Anda di halaman 1dari 17

Tugas Individu Dosen Pengampuh : Prof.Dr.

Feliatra,DEA
Mata Kuliah : Dasar-dasar
Mikrobiologi

Makalah

“Mikroorganisme dalam industri pangan”

Oleh :
Herliza Khairani Sahputri
1804111613

JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan tugas Dasar-dasar Mikrobiologi yang diberikan oleh Bapak Prof.
Dr. Feliatra, DEA tepat waktunya.
Pada kesempatan ini penulis juga tak lupa mengucapkan terimakasih
kepada Dosen pembimbing yang telah banyak membantu penulis berupa referensi
teori mengenai tugas ini.
Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar
tugas ini bisa lebih sempurna dan lebih bermanfaat bagi kita dimasa mendatang.

Pekanbaru, September 2019

Samuel Nababan
DAFTAR ISI

Isi Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
I. PENDAHULUAN
1.1. LatarBelakang .............................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................ 3
1.3. Tujuan Penulisan .......................................................................... 3

II. ISI

III. KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan .................................................................................... 12


3.2. Saran ............................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Mikrobiologi merupakan suatu istilah luas yang berarti studi tentang
organisme hidup yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata terlanjang.
Dalam bahasa Yunani “Mikrobiologi” diartikan mikros yang berarti kecil, bios
yang artinya hidup dan logos yang artinya kata atau ilmu. Dalam konteks
pembagian ilmu modern, Mikrobiologi mencakup studi tentang bakteri
(bakteriologi), jamur (mikologi), dan virus (virologi).
Di Indonesia sendiri, dunia mikrobiologi saat ini telah berkembang pesat
dan mempunyai perhimpunan sendiri yakni Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia
(PERMI) adalah suatu organisasi profesi ilmiah dalam bidang mikrobiologi yang
beranggotakan ilmuwan, pakar dan teknisi yang mempunyai keahlian dalam ilmu
pengetahuan dan teknologi bidang mikrobiologi serta ilmuwan lain yang berminat
dalam bidang mikrobiologi.
Mikrobiologi adalah suatu kajian tentang mikroorganisme. Mikroorganisme
itu sangat kecil, biasanya bersel tunggal, secara individual tidak Dapat dilihat
dengan mata telanjang. Mikroorganisme hanya dapat dilihat dengan bantuan
mikroskop. Walaupun beberapa pengaruh mikroorganisme telah diketahui dan juga
telah dimanfaatkan selama ribuan tahun, tetapi baru 300 tahun yang lalu organisme-
organisme mikroskopik terlihat dan dipelajari pertama kali.
Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723) ialah orang yang pertama kali mengetahui
adanya dunia mikroorganisme itu. Pada tahun 1675 Antonie, membuat mikroskop
dengan kualitas lensa yang cukup baik, sehingga dia bisa mengamati
mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan
bunga. Dari air hujan yang menggenang di kubangan-kubangan dan dari air
jambangan bunga, ia peroleh beraneka hewan bersel satu dengan menggunakan
mikroskop buatan yang diperbesar hingga 300 kali. Ia tertarik dengan banyaknya
benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia
menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya
merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Selain itu ia juga menemukan adanya
Hewan bersel satu ini kemudian diberi nama Infusoria atau “hewan tuangan”.
Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi
dengan lebih meningkatkan mikroskopnya.
Hal ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan memasangnya
di
lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu
memperbesar 200- 300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil
pengamatannya tersebut dan mengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu
isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan
adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara
tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil
pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun
spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Pentingnya penemuan tersebut tidak
dihargai pada saat itu terlebih lagi Penemuan Leewenhoek tentang animalcules
menjadi perdebatan darimana asal animalcules tersebut. Ada dua pendapat yang
muncul, satu mengatakan animalcules ada karena proses pembusukan tanaman atau
hewan, melalui fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukung terori yang
mengatakan bahwa Makhluk hidup berasal dari benda mati melalui proses
abiogenesis. Konsep ini dikenal dengan ganaratio spotanea. Pendapat ini
mengatakan bahwa animalcules tadi berasal dari animalcules sebelumnya seperti
halnya organismea tingkat tinggi. Pendapat atau teori ini disebut dengan biogenesis.
Mikrobiologi tidak berkembang sampai perdebatan tersebut terselesaikan
dengan dibuktikannya kebenaran teori biogenesis. Pembuktian ini memerlukan
berbagai macam eksperimen yang nampaknya sederhana dan perlu waktu lebih dari
100 tahun.. Baru setelah hampir 200 tahun berikutnya, seorang ahli Perancis, Louis
Pasteur, Louis Pasteur (1822 – 1895) seorang ahli kimia yang menaruh perhatian
pada mikroorganisme, Oleh karena itu ia tertarik untuk meneliti peran mikroba
dalam industri anggur dan pembuatan alkohol dalam mempelajari proses fermentasi
dan menunjukkan bahwa mikroorganismelah penyebab rasa asam yang tidak
dikehendaki pada beberapa jenis anggur. Kenyataannya, ada satu jenis
mikroorganisme yang membantu pembuatan anggur, namun ada organisme lain
yang menyebabkan rusaknya minuman anggur. Setelah gagasan ini diterima studi
tentang organisme dengan proses metabolisme menjadi ilmu yang penting.
Antara tahun 1674 sampai 1683 ia terus menerus mengadakan hubungan
dengan lembaga “ Royal Society” di Inggris.Ia melaporkan hal-hal yang diamatinya
dengan miskroskop itu kepada lembaga tersebut. Laporan-laporan itu disertai
dengan gambar-gambar mikroorganisme yang beraneka ragam. Atas
kecermatanketelitian pengamatan leeuwenhock nyata sekali pada gambar–gambar
tersebut.Kemudian ia membuat sketsa bakteri dengan bentuk bola (kokus), silindris
atau bentuk batang (basillus), spiral (spirilum). Akan tetapi arti penemuan
leeuwcnhock tidak dihiraukan sebelum tahun 1800, ketika orang belum menyadari
benar bahwa mikroorganisme adalah penyebab banyak penyakit atau menyebabkan
perubahan kimia pada pahan – bahan disekitar kita yang tidak terhitung banyaknya.
Dalam sejarah mikrobiologi, Leeuwenhoek dapat dipandang sebagai peletak dasar
utama atau bapak mikrobiologi.

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1 Jelaskan bagaimana ringkasan sejarah Mikrobiologi!
1.2.2 Temukan satu spesies mikroba, sebutkan karakteristiknya dan kelebihan atau
kekurangan mikroba tersebut!

1.3. Tujuan Penulisan


1.3.1 Agar kita mengetahui bagaimana sejarah tentang mikrobiologi
1.3.2Agar kita mengetahui salah satu contoh mikroba, bagaimana karakteristiknya
dan apa saja kelebihan ataupun kekurangan mikroba tersebut
II. ISI

2.1 Ringkasan Sejarah Mikrobiologi


Menurut bahasa mikrobiologi yang berasal dari bahasa yunani mikros yang
berarti kecil, bios yang artinya hidup dan logos yang artinya ilmu. Dengan demikian
dapat ditarik satu arti mikrobiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari
tentang makhluk hidup yang berukuran kecil yang tidak dapat dilihat dengan kasap
mata biasa serta memerlukan suatu benda untuk dapat melihatnya yang telah kita
kenal dengan nama mikroskop yangmencakup pengetahuan tentang virus
(virologi), pengetahuan tentang bakteri (bakteriologi), pengetahuan tetang hewan
bersel satu (Protozoologi), pengetahuan tentang jamur (Mikologi), terutama yang
meliputi jamur-jamur rendah seperti Phycomycetes, dan juga Ascomycetes, serta
Deuteromycetes. Lebih dari satu abad yang lalu Louis Pasteur dan beberapa
rekannya meyakinkan profesi medis bahwa sebenarnya organisme yang kecil inilah
yang menyebabkan penyakit.Informasi yang diperoleh dari mikrobiologi membawa
kemajuan besar untuk mengawasi banyaknya penyakit menular. Disamping itu
mikroorganisme telah digunakan untuk mempelajari berbagai proses biokimia yang
diketahui terjadi pada bentuk kehidupan yang lebih tinggi. Jadi banyak fakta
tentang metabolisme manusia yang diketahui oleh sekarang, mula-mula diketahui
terjadi pada bukan hanya studi tentang mikroorganisme penyebab penyakit, tetapi
merupakan studi tentang semua aktifitas hayati mikroorganisme.Mikrobiologi
mulai ada dan dipelajari sekitar 300 tahun yang lalu, dimulai dari beberapa ilmuwan
yang melakukan berbagai eksperimen untuk mengetahui keberadaan mikroba.
Antonie Van Leeuwenhock (1632-1723)
Tahun 1675 Antonie membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik,
dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingga dia bisa mengamati
mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan
bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi.Ia menyebut benda-benda
bergerak tadi dengan ‘animalcule’. Selain itu ia juga menemukan adanya hewan
bersel satu ini kemudian diberi nama Infusoria atau “hewan tuangan”. Maka muncul
pendapat bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati ”biogenesis”. Konsep ini
dikenal dengan ganaratio spotanea. Pendapat ini mengatakan bahwa animalcules
tadi berasal dari animalcules sebelumnya.
Louis Pasteur (1822 – 1895)
Mempelajari proses fermentasi dan menunjukkan bahwa mikroorganismelah
penyebab rasa asam yang tidak dikehendaki pada beberapa jenis anggur. Ia
membuat sketsa bakteri dengan bentuk bola (kokus), silindris atau bentuk batang
(basillus), spiral (spirilum). Melalui penelitian fermentasi gula, Pasteur mengatakan
bahwa faktor lingkungan sangat penting bagi kehidupan mikroorganisme. Louis
Pasteur dapat meyakinkan khalayak, bahwa tidak ada kehidupan baru yang dapat
timbul dari benda mati, maka muncullah teori “Biogenesis” yaitu “Omne vivum ex
ovo, omne ovum ex vivo” yang berarti “semua kehidupan itu berasal dari telur, dan
semua telur itu berasal dari sesuatu yang hidup”. Untuk membunuh
mikroorganisme. Pasteur mendapati bahwa perlakuan dengan suhu 62,80C selama
setengah jam cukuplah untuk mencapai hal tersebut. Kini proses ini, dinamai
pasteurisasi.
Aristoteles
Pada zaman Aristoteles lebih dari 2000 tahun yang lalu (300 sebelum isa almasih)
muncul suatu pendapat, bahwa kehidupan berasal dari bahan atau benda mati yang
mengalami penghancuran. Teori ini disebut juga dengan Teori Generateo
Spontanea.Merupakan suatu teori yang berpendapat bahwa makhuk hidup terjadi
secara spontan.
Francesco Redi (1668)
Melakukan suatu penelitian menggunakan daging yang diletakan dalam suatu
wadah dan diberi lubang kemudian ditutup kain.. Percobaan yang kedua ia
menggunakan daging yang telah dipanaskan, dalam satu wadah ditutup dan satu
wadah lain tidak diberi tutup. Pada daging tidak tertutup mulailah keluar belatung-
belatung.Pada daging yang tertutup tidak tumbuh belatung dari experimen itu maka
Franscesco Redi menyimpulkan dan menunjukkan bahwa ulat yang ada dalam
daging busuk adalah larva yang berasal dari telur lalat, bukan hasil dari generatio.
John Needham (1713 – 1781)
John Needhem mengadakan eksperimen dengan daging yang direbus juga berbagai
rebusan padi-padian, dan lain sebagainya. Meskipun air rebusan tersebut
disimpannya rapat-rapat dalam botol tertutup, namun timbulah mikroorganisme,
dengan kata lain menurutnya kehidupan dapat timbul dari benda mati. Pendapat ini
lebih dikenal sebagai teori Abiogenesis.menyimpul bahwa jasad (mikroorganisme)
tersebut terjadi secara spontan dari daging.
Lazzaro Spallanzani (1729 – 1799)
Spallanzani melakukan percobaan dengan merebus kaldu daging selama 1 jam,dan
menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat dan hasilnya menunjukkan
tidak ditemukannya mikroorganisme dalam kaldu tersebut, karena dengan menutup
botol tidak memungkinkan masuknya udara (oksigen) yang sangat dibutuhkan bagi
kehidupan mikroorganisme dan ini menentang teori abiogenesis.
Franz Shchulze (1815 – 1873) dan Theodor Shcwann (1810 – 1882
Franz Schulze experimennya melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung
tertutup yang berisi daging yang telah dimasak.Theodor Schwann mengalirkan
udara melalui pipa yang dipanai ke dalam tabung tertutup yang bersisi kaldu yang
dipanasi dan membara ke dalam labu berisi kaldu daging yang dididihkan
berjamjam lamanya.Mereka berpendapat bahwa sebab mikroba telah mati oleh
adanya asam kuat maupun oleh panas.
H. Scroeder dan Th. Von Dusch (1854)
Penelitian Schwan yaitu dengan melewatkan udara melalui tabung berisi kapas
yang steril menuju ke dalam labu berisi kaldu yang sebelumnya dipanaskan.
Dengan cara ini mikroorganisme disaring keluar dari udara oleh serat-serat kapas
dan dengan demikian dicegah masuk ke dalam labu maka ia tidak mendapatkan
mikroorganisme (jasad renik) baru yang tumbuh di dalam kaldu tersebut. Hal ini
menyebabkan tumbangnya teori abiogenesis.
Robert Koch (1843-1910)
Koch membuktikan bahwa bakteri tersebut penyebab anthrax dengan cara
memisahkan bakteri untuk batang tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian
menginjeksikannya ke dalam tikus yang sehat. Koch mengumumkan bahwa dia
telah menemukan bakteri penyebab TBC, tifus, difteri, kolera dan gonorhu serta
antraks. Seiring dengan perkembangan mikrobiologi, terdapat peranan
mikroorganisme dalam proses fermentasi pada pembuatan anggur. Dimana proses
fermentasi terjadi karena enzim yakni zat yang dihasilkan sel hidup yang
menyebabkan berlangsungnya reaksi-reaksi kimiawi tertentu, proses biologis
dimana mikroorganisme (ragi) yang berperan.
2.2 Contoh spesies Mikroba

Bakteri yang berperan dalam pembusukan daging, salah satunya yaitu


bakteri B. subtilis. Bakteri ini memiliki karakter-karakter tertentu dan spesifik.
Berikut adalah klasifikasi B. subtilis : (Madigan, 2005)

Kingdom :Bacteria

Phylum :Firmicutes

Class :Bacilli

Ordo :Bacillales

Family :Bacillaceae

Genus :Bacillus

Species :Bacollus sp

Bacillus sp merupakan bakteri Gram positif, berbentuk batang, dapat tumbuh pada
kondisi aerob dan anaerob. Sporanya tahan terhadap panas (suhu tinggi), mampu
mendegradasi Xylandan karbohidrat (Cowandan Stell’s, 1973). Bacillus spp
mempunyai sifat: (1) mampu tumbuh pada suhu lebih dari 50 oC dan suhu kurang
dari 5 oC, (2) mampu bertahan terhadap pasteurisasi, (3) mampu tumbuh pada
konsentrasi garam tinggi (>10%), (4) mampu menghasilkan spora dan (5)
mempunyai daya proteolitik yang tinggi dibandingkan mikroba lainnya. Bacillus
adalah salah satu genus bakteri yang berbentuk batang dan merupakan anggota dari
divisi Firmicutes. Bacillus merupakan bakteri yang bersifat aerob obligat atau
fakultatif, dan positif terhadap uji enzim katalase.
Bacillus secara alami terdapat dimana-mana, dan termasuk spesies yang
hidup bebas atau bersifat patogen. Beberapa spesies Bacillus menghasilkan enzim
ekstraseluler seperti protease, lipase, amilase, dan selulase yang bisa membantu
pencernaan dalam tubuh hewan (Wongsa dan Werukhamkul, 2007). Jenis Bacillus
(B. cereus, B. clausii dan B. pumilus) termasuk dalam lima produk probiotik
komersil terdiri dari spora bakteri yang telah dikarakterisasi dan berpotensi untuk
kolonisasi, immunostimulasi, dan aktivitas antimikrobanya (Duc et al., 2004).
Beberapa penelitian telah berhasil mengisolasi dan memurnikan bakteriosin
Bacillus sp. Gram positif diantaranya yaitu subtilin yang dihasilkan oleh Bacillus
subtilis (Kleinetal.1993), megacin yang dihasilkan oleh B. megaterium (Tagg et al.,
1976), coagulin dihasilkan oleh B. coagulans (Hyronimus, 1998), cerein dihasilkan
oleh B. cereus (Oscariz dan Pisabarro, 2000), dan tochicin yang dihasilkan oleh B.
thuringiensis (Paik et al., 1997).
Bakteriosin merupakan zat antimikroba berupa polipeptida, protein, atau
senyawa yang mirip protein. Bakteriosin disintesis diri bosom oleh bakteri selama
masa pertumbuhannya dan umumnya hanya menghambat pertumbuhan galur-galur
bakteri yang berkerabat dekat dengan bakteri penghasil bakteriosin (Kone & Fung,
1992). Menurut Tagg et al., (1976), kriteria yang merupakan ciri-ciri bakteriosin
adalah sebagai berikut: (1) memiliki spektra aktivitas yang lebih sempit, (2)
senyawa aktif merupakan polipeptida atau protein, (3) bersifat bakterisida, (4)
mempunyai reseptor spesifik pada sel sasaran, 5) gen determinan terdapat pada
plasmid. Senyawa antibiotik yang dihasilkan Bacillus sp adalah basitrasin, pumulin,
laterosporin, gramisidin, dan tirocidin yang efektif melawan bakteri Gram positif
serta kolistin dan polimiksin bersifat efektif melawan bakteri Gram negatif.
Sedangkan difficidin memilikis pektrum lebar, mikobacilin dan zwittermicin
bersifat antijamur (Todar, 2005).

Kelebihan dan Kekurangan Bakteri Bacillus sp


1. Kelebihan
· Bacillus sp memiliki kemampuan dalam menghasilkan antibiotik yang
berperan dalam nitrifikasi dan denitrifikasi
· pengikat nitrogen, pengoksidasi selenium (Se), pengoksidasi dan pereduksi
mangan (Mn)
· bersifat khemolitotrof, aerob dan fakultatif anaerob
· dapat melarutkan karbonat
· dapat melarutkan posfat, dan menurunkan pH substrat akibat asam organik
yang dihasilkannya
· dapat melakukan mineralisasi terhadap bahan organik kompleks baik
berupa senyawa polisakarida, protein maupun selulosa

2. Kekurangan
Bacillus sp ini dapat dimanfaatkan pada tahap persiapan lahan tambak dan
pembentukan air pada masa awal budidaya ikan/ udang. Pembentukan plankton,
bakteri pembentuk flock, menurunkan pH dan stabilisasi alkalinitas berupa
pembentukan buffer (penyanggah) bikarbonat-asam karbonat dapat terlaksana.
Namun jika dilanjutkan terus dari masa pertengahan budidaya hingga akhir (panen)
maka eutrofikasi air dapat terjadi, konsentrasi posfat dan nitrit dapat meningkat
sebagai akibat pelarutan posfat dan degradasi protein dari sisa pakan dan kotoran
ikan/ udang serta produksi nitrit yang intens dari hasil pernafasan denitrifikasi
Bacillus sp. Rentang pH pagi – sore juga dapat bergerak melebar, akibat daya larut
terhadap karbonat yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan buffer bikarbonat-
asam karbonat dan radikal karbonat terbentuk (kalsinasi). Disamping itu, enzim
protease dan chitinase yang dihasilkan selama fermentasi Bacillus sp dapat secara
ekstrim mengganggu siklus dan kesempurnaan moulting bagi udang.
Secara individu, spesies-spesies Bacillus sp memiliki kemampuan khas
masing-masing sehingga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya ikan/ udang,
yaitu:
1) B. subtilis dan B. cereus memiliki kemampuan untuk melakukan lysis terhadap
cyanobacteria (BGA) pada konsentrasi 103 sel/ml di air kolam. Menghasilkan
cyanobacteriocyde sehingga cocok untuk digunakan sebagai kontrol biologi
terhadap blooming blue green algae.
2) B. megaterium dan B. polymyxa mampu menghasilkan antibiotik berupa
megacin dan polymycin yang efektif untuk menekan pertumbuhbiakan vibrio,
Escherchia colli dan Aeromonas. B. Polymyxa memiliki berbagai macam potensi
termasuk antibiotik peptida, protease, dan berbagai macam enzim
carbohydrateutilizing, seperti P-amilase,,-D-xilanase, pullulanase, glukosa
isomerase, dan polygalacturonate liase.
3) B. coagulans dan B. lichenoformis mampu mensintesis secara cepat dan massal
lectin dan polyhydroxyalkanoat (PHA) untuk polimerisasi activated sludge/bioflok,
sehingga cocok untuk penebalan bioflok di air kolam/tambak jika diperlukan.
4) B. subtilis dan B. coagulans mampu menghentikan diare/mencret pada
ikan/udang jika digunakan sebagai aditive pada pakan. B. subtilis memiliki
kemampuan memproduksi antibiotik dalam bentuk lipopeptida, salah satunya
adalah iturin. Iturin membantu B. subtilis berkompetisi dengan mikroorganisme lain
dengan cara membunuh mikroorganisme lain atau menurunkan tingkat
pertumbuhannya. Iturin juga memiliki aktivitas fungisida terhadap pathogen. Serta
menghasilkan subtilin sebagai antibiotik yang digunakan untuk menekan populasi
abkeri pathogen. B. coagulans mampu menghasilkan enzim amilase dan lipase.
5) B. lichenoformis mampu menghasilkan enzim protease yang dapat
meningkatkan daya cerna protein dari pakan sehingga mampu meningkatkan
protein efficiency ratio pakan (fermented feed). Bakteri ini merupakan species
bakteri yang mampu menghasilkan protease dalam jumlah yang relatif tinggi. Jenis
protease yang dihasilkan oleh bakteri ini adalah enzim ekstraselular yang tergolong
proteinase serin karena mengandung serin pada sisi aktifnya.
6) B. subtilis dan B. lichenoformis dapat menghasilkan biosurfaktan yang mampu
memotong gugus peptida dari toksin blue green algae.
7) B. subtilis, B. cereus dan B. megaterium mampu mengoksidasi senyawa
hidrokarbon seperti minyak bumi dan fenol. B. megaterium merupakan produser
utama untuk vitamin B12 dan penicillin. Selain itu, juga dapat memproduksi enzim
yang berfungsi untuk sintetik steroid dan stabilitas yang baik dari plasmid
rekombinan (Vary, 2007).
8) B. subtilis dan B. lichenoformis penghasil biosurfactan dengan jenis lipoprotein
(biosurfactin).
III. KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Mikrobiologi merupakan suatu istilah luas yang berarti studi tentang
organisme hidup yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.
Dalam konteks pembagian ilmu modern, Mikrobiologi mencakup studi tentang
bakteri (bakteriologi), jamur (mikologi), dan virus (virologi).
Salah satu contoh mikroorganisme nya yaitu Bacillus sp. Bacillus secara
alami terdapat dimana-mana, dan termasuk spesies yang hidup bebas atau bersifat
patogen. Bacillus sp memiliki kemampuan dalam menghasilkan antibiotik yang
berperan dalam nitrifikasi dan denitrifikasi, pengikat nitrogen, pengoksidasi
selenium (Se), pengoksidasi dan pereduksi mangan (Mn),bersifat khemolitotrof,
aerob dan fakultatif anaerob,dapat melarutkan karbonat, dapat melarutkan posfat,
dan menurunkan pH substrat akibat asam organik yang dihasilkannya dan dapat
melakukan mineralisasi terhadap bahan organik kompleks baik berupa senyawa
polisakarida, protein maupun selulosa.
Adapun kekurangannya yaitu Bacillus sp ini dapat dimanfaatkan pada tahap
persiapan lahan tambak dan pembentukan air pada masa awal budidaya ikan/
udang. Pembentukan plankton, bakteri pembentuk flock, menurunkan pH dan
stabilisasi alkalinitas berupa pembentukan buffer (penyanggah) bikarbonat-asam
karbonat dapat terlaksana. Namun jika dilanjutkan terus dari masa pertengahan
budidaya hingga akhir (panen) maka eutrofikasi air dapat terjadi, konsentrasi posfat
dan nitrit dapat meningkat sebagai akibat pelarutan posfat dan degradasi protein
dari sisa pakan dan kotoran ikan/ udang serta produksi nitrit yang intens dari hasil
pernafasan denitrifikasi Bacillus sp.

3.2. Saran
Apabila dalam penulisan tugas ini terdapat banyak kesalahan atau
kekeliruan mohon untuk di maklumi karena penulis masih dalam proses belajar,
dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Khayat MA, Blank G.. 1985. Phenolic spicecomponents sporostatik to Bacillus


subtilis.J. Food Sci. 50: 971-974.

Badan Standardisasi Nasional. 1995. Daging sapi/kerbau. SNI No. 01-3947-1995.


BadanStandarisasi Nasional. Jakarta.

Buckle K A., Edwards R.A., Fleet G.H. & Wooton M.. 1986. Ilmu Pangan.
Terjemahan: H.Purnomo & Adiono. Univ. Indonesia Press. Jakarta.

Dwidjoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Malang.

Graumann P.2007.Bacillus: Cellular and Molecular Biology. Caister Academic


Press.

Habtemariam S, Gray A.L. , Halbert G.W., and Waterman P.G. 1990. A Novel
Antibacterial Diterpene From Premna schimperi. Medica56:187-189.

Irianto Koes. 2007. Mikrobiologi : Menguak Dunia Mikroorganisme. Yrama


Widya. Bandung.

Jenie BSL, K. Undriyani, & R. Dewanti. 1992.Pengaruh konsentrasi jahe dan


waktu kontakterhadap aktivitas beberapa mikrobapenyebab kerusakan pangan.
Bul. Pen. Ilmudan Tek. Pangan III (2): 1-16.

Komariah, II Arief& Y. Wiguna. 2004. Kualitas Fisik dan Mikroba Daging Sapi
yang DitambahJahe (Zingiber officinale Roscoe) pada Konsentrasidan Lama
Penyimpanan yang Berbeda.Departemen Ilmu Produksi Ternak, Fakultas
Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lay B.W. & S. Hastowo. 1992. Mikrobiologi.Rajawali Press. Jakarta.

Madigan M and Martinko J (editors). 2005. Brock Biology of Microorganisms (11th


ed.).Prentice Hall.
Nursal. 1997. Pengaruh Ekstrak Akar Acanthusilicifolius Terhadap Pertumbuhan
BakteriVibrioparahaemolyticus. Jurnal Biosains. Vol 2(1):32-37

Nursal. 1998. Pengaruh Ekstrak Akar Acanthusilicifolius Terhadap Pertumbuhan


Bakteri Vibriosp. Prosiding Seminar Nasional VI EkosistemMangrove. Pekanbaru
15-18 September 1998;273-277

Sri Wulandari Nursal dan Wildan Sukma Juwita.2006. Bioaktifitas Ekstrak Jahe
(Zingiber officinale Roxb.) dalam Menghambat Pertumbuhan Koloni Bakteri
Escherichia coli dan Bacillus subtilis.Jurnal Biogenesis Vol. 2(2):64-66.
Laboratorium Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Universitas Riau.Riau.

Ockerman HW. 1984. Quality Control of Post mortemMuscle Tissue. Vol. 4:


Microbiology.12thEd. Dept. of Animal Sci., The Ohio StateUniversity & The Ohio
Agriculture Research& Development Center. Ohio.
KELEBIHAN DARI MAKALAH

Didalam makalah ini mikrobiologi diterangkan secara jelas mulai dari


pengertian mikrobiologi , bagaimana sejarah mikrobiologi di dunia ,apa saja yang
dihasilkan penemu mikrobiologi, mengidentifikasi penyebab terjadinya penyakit
karena mikroorganisme dan bagaimana cara pencegahan dan therapinya serta siapa
saja penemu mikrobiologi yang terkenal di dunia.
Dari membaca makalah ini kita bisa melihat bagaimana penemu – penemu
menhasilkan temuannya dan banyak yang dipakai pada zaman modern saat ini.
Seperti contohnya untuk mengatasi infeksi dokter – dokter zaman modern sekarang
ini telah menggunakan antiseptic untuk mencegah infeksi tersebut.
Hal lain misalnya merkuri telah digunakan untuk mengobati sifilis dan kulit
kayu pohon kina (cinchona) digunakan untuk mengobati malaria. Orang tahu bahwa
tumbuhan berperan sebagai bahan untuk chemoterapi.
Penulis mengambil referensi yang kemudian dimodifikasi menjadi suatu
makalah yang mudah dimengerti dengan bahasa yang ringan dan jelas.

KEKURANGAN DARI MAKALAH

Dengan adanya rekayasa genetika, sifat – sifat makhluk hidup dapat diubah
dengan mudah, termasuk menyisipkan gen jahat yang dapat digunakan untuk
membunuh atau meneror manusia, Mengganggu keseimbangan lingkungan.
Organisme baru hasil rekayasa manusia dikhawatirkan akan dapat memenangkan
kompetisi dan menyingkirkan organisme yang telah ada di alam sehingga dapat
menimbulkan ketidakseimbangan alam.