Anda di halaman 1dari 5

Tabel hasil pengamatan tanaman Bryophyta dan Pterydopyhta

Gambar Foto Keterangan

Sphagnum Antheridium (40 X)


Deskripsi
Pada Sphagnum Antheridium memiliki struktur daun dan batang semu. Struktur daunnya berbentuk
spiral dan berkelompok , yang semakin merapat pada ujung batang gametofit

a. Mikrospora
b. Megaspora

Selaginella (40X)
Deskripsi
Pada selaginella terdapat mikrospora dan megaspora, dimana yang mikrospora merupakan sel jantan
yang terdiri dari anteridium bulat dikelilingi selubung steril (antheridium) dari sel tanpa
dinding mikrospora dan megaspora merupakan sel betina yang memiliki struktr yang matang yang
berfungsi untuk reproduksi sel
Gambar Foto Keterangan

Moss kapsul
Deskripsi

Pada sel Moss kapsul terdapat stomata, terutama di leher. Kedua lapisan konsentris merupakan
amphithecium Secara internal, endothecium terdiri dari sebuah silinder jaringan sporogenous,
mengelilingi sebuah columnella sel steril

Polystichum acuostichoides
(sporangia)

Deskripsi
Pada sel Polystichum acuostichoides terdapat yang memiliki kapsul spora yang telah mencapai
diferensiasi yang paling mendalam. Dimana kapsul spora ini memiliki dinding kapsul dibagian atas yang
tersusun berupa tutup atau disebut operculum yang miliki simetri radial, kaliptra yang berasal dari
bagian atas dinding arkegonium dimana sel-sel yang menyusun kaliptra.
Lumut moss (bulbis)

Deskripsi

Pada sel Lumut moss (bulbis) terdapat arkegoniumnya yang berfungsi untuk melindungi sel arkegonia ,
serta terdapat Calypatra yang berfunsi untuk melindungi sporofit didalamnya

Spora tanaman Paku

Deskripsi

Spora pada tumbuhan paku terdapat inducium yang melindungi sporofil yang memiliki bentuk seperti
strobilus yang adalah gabungan beberapa sporofil yang membentuk struktur seperti kerucut pada ujung
cabang
Polytrichum leaves

Deskripsi

Pada daun Polytrichum memiliki jaringan sel kulitnya bersifat seperti spon. Dinding yang membujur dan
melintang memiliki liang yang bulat. Memiliki spora sebagai alat perkembangbiakan dimana protonema
yang terdapat pada kuncupnya yang awalnya merupakan spora yang kecil dan haploid, berkecambah
menjadi suatu protalium

Gambar Foto Keterangan

Selaginella stem

Deskripsi

Pada Selaginella stem memiliki dua jenis sporangium tersebut terdapat pada sporofil yang berbeda, yaitu
mikrosporofil dan megasporofil. Sporangium tunggal, terletak pada ketiak sporofil, yaitu diantara suatu
sumbu dengan ligula. Umumnya kedua jenis sporofil tersebut bersama-sama tersusun pada sebuah
strobilus (strobilus sporangiat). Spora berkembang secara endosporik, yaitu gametofit berkembang dibatasi
oleh dinding spora
Sphagnum (daun) (40X)

Deskripsi

Pada Sphagnum memiliki beberapa sel, yang terdapat pada daun dan memiliki warna hijau karena
mengandung klorofil, memiliki kapsul yang tegak, dan epidermisnya tersusun atau selapis. Memiliki kulit
batang atau epidermis yang terdiri atas selapis sel yang telah mati.

Fern (Rhizome) (40X)

Deskripsi

Pada Fern (Rhizome) terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan jaringan pengangkut.
Bentuk jaringan epidermis pada akar cenderung tidak beraturan, yang disebabkan bentuk akar yang
serabut. Jaringan pengangkut tersusun atas floem yang mengelilingi xilem, dengan ukuran xilem yang
lebih besar