Anda di halaman 1dari 2

Dosis

1. Precedex : Harus diberikan menggunakan alat infus yang terukur. Harus


diencerkan dengan larutan natrium klorida 0,9% sebelum diberikan. Dosis
individual dan dititrasi sesuai respons klinik. Dosis dewasa. Infus, loading
dose, 1 mcg/kg bb selama 10 menit, diikuti dengan infus rumatan, 0,2 - 0,7
mcg/kg bb/jam. Kecepatan pemberian infus disesuaikan dengan
respon. Tidak boleh diberikan lebih dari 24 jam. Dapat diberikan sebelum,
selama dan sesudah proses ekstubasi selama tidak melebihi 24 jam.
Dilakukan penyesuaian dosis pada pasien gangguan fungsi ginjal atau hati.
Anak, tidak dianjurkan.
2. Diazepam : oral: ansietas 2 mg 3 kali/hari, dinaikkan bila perlu sampai 15-30
mg/hari dalam dosis terbagi. Untuk LANSIA atau debil dosis setengahnya.
Insomnia yang disertai ansietas 5-15 mg sebelum tidur. Injeksi
intramuskular atau injeksi intravenalambat (kedalam vena yang besar dengan
kecepatan tidak lebih dari 5 mg/menit) untuk ansietas akut berat,
pengendalian serangan panik akut, dan putus alkohol akut: 10 mg diulangi
bila perlu setelah tidak kurang dari 4 jam. Infus intravena lihat 4.8.1. Dengan
melalui Rektal sebagai larutan untuk ansietas akut dan agitasi: 10 mg (lansia
5 mg) diulang setelah lima menit bila perlu. Untuk ansietas apabila pemberian
oral tidak dapat dilakukan obat diberikan melalui rektum sebagai supositoria:
10-30 mg (dosis lebih tinggi terbagi).

3, Ketamin : Pemberian secara intravena: Rentang dosis awal: 1 mg/kg BB - 4,5 mg/ kg BB.
Rata-rata dosis yang diperlukan untuk menghasilkan efek anestesi selama lima sampai sepuluh
menit adalah 2 mg/kg BB. Induksi anestesi: 1,0 - 2,0 mg/kg BB dengan kecepatan pemberian 0,5
mg/kg BB/menit, yang diberikan dalam syringe terpisah selama 1 menit.
Pemberian secara intramuskular: Dosis awal: 6,5-13 mg/kg BB. Dosis 10 mg/kg BB biasanya
menghasilkan efek anestesi selama 12 sampai 25 menit pada prosedur pembedahan.
Midazolam : Pemberian IM (intramuskuler)
Dosis 70-80 mcg/kg (kisaran dosis ~5 mg) 30-60 menit sebelum operasi
(kurangi sebesar 50% untuk pasien sakit kronis atau geriatri)

Pemberian IV (intravena)

 Dosis Awal: Biasanya 0,5-1 mg diberikan selama dari 2 menit (tidak


melebihi 2,5 mg/dosis); tunggu 2-3 menit untuk mengevaluasi efek
sedatif setelah setiap penyesuaian dosis; Total dosis >5 mg
biasanya tidak diperlukan untuk mencapai sedasi yang diinginkan;
kurangi 30% lebih sedikit midazolam jika pasien mendapatkan
premedikasi dengan narkotik atau depresan SSP lainnya
 Pada pasien lemah atau pasien sakit kronis: 1,5 mg IV awalnya;
ulangi 1 mg/dosis IV setiap 2-3 menit jika perlu (PRN); tidak
melebihi dosis kumulatif 3,5 mg; efek puncak mungkin tertunda
pada usia lanjut, sehingga kenaikan dosis harus dilakukan sedikit
demi sedikit dengan laju injeksi yag lambat
 Dosis Pemeliharaan: 25% dari dosis efektif awal oleh titrasi lambat
jika diperlukan; kurangi 30% dosis premedikasi dengan opiat (50%
pada usia lanjut/kronis sakit)

Untuk Anestesi
Dosis Induksi

 Usia <55 tahun tanpa premedikasi: 300-350 mcg/kg injeksi IV


diberikan selama 20-30 detik; tunggu 2-3 menit untuk mengevaluasi
efek sedatif setelah setiap penyesuaian dosis; dapat menggunakan
kelipatan 25% dari dosis awal untuk menyelesaikan induksi; dapat
digunakan hingga 0,6 mg/kg dosis total dalam kasus resisten, tapi
dosis tersebut dapat memperpanjang pemulihan
 Usia >55 tahun tanpa premedikasi dan tanpa penyakit sistemik,
pada pasien yang tidak lemah: 300 mcg/kg selama 20-30 detik pada
awalnya; tunggu 2-3 menit untuk mengevaluasi efek sedatif setelah
setiap penyesuaian dosis
 Usia >55 tahun tanpa premedikasi tetapi ada penyakit sistemik atau
kondisi pasien lemah: 200-250 mcg/kg diberikan selama 20-30
detik; 0,15 mg/kg dalam beberapa kasus; tunggu 2-3 menit untuk
mengevaluasi efek sedatif setelah setiap penyesuaian dosis
 Usia >55 tahun dengan premedikasi: 150-350 mcg/kg injeksi IV
selama 20-30 detik; tunggu 2-3 menit untuk mengevaluasi efek
sedatif setelah setiap penyesuaian dosis; dosis 250 mcg/kg biasanya
cukup untuk mencapai efek yang diinginkan

Dosis Pemeliharaan
Dapat ditambahkan sebesar 25% dari dosis induksi bila ada tanda-tanda
bahwa efek anestesi keringanan

3.