Anda di halaman 1dari 20

CRITICAL BOOK REPORT

PENELITIAN TIDAKAN KELAS

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Lulus Mata Kuliah Penelitian
Tindakan Kelas

Dosen Pengampu : Drs.Arifin Siregar,M.Pd

DISUSUN OLEH :

NAMA : Tri Isna Agus Setia

NIM : 1173311135

KELAS : G EKSTENSI 2017

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis, sehingga bisa menyelesaikan
tugas mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas yaitu Critical Book Report.

Penulis menyampaikan terimakasih kepada Dosen mata kuliah Penelitian Tindakan


Kelas yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pengerjaan tugas ini, orang
tua yang selalu mendukung kelancaran tugas penulis, serta teman-teman di kelas G-
Ekstensi.

Dalam pengerjaan tugas ini, penulis menyadari masih jauh dari kata sempurna.
Oleh sebab itu, penulis tidak menutup diri dari para pembaca akan saran dan kritik yang
sifatnya membangun demi perbaikan dan peningkatan kualitas tugas-tugas di masa
yang akan datang. Dan penulis berharap, semoga tugas ini bisa memberi suatu manfaat
bagi saya dan para pembaca semua.

Medan, Oktober 2019

Tri Isna Agus Setia


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................................................................................................
B. Tujuan.................................................................................................................................................................................
C. Manfaat..............................................................................................................................................................................

BAB II IDENTITAS BUKU


A. Buku Utama......................................................................................................................................................................
B. Buku Pembanding..........................................................................................................................................................

BAB III RINGKASAN BUKU


A. Buku Utama......................................................................................................................................................................
B. Buku Pembanding..........................................................................................................................................................

BAB IV PEMBAHASAN
A. Keunggulan Buku...........................................................................................................................................................
B. Kekurangan Buku...........................................................................................................................................................

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................................................................................................
B. Saran...................................................................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
PTK merupakan salah satu jenis penelitian dari berbagai jenis yang ada seperti
penelitian eksperimen dan penelitian kuantitatif, namun PTK merupakan jenis
penelitian yang paling tepat dan strategis untuk perbaikan proses pembelajaram yang
permasalahannya banyak dialami oleh para tenaga pendidik dan kependidikan. Oleh
karena itu, jenis penelitian ini sangat tepat untuk dipahami dan diaplikasikan dalam
upaya mengatasi masalah yang relevan bagi mereka, yang kesehariannya tidak lepas
dari masalah di kelas atau proses pembelajaran.

Tahap penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), merupakan awal bagi
penelitian (guru dan dosen) untuk merencanakan, merumuskan dan mendesain
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tentang apa masalah yang diteliti, dan bagaimana
solusi penyelesaian masalah penelitian tersebut.

Tahap pra penelitian sering kita kenal dengan sebutan tahap mendesain
penelitian (menulis proposal). Proposal penelitian merupakan hal yang sangat penting
dalam suatu penelitian, karena proposal merupakan panduan atau pedoman bagi
peneliti dalam melaksanakan tahap penelitian.
B. Tujuan
Adapun tujuan penulisan CBR ini adalah
1) Untuk mengulas isi buku,
2) Untuk mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku,
3) Untuk melatih diri agar berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan
oleh setiap bab dari buku,
4) Untuk membandingkan isi buku pada keadaan nyata dan lingkungan sekitar.
C. Manfaat
Adapun manfaat penulisan CBR ini adalah
1) Dapat mengetahui isi buku,
2) Dapat mengetahui informasi yang ada dalam buku,
3) Dapat melatih diri agar berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan
oleh setiap bab dari buku,
4) Membandingkan isi buku pada keadaan nyata dan lingkungan sekitar.
BAB II

IDENTITAS BUKU

A. Buku Utama
Judul Buku : Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas : Sebagai
Pengembangan Profesi Guru

Pengarang : Dr. Kunandar

Penerbit : Rajawali

Tahun Terbit : 2016

Kota Terbit : Jakarta

Tebal Buku : xx + 312 halaman

ISBN : 978-979-769-187-5
B. Buku Pembanding

Judul Buku : Penelitian Tindakan Kelas : Untuk Pengembangan Profesi


Guru : Praktik, Prastis, dan Mudah

Pengarang : - Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja

- Irma Pujiati, M.Pd.

- Nyata, S.Pd.

Penerbit : Alfabeta

Tahun Terbit : 2012

Kota Terbit : Bandung

Tebal Buku : viii + 168 halaman

ISBN : 978-602-8800-31-0
BAB III

RINGKASAN ISI BUKU

A. Buku Utama

BAB IV : LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN


KELAS (PTK)

4.1 Judul Penelitian

Judul sebaiknya dirumuskan dengan singkat dan spesifik, serta mencerminkan


permasalahan pokok yang akan dipecahkan dalam PTK. Judul dipaparkan secara
deklaratif, jelas, padat dan tidak memberi kemungkinan penafsiran yang beragam.
Usahakan jumlah kata judul tidak lebih dari dua puluh kata. Judul haruslah
mencerminkan sebuah aktivitas, mudah dipahami dan kita dapat menebak isi penelitian
tersebut. Hal pokok yang harus tertulis dalam judul adalah gambaran dari apa yang
dipermasalahkan dalam PTK yang merupakan variabel Y (misalnya : peningkatan hasil
belajar siswa) dan bentuk tindakan (treatment) yang akan dilaksanakan untuk
menyelesaikan masalah yang merupakan variabel X (penerapan model pembelajaran
kooperatif). Judul PTK juga harus memuat keterangan tentang tempat penelitian, waktu
penelitian, kelas yang dijadikan penelitian dan mata pelajaran apa yang dijadikan PTK.

Judul PTK harua memuat unsur-unsur sebagai berikut : (1) ada masalah yang akan
diteliti (variabel Y); (2) ada tindakan untuk mengatasi masalah (variabel X); (3) ada
subjek (siswa kelas...); dan (4) lokasi yang spesifik (tempat & waktu penelitian).
Sedangkan pola judul dalam PTK adalah : (1) Penerapan X untuk Meningkatkan Y pada
Mata Pelajaran...Kelas...Sekolah...; (4) Peningkatan Y Melalui X pada Mata
Pelajaran...Kelas...Sekolah; dan (5) Peningkatan Y dengan Menerapkan X pada Mata
Pelajaran...Kelas...Sekolah....

4.2 Sistematika Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Bab I Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang masalah peneliti menjelaskan beberapa hal, yaitu : (1)
mengapa masalah yang diteliti itu penting; (2) kondisi yang diharapkan (das sollen) dan
kondisi yang ada (das sein) sehingga jelas adanya kesenjangan yang merupakan masalah
yang menuntut untuk dicari pemecahannya yang tepat melalui PTK; (3) kemukakan
secara jelas bahwa masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata
terjadi di dalam PBM disertai data faktualnya dan diagnosisnya; (4) menyinggung teori
yang melandasi diajukannya gagasan untuk memecahkan masalah; (5) apa yang
membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti;
(6) gejala-gejala kesenjangna apa yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran
untuk memunculkan permasalahan; (7) kerugian-kerugian dan keuntungan-keuntungan
apa yang akan terjadi kalau masalah tersebut tidak diteliti; (9) masalah yang akan
diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan serta
dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya
yang dapat memperlancar penelitian tersebut; (10) dijelaskan pula tindakan yang akan
dikenakan pada subjek pelaku tindakan; (11) dalam pemaparan latar belakang masalah
pada umumnya memakai pendekatan deduksi, yakni dari hal-hal yang sifatnya umum ke
hal-hal yang sifatnya khusus (kerucut terbalik).
2. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah adalah kegiatan mendeteksi, melacak, menjelaskan aspek
permasalahan yang muncul dan berkaitan atau dengan masalah atau variabel yang akan
diteliti. Hasil identifikasi dapat diangkat beberapa permasalahan yang saling berkaitan
satu dengan yang lainnya.
Contoh identifikasi masalah dari judul PTK “Peningkatan Hasil Belajar dan
Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial melalui Pembelajaran
Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN Kali Baru Jakarta Utara.”
Dari latar belakang masalah, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut.
a. Pembelajaran pengetahuan sosial di kelas masih berjalan monoton.
b. Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat.
c. Belum ada kolaborasi antara guru dan siswa.
d. Metode yang digunakan bersifat konvensional.
e. Rendahnya kualitas pembelajaran pengetahuan sosial.
f. Rendahnya prestasi siswa untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial.
3. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam PTK adalah beberapa pertanyaan yang akan terjawab
setelah tindakan selesai dilakukan. Perumusan masalah dirumuskan dengan kalimat
tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan. Perumusan masalah
merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis nantinya. Dari perumusan masalah
dapat menghasilkan topik penelitian atau judul dari penelitian. Pola perumusan
masalah adalah : (1) Apakah X dapat meningkatkan Y?; dan (2) Bagaimana X dapat
meningkatkan Y?.
Contoh perumusan masalah PTK :
Apakah penerapan pembelajaran model problem based learning dapat
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran Sosiologi kelas X
SMA 1 Tegal? Bagaimana penerapan pembelajaran model problem based learning dapat
meingkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran Sosiologi kelas X
SMA 1 Tegal?
4. Cara Memecahkan Masalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Cara menyelesaikan masalah adalah cara atau tindakan yang akan digunakan
dalam pemecahan masalah dalam PTK. Dalam cara memecahkan masalah dalam PTK
uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah.
Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti
hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas.
Contoh cara memecahkan masalah PTK:
Cara pemecahan masalah yang akan digunakan dalam PTK ini yaitu metode
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Dengan metode ini diharapkan motivasi dan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran IPS akan meningkat.
5. Hipotesis Tindakan
Rumuskan hipotesis tindakan berdasarkan pada cara memecahkan masalah
dalam PTK.
Contoh hipotesis tindakan dalam PTK :
a. Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat
meningkatkan motivasi siswa dalam mata pelajaran IPS di Sd X.
b. Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw dapat
meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di SD X.
6. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Rumuskan Tujuan PTK berdasarkan topic atau masalah PTK. Tujuan PTK
merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. Keinginan peneliti atas hasil PTK
dengan mengetengahkan indikator-indokator apa yang hendak ditemukan dalam PTK,
terutama yang berkaitan dengan variabel penelitian. Tujuan penelitian harus terjawab
dalam kesimpulan hasil penelitian. Tujuan penelitian menyatakan target tertentu yang
akan diperoleh dari kegiatan PTK yang akan dilaksanakan.
Contoh tujuan PTK:
a. Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas V SDN 06
Jagajarsa.
b. Guru dapat meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran IPS di SD X.
c. Siswa merasa dirinya mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk
menyampaikan pendapat, ide, gagasan, dan pertanyaan.
d. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok serta mampu
mempertanggungjawabkan segala tugas individu maupun kelompok.
7. Manfaat Penelitian
Rumuskan manfaat penelitian berdasarkan pada topic atau masalah PTK.
Manfaat penelitian menguraikan dampak dari tecapainya tujuan PTK. Uraikan
kontribusi hasil PTK memiliki potensi untuk memperbaiki mutu pembelajaran di kelas,
sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun pihak-pihak lain yang terkait
dengan PTK.
Penelitian tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat bagi :
a. Siswa: proses belajar mengajar IPS d kelas V SDN 06 Jagakarsa menjadi menarik
dan menyenangkan serta hasil belajar IPS menjadi meningkat.
b. Guru: ditemukan strategi pembelajaran yang tepat (tidak konvensional), tetapi
bersifat variatif dan inovatif.
c. Sekolah: menigkatkan mutu sekolah melalui peningkatan hasil belajar siswa
pada mata pelajaran IPS.

Bab II Kajian Teori


Teori-teori relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel
yang akan diteliti, sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan
masalah yang diajukan (hipotesis) serta penyusunan instrumen penelitian. Kajian teori
sangat penting untuk membangun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan
dalam penelitian. Kajian teori dapat berupa kutipan teori, berbagai defenisi dari
variabel, dan temuan penelitian sebelumnya.
Kajian teori ini berguna untuk hal-hal penting, di antaranya:
a. Menjawab permasalahan PTK secara teoritis;
b. Menemukan variabel penyebab masalah PTK;
c. Mengoperasionalkan variabel penelitian;
d. Menyusun jawaban sementara dari masalah (hipotesis);
e. Menemukan metode yang paling tepat untuk menjawab permasalahan.

Bab III Metodologi Penelitian


1. Setting Penelitian:
Menjelaskan tentang tempat dan waktu PTK dilakukan seta berapa siklus PTK
yang akan dilakukan.
1.1 Tempat Penelitian
Contoh :
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Kali Baru 01 Jakarta Utara
untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial kelas V.
1.2 Waktu Penelitian
Contoh :
Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru 2006/2007, yaitu
bulan Juli sampai dengan November 2006. Penentuan waktu penelitian mengacu pada
kalender akademik sekolah, karena PTK memerlukan beberapa siklus yang
membutuhkan proses belajar yang efektif di kelas.
1.3 Siklus PTK
Contoh siklus PTK:
PTK ini dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar
dan aktivitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pengetahuan Sosial melalui
pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions).

2. Persiapan PTK
Dalam persiapan PTK peneliti menjelaskan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar yang akan dijadikan PTK. Peneliti juga menguraikan instrumen yang diperlukan
dalam PTK (Lembar Observasi, RPP, Lembar Evaluasi, LKS, dan lain-lain).

3. Subjek Penelitian
PTK dilaksanakan di kelas mana dan jumlah siswa yang menjadi sasaran PTK.

4. Sumber Data
Sumber data dalam PTK, seperti siswa, guru, teman sejawat, dan lain-lain.

5. Teknik dan Alat Pengumpulan Data


Prinsip pengumpulan data dalam PTK tidak jauh berbeda dengan penelitian
formal. Dalam PTK umumnya dikumpulkan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan
data kualitatif. Data tersebut digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi,
baik perubahan kinerja siswa, kinerja guru, dan perubahan suasana kelas. Contoh teknik
pengumpulan data PTK adalah tes, observasi, wawancara, diskusi. Contoh alat
pengumpulan data PTK adalah tes, observasi, wawancara, kuesioner, diskusi.

6. Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat tingkat
keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu PBM di
kelas. Indkator kinerja harus realistik dan dapat diukur (jelas cara mengukurnya).

7. Analisis Data

Dalam penelitian tindakan kelas, analisis dilakukan peneliti sejak awal, pada
setiap aspek kegiatan penelitian. Pada waktu dilakukan pencatatan lapangan melalui
observasi atau pengamatan tentang kegiatan pembelajaran di kelas, peneliti dapat
langsung menganalisis apa yang diamatinya., situasi dan suasana kelas, cara guru
mengajar, hubungan guru dengan siswa, interaksi antara siswa dengan siswa dan lain-
lain.

8. Prosedur Penelitian
Siklus 1 PTK:
(1) Perencanaan adalah persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan PTK, antara
lain sebagai berikut.
a. Tim peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi
dasar yang akan disampaikan kepada siswa.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran.
c. Membuat media pembelajaran dalam rangka implementasi PTK.
d. Uraikan alternatif-alternatif solusi yang akan dicobakan dalam rangka
pemecahan masalah.
e. Membuat lembar kerja siswa.
f. Membuat instrumen yang digunakan dalam siklus PTK.
g. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.
(2) Pelaksanaan tindakan, yaitu deskripsi tindakan yang akan dilakukan, scenario
kerja tindakan perbaikan yang akan dikerjakan dan produr tindakan yang akan
diterapkan.
(3) Pengamatan atau observasi, yaitu prosedur perekaman data mengenai proses
dan produk dari implementasi tindakan yang dirancang.
(4) Analisis dan Refleksi. Berupa uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil
pemantauan dan refleksi berkaitan dengan proses dan dampak tindakan
perbaikan yang dilaksanakan, serta kriteria dan rencana bagi tindakan siklus
berikutnya.

Siklus 2 PTK:
(1) Perencanaan
Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada
siklus pertama.
(2) Pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran hasil
refleksi pada siklus pertama.
(3) Pengamatan
Tim peneliti (guru dan kolaborator) melakukan pengamatan terhadap aktivitas
pembelajaran.
(4) Refleksi
Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan
menyusun rencana (replaning) untuk siklus ketiga.

Siklus 3 PTK:
(1) Perencanaan
Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada
siklus kedua.
(2) Pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran hasil
refleksi pada siklus kedua.
(3) Tim peneliti (guru dan kolaborator) melakukan pengamatan terhadap aktivitas
pembelajaran.
(4) Refleksi
Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus ketiga dan
menganalisis serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran
yang telah direncanakan dengan melaksanakan tindakan (treatment) tertentu.

9. Personalia Penelitian
Sebutkan tim peneliti yang terlibat dalam PTK disertai dengan rincian dan beban
tugas masing-masing anggota PTK.

10. Rencana Pembiayaan


Rencana pembiayaan berupa uraian yang mengungkap semua biaya yang
diperlukan untuk melakukan PTK. Rencana pembiayaan PTK ini akan lebih baik bila
ditampilkan dalam bentuk tabel sehingga mudah dipahami oleh pihak yang
berkepentiingan.

11. Rencana Kerja


Rencana kerja berupa urut-urutan kerja mulai dari awal kegiatan sampai
penyusunan laporan PTK. Urutan kegiatan tersebut mencakup jenis kegiatan apa saja
yang akan dilakukan dan kapan akan dilaksanakan.

12. Daftar Pustaka


Daftar pustaka disusun berdasarkan abjad nama pengarang atau penulis. Dalam
penyusunan daftar pustaka tersebut dapat digunakan model MILA (Modern Language
Association), Model APA (American Psychological Association), atau model lain yang
biasa digunakan oleh masyarakat akademik.

13. Lampiran
Bahan-bahan yang perlu dilampirkan adalah:
a. Instrumen penelitian;
b. Data-data penting;
c. Daftar Riwayat Hidup Tim Peneliti (Curriculum Vitae);
d. Dan hal lain yang diperlukan dalam proposal PTK.

B. Buku Pembanding
BAB IV : PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN
4.1 Judul Penelitian
Judul penelitian hendaknya (1) singkat (maksimal 20 kata), (2) spesifik, dan
cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti, (3) tindakan untuk mengatasi
masalah, (4) hasil yang diharapkan, dan (5) tempat penelitian.

4.2 Bidang Kajian


Bidang kajian penelitian meliputi : (1) masalah belajar siswa di kelas; (2) desain
dan strategi pembelajaran; (3) alat bantu; (4) media dan sumber belajar; (5) sistem
asesmen dan evaluasi; (6) pengembangan pribadi peserta didik; (7) pendidik dan
tenaga kependidikan lainnya; (8) masalah kurikulum.

4.3 Pendahuluan
Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah
yang nyata terjadi di sekolah, dan diagnosis dilakukan oleh dosen bersama guru dan/
atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.

4.4 Perumusan dan Pemecahan Masalah


4.4.1 Perumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan
kelas. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. Masalah perlu
dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya.

4.4.2 Pemecahan Masalah


Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan
masalah. Berikan argumentasi yang logis mengenai pilihan tindakan yang akan
dilakukan untuk memecahkan masalah (misalnya: karena kesesuaiannya dengan
masalah, kemutakhiran, keberhasilannya dalam penelitian sejenis, dll).

4.5 Tujuan Penelitian


Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan-tujuan penelitian yang ingin dicapai
dengan mendasarkan pada permasalahan yang ditemukan.
4.6 Manfaat Hasil Penelitian
Uraikan manfaaat hasil penelitian terutamanya untuk perbaikan kualitas
pendidikan dan/ atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru,
komponen pendidikan terkait di sekolah, dan dosen. Kemukakan hal-hal baru sebagai
hasil kreativiatas pembelajaran yang akan dihasilkan dari penelitian ini.
4.7 Kajian Pustaka
Uraikan dengan jelas kajian teoritis dan empiris yang menumbuhkan gagasan
usulan PTK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila ada). Kemukakan
juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi
permasalahan penelitian tersebut.

4.8 Rencana dan Prosedur Penelitian


Kemukakan subjek penelitian, waktu dan lamanya tindakan, serta tempat
penelitian secara jelas. Uraikan secara jelas prosedur/ langkah-langkah penelitian
tindakan kelas yang akan dilakukan.
Uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan tindakan
(seperti: penyiapan perangkat pembelajaran berupa scenario pembelajaran, media,
bahan dan alat, instrumen observasi, evaluasi dan refleksi).
Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator,
keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain.

4.9 Jadwal Penelitian


Buat jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan, persiapan,
pelaksanaan monitoring, seminar dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam
bentuk Gannt Chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun sesuai dengan aturan institusi
pemberi dana., misalnya selama tiga, enam atau sembilan bulan.

4.10 Biaya Penelitian


Kemukakan biaya-biaya penelitian secara rinci, mengacu pada kegiatan
penelitian.

4.11 Personalia Penelitian


Jumlah personalia penelitian minimal tiga orang maksimal lima orang. Ketua
peneliti adalah dosen LPTK. Jumlah guru harus lebih banyak daripada jumlah dosen.
Rincian nama personalia tim peneliti serta peran dan waktu yang disediakan untuk
kegiatan penelitian ini.

4.12 Daftar Pustaka


Daftar pustaka dituliskan secara konsisten menurup model APA, MLA atau
Turabian.

4.13 Lampiran-Lampiran
a. Instrumen penelitian (sertakan semua instrumen penelitian yang telah berhasil
dikembangkan).
b. Curriculum Vitae ketua peneliti dan masing-masing anggota peneliti (cantumkan
nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, golongan, pangkat, jabatan, alamat
kantor, nomor telepon kantor/ fax, alamat rumah, nomor telepon rumah/ HP,
riwayat pendidikan, dan pengalaman penelitian yang relevan.
c. Surat keterangan yang diperlukan.

BAB IV
PEMBAHASAN
A. Keunggulan Buku

Pada buku utama yang berjudul “Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas :
Sebagai Pengembangan Profesi Guru” karangan “Dr. Kunandar” terdapat beberapa
keunggulan yaitu : materi dalam buku ini dijelaskan secara berurut sehingga terlihat
keterikatan yang jelas antara materi pada bab berikut dengan bab sebelumnya, materi
yang dijabarkan dalam setiap bab merupakan materi yang cukup banyak dan lengkap,
bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dimengerti sehingga bagi siapa saja yang
membacanya akan lebih mudah memahaminya. Materi dalam buku ini sangat to the
point, jadi pembaca mudah memahaminya.

Pada buku pembanding yang berjudul “Penelitian Tindakan Kelas : Untuk


Pengembangan Profesi Guru : Praktik, Prastis, dan Mudah” karangan Prof. Dr. H. Tukiran
Taniredja, Irma Pujiati, M.Pd., Nyata, S.Pd. terdapat beberapa keunggulan yaitu : materi
dalam buku ini juga dijelaskan secara berurut sehingga terlihat keterikatan yang jelas
antara materi pada bab berikut dengan bab sebelumnya. Buku ini menjelaskan
materinya dengan singkat dan jelas.

B. Kekurangan Buku

Pada buku utama yang berjudul “Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas :
Sebagai Pengembangan Profesi Guru” karangan “Dr. Kunandar” kekurangannya yaitu
hanya terdapat beberapa penulisan kata-kata yang salah.

Pada buku Pada buku pembanding yang berjudul “Penelitian Tindakan Kelas :
Untuk Pengembangan Profesi Guru : Praktik, Prastis, dan Mudah” karangan Prof. Dr. H.
Tukiran Taniredja, Irma Pujiati, M.Pd., Nyata, S.Pd. terdapat beberapa kelemahan yaitu.
Penjelasan yang diberikan kurang menyeluruh.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Banyak jalan yang dapat ditempuh para pendidik atau guru dan tenaga
kependidikan dalam mengembangkan profesinya, setidaknya ada lima cara dan salah
satunya adalah kegiatan penulis karya penulis ilmiah (KTI). Sedangkan penelitian
merupakan salah satu dari kegiatan penulis KTI yang banyak diminati oleh para guru,
kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan yang lain dalam meningkatkan
profesinya.
PTK merupakan salah satu jenis penelitian dari berbagai jenis yang ada seperti
penelitian eksperimen darn penelitian kuantitatif, namun PTK merupakan jenis
penelitian yang paling tepat dan strategis untuk perbaikan proses pembelajaram yang
permasalahanya banyak dialami oleh para tenaga pendidik dan kependidikan. Oleh
karena itu, jenis penelitian ini sangat tepat untuk dipahami dan diaplikasikan dalam
upaya mengatasi maslah yang relevan bagi mereka, yang kesehariannya tidak lepas dari
masalah di kelas atau proses pembelajaran.
Dengan membiasakan diri merespons permasalahan actual yang muncul di
lingkungan kerjanya dan adanya upayauntuk mengatsinya, niscaya akan mapu
meningkatkan kualitas pendidikan, dan profesionalisme pendidik dan tenaga
kependidikan akan lebih mudah dicapai.

B. Saran
Kedua buku ini pada dasarnya sangat baik sebagai panduan ataupun referensi
dalam membuat penelitian khususnya bagi mahasiswa, tetapi ada baiknya kedua buku
ini lebih diperbanyak dibagian aspek pendukungnya seperti contoh, gambar, diagram
dan masih banyak lagi sebagai panduan untuk memahami dan mengaplikasikan setiap
teori yang ada didalam kedua buku ini agar menarik minat pembaca.