Anda di halaman 1dari 9

1

COMPETITIVENESS PRODUK MINUMAN ISOTONIK


POCARI SWEAT

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kapita Selekta

oleh
IING PAMUNGKAS
1409200250001

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INDUSTRI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2016
2

1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Minuman isotonik merupakan minuman formulasi yang ditujukan untuk
menggantikan cairan, karbohidrat, elektrolit dan mineral tubuh dengan cepat.
Minuman ini yaitu salah satu dalam jajaran consumer goods di Indonesia. Produk
ini baru masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 80-an. Namun, pasar
minuman isotonik semakin berkembang seiring dengan semakin meningkatnya
kesejahteraan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tubuh. Selama
lima tahun terakhir tampak pasar minuman isotonik menunjukkan perkembangan
yan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya produsen-produsen
besar yang masuk ke dalam industri ini seperti Mizone, Powerade, Vitazone,
Fatigon Hydro, Pocari Sweat dan lain-lain. Merek Pocari Sweat saat ini masih
menjadi pemimpin pasar dalam industri minuman isotonik di Indonesia.
Pocari Sweat awalnya diproduksi oleh perusahaan farmasi Otsuka (Filipina)
Pharmaceutical Incorporated (OPPI). Pocari Sweat mulai masuk di pasar Indonesia
pada tahun 1989 dan dikembangkan oleh PT. Amerta Indah Otsuka (AIO). Pocari
Sweat merupakan produk yang sudah melewati uji klinis dan terbukti khasiatnya
sehingga tetap dipercaya oleh konsumen. Saat ini banyak produk minuman isotonik
sejenis beredar dengan berbagai variasi baik itu rasa dan warna. Hal itu akan
berbanding lurus dengan persaingan yang akan dihadapi perusahaan produsen.
Kualitas dan manfaat produk akan menjadi keunggulan tersendiri dalam
memperoleh pasar. Maka dari itu perlu diketahui competitiveness (Daya Saing)
minuman isotonik Pocari Sweat dalam rangka mempertahankan ataupun lebih
meningkatkan market share produk minuman isotonik Pocari Sweat dari produk
sejenis khususnya di pasar Indonesia.

1.2. Tujuan
Tujuan dilakukan analisis competitiveness (Daya Saing) produk minuman
isotonik Pocari Sweat adalah untuk mengetahui posisi keunggulan daya saing
produk Pocari Sweat terhadap produk sejenis baik itu dari sisi keunggulan,
komposisi, teknologi dan kualitas maupun dari sisi pemasaran.
3

2. Pembahasan
2.1. Keunggulan
Pocari Sweat memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan
minuman isotonik lainnya yaitu cepat meresap ke dalam tubuh manusia karena
mempunyai sifat osmolaritas yang sangat baik dan mengandung komposisi yang
mirip dengan cairan tubuh manusia yang asli. Adapun beberapa keunggulan
minuman isotonik Pocari Sweat antara lain
1. Menghilangkan rasa haus
Pocari Sweat mengandung elektrolit-elektrolit yang bermanfaat bagi
tubuh sehingga ketika dikonsumsi dapat menghilangkan rasa haus dan
dapat menahan air yang ada di dalam tubuh agar tidak cepat keluar.
2. Sebagai saran minuman untuk penderita penyakit tertentu
Dapat membantu penyembuhan kondisi penderita penyakit DBD dan
penyakit maag.
3. Melancarkan buang air besar
Pocari Sweat mempunyai kemampuan untuk melancarkan buang air
besar, mencegah sembelit dan melancarkan sistem pencernaan jika
dikonsumsi secara rutin.
4. Membantu memulihkan kondisi tubuh
Meminum Pocari Sweat sebelum tidur akan membantu memulihkan
kondisi tubuh yang lelah ketika beraktivitas di siang hari. Pada saat
tidur, cairan tubuh sangat berperan untuk mengantarkan oksigen dan
sari-sari makanan ke seluruh tubuh, sekaligus dapat membantu
mengganti sel-sel tubuh yang rusak.

2.2. Komposisi
Secara umum, Pocari Sweat mengandung komposisi antara lain air, gula,
Natrium Klorida, Kalium Klorida, Magnesium Karbonat, Antioksidan asam
askrobat, Perisa alami sitrus dan pengatur keasaman. Ada beberapa komposisi yang
khusus digunakan sebagai bahan baku antara lain:
4

1. Air Arthesis, yaitu air yang berada 120 m di bawah permukaan tanah
atau air yang berada di bawah permukaan tanah karena mengingat
sumber air tersebut berkategori bersih dan tidak tercemar.
2. Garam yang digunakan adalah garam-garam yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh sehingga mampu menggantikan ion tubuh yang
hilang.

2.3. Teknologi dan Kualitas


Pocari sweat diproduksi dengan menerapkan teknologi aseptik untuk
menjaga sterilisasi dan kualitas produk dalam jangka waktu lebih lama. Teknologi
aseptik yang digunakan adalah teknologi terbaru dan lebih steril karena
menggunakan resin atau biji plastik sebagai bahan baku botol. Selain itu botol
memakai bahan kimia yang lebih sedikit dibandingkan aseptik lain dan ruangan
produksi dijaga dari mikrobiologi."
Pocari Sweat telah mendapatkan sertifikat Hazard Analysis of Critical
Control Poin (HACCP) yang dikeluarkan Badan Akreditasi Internasional. Selain
itu, PT Amerta Indah Otsuka telah memperoleh sertifikat ISO 14001, yang
merupakan standar internasional manajemen kualitas. Diharapkan, dengan
sertifikat itu makin meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada pelanggan.

2.4. Kompetisi
Adapun pemetaan dari lima merek top di Indonesia dalam pasar minuman
isotonik adalah sebagai berikut:
5

Tabel 1. Pemetaan 5 Top Brand Minuman Isotonik


Merek Produsen Ukuran Rasa Kemasan Channel
Distribusi
Pocari PT. Amerta 550 ml Citrus Botol, Modern &
Sweat Indah Otsuka (botol) Kaleng & traditional
330 ml sachet channel
(kaleng)
15 gr
(sachet)
Mizone Aqua Danone 500 ml Orange Lime. Botol Modern &
Lecce lemon traditional
& Passion channel
Fruit
Vitazone Mayora Indah 500 ml Citrus dengan Botol Modern &
cool ice traditional
channel
Powerade Coca 330 ml Jeruk Bali Kaleng Modern
ColaIndonesia channel
Optima PT. Nara Vini 330 ml Guava Kaleng Modern
Sweat Eka Beverages channel

2.5. Analisis SWOT


Adapun analisis SWOT yang dilakukan pada produk minuman isotonik
Pocari Sweat adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Analisis SWOT Produk Minuman Isotonik Pocari Sweat
Strength Weakness
 Kapasitas produksi yang besar (di  Kurangnya pemahaman produk
atas 100 juta liter per tahun). dari distribution channel,
 Distribution channel yang telah khususnya traditional channel
terbangun sejak tahun 1990-an. yang umumnya menaruh Pocari
 Transfer knowledge, edukasi Sweat sejajar dengan minuman
konsumen yang telah terbangun energi bahkan minuman ringan.
sejak tahun 1990-an menciptakan
konsumen yang loyal.
 Keikutsertaan perusahaan dalam
aktivitas sosial yang secara tidak
langsung memperkuat citra Pocari
Sweat di masyarakat Indonesia.
 Sudah memiliki established
relationship dengan event-event
olahraga internasional.
6

Tabel 2. Analisis SWOT Produk Minuman Isotonik Pocari Sweat (Lanjutan)


Opportunities Threats
 Pasar masih dalam tahap growth,  Barriers to entry rendah, dimana
sehingga potensinya masih terbuka akses bahan baku mudah dan
lebar. relatif murah.
 Sejauh ini, inovasi produk dari  Kompetitor baru dari perusahaan
minuman isotonik hanya bersifat yang telah bergerak di bidang
incremental sehingga masih makanan & minuman sebelumnya,
terbuka kesempatan untuk sehingga dapat memanfaatkan
pengembangan produk. jalur distribusi yang telah ada.
 Persepsi masyarakat bahwa Pocari  Konsumen semakin selektif, mudah
Sweat memiliki kemampuan medis untuk melakukan
untuk membantu proses switching bahkan ke minuman
penyembuhan. kesehatan lainnya.
 Isu kesehatan: keamanan jangka
panjang bila mengkonsumsi
minuman isotonik, terkait isu
bahan alami dan bahan pengawet.

2.6. Marketing Mix


Adapun konsep marketing mix (Produk, Harga, Promosi dan Distribusi)
yang akan dilakukan pada produk minuman isotonik Pocari Sweat adalah sebagai
berikut:
1. Pada sisi produk, Pocari Sweat merupakan pelopor minuman isotonik di
Indonesia dan hingga kini masih sebagai pemimpin pasar. Namun pada
kenyataannya sampai saat ini dari sisi produk, para produsen minuman
isotonik tidak menawarkan manfaat yang bervariasi, secara umum
manfaat sebatas pengganti cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas.
Maka dari itu perlu ditambahkan variasi yang bersifat incremental,
misalnya penambahan vitamin, rasa, dan kemasan.
2. Pada sisi harga, pesaing yang ada menawarkan minuman isotonik dengan
harga yang relatif lebih murah dibanding Pocari Sweat. Kompetisi di
segmen menengah ke bawah ini, untuk saat ini belum dirambah
sepenuhnya oleh Pocari Sweat. Dalam rangka mengimbangi minuman
isotonik pesaing yang relatif lebih murah, maka perlu diperoduksi Pocari
Sweat ukuran botol kecil agar harganya terjangkau.
7

3. Pada sisi promosi, Pocari Sweat menetapkan strategi komunikasi


pemasaran yang bersifat edukatif, mengandalkan transfer product
knowledge pada konsumen. Sementara itu, terkait dengan strategi
meningkatkan brand awareness dari konsumen terhadap merek lain
selain Pocari Sweat. Secara tidak langsung Pocari Sweat lebih banyak
memposisikan diri sebagai minuman olahraga dan minuman kesehatan
untuk keluarga. Sedangkan, pesaing memposisikan diri sebagai minuman
pemulih energi untuk kalangan muda yang sedang studi dan bekerja,
disini jarang ditampilkan minuman isotonik sebagai minuman untuk
keluarga.
4. Pada sisi distribusi, para pesaing menggunakan channel distribution
modern dan tradisional. Dalam hal ini, terlihat kesamaan cara pandang
untuk membentuk persepsi konsumen bahwa minuman isotonik sebagai
minuman konsumsi sehari-hari dan bukan minuman yang bersifat
ocassional. Maka dari itu, Pocari Sweat yang telah membangun jalur
distribusi sejak tahun 1990-an harus menghadapi para pesaing yang
memanfaatkan jalur distribusi mereka dari produk lain (diluar minuman
isotonik) yang telah ada, misalnya Aqua-Danone dengan Mizone,
Mayora dengan Vitazone dan lain-lain.

2.6. Market Strategy


Adapun konsep market strategy (Segmen, Target dan Posisi) yang akan
dilakukan pada produk minuman isotonik Pocari Sweat adalah sebagai berikut:
1. Pocari sweat memiliki berbagai macam kemasan mulai dari ukuran
sachet 15 gr sampai dengan ukuran botol 2000 ml. Adapun segmentasi
pasar yang dipilih antara lain.
a. Secara demografis, usia 15 sampai 35 tahun baik perempuan
maupun laki-laki. Harga mulai dari Rp 300.000/bulan dapat sudah
dapat mengonsumsi produk ini karena harga pocari sweat sangat
terjangkau.
8

b. Secara geografis, baik yang berada di perkotaan maupun di


pedesaan.
c. Secara psikografis, baik Pelajar, Mahasiswa, Karyawan, PNS,
Pengusaha, Buruh dan berbagai jenis pekerjaan lainnya bisa
mengonsumsi produk ini.
2. Target pasar dipilih berdasarkan segmentasi pasar yang telah ditentukan
sebelumnya. Adapun target pasar yang dituju oleh Pocari Sweat terbagi
dalam dua segmen inti yaitu:
a. Kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivitas yang dinamis dan
memiliki kepedulian akan kesehatan dan penampilan. Ini terlihat
dari komunikasi pemasaran yang menampilkan talent yang masih
berusia muda dan berprestasi di bidang olahraga dan entertainment.
b. Keluarga, khususnya membidik keluarga dari pasangan muda yang
cenderung terbuka dengan berbagai produk kesehatan di luar herbal.
Ini terlihat dari kemasan produk family ukuran 1L dan 2L. Dalam
komunikasi pemasarannya, pasar dididik untuk menyadari bahwa
dalam aktivitas sehari-hari mengkonsumsi air putih saja tidaklah
cukup.
3. Penempatan posisi dari Pocari Sweat sejauh ini adalah minuman
pengganti cairan tubuh dan mineral yang hilang selama beraktivitas. Hal
ini cenderung memiliki kesamaan dengan manfaat yang ditawarkan oleh
merek lainnya. Akan tetapi, secara lebih spesifik positioning dari Pocari
Sweat dapat dijumpai dalam tagline berikut ini:
a. “Minuman isotonik guna menggantikan cairan tubuh yang hilang
setiap harinya”. Penggalan kalimat yang hilang setiap harinya
memberi penegasan bahwa Pocari Sweat penting untuk diminum
setiap hari meski tidak disertai dengan aktivitas yang berat.
b. Minuman isotonik yang sesuai untuk kegiatan-kegiatan olahraga,
terlihat dari penggunaan talent olahragawan di media iklan dan
keikutsertaan dalam kompetisi-kompetisi olahraga.
9

3. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya maka diperoleh kesimpulan
bahwa Pocari sweat sangat cocok untuk di konsumsi setiap hari dengan berbagai
macam manfaat antara lain yaitu sebagai saran minuman untuk penderita penyakit
tertentu, melancarkan buang air besar dan membantu memulihkan kondisi tubuh.
Selain itu Pocari sweat diproduksi dengan menerapkan teknologi aseptik untuk
menjaga sterilisasi dan kualitas produk dalam jangka waktu lebih lama. Kualitas
Pocari Sweat telah mendapatkan sertifikat Hazard Analysis of Critical Control
Poin (HACCP) yang dikeluarkan Badan Akreditasi Internasional.
Pada sisi pemasaran Pocari Sweat memiliki target pasar pada usia 18
sampai 35 tahun baik perempuan maupun laki-laki dengan harga pocari sweat
sangat terjangkau. Secara positioning produk, Pocari Sweat memiliki tagline
“minuman isotonik guna menggantikan cairan tubuh yang hilang setiap harinya”
yang berarti bahwa Pocari Sweat penting untuk diminum setiap hari meski tidak
disertai dengan aktivitas yang berat.