Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIARE PADA IBU KLIEN BY.A

DISUSUN OLEH :
TRI WULANDARI
S17208

PRODI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA
2019

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) DIARE PADA ANAK

Topik : Pertolongan pertama pada anak diare


Sub Topik : Diare Pada anak
Sasaran : Ibu yang memiliki bayi atau balita
Hari/Tanggal :
Jam :
Waktu : 20 menit
Tempat : Sakura 11

A. Latar belakang
Peran keluarga dalam pertolongan pertama pada anak diare sangatlah
penting guna mencegah keparahan. Namun, orang tua sering terlalu panik dan
cemas bila anaknya diare sehingga melupakan pesan penting dari lagu anak-
anak tersebut. Kurangnya pengetahuan anggota keluarga merupakan penyebab
utama keluarga tidak
Sebaiknya orang tua bersabar dan lebih tenang menilai kondisi
anaknya, pada dasarnya diare merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self
limiting disease), yang dikhawatirkan dari diare adalah terjadinya dehidrasi,
karena itu orang tua harus tahu bagaimana cara memberikan pertolongan
pertama pada anak diare secara tepat.
B. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan diharapkan ibu dapat
memahami tentang diare pada anak dan dapat mengimplementasikan
bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada anak diare dengan tepat
sehingga dapat mengurangi resiko diare bertambah parah.
C. Tujuan Instruksional Khusus (TIM)
Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan diharapkan
masyarakat dapat menjelaskan kembali :
1. Pengertian Diare dan pola umum BAB pada anak
2. Gejala umum yang timbul akibat diare
3. Pertolongan pertama pada anak diare dengan benar

2
4. Pencegahan diare
D. Strategi Pelaksanaan / Metode
Strategi yang digunakan dalam penyampaian pendidikan kesehatan ini
berupa
1. Ceramah dan
2. Tanya jawab
E. Media Pendidikan kesehatan
Media Pendidikan kesehatan yang digunakan:
1. Materi SAP
2. Presentasi
3. Pamflet
F. Peserta : ibu balita
G. Seting tempat :

MAHASISWA IBU BALITA

H. Pokok Materi
1. Pengertian diare dan pola umum BAB pada anak
2. Gejala umum yang timbul akibat diare
3. Pertolongan pertama pada anak diare dengan benar
4. Pencegahan diare
5. Pengobatan diare (Oralit, LGG)

I. Rencana Proses Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan


NO Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Peserta

3
1 1 Menit Pembukaan : - Menjawab Salam
- Pendidik memberi salam - Mendengarkan
- Menjelaskan tujuan pembelajaran dan
- Menyebutkan materi / pokok Memperhatikan
bahasan yang akan disampaikan

2 10 Menit Pelaksanaan : - Menyimak dan


Menjelaskan materi pendidikan memperhatikan
kesehatan secara berurutan dan teratur
Materi : - Menyimak dan
1. Pengertian Diare memperhatikan
2. Gejala umum yang timbul akibat
diare
3. Pertolongan pertama pada anak
diare dengan benar
4. Pencegahan diare
5. Pengobatan diare (Oralit, LGG)

3 2 Menit - Simulasi cara pembuatan Larutan - Memperhatikan


Gula Garam dengan seksama

4 2 Menit - Membuka sesi tanya jawab - Bertanya,dan


menjawab
pertanyaan
5 1 Menit Penutup :
- Mengucapkan terima kasih dan -Menjawab salam
salam

4
J. Metode Evaluasi
a. Metode Evaluasi : Tanya jawab
b. Jenis Evaluasi : Lisan

K. Kriteria Evaluasi
 Struktur
1. Rencana kegiatan pendidikan kesehatan pertolongan pertama pada anak
diare telah disiapkan oleh perawat
2. Materi pertolongan pertama pada anak diare telah disiapkan oleh perawat
3. Kontrak telah dilakukan kepada Ibu
4. Pamflet telah dibagikan sebelum kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan
 Proses
1. Pelaksanaan pendidikan kesehatan pada ibu sesuai waktu dan strategi
yang telah ditetapkan oleh perawat
2. Ibu mengikuti dan menyimak dengan baik kegiatan pendidikan
kesehatan yang diberikan oleh perawat
3. Ibu antusias dengan materi pendidikan kesehatan yang diberikan oleh
perawat
 Hasil
1. Ibu mampu menjelaskan dan memahami pengertian diare dan pola
umum BAB pada anak
2. Ibu mengetahui dan memahami bagaimana gejala umum yang timbul
akibat diare
3. Ibu memahami dan mengetahui bagaimana pertolongan pertama pada
anak diare dengan benar
4. Ibu mengetahui cara pencegahan diare
5. Ibu mengetahui cara pengobatan diare (Oralit, LGG)
6. Ibu bisa menjelaskan kembali bagaimana cara membuat Larutan Gula
Garam

L. DAFTAR HADIR
1. Ibu Balita

5
2. Suami dari ibu balita
G. DAFTAR PUSTAKA
http://medicastore.com/diare/menangani_diare_anak.htm
Judul : Menangani Diare Pada Anak dengan Tepat, Pengobatan Daire, Dan
Pencegahan Diare
M. LAMPIRAN
Pertolongan Pertama Pada Anak Diare

1. PENGERTIAN
Diare masih merupakan masalah kesehatan nasional karena
angka kejadian dan angka kematiannya yang masih tinggi. Balita di
Indonesia rata-rata akan mengalami diare 2-3 kali per tahun. Dengan
diperkenalkannya oralit, angka kematian akibat diare telah sangat
menurun. Walaupun demikian, balita yang mengalami gizi kurang masih
cukup tinggi, yang antara lain dapat merupakan akibat penyakit diare
pada anak.
2. PENYEBAB
Secara umum penyebab diare adalah:
a. Adanya Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
b. Alergi terhadap makanan atau efek samping obat tertentu, misalnya
makanan pedas atau susu yang tidak cocok dengan anak tersebut.
c. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti:
Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
d. Pemanis buatan, tidak tahan terhadap laktosa.

3. GEJALA YANG TIMBUL AKIBAT PENYAKIT DIARE


Karena terjadinya mencret dan muntah yang terus menerus,
pada awalnya anak akan merasa haus karena telah terjadi dehidrasi
(kekurangan cairan tubuh) ringan. Bila tidak ditolong, dehidrasi
bertambah berat dan timbullah gejala-gejala: anak tampak cengeng,
gelisah, dan bisa tidak sadarkan diri pada dehidrasi berat. Mata
tampak cekung, ubun-ubun cekung (pada bayi), bibir dan lidah

6
kering, tidak tampak air mata walaupun menangis, turgor
berkurang yaitu bila kulit perut dicubit tetap berkerut, nadi
melemah sampai tidak teraba, tangan dan kaki teraba dingin, dan
kencing berkurang. Pada keadaan dehidrasi berat nafas tampak
sesak karena tubuh kekurangan zat basa (menderita asidosis). Bila
terjadi kekurangan elektrolit dapat terjadi kejang.
4. PRINSIP PENGOBATAN DIARE
Penyakit diare dapat mengakibatkan kematian bila dehidrasi tidak
diatasi dengan baik dan dapat mencetuskan gangguan pertumbuhan
(kurang gizi) bila tidak diberikan terapi gizi yang adekuat. Sebagian
besar diare pada anak akan sembuh sendiri (self limiting disease)
asalkan dicegah terjadinya dehidrasi yang merupakan penyebab
kematian. Oleh karena itu, prinsip pengobatan diare adalah:
1. Rehidrasi: mengganti cairan yang hilang, dapat melalui mulut
(minum) maupun melalui infus (pada kasus dehidrasi berat).
2. Pemberian makanan yang adekuat: jangan memuasakan anak,
pemberian makanan seperti yang diberikan sebelum sakit harus
dilanjutkan, termasuk pemberian ASI. Pada diare yang ringan tidak
diperlukan penggantian susu formula.
3. Pemberian obat seminimal mungkin. Sebagian besar diare pada
anak akan sembuh tanpa pemberian antibiotik dan antidiare.
Bahkan pemberian antibiotik dapat menyebabkan diare kronik.
5. PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK DIARE
a. Bila anak menderita diare dan belum menderita dehidrasi, segera
berikan minum sebanyak 10 ml per satu kilogram berat badan setiap
kali mencret agar cairan tubuh yang hilang bersama tinja dapat diganti
untuk mencegah terjadinya dehidrasi, sehingga mencegah terjadinya
kematian.
b. Bila telah terjadi dehidrasi, minumkanlah oralit dengan takaran
sebagai berikut
- 1 bungkus oralit di campur dengan 200 ml air matang hangat (1
gelas)

7
- Berikan sesendok setiap 1-2 menit sekali untuk anak dibawah umur 2
tahun.
- Berikan beberapa teguk dari gelas untuk anak lebih tua.
- Bila anak muntah, tunggulah 10 menit kemudian berikan cairan lebih
lama (misalnya sesendok tiap 2-3 menit)
- Bila diare berlanjut setelah oralit habis hendaknya kembali kepada
petugas kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
c. Segera bawa anak ke dokter atau puskesmas jika:
 Muntah terus menerus sehingga diperkirakan pemberian oralit
tidak bermanfaat
 Mencret yang hebat dan terus menerus sehingga diperkirakan
pemberian oralit kurang berhasil
 Diare terus menerus
 Demam yang tinggi
 Terdapat tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, tangan dan kaki
dingin, tidak sadar)
Bagaimana mengetahui keadaan anak membaik dan tidak
perlu dibawa ke dokter? Tentu saja dengan melihat adanya perbaikan
dari gejala-gejala yang disebutkan di atas. Kesadaran anak membaik,
rasa hausnya akan menghilang, mulut dan bibirnya mulai membasah,
kencing banyak, dan turgor kulit perutnya membaik.
6. PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK
Untuk pencegahan diare pada anak dapat dilakukan
beberapa upaya praktis seperti :
a. Siapkan makanan yang bersih dan higienis. Sebaiknya kita
memasaknya sendiri.
b. Penyediaan air minum yang bersih, tentunya di masak dengan
baik.
c. Kebersihan perorangan, baik kebersihan anak maupun
kebersihan orang yang merawat anak tersebut.
d. Cuci tangan sebelum makan. Biasakan ini sedari dini.
e. Pemberian ASI eksklusif

8
f. Buang air besar pada tempatnya
g. Buang sampah pada tempatnya.
h. Lindungi makanan dari serangga, seperti lalat, semut dan
sebagainya yang sering hinggap pada makanan.
i. Lingkungan hidup yang sehat
7. PEMBERIAN LARUTAN GULA GARAM SEBAGAI PENGGANTI
ORALIT
a. Bahan yang diperlukan:
- Gula pasir 1 sdt
- Garam dapur ¼ sdt
- Air matang/ teh hangat ± 200 ml
b. Alat yang diperlukan:
- Gelas
- Sendok teh
c. Cara pembuatan:
1. Cuci tangan dengan bersih
2. Isi gelas dengan air matang atau teh hangat
3. Tuangkan 1 sdt gula pasir dan ¼ sdt garam ke dalam gelas
lalu aduk sampai keduanya tercampur rata