Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PRODUK TEH KOTAK JASMINE

DISUSUN OLEH:

1. Rizki Ananda PO.71.31.1.16.028

2. Selly Yulistin PO.71.31.1.16.031

DOSEN PEMBIMBING

Dra. Rohanta Siregar,MM,M.Kes

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
PROGRAM STUDI D-IV GIZI
TAHUN AKADEMIK
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan pada Allah Yang Mahakuasa. Karena


izin-Nya tugas perkulihan tentang “Produk Teh Kotak Jasmine” ini dapat
diselesaikan. Penulisan tugas ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata
kuliah Pemasaran Produk. Pada penulisan makalah ini penulis tidak
lupa mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang
turut membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Meskipun
mempunyai kelemahan penulis berharap tugas ini bermanaat bagi
pembaca sebagai salah satu sumber informasi yang dapat menambah
pengetahuan tentang Pemasaran Produk.

Palembang, 2018

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Teh merupakan salah satu komoditi yang telah lama di
kembangkan di Indonesia. Teh pertama kali masuk ke Indonesia pada
tahun 1684, berupa biji teh dari Jepang yang dibawa oleh seorang
Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di
Jakarta. Berhasilnya penanaman percobaan skala besar di Wanayasa
(Purwakarta) dan di Raung (Banyuwangi) membuka jalan bagi Jacobus
Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, menaruh
landasan bagi usaha perkebunan teh di Jawa. Produksi teh di Indonesia
tercatat fluktuatif, data tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

130 128.154

125
Produksi dalam satuan ton

120
115.436 116.501
114.689
115
108.963
110 107.35

105

100

95
2005 2006 2007 2008 2009 2010
Tahun

Gambar 1. Produksi perkebunan teh tahun 2005-2010 (BPS, 2012)

Fluktuatifnya produksi dari tanaman teh disebabkan tanaman teh


yang saat ini dipanen mayoritas sudah ditanam dari zaman penjajahan
Belanda, sebab teh masuk kedalam golongan tanaman yang berumur
panjang sama seperti kopi dan kakao, serta belum dilaksanakannya
program reboisasi untuk tanaman ini. Oleh karena itu produktifitas dari
tanaman teh tersebut menurun bila dibandingkan dengan lima tahun
yang lalu. Namun indonesia merupakan negara penghasil teh curah
terbanyak kelima di dunia setelah India, Cina, Sri Lanka, dan Kenya.
Sebagian besar produksi teh indonesia (65%) ditujukan untuk pasar
ekspor. Volume ekspor teh Indonesia sebagian besar (94%) masih
dalam bentuk teh curah (Suprihatini, 2005).
Dewasa ini produsen teh di Indonesia telah memproduksi teh dalam
berbagai macam bentuk dan kemasan, salah satunya adalah teh
konvensional atau biasa yang disebut dengan teh curah. Untuk
mengkonsumsi teh yang berbentuk konvensional, atau teh curah,
konsumen harus terlebih dahulu menyeduh dan mengeluarkan
ampasnya. Bentuk lain yang telah menjadi inovasi bagi industri teh di
Indonesia adalah teh yang telah dikemas dalam kemasan tetra pack dan
kemasan botol. Dengan adanya inovasi ini konsumen tidak perlu
menyeduh teh terlebih dahulu untuk mengkonsumsinya.
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company merupakan salah
satu produsen teh dalam kemasan siap minum yang sukses di Indonesia.
Perusahaan ini awalnya merupakan industri rumah tangga yang
didirikan pada tahun 1958 yang hanya memproduksi susu. Pada tahun
1971, PT Ultrajaya memasuki tahap pertumbuhan pesat sejalan dengan
perubahanya menjadi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company.
PT Ultarajaya merupakan perusahaan pertama dan terbesar di Indonesia
yang menghasilkan produk-produk susu, teh, minuman lainnya, dan
makanan dalam kemasan aseptik yang tahan lama dengan merek-merek
terkenal seperti Teh Kotak untuk minuman teh segar dalam kemasan.
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company menggunakan sistem
komputerisasi yang sudah terintegrasi, yaitu SAP, sejak tahun 2002.
Bahkan perusahaan ini merupakan salah satu rujukan implementor SAP
yang dinilai cukup sukses didalam mengadopsi hampir semua modul
SAP. Saat ini 90 persen dari keseluruhan hasil produksi PT Ultrajaya
Milk Industri & Trading Company dipasarkan di seluruh Indonesia,
sementara sisanya diekspor ke negara-negara di Asia, Eropa, Timur
Tengah, Australia dan Amerika Serikat. Produk yang dijual untuk pasar
dalam negeri ataupun ekspor adalah produk yang sejenis. Berikut
merupakan tabel mengenai Top Brand Index dari teh dalam kemasan
siap minum yang dikeluarkan pada tahun 2012 oleh Majalah Marketing
bekerjasama dengan Frontier Consulting Group. Top Brand Index ini
dipublikasikan oleh www.topbrand-award.com.

Tabel 1. Top Brand Index teh dalam kemasan siap Minum

Merek Top Brand Index Keterangan

Teh Botol Sosro 49,6% TOP

Frestea 14,4% TOP

Mountea 8,3%

Fruit Tea 6,4%

Ultra Teh Kotak 5,9%

ABC Teh Kotak 4,4%

Teh Gelas 4,3%

Sumber: www.topbrand-award.com, 2012

Dari data di atas dapat dilihat Teh Botol Sosro selaku pelopor teh
dalam kemasan siap minum di Indonesia dan di dunia merupakan teh
dalam kemasan siap minum nomor satu yang sering diminum oleh
konsumen, dengan presentase 49,6%. Posisi kedua ditempati oleh
Frestea dengan persentase 14,4%. Sedangkan, Ultra Teh Kotak berada
di posisi lima dengan persentase 5,9% setelah Mountea dan Fruit Tea.
Persaingan yang ketat ini mengharuskan setiap produsen teh dalam
kemasan siap minum dapat menjalankan strategi pemasaran yang
akurat. Salah satu strategi pemasaran yang dapat dijalankan adalah
menempatkan posisi dari produk mereka. Positioning merupakan suatu
cara untuk mendefinisikan produk kita dengan tepat sehingga
konsumen dapat mengingatnya dalam benak mereka. Begitu juga
halnya dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company selaku
produsen teh dalam kemasan siap minum pertama yang menggunakan
teknologi kemasan aseptik pertama di Indonesia. PT Ultrajaya Milk
Industry & Trading Company harus mampu menempatkan positioning
produk Ultra Teh Kotak terlebih lagi industri teh dalam kemasan siap
minum /sudah memiliki market leader.
Produk teh dalam kemasan siap minum yang akan dijadikan
pesaing adalah Teh Botol Sosro, Frestea, Mountea, Fruit Tea, Nu Green
Tea, Teh Gelas, ABC Teh Kotak, dan Teh Rio. Dari kedelapan produk
ini nantinya akan direduksi menjadi dua pesaing utama. Kedua pesaing
utama tersebut pastinya memiliki keunggulan atribut di mana
keunggulan atribut ini dapat dijadikan bahan evaluasi oleh PT Ultrajaya
Milk Industry & Trading Company untuk bertahan dan
mengembangkan produk Ultra Teh Kotak pada industri teh dalam
kemasan siap minum.

B. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui
Spesifikasi produk Teh Kotak Jasmine.
BAB II

PEMBAHASAN

PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk (TEH KOTAK)

Teh Kotak Jasmine adalah produk minuman dalam kemasan yang diproduksi
oleh PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. Teh kotak dapat diminum kapan saja dan
menyajikan sensasi rasa terbaik dari teh alami. Terbuat dari ekstrak daun teh
berkualitas tinggi, yang berasal dari perkebunan teh terbaik dan diproses dengan
sentuhan bunga jasmine.
Saat ini juga telah hadir, Teh Kotak Less Sugar, varian baru dari Teh Kotak.
Menyajikan rasa original teh melati dengan kadar gula yang lebih sedikit,
memberikan sensasi menyegarkan dan cocok untuk kebutuhan aktivitas dan gaya
hidup modern.
Selain Teh Kotak Jasmine, terdapat juga Teh Kotak Rasa. Teh Kotak Rasa
berasal dari olahan daun teh pilihan berkualitas tinggi dan dikombinasikan dengan
ekstrak buah, yang membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh. Saat ini Teh
Kotak Rasa tersedia dalam 4 varian rasa buah, yaitu blackcurrant, apel, strawberry,
dan jambu.

Visi dan Misi PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (Teh Kotak)


1. Visi
Menjadi perusahaan industri makanan dan minuman yang terbaik dan
terbesar di Indonesia, dengan senantiasa mengutamakan kepuasan
konsumen, serta menjunjung tinggi kepercayaan para pemegang saham dan
mitra kerja perusahaan.
2. Misi
Menjalankan usaha dengan dilandasi kepekaan yang tinggi untuk
senantiasa berorientasi kepada pasar/konsumen, dan kepekaan serta
kepedulian untuk senantiasa memperhatikan lingkungan, yang dilakukan
secara optimal agar dapat memberikan nilai tambah sebagai wujud.

Total Aktiva, Penjualan, dan Laba Bersih Setelah Pajak


PT Ultrajaya Milk Industry Tbk
Tahun 2008 – 2012
Laba Bersih Setelah Pajak
Tahun Total Aktiva (Rp) Penjualan (Rp)
(Rp)
2008 1.718.997.392.078 1.362.606.580.492 303.711.501.204
2009 1.732.701.994.634 1.613.927.991.404 61.152.852.190
2010 2.006.595.762.260 1.880.411.473.916 107.339.358.519
2011 2.180.516.519.057 2.102.383.741.532 128.449.344.052
2012 2.420.793.382.029 2.809.851.307.439 353.431.619.485
Dari tabel diatas dapat dilihat dari tahun 2008 sampai 2012 total aktiva
mengalami peningkatan. Pada tahun 2008 total aktiva sebesar Rp
1.718.997.392.078, tahun 2009 total aktiva sebesar Rp 1.732.701.994.634, tahun
2010 total aktiva sebesar Rp 2.006.595.762.260, tahun 2011 total aktiva sebesar Rp
2.180.516.519.057, dan tahun 2012 total aktiva sebesar 2.420.793.382.029.
Untuk penjualan dapat dilihat pada tahun 2008 sampai 2012 juga mengalami
peningkatan. Pada tahun 2008 penjualan sebesar Rp 1.362.606.580.492, tahun 2009
penjualan sebesar Rp 1.613.927.991.404, tahun 2010 penjualan sebesar Rp
1.880.411.473.916, tahun 2011 penjualan sebesar 2.102.383.741.532, dan tahun
2012 penjualan sebesar Rp 2.809.851.307.439.
Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak dilihat pada tahun 2008 sampai
2012 cenderung meningkat. Pada tahun 2008 laba bersih setelah pajak sebesar Rp
303.711.501.204, tahun 2009 laba bersih setelah pajak sebesar Rp 61.152.852.190,
tahun 2010 laba bersih setelah pajak sebesar Rp 107.339.358.519, tahun 2011 laba
bersih setelah pajak sebesar Rp 128.449.344.052, dan pada tahun 2012 laba bersih
setelah pajak sebesar Rp 353.431.619.485.

Struktur Organisasi
Perusahaan perlu menyusun struktur organisasi untuk menghindari bias atau
kerancuan dan pelaksanaan tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing
karyawan.
Struktur Organisasi PT Ultrajaya Milk Industry Tbk

Keunggulan Produk

1. Teh Kotak Jasmine sangat cocok diminum sehari-hari disaat suhu


dingin maupun sejuk. Produk ini juga cocok untuk diminum segala
usia, dari anak-anak diatas 2 tahun, remaja, dan juga dewasa.
2. Teh Kotak Jasmine mengandung mineral dari air segar yang
dicampur dengan ekstrak daun teh segar, sukrosa, dan bungan
jasmine. Produk ini juga dapat memenuhi kebutuhan mineral tubuh
kita, terutama setelah beraktivitas dan berolahraga.
3. Teh Kotak Jasmine tersedia dalam dua ukuran kemasan: 300 ml &
500 ml
4. Sedangkan, Teh Kotak Less Sugar saat ini tersedia dalam ukuran
kemasan 300 ml
PROSES PRODUKSI

1. Setelah daun teh direbus dan dicampur dengan gula, kemudian di


sterilisasikan melalui proses Ultra High Temperature ( UHT )
dengan pemanasan cepat pada temperatur 120° C selama 4 detik
untuk mengeliminasi seluruh bakteri. Singkatnya waktu pemanasan
ini untuk memastikan aroma dan kesegaran tetap terjaga.
2. Setelah teh selesai diproses, kemudian di kemas dalam karton
dengan 6 lapisan aseptik. Keenam lapisan karton ini terdiri dari
lapisan polyethylene plastic, allumunium foil, dan kertas untuk
melindungi dari sinar ultra violet, udara, dan bakteri yang mungkin
akan mengkontaminasi minuman teh.
3. Kombinasi yang sangat baik antara proses UHT dan proses
pengemasan yang aseptik menjamin Teh Kotak Jasmine bertahan
lama tanpa ada kerusakan dari luar sebelum dikonsumsi. Produk ini
juga sudah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia
(MUI).

PENYIMPANAN

1. Sebelum dibuka:
Teh Kotak Jasmine sebaiknya disimpan dalam tempat dengan suhu
sejuk meskipun tanpa disimpan dalam pendingin. Jangka waktu
penyimpanan yaitu maksimum 12 bulan. Produk juga sebaiknya
disimpan dalam kondisi kering, bersih dan tempat yang sejuk.
2. Setelah dibuka:
Kemasan harus ditutup rapat dan disimpan dalam lemari pendingin
dalam suhu 4° C. Produk harus dihabiskan maksimal dalam 7 hari.
Walaupun begitu, akan sangat baik jika untuk kemasa 300ml, anda
langsung meminum habis.

BAHAN DASAR:

Teh Kotak Jasmine : Daun teh segar, gula, dan air.


300 ml
Content/Case : 24 packs
Pack size dimension(in cm) (L x W x H) : 6.4 x 4 x 12.5
Case size dimension (in cm) (L x W x H) : 34.8 x 20.5 x 13.1
Gross Weight/Case (in kg) : 7.85
Content/20 Feet Container : 3,000 cases
Maximum Stacking : 8 cases

500 ml
Content/Case : 12 packs
Pack size dimension(in cm) (L x W x H) : 7,10 x 6,20 x 14,60
Case size dimension (in cm) (L x W x H) : 26,20 x 22,50 x
5,20
Gross Weight/Case (in kg) : 6,50
Content/20 Feet Container : 2000 cases
Maximum Stacking : 4 cases

300 ml 500 ml
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kekuatan utama PT Ultrajaya terletak pada visi pemasaran yang
terfokus – terus menerus membangun merek yang kuat dan memerlebar
ragam produk makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan
konsumen Indonesia.
Untuk melaksanakan hal ini, PT Ultrajaya telah melakukan investasi
yang signifikan dalam aktivitas pemasaran, teknologi, pengembangan
produk dan yang paling penting, distribusi. Perusahaan ini termasuk salah
satu perusahaan di Indonesia yang memiliki jaringan distribusi yang paling
luas, mencakup seluruh daerah Indonesia, mulai dari Sumatera di ujung
Barat hingga Papua di ujung Timur. Hal ini dapat dicapai oleh adanya
sistem distribusi yang terdiri dari 2,500 grosir yang bersama-sama melayani
lebih dari 25,000 toko ritel (toko moderen dan tradisional), hotel dan
pelanggan komersial.
Jaringan distribusi ini juga didukung oleh jaringan penjualan PT
Ultrajaya yang terdiri dari lebih 300 tenaga penjual, lebih dari 100
kendaraan, serta 9 depo dan kantor cabang di kota-kota besar, ditambah
lagi oleh beberapa distributor lokal. Pasar utama PT Ultrajaya
adalah Indonesia dengan populasi 200 juta orang yang memiliki tingkat
daya beli yang meningkat. Pasar domestik mencapai 90 persen dari total
produksi perusahaan ini. Namun sejak 1988, perusahaan ini mulai aktif
memasuki pasar ekspor ke negara-negara tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.ultrajaya.co.id/products/teh-kotak-jasmin-tea/ind
http://tehkotak.com/
http://ikajeanemanurung.blogspot.com/2009/04/teh-kotak-pt-ultrajaya.html
www.scribd.com