Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KELOMPOK

GEOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI


GENGKY MORIZA, ST., MT

Disusun Oleh :
EGGI SEPTI YULIANTO : 153210027
ERNADO LINGGA WIJAYA : 153210197
HARRY SUBAKTI : 153210524
MULYADI : 153210145
RAINOF GUNAWAN : 153210178
WAHYU SETIAWAN : 153210135

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2018
RESERVOIR PERFOMANCE

Pada vidio ini akan membahas tentang karakteristik dari reservoir. Jika bercerita
tentang hidrokarbon di reservoir, kita harus mengerti secara ilmiah bagaimana cara
memproduksikan minyak, dan kemudian menggambarkan sisten fluida dan sifat-
sifatnya, kemudia kita harus mengetahui perbedaan reservoir recorveries dan drive,
and kemudian memproduksikannya ke permukaan. Dan diakhir video ini akan
menjelaskan defining oil reservoir.

Di dalam video ini menjelaskan dimana reservoir minyak itu ada karna adanya trap
yang berada di bawah tanah, dan reservoir itu berada pada batuan yang permeable.
Dengan meninjau, minyak berada pada pori-pori batuan. Kemudian pada batuan
permeable ialah batuan yang memiliki penghubung untuk mengalir dari suatu
tempat ketempat yang lain. Jika bicara tentang sains maka fluida akan mengalir dari
yang tinggi ke yang rendah sampai berakhir, tapi tidak dengan fluida pada batuan
reservoir. pada dasarnya batuan permeable memliki 3 fluida yaitu, water, oil and
gas. Di dunia ini hidrocarbon gas dan hidrocarbon minyak hanya mempunyai
persentase sebesar 1% di bawah tanah, ini telah test oleh geo scientist dan
petroleum engginer.

1. Fluida

Fluida ialah sesuatu yang mengalir dan mudah untuk membersihkan sesuatu, liquid
dan gas termasuk dalam fluida. Pada petroleum gas didefinisikan sebagai suatu
keadaan zat pada kondisi suasana normal. Kondisi normalnya ialah pada saat 600F
atau 250C dan 14,7 psi

2. Densitas

Densitas adalah perbandingan antara berat dan volume. Dengan dasarnya pada API,
specific gravity pada air ialah 1 g/cm3. Rumus API gravity pada lab ialah 141,4/SG-
131,5. Pada light oil API nya 110 sedangkan pada heavy oil 90. Bagaimana pun
keadaanya, pada saat dicampurkan air dan minyak tidak bisa bersatu, air akan berada
di bawah dan oil berada di atas.
3. Solution gas

Solution gas adalah gas yang telah berubah menjadi cairan setelah tekanan
diaplikasikan. Underpressure dan perangkap ialah tempat menemukan hidrokarbon
gas. Solution gas yang keluar tanpa minyak, dan akibatnya solusi gas berubah
menjadi tekstur gas dan terbawa kepermukaan.

4. Crictical saturation

Pada saturasi air, minyak, dan gas, memiliki molekul yang berhubungan dan
membuat aliran untuk keluar ke permukaan. Pada video ini menunjukkan sebuah
sumur dimana airnya saja yang mengalir atau air dan minyaknya yang mengalir.

5. Bubble Point Pressure

Bubble point Pressure adalah suatu kondisi ketika solution gas keluar dari gas.
Secara teori, apabila tidak terdapat gas di reservoir dapat disimpulkan bahwa
reservoir berada diatas bubble point pressure, sebaliknya apabila gas kembali
kebentuk liquid maka hal ini disebut dew point. Untuk lebih lanjutnya mengenai
bubble point pressure dan dew point pressure untuk tipe-tipe fluida reservoir yang
berbeda dapat di ukur di reservoir dengan metode PVT.

6. Gas Cap

Dengan menaikkan pada tekanan reservoir dibawah tekanan bubble point


banyak gas yang akan kembali ke gas solution. Dengan menurunkan tekanan
reservoir dibawah tekanan bubble point lebih banyak gas yang akan dilepaskan di
gas cap.

7. Associated Gas dan Non associated Gas

Associated gas suatu keadaan dimana gas ditemukan pada keadaan black oil,
sedangkan non associated gas adalah suatu keadaan dimana hanya gas yang dapat
ditemukan. Pada non associated gas ditemukan di formasi yang dalam dan
temperature yang tinggi.

8. Viskositas
Viskositas adalah kemampuan suatu fluida untuk mengalir pada batuan dengan
simbol µ. Air akan lebih cepat mengallir dari pada madu maka dapat disimpulkan
bahwa air memiliki viscosity yang rendah dari pada madu. Di industri perminyakan,
viscosity dihitung dalam satuan Cp.

9. Condensate

Condensate adalah suatu keadaan ketika gas berubah bentuk menjadi liquid,
seperti embun dikaca yang sering kita lihat.

10. Factor Volume Formasi

Factor volume formasi adalah perbandingan volume minyak, air , ataupun total
dari minyak dan air yang ada didalam reservoir dengan di permukaan reservoir.

11. GOR

Rasio gas / minyak (GOR) adalah rasio volume gas yang keluar dari larutan,
dengan volume minyak pada kondisi standar.

Rumus untuk mencari GOR adala volume of gas / volume of oil, dimana volume
of gas di ukur dari Standart Cubit Feet (SCF). Dan volume of oil di ukur dari Stock
Tank Barrel (STB). Jadi dapat kita simpulkan bahwa GOR=SCF/STB. SCF dan
STB dapat di ukur pada kondisi permukaan standar 14,7 psi dan pada temperatur
60 oF. Ada 2 kondisi GOR yaitu pada saat Initial Reservoir GOR atau pada saat
Production GOR Over Time

Sebenarnya pembubaran gas dan penyusutan volume minyak akan terjadi pada
banyak tahap selama jalur aliran hidrokarbon dari reservoir melalui sumur bor dan
pabrik pengolahan sampai ekspor. Untuk minyak ringan dan gas kaya yang
menyuplai GOR utama arus ekspor sangat dipengaruhi oleh efisiensi pabrik
pengolahan yang melepaskan cairan dari fasa gas. GOR yang dilaporkan dapat
dihitung dari volume ekspor yang mungkin tidak sesuai dengan kondisi standar.
GOR adalah rasio tak berdimensi (volume per volume) dalam satuan metrik,
namun di unit lapangan, biasanya diukur dengan kaki kubik gas per barel minyak
atau kondensat.

Pada video ini, EPA telah membagi jenis sumur menjadi lima kategori sebagai
berikut:

a. Minyak Berat (GOR ≤ 300 scf / bbl )


b. Minyak Ringan (GOR 300 <GOR ≤ 100.000 scf / bbl)
c. Gas Basah (100.000 <GOR ≤1.000.000 scf / bbl)
d. Gas Kering (GOR> 1.000.000 scf / bbl)
e. Metana Batubara.

12. RF (recovery factor)

Recovery Factor (RF) adalah perbandingan jumlah minyak atau gas yang dapat
diambil terhadap jumlah minyak atau gas di tempat (inplace) dengan menggunakan
teknologi primary, secondary maupun tertiary recovery. Pada video ini, di jelaskan
bahwa RF masuk kedalam kategori hasil untuk memperkirakan cadangan minyak,
dimana akan dapat kita dapatkan dari pemerkiraan cadangan ini adalah Initial Oil
In Place (IOIP).

Jumlah Hidrokarbon yang ada di reservoir pada saat awal (mula-mula), Oil
Reservoir (Cadangan Minyak), Jumlah HC yang dapat diproduksikan secara
ekonomis, sesuai dengan tekanan yang ada (jumlah selalu berubah sesuai produksi
kumulatif dan perkembangan teknologi yang ada), Ultimate Recovery (UR),
Perkiraan jumlah HC yang dapat diproduksikan selama waktu produksi, Recovery
Factor (RF), Perbandingan antara kumulatif produksi dengan IOIP, Perkiraan
Cadangan, Volume minyak mula-mula (N) adalah volume pori (Vp) yang dijenuhi
minyak.

Metode yang dipakai untuk menghitung Recovery Factor dan cadangan


hidrokarbon dihitung menggunakan metode :
1. Simulasi Reservoir, untuk menganalisa ini model geologi yang digunakan
harus telah teruji keakuratannya berdasarkan data seismik dan analisa sumuran
(sumur-sumur yang digunakan untuk menguji model geologi harus telah
mewakili sebaran litologi batuan secara lateral maupun vertikal), memiliki dan
mengintegrasikan data analisa fluida dan analisa batuan yang mewakili sebaran
pelamparan lateral dan vertikal reservoir. Analisa simulasi reservoir
merupakan metode yang dianjurkan dan dapat digunakan pada semua tahap
pengembangan lapangan.

2. Material Balance, untuk semi-simulasi karakteristik reservoir yang berbeda


harus dimodelkan dengan beberapa ”tank”. Sedangkan untuk P/Z dapat
digunakan apabila telah memiliki data produksi dan tekanan yang memadai atau
telah dimilikinya lebih dari 10% kumulatif produksi dari total perhitungan awal
minyak/gas di tempat, memiliki dan mengintegrasikan data analisa fluida dan
analisa batuan yang mewakili sebaran pelamparan lateral dan vertikal reservoir.
Untuk penganalisisan ini, reservoir harus telah memiliki data produksi dan
tekanan yang memadai, lapangan telah memasuki tahanan kondisi produksi yang
semi stabil, atau memiliki 10% kumulatif produksi dari total perhitungan awal
minyak/gas ditempat memiliki dan mengintegrasikan data analisa fluida dan
analisa batuan yang mewakili sebaran pelamparan lateral dan vertical reservoir.
3. Decline Curve, untuk penganalisisan ini, reservoir harus telah memiliki data
produksi dan tekanan yang memadai, lapangan telah memasuki tahanan kondisi
produksi yang telah mature (telah melampaui titik tertinggi kemampuan
produksi).
4. Metode Analitik dapat digunakan apabila data sangat terbatas. Metode material
balance, decline curve dan analitik dapat dilakukan apabila metode simulasi
reservoir tidak bisa dilakukan dengan pertimbangan data tidak cukup
mendukung atau jumlah reservoir cukup banyak.