Anda di halaman 1dari 15

Makalah

KOMUNIKASI PENDIDIKAN
(Komunikasi Interpersonal)

Dosen pengampu : Ayu Rizki Septiana, M.Pd.

Anggota :
Nur Irma Suryaningsih :(18183207051)
Dona Hastika Putri :(18183207044)
Mohamad Nur Alfian :(18183207059)
Enos Henwa Tanone :(18183207065)

Prodi
Pendidikan Teknologi Informasi
STKIP PGRI Tulungagung
2019/2020
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan


yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesehatan,
kesempatan serta pengetahuan sehingga makalah Komunikasi Pendidikan dengan
pembahasan ‘Komunikasi Interpersonal’ ini bisa selesai sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan.

Kami berharap agar makalah ini bisa bermanfaat untuk menambah


pengetahuan rekan-rekan mahasiswa pada khususnya dan para pembaca
umumnya sebagai referensi sebagai calon pendidik menghadapi komunikasi
dengan calon siswanya.

Mudah-mudahan makalah sederhana yang telah berhasil kami susun ini bisa
dengan mudah dipahami oleh siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami
meminta maaf bilamana terdapat kesalahan kata atau kalimat yang kurang
berkenan. Serta tak lupa kami juga berharap adanya masukan serta kritikan yang
membangun dari Anda demi terciptanya makalah yang lebih baik lagi.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tulungagung, 19 September 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ....................................................................................................................2


Daftar Isi .................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. latar belakang ...............................................................................................................4
B. Rumusan Masalah .......................................................................................................5
C. Tujuan ..............................................................................................................................5
D. Manfaat ............................................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Interpersonal………………………………………...………...6
B. Hal yang diperhatikan dalam Komunikasi Interpersonal…………….…………….6
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hubungan Interpersonal………..…..…………..8
D. Tahapan dalam Komunikasi Interpersonal....................…….........……….…………...9
E. Prinsip – Prinsip yang ada pada Komunikasi Interpersonal.................................11
F. Manfaat mempelajari Komunikasi Interpersonal.................................................,..12

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan……………………………………………………………………………….…14
B. Saran...............................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia setiap hari melakukan komunikasi mulai dari lingkungan keluarga, di
tempat bekerja, di pasar, dan sebagainya. Sejalan hal tersebut komunikasi adalah
suatu kebutuhan yang penting bagi kehidupan manusia. Komunikasi interpersonal
secara umum merupakan proses pertukaran informasi antar orang atau antar
pribadi dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku. Sebagai suatu kebutuhan,
komunikasi juga diperlukan organisasi untuk mendukung kelancaran aktivitas di
dalam organisasi. Dalam proses komunikasi terdapat pihak yang menyampaikan
pesan (komunikator) untuk menyampaikan pesan kepada penerima pesan
(komunikan) dengan melalui media pesan. Komunikator umumnya mengharapkan
adanya feedback atau umpan balik dari penerima pesan, sebagai tanda keberhasilan
dalam berkomunikasi.
Dan ini pula yang menjadikan rujuan bagi para pendidik bagaimana pentingnya
komunikasi interpersonal itu harus dilakukan oleh pendidik karena dengan
komunikasi antar pribadi terjalin dengan baik, kita dapat mengetahui bagaimana
pola pikir setiap anak yang berbeda-beda dengan itu pula para pendidik dapat
mempunyai trik yang lebih banyak untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi
anak didiknya.
Dalam dunia pendidikan komunikasi interpersonal itu penting untuk menjadi
salah satu keberhasilan dalam pembelajaran, komunikasi secara pribadi dapat
mengetahui permasalahan disetiap komunikan dan dengan adanya umpan balik dari
penerima pesan kita sedikit demi sedikit dapat mengubah komunikan agar merubah
perilaku agar menjadi lebih baik.

4
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Komunikasi Interpersonal ?
2. Apa hal yang diperhatikan dalam komunikasi ?
3. Faktor – faktor yang mempengaruhi Komunikasi Interpersonal?
4. Apa tujuan hubungan interpersonal ?
5. Prinsip – Prinsip yang ada pada Komunikasi Interpersonal ?
6. Manfaat mempelajari Komunikasi Interpersonal ?
C. Tujuan
1. Dapat mengetahui pengertian komunikasi interpersonal
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Komunikasi Interpersonal
3. Mengetahui manfaat mempelajari Komunikasi Interpersonal
4. Mengetahui cara mengiplementasikan komunikasi interpersonal dengan
benar
D. Manfaat
1. Manfaat untuk pembaca
 Agar menambah pengetahuan
 Sebagai referensi pembelajaran
2. Manfaat untuk pengajar
 Tunjangan untuk menambah kualitas menjadi pengajar
 Menambah wawasan tentang komunikasi
3. Manfaat untuk mahasiswa
 Menjadikan pacuan untuk menjaga komunikasi dengan calon didik
 Bahan ajar untuk menyiapkan diri menghadapi dunia pendidik
 Menjadi tolak ukur cara berkomunikasi dengan baik, benar.
4. Manfaat untuk dosen
 Dosen mendapatkan materi tambahan tentang bahan ajar
 Menjadi tolak ukur keberhasilan calon guru dalam berkomunikasi

5
BAB II
PEMBAHASAN

1. Komunikasi Interpersonal
Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi interpersonal menurut para
ahli, diantaranya adalah sebagai berikut :

 G.R Miller dan M. Steinberg (1975): Komunikasi interpersonal dapat


dipandang sebagai komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan
interpersonal.
 Judy C. Pearson, dkk (2011) : Komunikasi interpersonal sebagai proses yang
menggunakan pesan-pesan untuk mencapai kesamaan makna antara-paling
tidak-antara dua orang dalam sebuah situasi yang memungkinkan adanya
kesempatan yang sama bagi pembicara dan pendengar.
 Joseph A. DeVito (2013) : Komunikasi interpersonal adalah interaksi verbal
dan nonverbal antara dua (atau kadang-kadang lebih dari dua) orang yang saling
tergantung satu sama lain.
 Ronald B. Adler, dkk (2009) : Komunikasi interpersonal adalah semua
komunikasi antara dua orang atau secara kontekstual komunikasi interpersona.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi


interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan dalam suatu hubungan
interpersonal antara dua orang atau lebih, baik secara verbal maupun nonverbal,
dengan tujuan untuk mencapai kesamaan makna.

2. Hal yang perlu diperhatikan dalam Komunikasi Interpersonal


Dalam Komunikasi Interpersonal banyak hal yang perlu kita perhatikan ternyata
ada banyak sekali ketentuan-ketentuan yang ada didalamnya :
A. Elemen – elemen dalam Komunikasi Interpersonal
 Sumber – Penerima
Dalam sebuah interaksi yang dilakukan akan terjadi dua orang atau lebih
yang sumber informasi dan penerima informasi. Kedua elemen penting

6
ini tidak bisa dihilangkan. Karena dua hal tersebut merupakan komponen
wajib dalam melakukan sebuah komunikasi yang efektif.
 Pesan
Pesan dapat diartikan sebagai sinyal yang dipandang sebagai rangsangan
yang akan diterima oleh si penerima pesan (komunikan) oleh salah satu
dari kelima indera kita. Seperti interaksi empat mata yang kita lakukan
adalah saling bertukar pesan melalui panca indera.
 Encoding – Decoding
Encoding adalah sebuah tindakan yang bertujuan untuk menciptakan
sebuah pesan. Ibarat menulis dan berbicara, sedangkan decoding adalah
sebuah tindakan untuk memahami arti pesan yang disampaikan. Apabaila
ecoding dilakukan oleh seorang penulis, decoding dilakukan untuk
membaca. Sama dengan ecoding ketika berbicara ecoding dilakukan oleh
yang mendengarkan.
 Media (perantara)
Media disini adalah sebuah perantara dalam menjembatani terjadinya
sebuah proses komunikasi yang efektif. Dapat dikatakan bahwa proses
tersebut adalah penerima serta penyaluran pesan melalui panca indera
yang kita miliki. Sehingga dapat dekelola oleh otak dengan baik, untuk
menyalurkan balasan selanjutnya.
 Gangguan (noise)
Segala apapun yang mendistraksi adanya proses interaksi yang dilakukan.
Sebagai hambatan dalam berkomunikasi . secara teori digolongkan
menjadi gangguan semantic, gangguan fisiologis, gangguan psikologis,
gangguan intelektual, serta faktor lingkungan.
 Umpan Balik (feedback)
Dalam sebuah interaksi efektif. Komunikator dan komunikan akan saling
memberikan feedback terhadap pesan yang kita terima sebagai bentuk
dari respon pesan yang kita kirim atau terima. Umpan balik ini juga
terdapat berbagai macam. Seperti halnya umpan balik nonverbal, umpan
balik positif, umpan balik negativ dan umpan balik yang lainya.

7
 Konteks
Sebuah pembicaraan akan berlangsung dalam sebuah lingkungan
tertentu, dimana lingkungan tersebut akan memengaruhi isi pembicaraan
yang dilakukan. Hal ini dinamakan dengan “konteks”. Konteks disini
berbagai macam, konteks lingkungan, konteks situasi, konteks budaya,
serta konteks-konteks lain yang mampu memengaruhi isi dari
pembicaraan.
 Etika
Dalam melakukan komunikasi pasti akan timbul konsekuensi. Diaman
konsekuensi ini akan memengaruhi interaksi selanjutnya. Oleh karena itu,
elemen terakhir yang paling penting dalam berkomunikasi adalah etika.
Dimana kita harus menjaga perilaku serta tutur kata yang akan kita
berikan terhadap lawan bicara kita, untuk tetap menjaga hubungan baik.
Dengan memahami situasi dan kondisi elemen komunikasi kita dengan
orang lain. Dengan begitu, kita bisa memperbaiki hubungan antar sesama
individu yang lain.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hubungan Interpersonal


Menurut Rakhmat (2001 : 129) terdapat beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi hubungan interpersonal, diantaranya adalah :

 Percaya – merupakan faktor yang paling penting. Percaya diartikan sebagai


suatu keyakinan yang kuat mengenai keandalan, kebenaran, kemampuan, atau
kekuatan seseorang atau sesuatu. Dalam hubungan interpersonal, percaya
dimaksudkan sebagai bentuk keyakinan terhadap perilaku seseorang guna
meraih tujuan yang telah ditetapkan dimana terdapat ketidakpastian dalam
pencapaiannya serta dalam situasi yang mengandungi.
 Sikap sportif – sikap untuk mengurangi resiko defensif dalam komunikasi.

 Sikap terbuka – sikap terbuka memiliki pengaruh yang besar terhadap


keefektifan komunikasi interpersonal. Karena dengan kita bersikap terbuka
dapat membuat kita :
o Menilai pesan lebih obyektif karena didukung oleh data dan logika.
o Dapat dengan mudah melihat perbedaan nuansa dan lain-lain.

8
o Mencari informasi yang berasal dari sumber yang beragam.
o Tidak terlalu kaku dalam mempertahankan kepercayaan yang dimiliki.
o Mencari makna pesan yang tidak sesuai dengan apa yang diyakininya.

4. Tahapan Hubungan Interpersonal

Menurut Joseph A. DeVito (2013), hubungan interpersonal dibangun melalui


beberapa tahapan, yaitu :

 Kontak

Pada tahapan ini, terdapat beberapa jenis kontak persepsi seperti apa yang
kita lihat, apa yang kita dengar, dan lain-lain. Dari tahapan ini kita
membentuk sebuah gambaran mental dan fisik seperti gender ,usia,
kepercayaan dan nilai, dan lain-lain. Setelah terjadi persepsi, kemudian
dilanjutkan dengana kontak interaksional yang superfisial dan relatif
impersonal. Pada tahapan inilah biasanya kita melakukan pertukaran
informasi kepada mereka yang terlibat dalam proses komunukasi. Misalnya,
“Halo, perkenalkan nama saya Gepeng.”. Para peneliti berpendapat pada
tahapan kontak inilah kita nantinya akan memutuskan apakah kita
melanjutkan hubungan atau tidak.

 Keterlibatan

Pada tahapan keterlibatan hubungan, berkembang rasa kesamaan karena


terhubung. Di sinilah kita mengalami dan mencoba untuk belajar lebih
banyak tentang orang lain. Dalam tahapan keterlibatan terdapat dua fase
yaitu fase menguji dan fase mengintensifkan. Pada fase menguji, kita ingin
melihat apakah penilaian awal yang kita miliki terbutki beralasan atau tidak.
Misalnya, kita bertanya, “Di manakah kamu bekerja?”. Jika kita ingin
mengetahui seseorang lebih baik lagi maka kita akan lanjutkan keterlibatan
kita dengan secara intensif melakukan interaksi yang diawali dengan
memberitahu informasi mengenai diri kita.

 Keakraban

9
Pada tahapan ini kita berkomitmen pada diri kita sendiri untuk tetap
mengenal lebih jauh seseorang dan membentuk sebuah hubungan ketika
seseorang tersebut menjadi seorang teman dekat, atau pasangan. Kualitas
dan kuantitas pertukaran interpersonal berkembang dan menjadikan kita
menjadi lebih sering membicarakan secara rinci tentang hubungan tersebut.

Selanjutnya, kita akan saling berbagi jaringan sosial dan lain-lain. Pada
tahapan inilah kepuasan hubungan juga berkembang. Dalam tahapan ini
terdapat dua fase. Pada fase pertama atau fase komitmen interpersonal dua
orang berkomitmen kepada mereka sendiri kepada orang lain dalam cara
yang pribadi. Pada fase ikatan sosial, komitmen dibuat umum, misalnya
kepada keluarga dan teman.

 Kemunduran

Tahap kemunduran hubungan ditandai dengan melemahnya ikatan antara


teman atau kekasih. Fase pertama pada tahapan kemunduran hubungan
adalah ketidakpuasan intrapersonal yang mulai dialami saat berinteraksi
dan mulai memandang masa depan yang suram dengan pasangan. Jika fase
ini terus berkembang, maka akan berlanjut ke fase kedua, yaitu kemunduran
interpersonal. Kita mulai menarik diri atau menghindari untuk berinteraksi,
tidak lagi saling berbagi, seringkali diam ketika bersama-sama, minimnya
kontak fisik, dan minimnya kedekatan secara psikologis. Di sinilah konflik
berkembang dan sulit menemukan solusi yang terbaik.

 Perbaikan

Pada fase awal tahapan perbaikan yaitu perbaikan intrapersonal, kita


mencoba untuk menelaah serta menganalisa apa yang salah dan mulai
menemukan titik terang atau cara untuk mengatasi keretakan hubungan
yang terjadi. Kita mengevaluasi sisi positif maupun negatif andaikata
hubungan yang ada diteruskan atau diakhiri. Untuk memutuskan
memperbaiki hubungan, kita harus memasuki fase perbaikan interpersonal
yaitu berkomunikasi dengan pasangan mengenai apa yang ingin dilihat, apa
yang akan dilakukan, dan apa yang pasangan ingin lakukan. Inilah tahap

10
negosiasi dimana kita dan pasangan kita mencoba untuk memperbaiki
hubungan.

 Putusnya hubungan

Pada tahapan ini ikatan antar individu benar-benar putus. Pada walnya
putusnya hubungan umumnya berlangsung dalam bentuk perpisahan
interpersonal misalnya pisah rumah. Jika perpisahan ini diterima dan jika
hubungan sudah tidak bisa diperbaiki, maka kita memasuki fase perpisahan
sosial. Jika hubungan tersebut adalah sebuah pernikahan, maka fase ini
menuju pada perceraian.

5. Prinsip – Prinsip yang ada pada Komunikasi Interpersonal

Menurut Joseph A. DeVito (2013), prinsip-prinsip komunikasi


interspersonal adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi interpersonal adalah suatu proses transaksional.


Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses, atau kejadian yang
berkelanjutan, dimana masing-masing elemen saling bergantung satu
sama lain. Komunikasi interpersonal secara konstan terus terjadi dan
mengalami perubahan. Agar dapat memahami gambaran komunikasi
interpersonal sebagai proses transaksional maka transaksional dapat
menjadi jawabannya.
2. Komunikasi interpersonal memiliki tujuan. Komunikasi
interpersonal memiliki 5 (lima) tujuan, yaitu untuk :
o belajar – komunikasi interpersonal membuat kita dapat belajar
memahami orang lain dan dunia secara lebih baik.
o membina hubungan – komunikasi interpersonal membantu
kita untuk berhubungan dengan orang lain.
o mempengaruhi – melalui komunikasi interpersonal kita dapat
mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain.
o bermain – komunikasi interpersonal dapat berfungsi sebagai
kegiatan bermain.

11
o membantu – melalui komunikasi interpersonal seorang terapis
menggunakan teknik penyebuhan jiwa yang dikenal dengan
metode
3. Komunikasi interpersonal adalah ambigu. Semua pesan-pesan
berpotensi ambigu, masing-masing orang akan memberikan makna
yang berbeda terhadap pesan yang sama. Terdapat ambiguitas dalam
semua hubungan.
4. Hubungan interpersonal dapat berbentuk simetris atau
komplementer. Interaksi interpersonal dapat merangsang pola
perilaku yang sama atau berbeda.
5. Komunikasi interpersonal merujuk pada isi dan hubungan
diantara para partisipan. Dalam l, hubungan interpersonal
memegang peranan yang sangat penting karena hubungan
interpersonal yang baik merupakan penanda bagi

Sementara itu, menurut Paul Watzlawick, Janet Beavin, dan Don


Jackson, terdapat 5 (lima) atau aksioma komunikasi yang dapat
membantu kita memahami interaksi komunikasi interpersonal secara lebih
utuh, yaitu :

1. Kita tidak dapat tidak berkomunikasi


2. Setiap interaksi memiliki dimensi isi dan dimensi hubungan.
3. Setiap interaksi dimaknai dengan bagaimana interaksi tersebut diberi
tanda.
4. Pesan berupa simbol-simbol verbal dan petunjuk nonverbal.

6. Manfaat Mempelajari Komunikasi Interpersonal

Mempelajari komunikasi interpersonal dapat memberikan manfaat,


diantaranya adalah:

 Dapat mendatangkan manfaat intelektual termasuk didalamnya


pemahaman yang mendalam terhadap diri dan orang lain serta hubungan
interpersonal.

12
 Dapat memberikan manfaat praktis termasuk didalamnya pribadi, sosial
atau hubungan, dan profesional.
 Komunikasi interpersonal sangat penting bagi kita secara fisik. Mereka
yang memiliki hubungan interpersonal yang baik lebih sehat secara mental
dan fisik.
 Komunikasi interpersonal membantu kita memenuhi kebutuhan sosial kita.
Dengan memahami proses komunikasi interpersonal akan memberikan
pandangan terhadap bagaimana suatu hubungan dapat menjadi lebih sukes
dan memuaskan.
 Melalui penelitian komunikasi interpersonal dapat membuat kita berpikir
bahwa kita berkomunikasi dalam suatu hubungan dan menyadari bahwa
secara aktual berkomunikasi dalam suatu hubungan adalah sangat berbeda.
 Demikianlah uraian singkat mengenai komunikasi interpersonal yang
meliputi pengertian, elemen-elemen komunikasi interpersonal, sifat
komunikasi interpersonal, prinsip-prinsip komunikasi interpersonal, teori
komunikasi interpersonal, serta hubungan interpersonal. Semoga
menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang ilmu komunikasi
khususnya komunikasi interpersonal.

13
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian informasi,
pikiran dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih, yang mendapatkan
respon balik yang menunjukan bahwa komunikasi itu efektif, dengan tujuan
untuk mencapai saling pengertian, mengenai masalah yang akan dibicarakan
yang akhirnya diharapkan terjadi perubahan perilaku. Hal ini dikarenakan
komunikasi interpersonal memikili sifat diologis yang berarti didalam terdapat
arus balik yang terjadi secara langsung.

B. SARAN
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar dua orang atau
sekelompok kecil yang saling memberikan ide, pengertian, wawasan, ataupun
pendapat yang mengharapkan adanya reaksi atau umpan baik positif dari
penerimapesan. Diharapkan dalam kehidupan sehari-hari melakukan
komunikasi, kejelasan, keterbukaan, dan bahasa yang sopan santun harus
ditingkatkan untuk menjalin komunikasi baik antar teman, sahabat, orang tua,
rekan kerja, dan lain halnya.

14
DAFTAR PUSTAKA

https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-interpersonal
http://olympics30,com/komunikasi-interpersonal

15