Anda di halaman 1dari 20

Nama Syaiful Adli

NIM 16076031
Prodi Pendidikan Teknik Informatika
Grup 3F2
Mata Kuliah Sistem Operasi Jaringan
Tugas Laporan Jobsheet 1

A. Learning Outcomes Praktikum


Mahasiswa mampu menjelaskan konsep, jenis dan fungsi Network
Operating System dan mampu merencanakan dan menginstallasi NOS
untuk berbagai kebutuhan serta menguasai penggunaan bebagai jenis
NOS.
B. Alat dan Bahan
1. Personal Computer / Laptop
2. CD Installer Linux Debian
3. Koneksi Internet

C. Proses Installasi
Pada praktikum pertama ini, kita akan melakukan installasi sistem
operasi jaringan menggunakan sistem oeprasi Linux yaitu Debian, proses
installasi dilakukan dengan menggunakan aplikasi atau tools Oracle VM
Virtual Box. Langkah-langkah proses installasinya adalah sebagai berikut :
1. Buka aplikasi Oracle VM Virtual Box dan akan muncul tampilan awal
aplikasi.
Gambar 1.
2. Untuk memulai proses install SOJ Debian-nya, tekan icon menu
“Baru” yg bewarna biru, lalu isi nama sistem operasinya beserta tipe
dan versi sistem operasi yg akan kita pakai. Disini kita memakai tipe
Linux dengan versi OS-nya Debian 64-bit.

Gambar 2.
3. Kemudian atur ukuran harddisk yg akan digunakan. Biasanya ukuran
default yg sudah ada adalah 8GB. Kemudian lansung tekan tombol
“Buat” untuk melanjutkan.
Gambar 3.
4. Selanjutnya adalah menentukan tipe berkas harddisk yg akan
digunakan untuk penyimpanan data file installasi dalam mesin virtual
ini. Tipe biasa yang digunakan adalah VDI (Virtual Box Disk Image).

Gambar 4.
5. Selanjutnya memilih tipe pengalokasian penyimpanan pada harddisk
fisik yg kita punya, ambil pilihan alokasi secara dinamik kemudian
lanjutkan ke step berikut.
Gambar 5.
6. Berikutnya menentukan lokasi penyimpanan file virtual dan ukuran
berkasnya, untuk ukuran biasanya 8GB sudah dirasa cukup. Kemudian
tekan menu “Buat” dan kita selesai mengatur file penyimpanan virtual
yg akan digunakan.

Gambar 6.
7. Setelah pengaturan file virtual-nya selesai, kemudian jalankan sistem
operasi yang sudah diatur tadi dengan perintah “Mulai”, caranya
dengan klik-kanan sistem operasinya lalu ambil perintah “Mulai” >
“Awal Normal”.
Gambar 7.
8. Selanjutnya kita diminta untuk memilih file sistem operasi yang akan
di install nantinya, cari lokasi penyimpanan file nya lalu pilih seperti
gambar berikut.

Gambar 8.
9. Setelah file sistem operasinya dipilih dan proses installasi dimulai,
maka akan muncul tampilan awal installasi sistem operasi Debian-nya.
Pilih menu Install urutan ke-2 untuk menginstall secara CLI.
Gambar 9.
10. Pada langkah ini, kita sudah masuk kedalam proses installasi
Debiannya. Berikut ini kita diminta untuk memilih bahasa installasi,
defaultnya pilih English saja.

Gambar 10.
11. Berikutnya kita diminta memilih area negara, Normalnya kita pilih
lokasi negara tempat kita tinggal, maka kita pilih Indonesia.
Gambar 11.
12. Selanjutnya kita diminta memilih “Country to base default local
settings on”, defaultnya adalah US.

Gambar 12.
13. Lalu untuk pemilihan key map, default nya pilih saja American
English.
Gambar 13.
14. Berikutnya kita diminta mengisi “Name server addresses”, disini saya
menggunakan nama “syaifali”.

Gambar 14.
15. Berikutnya kita diminta mengisi “Hostname”, disini saya
menggunakan nama “syaifali”.
Gambar 15.
16. Berikutnya kita diminta mengisi “Domain name”, disini saya
menggunakan nama “syaifali”.

Gambar 16.
17. Selanjutnya kita diminta untuk mengisi password untuk root. Isi sesuai
dengan keinginan kita, yg terpenting jangan sampai lupa dengan
password yg digunakan, karena jika lupa, kita tidak akan bisa
mengakses super user atau masuk ke direktori root nya.
Disini kita akan diminta 2x untuk memasukan password root nya, yang
ke-2 nya adalah untuk verifikasi password yg digunakan, apakah sama
dengan password yg kita masukan diawal atau tidak.
Gambar 17.
18. Berikutnya kita diminta mengisi “Full name for the new user”, disini
saya menggunakan nama “syaifali”.

Gambar 18.
19. Berikutnya kita diminta mengisi “Username for your account”, disini
saya menggunakan nama “syaifali”.
Gambar 19.
20. Selanjutnya kita diminta untuk mengisi password untuk user baru. Isi
sesuai dengan keinginan kita, yg terpenting jangan sampai lupa dengan
password yg digunakan.
Disini kita akan diminta 2x untuk memasukan password user nya, yang
ke-2 nya adalah untuk verifikasi password yg digunakan, apakah sama
dengan password yg kita masukan diawal atau tidak.

Gambar 20.
21. Selanjutkan kita diminta untuk mengatur waktu/jam, silahkan pilih
zona waktu sesuai kota tempat kita tinggal.
Gambar 21.
22. Berikutnya adalah pengaturan partisi harddisk yg digunakan, pada
pilihan “Partitioning method” ambil pilihan pertama bagi kita yg masih
pemula.

Gambar 22.
23. Selanjutnya memilih partisi harddisk yg mau digunakan, biasanya
pilihan yg muncul hanya satu saja.
Gambar 23.
24. Berikutnya kita diminta memilih “Partitioning scheme”, bagi pemula
disarankan untuk memilih pilihan pertama.

Gambar 24.
25. Setelah selesai mengatur bagian partisi harddisk yg akan digunakan
nantinya, ambil pilihan “Finish partitioning...”, lalu lanjut ke tahap
berikut.
Gambar 25.
26. Langkah berikutnya muncul pertanyaan “write the changes to disk ?”,
ambil pilihan Yes dan lanjutkan ke step berikut.

Gambar 26.
27. Selanjutkan muncul pertanyaan “Scan another CD or DVD ?”, ambil
pilihan No dan lanjut ke langkah berikut.
Gambar 27.
28. Langkah berikut adalah memilih “Debian archive mirror country”,
pilih Indonesia supaya konfigurasinya nanti sesuai.

Gambar 28.
29. Langkah selanjutnya adalah memilih “Debian archive mirror”, pilih
lokasinya yg terdekat supaya nanti saat proses mendownload file
installasi jaringan tidak terlalu jauh mengambil file nya.
Gambar 29.
30. Selanjutnya kita diminta untuk mengisi alamat “HTTP proxy
information”, jika tidak tau tahap ini boleh dikosongkan saja.

Gambar 30.
31. Berikutnya kita diberikan pertanyaan “Participate in the package usage
survey” apakah kita mau berpatisipasi atau tidak, ambil saja pilihan
No, karena ini tidak teralalu berpengaruh.
Gambar 31.
32. Selanjutnya kita akan diminta untuk memilih software apa saja yang
akan kita install didalam sistem operasi ini. Karena kita akan belajar
berbasis teks saja, kita hanya memilih Standard system utilities saja.

Gambar 32.
33. Berikutnya kita akan ditanya apakah akan menginstall The GRUB boot
loader untuk dijadikan master boot sistem operasi yg sedang kita
install. Ambil pilihan Yes lalu lanjut ke langkah berikut.
Gambar 33.
34. Langkah berikut adalah memilih perangkat “Device fot boot loader
installation”, ambil pilihan device yg sudah kita setting tadi.

Gambar 34.
35. Langkah terakhir adalah penyelesaian installasi, akan muncul tampilan
”Installation complete”, kemudian pilih Continue untuk masuk ke
dalam sistem operasi yg sudah terinstall tersebut.
Gambar 35.
36. Lalu akan muncul tampilan sistem operasi Debian 9 dengan tampilan
CLI, silahkan login menggunakan username dan password yang sudah
diatur saat proses installasi tadi. Selamat menggunakan Debian 9.

D. Exploring System
1. syaifali@syaifali:~$
2. syaifali@syaifali:~#
3. syaifali@syaifali:~$ su
4. syaifali@syaifali:~# ping google.com
5. syaifali@syaifali:~# nano /etc/apt/sources.list
6. syaifali@syaifali:~# apt-get update
7. syaifali@syaifali:~# apt-get update -y
8. syaifali@syaifali:~# apt-get update && apt-get –V upgrade
9. syaifali@syaifali:~# apt-get update && apt-get –V upgrade -y
10. syaifali@syaifali:~# apt-get upgrade
11. syaifali@syaifali:~# apt-get upgrade -y
12. syaifali@syaifali:~# apt-get dist-upgrade
13. syaifali@syaifali:~# apt-get dist-upgrade -y
14. syaifali@syaifali:~# apt-get install net-tools