Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MANDIRI

MATA DIKLAT KOMITMEN MUTU


Nama : Firman Syah A. Kabalmay
Angkatan/Kelompok : XII/Kelompok 1

NILAI DASAR ORIENTASI MUTU

Jika kita menilik kebelakang dapat kita ketahui bahwa paradigma lama pegawai negeri sipil adalah
untuk dilayani dan dihormati oleh masyarakat. Hal ini tentu saja membahayakan eksistensi profesi
pegawaii negeri sipil itu sendiri dimata masyarakat pada umumnya, maka pemerintah pun berupaya untuk
mendobrak paradigma semacam itu dengan memperbaharui tugas dan fungsi pegawai negeri sipil dengan
seperangkat undang-undang dan regulasi yang tertuang dalam berbagai aturan yang salah satunya adalah
UU No. 5 Tahun 2014 dimana salah satu fungsi ASN adalah sebagai Pelayan Publik dan salah satu tugas
ASN adalah memberikan pelayanan public yang professional dan berkualitas. Titik berat point tersebut
sebaiknya secara sadar benar-benar direnungkan oleh setiap ASN karena mereka telah membaktikan
dirinya sebagai Pelayan masyarakat/Pelayan Publik ketika mereka bertugas di instansinya masing-masing.
Menjadi ASN notabenenya adalah menjadi seorang “pelayan” sehingga jangan sampai terbersit
meminta untuk dilayani ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai penerima layanan itu
sendiri. Sehingga setiap orang yang menyandang status sebagai ASN diharapkan memiliki orientasi mutu
untuk menjadi seorang pelayan publik. Karenanya untuk menajamkan harapan pemerintah tersebut maka
perlu adanya nilai-nilai dasar orientasi mutu dalam membentuk kesadaran diri setiap ASN sehingga
harapan tentang integritas dan moralitas ASN dalam melayani masyarakat akan semakin membaik dan
terwujud.
Nilai-nilai dasar orientasi mutu tersebut adalah sebagai berikut:
A. Mengedepankan komitmen
Maksudnya setiap ASN harus mengedepankan komitmen berupa kepuasan masyarakat
terhadap layanan yang didapatkan oleh mereka. Sehingga melalui kepuasan masyarakat
tersebut akan menghasilkan testimoni yang dengan sendirinya akan dievaluasi oleh
masyarakat sebagai penerima layanan. Baik ataupun buruk kualitas institusi/lembaga public
secara tidak langsung akan melahirkan penilaian masyarakat, bisa dikatakan bahwa mutu
pada suatu lembaga public akan meningkat lebih besar daripada harapan lembaga public itu
sendiri, maka kepuasan dan kualitas jasa pun akan meningkat, begitupun sebaliknya.
B. Layanan sepenuh hati
ASN sebagai pelayan masyarakat sudah barang tentu memberikan pelayanan dengan
sepenuh hati berupa:
1. Pelayanan yang cepat.
Pelayanan yang cepat adalah pelayanan yang tidak perlu membutuhkan mekanisme dan
prosedur yang bertele-tele, memang aturan birokrasi sering membuat semacam
prosedur kaku yang secara tidak langsung layanan yang seharusnya selesai tidak
membutuhkan waktu beberapa menit bisa berlarut-larut hingga memakan waktu sehari,
sebulan atau bahkan berbulan-bulan.
2. Pelayanan yang tepat dan ramah
Pelayanan yang tepat adalah dengan memberikan pelayanan prima secara professional
sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban, sedangkan pelayanan yang ramah bisa
berupa sapaan, salam dan senyuman serta memperlakukan masyarakat sebagai partner
dalam mengembankan institusi dan lembaga public.
C. Menghasilkan jasa yang berkualitas
Mutu ASN sebagai pelayan masyarakat bisa dirasakan dari output yang menghasilkan jasa
berkualitas berupa layanan yang berkesan bagi masyarakat tanpa cacat dan tanpa kesalahan
walaupun fasilitas seadanya yang ada, masyarakat yang dilayani tetap dapat merasakan
kenyamanan dan kepuasan.
D. Beradaptasi dengan perubahan
Pemberian layanan kepada masyarakat untuk menghasilkan ASN yang bermutu adalah
dengan memberikan perlindungan kepada public walaupun terjadinya perubahan, berupa:
1. Tuntutan kebutuhan masyarakat
Perubahan terhadap layanan public berupa tuntutan kebutuhan masyarakat bisa kita lihat
dari layanan yang diberikan kepada masyarakat berkebutuhan khusus, contohnya; Kaum
disabilitas, ibu menyusui, para jompo dan ruangan khusus bagi para perokok. Layanan
kepada maysrakat berkebutuhan khusus ini terus digalakkan oleh pemerintah, bahkan
tata bangunan publik pun mengalami sedikit perubahan dengan menambah area-area
yang dikhususkan untuk mereka
2. Perubahan Teknologi
Seiring dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi, sumber daya yang dulu
sering dititik beratkan pada kertas dan hal-hal yang bersifat konfensional. Maka pola lama
yang masih konfensional itupun berangsur-angsur mulai ditinggalkan dengan
mengoptimalkan sumber daya tekhnologi, tidak jarang kertas pun akan mulai ditinggalkan
dan digantikan dengan hal-hal yang bersifat elektronik.
3. Perubahan kebijakan
Setiap kebijakan di institusi pemerintah yang dilaksanakan oleh ASN sering mengalami
perubahan seiring dengan diberlakukannya aturan dan regulasi baru yang sering
diupgrade oleh pemerintah. Tak jarang, tugas dan fungsi seorang ASN sengan jabatan
tertentu pada 3 atau 5 tahun yang lalu sudah mengalami perubahan signifikan dengan
kondisi ada saat ini.
E. Pendekatan ilmiah yang inovatif
Orientasi mutu untuk pelayanan public yang maksimal bisa diketahui melalui pendekatan
ilmiah dengan menyerap kepuasan masyarakat melalui studi kasus ataupun karya ilmiah yang
dipublikasikan berdasarkan kaidah-kaidah penelitian yang dilakukan oleh pihak internal
institusi public ataupun masyarakat akademisi.
F. Melakukan upaya perbaikan yang berkelanjutan
Orientasi mutu bisa dilakukan dengan cara pendidikan dan pelatihan bagi ASN, workshop,
bimbingan teknis maupun studi banding yang akan mengasah ketrampilan dan pengetahuan
ASN sebagai pelayan masyarakat sehingga layanan berorientasi mutu akan terwujud (firman)