Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah

Dosen Pengampu:

Sulfah Anjarwati, ST. MT.

Oleh:

Dewan Anjar Prastiawan (1303010021)

Dicci Vandanu Sukamawan (1303010023)

Hasan Al Hakim (1303010024)

Alif M.Setiani (1303010025)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2013/2014

Prak. Ilmu Ukur Tanah


KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, Penulis memanjatkan puji syukur
kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan rahim-Nya yang telah dilimpahkan, taufiq dan
hidayah-Nya dan atas segala kemudahan yang telah diberikan sehingga penyusunan makalah
Praktikum Ilmu Ukur Tanah ini dapat terselesaikan dengan baik.

Shalawat terbingkai salam semoga abadi terlimpahkan kepada sang pembawa risalah
kebenaran yang semakin teruji kebenarannya baginda Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-
sahabat, serta para pengikutnya. Dan Semoga syafa’atnya selalu menyertai kehidupan ini.

Dalam kesempatan kali ini,penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Sulfah Anjarwati, ST.MT, selaku Dosen Ilmu Ukur Tanahyang telah membimbing penulis
sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
2. Bapak Budi, selaku Laboran teknik Sipil
3. Tiko Pangestu, selaku asisten dosen praktikum ilmu ukur tanah yang telah menjelaskan dan
membing dalam praktikum
4. Semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan yang tidak dapat kami sebutkan
satu persatu.

Setitik harapan dari penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat serta bisa menjadi
wacana yang berguna. Penulis menyadari keterbatasan yang penyusun miliki. Untuk itu, penulis
mengharapkan dan menerima segala kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan
penyempurnaan makalah ini.

Purwokerto, Juli 2014

Penulis,
Prak. Ilmu Ukur Tanah
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
I.1 Latar Belakang ..................................................................................................................
I.2 Rumusan Masalah .............................................................................................................
I.3 Ruang Lingkup ..................................................................................................................
I.4 Langkah Kerja ...................................................................................................................
I.5 Alat dan Bahan ..................................................................................................................
I.6 Keselamatan Kerja ............................................................................................................
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................
II.1 Persyaratan Operasional Theodolite ...........................................................................
II.2 Mengatur Sumbu Tegak ................................................................................................
II.3 Penyetelan Alat Theodolite ..........................................................................................
BAB III. TUJUAN DAN MANFAAT .........................................................................
III.1 Manfaat ..........................................................................................................................
III.2 Tujuan .............................................................................................................................
BAB IV. HASIL DAN ANALISA ................................................................................
IV.1 Data Praktikum ..............................................................................................................
IV.2 Pengolahan Data ...........................................................................................................
IV.3 Analisa ............................................................................................................................
IV.4 Gambar Polygon ...........................................................................................................
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................
V.1 Kesimpulan .....................................................................................................................
V.2 Saran ..................................................................................................................................
BAB VI. DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

Prak. Ilmu Ukur Tanah


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Pengukuran dan pemetaan poligon merupakan salah satu metode pengukuran dan pemetaan
kerangka dasar horizontal untuk memperoleh koordinat planimetris (X, Y) titik-titik ikat
pengukuran. Metode poligon adalah salah satu cara penentuan posisi horizontal banyak titik
dimana titik satu dengan lainnya dihubungkan satu sama lain dengan pengukuran sudut dan jarak
sehingga membentuk rangkaian titik-titik (poligon). Dapat disimpulkan bahwa poligon adalah
serangkaian garis berurutan yang panjang dan arahnya telah ditentukan dari pengukuran di
lapangan.
Pengukuran poligon sendiri mempunyai maksud dan tujuan untuk menentukan letak titik
di atas permukaan bumi serta posisi relatif dari titik lainnya terhadap suatu sistem koordinat
tertentu yang dilakukan melalui pengukuran sudut dan jarak dan dihitung terhadap referensi
koordinat tertentu. Selanjutnya posisi horizontal/koordinat tersebut digunakan sebagai dasar
untuk pemetaan situasi topografi suatu daerah tertentu.

I.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana kondisi tanah disekitar gedung Fakultas Ekonomi-UM Purwokerto?
2. Berapa luas gedung Fakultas Bahasa-UM Purwokerto?

I.3 Ruang Lingkup


1. Pengukuran sederhana untuk mendapatkan data primer yaitu data luas bangunan atau
lahan.
2. Pengukuran jarak antar titik yang telah ditentukan.

I.4 Langkah Kerja


1. Meletakan patok-patok pada area lapangan sesuai dengan sketsa yang telah dibuat (A, B,
C, D,).
2. Memasang Theodolit diatas statif pada titik A (titik awal) kemuadian mengatur gelembung
nivo agar berada di tengah dan memastikan Theodolit tegak lurus terhadap Bench mark
sehingga diperoleh sudut vertikal 90°.
3. Menghitung tinggi alat di titik A dengan menggunakan pita ukur.

Prak. Ilmu Ukur Tanah


4. Membidikan Theodolit ke titik B dan melakukan pembacaan sudut, benang atas, benang
tengah, dan benang bawah.
5. Menghitung jarak antara titik A dan B dengan menggunakan pita ukur.
6. Setelah itu membidikan Theodolit ke titik D kemudian catat sudut Horizontal, benang
atas, benang tengan, benang bawah.
7. Menghitung jarak antara titik A dan D dengan pita ukur.
8. Memindahkan Theodolit ke titik B kemudian mengatur gelembung nivo agar berada
ditengah dan memastikan Theodolit tegak lurus terhadap Bench mark sehingga diperoleh
sudut vertikal 90°.
9. Menghitung tinggi alat di titik B dengan menggunakan pita ukur.
10. Membidikan theodolit searah jarum ke titik C dan melakukan pembacaan sudut, benang
atas, benang tengah dan benang bawah.
11. Menghitung jarak antar titik B dan C dengan menggunakan pita ukur.
12. Setelah itu membidik Theodolit ke titik A kemudian catat sudut Horizontal, benang atas,
benang tengah, dan benang bawah.
13. Menghitung jarak antara titik B dan A dengan pita ukur.
14. Memindahkan Theodolit ke titik C kemudian mengatur gelembung nivo agar berada
ditengah dan memstikan Theodolit tegak lurus terhadap Bench mark sehingga diperoleh
sudut vertikal 90°.
15. Menghitung tinggi alat di titik C dengan menggunakan pita ukur.
16. Membidik Theodolit searah jarum jam ke titik D dan melakukan pembacaan sudut,
benang atas, benang tengah, benang bawah.
17. Menghitung jarak antara titik C dan D dengan menggunakan pita ukur.
18. Setelah itu membidik Theodolit ke titik B kemudian catat sudut Horizontal, benang atas,
benang tengah, dan benang bawah.
19. Menghitung jarak antara titik C dan B dengan pita ukur.
20. Lakukan langkah-langkah seperti di atas, terhadap titik-titik yang lain sampai titik terkhir
21. I.5 Alat dan Bahan
1. Theodolit 1 buah
2. Unting-unting 1 buah
3. Payung 1 buah
4. Meteran 1 buah
5. Patok 1 buah
6. Statif 1 buah
7. Kertas dan Alat Hitung
Prak. Ilmu Ukur Tanah
8. Data Board dan Alat Tulis

I.6 Keselamatan kerja


1. Menggunakan helm.
2. Pergunakan alat sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.
3. Menggunakan sepatu untuk melindungi kaki.
4. Melindungi PPD dari sinar matahari langsung dengan menggunakan payung.
5. Serius dan tidak bersenda gurau ketika praktek serta melaksanakan praktek sesuai dengan
instruksi dosen dan asisten.

TINJAUAN PUSTAKA

Prinsip kerja pengukuran poligon yaitu mencari sudut jurusan dan jarak dari gabungan
beberapa garis yang bersama-sama membentuk kerangka dasar untuk keperluan pemetaan suatu
daerah tertentu

II.1 Persyaratan Operasi Theodolit


Syarat–syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap dipergunakan untuk
pengukuran yang benar adalah sebagai berikut :

Prak. Ilmu Ukur Tanah


1. Sumbu I harus tegak lurus dengan sumbu II (dengan menyetel nivo tabung dan nivo
kotaknya).
2. Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu II.
3. Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan indeks skala tegak.
4. Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu II. (syarat 2, 3, dan 4
sudah dipenuhi oleh pabrik pembuatnya).

II.2 Mengatur Sumbu Tegak


Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatur sumbu tegak adalah sebagai berikut:
1. Usahakan agar nivo lingkaran mendatar sejajar dengan arah 2 sekrup kaki statif.
2. Tengahkan posisi gelembung nivo dengan cara memutar kedua skrup kaki statif secara
bersamaan dengan arah yang berlawanan.
3. Setelah keadaan gelembung nivo berada di tengah maka putar theodolit 90º, tengahkan
posisi gelembung nivo dengan hanya memutar skrup kaki statif yang ketiga
4. Kemudian kembalikan ke kedudukan semula (sejajar skrup kaki statif 1 dan 2).
5. Tengahkan kembali posisi nivo apabila gelembung nivo belum berada ditengah.
6. Kemudian putar theodolit 180º, sehingga nivo berputar mengelilingi sumbu tegak dalam
kedudukan nivo yang sejajar dengan skrup kaki kiap 1 dan 2.
7. Bila garis arah nivo tegak lurus dengan sumbu tegak, maka gelembung nivo akan tetap
berada ditengah.

II.3 Penyetelan Alat Theodolit


1. Mendirikan statif sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.
2. Pasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan peawat dan sekrup
pengunci di kepala statif.
3. Stel nivo kotak dengan cara:
o Putarlah sekrup A,B secara bersama-sama hingga gelembung nivo bergeser kearah
garis sekrup C. (lihat gambar 3a).
o Putarlah sekrup c ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah
(lihat gambar 3b).
o Setel nivo tabung dengan sekrup penyetel nivo tabung.

Prak. Ilmu Ukur Tanah


4. Bila penyetelan nivo tabung menggunakan tiga sekrup penyetel (A,B,C), maka caranya
adalah:
o Putar teropong dan sejajarkan dengan dua sekrup A,B (lihat gambar 4a).
o Putarlah sekrup A, B masuk atau keluar secara bersama-sama, hingga gelembung nivo bergeser ke
tengah (lihat gambar 4a).
o Putarlah teropong 90º ke arah garis sekrup C (lihat gambar 4b).
o Putar sekrup C ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah.

5. Periksalah kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan cara
memutar teropong ke segala arah. Bila ternyata posisi gelembung nivo bergeser, maka
ulangi beberapa kali lagi dengan cara yang sama seperti langkah sebelumnya. penyetelan
akan dianggap benar apabila gelembung nivo kotak dan nivo tabung dapat di tengah –
tengah, meskipun teropong diputar ke segala arah.

Adapun langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut :

Prak. Ilmu Ukur Tanah


1) Perhitungan Sudut Jurusan Awal (α 2) Perhitungan Syarat Geometrik KPS
awal) dan Sudut Jurusan Akhir (α akhir) (Kesalahan Penutup Sudut)
α awal = ArcTan (X akhir - X awal) / (Y KPS = (Σβ - ((n - 2) . 180) - (α awal - α
akhir - Y awal) akhir)
α akhir = ArcTan (X awal - X akhir) / (Y fβ = -KPS
awal - Y akhir) Koreksi (Vβi) = fβ/n, n=jumlah titik sudut
Toleransi KPS = 7"√n

Prak. Ilmu Ukur Tanah


3) Perhitungan Sudut yang Dikoreksi ) Perhitungan Sudut Jurusan Masing-
βa kor = βa + Vβi masing Titik
βb kor = βb + Vβi αba = αag + 180 - βb kor
βc kor = βc + Vβi αcb = αba + 180 - βc kor
Dst…………. Dst...

5) Perhitungan Δx (Δabsis) 6) Perhitungan Δy (Δordinat)


ΔXag = d1 x sin αag ΔYag = d1 x cos αag
ΔXba = d2 x sin αba ΔYba = d2 x cos αba
Dst………… Dst…………
Σdi sin αi = ΔXag + ΔXba + ΔXcb +⋯ Σdi cos αi= ΔYag + ΔYba + ΔYcb +..

7) Perhitungan Kesalahan Absis 8) Perhitungan Kesalahan Ordinat


fx = Σdi . sin αi - (Xa - Xg) fy = Σdi . cos αi - (Ya – Yg)

9) Perhitungan Koreksi Absis 10) Perhitungan Koreksi Ordinat


VXag = (d1 / Σdi) . (-fx) VYag = (d1 / Σdi) . (-fy)
VXba = (d2 / Σdi) . (-fx) VYba = (d2 / Σdi) . (-fy)
Dst………… Dst…

11) Perhitungan Δx (Δabsis) yang


Terkoreksi
ΔXag kor = ΔXag + VXag
Dst…………

12) Perhitungan Δy (Δordinat) yang


Terkoreksi
ΔYag kor = ΔYag + VYag
Dst………

Prak. Ilmu Ukur Tanah


13) Perhitungan Koordinat Titik Definitif
XA = XG + ΔXag
YA = YG + ΔYag
Dst...

Poligon adalah metode pengukuran dengan rangkaian segi banyak dalam menentukan
suatu posisi atau titik yang dapat diketahui koordinatnya dengan menghitung dari pengukuran
arah, sudut dan jarak. Hasil pengukuran ini digunakan sebagai kerangka dasar pemetaan.
Penentuaan koordinat dengan cara ini membutuhkan.
1. Koordinat awal
Bila diinginkan sistem koordinat terhadap suatu sistem tertentu maka dipilih koordinat
titik yang sudah diketahui. Bila dipakai sistem koordinat lokal maka pilih salah satu titik BM
kemudian beri harga koordinat tertentu dan titik tersebut dipakai sebagai acuan untuk titik-titik
yang lain.
2. Koordinat akhir
Koordinat titik ini dibutuhkan untuj memenuhi syarat geometri hitungan koordinat dan
harus dipilih titik yang mempunyai sistem koordinat yang sama dengan koordinat awal.
3. Azimuth awal
Azimuth awal harus diketahui sehubungan dengan arah orientasi dari sistem koordinat
yang dihasilkan dan pengadaan datanya dapat dapat ditempuh dengan dua cara sebagai berikut:
a) Hasil hitungan koordinat titik-titik yang telah diketahui dan akan dipakai sebagai titik acuan
sistem koordinatnya.
b) Hasil pengamatan astronomis (matahari) pada salah satu titik poligon sehingga didapatkan
azimuth ke matahari dari tiitk yang bersangkutan. Dan selanjutnya dihasilkan azimuth kesalah
satu poligon tersebut dengan ditambahkan ukuran sudut mendatar (azimuth matahari).
4. Data ukuran sudut dan jarak
Sudut mendatar pada setiap stasiun dan jarak antar dua titik kontrol perlu diukur dilapangan.
Berdasarkan bentuknya poligon dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu:

1. Poligon berdasarkan visualnya,yaitu:


a) Poligon tertutup

b) Poligon terbuka

Prak. Ilmu Ukur Tanah


BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT SURVEY

III.1 Tujuan
Percobaan ini bertujuan untuk menentukan letak suatu titik dalam suatu sistem
koordinat tertentu dan menerapkan penggunaan alat Theodolit dalam pembuatan kerangka
dasar pemetaan.

 Mengetahui cara melakukan pengukuran dan pemetaan suatu wilayah tertentu dengan
cara polygon.
 Mengetahui bagaimana cara memakai alat-alat dalam Ilmu Ukur Tanah.
 Mengatahui bagaimana cara pengolahan data hasil survey.

III.2 Manfaat

 Mendapatkan data tentang luas suatu wilayah.


 Mendapatkan data tentang ketinggian tanah wilayah yang di survey
 Melakukan analisis data survey.

Prak. Ilmu Ukur Tanah


BAB IV
HASIL DAN ANALISA

IV.1 Data Praktikum

Tabel Data Tiap Titik

TitikZ D
Tinggi
letak Titik BA BT BB HA VA Lapangan
alat
theodolite
A A-E 0 90
A-B 198 166 164 89°21’30” 90 138 cm 34 m
B B-A 0 90
B-C 186 167 169 92°39’50” 90 141 cm 17 m
C C-B 0 90
C-D 181 151 149 94°39’40” 90 137.5 cm 32 m
D D-C 0 90
D-E 178 162 160 90°36’1” 90 144 cm 18 m

1. Sudut dalam sebelum koreksi


TITIK BESAR SUDUT
A 89°21’30”
B 82°39’50”
C 94°39’40”
D 90°36’1”
JUMLAH SUDUT 357°17' 1''
DALAM =

2. Koreksi sudut

 Poligon segi-n
R = (n-2) x 180O = (4.-2 ) X 180° = 360°0’0”
 Faktor Koreksi
F = (540O – jumlah sudut dalam)/n=
(360°0’0”- 357°16'20'')/4 = +0°40'44.75''

Prak. Ilmu Ukur Tanah


3. Sudut setelah dikoreksi

TITIK BESAR SUDUT DALAM


A 90°2'14.75''
B 83°20'34.75''
C 95°20’24.75”
D 91°16’45.75”
JUMLAH SUDUT 360°0'0”
DALAM =

4. Sudut Jurusan

TITIK BESAR SUDUT JURUSAN


Azimut 359° 21'30''
A-B 269° 23' 44.7''
B-C 172° 44'19.5''
C-D 88 °4'44.25''
D-A 359° 21 30''

A. Pengelolaan Data
Jarak
1. Proyeksi terhadap sumbu X
dij x = Lij sin αij
αij = Sudut Jurusan
Lij = d lapangan

Z Lij (m) Αij Hasil (dij x) Koreksi (+)


(+) (-)
A-B 34 269° 23' 44.7'' 33.998 0.017 -33.981
B-C 17 172° 44'19.5'' 2.148 0.017 2.165
C-D 32 88° 4'44.25'' 31.981 0.018 31.999
D-A 18 359° 21 30'' 0.201 0.018 -0.183
X K 101 34.129 34.199
e
-0.07 0
t
entuan : Timur = + Barat = -

2. Proyeksi terhadap sumbu Y


dij Y = Lij cos αij
αij = Sudut Jurusan
Lij = d lapangan

Prak. Ilmu Ukur Tanah


Ketentuan : Utara = + Selatan = -

Z Lij (m) Αij Hasil (dij y) Koreksi (-)


(+) (-)
A-B 34 269° 23' 44.7'' 0.358 0.462 -0.820
B-C 17 172° 44'19.5'' 16.863 0.461 -17.324
C-D 32 88° 4'44.25'' 1.078 0.461 0.617
D-A 18 359° 21 30'' 17.988 0.461 17,527
101 19.066 17.221 0
1.845

Perhitungan kesalahan
𝐷𝑜𝑝𝑡𝑖𝑠 − 𝐷𝑙𝑎𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛
𝐾𝑅 𝐷𝑜𝑝𝑡𝑖𝑠 = ( ) 𝑥100%
𝐷𝑙𝑎𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛

d lapangan d optis Kesalahan (%)


34 35 m 0.02.94
17 18.5 m 0,08823
32 32 m 0
18 18 m 0

Prak. Ilmu Ukur Tanah


IV.4 Gambar Polygon

a. Gambar poligon setelah koreks

Prak. Ilmu Ukur Tanah


Gambar poligon sudut luar

Prak. Ilmu Ukur Tanah


Keterangan gambar dan site lokasi

P1=A

P2=B

P3=C

P4 =D

Prak. Ilmu Ukur Tanah


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang kami lakukan maka dapat kami simpulkan bahwa :
1. Theodolit adalah alat ruang yang digunakan untuk mengukur sudut jurusan, jarak dan
beda tinggi titik di permukaan tanah.
2. Poligon adalah rangkaian garis khayal di atas permukaan bumi yang merupakan garis
lurus yang menghubungkan titik-titik dan merupakan suatu obyek pengukuran.
Poligon juga biasa disebut sebagai rangkaian segi banyak untuk pembuatan peta.

3. Dengan menentukan besar sudut dalam, baik secara azimuth maupun bearing, kita
dapat menentukan koordinat tiap titik sehingga kita dapat memperoleh bentuk
poligon. Setiap titik dalam rangkaian akan menjadi acuan bagi penentuan koordinat
titik-titik sekitarnya.

V.2 Saran

Saran-saran yang dapat kami berikan bertolak dari kesimpulan yang kami buat
Adalah :
1. Agar waktu pelaksanaan praktikum dapat dipercepat sehingga dalam pembuatan
laporan tidak terburu-buru.
2. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang besar sebaiknya dalam menjalankan
praktikum, praktikan harus dibimbing sebaik-baiknya mengingat praktikan baru
pertama kali melakukan pengukuran seperti ini.

Prak. Ilmu Ukur Tanah


BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Purwaamijaya, Iskandar Muda. 2008. Teknik Survei dan Pemetaan. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
Tim Penyusun Modul Praktikum Ilmu Ukur Tanah. 2010. Pedoman Praktikum Ilmu Ukur
Tanah. Depok : Laboratorium Survey dan Pemetaan, Jurusan Sipil, Fakultas Teknik,
Universitas Indonesia.
Wongsotjitro, Soetomo. 1980. Ilmu Ukur Tanah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Suharto. 2011. Pekerjaan Survei dan Pemetaan. http :// www. indahnyabelajar. wordpress.
com/2011/07/17/ pekerjaan-survei-dan-pemetaan/. Diakses tanggal 6 November
2011

Prak. Ilmu Ukur Tanah