta, yang hasilnya adalah peningkatan status
tertentu seseorang dalam tingkat pendidikan yang diakui pemerintah. Penghargaan
yang diberikan biasanya berbentuk ijazah.
b. Pelatihan adalah usaha meningkatkan kompetensi melalui pelatihan pada waktu
tertentu yang diselenggarakan oleh institusi pemerintah maupun swasta yang
hasilnya adlaha sertifikat yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memiliki
kompetensi sesuai dengan materi pelatihan yang diberikan.
c. Seminar/simposium/workshop adalah usaha meningkatkan pengetahuan yang
diselenggarakan oleh institusi pemerintah ataupun swasta melalui pemaparan
materi melalui seminar/simposium/workshop yang hasilnya adalah sertifikasi
yang menyatakan bahwa yang bersangkytan telah mendapatkan pengetahuan
sesuai dengan materi yang diberikan.
d. Tugas belajar adalah penugasan dari pimpinan yang berwenang kepada pegawai
RS. Bhayangkara Tulungagung untuk melanjutkan pendidikan baik formal
maupun pelatihan oleh karena kebutuhan rumah sakit meningkatkan kompetensi
pegawai. Input/masukan pendidikan bisa dari pegawai, kemudian bila rumah sakit
memandang penting pendidikan tersebut dapat diakomodasikan sebagai tugas
belajar. Biaya pendidikan berasal dari pegawai yang bersangkutan
e. Ijin belajar adalah permohonan pegawai untuk melanjutkan pendidikan yang
berpotensi mengganggu pelayanan unit kerja. Gangguan dapat berupa
berkurangnya tenaga yang melayani maupun perubahan jadwal personel lain
akibat harus menyesuaikan dengan jadwal pegawai yang ijin belajar. Rumah sakit
memberikan ijin dan dukungan sesuai dengan kemampuan dana, sistem dan
pentingnya pendidikan pegawai tersebut terhadap kebutuhan pelayanan rumah
sakit.
f. Keterangan belajar adalah surat keterangan belajar yang diberikan oleh Karumkit
kepada pegawai yang melanjutkan pendidikan atau pelatihan karena kemauan
sendiri, yang mana pendidikan dan pelatihan tersebut tidak mengganggu sistem
dan pelayanan unit kerja dimana pegawai yang bersangkutan akan
menggunakannya untuk kebutuhan yang semestinya dari pegawai tersebut.
g. Ikatan dinas adalah kewajiban pegawai untuk tetap bekerja pada rentang waktu
tertentu di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO menyelesaikan
pendidikan atau pelatihan berdasarkan kesepakatan sebelumnya antara pegawai
yang bersangkutan dengan RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO.
Ikatan dinas dihitung mulai setelah pendidikan atau pelatihan selesai.
6. Pelatihan untuk pegawai
a. Perencanaan pelatihan
Perencanaan kebutuhan pelatihan dilakukan setiap tahun oleh setiap unit kerja.
Pelatihan keluar wajib mendapatkan persetujuan dari Karumkit sebelum
pelaksanaan.
b. Pelatihan internal
Perencanaan meliputi persiapan-persiapan :
1) Pembuatan TOR pelatihan oleh pelatih, mengisi form TOR pelatihan
2) Mendaftarkan tempat pelatihan kepada Ur Diklit
35

3) Membuat penjadwalan dan undangan peserta


c. Pelatihan eksternal
Persiapan-persiapan pelatihan eksternal meliputi :
1) Mendapatkan persetujuan dari Karumkit
2) Menghubungi peserta, menginformasikan terkait tugas pelatihan
3) Mendaftarkan peserta kepada panitia
4) Menyiapkan biaya perjalanan dinas sesuai dengan penduan
d. Pelaksanaan pelatihan
1) Pelatihan Internal
Pelaksanaan pelatihan, peserta wajib mengisi daftar hadir yang disediakan.
Pembicara wajib mengisi form evaluasi pelatihan
2) Pelatihan Eksternal
Pelatihan eksternal, peserta wajib mengikuti pelatihan dengan sebaik-
baiknya. Peserta wajib berusaha sedapatnya mendapatkan bahan pelatihan
yang lengkap baik hardcopy maupun softcopy
e. Hasil pelatihan dan tindak lanjut
Tindak lanjut dapat dilakukan baik untuk pelatihan internal maupun eksternal
1) Pelatihan internal
Pada pelatihan internal, pelatihan dapat dilakukan lagi untuk peserta yang
tidak bisa hadir atau konsekuensi lain yang dapat dibuat untuk perbaikan.
Dapat juga dilakukan pelatihan terkait bila ditemukan adanya kebutuhan
pada saat pelaksanaan pelatihan
2) Pelatihan eksternal
Pada pelatihan eksternal peserta wajib :
a) Menyerahkan sertifikat asli pelatihan bagi Pegawai kontrak kerja dan
fotocopy bagi PNS / Polri
b) Menyerahkan pertanggungjawaban biaya-biaya pelatihan
c) Mengisi dan menyerahkan fotokopi laporan pelatihan
d) Melakukan penyampaian materi kepada profesi terkait hasil pelatihan
yang dikerjakan
e) Bila dapat melakukan inovasi di unit kerja, dapat mengisi form
penerapan pelatihan untuk laporan

Bagian Diklit mendokumentasikan pelatihan baik internal maupun eksternal


untuk mengembangkan sistem informasi yang baik bagi data pelatihan
pegawai RS.IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO.
36

BAB XV
PENILAIAN KINERJA

A. KETENTUAN UMUM
1. Sesuai dengan kebijakan tentang SDM, rumah sakit mengembangkan penilaian
kinerja bagi staf profesional baik klinis maupun non klinis.
2. Penilaian kinerja dilakukan untuk menilai kinerja individu pegawai dalam setiap tahap
status kepegawaian yang ada.
3. Tahap-tahap status kepegawaian yang perlu dilakukan penilaian :
a. Penilaian kinerja training untuk menjadi kontrak
b. Penilaian kinerja tahunan untuk perpanjangan kontrak dan kenaikan gaji berkala
kontrak
c. Penilaian kinerja untuk kenaikan pangkat dan gaji berkala bagi Polri dan PNS
4. Penilaian kinerja bukan satu-satunya sebagai alat untuk pengambilan keputusan,
melainkan berbagai sudut pandang yang ada pada penampilan kerja pegawai yang
dapat diperoleh melalui pembicaraan dengan para pimpinan terkait.

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Instrumen penilaian kinerja dibuat dan terus diperbaiki oleh Bagian SDM dengan
memperhatikan masukan dari seluruh unit kerja.
2. Sistem penilaian kinerja diusahakan dalam bentuk online melalui sistem informasi
manajemen, bila belum bisa menggunakan kertas sebagai medianya.
3. Penilaian kinerja tahunan dinilai oleh pimpinan langsung dengan menggunakan
instrumen kewenangan klinis untuk staf klinis, dan menggunakan job description
(uraian kerja) untuk staf non klinis.

C. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA


Penilaian kinerja (performance appraisal) pada dasarnya merupakan faktor kunci
guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien, karena adanya
kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam
organisasi. Penilaian kinerja individu sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan
organisasi secara keseluruhan, melalui penilaian tersebut maka dapat diketahui kondisi
sebenarnya tentang bagaimana kinerja pegawai.
Menurut Bernardin dan Russel (1993 : 379) “ A way of measuring the contribution of
individuals to their organization “.Penilaian kinerja adalah cara mengukur konstribusi
individu (karyawan) kepada organisasi tempat mereka bekerja.
Menurut Cascio (1992 : 267) “penilaian kinerja adalah sebuah gambaran atau
deskripsi yang sistematis tentang kekuatan dan kelemahan yang terkait dari seseorang atau
suatu kelompok”.
Menurut Bambang Wahyudi (2002 : 101) “penilaian kinerja adalah suatu evaluasi
yang dilakukan secara periodik dan sistematis tentang prestasi kerja / jabatan seorang tenaga
kerja, termasuk potensi pengembangannya”.
Menurut Henry Simamora (338 : 2004) “ penilaian kinerja adalah proses yang
dipakai oleh organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja individu karyawan”.

D. TUJUAN PENILAIAN KINERJA


37

Menurut Syafarudin Alwi (2001 : 187) secara teoritis tujuan penilaian dikategorikan
sebagai suatu yang bersifat evaluation dan development yang bersifat evaluation harus
menyelesaikan :
1. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi
2. Hasil penilaian digunakan sebagai staffing decision
3. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar meengevaluasi sistem seleksi.
Sedangkan yang bersifat development penilai harus menyelesaikan :
1. Prestasi riil yang dicapai individu.
2. Kelemahan-kelemahan individu yang menghambat kinerja.
3. Prestasi-pestasi yang dikembangkan.

E. MANFAAT PENILAIAN KINERJA


Kontribusi hasil-hasil penilaian merupakan suatu yang sangat bermanfaat bagi
perencanaan kebijakan organisasi adapun secara terperinci penilaian kinerja bagi organisasi
adalah :
1. Penyesuaian-penyesuaian kompensasi
2. Perbaikan kinerja
3. Kebutuhan latihan dan pengembangan
4. Pengambilan keputusan dalam hal penempatan promosi, mutasi, pemecatan,
pemberhentian dan perencanaan tenaga kerja.
5. Untuk kepentingan penelitian pegawai
6. Membantu diagnosis terhadap kesalahan desain pegawai

F. TAHAP-TAHAP YANG PERLU PENILAIAN KINERJA


1. Penilaian Pegawai Masa Percobaan (3 bulan setelah penandatanganan Surat Perjanjian
Masa Percobaan)
2. Penilaian Masa Kontrak Kerja pertama dimulai pada bulan desember tahun pertama
tenaga kontrak kerja diterima
3. Penilaian Kinerja Pegawai Kontrak (tiap 1 tahun sekali pada bulan Desember)
4. Penilaian Kinerja Polri : tiap semester.
5. Penilaian Kinerja PNS : tiap 1 tahun sekali bulan Desember

G. PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA


1. Penilaian Kinerja Polri menggunakan Sistem Manajemen Kinerja(SMK) sesuai
dengan Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2011 tentang Penilaian Kinerj Bagi
Pegawai Negeri Sipil pada Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Sistem
Manajemen Kinerja.
2. Penilaian Kinerja PNS dan Kontrak non Medis menggunakan Penilaian Prestasi Kerja
(PPK) berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian
Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil.
3. Penilaian Kinerja untuk Staf Medis, Perawat dan Tenaga Kesehatan lain menggunakan
penilaian tersendiri dalam kebijakan dan peraturan lain .
4. Penilaian Kinerja Pegawai Masa Orientasi (3 bulan setelah penandatanganan Surat
Perjanjian Masa Percobaan) sebelum menandatangani surat perjanjian kontrak dengan
menggunakan lembar penilaian intern dari Rumah Sakit tentang Penilaian Kinerja
Pegawai yang ditanda tangani oleh Kepala Unit masing-masing.
38
39

H. METODE PENILAIAN
Metode penilaian yang digunakan di RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
disesuaikan dengan status pegawai dan profesi yang dijabarkan sebagai berikut :
1. Sistem Manajemen Kinerja (SMK)
a. Tujuan
Mendorong peningkatan kinerja anggota polri dengan menciptakan komunikasi
antara pimpinan dan anggota dalam rangka memperjelas harapan organisasi dan
pimpinan serta pemahaman anggota mengenai :
1) Tugas pokok dan fungsi anggota
2) Bagaimana tugas dan fungsi berpengaruh pada tujuan organisasi
3) Pemahaman tentang kinerja
4) Bagaimana pimpinan dan anggota bekerjasama mewujudkan kinerja
5) Bagaimana meminimalkan kendala-kendala pencapaian kinerja
b. Prinsip
1) Transparan
2) Bersih
3) Akuntabel
4) obyektif
c. Tahapan SMK
1) Perencanaan Kinerja
Adalah suatu aktifitas dalam SMK yang bertujuan untuk mempertegas tugas
pokok dan fungsi anggota serta menyepakati indikator stadar kinerja
anggota. Proses perenanaan kinerja :
a) Menyepakati indikator standar kinerja
b) Tentukan 5 tugas pokok yang jadi penilaian formulir spesifik
c) Identifikasi faktor-faktor penghambat
d) Alternatif solusi
e) Pejabat penilai dan anggota yang dinilai tanda tangan
2) Pemantauan dan pembimbingan
Merupakan aktifitas dalam SMK yang bertujuan untuk memantau dan
mengarahkan anggota dalam rangka pencapaian standar kinerja. Proses
pemantauan dan pembimbingan meliputi :
f) Pejabat penilai mencatat pelaksanaan tugas anggota yang dinilai yang
dibawah standar
g) Beri arahan dan petunjuk perbaikan
h) Rekomendasikan pembinaan atau pengembangan
3) Penilaian kinerja
Penilaian kinerja merupakan suatu aktifitas dalam SMK yang bertujuan
untuk menilai kinerja generik dan spesifik anggota pada periode penilaian.
Penilaian kinerja generik maupun spesifik dibedakan untuk golongan
brigadir, inspektur, perwira menengah dan golongan perwira tinggi. Proses
penilaian kinerja meliputi :
a) Menilai formulir generik dan formulir spesifik
b) Penilaian kinerja generik :
(1) Kuantitatif  10 faktor kinerja
40

Kualitatif  tuliskan fakta kinerja menonjol (diatas/dibawah


(2)
standar)
4) Evaluasi kinerja
Suatu aktifitas dalam SMK yang bertujuan untuk mengkaji kinerja pada
periode berjalan. Tahap evaluasi kinerja :
a) Pejabat penilai mengundang anggota yang dinilai untuk evaluasi
kinerja
b) Pejabat penilai menjelaskan pencapaian kinerja anggota yang dinilai
c) Bila tidak ada banding maka pejabat penilai dan anggota yang dinilai
tanda tangan
d) Vila banding maka pejabat penilai tanda tangan tetapi anggota yang
dinilai tidak.
d. Proporsi penilaian dan rentang nilai
Proporsi penilaian untuk penilaian generik sebesar 35% dan untuk penilaian
spesifik sebesar 65%. Bobot penilaian :
1) Generik
a) Proporsi pejabat penilaia sebesar 40%
b) Proporsi rekan kerja anggota yang dinilai masing-masing 30%
c) Bila rekan kerja anggota yang dinilai berjumlah kirang dari 2 orang
maka bobot penilaian untuk pejabat penilai sebesar 50% dan anggota
yang dinilai sebesar 50%
d) Bila anggota yang dinilai tidak memiliki rekan kerja maka bobot
penilaian 100% oleh pejabat penilai
2) Spesifik
Penilaian kinerja spesifik hanya dilakukan oleh pejabat penilai saja.
e. Pengertian dalam istilah-istilah yang digunakan SMK
1) Pejabat penilai (PP) : pimpinan langsung dari anggota polri yang tugas dan
tanggung jawabnya mengidentifikasi, mengukur, dan merangkum kinerja
anggota yang bersangkutan.
2) Anggota yang dinilai (AYD) adalah anggota polri yang diidentifikasi dan
dukur kinerjanya.
3) Rekan kerja (RK) adalah anggota polri yang memiliki pimpinan langsung
yang sama dengan AYD.

f. Format SMK

Lembar 1
POLRI DAERAH JAWA TIMUR
BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TULUNGAGUNG

KESEPAKATAN KINERJA SPESIFIK


Kepolisian Negara Republik Indonesia

Nama : .....................................................................................................................................
Pangkat : .....................................................................................................................................
41

NRP : .....................................................................................................................................
Jabatan : .....................................................................................................................................
Satuan Kerja : ....................................................................................................................................

No Faktor Kinerja Standar Kinerja Keterangan

Tulungagung, .............................................
Pejabat Penilai Pegawai Yang Dinilai
KASUBBAG RENMIN

............................

Lembar 2 untuk PP
POLRI DAERAH JAWA TIMUR
BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
RUMAH SAKIT IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
FORMULIR PENILAIAN KINERJA GENERIK
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Berikan penilaian Anda terhadap kinerja anggota anda pada 10 aspek Generik di bawah ini
dengan memberikan tanda silang (X) pada angka yang sesuai di kolom Pencapaian Kinerja

Nama :
Pangkat :
NRP / NIP : 005
Jabatan :
Satuan Kerja :
Pencapaian Kinerja
Dibawa Perl Sesuai Di
Faktor h u Stand atas
No Standar Kinerja
Kinerja Standar Perb ar Stand
Kinerja aika Kinerj ar
n a Kinerj
42

a
1 Kepemimpin Kemampuan mengarahkan sesama
an anggota Polri dan masyarakat pada 1 3 5 8
lingkup unit kerjanya
2 Jaringan Kemampuan melaksanakan kerjasama
Sosial dan hubungan baik dengan sesama
1 3 5 8
anggota Polri dan masyarakat pada
lingkup unit kerjanya
3 Komunikasi Kemampuan mengutarakan dan
menerima ide/pendapat, baik secara
verbal maupun non verbal dengan jelas 1 3 5 8
kepada sesama anggota Polri dan
masyarakat pada lingkup unit kerjanya
4 Pengendalian Kemampuan mengendalikan emosi
Emosi dalam situasi yang penuh tekanan 1 3 5 8
sehingga tidak mempengaruhi kinerja
5 Agen Kemampuan melaksanakan perubahan
Perubahan dalam rangka meningkatkan kinerja unit 1 3 5 8
kerjanya
6 Integritas Kemampuan bersikap jujur dan
konsisten, apa yang dikatakan sesuai 1 3 5 8
dengan apa yang dilakukan
7 Empati Kemampuan menempatkan diri pada
posisi orang lain, serta mengekspresikan
1 3 5 8
perasaan positif dan ketulusan pada
orang lain
8 Pengelolaan Kemampuan melaksanakan proses
1 3 5 8
Administrasi administrasi pada lingkup unit kerjanya
9 Kreativitas Kemampuan menyelesaikan pekerjaan
dengan pengawasan minimal pada 1 3 5 8
lingkup unit kerjanya
10 Kemandirian Kemampuan menyelesaikan pekerjaan
dengan pengawasan minimal pada 1 3 5 8
lingkup unit kerjanya

Nilai Generik
Total Nilai Generik (Nilai Generik x 35 %)

Penilai Kinerja
Pejabat Penilai
Tanggal : .......................
KASUBBAG RENMIN
43

Lembar 3 untuk RK
POLRI DAERAH JAWA TIMUR
BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
RUMAH SAKIT IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
FORMULIR PENILAIAN KINERJA GENERIK
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Berikan penilaian Anda terhadap kinerja anggota anda pada 10 aspek Generik di bawah ini
dengan memberikan tanda silang (X) pada angka yang sesuai di kolom Pencapaian Kinerja

Nama :
Pangkat :
NRP / NIP : 005
Jabatan :
Satuan Kerja :
Pencapaian Kinerja
Dibawa Perl Sesuai Di
h u Stand atas
Faktor
No Standar Kinerja Standar Perb ar Stand
Kinerja
Kinerja aika Kinerj ar
n a Kinerj
a
1 Kepemimpin Kemampuan mengarahkan sesama
an anggota Polri dan masyarakat pada 1 3 5 8
lingkup unit kerjanya
2 Jaringan Kemampuan melaksanakan kerjasama
Sosial dan hubungan baik dengan sesama
1 3 5 8
anggota Polri dan masyarakat pada
lingkup unit kerjanya
3 Komunikasi Kemampuan mengutarakan dan
menerima ide/pendapat, baik secara
verbal maupun non verbal dengan jelas 1 3 5 8
kepada sesama anggota Polri dan
masyarakat pada lingkup unit kerjanya
4 Pengendalian Kemampuan mengendalikan emosi
Emosi dalam situasi yang penuh tekanan 1 3 5 8
sehingga tidak mempengaruhi kinerja
5 Agen Kemampuan melaksanakan perubahan
Perubahan dalam rangka meningkatkan kinerja unit 1 3 5 8
kerjanya
6 Integritas Kemampuan bersikap jujur dan
konsisten, apa yang dikatakan sesuai 1 3 5 8
dengan apa yang dilakukan
7 Empati Kemampuan menempatkan diri pada
1 3 5 8
posisi orang lain, serta mengekspresikan
44

perasaan positif dan ketulusan pada


orang lain
8 Pengelolaan Kemampuan melaksanakan proses
1 3 5 8
Administrasi administrasi pada lingkup unit kerjanya
9 Kreativitas Kemampuan menyelesaikan pekerjaan
dengan pengawasan minimal pada 1 3 5 8
lingkup unit kerjanya
10 Kemandirian Kemampuan menyelesaikan pekerjaan
dengan pengawasan minimal pada 1 3 5 8
lingkup unit kerjanya

Nilai Generik
Total Nilai Generik (Nilai Generik x 35 %)

Penilai Kinerja
Pejabat Penilai
Tanggal : .......................
REKAN AYD

Lembar 4 untuk PP

POLRI DAERAH JAWA TIMUR


BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
RUMAH SAKIT IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO

FORMULIR PENILAIAN KINERJA SPESIFIK


Kepolisian Negara Republik Indonesia

Nama :
Pangkat :
NRP / NIP :
Jabatan :
Satuan Kerja :

Indikator Di Perlu Sesuai Diatas


Pelaksanaan bawah Perbaikan Standar Standar
Faktor Standar
No Kinerja (Bila Standar (75% = Kinerja Kinerja Total
Kinerja Kinerja
YA = 1, bila Kinerja <100%) (100%) (>100%)
TIDAK = 0) (<75%)

1 1 3 5 8
1
45

2 1 1 3 5 8

3 1 1 3 5 8

4 1 1 3 5 8

5 1 1 3 5 8

Nilai Spesifik
Total Nilai Spesifik (Nilai
Spesifik x65%)

Penilai Kinerja
Pejabat Penilai
Tanggal : ....................... 2018
KASUBBAG RENMIN
46

Lembar 5 formulir rekapitulasi penilaian kinerja

POLRI DAERAH JAWA TIMUR


BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TULUNGAGUNG

FORMULIR REKAPITULASI PENILAIAN KINERJA


Kepolisian Negara Republik Indonesia

Nama :
Pangkat :
NRP :
Jabatan :
Satuan Kerja :

TOTAL NILAI AKHIR GENERIK


TOTAL NILAI SPESIFIK
JUMLAH
JUMLAH DENGAN HURUF
SEBUTAN

SECARA UMUM KINERJA CUKUP

Tanggal : ........................ 2018


Pegawai Yang Dinilai KASUBBAG RENMIN
47

Lembar 6 formulir keberatan penilaian kinerja untuk PYD

POLRI DAERAH JAWA TIMUR


BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
RUMAH SAKIT IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO

FORMULIR KEBERATAN PENILAIAN KINERJA


Kepolisian Negara Republik Indonesia

Nama :
Pangkat :
NRP :
Jabatan :
Satuan Kerja :

REKAPITULASI NILAI HASIL NILAI PP HASIL NILAI APP

GENERIK
SPESIFIK
TOTAL

Tulungagung, ................... 2018


Alasan Keberatan : Pegawai yang dinilai

Catatan Tanggal : ......................... 2018


Atasan Pejabat Penilai
KARUMKIT IBU&ANAK MITRA HUSADA
SIDOARJO

Dr.MASNUNAH. Sp.OG
AKBP NRP 72010472
48
49

2. Penilaian Prestasi Kinerja (PPK)


a. Tujuan
Penilaian prestasi kerja bertujuan untuk menjamin objektifitas pembinaan
yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja & sistem karier, yang
dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Penilaan prestasi kerja diarahkan
sebagai pengendalian perilaku produktif yang disyaratkan untuk mencapai hasil
kerja yang disepakati. Penilaian prestasi kerja dilakukan berdasarkan prinsip
objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transaparan.
b. Unsur PPK
1) Unsur sasaran kerja pegawai, bobotnya 60%
2) Unsur perilaku kerja, bobotnya 40 %
c. Tahapan PPK
1) Menyusun SKP ( Sasaran Kerja Pegawai)
a) Pengertian Sasaran Kerja Pegawai
(1) Setiap PNS / Pegawai Kontrak wajib menyusun SKP sebagai
rancangan pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan sesuai dengan
rincian tugas, tanggung jawab dan wewenangnya sesuai dengan
strutur dan tata kerja organisasi.
(2) Sasaran Kerja Pegawai (SKP) disusun dan ditetapkan sebagai
rencana operasional pelaksanaan tugas pokok jabatan dengan
mengacu pada Renstra dan Renja.
b) Unsur-unsur Sasaran Kerja Pegawai
(1) Kegiatan Tugas Jabatan
Tugas Jabatan yang dilakukan harus didasarkan pada rincian
tugas, tanggung jawab dan wewenang jabatan sesuai yang
ditetapkan dalam struktur dan tata kerja organisasi.
(2) Angka Kredit
Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/
atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh
seorang PNS atau pegawai kontrak dalam rangka pembinaan
karier dan jabatannya
(3) Target
Setiap pelaksanaan kegiatan tugas jabatan harus ditetapkan
target yang diwujudkan dengan jelas sebagai ukuran prestasi
kerja, baik dari aspek kuantitas, kualitas, waktu dapat disertai
biaya.
(4) Tugas tambahan dan/atau kreativitas
Selain melakukan kegiatan Tugas Jabatan apabila ada tugas
tambahan terkait dengan jabatan dapat ditetapkan menjadi tugas
tambahan dan/atau kreatifitas dalam pelaksanaan kegaitan Tugas
Jabatan.
c) Cara Menilai Sasaran Kinerja
(1) Formula Rumus Penilaian Capian SKP, aspek :
(a) Kuantitas,
Penilaian SKP (Kuant) = RO x 100
TO
50

Ket : Ro = Realisasi Output


To = Target Output
(b) Kualitas,
Penilaian SKP (Kul) = Rk x 100
Tk
Ket : Rk = Realisasi Kualitas
Tk = Target Kualitas
(c) Waktu
Penilaian SKP (waktu) = NT.TW - RW x 100
TW
Ket : NT = Nilai Tertimbang = 1,76
TW = Target waktu
RW = Ralisasi Waktu
(d) Biaya
Penilaian SKP (biaya) = NT.TB - RB x 100
TB
Ket : NT = Nilai Tertimbang = 1,76
TB = Target Biaya
RB = Ralisasi Biaya
2) Menilai unsur Perilaku Kerja
a) Penilaian perilaku kerja meliputi aspek : orientasi, pelayanan,
integritas, komitmen, disiplin, kerjasama, dan kepemimpinan
b) Penilaian kepemimpinan hanya dilakukan bagi PNS / Pegawai
Kontrak yang menduduki jabatan struktural.
c) Penilaian perilaku dilakukan pengamatan oleh pejabat penilai terhadap
PNS / Pegawai Kontrak sesuai kriteria yang ditentukan
d) Pejaba penilai dalam melakukan penilaian perilaku kerja PNS dapat
mempertimbangkan masukan dari pejabat penilai lain yang setingkat
di lingkungan unit kerja masing-masing.
e) Nilai perilaku kerja dapat diberikan paling tinggi 100 (seratus)
3) Penilaian Prestasi Kerja dilakukan dengan cara menggabungkan Penilaian
Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dengan Penilaian Perilaku Kerja.
4) Bobot SKP 60 %(enam puluh persen) dan perilaku kerja 40% (empat puluh
persen)
5) Penilaian prestasi kerja dilaksanakan oleh pejabat penilai sekali dalam 1
(satu tahun)
6) Penilaian prestasi kerja dilakukan setiap akhir Desember pada tahun yang
bersangkutan dan paling lama akhir Januari tahun berikutnya.
7) Nilai Prestasi Kerja dinyatakan dengan angka dan sebutan sebagai berikut :
a) 91 – ke atas : sangat baik
b) 76 – 90 : baik
c) 61 – 75 : cukup
d) 51 – 60 : kurang
e) 50 ke bawah : buruk
51

d. Contoh Format Penilaian Prestasi Kerja PNS


1) Format Formulir Sasaran Kerja Pegawai (PNS)

2) Format Penilaian Sasaran Kerja Pegawai PNS

3) Format Penilaian Prestasi Kerja PNS


Lembar 1
52
53

Lembar 2
54

Lembar 3
55

Lembar 4
56

e. Contoh Format Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Kontrak


1) Contoh Formulir Sasaran Kerja Pegawai Kontrak
57

2) Format Penilaian Sasaran Kerja Pegawai Kontrak


58

3) Format Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Kontrak


Lembar 1
59

Lembar 2
60

Lembar 3
61

Lembar 4
62

3. Penilaian kinerja pegawai masa orientasi 3 bulan di Rumah Sakit Bhayangkara


Tulungagung
a. Tujuan
Penilaian Kinerja Pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung digunakan
khusus untuk menilai atau mengevaluasi pegawai yang telah menjalani masa
orientasi selama 3 (tiga) bulan dan akan menandatangani Surat Perjanjian Kontrak
Kerja.
b. Unsur Penilaian Pegawai Rumah Sakit
1) Integritas (etika dan moral)
2) Keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi utama)
3) Komunikasi
4) Kerjasama tim
5) Pengembangan diri
6) Kedisiplinan
c. Dari unsur penilaian pegawai di atas dapat dinilai dengan menggunakan indikator
:
Sangat baik 85 – 100
Baik 70 – 84,9
Cukup 55 – 69,9
Kurang 0 – 54,9
63

d. Contoh Penilaian Kinerja Pegawai masa Orientasi


LEMBAR PENILAIAN KINERJA PEGAWAI MASA ORIENTASI
RUMAH SAKIT IBU&ANAK MITRA HUSADA SUIDOARJO
BULAN : ..................................................

UNIT KERJA : ...............................................................................


NAMA PEGAWAI : ..................................................................................
MULAI ORIENTASI :
.......................................................................................

NO JENIS KEMAMPUAN TANGGAPAN PENILAI


1 Integritas (etika dan moral)
2 Keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi utama)
3 Komunikasi
4 Kerjasama tim
5 Pengembangan diri
6 Kedisiplinan

Ket :
Mohon diisi dengan angka
Sangat baik 85 – 100
Baik 70 – 84,9
Cukup 55 – 59,9
Kurang 0 – 54,9

Mengetahui, Tulungagung, 2018


KASUBBAG / KASUBBID PENILAI
KAUR

.............................................................. ......................................................
64

BAB XVI
TUNJANGAN KESEHATAN, PELAYANAN KESEHATAN
DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI

A. TUNJANGAN KESEHATAN PEGAWAI


1. Ketentuan Umum
a. Setiap pegawai RS. IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO berhak
mendapat tunjangan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan rumah
sakit.
b. Pemberian tunjangan kesehatan bertujuan untuk menjamin kesejahteraan
pegawai agar selalu sehat.
c. Tunjangan kesehatan diatur pemberiannya dengan mengikuti BPJS Kesehatan
dan dengan memperhatikan kemampuan rumah sakit.
d. Tunjangan kesehatan untuk anak sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan
tentang jumlah dan kriteria anak yang ditanggung oleh pegawai.
2. Ketentuan Khusus
a. Tunjangan kesehatan pegawai diberikan dengan proporsi yang berbeda antara
Anggota Polri,Pns,dokter kontrak dan pegawai kontrak sesuai dengan kelas
perawatan yang mengikuti dari besaran gaji yang diterima masing-masing.
b. Bagi pegawai jika diikutsertakan BPJS kesehatan maka :
1) Pegawai laki-laki jika istri tidak bekerja menanggung istri dan anak
(maksimal 3 sesuai ketentuan)
2) Pegawai perempuan, jika suami tidak bekerja / bekerja tetapi tidak
mendapat fasilitas kesehatan, maka karyawati tersebut dapat menanggung
suami dan anak (maksimal 3 sesuai ketentuan).
3) Pegawai perempuan yang tidak ada suami (janda) yang memiliki anak,
maka anak (maksimal 3 sesuai ketentuan) menjadi tanggungan RS.
Bhayangkara Tulungagung.
c. Pegawai orientasi tidak mendapatkan tunjangan kesehatan.
d. Hal-hal yang tidak mendapatkan tunjangan kesehatan bagi pegawai dan
keluarga adalah mengikuti peraturan dari BPJS Kesehatan.
65

B. PELAYANAN KESEHATAN PEGAWAI


1 Pemeriksaan kesehatan pegawai
a. Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja sebagai pegawai Rumah Sakit
Bhayangkara Tulungagung:
1) Pemeriksaan Laboratorium (HBsAg)
b. Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pegawai Rumah Sakit
Bhayangkara Tulungagung :
1) Pemeriksaan berkala meliputi pemeriksaan fisik lengkap, rontgen thorax
bilamana mungkin, laboratorium rutin, serta pemeriksaan-pemeriksaan lain
yang dianggap perlu.
2) Pemeriksaan kesehatan berkala bagi pegawai Rumah Sakit sekurang-
kurangnya 1 (satu) tahun sekali.
c. Melakukan pemeriksaan kesehatan khusus pada :
1) Pegawai yang bekerja pada unit-unit yang beresiko tinggi seperti : Instalasi
Rawat Inap, HCU, Instalasi Radiologi, Instalasi Laboratorium, Perinatologi
dan Kebidanan, Instalasi Gizi.
2) Pegawai Rumah Sakit yang berusia lebih dari 40 (empat puluh) tahun.
3) Pegawai Rumah Sakit yang terdapat dugaan-dugaan tertentu mengenai
ganggguan-gangguan kesehatan perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan
khusus sesuai dengan kebutuhan.
2 Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental (rohani) dan kemampuan fisik pegawai
Rumah Sakit IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO
a. Pemberian Imunisasi Ca Cervick dan Influenza bagi pegawai Rumah Sakit
Bhayangkara Tulungagung.
b. Olahraga, Senam Pagi dan Rekreasi.
c. Pembinaan Mental dan Rohani

3 Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi pegawai rumah sakit
yang menderita sakit
a. Memberikan pengobatan dan menanggung biaya pengobatan untuk pegawai
rumah sakit yang terkena penyakit akibat kerja.
b. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kesehatan
khusus.
c. Melakukan upaya rehabilitasi sesuai penyakit tekait.
4 Melakukan koordinasi dengan komite pencegahan dan pengendalian infeksi mengenai
penularan infeksi terhadap pegawai dan pasien di rumah sakit bhayangkara
Tulungagung
a. Pertemuan koordinasi
b. Pembahasan kasus
c. Penanggulangan kejadian infeksi nosokomial
5 Melaksanakan kegiatan surveilans kesehatan kerja
a. Melakukan pemetaan (mapping) tempat kerja untuk mengidentifikasi jenis bahaya
dan besarnya resiko.
b. Melakukan identifikasi pegawai rumah sakit berdasarkan jenis pekerjaannya, lama
pajanan dan dosis pajanan.
66

c. Melakukan analisa hasil pemeriksaan kesehatan berkala dan khusus (dirujuk ke


spesialis terkait, rotasi kerja, merekomendasikan pemberian istirahat kerja).
d. Melakukan pemantauan perkembangan kesehatan pegawai rumah sakit.
6 Melaksanakan pemantauan lingkungan kerja dan ergonomi yang berkaitan dengan
kesehatan kerja pemantauan/pengukuran terhadap faktor fisik, kimia, biologi,
psikososial, dan ergonomi.
7 Membuat evaluasi, pencatatan dan pelaporan kegiatan pelayanan kesehatan pegawai
yang disampaikan kepada kepala rumah sakit dan unit teknis yang terkait di Rumah
Sakit IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO

C. TUNJANGAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI


1 Tunjangan Makan.
Rumah Sakit IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO memberikan
tunjangan makan kepada pegawai yang dikelola dengan bekerja sama dengan
Catering dari luar rumah sakit. Pedoman pemberian tunjangan makan sebagai berikut
makan diberikan satu kali sehari setiap hari kerja.
2 Tunjangan Beras.
Pemberian tunjangan beras untuk PNS Polri diberikan sesuai dengan Peraturan yang
berlaku tetang pemberian Tunjangan beras bagi PNS sedangkan tunjang besar untuk
tenaga kerja kontrak diberikan sesuai dengan kemampuan rumah sakit bhayangkara
Tulungagung.
3. Tunjangan Lauk Pauk
Pemberian tunjangan lauk pauk untuk Polri diberikan sesuai dengan Peraturan yang
berlaku tetang pemberian Tunjangan lauk pauk bagi Polri.
4. Tunjangan Pendidikan dan Latihan Pegawai.
Tunjangan Pendidikan dan Latihan Pegawai diatur tersendiri dalam peraturan tentang
Pendidikan dan Latihan Pegawai.
5. Bantuan Kematian
Keluarga Pegawai yang meninggal dunia, rumah sakit akan memberikan bantuan uang
sebesar Rp.200.000,- (dua ratus ribu rupiah) atau sembako berupa minyak goreng,
gula, kecap, kopi, teh)
6. Tunjangan Kesejahteraan untuk Pegawai Pensiun
a. Anggota Polri dan PNS
Diberikan tanda tali asih dari Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung
b. Pegawai Kontrak
Diberikan tanda tali asih
c. Batasan usia pensiun
Batasan usia pensiun untuk Polri dan PNS adalah 58 tahun, sedangkan untuk
pegawai kontrak adalah 56 tahun.
d. Pensiun Dini
Peraturan pensiun dini mengikuti peraturan tentang masa pensiun Anggota Polri
dan PNS.
67

BAB XVII
PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI

Yang dimaksud dengan pengakhiran hubungan kerja pegawai atau sering disebut dengan
Pemutusan Hubungan Kerja antara pegawai dengan rumah sakit
A. KETENTUAN UMUM PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI
Pengakhiran Hubungan Kerja Pegawai adalah pengakhiran hubungan kerja karena
sebab-sebab tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara
Pegawai dan rumah sakit setelah sebelumnya diberitahukan kepada Pegawai.
Pengakhiran hubungan kerja oleh rumah sakit disertai dengan pertimbangan dan alasan-
alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab-sebab tertentu Pengakhiran Hubungan Kerja Pegawai antara lain :
1. Meninggal dunia
2. Pensiun
3. Tidak mampu bekerja karena sakit
4. Atas permintaan sendiri
5. Atas keputusan rumah sakit
6. Berakhirnya ikatan perjanjian kerja

B. PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI ATAS PERMINTAAN


PEGAWAI
Dalam hal pegawai ingin memutuskan hubungan kerja atas kehendak sendiri
(mengundurkan diri), untuk Anggota Polri dan PNS mengikuti peraturan yang berlaku dan
untuk pegawai kontrak surat permohonan pengunduran diri harus diajukan selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran diri pegawai. Pegawai yang
mengundurkan diri atas kehendak sendiri sebelum masa kontrak habis harus membayar
denda sebesar sisa masa kontrak dikalikan pendapatan terakhir.
Pegawai yang mengundurkan diri wajib menyelesaikan semua tanggungan baik
kepada rumah sakit maupun koperasi.

C. PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI KARENA TIDAK MAMPU


BEKERJA AKIBAT SAKIT
Pegawai yang sakit berkepanjangan atau mengalami kecacatan akibat kecelakaan dan tidak
dapat lagi melakukan pekerjaan dapat mengajukan atau dilakukan pemutusan hubungan kerja.
Pegawai yang mengakhiri hubungankerja karena tersebut diatas berhak atas hak-haknya
sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

D. PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI KARENA MENINGGAL DUNIA


Dalam hal pegawai meninggal dunia, maka status hubungan kerja dengan sendirinya
berakhir demi hukum. Dalam hal pegawai meninggal dunia, kepada ahli waris yang sah akan
diberikan hak-hak pekerja yang harus dipenuhi oleh rumah sakit sesuai dengan peraturan dan
perundangan yang berlaku.

E. PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI KARENA TELAH MENCAPAI


USIA PENSIUN
68

Pegawai yang telah memasuki usia pensiun atau habis masa kerjanya, maka dengan
sendirinya akan diikuti oleh pemutusan hubungan kerja. Karena alasan-alasan yang rasional,
dapat dipertanggungjawabkan serta demi kelangsungan rumah sakit, maka rumah sakit dapat
membuat dan menawarkan program pensiun dini bagi pegawai yang dilakukan secara
terbuka, bersifat sukarela dan tanpa ada unsur paksaan

F. PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI KARENA KEHENDAK RS


Rumah sakit berusaha untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja selama jalan keluar
yang lain dapat ditempuh Karena alasan-alasan tertentu yang rasional dan dapat
dipertanggungajwabkan serta untuk kelangsungan rumah sakit, rumah sakit dapat
melakukan pemutusan hubungan kerja. Hak pegawai yang mengalami Pengakhiran
hubungan kerja pegawai karena kehendak rumah sakit wajib dipenuhi oleh rumah sakit
sebagaimana aturan dan perundangan yang berlaku

G. PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI ATAS SANKSI RS


Pengakhiran hubungan kerja pegawai atas sanksi rumah sakit dapat terjadi karena
pelanggaran-pelanggaran oleh pegawai. Bagi Anggota Polri dan PNS mengikuti peraturan
yang berlaku mengenai pemberhentian Anggota. Bagi Pegawai Kontrak pengakhiran
hubungan kerja pegawai karena pelanggaran yang tidak termasuk kategori pelanggaran berat:
1. Dilaksanakan setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis sebanyak 2 kali
2. Yang dimaksud pelanggaran adalah tidak dilaksanakannya kewajiban dan tata tertib
yang tercantum dalam Perjanjian Kontrak Kerjasama dan peraturan Rumah Sakit
Bhayangkara Tulungagung lainnya (yang tidak menyimpang dari isi Perjanjian Kerja
Bersama)

Pengakhiran hubungan kerja pegawai karena pelanggaran berat :


1. Dapat dilakukan tanpa peringatan sebelumnya setelah melalui pertimbangan
2. Yang dimaksud dalam kategori pelanggaran berat adalah :
a. Melakukan tindakan asusila/amoral.
b. Tidak masuk kerja tanpa ijin lebih dari 6 (enam) hari efektif secara berturut-turut
tanpa alasan.
c. Melakukan tindakan merugikan atau tindakan mencemarkan nama baik Rumah
Sakit.
d. Melakukan perbuatan tidak jujur antara lain : menggelapkan uang, menggelapkan
barang milik Rumah Sakit/ pasien, membuat bukti palsu, membocorkan rahasia
Rumah Sakit dan lain-lain.
e. Melakukan tindakan kriminal dan sudah mempunyai keputusan hukum.
f. Pihak kedua hamil pada masa kontrak 1 tahun pertama.
g. Pihak kedua menikah dengan rekan kerja di Rumah Sakit Bhayangkara
Tulungagung
69

BAB XVIII
PEMBINAAN KARAKTER PEGAWAI

Rumah Sakit mengadakan program pembinaan karakter pegawai untuk mendapatkan


pegawai yang memiliki karakter yang baik dan dapat diandalkan.
A. KETENTUAN UMUM
1. Pembinaan karakter dilakukan melalui Urusan Pengawasan dan pembinaan dibawah
pengawasan Kasubbag Was intern.
2. Pembinaan karakter mencakup keberadaan pegawai yang terus dikembangkan melalui
pengkajian dan penerapannya bagi pegawai.
3. Pembinaan karakter terus dikembangkan menuju pencapaian visi dan misi Rumah
Sakit Bhayangkara Tulungagung.
4. Pembinaan karakter dapat dilakukan secara umum kepada kelompok pegawai atau
secara khusus kepada individu-individu pegawai yang memerlukan pembinaan.
5. Pembinaan karakter mencakup pembinaan etika dan hukum bagi pegawai
dilakukan melalui Urusan pengawasan dan pembinaan Rumah Sakit Bhayangkara
Tulungagung.

B. KETENTUAN KHUSUS
1. Unit Kerja dapat memberi masukan tentang pegawai-pegawainya yang memiliki
karakter yang kurang baik secara tertulis yang disetujui oleh Kasubbagrenmin terkait
untuk dilakukan pembinaan oleh Urusan Pengawasan dan pembinaan.
2. Petugas Pembina karakter memberi umpan balik terhadap pelaksanaan pembinaan
karakter yang telah dilakukan.
3. Aktivitas secara umum pembinaan pegawai dilaporkan melalui laporan bulanan
Urusan pengawasan dan pembinaan.
70

BAB XIX
PEMELIHARAAN INFORMASI PEGAWAI

Rumah Sakit mengadakan cara penanganan dan pemeliharaan dokumen administrasi


kepegawaian beserta peraturan pemeliharaan dokumen administrasi kepegawaian untuk
memudahkan dalam mengakses data kepegawaian.

A. KETENTUAN UMUM
1. Pemeliharaan informasi pegawai dilakukan oleh Urusan Administrasi dibawah
pengawasan Kasubbag Renmin.
2. Pemeliharaan informasi pegawai mencakup tata cara menghimpun, mencatat,
mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan informasi kepegawaian.
3. Pembinaan karakter terus dikembangkan menuju pencapaian visi, misi dan nilai-
nilai Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung.

B. INFORMASI PEGAWAI DALAM DATA KEPEGAWAIAN


Berkas yang harus ada dalam file kepegawaian adalah :

1. Anggota Polri, PNS


a. Daftar riwayat hidup singkat
b. Identitas pribadi
1) Surat nikah
2) Akta kelahiran
3) KTP
4) Kartu keluarga
5) Kartu pegawai negeri(KARPEG)
6) Kartu ASABRI
7) Kartu penunjukan Suami/Istri
8) Kartu tanda anggota
9) Kartu BPJS
10) Kartu NPWP
11) No.Rekening
c. Surat keputusan pangkat pertama sampai dengan terakhir(Anggota Polri dan PNS)
d. Ganjaran dan hukuman
e. Tanda jasa/kesetiaan
f. Ijazah Umum
1) Ijazah Sekolah Dasar
2) Ijazah Sekolah Menengah Pertama
3) Ijazah Sekolah Menengah Umum/ Kejuruan
4) Ijazah Diploma III/Sarjana
5) Ijazah Magister
6) Verifikasi Ijasah terakhir
g. Sertifikat/keahlian
h. Surat Keputusan kenaikan gaji berkala
i. Surat keputusan jabatan atau surat perintah rotasi/mutasi
j. Surat penghadapan, surat keputusan penempatan
71

k. Kualifikasi jabatan dan uraian tugas


l. STR / SIP
m. Kredensial
n. Penilaian Kinerja ( SMK / PPK)
o. Lain-lain

2. Tenaga Kerja Kontrak


a. Daftar riwayat hidup singkat
b. Identitas pribadi / KTP
c. Surat Persetujuan Gaji
d. Surat Perjanjian Kontrak Kerjasama
e. Ijazah Umum Terakhir dan Verifikasi Ijasah terakhir
1. Ijazah Sekolah Dasar
2. Ijazah Sekolah Menengah Pertama
3. Ijazah Sekolah Menengah Umum/ Kejuruan
4. Ijazah Diploma III/Sarjana
5. Ijazah Magister
6. Verifikasi Ijasah terakhir
f. Sertifikat/keahlian
g. Berkas rekruitmen
h. Uraian tugas
i. STR / SIP /SIK
j. Kredensial
k. Penilaian Kinerja
l. Lain-lain

3. Dokter Tamu
a. Ijazah Terakhir
b. SIP
c. Surat Perjanjian Kerjasama
d. Kredensial
e. Lain-lain

C. TATA CARA PENANGANAN INFORMASI KEPEGAWAIAN


Penanganan informasi kepegawaian dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Menghimpun
Merupakan kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan untuk
keperluan tertentu yang tadinya masih diklasifikasikan penghimpunannya.
2. Mencatat
Merupakan kegiatan membubuhkan berbagai keterangan tertulis pada dokumen yang
masih dianggap penting agar tulisan dapat dibaca, dikirim dan disimpan.
3. Mengolah
Adalah macam-macam kegiatan dengan mengerjakan keterangan dengan maksud
menyajikan maksud yang lebih bermanfaat.
4. Menggandakan
Merupakan kegiatan memperbanya dengan berbagai cara tertentu sebanyak jumlah
72

tertentu yang diinginkan.


5. Mengirim
Kegiatan menyampaikan dokumen ke pihak lain dengan menggunakan alat perantara.
6. Menyimpan
Kegiatan menyimpan data dan dokumen tertentu di tempat tertentu dengan tujuan agar
dokumen dapat terjaga semaksimal mungkin, dan bisa digunakan suatu saat jika
diperlukan

D. JENIS INFORMASI KEPEGAWAIAN


1. Data Fisik
Penyimpanan dokumen berupa fisik maksudnya adalah penyimpanan dokumen berupa
kertas surat, gambar dan lain-lain. Penyimpanan dokumen fisik ini disebut arsip, yaitu
menyimpan secara langsung dokumen di file kepegawaian dan diberi label.

2. Data digital
Penyimpanan dokumen berupa data digital merupakan penyimpanan dokumen atau file
berupa data komputer atau hasil scanning file data fisik.

E. PEMELIHARAAN INFORMASI KEPEGAWAIAN


1. Data fisik
Pemeliharaan informasi pegawai data fisik dilakukan dengan cara :
a. Simpan dalam tempat khusus
b. Atur sesuai ketentuan
c. Jauhkan dari air, minyak, dan panas matahari
d. Taburkan kamper atau beri butir penyerap air dalam lemari penyimpanan
e. Bolak-balik dokumen setiap 3 bulan sekali
f. Beri penanda bila perlu mengambil dokumen

2. Data digital
Informasi pegawai dalam bentuk digital tidak memerlukan pemeliharaan. Yang harus
dilakukan hanyalah membuat backup data bila mungkin data yang utama hilang atau
terkena virus. Backup data perlu dilakukan tiap ada pembaharuan data.
73

BAB XX
PENUTUP

Dengan adanya Sumber Daya Manusia yang telah diberikan pelayanan baik terhadap hak
dan kewajibannya juga untuk menunjang karir atau pekerjaan yang dilakukan maka akan terkumpul
sebuah Sistem Infomasi Sumber Daya Manusia dimana didalamnya terdapat suatu prosedur
sistematik pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan dan perolehan semua data – data tentang
semua pegawai.
Selain itu untuk Perencanaan Sumber Daya Manusia akan terus berorganisir dengan baik
sehingga jika terjadi permintaan ataupun penambahan pegawai perunit kerja sudah tersedia Sumber
Daya Manusia yang berkualitas sesuai dengan standar perunit kerja yang ada di rumah sakit.
Urmin sebagai badan kepegawaian harus terus selalu memperbaharui sistem dan selalu
memfile estimasi kebutuhan tenaga yang ada untuk mendukung semua proses pelayanan di rumah
sakit. Sehingga proses pelayanan terhadap pasien dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Sidoarjo, 2018
KEPALA RUMAH SAKIT IBU&ANAK MITRA HUSADA SIDOARJO

dr. MASNUNAH,Sp.OG
AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 72010472